cover
Contact Name
Herlandri Eka Jayaputri
Contact Email
herlandrieka@gmail.com
Phone
+6281336684413
Journal Mail Official
biakakperik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adibay Raya (depan Perumnas Sumberker No. 1), Biak-Papua
Location
Kab. biak numfor,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services
ISSN : -     EISSN : 27763501     DOI : https://doi.org/10.58950/jpk
Core Subject : Engineering,
Jurnal Perikanan Kamasan diterbitkan untuk mempromosikan tinjauan kritis dari berbagai isu ivestigasi yang menarik dibidang perikanan antara peneliti, akademisi,mahasiswa, dan masyarakat umum, sebagai media komunikasi penyebaran dan pemanfaatn kegiatan ilmiah yang lebih luas. Bidang kajian agribisnis perikanan, perianan budidaya, biologi perikanan, manajemen dan pemanfaatan sumberdaya perikanan.
Articles 64 Documents
Pengaruh Dosis Minyak Serai (Cymbopogon sp.) terhadap Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Transportasi Sistem Tertutup : Evaluation of Lemongrass Oil (Cymbopogon sp.) Dosages as a Natural Sedative for Improving the Survival of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Fingerlings During Closed-System Transportation Bayu Prima Wisudhawanto; Maria Agustin; Sumaryam Sumaryam
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i2.115

Abstract

Transportasi sistem tertutup merupakan metode yang umum digunakan dalam distribusi benih ikan nila (Oreochromis niloticus), namun berpotensi menimbulkan stres akibat penurunan kualitas air, akumulasi metabolit, dan keterbatasan ruang gerak selama pengangkutan. Penggunaan sedatif alami menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi aktivitas metabolisme ikan dan meningkatkan kelangsungan hidup selama transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai dosis minyak serai (Cymbopogon sp.) terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila pada transportasi sistem tertutup. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dosis minyak serai, yaitu 0,01; 0,02; 0,03; dan 0,05 mL/L, masing-masing dengan enam ulangan. Setiap unit percobaan menggunakan 100 ekor benih ikan nila berukuran 5–7 cm. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup, suhu, pH, dan oksigen terlarut. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis minyak serai berpengaruh sangat nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila. Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada dosis 0,02 mL/L sebesar 98,3%, diikuti dosis 0,01 mL/L sebesar 96,5%, dosis 0,03 mL/L sebesar 92,3%, dan dosis 0,05 mL/L sebesar 90,5%. Selama transportasi, suhu berkisar 26,3–27,5 °C, pH 6,8–7,2, dan oksigen terlarut 5,2–6,8 mg/L yang masih mendukung kehidupan ikan. Dosis minyak serai 0,02 mL/L direkomendasikan sebagai dosis optimum untuk meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan nila pada transportasi sistem tertutup.
Pengaruh Salinitas Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan Thalassiosira Sp. Pada Kultur Skala Laboratorium Diajeng Lintang Salma Hermawan; Maria Agustin; Didik Budiyanto
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i2.118

Abstract

Thalassiosira sp. merupakan fitoplankton diatom yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan alami larva udang vaname karena ukuran selnya sesuai dengan bukaan mulut larva dan kandungan nutrisinya mendukung pertumbuhan awal. Produktivitas kultur Thalassiosira sp. sangat dipengaruhi oleh kondisi media, terutama salinitas, karena salinitas berperan dalam tekanan osmotik, aktivitas fotosintesis, dan pembelahan sel. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh salinitas berbeda terhadap kepadatan dan laju pertumbuhan Thalassiosira sp. pada kultur skala laboratorium serta menentukan salinitas optimalnya. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan salinitas, yaitu 26, 28, 30, dan 32 ppt, masing-masing enam ulangan. Kultur dilakukan sampai DOC 6 pada media 10 L dengan pengamatan kepadatan sel secara mikroskopis menggunakan haemocytometer. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut. Data laju pertumbuhan dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil. Hasil menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan sel (p < 0,001). Kepadatan tertinggi diperoleh pada salinitas 28 ppt sebesar 229 x 104 sel/mL pada DOC 2 dengan laju pertumbuhan 34.000 sel/hari. Kualitas air berada dalam kisaran mendukung kultur, yaitu suhu 25,5-27,4°C, pH 7,52-8,71, dan oksigen terlarut 6,9-8,5 mg/L. Salinitas 28 ppt direkomendasikan untuk kultur laboratorium Thalassiosira sp.
Strategi Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Masnana, Kabupaten Buru Selatan Berdasarkan Gap Analysis dan Analytical Hierarchy Process (AHP): Coastal Ecotourism Development Strategy for Masnana Beach, South Buru Regency, Indonesia Using Gap Analysis and the Analytical Hierarchy Process (AHP) Alwin Alwin; J. M. S. Tetelepta; Mintje Wawo
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i2.102

Abstract

Pantai Masnana di Kabupaten Buru Selatan memiliki potensi besar sebagai kawasan ekowisata pesisir, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala pada aspek lingkungan, infrastruktur, dan pengelolaan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan, menganalisis kesenjangan antara kondisi eksisting dan kondisi ideal pengembangan ekowisata, serta menentukan prioritas strategi pengembangan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner kepada 35 responden, dan pengumpulan data sekunder. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kondisi ekologis, karakteristik sosial ekonomi, daya tarik wisata, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung, sedangkan analisis kesenjangan digunakan untuk mengevaluasi perbedaan antara kondisi aktual dan standar pengelolaan ekowisata. Selanjutnya, AHP diterapkan untuk menentukan prioritas strategi berdasarkan penilaian para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekologis kawasan relatif baik, namun kebersihan pantai dan pengelolaan sampah masih memerlukan perbaikan. Potensi sosial ekonomi masyarakat belum dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kegiatan pariwisata, sementara daya tarik alam belum dikembangkan menjadi produk wisata yang terstruktur. Selain itu, aksesibilitas dan fasilitas pendukung wisata masih terbatas. Prioritas strategi pengembangan berdasarkan AHP meliputi peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas kawasan (0,298), peningkatan promosi kawasan wisata (0,297), penguatan program konservasi dan edukasi lingkungan (0,260), serta pengembangan ekowisata berbasis komunitas (0,145). Temuan ini memberikan dasar strategis bagi pengembangan ekowisata pesisir yang berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, promosi destinasi, dan partisipasi Masyarakat.
Pengaruh Dosis Probiotik X pada Pakan Tahu Kukus terhadap Pertumbuhan dan Kesintasan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus): Effects of Probiotic X Supplementation in Steamed Tofu Feed on Growth and Survival of Freshwater Crayfish (Cherax quadricarinatus) Bintang Dwicahya Putra; Maria Agustini; Sri Oetami Madyowati
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v7i1.121

Abstract

Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomi yang produktivitasnya dipengaruhi oleh kualitas pakan dan suplementasi bahan fungsional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dosis Probiotik X pada pakan tahu kukus terhadap pertumbuhan dan kesintasan lobster air tawar. Probiotik X merupakan kombinasi ekstrak herbal, molase, dan Lactobacillus casei. Penelitian dilakukan selama 30 hari menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dosis Probiotik X (0,3%; 0,8%; dan 1,3%) dan sembilan ulangan pada setiap perlakuan. Benih lobster dengan bobot awal sekitar 2 g dipelihara dalam wadah berisi 12 L air dengan padat tebar tiga ekor per wadah. Parameter utama yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak dan kesintasan, sedangkan kualitas air diamati sebagai parameter pendukung. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu jalur pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi Probiotik X tidak memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan maupun kesintasan (p>0,05). Secara numerik, dosis 0,3% menghasilkan pertumbuhan berat mutlak tertinggi (2,18 g) dan kesintasan tertinggi (87%). Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran yang sesuai untuk pemeliharaan lobster air tawar dengan suhu 26,4–27,8 °C, pH 7,96–8,18, dan oksigen terlarut 3,98–4,07 mg/L. Temuan ini menunjukkan bahwa dosis 0,3% berpotensi menjadi alternatif suplementasi yang lebih efisien secara biologis dan ekonomis karena menghasilkan performa terbaik secara numerik dengan penggunaan probiotik yang lebih rendah.