cover
Contact Name
Budi Februari
Contact Email
office@kampusakademik.co.id
Phone
+6282284525773
Journal Mail Official
budifebuari992@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Student Research
ISSN : -     EISSN : 30259851     DOI : https://doi.org/10.61722/jssr.v2i1.552
Core Subject : Education,
Fokus & Ruang Lingkup Jurnal Sains Student Research (JSSR), ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . Jurnal Sains Student Research (JSSR) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi,Hukum, . Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,565 Documents
PERANCANGAN SKEMA DISTRIBUSI DEPOT AIR MINUM BERBASIS MODEL TRANSPORTASI UNTUK MINIMASI BIAYA OPERASIONAL Fauzi Rahmatullah; Zenia Amarti
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.11689

Abstract

Efektivitas dan efisiensi sistem distribusi merupakan aspek penting dalam mengoptimalkan biaya produksi dan kualitas pelayanan, khususnya pada industri depot air minum isi ulang yang memiliki tingkat persaingan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode optimasi transportasi, yaitu Vogel’s Approximation Method (VAM) dan Modified Distribution Method (MODI). Kedua metode tersebut digunakan untuk mengevaluasi kondisi biaya distribusi saat ini serta mengidentifikasi peluang penghematan biaya transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model transportasi yang tepat mampu menurunkan biaya distribusi secara signifikan tanpa mengurangi kualitas layanan. Selain itu, penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi data logistik yang akurat serta pemanfaatan teknologi guna mendukung proses pengambilan keputusan dalam sistem distribusi.
Analisis Literatur mengenai Hubungan Pemeliharaan Kendaraan Foam Tender dan Kesiapsiagaan Operasional ARFF Andi Pradana; Rosyid Khoiruddin; Supri Supri
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11756

Abstract

Kesiapsiagaan operasional unit ARFF sangat didukung oleh kondisi teknis kendaraan Foam Tender, yang ditentukan oleh pemeliharaan preventif, pemeliharaan korektif, dan ketersediaan suku cadang. Artikel ini menganalisis peranan ketiga faktor tersebut, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kesiapsiagaan operasional ARFF melalui studi literatur (library research) dengan metode analisis isi secara induktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemeliharaan preventif menjadi fondasi keandalan kendaraan, pemeliharaan korektif berperan sebagai mekanisme pemulihan cepat pasca-kegagalan, dan ketersediaan suku cadang menjadi penggerak bagi efektivitas keduanya. Ketiga variabel saling bergantung membentuk satu rantai keselamatan (safety chain), sehingga diperlukan pendekatan manajemen pemeliharaan terpadu untuk menjaga kesiapsiagaan operasional ARFF secara konsisten. Penelitian lanjutan secara kuantitatif disarankan untuk menguji hipotesis ini di berbagai bandar udara di Indonesia.
PENGARUH PENGGUNAAN AIR REBUSAN DAUN KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) SEBAGAI BAHAN SANITASI TELUR TERHADAP DAYA TETAS DAN MORTALITAS TELUR PUYUH Muhammad Al Rasyid Supanto; Suryani Naurasari; Nurul Fikri Fauziyah; Fauzan Yudha Anggara; Ahmad Yasin Azzami Warsito; Ade Hilman Maulana; Muhammad Naufal Sulthon Alaziz
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11785

Abstract

Sanitasi telur tetas merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kontaminasi mikroorganisme pada kerabang sehingga dapat mendukung keberhasilan penetasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan air rebusan daun kayu putih (Melaleuca cajuputi) sebagai bahan sanitasi terhadap daya tetas dan mortalitas embrio telur puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu tanpa sanitasi (P0), fumigasi formalin-kalium permanganat (P1), penyemprotan air rebusan daun kayu putih konsentrasi 25% (P2), dan 50% (P3), masing-masing tiga ulangan dengan lima butir telur per ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya tetas, mortalitas embrio, dan embryodiagnosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan daya tetas 0% dan mortalitas embrio 100%. Hasil embryodiagnosis menunjukkan bahwa embrio pada perlakuan fumigasi dan penyemprotan air rebusan daun kayu putih mampu berkembang hingga fase pertengahan dan akhir inkubasi, sedangkan embrio pada kontrol cenderung mengalami kematian lebih awal. Kegagalan penetasan diduga dipengaruhi oleh kondisi inkubasi yang kurang optimal, terutama suhu 33–35°C pada sepuluh hari terakhir inkubasi dan kelembapan 45–55%, sehingga pengaruh perlakuan belum dapat dievaluasi secara optimal.
ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK (KRIM WAJAH) Rifani Hutami Supardi; Putri Tsabitah Reyhan; Mufidah Harun; Rastika Dwi Faiza Kuyotok; Rico Hermanses Joseph; Rosmala Musa; Syahrany Aulya Karim
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11786

Abstract

Peredaran krim pemutih wajah yang semakin luas meningkatkan risiko beredarnya produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, salah satunya merkuri (Hg), yang penggunaannya dilarang karena bersifat toksik bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif kandungan merkuri pada sediaan kosmetik krim wajah menggunakan metode reaksi warna dengan pereaksi kalium iodida (KI). Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan pendekatan analisis kualitatif. Sampel kosmetik didestruksi menggunakan aqua regia, kemudian disaring untuk memperoleh larutan uji. Selanjutnya, sebanyak 5 mL larutan uji direaksikan dengan 1–2 tetes larutan kalium iodida 0,5 N dan diamati perubahan yang terjadi. Hasil pengujian menunjukkan terbentuknya endapan berwarna merah jingga setelah penambahan pereaksi KI, yang menandakan hasil positif adanya kandungan merkuri. Endapan tersebut merupakan senyawa merkuri(II) iodida (HgI₂) yang terbentuk akibat reaksi antara ion Hg²⁺ dengan ion iodida. Temuan ini menunjukkan bahwa sampel kosmetik yang diuji mengandung merkuri sehingga tidak memenuhi persyaratan keamanan kosmetik. Metode analisis kualitatif menggunakan pereaksi kalium iodida terbukti sederhana, cepat, dan efektif sebagai uji skrining awal untuk mendeteksi keberadaan merkuri pada produk kosmetik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan pengawasan terhadap peredaran kosmetik serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk yang telah memenuhi standar keamanan.
Analisis Keterjangkauan Dalam Aspek Harga Dan Aksesibilitas Obat Antihipertensi : Studi Implementasi Kebijakan Obat Nasional Di Dusun Belik Kabupaten Pemalang Samira Anissa Azahrani; Atika Amorita Azza; Intan Amalia Putri; Isabel Hisni Ashara; Shinta Sintiana Dewi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11805

Abstract

The National Drug Policy (KONAS) aims to guarantee the equitable availability and affordability of medicines for all communities. However, its implementation in remote areas still faces various constraints regarding drug affordability. This study aims to evaluate the price affordability and accessibility of antihypertensive medicines as a form of KONAS implementation in Dusun Belik, Bodas Village, Watukumpul District, Pemalang Regency. This study utilized a qualitative method with a cross-sectional approach. Data were obtained through observation, interviews, and documentation involving hypertensive patients selected using a purposive sampling technique. The results indicated that the nominal price of antihypertensive medicines consumed by the community is considered affordable. However, this affordability decreases when transportation costs to obtain the medicines are taken into account. Furthermore, most respondents experience difficulties in obtaining their medication routinely due to the long distance to healthcare facilities and inadequate road infrastructure conditions. Consequently, this leads to medication non-adherence (discontinuation) in several patients, which potentially increases the risk of hypertensive complications. In conclusion, the implementation of KONAS in ensuring the availability and affordability of antihypertensive medicines in Dusun Belik has not been achieved optimally.
UJI KUALITATIF KANDUNGAN MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK Rifani Hutami Supardi; Khumairah A Hasan; Salsabila Putri Handayani; Stevanus Pangemanan
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11810

Abstract

Merkuri adalah logam berat berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam produk kosmetik karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk iritasi kulit, kerusakan ginjal, dan gangguan sistem saraf. Namun, produk kosmetik yang diduga mengandung merkuri masih ditemukan di pasaran, sehingga pengujian keamanan menjadi perlu. Studi ini bertujuan untuk menentukan secara kualitatif keberadaan merkuri dalam sediaan kosmetik menggunakan reagen Kalium Iodida (KI) 0,5 N. Empat sampel kosmetik dianalisis setelah dicerna dengan aqua regia, diikuti dengan penambahan larutan KI 0,5 N. Hasil positif ditunjukkan oleh pembentukan endapan berwarna merah-oranye karena pembentukan merkuri(II) iodida (HgI₂), sedangkan hasil negatif ditunjukkan oleh tidak adanya pembentukan endapan. Hasil menunjukkan bahwa satu dari empat sampel yang diuji positif mengandung merkuri, sedangkan tiga sampel lainnya negatif. Pembentukan endapan berwarna merah-oranye pada sampel positif menunjukkan adanya ion merkuri (Hg²⁺) yang bereaksi dengan ion iodida (I⁻), sedangkan tidak adanya endapan pada sampel negatif menunjukkan bahwa merkuri tidak terdeteksi oleh metode kualitatif yang digunakan. Dapat disimpulkan bahwa uji kualitatif menggunakan Kalium Iodida (KI) 0,5 N merupakan metode skrining yang sederhana dan efektif untuk mendeteksi merkuri dalam sediaan kosmetik, dengan satu sampel positif dan tiga sampel negatif terhadap merkuri.
ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN RHODAMIN B PADA SEDIAAN KOSMETIK LIPSTIK (X) YANG ADA DI PASARAN KOTA MANADO Rifani Hutami Supardi; Sisilia Aiba; Deanisyah Suruhama; Ajeng D. Cahayu; Naysila Tampolo; Puja I. Wakadu
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11812

Abstract

Rhodamin B merupakan zat warna sintetis yang dilarang penggunaannya dalam sediaan kosmetik karena bersifat toksik dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Rhodamin B pada sediaan kosmetik menggunakan metode uji pendahuluan dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Uji pendahuluan dilakukan dengan mengekstraksi sampel menggunakan metanol, kemudian diamati adanya fluoresensi di bawah cahaya matahari dengan latar belakang hitam. Selanjutnya dilakukan uji konfirmasi menggunakan metode KLT dengan membandingkan nilai Retardation Factor (Rf) antara sampel dan baku Rhodamin B. Hasil uji pendahuluan menunjukkan adanya fluoresensi kuning kehijauan yang mengindikasikan dugaan adanya Rhodamin B. Pada pengujian KLT diperoleh nilai Rf sampel sebesar 0,63, sedangkan nilai Rf baku Rhodamin B sebesar 0,62, dengan selisih sebesar 0,01. Kesamaan nilai Rf serta karakteristik bercak antara sampel dan baku menunjukkan bahwa sampel positif mengandung Rhodamin B. Berdasarkan hasil penelitian, metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dapat digunakan sebagai metode identifikasi kualitatif Rhodamin B pada sediaan kosmetik dan mampu mengonfirmasi hasil uji pendahuluan.
IMPLIKASI PERKEMBANGAN KECERDASAN BUATAN TERHADAP REFORMASI HUKUM KETENAGA KERJAAN DI INDONESIA Reulina Br Bangun; Nazwa Ratu Camelia; Shindy Aulia Putri; Nazwa Ramadhani; Yenie Murdani; Sahnaya Tria Madani
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11817

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi salah satu pendorong utama transformasi di berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan. Kehadiran teknologi ini membawa perubahan signifikan dalam pola kerja, sistem produksi, serta hubungan antara pekerja dan pemberi kerja. AI mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas, namun di sisi lain juga berpotensi menggantikan tenaga kerja manusia, khususnya pada pekerjaan yang bersifat rutin dan berulang. Kondisi ini menimbulkan tantangan baru berupa meningkatnya risiko pengangguran, ketimpangan keterampilan, serta ketidakpastian status kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perkembangan kecerdasan buatan terhadap kebutuhan reformasi hukum ketenagakerjaan di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian normatif, melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber hukum, jurnal ilmiah, serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini masih belum sepenuhnya mampu mengakomodasi perkembangan teknologi AI, baik dari aspek perlindungan tenaga kerja, kepastian hukum, maupun pengaturan penggunaan teknologi di tempat kerja. Oleh karena itu, diperlukan reformasi hukum ketenagakerjaan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman, dengan menekankan pada perlindungan hak-hak pekerja, pengaturan penggunaan teknologi secara proporsional, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan pengembangan keterampilan. Dengan demikian, diharapkan perkembangan kecerdasan buatan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga tetap menjamin keadilan sosial dan kesejahteraan tenaga kerja di Indonesia.
INOVASI CRACKERS DENGAN PENAMBAHAN BERAS HITAM DAN TEPUNG MOCAF SEBAGAI JAJANAN BERBASIS PANGAN LOKAL Muhammad Umar Ridho; Ita Fatkhur Romadhoni; Any Sutiadiningsih; Qorry’ Aina
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11859

Abstract

High dependency on imported wheat flour drives the importance of healthy food diversification using local ingredients such as black rice and mocaf flour. This study aims to analyze the sensory characteristics and determine the best formulation of these composite crackers. The research used a quantitative experiment with a Completely Randomized Design (CRD) via organoleptic testing by 30 semi-trained and 3 trained panelists, analyzed using ANOVA at a 5% significance level. The results showed that formulation variations significantly affected texture and overall acceptance, but had no significant effect on color, aroma, and taste. Treatment 3 (21% black rice and 21% mocaf) was selected as the best formulation with the highest preference score of 1.92. This innovative product has great potential to be developed as an alternative functional healthy snack.
INOVASI PEMBUATAN SIDE DISH HUMMUS DENGAN PENAMBAHAN TEMPE SEBAGAI PRODUK PANGAN LOKAL Surya Adytya Kurniawan; Ita Fatkhur Romadhoni; Lilis Sulandari; Qorry' Aina
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11864

Abstract

This study aims to determine the sensory characteristics of tempeh hummus with various levels of tempeh addition and to identify the formulation that produces the highest level of preference among panelists. The study used an experimental quantitative design with three treatments of tempeh addition: 30 grams, 40 grams, and 50 grams. Sensory evaluation included attributes of color, aroma, texture, taste, and overall preference by 35 panelists, consisting of 3 trained panelists and 32 semi-trained panelists. Data were analyzed using One-Way Analysis of Variance (ANOVA) at a 5% significance level, followed by further tests if significant differences were found. The results showed that variations in tempeh addition significantly affected the texture of the product (Sig. 0.006 < 0.05), but did not significantly affect color (Sig. 0.52), aroma (Sig. 0.806), taste (Sig. 0.261), or overall preference (Sig. 0.691). The best formulation was the addition of 40 grams of tempeh, which achieved the highest average scores in color (3.57), aroma (3.77), texture (3.97), taste (3.53), and overall preference (3.47). In conclusion, adding 40 grams of tempeh is the optimal amount, yielding the best sensory quality, maintaining the creamy texture characteristic of hummus, and effectively integrating the local identity of tempeh.