cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281399091484
Journal Mail Official
jurnal.siliwangi@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Direktorat Politenik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 28071530     DOI : https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1671
Jurnal Kesehatan Siliwangi menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus, pengabdian masyarakat, penelitian kualitatif/dan kuantitatif di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Teknik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles 546 Documents
HUBUNGAN VIRAL LOAD TERHADAP NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO (NLR) DAN LIMFOSIT T CD4+ PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) Suhartini, Anita; Marliana , Nina; Hayati, Eem; Durachim, Adang
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh, menjadikan tubuh rentan terhadap berbagai penyakit. Pemeriksaan viral load, yang mengukur kuantitas RNA dalam darah, digunakan untuk menentukan tingkat keberadaan virus HIV. RNA berperan selama proses replikasi virus, membentuk dasar pembentukan virus baru. Sebagai penanda peradangan untuk mendiagnosis HIV dan mengukur tingkat keparahan infeksi HIV dapat menggunakan Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) sebagai marker berbagai penyakit. Cluster of Differentiation 4 (CD4) adalah penanda pada permukaan sel limfosit T yang menjadi tempat melekatnya virus HIV. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan viral load terhadap Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) dan Limfosit T CD4+ pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diperiksa merupakan penderita penyakit HIV yang melakukan pemeriksaan Viral load, NLR dan Limfosit T CD4+. Sampel diperoleh dari 30 orang penderita penyakit HIV yang melakukan pemeriksaan Viral load, NLR dan Limfosit T CD4+. Data statistik yang di gunakan yaitu uji korelasi Spearman. Hasil penelitian pada pasien ODHA menunjukkan rata - rata viral load adalah 34.432, NLR 3,18, dan CD4+ 229,4. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara Viral load dengan NLR dan CD4 dengan tingkat signifikansi < 0,05.
PERBANDINGAN METODE Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) DENGAN Chemiluminescence Immunoassay (CLIA) TERHADAP HASIL ANTIBODI IgG DAN IgM HSV-2 Apridiana, Yesi; Rohayati; Marliana , Nina; Khoirul Abror , Yogi
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.2048

Abstract

Virus herpes simpleks (HSV), khususnya tipe 2, adalah infeksi menular seksual yang menyebabkan herpes simpleks genital.Herpes dapat menular dari ibu ke janin atau bayi selama kehamilan atapun pada saat proses persalinan dan juga dapat menular secara kontak langsung maupun tidak langsung. Karena sangat mudah menular, sering kambuh, dan tidak menimbulkan gejala sama sekali, HSV-2 merupakan salah satu penyakit yang paling merepotkan. Penegakan diagnosis penyakit herpes dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan metode ELISA dengan CLIA dalam pemeriksaan antibodi IgG dan IgM HSV-2. Penelitian bersifat quasi eksperimen yaitu dengan membandingkan hasil pemeriksaan IgG dan IgM HSV-2 menggunakan metode ELISA dengan CLIA. Pemeriksaan menggunakan 2 alat yang berbeda yaitu Alegria metode ELISA dan Autolumo A1000 metode CLIA. Sampel yang digunakan sebanyak 31 spesimen. Data yang diperoleh diolah secara uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi IgG HSV-2 p = 1,000 dan IgM HSV-2 p = 0,356 (nilai sig > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara metode ELISA dengan metode CLIA.
PENGARUH LAMA SIMPAN DAN JENIS REAGEN COOMB’S CONTROL CELL (CCC) TERHADAP VALIDASI HASIL CROSSMATCH KOMPATIBEL Arbie, Arbie; Noviar, Ganjar; Nurhayati, Betty; Marliana, Nina
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan Crossmatch atau uji silang serasi dilakukan untuk menghindari reaksi transfusi. Uji ini memastikan bahwa pasien tidak memiliki antibodi yang bereaksi terhadap antigen pada sel darah merah donor. Coomb's Control Cell (CCC) adalah suspensi sel kontrol yang dibuat dari darah golongan O Rhesus positif yang dilapisi dengan anti-D IgG. Tujuan: CCC digunakan untuk memastikan coomb’s serum atau AHG pada fase III crossmatch masih memiliki kemampuan untuk mengikat atau tidak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen untuk menentukan pengaruh penambahan CCC terhadap derajat aglutinasi positif 2 (2+) pada validasi CCC. Derajat aglutinasi dibandingkan pada crossmatch kompatibel dengan CCC yang dibuat pada suhu 37⁰C dan suhu ruang (20 – 25⁰C) dengan waktu inkubasi 30 menit. Sampel disimpan dalam refigerator selama 0, 3, 5, dan 7 hari. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan CCC yang inkubasi di suhu 37⁰C selama 30 menit dengan lama simpan 0, 3, 5 hari dihasilkan derajat aglutinasi+2 sedangkan dengan lama simpan 7 hari dihasilkan derajat aglutinasi +1 pada tabung mayor, minor, dan auto kontrol. CCC yang inkubasi di suhu ruang selama 30 menit dengan lama simpan 0, 3, 5 hari dihasilkan derajat aglutinasi+2 sedangkan dengan lama simpan 7 hari dihasilkan derajat aglutinasi +1 pada tabung mayor, minor, dan auto kontrol. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan (0,046) < α = 0,05 sehingga bisa ditarik kesimpulan terdapat pengaruh lama simpan terhadap derajat aglutinasi validasi hasil crossmatch kompatibel. 
EFEK PIJAT ENDORPHIN UNTUK MENGURANGI RASA NYERI PERSALINAN (EVIDENCE BASED CASE REPORT) Gunawan, Rosnadila Humaira; Widiawati, Ida; Ulfah, Yulia
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi yang ditandai dengan kontraksi rahim yang dapat menimbulkan nyeri. Nyeri saat melahirkan merupakan hal yang wajar, setiap wanita yang melahirkan pasti merasakan nyeri tersebut dan tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, hanya dapat dikurangi dengan beberapa terapi. Terapi non farmakologi yang banyak dianjurkan salah satunya adalah pijat. Pijat endorfin dapat melepaskan rasa cemas sehingga rasa sakit ibu berkurang. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan portal Research Gate, Science Direct, dan Google Scholar. Pencarian artikel dibatasi oleh beberapa kriteria inklusi antara lain artikel jurnal yang diterbitkan 5 tahun yang lalu, memiliki artikel full text, memiliki tingkat bukti jurnal minimal II (quasi eksperimen, tinjauan sistematis dengan kombinasi RCT), menjelaskan prosedur dengan jelas, dan menjelaskan bagaimana pijat endorfin dapat mengurangi nyeri persalinan. Setelah diberikan pijat endorfin, ibu merasakan nyerinya berkurang dari 9 menjadi 7, sehingga dapat disimpulkan bahwa pijat endorfin dapat mengurangi nyeri persalinan. Terapi ini dianjurkan untuk digunakan di pelayanan kesehatan manapun karena tidak membutuhkan banyak biaya, petugas kesehatan dapat melakukannya kapan saja selama proses persalinan masih dalam tahap pertama.
PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Martina Julyanti, Putri; Harni Susilawati, Enung
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah laporan kasus. Metode pendokumentasian yang digunakan ialah dalam bentuk SOAP. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasian dan literatur. Diperoleh data subjektif pada bayi Ny. N lahir pada hari Kamis 28 Maret 2024, pukul 09.55 WIB, Jenis kelamin laki-laki, usia kehamilan cukup bulan 41 minggu, dengan ketuban mekonium. Data objektif dari keadaan bayi tidak langsung menangis, tonus otot   lemah, warna kulit kemerahan dan ekstremitas kebiruan. Analisis yang ditegakkan dari data di atas adalah bayi Ny. N dengan Asfiksia. Penatalaksanaan yang dilakukan pada kasus ini adalah melakukan pencegahan kehilangan panas, mengatur posisi bayi yaitu sedikit ekstensi, mengisap lendir dengan menggunakan sunction, mengeringkan tubuh bayi, melakukan rangsangan taktil, dan melakukan penilaian nafas dan reposisi dan dilanjutkan dengan asuhan bayi baru lahir pasca resusitasi dan membawa bayi ke ruang perinatologi untuk dilakukan pemantauan TTV dan keadaan umum bayi. Kesimpulan hasil asuhan yang didapat adalah adalah setelh dilakukan asuhan kebidanan bayi baru lahir dengan asfiksia pada bayi Ny. N, tidak ada komplikasi ataupun tanda bahaya pada bayi Ny. N dan tertangani sesuai SOP. Saran yang diberikan kepada Ny. N dan keluarga menjaga kehangatan bayi, memberikan ASI ekslusif, perawatan bayi baru lahir dan mengetahui tanda bahaya bayi baru lahir.
ASUHAN KEBIDANAN NIFAS KETIDAKNYAMANAN MASA NIFAS AFTERPAIN: SEBUAH LAPORAN KASUS fauzia, farachdina; Juariah
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas adalah masa setelah bayi dan plasenta lahir sampai alat kandungan kembali normal dalam waktu kurang lebih 6 minggu dengan ditandai berhentinya perdarahan. Pada masa nifas terdapat beberapa ketidaknyamanan salah satunya nyeri perut setelah melahirkan atau disebut Afterpain. Hal ini akan berdampak pada proses pemulihan ibu selama masa nifas serta terhambatnya proses laktasi untuk bayi.   Laporan Tugas Akhir ini dibuat menggunakan metode laporan kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian dalam bentuk (SOAP). Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil pengkajian data subjektif 2 jam yang diperoleh yaitu Ny. S mengeluh perut nyeri seperti kram di bagian bawah perut, nyeri akan lebih terasa ketika sedang menyusui bayinya. Data objektif diperoleh ibu tampak kesakitan, terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah, dan hasil skala nyeri dengan numeric rating scale yaitu 7. Diagnosa yang ditegakkan adalah Ny. S 26 tahun P3A0 postpartum 2 jam dengan ketidaknyamanan afterpain. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah menganjurkan ibu teknik relaksasi, massage effleurage, memenuhi kebutuhan istirahat, nutrisi, hidrasi, senam nifas dan keterlibatan suami. Kesimpulannya, setelah diberikan asuhan pada Ny. S, rasa nyeri sudah tidak terasa. Saran untuk Ibu dan keluarga agar menjaga kesehatan dan melakukan kontrol sesuai jadwal atau saat ada keluhan dan melibatkan suami dalam proses masa nifas ibu. Bagi Profesi Bidan Diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas asuhan masa nifas yang diberikan agar masalah Afterpain dapat tertatasi dengan baik. Kata Kunci : Afterpain, Ketidaknyamanan, Postpartum
ASUHAN KEBIDANAN PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN FLUOR ALBUS: SEBUAH LAPORAN KASUS Septiana, Dinda; Juariah
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputihan adalah keluarnya cairan dari alat kelamin berwarna putih dan tidak berbau. Keputihan bukanlah penyakit akan tetapi jika dibiarkan akan memicu berbagai penyakit infeksi genetalia seperti vulvitis, vaginitis kandidiasis, servisitis dan endometritis, sehingga harus mendapat asuhan yang tepat. Salah satu yang mempengaruhinya adalah personal hygiene yang kurang baik, faktor kelelahan dan stress. Metode penulisan yang digunakan menggunakan metode laporan kasus dalam bentuk pendokumentasian SOAP. Hasil pengkajian subjektif Ny. L ingin KB suntik 3 bulan, mengalami keputihan selama 5 hari berwarna putih, tidak gatal, panas, perih dan berbau, belum pernah diberi edukasi keputihan dan personal hygiene. Pemeriksaan genetalia didapatkan pengeluaran cairan berwarna putih dan tidak berbau. Analisa didapat Ny. L akseptor KB suntik 3 bulan dengan keputihan. Asuhannya melakukan penyuntikkan KB suntik 3 bulan, memberikan KIE efek samping KB suntik, penyebab dan penanganan keputihan termasuk dengan mencuci area kemaluan dengan air rebusan daun sirih. Kesimpulan Ny. L mengalami keputihan fisiologis, telah melakukan arahan yang diberikan dan masalah tertangani setelah 26 hari. Saran diharapkan menjaga personal hygiene serta adanya dukungan keluarga. Peran bidan melakukan deteksi dini tanda dan gejala keputihan patologis serta upaya pencegahan infeksi. Kata kunci: Keluarga berencana, keputihan, suntik
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.A DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LAVENDER PADA SAAT PERSALINAN DI PUSKESMAS CILAWU KABUPATEN GARUT Putri Alifia, Putri; Ida Widiawati; Sri Wisnu; Diyan Indrayani
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensive adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir (BBL), dan keluarga berencana. Penggunaan aromaterapi dalam asuhan komprehensif diberikan sebagai pereda nyeri pada saat proses persalinan. Adapun tujuan penulisan laporan kasus ini untuk dapat memberikan asuhan kebidanan komprehensif dengan penerapan aromaterapi kepada Ny. A. Jenis laporan yang digunakan berupa studi kasus. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada Januari-Juni 2023 di Puskesmas Cilawu Kabupaten Garut dengan Ny. A sebagai subjek untuk pelaksanaan asuhan menggunakan penerapan aromaterapi lavender. Masa kehamilan ditemukan masalah yaitu pasien khawatir dan cemas menghadapi persalinan dan masalah tersebut dapat teratasi dengan memberi support atau dukungan pada ibu. Pada masa nifas dan masa bayi baru lahir tidak ditemukan adanya masalah ibu dan bayi dalam kondisi normal dan asuhan yang diberikan sudah sesuai dengan teori asuhan kebidanan komprehensif. Asuhan komprehensif sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan Ibu sejak kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir. Aromaterapi lavender dapat menjadi alternatif terapi untuk mengurangi nyeri pada saat proses persalinan. Dan asuhan yang berkelanjutan sangat direkomendasikan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak
Comprehensive Midwifery Care for Mrs. A Aged >35 With the Application of Catcow Aini Nurrahmawati Sadikin, Aini; Ferina Islam, Ferina
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang dilakukan dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Selama kehamilan, ibu dapat mengalami ketidaknyamanan pada trimester III, seperti nyeri pada bagian pinggang dan perut bagian bawah. Salah satu cara untuk mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan yaitu dengan pemberian inovasi senam hamil dengan metode cat cow. Asuhan ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023 dengan tujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif dan berkualitas pada Ny. A dengan manajemen kebidanan varney serta implementasi pemecahan masalah yang ada. Hasil asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A dan bayinya selama kehamilan trimester III ditemukan suatu permasalahan dari mulai usia ibu yang sudah lebih dari 35 tahun adanya ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu, maka penulis memberikan sebuah inovasi untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dialami ibu dengan cara metode cat cow. Dengan penerapan metode cat cow ketidaknyamanan nya berkurang dan dapat melewati persalinannya dengan lancar tanpa ada robekan. Saat nifas, ibu mengalami nyeri pada bagian payudaranya dan berhasil diberikan inovasi breast care, ibu pun berhasil diberikan IUD postplasenta dan bayi lahir spontan tanpa ada masalah.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DI PUSKESMAS SAMARANG KABUPATEN GARUT TAHUN 2023 Syamsi, Alifia Nurul Syamsi; Yulidar Yanti, Yulidar Yanti
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mendeteksi kegawatdaruratan dan mendeteksi dini komplikasi yang kemungkinan dapat terjadi. Asuhan  diberikan berupa asuhan masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan manajemen kebidanan sesuai dengan standar kebidanan dan pendokumentasian SOAP.             Metode yang digunakan adalah studi kasus, responden yaitu Ny. S G1P0A0 hamil dengan usia kehamilan 38 minggu dan bayi baru lahir, di wilayah kerja Puskesmas Samarang Kabupaten Garut. Asuhan diberikan dari bulan Januari sampai dengan bulan Februari tahun 2023. Selama proses asuhan yang diberikan, ibu dan bayi menunjukkan keadaan baik, saat kehamilan, ibu mengalami ketidaknyamanan pada Trimester III yaitu sakit punggung. Setelah bayi lahir ibu mengalami laserasi derajat 2, tetapi tidak diberikan anestesi pada saat penjahitan laserasi. Tidak ditemukan masalah lain pada ibu selama masa nifas, demikian juga pada Bayi Baru Lahir tidak ditemukan masalah sehingga diberikan asuhan kebidanan fisiologis/normal. Asuhan kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir sudah dilaksanakan berdasarkan manajemen kebidanan dan standar pelayanan kebidanan.