cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281399091484
Journal Mail Official
jurnal.siliwangi@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Direktorat Politenik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 28071530     DOI : https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1671
Jurnal Kesehatan Siliwangi menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus, pengabdian masyarakat, penelitian kualitatif/dan kuantitatif di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Teknik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles 546 Documents
PENGARUH LAMA SIMPAN DARAH DAN JENIS ANTIKOAGULAN TERHADAP NILAI NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO PADA WANITA DENGAN KANKER PAYUDARA Agistriany, Risma; Hayati , Eem; Nurhayati , Betty; Durachim , Adang
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.2009

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit penyebab kematian ketiga setelah jantung dan stroke di Indonesia. Pemeriksaan Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan pemeriksaan yang dapat digunakan sebagai pertanda inflamasi penyakit salah satunya kanker payudara. Untuk menunjang keberhasilan pemeriksaan hematologi termasuk pemeriksaan NLR, ada hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah cara penyimpanan, waktu antara pengambilan sampel dan pemeriksaan, dan antikoagulan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA dengan variasi penyimpanan 0, 4, dan 8 jam terhadap nilai Neutrophil Lymphocyte Ratio pada wanita dengan kanker payudara. Penelitian bersifat quasi eksperimen, yaitu dengan cara menghitung nilai NLR yang dihasilkan dari lama simpan darah dan jenis antikoagulan yang berbeda pada setiap sampel. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat hematology analyzer Mindray BC-5300 dengan jumlah sampel sebanyak 5 orang. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan Uji General Linear Model Repeated Measure. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi  Sig 0,613 (nilai Sig. > 0,05) untuk waktu dan nilai Sig 0,282 (nilai Sig. > 0,05) untuk hasil waktu vs antikoagulan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh lama simpan darah dan jenis antikoagulan terhadap nilai neutrophil lymphocyte ratio pada pasien wanita dengan kanker payudara.
PENGGUNAAN SIX SIGMA SEBAGAI EVALUASI KONTROL KUALITAS PADA ALAT HEMATOLOGY ANALYZER SYSMEX XN-550 Nidianti, Della; Feisyal Rinaldi, Sonny; Rahmat, Mamat; Ridwanna, Surya
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Six Sigma uses defects per unit as the unit of measurement. Accordingly, the goal of this study is to ascertain the haematology parameters' sigma value, QC rule, and TEa value at the Pramita Lab Pajajaran Bandung Branch. This type of research is a descriptive analytic. The data used in tis study can be obtained from the results of Internal Quality Control in Pramita Lab, A total of 5 parameters were calculate bu Six Sigma using the Total Error Allowable (TEa) from Biological Variation and CLIA. TEA is mapped based on the area in the graph. Decision making for the selection of TEa is based on the TEa selection algorithm. Based on the results of the study, the precision on the parameters of hemoglobin, hematocrit, leukocytes, thrombocyte and erythrocytes was acceptable. The average of 6 months control value of Sigma the including the acquisition of world class ( > 6 sigma) consisting of parameters leukocytes so that QC rule is 1-3ss N=3, hemoglobin and erythrocytes obtain excellent ( 5 – 6 sigma ) so that QC rule is 2 of 3-2s and R4s N = 3. Hematocrit and thrombocyte obtain good ( 4 – 5 sigma) so that QC rule is 3-1s N = 3. The TEa from Desirable Biological Variation can be used for examination of thrombocyte. Minimal Biological Variation can be used for examination of erythrocytes. Optimal Biological variation can be used for examination of leukocytes. CLIA can be used for examination of Hemoglobin and hematocrit.
ANALISIS HASIL PEMERIKSAAN IgG DAN IgM PADA PENDERITA DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) METODE ENZYME-LINKED FLUORESCENT ASSAY (ELFA) DENGAN ENZYME-LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (ELISA) Musfirani, Nia; Marliana, nina; Rohayati; Khoirul Abror, Yogi
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.2017

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Dalam melakukan diagnosis salah satunya dengan melakukan uji serologi untuk DHF. Tes serologi ini untuk mengidentifikasi adanya IgG atau IgM virus dengue di dalam tubuh. Pemeriksaan DHF IgG dan IgM yang spesifik berguna dalam diagnosis infeksi virus dengue. Gold standar untuk tes serologi menggunakan metode Enzyme Linked Immonosorbent Assay (ELISA). Semakin berkembangnya teknologi dan berbagai penelitian telah dikembangkan, pemeriksaan DHF IgG dan IgM dapat digunakan dengan metode Enzyme Linked Fluorescent Assay (ELFA). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan kadar IgG dan IgM pada penderita DHF menggunakan metode ELFA dan ELISA. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan membandingkan hasil pemeriksaan DHF IgG dan IgM menggunakan metode ELFA dengan ELISA. Dalam penelitian ini menggunakan sampel pasien tersangka DHF yang melakukan pemeriksaan DHF IgG dan IgM. Data hasil penelitian ini diolah menggunakan grafik untuk DHF IgG dan IgM kemudian untuk DHF IgM dilanjutkan dengan Uji Wilcoxon Signed Rank. Hasl Penelitian dilihat dari grafik tidak terdapat perbedaan kadar DHF IgG dan IgM menggunakan metode ELFA dan ELISA. Berdasarkan hasil uji statistik untuk DHF IgM diperoleh nilai signifikasi Asymp Sig > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar DHF IgG dan IgM menggunakan metode ELFA dan ELISA.
STUDY RETROSPEKTIF PENINGKATAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN KOLESTEROL DAN TROPONIN I PADA KASUS PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSU PINDAD BANDUNG Suriadiharja, Angga; Riyani, Ani; Kurnaeni, Nani; Wiryanti, Wiwin
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang disebabkan oleh keadaan dyslipidemia, keadaan ini merupakan keadaan yang disebabkan oleh lipid yang tidak normal yang ada dalam darah penderitanya karena adanya kolestrol dalam darah yang meningkat dan tidak normal, terjadinya Low Density Lipoprotein (LDL) kolesterol dan trigliserida. Penelitian ini menggunakan studi retrospektif analitik dan trend kadar LDL kolesterol dengan kadar Troponin I pasien pada kasus penyakit jantung koroner di RSU Pindad Bandung. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari RSU PINDAD Bandung. Sebanyak 160 pasien PJK yang diteliti melakukan pemeriksaan troponin I, sebanyak 104 pasien (65%) adalah laki-laki dan sisanya 56 pasien (35%) perempuan, dimana sebanyak 116 pasien (72%) memiliki kadar Troponin I abnormal dan 44 pasien (23%) memiliki kadar troponin I normal. Hasil menunjukkan bahwa 45 pasien melakukan pemeriksaan LDL kolesterol, 25 pasien (56%) laki-laki dan 20 pasien (44%) perempuan, dimana 32 pasien (71%) memiliki kadar LDL-kolesterol abnormal dan 13 pasien (29%) memiliki kadar LDL- kolesterol normal. Trend kadar Troponin I berulang adalah rerata pertama 4,0 ng/mL dan rerata pada pemeriksaan Troponin I kedua 7,8 ng/mL, terjadi peningkatan rerata kadar Troponin I pertama dan kedua (95%). Trend kadar rerata dari pemeriksaan LDL kolesterol pertama 116 mg/dL dan rerata pada pemeriksaan LDL kolesterol kedua 110 mg/dL, terjadi penurunan rerata kadar LDL kolesterol pertama dan kedua (5%). Hasil kadar LDL kolesterol dan hasil troponin I hubungannya positif, dengan nilai correlation coefficient 0,274 derajat korelasi cukup.
PERBANDINGAN HASIL HBsAg dan Anti HBs METODE CHEMILUMINESCENT MICROPARTICLE IMMUNOASSAY (CMIA) ANTARA ALAT ALINITY-i DAN ARCHITECT-i2000SR Deswiani, Puri; Marliana, Nina; Khoirul Abror, Yogi; Rohayati
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.2025

Abstract

Hepatitis B merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan penyakit baik akut maupun kronis. Prevalensinya masih tinggi di Indonesia meskipun cakupan imunisasi Hepatitis B mencapai 86,8 % namun hampir 70 % masyarakat rentan terhadap infeksi virus Hepatitis B. Pemeriksaan HBsAg dan Anti HBs adalah uji skrining darah yang dapat dilakukan secara otomatis menggunakan metode Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMIA) pada alat Alinity-i dan Architect-i2000SR. Pemeriksaan ini dibandingkan dengan alat Architect-i2000SR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui rata – rata kadar HBsAg dan Anti HBs serta perbedaan antara kedua alat. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Dalam penelitian ini menggunakan darah pasien dengan kadar HBsAg reaktif dan Anti HBs positif. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji Saphiro Wilk. Hasil penelitian uji normalitas HBsAg antara alat. Alinity-i dan Architect-i2000SR didapatkan nilai signifikansi 0,000 menunjukkan data terdistribusi tidak normal. Adapun hasil uji normalitas Anti HBs antara alat Alinity-i dan Architect-i2000SR didapatkan nilai signifikansi 0,072 dan 0,075 menunjukkan data terdistribusi normal. Selanjutnya hasil uji statistik HBsAg dan Anti HBs antara kedua alat diperoleh nilai signifikansi Asymp sig. > 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan antara alat Alinity-i dan Architect-i2000SR.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN HEMATOLOGI RUTIN MENGGUNAKAN TABUNG VACUTAINER DAN MICROTAINER K3EDTA Sinaga, Mery Dwi Rahayu Elsyana; Betty, Nurhayati; Adang, Durachim; Nina, Marliana
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan hematologi merupakan salah satu pemeriksaan yang sering diminta dan digunakan oleh klinisi sebagai dasar untuk penanganan penderita. Pemeriksaan hematologi rutin meliputi pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, jumlah sel leukosit, eritrosit dan trombosit. Pengumpulan spesimen untuk uji hematologi rutin sekarang tersedia dalam bentuk tabung vacutainer K3EDTA dan tabung microtainer K3EDTA. Tujuan penelitian untuk melihat perbandingan hasil pemeriksaan hematologi rutin menggunakan tabung vacutainer dan microtainer K3EDTA. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Bahan pemeriksaan yang diteliti adalah whole blood dengan 3 perlakuan pada tiap bahan pemeriksaan, dengan variasi volume 3mL dan 2mL pada tabung vacutainer dan 0,5mL pada tabung microtainer. Pemeriksaan hematologi rutin dilakukan menggunakan alat hematology analyzer Sysmex XS-500i. Data dianalisis menggunakan uji General Linear Model (GLM) dan uji Friedman untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil pemeriksaan hematologi rutin menggunakan tabung vacutainer dan microtainer K3EDTA. Hasil uji General Linear Model (GLM) dan uji Friedman diperoleh nilai sig >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan hematologi rutin pada tabung vacutainer yang berisi 3 mL dan 2 mL spesimen darah dan tabung microtainer yang berisi 0,5mL spesimen darah.
PENGARUH PENUNDAAN DARAH SITRAT DAN VARIASI WAKTU SENTRIFUGASI TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN PROTHROMBIN TIME (PT) HUTAPEA, BETARIA ANGGELINA; Hayati, Eem; Marliana , Nina; Noviar, Ganjar
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada banyak gangguan perdarahan dan trombotik, pemeriksaan hemostasis sangat penting karena dapat memberikan informasi penting untuk diagnosis, prognosis, dan pemantauan terapi. Prothrombin Time (PT) adalah pemeriksaan hemostasis yang digunakan untuk mengidentifikasi kelainan hemostasis pada jalur ekstrinsik yang mencakupfaktor pembekuan fibrinogen, prothrombin, V, VII, dan X, serta untuk memantau pemberian antikoagulan oral.Pemeriksaan Prothrombin Time (PT) menggunakan antikoagulan natrium sitrat 3,2% sebaiknya dilakukan segera, jika terjadi penundaan maka sampel harus dilakukan sentrifugasi terlebih dahulu dan plasma dibekukan. Bahan pemeriksaanadalah plasma sitrat sebanyak 5 bahan pemeriksaan dengan diberi penundaan darah sitrat pada 0 jam (segera), Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penundaan darah sitrat dan variasi waktu sentrifugasi terhadap hasil pemeriksaan Prothrombin Time (PT) selama dua jam dan empat jam setelah pemeriksaan Prothrombin Time (PT). Eksperimen semu adalah jenis penelitian yang digunakan. Uji General Linear Model untuk distribusi data normal dan Uji Friedman dan Wilcoxon untuk distribusi data tidak normal digunakan untuk menganalisis data. Hasil pemeriksaan nilai Prothrombin Time (PT) yang disentrifugasi selama 15 menit relatif lebih rendah dibandingkan dengan yang disentrifugasi selama 10 menit. Secara statistik hasil pemeriksaan Prothrombin Time (PT) didapatkan nilai Sig < 0.05 sehingga dapat dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan pada darah sitrat yang disentrifugasi selama 15 menit dan 10 menit. Berdasarkan penundaan darah sitrat yang ditunda dua Jam, dan empat Jam, Kedua variabel menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan nilai Sig < 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Penundaan Darah Sitrat dan Variasi Waktu Sentrifugasi Terhadap Hasil Pemeriksaan Prothrombin Time (PT).
UJI VALIDASI METODE IMUNOKROMATOGRAFI (RAPID TEST) TERHADAP METODE CHEMILUMINESCENCE ASSAY (CLIA) PADA PEMERIKSAN IMLTD HbsAg: UJI VALIDASI METODE IMUNOKROMATOGRAFI (RAPID TEST) TERHADAP METODE CHEMILUMINESCENCE ASSAY (CLIA) PADA PEMERIKSAN IMLTD HbsAg Aziz, Ahmad mahmudin Aziz; Rohayati; Rinaldi , Sonny Feisal; Hayati, Eem
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD) adalah infeksi dapat ditularkan melalui transfusi darah. Salah satunya Hepatitis B (HBsAg). Pemeriksaan HBsAg harus sangat sensitif dan spesifik, Pada Permenkes No. 91 Tahun 2015 diatur skrining IMLTD HBsAg dapat dilakukan dengan metode Immunocomatography (ICT test), CLIA. Metode CLIA membutuhkan alat otomatis dan biaya cukup besar, sehingga beberapa UTD menggunakan ICT test sebagai metode skrining IMLTD HBsAg. Namun, efektivitas ICT test dalam mendeteksi HBsAg masih perlu divalidasi. Penelitian bertujuan untuk menvalidasi sensitivitas dan spesifisitas metode ICT test terhadap CLIA pada skrining IMLTD HBsAg. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari pengukuran dua metode yang berbeda, desain berdasarkan CLSI EP 12 dengan sampel sebanyak 100 calon donor darah. yaitu 50 sampel reaktif dan 50 sampel non reaktif HBsAg. Hasil pemeriksaan dari kedua metode dibandingkan untuk menghitung sensitivitas dan spesifisitas ICT test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas ICT test sebesar 80% dan spesifisitas sebesar 100%. Nilai sensitivitas ICT test masih dibawah kriteria yang dianjurkan oleh WHO (95- 100%) dan Permenkes No. 91 Tahun 2015. Dapat disimpilkan kinerja ICT test dalam mendeteksi HBsAg masih di bawah kriteria yang dianjurkan. Oleh karena itu, penggunaan ICT test sebagai metode skrining IMLTD HBsAg perlu dievaluasi ulang.
STABILITAS ASSAYED SERUM CONTROL TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL, BILIRUBIN TOTAL, DAN AKTIVITAS ALT PADA SUHU -21° C Pramesti, Latifa Ayu; Firman Solihat , Mohamad; Riyani, Ani; Feisal Rinaldi, Sonny
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.2045

Abstract

Laboratoirum merupakan tempat pengujian yang harus memiliki standar mutu yang baik dan benar, laboratorium yang bermutu adalah laboratorium yang slalu memperhatikan aspek-aspek ketepatan atau accuracy dan ketelitian atau presisi dalam setiap pengukuran sampel yang akan diuji dengan menggunakan bahan control tertentu dalam quality control. Laboratorium klinik swasta X manggunakan assayed serum control untuk melakukan quality control, namun saat ini belum mengatur mengenai batas penggunaan kontrol. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui stabilitas assayed serum control untuk pemeriksaan Kolesterol Total, Bilirubin Total, dan ALT pada suhu (-15) – (-25)O C. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, yaitu dengan melakukan pemeriksaan kontrol pada parameter kolesterol total, bilirubin total dan ALT selama 30 hari. Hasil dihitung menggunakan statistik General Linear Model (GLM) metode Repeated measures dan mengukur bias. Didapatkan hasil stabilitas secara statistik Assayed serum control PreciControl ClinChem 1 (normal) memiliki stabilitas selama 28 hari untuk pemeriksaan kolesterol total dan 16 hari untuk pemeriksaan bilirubin total dan ALT. Sedangkan Assayed serum control PreciControl ClinChem 2 (patologis) memiliki stabilitas selama 30 hari untuk pemeriksaan kolesterol total dan bilirubin total dan 22 hari untuk pemeriksaan ALT. Secara klinis Assayed serum control PreciControl ClinChem 1 (normal) memiliki stabilitas selama 30 hari untuk pemeriksaan kolesterol total, bilirubin total, dan ALT. Sedangkan Assayed serum control PreciControl ClinChem 2 (patologis) memiliki stabilitas selama 28 hari untuk pemeriksaan kolesterol total dan 30 hari untuk pemeriksaan bilirubin total dan ALT.
EVALUASI PENGENDALIAN MUTU INTERNAL PARAMETER KIMIA KLINIK MENGGUNAKAN ALGORITMA TEa DI LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK RSUD CIBABAT Parwati, Dewi; Feisal R , Sonny; Ridwana, Surya; Kurnaeni, Nani
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Laboratorium klinik perlu diselenggarakan secara bermutu untuk mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Tujuan: melihat gambaran nilai Six Sigma pada Pemantapan Mutu Internal parameter Kimia Kinik di Laboratorium RSUD Cibabat   Metode: Jenis penelitian yang digunakan deskriptif cross sectional sampelpenelitian adalahdata sekunder hasil kualiti kontrolharian parameter kimia klinik level 1 dan level2 parameterGlukosa,Kolesterol,Trigliserida,HDL,LDL,Ureum,Kreatinin,AST,ALT,AsamUrat,Albumin,   Bilirubin Total, Bilirubin direk, periode pemeriksaan September 2022 – Agustus 2023. Perhitungan Sigma menggunakan 4 sumber TEa. Hasil tes dikelompokkan berdasarkan area  dalam grafik algoritma TEa.Hasil: didapatkan parameter Trigliserida, SGOT, SGPT, Asam Urat, Bilirubin Total terdapat di area A. Bilirubin direk berada di area B. Parameter Glukosa, Kolesterol, HDL, LDL, Ureum, Kreatinin dan Albumin di area C dengan menggunakan TEa dari Desirable Biological Variability. Untuk di area B di tes kembali menggunakan Optimal Biological Variability, parameter yang berada di area C di tes kembali menggunakan Minimal Biological Variability. Parameter yang berada di area C setelah di tes dengan Minimal Biological Variability yaitu Glukosa, Kreatinin, dan Albumin dites menggunakan nilai Total Error Allowable dari RiliBÄK, RCPA dan CLIA.