cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281399091484
Journal Mail Official
jurnal.siliwangi@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Direktorat Politenik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 28071530     DOI : https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1671
Jurnal Kesehatan Siliwangi menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus, pengabdian masyarakat, penelitian kualitatif/dan kuantitatif di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Teknik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles 532 Documents
ANALISIS PENERAPAN LEAN SIX DALAM MENINGKATKAN TURNAROUNDTIME(TAT) DI LABORATORIUM KLINIK PRODIA BANDUNG Fithriyah, Ghina; Gustira Rahayu, Ira; Kurniawan, Entuy; Wahyuni, Yeni
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan laboratorium klinik merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis, dengan menetapkan penyebab penyakit, menunjang      sistem                        kewaspadaan   dini,         monitoring  pengobatan, pemeliharaan kesehatan, dan pencegahan timbulnya penyakit. Laboratorium Klinik Prodia adalah Perusahaan           yang    bergerak                      dalam     bidang  pelayanan  kesehatan           khususnya laboratorium klinik yang sangat memperhatikan mutu hasil. Kesalahan baik pada tahap pra-analitik, analitik maupun post-analitik atau sering disebut laboratory error yang dapat mempengaruhi akurasi hasil pemeriksaan laboratorium. Dalam menghadapi persaingan yang ketat, Laboratorium Prodia dituntut untuk bekerja dengan professional, sehingga dalam hal ini menuntut pula Laboratorium Klinik Prodia Bandung untuk bekerja dengan lebih professional. Selain itu Laboratorium Klinik Prodia Bandung dituntut menjaga TAT (Turnaround time).Terlambatnya hasil pemeriksaan yang diberikan kepada pasien bisa penyebabkan potensial ketidakpuasan. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui Nilai Sigma Untuk Evaluasi TurnAroundTime (TAT), mengetahui adanya waste pada evaluasi TAT dan memberikan solusi serta usulan tindakan perbaikan dalam meningkatkan TAT di Prodia Bandung. Penelitian ini mengevaluasi                        TAT(Turn         Around     Time)     periode     Januari-Juni2023.     Peneliti mengidentifikasi aktivitas-aktivitas layanan dan mengevaluasinya dengan metode Lean Six Sigma, yaitu perpaduan antara metode Lean thinking dan Six Sigma. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya perbaikan proses dalam lima langkah kerja Six Sigma (DMAIC) dengan mengidentifikasi sembilan jenis waste (E-DOWNTIME). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar waste yang terjadi selama periode Januari- Juni 2023 adalah W (Waiting), O (Over Production) dan E (Excess processing). 
ANALISIS KADAR INTERFERON GAMMA MENGGUNAKAN METODE FLUORESCENCE IMMUNOASSAY (FIA) DAN ENZYME-LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (ELISA) PADA PASIEN TUBERKULOSIS Trimulyani, Annisa; Khoirul Abror, Yogi; Marliana, Nina; Merdekawati, Fusvita
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan 1 diantara 10 penyebab kematian tertinggi diseluruh dunia. Berdasarkan data Global Tuberculosis Report 2022, Indonesia berada pada posisi kedua pada tahun 2021 dengan jumlah penderita tuberkulosis terbanyak di dunia. Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebar melalui udara dari droplet. Infeksi M. tuberculosis dapat dideteksi melalui pemeriksaan imunoserologis, yaitu pemeriksaan Interferon Gamma Release Assays (IGRA). Pemeriksaan IGRA digunakan untuk mengukur produksi sitokin interferon gamma sebagai respon spesifik terhadap antigen M. tuberculosis Early Secretory Antigenic Target-6 (ESAT-6) dan Culture Filtrate Protein-10 (CFP-10) secara in vitro selama 16 - 24 jam. Semakin berkembangnya teknologi saat ini terdapat metode baru yaitu Fluorescence Immunoassay (FIA) yang hasilnya lebih cepat keluar dibandingkan dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) yang sudah direkomendasikan oleh WHO, memerlukan waktu 3 jam sampai hasil selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kadar interferon gamma menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA) dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) pada pasien tuberkulosis. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian static group comparation. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 30. Hasil kadar interferon gamma menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA) didapatkan rata-rata 2.83 IU/mL dan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) 2.78 IU/mL. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil nilai Asymp. Sig. 0.109 > 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar interferon gamma menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA) dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA).
PENGARUH VARIASI LAMA DAN CARA SIMPAN FRESH FROZEN PLASMA (FFP) YANG TELAH DICAIRKAN TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT Arum, Nafilah; Durachim, Adang; Marliana, Nina; Novia, Ganjar
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fresh Frozen Plasma (FFP) merupakan komponen darah. FFP dapat digunakan pada pasien yang telah menerima transfusi darah masif dan terus mengalami pendarahan setelah transfusi trombosit. FFP dalam keadaan cair harus segera ditransfusikan selambat-lambatnya 6 jam setelah pencairan. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh variasi lama dan cara simpan Fresh Frozen Plasma (FFP) yang telah dicairkan terhadap jumlah trombosit. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Hasil pemeriksaan trombosit pada labu darah Fresh Frozen Plasma (FFP) yang berasal dari Platelet Rich Plasma (PRP) diberi perlakuan pada lama dan cara simpan yang bervariasi setelah dicairkan. Penelitian ini dilakukan dengan design serial waktu yaitu pembacaan trombosit pada FFP yang telah dicairkan di 0 jam (segera), 4 jam, dan 6 jam. Kemudian pembacaan serial waktu dilakukan dalam dua perlakuan berbeda, dengan penyimpanan di refrigerator 2-8°C dan agitator 20-25°C. Hasil rata-rata jumlah trombosit segera setelah dicairkan 0 jam, 4 jam dan 6 jam pada refrigerator adalah 94x103/µL. Sedangkan rata-rata jumlah trombosit pada penyimpanan agitator setelah 4 jam adalah 68x103/µL dan 6 jam adalah 46x103/µL. Hasil di uji statistik pada penyimpanan refrigerator suhu 2- 8°C nilai Sig. 0.84 >0.05 tidak berbeda bermakna secara statistik. Sedangkan pada penyimpanan agitator suhu 20-25°C nilai Sig. 0.00 <0.05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna secara statistik.
Prediksi Pemenuhan Kebutuhan Darah Dengan Metode Least Square di UTD PMI Kabupaten Cianjur Jawa Barat Hamidah, Hani; Rahmat , Mamat; Noviar, Ganjar; Rohayati
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan transfusi darah menjadi bagian dari upaya pelayanan kesehatan sebagai bentuk intervensi penyelamatan jiwa pasien. Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia sekitar 5,1 juta kantong darah pertahun (2% jumlah penduduk Indonesia). Unit Transfusi Darah (UTD) memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketersediaan darah. Pemenuhan kebutuhan darah oleh UTD PMI Kabupaten Cianjur masih fluktuatif sehingga dibutuhkan suatu sistem pengendalian atau prediksi persediaaan yang dapat menentukan dan menjamin persediaan yang tepat dalam kuantitas waktu yang tepat. Salah satu sistem prediksi yaitu metode least square yang menggunakan data lampau untuk meramalkan data di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode least square bisa digunakan dan apa tingkat kemampuan prediksi metode least square dalam memprediksi pemenuhan kebutuhan darah di UTD PMI Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penelitian deskriptif studi kasus ini menggunakan data sekunder internal berupa data permintaan darah WB, PRC, FP, dan TC yang diolah untuk memprediksi kebutuhan darah menggunakan metode least square, dan diuji kesalahan prediksi dengan metode Mean Absolute Precentance Error (MAPE). Hasilnya metode least square dapat digunakan untuk memprediksi kebutuhan darah dengan nilai kesalahan prediksi terendah yaitu 0,6% pada prediksi PRC bulan Oktober dan nilai kesalahan prediksi tertinggi yaitu 3,6 % pada prediksi WB bulan September. Hal ini menunjukan tingkat kemampuan prediksi dengan metode least square sangat baik karena kesalahan prediksi <10%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode least square dapat digunakan untuk melakukan prediksi pemenuhan kebutuhan darah di UTD PMI Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan tingkat kemampuan prediksi yang sangat baik.
PENGARUH LAMA SIMPAN DARAH DAN JENIS ANTIKOAGULAN TERHADAP NILAI NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO PADA WANITA DENGAN KANKER PAYUDARA Agistriany, Risma; Hayati , Eem; Nurhayati , Betty; Durachim , Adang
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.2009

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit penyebab kematian ketiga setelah jantung dan stroke di Indonesia. Pemeriksaan Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan pemeriksaan yang dapat digunakan sebagai pertanda inflamasi penyakit salah satunya kanker payudara. Untuk menunjang keberhasilan pemeriksaan hematologi termasuk pemeriksaan NLR, ada hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah cara penyimpanan, waktu antara pengambilan sampel dan pemeriksaan, dan antikoagulan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA dengan variasi penyimpanan 0, 4, dan 8 jam terhadap nilai Neutrophil Lymphocyte Ratio pada wanita dengan kanker payudara. Penelitian bersifat quasi eksperimen, yaitu dengan cara menghitung nilai NLR yang dihasilkan dari lama simpan darah dan jenis antikoagulan yang berbeda pada setiap sampel. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat hematology analyzer Mindray BC-5300 dengan jumlah sampel sebanyak 5 orang. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan Uji General Linear Model Repeated Measure. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi  Sig 0,613 (nilai Sig. > 0,05) untuk waktu dan nilai Sig 0,282 (nilai Sig. > 0,05) untuk hasil waktu vs antikoagulan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh lama simpan darah dan jenis antikoagulan terhadap nilai neutrophil lymphocyte ratio pada pasien wanita dengan kanker payudara.
PENGGUNAAN SIX SIGMA SEBAGAI EVALUASI KONTROL KUALITAS PADA ALAT HEMATOLOGY ANALYZER SYSMEX XN-550 Nidianti, Della; Feisyal Rinaldi, Sonny; Rahmat, Mamat; Ridwanna, Surya
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Six Sigma uses defects per unit as the unit of measurement. Accordingly, the goal of this study is to ascertain the haematology parameters' sigma value, QC rule, and TEa value at the Pramita Lab Pajajaran Bandung Branch. This type of research is a descriptive analytic. The data used in tis study can be obtained from the results of Internal Quality Control in Pramita Lab, A total of 5 parameters were calculate bu Six Sigma using the Total Error Allowable (TEa) from Biological Variation and CLIA. TEA is mapped based on the area in the graph. Decision making for the selection of TEa is based on the TEa selection algorithm. Based on the results of the study, the precision on the parameters of hemoglobin, hematocrit, leukocytes, thrombocyte and erythrocytes was acceptable. The average of 6 months control value of Sigma the including the acquisition of world class ( > 6 sigma) consisting of parameters leukocytes so that QC rule is 1-3ss N=3, hemoglobin and erythrocytes obtain excellent ( 5 – 6 sigma ) so that QC rule is 2 of 3-2s and R4s N = 3. Hematocrit and thrombocyte obtain good ( 4 – 5 sigma) so that QC rule is 3-1s N = 3. The TEa from Desirable Biological Variation can be used for examination of thrombocyte. Minimal Biological Variation can be used for examination of erythrocytes. Optimal Biological variation can be used for examination of leukocytes. CLIA can be used for examination of Hemoglobin and hematocrit.
ANALISIS HASIL PEMERIKSAAN IgG DAN IgM PADA PENDERITA DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) METODE ENZYME-LINKED FLUORESCENT ASSAY (ELFA) DENGAN ENZYME-LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (ELISA) Musfirani, Nia; Marliana, nina; Rohayati; Khoirul Abror, Yogi
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.2017

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Dalam melakukan diagnosis salah satunya dengan melakukan uji serologi untuk DHF. Tes serologi ini untuk mengidentifikasi adanya IgG atau IgM virus dengue di dalam tubuh. Pemeriksaan DHF IgG dan IgM yang spesifik berguna dalam diagnosis infeksi virus dengue. Gold standar untuk tes serologi menggunakan metode Enzyme Linked Immonosorbent Assay (ELISA). Semakin berkembangnya teknologi dan berbagai penelitian telah dikembangkan, pemeriksaan DHF IgG dan IgM dapat digunakan dengan metode Enzyme Linked Fluorescent Assay (ELFA). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan kadar IgG dan IgM pada penderita DHF menggunakan metode ELFA dan ELISA. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan membandingkan hasil pemeriksaan DHF IgG dan IgM menggunakan metode ELFA dengan ELISA. Dalam penelitian ini menggunakan sampel pasien tersangka DHF yang melakukan pemeriksaan DHF IgG dan IgM. Data hasil penelitian ini diolah menggunakan grafik untuk DHF IgG dan IgM kemudian untuk DHF IgM dilanjutkan dengan Uji Wilcoxon Signed Rank. Hasl Penelitian dilihat dari grafik tidak terdapat perbedaan kadar DHF IgG dan IgM menggunakan metode ELFA dan ELISA. Berdasarkan hasil uji statistik untuk DHF IgM diperoleh nilai signifikasi Asymp Sig > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar DHF IgG dan IgM menggunakan metode ELFA dan ELISA.
STUDY RETROSPEKTIF PENINGKATAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN KOLESTEROL DAN TROPONIN I PADA KASUS PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSU PINDAD BANDUNG Suriadiharja, Angga; Riyani, Ani; Kurnaeni, Nani; Wiryanti, Wiwin
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang disebabkan oleh keadaan dyslipidemia, keadaan ini merupakan keadaan yang disebabkan oleh lipid yang tidak normal yang ada dalam darah penderitanya karena adanya kolestrol dalam darah yang meningkat dan tidak normal, terjadinya Low Density Lipoprotein (LDL) kolesterol dan trigliserida. Penelitian ini menggunakan studi retrospektif analitik dan trend kadar LDL kolesterol dengan kadar Troponin I pasien pada kasus penyakit jantung koroner di RSU Pindad Bandung. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari RSU PINDAD Bandung. Sebanyak 160 pasien PJK yang diteliti melakukan pemeriksaan troponin I, sebanyak 104 pasien (65%) adalah laki-laki dan sisanya 56 pasien (35%) perempuan, dimana sebanyak 116 pasien (72%) memiliki kadar Troponin I abnormal dan 44 pasien (23%) memiliki kadar troponin I normal. Hasil menunjukkan bahwa 45 pasien melakukan pemeriksaan LDL kolesterol, 25 pasien (56%) laki-laki dan 20 pasien (44%) perempuan, dimana 32 pasien (71%) memiliki kadar LDL-kolesterol abnormal dan 13 pasien (29%) memiliki kadar LDL- kolesterol normal. Trend kadar Troponin I berulang adalah rerata pertama 4,0 ng/mL dan rerata pada pemeriksaan Troponin I kedua 7,8 ng/mL, terjadi peningkatan rerata kadar Troponin I pertama dan kedua (95%). Trend kadar rerata dari pemeriksaan LDL kolesterol pertama 116 mg/dL dan rerata pada pemeriksaan LDL kolesterol kedua 110 mg/dL, terjadi penurunan rerata kadar LDL kolesterol pertama dan kedua (5%). Hasil kadar LDL kolesterol dan hasil troponin I hubungannya positif, dengan nilai correlation coefficient 0,274 derajat korelasi cukup.
PERBANDINGAN HASIL HBsAg dan Anti HBs METODE CHEMILUMINESCENT MICROPARTICLE IMMUNOASSAY (CMIA) ANTARA ALAT ALINITY-i DAN ARCHITECT-i2000SR Deswiani, Puri; Marliana, Nina; Khoirul Abror, Yogi; Rohayati
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.2025

Abstract

Hepatitis B merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan penyakit baik akut maupun kronis. Prevalensinya masih tinggi di Indonesia meskipun cakupan imunisasi Hepatitis B mencapai 86,8 % namun hampir 70 % masyarakat rentan terhadap infeksi virus Hepatitis B. Pemeriksaan HBsAg dan Anti HBs adalah uji skrining darah yang dapat dilakukan secara otomatis menggunakan metode Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMIA) pada alat Alinity-i dan Architect-i2000SR. Pemeriksaan ini dibandingkan dengan alat Architect-i2000SR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui rata – rata kadar HBsAg dan Anti HBs serta perbedaan antara kedua alat. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Dalam penelitian ini menggunakan darah pasien dengan kadar HBsAg reaktif dan Anti HBs positif. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji Saphiro Wilk. Hasil penelitian uji normalitas HBsAg antara alat. Alinity-i dan Architect-i2000SR didapatkan nilai signifikansi 0,000 menunjukkan data terdistribusi tidak normal. Adapun hasil uji normalitas Anti HBs antara alat Alinity-i dan Architect-i2000SR didapatkan nilai signifikansi 0,072 dan 0,075 menunjukkan data terdistribusi normal. Selanjutnya hasil uji statistik HBsAg dan Anti HBs antara kedua alat diperoleh nilai signifikansi Asymp sig. > 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan antara alat Alinity-i dan Architect-i2000SR.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN HEMATOLOGI RUTIN MENGGUNAKAN TABUNG VACUTAINER DAN MICROTAINER K3EDTA Sinaga, Mery Dwi Rahayu Elsyana; Betty, Nurhayati; Adang, Durachim; Nina, Marliana
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan hematologi merupakan salah satu pemeriksaan yang sering diminta dan digunakan oleh klinisi sebagai dasar untuk penanganan penderita. Pemeriksaan hematologi rutin meliputi pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, jumlah sel leukosit, eritrosit dan trombosit. Pengumpulan spesimen untuk uji hematologi rutin sekarang tersedia dalam bentuk tabung vacutainer K3EDTA dan tabung microtainer K3EDTA. Tujuan penelitian untuk melihat perbandingan hasil pemeriksaan hematologi rutin menggunakan tabung vacutainer dan microtainer K3EDTA. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Bahan pemeriksaan yang diteliti adalah whole blood dengan 3 perlakuan pada tiap bahan pemeriksaan, dengan variasi volume 3mL dan 2mL pada tabung vacutainer dan 0,5mL pada tabung microtainer. Pemeriksaan hematologi rutin dilakukan menggunakan alat hematology analyzer Sysmex XS-500i. Data dianalisis menggunakan uji General Linear Model (GLM) dan uji Friedman untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil pemeriksaan hematologi rutin menggunakan tabung vacutainer dan microtainer K3EDTA. Hasil uji General Linear Model (GLM) dan uji Friedman diperoleh nilai sig >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan hematologi rutin pada tabung vacutainer yang berisi 3 mL dan 2 mL spesimen darah dan tabung microtainer yang berisi 0,5mL spesimen darah.