cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281399091484
Journal Mail Official
jurnal.siliwangi@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Direktorat Politenik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 28071530     DOI : https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1671
Jurnal Kesehatan Siliwangi menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus, pengabdian masyarakat, penelitian kualitatif/dan kuantitatif di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Teknik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles 532 Documents
Asuhan Kebidanan Intranatal: Atonia Uteri Sadzidah, mutia; Purnamasari , Gilang
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan. Penyebab AKI tertinggi yaitu perdarahan salah satunya karena atonia uteri (75-80%). Tujuan Laporan Tugas Akhir ini untuk memberikan Asuhan Kebidanan Intranatal Pada Ny. S usia 25 tahun dengan Atonia Uteri di Puskesmas Caringin.             Metode yang digunakan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir adalah laporan kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian secara sistematis mulai dari Subjektif, Objektif, Analisa dan Penatalaksanaan dalam bentuk SOAP. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasi, dan studi literatur. Hasil pengkajian data subjektif Ny. S 25 tahun, usia kehamilan 41 minggu, ibu melahirkan anak yang kedua, setelah plasenta lahir ibu mengeluh tidak merasakan mules dan disertai pengeluaran darah yang banyak. Hasil pemeriksaan data objektif didapatkan keadaan umum ibu baik, TTV normal, pada bagian abdomen tidak teraba kontraksi uterus, kandung kemih kosong, perdarahan sekitar 650 cc. Diagnosa yang ditegakkan yaitu Ny. S usia 25 tahun P2A0 dengan Atonia Uteri. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah melakukan masase uterus, tindakan KBI, pemberian drip oxytosin 10 IU dalam 500 ml RL dengan tetesan 60 tetes per menit dan memberikan metylergometrin 0,2 mg.             Kesimpulan asuhan yang diberikan pada Ny. S 25 tahun P2A0 dengan atonia uteri yaitu penanganan atonia uteri berhasil menghentikan perdarahan serta tidak terjadinya komplikasi. Saran kepada Ny. S yaitu untuk memperhatikan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh ibu.  Saran bagi Puskesmas yaitu memfasilitasi SOP secara tertulis untuk penanganan atonia uteri. Saran untuk profesi dapat melaksanakan penanganan atonia uteri sesuai dengan standar.
Stabilitas Assayed Serum Control Penyimpanan Suhu 2-8◦C Terhadap Pemeriksaan Glukosa Dan SGOT Surahmat, Erik; Nurhayati, Dewi; Kurnaeni, Nani; Riyani , Ani
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian mutu menjadi kunci bahwa pemeriksaan dilaksanakan dengan akurat dan konsisten. Pemantapan mutu melibatkan dua aspek, yaitu pemantapan mutu internal dan pemantapan mutu eksternal. Pemantapan mutu internal menggunakan bahan kontrol sebagai bahan uji memonitor dan mengawasi tingkat kualitas hasil pemeriksaan yang akurat. Bahan kontrol harus memiliki stabilitas yang tinggi dan dapat diuji dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan mengetahui stabilitas bahan kontrol berupa assayed serum control penyimpanan suhu 2-8◦C terhadap pemeriksaan glukosa dan SGOT. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan time series yaitu serum kontrol diperiksa dengan variasi waktu yang berbeda. Dalam penelitian ini menggunakan normal multi control setelah rekonstitusi yang disimpan pada suhu 2-8oC dan waktu pemeriksaan setiap tiga hari sekali dalam kurun waktu tiga puluh hari dengan pengulangan sebanyak empat kali. Dilakukan uji homogenitas dengan mengambil 10 cup bahan kontrol yang diperiksa secara duplo pada parameter glukosa dan SGOT. Hasil uji statistik dengan General Linear Model (GLM) menunjukkan stabilitas yang baik untuk pemeriksaan glukosa dan SGOT hingga pembacaan hari ke-6.      
OPTIMASI VARIASI KONSENTRASI AGAROSE DAN WAKTU ELEKTROFORESIS TERHADAP KUALITAS PITA DNA Mycobacterium tuberculosis RESISTAN ISONIAZID Halimah, Ina; Firman Solihat , Mohamad; Djuminar, Ai; Rismiati, Zuri
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.1854

Abstract

Mycobacterium tuberculosis resistan isoniazid (INH) terjadi akibat mutasi gen dimana sebagian besar terjadi pada gen katG. Pada penelitian ini digunakan sampel dengan primer untuk mendeteksi mutasi gen katG untuk MRD TB pada kodon 315 dan 463 dengan panjang produk primer yang bervariasi diantaranya 101 bp (untuk mutasi S315T), 141 bp (mutasi S315N), 200 bp (mutasi S315I), 247 bp (mutasi S315R), 290 bp (mutasi S315G), dan 400 bp (mutasi R463L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan lama waktu elektroforesis Mycobacterium tuberculosis resistan isoniazid (INH) pada gel agarose gel agarose yang optimum. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen mengenai perbandingan variasi konsentrasi agarose 1%, 1,5% dan 2% terhadap variasi lama waktu elektroforesis pada 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Analisa pita DNA hasil elektroforesis menggunakan aplikasi imageJ. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah pull DNA Mycobacterium tuberculosis resistan isoniazid hasil produk real time PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pita DNA Mycobacterium tuberculosis resistan isoniazid (INH) gen katG untuk MRD TB pada kodon 315 dengan ukuran produk 101 bp S315T, 141 bp S315N, 200 bp S315I, dan 290 bp S315G diperoleh optimal pada konsentrasi agarose 2% dan waktu elektroforesis selama 45 menit. Pita DNA Mycobacterium tuberculosis resistan isoniazid (INH) gen katG untuk MRD TB pada kodon 315 dengan ukuran produk 247 bp S315R dan gen katG untuk MRD TB pada kodon 463, ukuran 400 bp R463L optimal pada konsentrasi agarose 2% dengan waktu elektroforsis selama 60 menit.
KETIDAKNYAMANAN NYERI PUNGGUNG TRIMESTER III: SEBUAH LAPORAN KASUS ASUHAN KEHAMILAN Pratiwi, Muthia Tanti; Juariah
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung dalam kehamilan trimester III adalah ketidaknyamanan fisiologis yang dipengaruhi perubahan struktur tulang punggung dan terjadi peningkatan hormon estrogen dan progesterone sehingga panggul berotasi ke depan dan mengubah postur tubuh menjadi hiperlordosis. Tujuan asuhan ini adalah melakukan asuhan kebidanan kehamilan trimester III dengan ketidaknyamanan nyeri punggung. Metode laproan kasus digunakan dalam penyusunan laporan akhir yang dokumentasi dalam format SOAP (subjective, objective, analysis and management_, dengan hasil pengkajian yang didapatkan dari data subjektif Ny.I usia 25 tahun, hamil anak kedua dan tidak pernah keguguran, mengeluh nyeri pada punggung karena aktivitas sehari-hari, HPHT 09-06-2002, dari data objektif didapatkan BB sebelum hamil 69 kg dan TB 158 dengan kategori IMT berat berlebih (overweight), punggung tampak hiperlordosis dan tidak ada nyeri tekan. Berdasarkan data subjektif dan objektif, analisa yang dapat ditegakkan adalah Ny. I usia 25 tahun G2P1A0 gravida 36 minggu dengan ketidaknyamanan nyeri punggung. Penatalaksanaan yang diberikan yaitu, melibatkan suami dan keluarga dalam kebutuhan ibu, edukasi body mekanik, endorphin massage, dan yoga hamil. Kesimpulan dari asuhan yang telah diberikan pada Ny. I dengan ketidaknyamanan nyeri punggung Penatalaksanaan yang dilakukan sesuai dengan rencana tindakan, keluhan, dan kebutuhan ibu dengan memperhatikan standar pelayanan dan kewenangan bidan. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktik, nyeri punggung teratasi pada hari ke-5 dan ibu dapat tidur lebih nyaman. Saran bagi klien dan keluarga adalah melanjutkan asuhan yang telah diberikan pada ibu dengan menjaga kesehatan ibu, memantau pola kegiatan sehari-hari ibu, dan mengenali tanda bahaya pada kehamilan.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUMAH SAKIT HOSANA CIKARANG Hakim, Sita Sintia; Wahyuni, Yeni; Yuliansyah; Dermawan , Asep
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.1894

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu tempat yang berpotensi menimbulkan risiko bagi penggunanya. Kecelakaan atau potensi bahaya dan penyakit akibat tidak menggunakan alat pelindung diri bisa dikarenakan karena kelalaian, kurangnya pengetahuan dan pengalaman bekerja dari petugas Ahli Teknologi Laboratorium Medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengetahuan dan kepatuhan ahli teknologi laboratorium medis tentang penggunaan alat pelindung diri di rumah sakit. Hosana Cikarang. Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau menerangkan masalah penelitian dengan melihat Analisis Tingkat Pengetahuan dan kepatuhan Tenaga Laboratorium Medis terhadap penggunaan alat pelindung diri dari bulan September sampai November 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah subjek dari tenaga Laboratorium medis di rumah sakit Hosana Cikarang. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil uji analisis chi-square tidak ada hubungan jenis kelamin dan pendidikan terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan Ahli Teknologi Laboratorium Medis terhadap penggunaan APD karena didapat nilai sig. atau p-value yang lebih besar dari α = 0,05. Terdapat hubungan usia dan masa kerja terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan Ahli Teknologi Laboratorium Medis karena didapat nilai p-value atau sig. yang lebih kecil dari α = 0,05 terhadap penggunaan APD; ada nilai p-value atau sig. 0,002 yang lebih kecil dari α = 0,05, yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan APD dan tingkat pengetahuan. Selain itu, ada nilai p-value atau sig. 0,001 yang lebih kecil dari α = 0,05, yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan APD dan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan
VERIFIKASI METODE PEMERIKSAAN ELEKTROLIT DENGAN ELECTROLYTE ANALYZER Romansyah, Dima; Rahmat , Mamat; Feisal Rinaldi , Sonny; Firman Solihat , Mohamad
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantapan mutu pada sebuah laboratorium sangat diperlukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium. Prosedur pemeriksaan harus diverifikasi untuk menjamin bahwa karakteristik kinerjanya sesuai dengan ruang lingkup pengujian yang dimaksudkan. Laboratorium harus memverifikasi suatu metode pemeriksaan untuk menunjukkan bahwa laboratorium tersebut sudah melakukan pemeriksaan dengan benar dan memastikan bahwa metode pemeriksaan tersebut mencapai kinerja yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presisi (CV), sehingga verifikasi pemeriksaan elektrolit dapat dikatakan berhasil berdasarkan TEa. Semua parameter elektrolit memiliki nilai sigma yang sangat baik yang memiliki nilai sigma > 6, sehingga dapat dinyatakan sigma worldclass. Rata – rata nilai sigma keseluruhan yaitu sebesar 10,160 (world class). Quality Gold Index tidak dilakukan karena semua parameter elektrolit pada pengukuran setiap level bahan kontrol memiliki nilai sigma > 6.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI DINI TB PARU DENGAN MODUL DETEKSI DINI TB PARU Fariji, A Achmad; Sugiri, Herry
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of new TB cases in 2018 was 1,308. Meanwhile, child TB cases in 2018 were 138. The realization or achievement of TB control program performance of 78.80% has actually reached or even exceeded the program target, but in terms of minimum service it has not yet reached 100% because TB case detection has not yet reached 100%. Active case finding, administering IEC to prevent transmission by implementing cough etiquette, controlling risk factors and administering preventive medication. The principle of TB services is finding people with TB as early as possible, managing them according to standards as well as monitoring them until they recover through Find, Treat Until Heal. TB case detection has not yet reached 100%. To increase case findings through early detection activities, the role of posyandu cadres has a very big influence in increasing case findings through early detection. This research uses quasi-experiment. The results of the analysis showed that there was a significant difference in knowledge scores between the pretest and posttest scores in each group. The results of the independent t test analysis showed differences in results between the intervention group and the control group, meaning that the use of the module was more effective in increasing cadres' knowledge. It is recommended to provide the module to cadres to increase knowledge and actively promote health activities in TB case screening.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TIDAK TERPENUHINYA KEBUTUHAN DARAH DI UNIT TRANSFUSI DARAH RUMAH SAKIT UMUM DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Suhartini, Rina; Kurniawan , Entuy; Noviar, Ganjar; Wiryanti, Wiwin
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.1902

Abstract

Tidak tersedianya darah yang memadai di Unit Transfusi Darah RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya menjadi masalah kritis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang optimal. Tujuan: Melakukan analisis mendalam terhadap faktor-faktor utama yang menyebabkan tidak tersedianya kebutuhan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan secara rinci dan mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Metode pengumpulan data menggunakan tehnik Wawancara Mendalam (Depth Interview), dan Focus Group Discussion (FGD), dengan tujuan mendapatkan data yang komprehensif. Hasil: Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya ketidakpenuhan kebutuhan darah, dengan presentase Whole Blood (WB) 61.54%, Packed Red Cell (PRC) 6.54%, dan Trombocyte Concentrate (TC) 70.42%. Faktor-faktor utama yang teridentifikasi melibatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), kondisi sarana dan prasarana, keuangan, efisiensi sistem pengelolaan darah, dan aspek lingkungan. Kesimpulan: Penelitian menyoroti bahwa faktor kebijakan dan manajemen, khususnya terkait dengan kebijakan pelayanan transfusi darah yang belum optimal dan manajemen internal yang tidak efektif di UTD RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan anggaran menjadi pemicu utama ketidaktersedianya darah. Saran: Mencakup intensifikasi program sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah, evaluasi penerapan kebijakan dalam pelayanan transfusi darah, peningkatan manajemen pelayanan darah, dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya. Perbaikan sarana dan pemeliharaan peralatan di RSUD dengan dukungan peningkatan alokasi anggaran untuk UTD RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya diharapkan dapat mendukung operasional dan pemeliharaan fasilitas transfusi darah. Kolaborasi dengan pihak eksternal, termasuk Instansi dan lembaga donor darah, dianggap penting untuk memperkuat kampanye sosialisasi dan meningkatkan partisipasi donor darah.
PENGARUH KONSENTRASI SUSPENSI ERITROSIT GOLONGAN O DAN LAMA INKUBASI COOMB'S CONTROL CELL TERHADAP HASIL VALIDASI ANTI HUMAN GLOBULIN Irfan Heksa Nugraha; Ganjar Noviar; Betty Nurhayati; Nina Marliana
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.1951

Abstract

Reagen Anti Human Globulin (AHG) digunakan dalam uji kompatibilitas pra-transfusi. Suspensi sel kontrol yang dibuat dari darah golongan O Rhesus Positif yang sengaja dilapisi dengan suatu antibodi inkomplit disebut dengan Coomb’s Control Cell (CCC). Tujuan dari penggunaan CCC untuk mengetahui AHG yang digunakan masih layak pakai atau tidak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh konsentrasi suspensi eritrosit golongan O dan lama inkubasi CCC terhadap hasil validasi AHG. Jenis penelitian menggunakan Quasi Eksperimental, untuk mengetahui adanya pengaruh konsentrasi suspensi eritrosit golongan O (1%, 3% dan 5%) dan lama inkubasi pembuatan CCC pada suhu 37°C selama 15 menit dan 30 menit terhadap hasil validasi AHG. Hasil penelitian diolah menggunakan Uji Friedman, disimpulkan terdapat pengaruh yang bermakna konsentrasi suspensi eritrosit golongan O 1%, 3%, dan 5% terhadap hasil validasi AHG. Sedangkan untuk lama inkubasi CCC tidak terdapat pengaruh yang bermakna CCC yang diinkubasi selama 15 dan 30 menit terhadap hasil validasi AHG. Hasil Uji Wilcoxon disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna suspensi eritrosit golongan O 1% lama inkubasi CCC 15 dan 30 menit, serta tidak terdapat perbedaan yang bermakna suspensi eritrosit golongan O 5% lama inkubasi CCC selama 30 menit dan suspensi eritrosit golongan O 3% lama inkubasi CCC selama 15 dan 30 menit dibandingkan dengan sel 0 5% dengan lama inkubasi CCC selama 15 menit.
EFEKTIVITAS DEKONTAMINASI SPUTUM MENGGUNAKAN N-acetyl-L-cysteine–sodium citrate (NALC) - NaOH 4%, 5%, DAN 6% TERHADAP WAKTU PERTUMBUHAN Mycobacterium tuberculosis PADA BACTEC MGIT 960 Faisal, Ardian; Ilmi Sufa, Hafizah; Dermawan, Asep; Rahmat, Mamat; Maemunah, Iin
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB). Bakteri yang tahan asam ini, yang juga dikenal sebagai basil tahan asam, memiliki struktur berbentuk batang. Sebagaimana disebutkan World Health Organization (WHO), tuberkulosis menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Akan ada 10,6 juta kasus tuberkulosis yang terdiagnosis di seluruh dunia pada tahun 2021, meningkat sekitar 600.000 kasus dari 10 juta kasus yang terdiagnosis pada tahun 2020. Saat ini Indonesia berada diposisi kedua di dunia setelah India. Teknik biakan dengan media cair yaitu MGIT memerlukan proses dekontaminasi sebagai salah satu proses yang menentukan tumbuhnya bakteri MTB dengan baik tanpa adanya kontaminasi bakteri lain, sehingga memudahkan pada pemeriksaan selanjutnya yaitu uji kepekaan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan Waktu dan Growth Unit MTB yang tumbuh dengan dekontaminasi pemberian NALC-NaOH 4%, 5% dan 6% pada waktu inkubasi 1,2, 3 dan 4 minggu. Metode penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2023 didapatkan sampel sebanyak 10 pasien yang melakukan pengobatan TB Diagnosis dan Follow Up MDR di RS. Paru M. Goenawan Partowidigdo. Hasil penelitian diperoleh rata-rata waktu pertumbuhan dan growth unit pada proses biakan dengan dekontaminasi NaLC-NaOH 4% memiliki rata-rata waktu pertumbuhan 10 hari 12 jam dan growth unit pada alat 148,5, konsentrasi NaLc-NaOH 5% memiliki rata-rata waktu pertumbuhan 10 hari 18 jam dan growth unit pada alat 155,9 dan konsentrasi NaLc-NaOH 6% memiliki rata-rata waktu pertumbuhan 11 hari dan growth unit pada alat 143,2. Disimpulkan dekontaminasi sputum menggunakan NaLC-NaOH dengan berbagai konsentrasi efektivitas baik pada NaLC-NaOH 5%.