cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281399091484
Journal Mail Official
jurnal.siliwangi@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Direktorat Politenik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 28071530     DOI : https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1671
Jurnal Kesehatan Siliwangi menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus, pengabdian masyarakat, penelitian kualitatif/dan kuantitatif di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Teknik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles 546 Documents
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUMAH SAKIT HOSANA CIKARANG Hakim, Sita Sintia; Wahyuni, Yeni; Yuliansyah; Dermawan , Asep
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.1894

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu tempat yang berpotensi menimbulkan risiko bagi penggunanya. Kecelakaan atau potensi bahaya dan penyakit akibat tidak menggunakan alat pelindung diri bisa dikarenakan karena kelalaian, kurangnya pengetahuan dan pengalaman bekerja dari petugas Ahli Teknologi Laboratorium Medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengetahuan dan kepatuhan ahli teknologi laboratorium medis tentang penggunaan alat pelindung diri di rumah sakit. Hosana Cikarang. Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau menerangkan masalah penelitian dengan melihat Analisis Tingkat Pengetahuan dan kepatuhan Tenaga Laboratorium Medis terhadap penggunaan alat pelindung diri dari bulan September sampai November 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah subjek dari tenaga Laboratorium medis di rumah sakit Hosana Cikarang. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil uji analisis chi-square tidak ada hubungan jenis kelamin dan pendidikan terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan Ahli Teknologi Laboratorium Medis terhadap penggunaan APD karena didapat nilai sig. atau p-value yang lebih besar dari α = 0,05. Terdapat hubungan usia dan masa kerja terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan Ahli Teknologi Laboratorium Medis karena didapat nilai p-value atau sig. yang lebih kecil dari α = 0,05 terhadap penggunaan APD; ada nilai p-value atau sig. 0,002 yang lebih kecil dari α = 0,05, yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan APD dan tingkat pengetahuan. Selain itu, ada nilai p-value atau sig. 0,001 yang lebih kecil dari α = 0,05, yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan APD dan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan
VERIFIKASI METODE PEMERIKSAAN ELEKTROLIT DENGAN ELECTROLYTE ANALYZER Romansyah, Dima; Rahmat , Mamat; Feisal Rinaldi , Sonny; Firman Solihat , Mohamad
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantapan mutu pada sebuah laboratorium sangat diperlukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium. Prosedur pemeriksaan harus diverifikasi untuk menjamin bahwa karakteristik kinerjanya sesuai dengan ruang lingkup pengujian yang dimaksudkan. Laboratorium harus memverifikasi suatu metode pemeriksaan untuk menunjukkan bahwa laboratorium tersebut sudah melakukan pemeriksaan dengan benar dan memastikan bahwa metode pemeriksaan tersebut mencapai kinerja yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presisi (CV), sehingga verifikasi pemeriksaan elektrolit dapat dikatakan berhasil berdasarkan TEa. Semua parameter elektrolit memiliki nilai sigma yang sangat baik yang memiliki nilai sigma > 6, sehingga dapat dinyatakan sigma worldclass. Rata – rata nilai sigma keseluruhan yaitu sebesar 10,160 (world class). Quality Gold Index tidak dilakukan karena semua parameter elektrolit pada pengukuran setiap level bahan kontrol memiliki nilai sigma > 6.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI DINI TB PARU DENGAN MODUL DETEKSI DINI TB PARU Fariji, A Achmad; Sugiri, Herry
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of new TB cases in 2018 was 1,308. Meanwhile, child TB cases in 2018 were 138. The realization or achievement of TB control program performance of 78.80% has actually reached or even exceeded the program target, but in terms of minimum service it has not yet reached 100% because TB case detection has not yet reached 100%. Active case finding, administering IEC to prevent transmission by implementing cough etiquette, controlling risk factors and administering preventive medication. The principle of TB services is finding people with TB as early as possible, managing them according to standards as well as monitoring them until they recover through Find, Treat Until Heal. TB case detection has not yet reached 100%. To increase case findings through early detection activities, the role of posyandu cadres has a very big influence in increasing case findings through early detection. This research uses quasi-experiment. The results of the analysis showed that there was a significant difference in knowledge scores between the pretest and posttest scores in each group. The results of the independent t test analysis showed differences in results between the intervention group and the control group, meaning that the use of the module was more effective in increasing cadres' knowledge. It is recommended to provide the module to cadres to increase knowledge and actively promote health activities in TB case screening.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TIDAK TERPENUHINYA KEBUTUHAN DARAH DI UNIT TRANSFUSI DARAH RUMAH SAKIT UMUM DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Suhartini, Rina; Kurniawan , Entuy; Noviar, Ganjar; Wiryanti, Wiwin
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.1902

Abstract

Tidak tersedianya darah yang memadai di Unit Transfusi Darah RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya menjadi masalah kritis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang optimal. Tujuan: Melakukan analisis mendalam terhadap faktor-faktor utama yang menyebabkan tidak tersedianya kebutuhan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan secara rinci dan mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Metode pengumpulan data menggunakan tehnik Wawancara Mendalam (Depth Interview), dan Focus Group Discussion (FGD), dengan tujuan mendapatkan data yang komprehensif. Hasil: Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya ketidakpenuhan kebutuhan darah, dengan presentase Whole Blood (WB) 61.54%, Packed Red Cell (PRC) 6.54%, dan Trombocyte Concentrate (TC) 70.42%. Faktor-faktor utama yang teridentifikasi melibatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), kondisi sarana dan prasarana, keuangan, efisiensi sistem pengelolaan darah, dan aspek lingkungan. Kesimpulan: Penelitian menyoroti bahwa faktor kebijakan dan manajemen, khususnya terkait dengan kebijakan pelayanan transfusi darah yang belum optimal dan manajemen internal yang tidak efektif di UTD RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan anggaran menjadi pemicu utama ketidaktersedianya darah. Saran: Mencakup intensifikasi program sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah, evaluasi penerapan kebijakan dalam pelayanan transfusi darah, peningkatan manajemen pelayanan darah, dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya. Perbaikan sarana dan pemeliharaan peralatan di RSUD dengan dukungan peningkatan alokasi anggaran untuk UTD RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya diharapkan dapat mendukung operasional dan pemeliharaan fasilitas transfusi darah. Kolaborasi dengan pihak eksternal, termasuk Instansi dan lembaga donor darah, dianggap penting untuk memperkuat kampanye sosialisasi dan meningkatkan partisipasi donor darah.
PENGARUH KONSENTRASI SUSPENSI ERITROSIT GOLONGAN O DAN LAMA INKUBASI COOMB'S CONTROL CELL TERHADAP HASIL VALIDASI ANTI HUMAN GLOBULIN Irfan Heksa Nugraha; Ganjar Noviar; Betty Nurhayati; Nina Marliana
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i3.1951

Abstract

Reagen Anti Human Globulin (AHG) digunakan dalam uji kompatibilitas pra-transfusi. Suspensi sel kontrol yang dibuat dari darah golongan O Rhesus Positif yang sengaja dilapisi dengan suatu antibodi inkomplit disebut dengan Coomb’s Control Cell (CCC). Tujuan dari penggunaan CCC untuk mengetahui AHG yang digunakan masih layak pakai atau tidak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh konsentrasi suspensi eritrosit golongan O dan lama inkubasi CCC terhadap hasil validasi AHG. Jenis penelitian menggunakan Quasi Eksperimental, untuk mengetahui adanya pengaruh konsentrasi suspensi eritrosit golongan O (1%, 3% dan 5%) dan lama inkubasi pembuatan CCC pada suhu 37°C selama 15 menit dan 30 menit terhadap hasil validasi AHG. Hasil penelitian diolah menggunakan Uji Friedman, disimpulkan terdapat pengaruh yang bermakna konsentrasi suspensi eritrosit golongan O 1%, 3%, dan 5% terhadap hasil validasi AHG. Sedangkan untuk lama inkubasi CCC tidak terdapat pengaruh yang bermakna CCC yang diinkubasi selama 15 dan 30 menit terhadap hasil validasi AHG. Hasil Uji Wilcoxon disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna suspensi eritrosit golongan O 1% lama inkubasi CCC 15 dan 30 menit, serta tidak terdapat perbedaan yang bermakna suspensi eritrosit golongan O 5% lama inkubasi CCC selama 30 menit dan suspensi eritrosit golongan O 3% lama inkubasi CCC selama 15 dan 30 menit dibandingkan dengan sel 0 5% dengan lama inkubasi CCC selama 15 menit.
EFEKTIVITAS DEKONTAMINASI SPUTUM MENGGUNAKAN N-acetyl-L-cysteine–sodium citrate (NALC) - NaOH 4%, 5%, DAN 6% TERHADAP WAKTU PERTUMBUHAN Mycobacterium tuberculosis PADA BACTEC MGIT 960 Faisal, Ardian; Ilmi Sufa, Hafizah; Dermawan, Asep; Rahmat, Mamat; Maemunah, Iin
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB). Bakteri yang tahan asam ini, yang juga dikenal sebagai basil tahan asam, memiliki struktur berbentuk batang. Sebagaimana disebutkan World Health Organization (WHO), tuberkulosis menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Akan ada 10,6 juta kasus tuberkulosis yang terdiagnosis di seluruh dunia pada tahun 2021, meningkat sekitar 600.000 kasus dari 10 juta kasus yang terdiagnosis pada tahun 2020. Saat ini Indonesia berada diposisi kedua di dunia setelah India. Teknik biakan dengan media cair yaitu MGIT memerlukan proses dekontaminasi sebagai salah satu proses yang menentukan tumbuhnya bakteri MTB dengan baik tanpa adanya kontaminasi bakteri lain, sehingga memudahkan pada pemeriksaan selanjutnya yaitu uji kepekaan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan Waktu dan Growth Unit MTB yang tumbuh dengan dekontaminasi pemberian NALC-NaOH 4%, 5% dan 6% pada waktu inkubasi 1,2, 3 dan 4 minggu. Metode penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2023 didapatkan sampel sebanyak 10 pasien yang melakukan pengobatan TB Diagnosis dan Follow Up MDR di RS. Paru M. Goenawan Partowidigdo. Hasil penelitian diperoleh rata-rata waktu pertumbuhan dan growth unit pada proses biakan dengan dekontaminasi NaLC-NaOH 4% memiliki rata-rata waktu pertumbuhan 10 hari 12 jam dan growth unit pada alat 148,5, konsentrasi NaLc-NaOH 5% memiliki rata-rata waktu pertumbuhan 10 hari 18 jam dan growth unit pada alat 155,9 dan konsentrasi NaLc-NaOH 6% memiliki rata-rata waktu pertumbuhan 11 hari dan growth unit pada alat 143,2. Disimpulkan dekontaminasi sputum menggunakan NaLC-NaOH dengan berbagai konsentrasi efektivitas baik pada NaLC-NaOH 5%.
ANALISIS PENERAPAN LEAN SIX DALAM MENINGKATKAN TURNAROUNDTIME(TAT) DI LABORATORIUM KLINIK PRODIA BANDUNG Fithriyah, Ghina; Gustira Rahayu, Ira; Kurniawan, Entuy; Wahyuni, Yeni
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan laboratorium klinik merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis, dengan menetapkan penyebab penyakit, menunjang      sistem                        kewaspadaan   dini,         monitoring  pengobatan, pemeliharaan kesehatan, dan pencegahan timbulnya penyakit. Laboratorium Klinik Prodia adalah Perusahaan           yang    bergerak                      dalam     bidang  pelayanan  kesehatan           khususnya laboratorium klinik yang sangat memperhatikan mutu hasil. Kesalahan baik pada tahap pra-analitik, analitik maupun post-analitik atau sering disebut laboratory error yang dapat mempengaruhi akurasi hasil pemeriksaan laboratorium. Dalam menghadapi persaingan yang ketat, Laboratorium Prodia dituntut untuk bekerja dengan professional, sehingga dalam hal ini menuntut pula Laboratorium Klinik Prodia Bandung untuk bekerja dengan lebih professional. Selain itu Laboratorium Klinik Prodia Bandung dituntut menjaga TAT (Turnaround time).Terlambatnya hasil pemeriksaan yang diberikan kepada pasien bisa penyebabkan potensial ketidakpuasan. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui Nilai Sigma Untuk Evaluasi TurnAroundTime (TAT), mengetahui adanya waste pada evaluasi TAT dan memberikan solusi serta usulan tindakan perbaikan dalam meningkatkan TAT di Prodia Bandung. Penelitian ini mengevaluasi                        TAT(Turn         Around     Time)     periode     Januari-Juni2023.     Peneliti mengidentifikasi aktivitas-aktivitas layanan dan mengevaluasinya dengan metode Lean Six Sigma, yaitu perpaduan antara metode Lean thinking dan Six Sigma. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya perbaikan proses dalam lima langkah kerja Six Sigma (DMAIC) dengan mengidentifikasi sembilan jenis waste (E-DOWNTIME). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar waste yang terjadi selama periode Januari- Juni 2023 adalah W (Waiting), O (Over Production) dan E (Excess processing). 
ANALISIS KADAR INTERFERON GAMMA MENGGUNAKAN METODE FLUORESCENCE IMMUNOASSAY (FIA) DAN ENZYME-LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (ELISA) PADA PASIEN TUBERKULOSIS Trimulyani, Annisa; Khoirul Abror, Yogi; Marliana, Nina; Merdekawati, Fusvita
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan 1 diantara 10 penyebab kematian tertinggi diseluruh dunia. Berdasarkan data Global Tuberculosis Report 2022, Indonesia berada pada posisi kedua pada tahun 2021 dengan jumlah penderita tuberkulosis terbanyak di dunia. Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebar melalui udara dari droplet. Infeksi M. tuberculosis dapat dideteksi melalui pemeriksaan imunoserologis, yaitu pemeriksaan Interferon Gamma Release Assays (IGRA). Pemeriksaan IGRA digunakan untuk mengukur produksi sitokin interferon gamma sebagai respon spesifik terhadap antigen M. tuberculosis Early Secretory Antigenic Target-6 (ESAT-6) dan Culture Filtrate Protein-10 (CFP-10) secara in vitro selama 16 - 24 jam. Semakin berkembangnya teknologi saat ini terdapat metode baru yaitu Fluorescence Immunoassay (FIA) yang hasilnya lebih cepat keluar dibandingkan dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) yang sudah direkomendasikan oleh WHO, memerlukan waktu 3 jam sampai hasil selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kadar interferon gamma menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA) dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) pada pasien tuberkulosis. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian static group comparation. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 30. Hasil kadar interferon gamma menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA) didapatkan rata-rata 2.83 IU/mL dan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) 2.78 IU/mL. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil nilai Asymp. Sig. 0.109 > 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar interferon gamma menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA) dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA).
PENGARUH VARIASI LAMA DAN CARA SIMPAN FRESH FROZEN PLASMA (FFP) YANG TELAH DICAIRKAN TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT Arum, Nafilah; Durachim, Adang; Marliana, Nina; Novia, Ganjar
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fresh Frozen Plasma (FFP) merupakan komponen darah. FFP dapat digunakan pada pasien yang telah menerima transfusi darah masif dan terus mengalami pendarahan setelah transfusi trombosit. FFP dalam keadaan cair harus segera ditransfusikan selambat-lambatnya 6 jam setelah pencairan. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh variasi lama dan cara simpan Fresh Frozen Plasma (FFP) yang telah dicairkan terhadap jumlah trombosit. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Hasil pemeriksaan trombosit pada labu darah Fresh Frozen Plasma (FFP) yang berasal dari Platelet Rich Plasma (PRP) diberi perlakuan pada lama dan cara simpan yang bervariasi setelah dicairkan. Penelitian ini dilakukan dengan design serial waktu yaitu pembacaan trombosit pada FFP yang telah dicairkan di 0 jam (segera), 4 jam, dan 6 jam. Kemudian pembacaan serial waktu dilakukan dalam dua perlakuan berbeda, dengan penyimpanan di refrigerator 2-8°C dan agitator 20-25°C. Hasil rata-rata jumlah trombosit segera setelah dicairkan 0 jam, 4 jam dan 6 jam pada refrigerator adalah 94x103/µL. Sedangkan rata-rata jumlah trombosit pada penyimpanan agitator setelah 4 jam adalah 68x103/µL dan 6 jam adalah 46x103/µL. Hasil di uji statistik pada penyimpanan refrigerator suhu 2- 8°C nilai Sig. 0.84 >0.05 tidak berbeda bermakna secara statistik. Sedangkan pada penyimpanan agitator suhu 20-25°C nilai Sig. 0.00 <0.05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna secara statistik.
Prediksi Pemenuhan Kebutuhan Darah Dengan Metode Least Square di UTD PMI Kabupaten Cianjur Jawa Barat Hamidah, Hani; Rahmat , Mamat; Noviar, Ganjar; Rohayati
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan transfusi darah menjadi bagian dari upaya pelayanan kesehatan sebagai bentuk intervensi penyelamatan jiwa pasien. Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia sekitar 5,1 juta kantong darah pertahun (2% jumlah penduduk Indonesia). Unit Transfusi Darah (UTD) memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketersediaan darah. Pemenuhan kebutuhan darah oleh UTD PMI Kabupaten Cianjur masih fluktuatif sehingga dibutuhkan suatu sistem pengendalian atau prediksi persediaaan yang dapat menentukan dan menjamin persediaan yang tepat dalam kuantitas waktu yang tepat. Salah satu sistem prediksi yaitu metode least square yang menggunakan data lampau untuk meramalkan data di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode least square bisa digunakan dan apa tingkat kemampuan prediksi metode least square dalam memprediksi pemenuhan kebutuhan darah di UTD PMI Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penelitian deskriptif studi kasus ini menggunakan data sekunder internal berupa data permintaan darah WB, PRC, FP, dan TC yang diolah untuk memprediksi kebutuhan darah menggunakan metode least square, dan diuji kesalahan prediksi dengan metode Mean Absolute Precentance Error (MAPE). Hasilnya metode least square dapat digunakan untuk memprediksi kebutuhan darah dengan nilai kesalahan prediksi terendah yaitu 0,6% pada prediksi PRC bulan Oktober dan nilai kesalahan prediksi tertinggi yaitu 3,6 % pada prediksi WB bulan September. Hal ini menunjukan tingkat kemampuan prediksi dengan metode least square sangat baik karena kesalahan prediksi <10%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode least square dapat digunakan untuk melakukan prediksi pemenuhan kebutuhan darah di UTD PMI Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan tingkat kemampuan prediksi yang sangat baik.