cover
Contact Name
Humiras Betty Marlina Sihombing
Contact Email
lembagappmuda@gmail.com
Phone
+6282217442010
Journal Mail Official
lembagappmuda@gmail.com
Editorial Address
Jl. DR. TD Pardede No.21, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL
ISSN : 23022523     EISSN : 27210073     DOI : 10.46930
Core Subject : Engineering,
The Civil Engineering Scientific Journal of the University of Darma Agung as one of the publication media of academicians, researchers, and practitioners is expected to be able to become a media for the dissemination of information development in Civil Engineering disciplines to the wider community, so that it can trigger new research ideas. Besides, the Civil Engineering Scientific Journal of the University of Darma Agung is also a means for students to carry out one of the obligations of the Tri Darma Perguruan Tinggi. To further enhance the results of research publications, the Civil Engineering Scientific Journal Editorial Board of the University of Darma Agung invited academicians, researchers, and practitioners to be able to publish their research through the Scientific Journal of the Civil Engineering University of Darma Agung.
Articles 188 Documents
EVALUASI DAN METODE PELAKSANAAN PRESTRESSED GIRDER SPN 40.60 PADA PEMBANGUNAN FLY OVER JALAN BEBAS HAMBATAN MEDAN – KUALANAMU – TEBING TINGGI Putri Rusmi Nurwanti
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 9 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v9i2.2237

Abstract

Pada pekerjaan setting girder sampai dengan stressing girder sangat penting untuk mengetahui kemampuan alat menghasilkan pekerjaan dalam perharinya. Pekerjaan stressing girder dianalisis dalam bentuk dalam aspek waktu, mutu, biaya dan metode pelaksanaannya. Pekerjaan stressing girder merupakan pekerjaan yang paling penting dalam pekerjaan struktur jembatan, beton prategang merupakan beton hasil pabrikan (precast) menggunakan balok tipe l yang didisain sedemikian rupa yang fungsinya sebagai komponen struktural yang langsung menerima beban beban lalu lintas setelah slab yang kemudian menyalurkan beben kekolom dan diteruskan ke pondasi. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas alat untuk pekerjaan setting dan stressing girder yaitu : faktor managemen, kondisi lapangan, dan kondisi alat. Metode pelaksanaan pekerjaan stressing ( beton prategang PCI) yang digunakan adalah metode pratarik, dimana beton precass dengan mutu k-600 dipasang kabel strand setiap lubang, kemudian kabel ditarik menggunakan hidraulik jackdan hidraulik pump. kemudian material baja prategang yang digunakan adalah strand berdiameter 12,7 mm, mutu baja tulangan fy 400 Mpa dan menggunakan lubang tendon diameter 85 mm. kebutuhan biaya 6 bentang balok prategang PCI dari analisa harga satuan pokok kerja (HSPK) 2018 hasilnya sebesar RP. 1,894,826,641.92.
ANALISA TERJADINYA TANAH LONGSOR PADA LERENG DAN PENANGGULANNYA DENGAN CARA MENCAMPURKAN BELERANG KRISTAL, DI JALAN LINTAS PAKKAT- DOLOK SANGGUL, KOORDINAT 2°8’40,56” ( STUDI LABORATORIUM DAN LAPANGAN ) Laia, Takdir; Bate’e, Zonius; Debataraja, Semangat MT; Endayanti, Masriani
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 12 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v12i1.2705

Abstract

Penelitian ini dilakukan di desa Bonan Purba Baringin, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humban Hasundutan, Provinsi Sumatra Utara. Subjek penelitian adalah lereng sedalam 20 meter dari permukaan jalan. Penelitan yang dilakukan adalah uji laboratorium, yang diantaranya adalah uji kadar air, uji berat jenis, atterbeg limit, dan direct sheart test dan uji kuat tekan bebas . Pengujian diatas dilakukan dilaboratorium Balai Besar Jalan Nasoinal II. Dari hasil perhitungan laboratorium, data diolah dan rumus statistik. Berdasarkan hasil uji laboratorium didapatkan bahwa nilai indeks plastis ( IP ) sampel tanah 11,10% < 15% dan batas plastis ( PL ) 24% < 30% dan liquid limit ( LL ) adalah 35,10% < 40% sehingga jenis tanah berdasarkan klasifikasi tanah dalam kelompok A-6 termasuk lempung berpasir. Faktor keamanan tana asli 0,499 termasuk lereng kritis dan faktor keamanan tanah remoldid adalah 1,303 termasuk lereng aman.
ANALISA PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI SIANTAR-BALIGE DENGAN METODE STATED PREFERENCE Simarmata, Romatua; Sirait, Hendro Lambok; Debataraja, Semangat; Lubis, Yusuf Aulia
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 12 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v12i1.3624

Abstract

Pemilihan moda transportasi memiliki peran yang penting dalam sebuah perencanaan sistem transportasi. Hal ini dikarenakan pentingnya mengetahui karakteristik serta perilaku pengguna moda dalam mendesain sarana maupun prasarana transportasi yang akan disediakan. Karakteristik umum penggunazmoda Bus didominasizoleh wanita dengan persentase 56% dan pada moda Mini Bus didominasizoleh Pria dengan persentase 57%. Rentang usia responden bus didominasi dengan rentang usia 41-50 tahun sebesar 36% dan Mini Bus dengan rentang usia 31-40 tahun sebesar 43%. Tingkat pendidikan terakhir responden bus adalah SMA dengan persentase 52% dan responden Mini Bus adalah sarjana dengan persentasi 48%. Pekerjaan responden bus didominasi bekerja di petani sebesar 31%, pada Mini Bus didominasi oleh wiraswastazsebesar 38%. Dengan maksud perjalanan responden bus dan Mini Bus adalah belanja sebesar 30% dan 27%. Berdasarkan tingkat penghasilan responden bus didominasi tingkat penghasilanzRp 1.500.000z–zRp 2.500.000 sebesar 33% dan Mini Bus dengan penghasilan >Rp 3.500.000 sebesarz38%. Alasan memilih moda bus karena harga/tarif sebesar 36% dan pada Mini Bus alasan kenyamanan sebanyak 41%.
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI DANSTABILITAS TOWER (SEKSI-A) T/L 275 KV GALANG-SIMANGKUK 151 KMR, 2 CCT, TWIN ZEBRA, PROVINSI SUMATERA UTARA Eka Permata Sari Simarmata; Mudo Parulian Pardede; Masriani Endayanti; Nelson Hutahaean
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 9 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v9i1.1627

Abstract

Pemasangan tower Galang-Simangkuk bertujuan untuk meningkatan kualitas pelayanan terhadap pelangganPT.PLN. Tower Galang-Simangkuk berada pada kontur geografis daerah perbukitan, pegunungan, lembah dan jarak yang sangat berjauhan antar subsistem di wilayah Sumatra, maka sistem interkoneksi Sumatra perlu dikembangkan pada tegangan sistem ekstra tinggi atau disebut dengan sistem transmisi 275 KV Sumatra. Terdapat kendala dilapangan yaitu tanah yang berawa, berair, lembah, bukit dan pegunungan. Sehingga dilakukan Perubahan desain dari pondasi dangkal ke pondasi bored pile dibeberapa titik lokasi pekerjaan. Karena terbatasnya cara pengujian dilapangan maka penyelidikan tanah yang digunakan uji sondir/DCPT. Penyelidikan tanah bertujuan mengetahui perlawanan penetrasi konus dan hambatan lekat tanah yang merupakan indikasi dari kekuatan dukung lapisan tanah dengan menggunakan rumus empiris. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya dukung pondasi bored pile dan stabilitas tower. Dari hasil perhitungan dan pembahasan didapat sebagai berikut: 1). Hasil perhitungan efisiensi kelompok tiang diperoleh sebesar 0,714 yang berarti bahwa kemampuan daya dukung tanah pondasi sebesar 71,4% dari perhitungan Qg, 2). Hasil perhitungan daya dukung tiang group berdasarkan efisiensi pada tower diperoleh sebesar Qg = 484,456 ton, 3). Beban yang dipikul pondasi sebesar 110,13 ton(Diperoleh dari pabrikan), 4). Sehingga beban yang dipikul pondasi bore pile sebesar 484,456 ton dimana nilai lebih besar dari gaya yang bekerja yaitu 110,13 ton. 484,456 ton > 110,13 ton.Maka daya dukung pondasi sanggup menahan beban diatasnya dan aman.
ANALISA MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA JALUR TEROWONGAN PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN LAU-SIMEME KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Rahelina Ginting; Robinson Sidjabat; Elman Karyanus Hulu; Piyen Jones Immanuel Yosua Ziliwu
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v10i2.1628

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada pembangunan jalurterowongan proyek pembangunan Bendungan Lau-Simeme Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.Dalam pekerjaan terowongan pengelak terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan yaitu : Pekerjaan Pemetaan, Pekerjaan pengeboran, Pekerjaan peledakan (Blasting), Pekerjaan Scalling and Mucking, Pekerjaan Shotcrete, Pemasangan wiremesh, Pemasangan RockBolt, Pekerjaan Pemasangan besi penyangga (Steel support), Pekerjaan Pembuatan Lantai Kerja, Pekerjaan Pengecoran dinding bagian bawah dan dinding bagian atas.Untuk menghitung durasi pekerjaan dan rencana anggaran biaya berdasarkan Gambar shop drawing digunakan SNI 2016 dan harga satuan pemerintah Sumatera utara 2020. Setelah menganalisis dan memperhitungkan setiap tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan dilapangan, maka diperoleh durasi pelaksanaan pembangunan terowongan pengelak selama 832 hari kalender kerja dengan Rencana Anggaran Biaya pada pekerjaan struktur jalur terowongan dengan harga total biaya Rp.56.555.240.801,05 (Lima puluh enam milyar lima ratus lima puluh lima juta dua ratus empat puluh ribu delapan ratus satu koma nol lima rupiah).
EVALUASI BANJIR PADA SUNGAI DELI DIWILAYAH KOTA MEDAN Filantropi, Hadirat; Halawa, Verdiaman; Endayanti, M; Gultom, A.
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 11 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v11i2.2771

Abstract

Banjir merupakan permasalahan umum diwilayah perkotaan akibat dari intensitas hujan yang tinggi, mengakibatkan debit air sungai menjadi besar dan meluap, sehingga kapasitas alur sungai tidak dapat menampung debit air yang besar. Di Kota Medan terdapat salah satu sungai yang melintasi kota yaitu Sungai Deli dengan panjang 72 km dengan cakupan DAS seluas 472,96 km2 mulai dari Kapupaten Karo sampai Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir kala ulang 2,5,10,25,50,75,100 tahun dengan menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu, dengan bantuan data seperti data curah hujan 10 tahun terakhir, Peta Administrasi Kota Medan, Peta DAS Sungai Deli, Data DEM (Digital Elevasi Model) serta bantuan aplikasi dalam menganalisa dan memodelkan luapan sungai menggunakan aplikasi ArcGis dan HEC-RAS. Analisa curah hujan yang digunakan untuk perhitungan intensitas hujan menggunakan metode distribusi Gumbel dan penelitian ini lebih fokus terhadap debit banjir periode 25 tahun. Adapun hasi perhitungan debit banjir Q25 tahun sebesar 269,4 m3/s. Terdapat beberapa titik luapan Sungai Deli diwilayah Kota Medan seperti Kecamatan Medan Johor dikelurahan Pangkalan Masyur, Kelurahan Titi Kuning; Kecamatan Medan Polonia di Kelurahan Suka Damai, Kelurahan Kampung Baru; Kecamatan Medan Maimun dikelurahan Suka Raja, Kelurahan Aur, dengan tinggi luapan sungai dapat mencapai 1,5 m.
ANALISA PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH (STUDI KASUS : AREA BENDUNGAN WAMPU KECAMATAN KUTA BULUH KABUPATEN KARO) Kurniawan, Indra; Endayanti, M
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 11 No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v11i1.1718

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui besarnya gaya-gaya yang terjadi pada dinding penahan tanah; mengetahui besarnya gaya aktif pada dinding penahan tanah akibat percepatan gempa; dan mengetahui faktor keamanan terhadap guling, geser, dan kapasitas daya dukung dinding penahan tanah. Metode pelaksanaan studi ini dilakukan dengan menganalisa dan menghitung kestabilan dinding penahan tanah terhadap daya dukung tanah; menganalisa dan menghitung kestabilan dinding penahan tanah terhadap gaya pergeseran dan penggulingan; danmenganalisa dan menghitung terhadap gaya-gaya dalam yang bekerja pada dinding penahan tanah tipe grafitasi. Bendungan Wampu Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo ditinjau dari tingkat kegempaan berada pada zona 2. Daerah ini rentan terhadap gempa dan sering terjadinya aktifitas erupsi Gunung Sinabung. Bendungan ini berada di daerah perbukitan yang rawan terhadap longsor, sehingga pada daerah dengan kondisi tanah lunak akan diberi perkuatan lereng dengan konstruksi dinding penahan tanah.Dari hasil perhitungan stabilitas dinding penahan tanah dalam keadaan statis didapatkan hasil bahwa struktur stabil terhadap guling, geser dan daya dukung. Stabilitas dinding penahan tanah terhadap guling, geser, dan daya dukung memberikan nilai aman yaitu SF > 1,5, Nilai SF(over turning) = 2,331; SF(Sliding) = 2,779; SF(bearingcapacity) = 4,839. Dari hasil perhitungan stabilitas dinding penahan tanah dalam keadaan dinamis didapatkan hasil bahwa struktur stabil terhadap guling dan daya dukung, tetapi tidak stabil terhadap geser. Stabilitas dinding penahan tanah terhadap guling dan daya dukung memberikan nilai aman yaitu SF > 1,5. NilaiSF(Sliding) 1,028 < 1,5; Nilai SF(over turning) = 1,849; SF(bearingcapacity) = 1,779.Nilai SF menjadi lebih kecil setelah konstruksi memikul beban gempa.
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHAN SIKACIM Irwansyah, Eka; Mutaqin, Zainal; Ginting, Rahelina; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 12 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v12i2.3596

Abstract

Beton adalah bagian dari campuran antara semen portland, agregat kasar pasir , agregat halus, air dan sika sebagai bahan tambahan (admixture) dengan perbandingan tertentu yang akan membentuk beton segar. Pengerasan beton akan segera terjadi karena adanya peristiwa ikatan antara air dan semen, dimana masa beton akan bertambah kuat seiring dengan bertambahnya umur beton.Saat ini bahan tambahan (admixture) dianggap sebagai bahan penting dalam produksi beton. Pemakaian bahan ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan menambahkan bagian beton yang diharapkan. Menggunakan bahan tambah atau campuran kepada beton yang dihasilkan memiliki sifat yang lebih baik.Berdasarkan hasil penelitian tentang beton normal, pengurangan air 10%, dan pengurangan air 20%. Dan sika sebagai bahan tambahan (admixture) agregat pada bagian beton dapat di artikan terdiri dari : Hasil pengujian kuat tekan pada beton normal diperoleh hasil 36,472 MPa, Sedangkan kuat tekan beton dengan penggunaan sika dengan pengurangan air 10% untuk campuran beton waktu umur 28 hari 38,087 MPa, dan hasil kuat tekan dengan pengurangan air 20% dengan campuran beton sika pada umur 28 hari diperoleh 44,476 MPa.Dari hasil pengujian diperoleh bahwa kuat tekan beton yang menggunakan pemakaian penambahan sika 10% ada kenaikan sebesar 1,074 % dan penambahan sika 20% ada kenaikan 1,2 % dari kuat tekan beton normal.
ANALISIS PERKUATAN LERENG DENGAN MENGGUNAKAN DINDING PENAHAN TANAH DI SKYLAND JAYAPURA SELATAN Masriani Endayanti; Krisman Marpaung
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 9 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v9i2.241

Abstract

Kelongsoran tanah merupakan salah satu yang paling sering terjadi pada lereng, akibatmeningkatnya tegangan geser suatu massa tanah atau menurunnya kekuatan geser suatumassa tanah. Dengan kata lain, kekuatan geser dari suatu massa tanah tidak mampumemikul beban kerja yang terjadi. Gangguan terhadap stabilitas lereng dapatdisebabkan oleh berbagai kegiatan manusia maupun kondisi alam. Lereng yang tidakstabil sangatlah berbahaya terhadap lingkungan sekitarnya, oleh sebab itu sistemperkuatan lereng sangat diperlukan. Pada kasus ini, Lereng Skyland Jayapura Selatanmengalami kelongsoran. Alternatif desain yang dilakukan adalah dengan menggunakanperkuatan dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah adalah suatu bangunan yangdibangun untuk mencegah material agar tidak longsor menurut kemiringan alamnyadimana kestabilannya dipengaruhi oleh kondisi topografinya.Selain itu dinding penahantanah juga digunakan untuk menahan timbunan tanah serta tekanan-tekanan akibatbeban-beban lain seperti beban merata, beban garis, tekanan air dan beban gempa.Alternatif penanggulangan longsor pada kasus lereng Skyland Jayapura Selatan,dilakukan dengan menggunakan dinding penahan tanah model gravity wall yaitukonstruksi dinding penahan tanah dari pasangan batu, dimana berat struktur menjadikomponen kestabilan struktur terhadap gaya-gaya lateral tanah. Hasil perhitunganperencanaan perkuatan lereng Skyland Jayapura Selatan dengan menggunakan dindingpenahan tanah model gravity wall terhadap gaya guling, geser, dan daya dukungmenghasilkan nilai SF > 1,5 yang dapat dipresentasikan sebagai berikut : (overturing) SF =6,829 ; (sliding) SF = 4,270 ; (bearingcapacity) SF = 4,550. Nilai SF yang didapat menunjukkanbahwa dinding penahan tanah aman terhadap gaya guling, geser, dan daya dukung.
ANALISIS STABILITAS TANAH TIMBUNAN PADA JALAN TOL MEDAN – KUALANAMU – TEBING TINGGI SEKSI 7A : SEI RAMPAH – SEI BAMBAN (STA 81 + 000) BESERTA METODE PEMADATANNYA Nofal Nugerah Selamat Waruwu
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 10 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahap penimbunan merupakan tahapan yang tidak pernah lepas dari proses konstruksi. Akibat penimbunan ini maka air pori dalam tanah akan mengalir dan mengakibatkan volume dari tanah tersebut mengecil atau berkurangnya rongga pori secara perlahan-lahan pada tanah jenuh sempurna dengan permeabilitas yang sangat kecil yang disebabkan adanya pembebanan diatasnya, istilah ini sering disebut dengan konsolidasi.Masalah yang sering dijumpai pada pembangunan konstruksi diatas tanah lunak adalah masalah penurunan dan daya dukung yang rendah. Pemberian beban timbunan diatas tanah lunak akan mengakibatkan terjadinya pengaliran air dan udara dari pori-pori tanah sehingga mengakibatkan menyusutnya volume tanah yang disebut dengan penurunan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui sifat – sifat fisik (index properties) dari tanah yang berasal dari Pembangunan jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7a: Sei Rampah-Sei Bamban (Sta 81 + 000). Dari hasil uji penyelidikan tanah dasar yang telah dilakukan terlihat bahwa terdapat tanah lempung dengan nilai permeabilitas yang kecil. Hal ini dapat menyebabkan proses konsolidasi membutuhkan waktu yang lama dengan penurunan yang cukup besar.Untuk mencegah terjadinya kerusakan ataupun kegagalan konstruksi badan jalan pada tanah timbunan maka perlu dilakukan analisis stabilitas terhadap setlement sehingga tinggi timbunan yang dikehendaki tidak akan mengalami penurunan lagi setelah konstruksi selesai dan kestabilan timbunan dapat tercapai. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan untuk desain timbunan badan jalan diatas tanah lunak dapat disimpulkan besarnya penurunan pada Sampel I untuk tanah timbunan 50 cm = 0,2391 cm, untuk 500 cm = 2,3919 cm, Sampel II untuk tanah timbunan 50 cm = 0,2859 cm, untuk 500 cm = 2,8598 cm. Besarnya penurunan bergantung pada parameter konsolidasi. Hasil Sc pada sampel I lebih kecil dari pada hasil Sc pada sampel II, hal ini dikarenakan angka pori pada sampel II lebih besar.

Page 2 of 19 | Total Record : 188