cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung no. 1 Komplek Barat RSAL dr. Ramelan Surabaya 60111 Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : https://doi.org/10.30649/sbj.v1i1
Core Subject : Health, Science,
The scope of the journal includes: - marine medicine - hyperbaric medicine - general medicine - dentistry - nursing - related health sciences - pharmacy
Articles 78 Documents
Karakteristik Kejadian Stroke pada Pasien Rawat Inap di RSPAL dr. Ramelan Periode 2020 Syahputri, Dewi
Surabaya Biomedical Journal Vol 2 No 3 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.108

Abstract

Stroke is a disease caused by impaired brain function caused by damage or death of brain tissue due to blocked blood flow to the brain so that the oxygen supply is reduced. This disease ranks 3rd after heart cancer in Indonesia. The purpose of this study was to determine the characteristic picture of inpatient stroke patients at RSPAL dr. Ramelan period 2020. The research design uses descriptive research quantitative methods and uses secondary data in the form of medical records. The results of the study totaled 41 samples. The distribution of patients with the most sex factors in the male group was 24 people (59%). The distribution of age factors was highest in the age group of 50-65 years as many as 19 people (46%). The distribution of the family history of the patient is not found in the patient's medical record data. The most diabetes mellitus factor in patients who did not have a history of diabetes mellitus was 23 people (56%). The distribution of patients with the most hypertension factors in the group of patients who had a history of hypertension was 24 people (59%). The distribution of patients with obesity factors was not found in the medical records of patients. The distribution of patients with smoking factors was the most in patients with a history of smoking by 22 people (54%). The conclusion of the study is that the most cases of stroke incidence factors in inpatients at RSPAL dr. Ramelan in 2020 are male, aged 50-65 years, who do not have diabetes mellitus factor, who have hypertension factor, who have a history of smoking, and all samples are declared to have stroke.
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGONSUMSI TABLET FE DENGAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI RS NINDHITA, KABUPATEN SAMPANG, PERIODE AGUSTUS-OKTOBER 2022 Brilliandinda Ichsasqia Sidqi Auliayahya; Ronald Pratama Adiwinoto; Peter Gunawan Tandean; Liliawanti
Surabaya Biomedical Journal Vol 2 No 3 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i3.110

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan suatu keadaan ketika jumlah kadar atau konsentrasi hemoglobin (Hb) pada ibu menurun yaitu menempati nilai kurang dari 11 gr/dl. Anemia pada ibu hamil sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena berkaitan erat dengan nilai-nilai kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di Indonesia. Menurut WHO, angka kejadian anemia mencapai prosentase sebesar 20% hingga 89%. Di kabupaten Sampang, prevalensi anemia pada ibu hamil juga menduduki angka yang cukup tinggi yang dapat dilihat dari tingginya tingkat pemberian suplementasi Fe pada ibu hamil pada tahun 2019 yaitu sebesar 112%. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan memberikan kuisioner sebagai data primer kepada responden ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori baik yaitu berjumlah 52 responden (52%), berdasarkan tingkat kepatuhan didapatkan sebagian besar responden memiliki kategori kurang patuh yaitu berjumlah 78 responden (78%), dan berdasarkan kadar hemoglobin didapatkan sebagian besar responden dikategorikan sebagai anemia derajat 1 yaitu 49 responden (49%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kadar hemoglobin didapatkan p=0,169, artinya tidak ada hubungan. Hubungan antara tingkat kepatuhan dengan kadar hemoglobin didapatkan p=0,155, artinya tidak ada hubungan. Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan didapatkan p=0,393, artinya tidak ada hubungan.
Hubungan antara Pendapatan Keluarga, Pola Pemberian Makan, dan Pengetahuan Ibu tentang Gizi Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkingan Rizka, Ajeng
Surabaya Biomedical Journal Vol 2 No 3 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i3.111

Abstract

Stunting merupakan kondisi yang ditandai tinggi badan tidak sesuai dengan pertambahan umur. Penyebab stunting adalah multifaktorial, termasuk gizi,pola asuh, dan status ekonomi keluarga. Pola asuh merupakan praktik yang dilakukan pengasuh dalam pemeliharaan kesehatan, pemberian makanan, danpemberian stimulasi yang anak butuhkan dalam masa tumbuh kembang. Selain faktor pola asuh, status ekonomi keluarga juga memiliki hubungandengan kejadian stunting. Ketidakmampuan kepala keluarga dalam mencukupi kebutuhan gizi anak dari segi kuantitas maupun kualitas sehingga mengakibatkan dampak yang buruk bagi gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendapatan keluarga, pola pemberianmakan, dan pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Bangkingan. Metode: Penelitian ini merupakanpenelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah kerjaPuskesmas Bangkingan. Sampel penelitian ini sebanyak 60 orang yang diambil secara consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan secaralangsung menggunakan kuesioner modifikasi yang telah lulus uji validitas dan reabilitas. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall’s tau-b.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan keluarga dengan kejadian stunting menunjukkan hasil yang signifikan (p =0,037). Uji bivariat antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting menunjukkan hasil yang tidak signifikan (p = 0,674), dan uji bivariat antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting juga menunjukkan hasil yang tidak signifikan (p = 0,385). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Bangkingan, tidak ada hubungan antara pola pemberian makan dan pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Bangkingan. Kata kunci: Pendapatan Keluarga, Pola Pemberian Makan, Pengetahuan Ibu tentang Gizi, dan Stunting
Hyperbaric Oxygen Therapy as Adjuvant Therapy in Nasopharyngeal Cancer : A Literature Review Djatiwidodo, Djatiwidodo Edi Pratiknyo
Surabaya Biomedical Journal Vol 2 No 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.112

Abstract

Introduction Hyperbaric oxygen therapy (HBOT) may not be widely known. In Indonesia itself, the HBOT application was first carried out in 1960 by the Indonesian Navy Marine Health Institute / Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL (Lakesla) in collaboration with the Naval Central Hospital (Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut / RSPAL) Dr. Ramelan Surabaya, where until now the facility is still the largest in Indonesia. Hyperbaric oxygen therapy was first introduced by Behnke in 1930. At that time hyperbaric oxygen therapy was only given to divers to relieve symptoms of decompression sickness (Caisson's Disease)1. Hyperbaric oxygen therapy is a treatment method using high pressure oxygen, where the pressure used is higher than atmospheric pressure (more than 1 atm). High pressure oxygen therapy methods are currently widely used as adjuvant therapy for various pathological conditions associated with hypoxic and/or ischemic conditions. The standard procedure for HBOT is to inhale pure oxygen (100% O2) using a pressure between 1.5 and 2.5 atmospheres absolute (ATA) by mask or by endotracheal tube which is the sum of the atmospheric pressure and the gauge pressure in a hyperbaric chamber2–4.
A PERUBAHAN NILAI BIOLOGI KETIKA PANDEMI COVID 19, TAHUN AJARAN 2018 dan 2021 MAHASISWA SEMESTER SATU FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HANG liliawanti; Arundani, Prima
Surabaya Biomedical Journal Vol 2 No 3 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i3.113

Abstract

Pada awal tahun 2020 kita dikejutkan dengan penyakit menular virus corona (SARS CoV-2) dimana virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok. Seketika menyebar ke seluruh dunia, hal ini menyebabkan banyak negara memberlakukan lockdown dan social distancing termasuk di lembaga pendidikan. Pembelajaran secara daring bergantung dengan teknologi komputer dan internet. Permasalahan bisa dari pengajar, mahasiswa, dan sarana untuk pembelajaran secara daring. Banyak faktor yang bisa menyebabkan berbagai masalah. Berdasarkan hal – hal tersebut di atas saya selaku peneliti ingin membandingkan hasil yang di capai pelajar dalam hal ini mahasiswa semester satu fakultas kedokteran khususnya nilai biologi selama kuliah secara luring dan daring. Pada penelitian ini digunakan metode cross sectional group design. Penelitian ini menggunakan seluruh mahasiswa semester satu fakultas kedokteran universitas hang tuah angkatan 2018 dan 202. Analisis Data menggunakan uji statistika parametric dengan one-way ANOVA. Hasil uji nilai biologi mahasiswa semester satu fakultas kedokteran Universitas Hang Tuah tahun ajaran sebelum pandemi 2018 dan sesudah pandemoi 2021 didapatkan pada tes CBT, hasil uji Anova satu arah didapatkan hasil signifikan nilai Biologi mahasiswa semester satu FK UHT dengan p=0,000 (p ˂ 0,05). Pada tes SOOCA dengan uji T tes didapatkan hasil signifikan dengan p=0,000 (p ˂ 0,05). Sedangkan pada nilai akhir didapatkan hasil uji T tes didapatkan hasil signifikan dengan p=0,000 (p ˂ 0,05). Kesimpulan : Pada tahun ajaran sebelum pandemic 2018 dengan tahun ajaran masa pandemic 2021terdapat perbedaan rerata nilai ujian CBT, SOOCA, dan nilai akhir biologi mahasiswa semester satu FK UHT.
Patin sebagai sumber omega 3 untuk menurunkan faktor resiko terjadinya MAFLD karena DM tipe 2 Rahayu, Indri N.; Kumala, Asami Rietta; Taruna, Dody; Husodo, Stefanus Djoni; Dagradi, Eric Mayo; Sukmana, Judya
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 1 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i1.114

Abstract

Diet asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) telah diteliti dan terbukti dapat memodulasi peradangan, namun, hanya sedikit beberapa penelitian yang fokusnya pada patobiologi PUFA dengan menggunakan diet isokalori dan isolipid namun belum dapat dijelaskan apakah patologi terkait tersebut disebabkan oleh komposisi diet PUFA, metabolisme lipid, atau obesitas, karena sebagian besar penelitian membandingkan diet dengan yang diberi makan ad libitum. Stres oksidatif dan mitokondria hati berperan dalam patogenesis penyakit hati berlemak nonalcohol. Omega-3 PUFA memiliki peran protektif yang potensial terhadap kerusakan sel oksidatif yang diinduksi ROS pada tikus organ, terutama di hati. Atenuasi hepatic fibrosis oleh EPA (asam eicosapentaenoic) secara signifikan berhubungan dengan kadar ROS hati. EPA juga menekan peningkatan kadar ROS hati dan penurunan penanda oksidatif serum, seperti 8-isoprostan dan feritin. Ikan patin memiliki kandungan asam lemak tak jenuh ganda omega 3 serta selenium yang merupakan antioksidan sehingga dapat menghambat terjadinya progresifisitas kejadian NAFLD maupun MAFLD. Mekanismenya antara lain melalui jalur penghambatan stress oksidatif yang merupakan patofisiologi terjadinya NAFLD maupun MAFLD.
PENGARUH OBESITAS TERHADAP KARAKTERISTIK POLA BERJALAN : LITERATURE REVIEW Mintardjono, Wahyu Prasasti Mutiadesi; Wardiansah; Hartanto; Peppy Nawangsasi
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 1 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i1.115

Abstract

Obesity is a global health problem with increasing prevalence worldwide. One aspect of concern is how obesity can affect an individual's gait characteristics, leading to musculoskeletal disorders. Numerous studies have explored the gait characteristics experienced by individuals with obesity. The objective of this literature review is to provide further information on the gait characteristics of individuals with obesity, which can be utilized for the prevention of obesity-related musculoskeletal disorders. The methodology employed in this study is a literature review, creating conclusions from selected data sources from various national and international journals published between 2011 and 2021. The findings reveal that obesity can lead to decreased balance, reduced walking speed, and influence several gait characteristic parameters, such as changes in step length and width, stride length, as well as various angles formed by the knee and ankle joints during walking, resulting in a distinct gait pattern compared to normal gait. Therefore, it can be concluded that individuals with obesity are prone to exhibit an altered gait pattern, which can potentially contribute to musculoskeletal problems such as osteoarthritis.
SEL POLIMORFONUKLEAR MEMBERAN PLASENTA PADA KASUS KPP DI RSPAL SURABAYA -, Dr. dr. I Ketut Edy Sudiarta, SpOG
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 1 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i1.117

Abstract

ABSTRAK Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda-tanda persalinan, dan dapat terjadi pada kehamilan aterm maupun pada hehamilan prematur. Inflamasi merupakan kondisi umum yang mendasari terjadinya KPD. Desain penelitian ini adalah penelitian cross sectional deskriptif observasional. Sampel penelitian ini adalah sampel jenuh yang diambil selama 4 bulan (bulan Agustus-November 2019). Bahan pemeriksaan berupa selaput ketuban yang diambil saat persalinan pasien-pasien yang didiagnosis PROM di RSPAL Surabaya. Kemudian dilakukan pemeriksaan patologi anatomi untuk melihat sebaran sel radang PMN. Total sampel adalah 20 pasien. Berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi didapatkan bahwa 11 dari 20 (55%) selaput janin mengandung sel radang polimorfonuklear dan 9 (45%) sisanya tidak mengandung sel radang polimorfonuklear. Lebih dari separuh kasus pecahnya selaput ketuban disebabkan oleh terjadinya keradangan pada selaput ketuban. Kata kunci: ketuban pecah dini, sel radang, sel inflamasi, polimorfonuklear, histopatologi. ABSTRACT Premature of membranes (PROM) is the rupture tht amniotic membranes before there are signs of labor, and can occur i8n term pregnancies as well as in premature pregnancy. Inflammation is a common condition that underlies the PROM. The design of this research is a cross sectional descriptive study. Examination material in the form of amniotic membranes taken during delivery of patients diagnosed with PROM at RSPAL Surabaya. The methods sampling is a saturated sample taken for 4 months (August – November 2019), then an anatomic pathology analysis was carried out to see the distribution of PMN inflammatory cells. The total sample is 20 patients. Based on the results histopathological examination, it was found that 55% fetal membranes contained polymorphonuclear cells and 45% without polymorphonuclear cells. More than half of the cases of rupture membranes are caused by inflammation. Keywords: premature rupture of the membranes, inflammatory cells, polymorphonuclear cell, histopathology.
UJI ORGANOLEPTIK dan DAYA HAMBAT EKSTRAK ALGA COKLAT (Sargassum Polycystum) TERHADAP JAMUR Candida albicans Sari, Rima Parwati
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.120

Abstract

Background: Candida albicans, a fungal normal flora that causes Denture stomatitis. Sargassum polycystum is a brown algae species (Phaeophyceae) which grows almost along the coasts of Indonesia islands, known to have antifungal and antibacterial activities. Purpose: To determine the inhibition of brown algae extract (Sargassum polycystum)’s on the growth of Candida albicans and determine whether Sargassum polycystum extract works as denture cleanser material through organoleptic test. Methods: The sample was Candida albicans equal to 0,5 McFarland (108 CFU/ml). The experiment groups comprises negative control group (K-) with 1% DMSO, positive control group (K+) with 0,2% chlorhexidine gluconate, and treatment groups 1-4 (P1;P2;P3;P4) consecutively with 2,5%; 5%; 10%; 20% Sargassum polycystum ethanol extract macerated for 15 minutes in 5 (Ø 6mm) paper discs. SDA medium was incubated for 24 hours and the visible transparent zone was calculated. Organoleptic test was conducted by asking 10 panelists about the observation on color, smell, and homogeneity level of brown algae extract (Sargassum polycystum) with the concentrations of 2,5%; 5%; 10%; and 20%. The experiment result was analyzed with the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney test. Results: Experiment material’s inhibitory effect was undetectable as Sargassum polycystum ethanol extract against 1% DMSO solvent’s solubility was not homogeneous. The organoleptic test result showed that color, smell, and homogeneity level of brown algae extract (Sargassum polycystum) was not compliant with antiseptic standards. Conclusion: No inhibitory effect in brown algae extract (Sargassum polycystum) as the organoleptic test proved the antiseptic standards were not fulfilled.
PROFIL PASIEN ANAK BALITA DENGAN PNEUMONIA DI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA PERIODE JANUARI 2021 - JANUARI 2022 Setiawan, Rhyska Dheamiranda
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 3 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i3.121

Abstract

Pneumonia adalah radang paru-paru yang terjadi akibat adanya cairan dalam alveoli dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang. Prevalensi pneumonia pada anak balita di Indonesia masih cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien anak balita dengan pneumonia di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 50 pasien. Data yang diambil meliputi usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, penggunaan antibiotik, kadar leukosit, dan gambaran radiologi yang diambil dari data rekam medis pasien anak balita yang di rawat inap di Bagian Anak RSPAL Dr. Ramelan Surabaya Periode Januari 2021 – Januari 2022. Data deskriptif disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Dari hasil penelitian didapatkan data yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 50 orang, terbanyak pada anak laki-laki (66%) terutama pada kelompok usia <1 tahun (58%). Penyakit penyerta pneumonia terbanyak adalah anemia (30%), dan semua pasien (100%) menggunakan antibiotik selama perawatan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar leukosit dalam batas normal (52%) dan gambaran radiologi berupa infiltrat (50%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kasus pneumonia pada anak balita paling sering terjadi pada anak laki-laki dengan usia <1 tahun, penyakit penyerta tersering adalah anemia, menggunakan antibiotik selama perawatan, memiliki kadar leukosit dalam batas normal, dan gambaran radiologi berupa infiltrat.