cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 30264081     DOI : https://doi.org/10.47134/paud
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ISSN 3026-4081 is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. PAUD publishes four issues annually in the months of October, January, April, and July. This journal only accepts original scientific research works (not a review) that have not been published by other media. The focus and scope of Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini include different kinds of scientific articles based on the field research and program in the area of early childhood education.
Articles 119 Documents
Dampak Teknologi Digital terhadap Perkembangan Kognitif, Sosial, dan Emosional Anak Usia Dini Mugi Rahayu, Shely
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2453

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat, khususnya penggunaan gadget, telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan anak usia dini, mencakup aspek kognitif, sosial, bahasa, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan anak usia dini dalam aktivitas keseharian di lingkungan panti asuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam proses pengumpulan dan analisis data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif serta wawancara informal berupa percakapan ringan agar anak merasa nyaman dan mampu mengekspresikan diri secara alami. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi menurunkan kualitas interaksi sosial anak, menghambat kemampuan komunikasi verbal, serta memunculkan gangguan dalam regulasi emosi, seperti tantrum dan rasa frustrasi ketika penggunaan gadget dibatasi. Anak yang sering menggunakan gadget cenderung lebih memilih aktivitas individual dan menunjukkan respons sosial yang terbatas. Meskipun demikian, penggunaan gadget juga dapat memberikan manfaat positif bagi perkembangan kognitif dan bahasa anak apabila digunakan secara bijak, dengan pemilihan konten edukatif yang sesuai serta adanya pendampingan dari orang dewasa.
Efektivitas Metode Fonik dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Anak Usia Dini: Studi Kasus di Taman Kanak-Kanak Kota Surabaya Putri, Ni; Santi, Dyan
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kesulitan membaca pada siswa taman kanak-kanak serta mengevaluasi efektivitas metode fonik sebagai bentuk intervensi awal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang siswa taman kanak-kanak yang mengalami kesulitan membaca. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan guru, observasi kegiatan belajar, serta asesmen psikologis menggunakan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) dan Tes Frostig. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengintegrasikan temuan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki kapasitas intelektual verbal pada kategori rata-rata, namun mengalami hambatan signifikan pada kemampuan performa non-verbal dan persepsi visual yang berada di bawah usia kronologis. Hambatan tersebut berdampak pada kesulitan mengenal dan membedakan huruf, serta membaca suku kata dan kata sederhana. Implementasi metode fonik menunjukkan peningkatan kemampuan pengenalan huruf, bunyi huruf, dan kemampuan mengeja suku kata sederhana. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode fonik efektif sebagai intervensi awal untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak taman kanak-kanak dengan kesulitan membaca, meskipun masih diperlukan dukungan visual dan pendampingan berkelanjutan untuk mencapai kemandirian membaca.
Analisis Praktik Parenting dalam Mendukung Perkembangan Karakter Anak Usia Dini Juita, Angelina; Nafsia, Andi; Mogi, Eustakia
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2460

Abstract

Perkembangan karakter anak usia dini sangat dipengaruhi oleh praktik pengasuhan yang diterapkan dalam lingkungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik parenting yang dilakukan orang tua dalam mendukung pembentukan karakter anak usia dini, khususnya pada anak berusia 4–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai pola pengasuhan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Subjek penelitian terdiri atas orang tua yang memiliki anak usia dini, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk menghasilkan temuan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik parenting positif, seperti pemberian teladan perilaku baik, komunikasi yang hangat dan terbuka, pembiasaan nilai-nilai moral dalam aktivitas harian, serta penerapan disiplin positif tanpa kekerasan, memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak.
Implementasi Model Model Pembelajaran di PAUD Cahya Mentari Darmawan, Nidha; Zatu, Grizelda; Deswinta, Nada; Dewi, Nufitriani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2462

Abstract

Model pembelajaran pada anak usia dini harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan kognitif dan psikologis anak agar proses belajar menjadi efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan implementasi model pembelajaran pada tiga jenjang usia berbeda, yaitu Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-Kanak (TK) A1 di PAUD Cahya Mentari. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan kualitatif dengan teknik pengamatan langsung terhadap interaksi guru-anak, penataan lingkungan fisik, serta pelaksanaan aktivitas belajar harian.Hasil observasi menunjukkan adanya perbedaan fokus implementasi pada setiap kategori usia. Pada kategori TPA, pembelajaran didominasi oleh pendekatan pengasuhan menyeluruh yang dipadukan dengan pengenalan sentra sains dasar. Sebaliknya, pada jenjang KB dan TK A1, model pembelajaran yang diterapkan jauh lebih terstruktur melalui pendekatan berbasis sentra atau area bermain yang terencana sesuai tema tertentu. Temuan ini menyimpulkan bahwa PAUD Cahya Mentari telah berhasil mengintegrasikan model pembelajaran yang fleksibel dan tepat sasaran. Keselarasan antara metode pengajaran dan tahapan usia memastikan bahwa aktivitas belajar tetap berpusat pada bermain sebagai inti perkembangan anak.
Analisis Penerapan Model-Model Pembelajaran di TPA,KB,TK Lab School Cahya Mentari Madahuna, Aniya; Ferdiani, Ananda; Marau, Safira; Dewi, Nufitriani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model-model pembelajaran yang digunakan dalam unit pendidikan usia dini di lingkungan Lab School, yaitu Taman Penitipan Anak  (TPA), Kelompok Bermain  (KB), dan Taman Kanak-Kanak  (TK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPA menerapkan model pembelajaran berbasis rutinitas sehari-hari dan permainan sensorik untuk memicu aspek perkembangan dasar seperti keterampilan motorik halus, kasar, serta perkembangan sosial-emosi. Di KB, model pembelajaran utamanya adalah bermain terstruktur melalui pusat permainan dan kegiatan berbasis proyek guna mendukung pengembangan kemampuan bahasa, kognitif, dan sosial. Sementara itu, TK menggunakan pendekatan ilmiah dalam kurikulum terintegrasi, dikombinasikan dengan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran melalui penemuan untuk memperkuat literasi, numerasi, kreativitas, serta kesiapan belajar di jenjang sekolah dasar. Penerapan ketiga model pembelajaran tersebut terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif, menyenangkan, dan berpusat pada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi model pembelajaran yang sesuai dengan usia anak dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak di PAUD Lab School Cahaya Mentari.
Membangun Minat Baca Anak Usia 3-4 Tahun dengan Menggunakan Buku Cerita Bergambar KB Melati Terpadu Kec. Kelua Norhalimah, Norhalimah; Nugroho, Wahyu Budi
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun minat baca anak usia 3–4 tahun melalui penggunaan buku cerita bergambar di KB Melati Terpadu Kecamatan Kelua. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat baca anak yang terlihat dari kurangnya ketertarikan anak terhadap kegiatan membaca serta terbatasnya perhatian anak saat guru membacakan cerita. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 anak kelompok bermain usia 3-4 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar dapat membangun minat baca anak. Anak menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan membaca, tertarik memperhatikan gambar, dan mulai mengenali huruf serta kata sederhana. Buku bergambar memberikan rangsangan visual yang menarik sehingga anak lebih mudah memahami isi cerita. peningkatan persentase ketuntasan dari 52% pada Siklus I menjadi 84% pada Siklus II, Dengan demikian, kegiatan membaca menggunakan buku cerita bergambar efektif dalam menumbuhkan minat baca pada anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Numerasi Anak Usia Dini Melalui Media Flashcard Seprina, Artika; Rachmadini, Indri Mutia; Putri, Ramadani Fadilah; Sumaya, Azzahra; Amelia, Eka; Utami, Winda Sherly
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2366

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dikembangkan sejak anak usia dini karena berperan penting dalam membangun kesiapan belajar matematika pada jenjang pendidikan selanjutnya. Namun, pembelajaran numerasi di lembaga PAUD masih sering dilakukan secara konvensional sehingga kurang menarik dan belum melibatkan anak secara aktif. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman anak terhadap konsep bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media flashcard terhadap peningkatan kemampuan numerasi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi experiment tipe pretest–posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 41 anak kelompok B usia 5–6 tahun yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan pembelajaran numerasi menggunakan media flashcard, sedangkan kelompok kontrol diberikan pembelajaran tanpa penggunaan media flashcard. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kemampuan numerasi anak yang meliputi kemampuan mengenal angka, menghitung jumlah benda, mencocokkan simbol bilangan, dan mengurutkan bilangan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi anak pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi anak usia dini. Oleh karena itu, media flashcard dapat dijadikan alternatif media pembelajaran numerasi yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Analisis Komprehensif Faktor Perkembangan Kognitif, Psikomotorik, dan Perilaku Sosial Anak di KB-TK Cahya Mentari Darmawan, Nidha; Zatu, Grizelda; Deswinta, Nada; Fatmaningsih, Aldila; Fauziah, Syifa
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan perkembangan anak usia dini di KB dan TK Cahya Mentari, yang mencakup aspek kognitif  (fokus belajar dan rentang perhatian), komunikasi, perilaku makan, serta kemampuan motorik halus. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam bersama pendidik, ditemukan bahwa permasalahan utama anak meliputi rendahnya rentang perhatian  (hanya 5–7 menit), hambatan bicara akibat kecemasan, pemilihan makanan yang ketat  (picky eating), serta keterlambatan motorik halus dalam aktivitas menggunting dan menulis. Faktor-faktor yang melatarbelakangi fenomena ini meliputi kurangnya variasi kegiatan, stimulasi aktivitas jari yang belum optimal, serta keterlibatan orang tua yang belum maksimal akibat kesibukan. Dampak dari permasalahan ini manifestasi pada rendahnya rasa percaya diri anak, hambatan interaksi sosial, dan ketidaksiapan memasuki jenjang pendidikan dasar. Sebagai solusi, lembaga menerapkan strategi intervensi terpadu yang berbasis dukungan kognitif dan personal, seperti penggunaan media multisensori, instruksi singkat yang berulang, pembiasaan makan sesuai protokol standar, serta integrasi program kreatif seperti bermain plastisin. Hasil penelitian menegaskan bahwa kolaborasi intensif antara guru dan orang tua serta lingkungan belajar yang nyaman sangat krusial dalam meningkatkan durasi fokus, keterampilan bicara, kemandirian makan, dan kematangan motorik halus anak secara konsisten.
Pola Pengasuhan Anak Usia Dini Berbasis Budaya Tobelo Wangelamo, Ingka; Isdaryanti, Barokah
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pengasuhan anak usia dini berbasis budaya Tobelo serta relevansinya dalam mendukung perkembangan anak secara holistik dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap orang tua, keluarga besar, tokoh adat, serta pendidik PAUD yang memahami praktik pengasuhan berbasis budaya Togale. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan anak usia dini dalam budaya Togale bersifat kolektif dan komunal, di mana tanggung jawab pengasuhan tidak hanya berada pada orang tua inti, tetapi juga melibatkan keluarga besar dan komunitas. Nilai-nilai budaya lokal seperti kebersamaan, saling menghormati, kepatuhan terhadap norma adat, dan tanggung jawab sosial terinternalisasi melalui keteladanan, pembiasaan, serta interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari anak. Pola pengasuhan ini berkontribusi positif terhadap perkembangan anak usia dini secara holistik, khususnya pada aspek sosial-emosional, moral, bahasa, dan identitas budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengasuhan berbasis budaya lokal sebagai fondasi pengembangan praktik PAUD yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal.

Page 12 of 12 | Total Record : 119