cover
Contact Name
Theresia Widji
Contact Email
sehati.abdimas2021@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sehati.abdimas2021@gmail.com
Editorial Address
Jl.Raya Sejangkung Kawasan Pendidikan Tinggi Sambas - Kalimantan Barat 79400
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 26150255     EISSN : 29632110     DOI : https://doi.org/10.47767/sehatiabdimas
Adapun scope yang diterbitkan pada prosiding sehati abdimas tersebut adalah: 1. Manajemen informatika 2. Teknologi rekyasa komputer grafis 3. Akuntansi keuangan perusahaan 4. Agroindustri Pangan 5. Agrobisnis 6. Agribisnis perikanan 7. Manajemen bisnis pariwisata 8. Teknik mesin 9. Terknik mesin pertanian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
PENGOLAHAN CEMILAN DARI NANAS GUNA MENINGKATKAN NILAI TAMBAH PRODUK PADA UKM MAWAR MERAH Susilawati; Sri Mulyati; Harmoko
Sehati Abdimas Vol 4 No 1 (2021): Prosiding Sehati Abdimas 2021
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangkitkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 ini menjadi perhatian yang sangat penting bagi semua pihak, seperti pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum. UMKM ini memiliki peranan yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di Desa Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas adalah UKM Mawar Merah. UKM Mawar Merah ini berdiri pada tanggal 17 Nopember 2018. UKM Mawar Merah ini melakukan kegiatan mengolah buah nanas menjadi dodol nanas, di mana di Desa Sijang, banyak petani yang memproduksi buah nanas. PKM ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi mengenai diversifikasi produk olahan nanas, di mana buah nanas diolah menjadi cemilan nanas sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk nanas tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan/workshop mulai dari proses produksi hingga pengemasan produk, pendampingan dan pembinaan, serta evaluasi dan monitoring mengenai diversifikasi produk olahan nanas. Berdasarkan hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa anggota UKM Mawar Merah sudah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan manajemen usaha dalam mengolah buah nanas menjadi cemilan nanas. Pendampingan dan pembinaan dilakukan guna menjaga kualitas cemilan nanas ini agar tetap baik. Produk cemilan nanas ini sudah dipasarkan di daerah Galing dan dipromosikan kepada pembeli/pelanggan yanga ada di luar Kecamatan Galing. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa, peserta PKM 100% sudah memahami akan pentingnya diversifikasi produk olahan nanas dalam meningkatkan nilai tambah produk olahan nanas sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi UKM Mawar Merah di masa adaptasi kebiasaan baru pada saat pandemi Covid-19.
PELATIHAN BUDIDAYA DAMBER SEBAGAI SOLUSI PEMENUHAN PANGAN BERBASIS KELUARGA DI MASA PANDEMIK COVID – 19 DI PERUM KARTIASA INDAH Saifullah; Onesimus Dhyas Dwi Atmajaya
Sehati Abdimas Vol 4 No 1 (2021): Prosiding Sehati Abdimas 2021
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak Covid – 19 yang mewabah Indonesia di awal tahun 2020 sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya ibu rumah tangga di Perum Kartiasa Indah. Budidaya damber merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan berbasis protein keluarga. Kegiatan urban farming bisa dilakukan dengan metode aquaponik salah satunya melalui budidaya ikan dalam ember atau sering disebut Budikdamber. Konsep dari kegiatan Budikdamber ini yaitu ikan dan tanaman dapat tumbuh dalam satu tempat yang sama. Budikdamber sangat cocok diterapkan oleh masyarakat terutama yang memiliki luas pekarangan yang terbatas. Selain bertujuan untuk ketahanan pangan, kegiatan budikdamber juga dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat kini tak perlu repot untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dan sayuran bagi keluarga. Teknik budidaya terbilang mudah dengan peralatan yang sederhana. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, juga menunjang kondisi ekonomi masyarakat itu sendiri melalui hasil panen dari kegiatan budikdamber.
PEMBERDAYAAN PETANI KOPI DI DESA TANJUNG KERACUT Budi Setiawan; Mahyus; Erwin
Sehati Abdimas Vol 4 No 1 (2021): Prosiding Sehati Abdimas 2021
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi saat ini merupakan salah satu komidatas ekspor Indonesia. Menurut data BPS tahun 2018, besarnya angka ekspor dari Indonesia adalah sebesar 279,96 ribu ton dengan total nilai ekspor US$ 815,93 juta. Berdsarkan hal tersebut maka tidak heranlah dimana komoditas kopi juga banyak ditanam di wilayah Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Pada tahun 2018, luas lahan yang ditanam di wilayah Kecamatan Teluk Keramat adalah seluas 683 Ha dengan produktifitas sebesar 261 ton. Pada proses pengolahan kopi, sesaat setelah kopi dipanen maka kopi tersebut haruslah dilakukan proses pengupasan pada kulit luarnya. Proses pengupasan ini dimasyarakat masih banyak menggunakan cara-cara manual yaitu dengan menggunakan tangan. Cara ini dirasakan praktis dan murah, namun kapasitas dan efisiensi produksinya rendah. Demi meningkatkan produktifitas produksi tersebut, maka proses pengupasan kulit kopi sebaiknya dengan menggunakan mesin. Sasaran kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PKM) kali ini adalah warga Dusun Sembuak Segantong, Desa Tanjung Keracut, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini meliputi metode pelatihan dan pendampingan dalam mengoperasikan dan merawat mesin pengupas pinang yang akan diberikan. Diharapkan dengan dilakukannya pelatihan terhadap perwakilan mitra maka akan terjadi tranfers ilmu terhadap warga masyarakat lainnya, sehingga kapasitas dan efisiensi dalam proses pengupasan kopi yang ada di masyarakat dapat menjadi lebih baik.
PENATAAN DAN PENGELOLAAN LANSKAP PEKARANGAN HOMESTAY UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS TAMU DI DESA TEMAJUK Janiarto Paradise Pawa; Delyanet; Azzam
Sehati Abdimas Vol 4 No 1 (2021): Prosiding Sehati Abdimas 2021
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang menjadi alasan rendahnya tingkat hunian homestay di Desa Temajuk adalah pengelolaan homestay yang belum dilakukan secara profesional. Aspek fasilitas homestay yang belum diperhatikan secara serius oleh pengelola salah satunya adalah halaman sekitar homestay atau bisa juga disebut sebagai pekarangan. Mitra belum menyadari pentingnya lingkungan sekitar homestay yang bersih, rapi dan indah bagi kelangsungan usaha homestay. Mitra juga belum mengetahui bagaimana metode untuk membuat lanskap pekarangan homestay menjadi lebih cantik dan indah. Telah dilaksanakan kegiatan pegabdian kepada masyarakat diikuti oleh 9 orang pemilik homestay di Desa Temajuk. Pengabdian dilaksanakan dengan menyampaikan materi dan praktik tentang bagaimana menata dan mengelola lanskap pekarangan agar tamu pengguna homestay semakin meningkat jumlahnya dan memberikan kesan baik. Materi yang disampaikan terdiri dari hal tentang arti penting lanskap pekarangan, penataan lanskap dan pengelolaan lanskap pekarangan. Kegiatan praktik dilaksanakan dalam bentuk menggambar sket penataan lanskap pekarangan salah satu peserta kegiatan.
DESAIN ILLUSTRASI DIGITAL MOTIF KAIN TENUN LUNGGI KABUPATEN SAMBAS MENGGUNAKAN TEKNIK GAMBAR PIXEL ART Salahuddin
Sehati Abdimas Vol 5 No 1 (2022): Prosiding Sehati Abdimas 2022
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kain Tenun Lunggi adalah kain tenun songket merupakan kain khas Sambas yang menjadi icon masyarakat Sambas. Kabupaten Sambas merupakan daerah berbusana melayu dengan kain tenun songket sebagai ciri khas kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat , pemerintahan dan kegiatan adat istiadat sehingga permintaan akan produk tenun lunggi sangat meningkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian Desa Semberang Kecamatan Sambas sebagai pusat tenun di Kabupaten Sambas, untuk teknik pengambilan data penulis melakukan observasi, studi literatur , dan wawancara. Hasil analisis kendala yang dihadapi oleh pengrajin adalah pembuatan motif bersifat konvensional menggambar pola dikertas menggunakan pensil , sehingga permintaan berkurang karena produk sulit dipreview dimana hasil produk belum terlihat, kemungkinan kesalahan pembuatan motif dan kombinasi pewarnaan bisa terjadi. Untuk mengatasi permasalahan penulis memberikan solusi membuat media desain grafis yang dikembangkan berupa desain motif illustrasi digital. Tujuan dari penelitian adalah pembuatan desain motif tenun lunggi Sambas menggunakan illustrasi digital dengan Teknik pixel art. Ciri khas gambar pixel art adalah gambar digital yang memiliki motif mozaik atau kotak-kotak pixel. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan memanfaatkan komputerisasi desain grafis pembuatan desain motif tenun songket Sambas menggunakan illustrasi digital dapat dilakukan , konsumen dapat melihat preview motif dan warna yang diterapkan pada struktur kain sebelum kain diproduksi sehingga mempermudah koreksian terkait dengan warna motif kurang besar ,garis kurang lengkung, warna tidak sesuai motif. Dengan desain melalui ilustrasi digital komputer kesalahan produksi bisa diatasi, menghemat waktu dan biaya serta sebagai media priview sebelum produk diproduksi. Kata Kunci: Motif , Tenun Songket, Lunggi , Sambas, Illustrasi Digital
OPTIMALISASI GOOGLE MY BUSINESS SEBAGAI STRATEGI PENJUALAN PRODUK UMKM Salahuddin
Sehati Abdimas Vol 5 No 1 (2022): Prosiding Sehati Abdimas 2022
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan Tujuan dan target yang ingin dicapai dalam PKM ini adalah melakukan pendampingan dan pelatihan UMKM. Mitra PKM dalam hal ini adalah usaha aneka produk olahan tenun Jihan tenun industri rumah tangga produk tenun Desa Tumuk Manggis. Dengan metode pendampingan tersebut, mitra diharapkan tidak hanya mengerti tentang tahapan pemasaran hasil produk , tapi dapat mempraktikkan secara langsung dalam tahapan pemasaran produk yang baik. Partisipasi mitra dengan program ini dapat berperan aktif untuk menghasilkan strategi penjualan produk yang memiliki pemasaran yang lebih luas. Solusi dari permasalahan mitra yang diusulkan adalah akan dibangun sebuah digital marketing penjualan yang akan membantu pengrajin dalam memasarkan hasil produksinya yaitu dengan Google My Business. Luaran yang dihasilkan dari program PKM meliputi pemanfaatan google my business sebagai usaha meningkatkan jumlah penjualan produk dengan statistik pengunjung , laporan perbulan, jumlah penelusuran , jumlah aktivitas dapat dilihat dari penelusuran pencarian google dan dapat dilihat dari google map. Kemudahan yang ditawarkan dalam melakukan pemasaran atau promosi produk kepada konsumen tanpa terbatas waktu, jumlah konsumen karena pemasaran lewat online dapat diakses oleh masyarakat atau calon pembeli. Hasil PKM bahwa Aplikasi dibuat untuk meningkatkan penjualan produk kain tenun sambas memanfaatkan media internet/online dibuktikan dengan terjadinya peningkatan interaksi bisnis baik berupa panggilan telpon , pesan, reservasi. Pengabdian ini dilakukan selama 8 bulan di Desa Tumuk Mangis Kecamatan Sambas. Keberlanjutan dari program ini menghasilkan produk digital marketing yang memiliki pasar yang luas bersifat online sehingga akan semakin meningkatkan nilai jual. Kata Kunci: Digital Illustrator, Tenun Songket
Pendampingan Dan Pelatihan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sebubus untuk Meningkatkan Pengetahuan dalam Paket Tour Rossi Evita; Tita Rosalina; Hikmah Trisnawati
Sehati Abdimas Vol 5 No 1 (2022): Prosiding Sehati Abdimas 2022
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sebubus merupakan salah satu desa wisata Kabupaten Sambas yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sambas Nomor 33/DISPARPORA/2022 pada tanggal 24 Januari 2022. Hampir di setiap dusun desa ini memiliki daya tarik wisata, karena desa ini memiliki berbagai potensi dan daya tarik wisata, yang terdiri dari wisata alam dan wisata budaya. Untuk menunjang keberlangsungan bidang kepariwisataan, di desa ini juga terdapat beberapa kelompok sadar wisata atau yang disingkat dengan Pokdarwis. Ada enam Pokdarwis yaitu Kalilaek & Green Leaf, Tanjung Api, Batu Bejamban, Pantai Selimpai, Wahana Bahari, dan Kampak Indah. Meskipun demikian, anggota Pokdarwis masih belum mengoptimalkan potensi dan daya tarik wisata yang ada dalam menciptakan usaha di bidang pariwisata, khususnya dalam merancang paket wisata. Berangkat dari hal ini, didapat permasalahan yang dihadapi Kelompok mitra adalah belum mampunya masyarakat menyusun tour itinerary, menyusun penghitungan paket tour, menentukan target pasar serta belum optimalnya pemasaran paket tour. Diperlukan upaya pendampingan dalam membuat paket Tour sebagai peluang usaha baru bagi masyarakat dan mempermudah wisatawan dalam menikmati keindahan dan budaya di Desa Sebubus. Tim Pelaksana PKM memberikan solusi untuk memberikan pendampingan pengelolaan paket tour melalui pelatihan penyusunan itinerary, penghitungan paket tour mendesain brosur paket tour serta metode yang tepat dalam pemasaran paket tour. Mitra yang terlibat dalam kegiatan PKM ini adalah POKDARWIS, perangkat desa, dan pengelola akomodasi di Desa Wisata Sebubus yaitu pengelola homestay. Diharapkan masyarakat dapat mengeksplorasi kesempatan membuka usaha yang bernilai ekonomis guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sebubus. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah tersusunnya beberapa Paket Tour yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.
Komodifikasi Tarian dalam Pariwisata Budaya di Era Tatanan Kebiasaan Baru Ni Desak Made Santi Diwyarthi Diwyarthi; Made Darmiati Made Darmiati; Nyoman Gede Mas Wiartha Wiartha
Sehati Abdimas Vol 5 No 1 (2022): Prosiding Sehati Abdimas 2022
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu warisan budaya yang menjadi atraksi menarik bagi wisatawan adalah tari Kecak. Kecak sudah mendunia, tidak hanya ditampilkan pada saat upacara keagamaan di Bali, namun juga upacara memperingati hari pariwisata nasional di Politeknik Pariwisata Bali pada tanggal 28 September 2022, ikut tampil pada saat kegiatan Presidensi G20 di Bali bulan November 2022. Penelitian ini melakukan kajian komodifikasi yang terjadi pada tari, khususnya tari Kecak, sebagai bagian dari perkembangan pariwisata budaya. Teori yang digunakan dari Fairclough, Keat dan Abererombie (2015), Hartig, Soedarsono, Parani dan Anwar (2019). Metode yang dipergunakan merupakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah studi literatur, studi dokumentasi, dan observasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 jurnal. Hasil penelitian membuktikan bahwa telah terjadi komodifikasi tarian sebagai bagian perkembangan pariwisata budaya Bali dalam bentuk, fungsi dan makna.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI POLITEKNIK NEGERI SAMBAS Theresia Widji Astuti, Fathushahib, Muhammad Usman
Sehati Abdimas Vol 5 No 1 (2022): Prosiding Sehati Abdimas 2022
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan modul penelitian dan modul pengabdian kepada masyarakat pada sistem informasi manajemen penelitian dan PKM pada P3M POLTESA. Modul penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan akan memudahkan P3M Poltesa melakukan pengarsipan dokumen hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan memberikan solusi inovasi yang mampu mengakomodir monitoring dan rekapitulasi pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Politeknik Negeri Sambas. Kata Kunci: Modul, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Sistem Informasi Manajemen.
PENGARUH SIMULASI 3D BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA (STUDI KASUS: MAN 1 SAMBAS) Milda Firdania; Narti Prihartini; Chaerul Sani
Sehati Abdimas Vol 5 No 1 (2022): Prosiding Sehati Abdimas 2022
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pengajaran merupakan komponen metode pengajaran yang dapat digunakan untuk mempertinggi proses interaksi guru-siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Pemanfaatan media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat mempengaruhi hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas XI IPA MAN 1 Sambas, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat ditemukan bahwa guru pada mata pelajaran Biologi di kelas tersebut merasakan kesulitan dalam memberikan gambaran mengenai sistem peredaran darah pada manusia secara jelas dan detail agar lebih mudah dipahami oleh siswa, hal ini juga terlihat dari nilai hasil evaluasi siswa yang hampir semuanya berada di batas nilai ketuntasan minimum, bahkan ada yang nilainya di bawah batas. Berdasarkan hal di atas, dibutuhkan media pembelajaran berupa media tiga dimensi yang dapat mensimulasikan sistem peredaran darah pada manusia untuk membantu siswa dalam memahami materi tersebut. Simulasi 3 Dimensi (3D) untuk materi tersebut dibuat dalam basis multimedia interaktif, sehingga siswa dapat berinteraksi dengan medianya untuk dapat melihat simulasi 3D pada alur peredaran darah besar dan peredaran darah kecil pada manusia. Simulasi 3D sistem peredaran darah pada manusia berhasil dibuat dalam bentuk media interaktif dan digunakan siswa kelas XI di MAN 1 Sambas sebagai media pembelajaran biologi dalam membantu pemahaman materi sistem peredaran darah pada manusia. Pengaruh simulasi 3D sistem peredaran darah manusia terhadap upaya peningkatan pemahaman siswa diamati dari data pretest dan posttest siswa saat sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Hasilnya, terjadi peningkatan sebanyak 52% jumlah siswa yang nilainya tuntas setelah belajar simulasi 3D.

Page 2 of 12 | Total Record : 112