cover
Contact Name
Widi Sriyanto
Contact Email
widi.sriyanto@polimedia.ac.id
Phone
+6282123413157
Journal Mail Official
pekamas@polimedia.ac.id
Editorial Address
Jl. Srengseng Sawah No.5, RW.12, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 28072871     EISSN : 28071557     DOI : https://doi.org/10.46961/pkm.v1i1
PEKAMAS merupakan jurnal yang ditujukan untuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat dari para dosen dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jurnal PEKAMAS diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Media Kreatif. PEKAMAS menerima manuskrip atau artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional. Setiap naskah yang diterbitkan terlebih dahulu dilakukan proses peer-review dengan sifat double-blind review.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): Juli" : 7 Documents clear
Pelatihan dan Praktik Pembuatan Sablon Konvensional Berbasis Desain Melalui Pemasaran Online Guna Meningkatkan Kreativitas dan Perekonomian Warga Desa Helvetia Saharja, Komda; Hutagalung, Viery Mesakh; Fatmawati, Dhea Fatmawati; Rajagukguk, Gabriel Fernando; Hasugian, Goklas; Hutasoit, Resmina Sesilia; Manalu, Serana Eliester; Pelawi, Yemima Christy
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v4i1.942

Abstract

Abstrak: Helvetia merupakan salah satu desa yang memiliki keberagaman tingkat ekonomi. Tim melakukan survei dan wawancara ke salah satu sekolah yang berdekatan dengan Kampus Polimedia Medan. Hasil yang didapatkan berupa tujuh dari sepuluh siswa memilih tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya dikarenakan keterbatasan ekonomi. Para pemuda tersebut membutuhkan bekal sebelum memasuki dunia setelah sekolah, sehingga Tim memberikan Praktik dan Pelatihan  Desain Sablon dan Pemasaran yang dilakukan selama lima hari. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan alternatif kepada mereka untuk dapat berkreasi meningkatkan perekonomian melalui sablon. Pendampingan ini dilakukan di kampus Polimedia Medan dan melibatkan Kepala Desa dan Karang Taruna sebagai Mitra dan dibantu oleh 2 mahasiswa Prodi Teknik Grafika dan 5 mahasiswa Prodi Desain Grafis dengan jumlah peserta 25 orang. Evaluasi digunakan dengan metode Observasi. Dari Praktik ini diperoleh para peserta dapat menguasai Desain, Sablon serta Pemasarannya dan dapat langsung terjun ke masyarakat bebas untuk mendirikan usaha masing-masing. Kata Kunci: Desain; Sablon; Pemasaran Abstract: Helvetia is a village that has a diversity of economic levels. The team conducted an interview survey at one of the schools close to the Polimedia Medan Campus. The results obtained were that seven out of ten students chose not to continue to the next level of education due to economic limitations. These young people need provisions before entering the world after school, with this the Team provides Practice and Training in Screen Printing Design and Marketing which is carried out for five days. This assistance aims to provide an alternative for them to be creative in improving the economy through screen printing. This assistance was carried out at the Polimedia Medan campus and involved the Village Head and Karang Taruna as partners and was assisted by 2 students from the Graphic Engineering Study Program and 5 students from the Graphic Design Study Program with a total of 25 participants. Evaluation is used using the Observation method. From this practice, participants can master Design, Screen Printing and Marketing and can immediately enter the free society to set up their own businesses. Keywords: Design; Screen Printing; Marketing
Pelatihan Google Apps for Education sebagai Media Pembelajaran pada Yayasan Mathla’ul Anwar Satu Amsury, Fachri; Kurniawati, Ika; Heriyanto, Heriyanto; Rizki Fahdia, Muhammad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v4i1.1082

Abstract

Abstrak: Google for Education merupakan sebuah produk layanan atau fitur dari Google berupa seperangkat alat produktivitas, tergabung dengan sistem google cloud service dan disediakan bagi sekolah, kampus dan lembaga pendidikan lainnya sehingga dapat memudahkan sistem belajar mengajar yang lebih baik di ruang virtual. Layanan Google for Education dapat diakses secara online dan dan digunakan secara gratis. Yayasan Mathla’ul Anwar Satu adalah salah satu wadah pendidikan yang belum memanfaatkan secara optimal fasilitas Google for Education dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kesehariannya, Pengurus Yayasan Mathla’ul Anwar Satu membutuhkan fasilitas dalam Google for Education diantaranya: gmail, google drive, google docs, google forms, google meet dan google classroom, namu masih mengalami beberapa kendala, yaitu belum memahami cara penggunaan fasilitas tersebut sehingga  dalam pemanfaaatan fasilitas yang ada pada Google for Education belum maksimal diantaranya, pembuatan google forms yang bisa digunakan untuk form absen kehadiran, membuat kuisioner, lembar kerja dan kegunaan dari google drive. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk penerapan dan pemanfaatan Google for Education. Metode yang digunakan yaitu metode tutorial, metode tanya jawab dan metode praktek secara langsung menggunakan laptop dan panduan modul pelatihan. Rencana target capaian luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah penerbitan press release di media online dan publikasi jurnal. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan kemampuan dan keterampilan dalam penyampaian materi atau bahan ajar sehingga bisa membantu pengurus dan staff pengajar Yayasan Mathla’ul Anwar Satu dalam menarik minat peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar dengan baik, karena melalui media pembelajaran dapat merangsang pola pembelajaran peserta didik sehingga tujuan  dari proses belajar mengajar dapat tercapai atau mencapai hasil yang diharapkan. Kata Kunci: Edukasi; Google for Education; Pelatihan. Abstract:  Google for Education is a service product or feature from Google in the form of a set of productivity tools, integrated with the Google Cloud Service system and provided to schools, campuses and other educational institutions so that it can facilitate a better teaching and learning system in virtual spaces. Google for Education services can be accessed online and used for free. The Mathla'ul Anwar Satu Foundation is one of the educational institutions that has not made optimal use of Google for Education facilities in teaching and learning activities. In their daily lives, the Mathla'ul Anwar Satu Foundation Management requires facilities in Google for Education including: Gmail, Google Drive, Google Docs, Google Forms, Google Meet and Google Classroom, but they still experience several obstacles, namely not understanding how to use these facilities so that in Utilization of existing facilities on Google for Education is not optimal, including creating Google forms which can be used for absence and attendance forms, creating questionnaires, worksheets and the use of Google Drive. This community service activity aims to implement and utilize Google for Education. The methods used are the tutorial method, question and answer method and direct practice method using a laptop and training module guides. The planned output targets for community service activities are the publication of press releases in online media and journal publications. The result of this activity is an increase in abilities and skills in delivering material or teaching materials so that it can help the administrators and teaching staff of the Mathla'ul Anwar Satu Foundation in attracting students' interest so they can follow the learning process well, because through learning media it can stimulate participants' learning patterns. students so that the objectives of the teaching and learning process can be achieved or achieve the expected results. Keywords: Education; Google for Education; Training
Pelatihan Auditor AMI pada Poltekpel Sorong H.Tobing, Deddy Stevano; Andriyana, Andriyana; Permady, Gigieh Cahya; Alief, Rido Galih; Asgawanti, Eka Desy
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v4i1.1348

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan AMI atau Audit Mutu Internal merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu di perguruan tinggi atau dikenal sebagai tahapan evaluasi penjaminan mutu sesuai ketetapan Standar Nasional Pendidikan Tinggi atau SN Dikti yang ditetapkan pemerintah Republik Indonesia melalui Kemendikbud Ristek RI. Namun klien dikarenakan belum memiliki Auditor AMI maka sangat dibutuhkan pelatihan audior AMI supaya dapat menjalankan evaluasi penjaminan mutu. Adapun pelatihan dilakukan dalam bentuk workshop secara luring di kota sorong papua selama 2 hari. Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan para dosen maupun tenaga struktural kampus sejumlah 25 orang. Kegiatan berjalan lancar dan seluruh peserta dapat menyelesaikan assessment dan mendapatkan sertifikat sebagai auditor AMI.Kata Kunci:  penjaminan mutu; AMI; SPMI; Audit Mutu Internal.Abstract:  The implementation of Internal Quality Audit (AMI) is part of the quality assurance cycle in higher education, known as the quality assurance evaluation phase, in accordance with the National Higher Education Standards (SN Dikti) established by the Government of the Republic of Indonesia through the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbud Ristek RI). However, since the client does not yet have AMI Auditors, it is essential to conduct AMI auditor training to carry out quality assurance evaluations. The training was conducted in the form of an offline workshop in Sorong, Papua, for 2 days. The participants in the training included 25 lecturers and campus structural staff. The event proceeded smoothly, and all participants were able to complete the assessment and obtain certification as AMI auditors.Keywords: Quality assurance; AMI; SPMI; Internal Quality Audit
Entrepreneurship Training and Product Photo Creativity for Students of Darma Agung University Syafriyandi, Syafriyandi; Syaputra, Dadang; Saharja, Komda; Telaumbanua, Faudunasokhi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v4i1.1364

Abstract

Abstrak: Untuk menjadi Wirausahawan, ada beberapa hal yang harus di perhatikan dikalangan mahasiswa antara  lain pendidikan yang mereka dapatkan, perlunya pelatihan-pelatihan agar  menambah pengetahuan mereka. Banyak hambatan persepsi memulai usaha, antara lain adanya  anggapan merasa terlalu tua atau terlalu muda, tidak berbakat dan tidak punya modal serta  kebingungan dalam ide usaha apa yang mau dikembangkan; Tujuan pengabdian ini adalah untuk Hambatan ini harus dihilangkan dengan  memberikan tambahan wawasan terkait wirausaha, salah satunya lewat  kegiatan pengabdian masyarakat ini; Metode workshop,dengan mitra Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darma Agung, dengan tim pelaksana kegiatan terdiri dari empat orang dosen. Hasil yang telah dicapai dengan memberikan peningkatan pemahaman peserta dalam kiat memulai berwirausaha dan teknik pembuatan foto produk yang ideal sampai pada pembuatan konten produk untuk marketplace peserta masing-masing. Kata Kunci: Motivasi, kewirausahaan, inkubator, ide usaha    Abstract:  To become an entrepreneur, there are several things that students must pay attention to, including the education they receive, the need for training to increase their knowledge. There are many perceived barriers to starting a business, including the feeling that you are too old or too young, not talented and don't have capital as well as confusion about what business ideas you want to develop; The aim of this service is to eliminate these obstacles by providing additional insight regarding entrepreneurship, one of which is through community service activities; Workshop method, with partners from the Faculty of Social and Political Sciences, Darma Agung University, with an activity implementation team consisting of four lecturers. The results have been achieved by providing participants with increased understanding in tips for starting entrepreneurship and techniques for creating ideal product photos and even creating product content for each participant's marketplace. Keywords: Motivation, entrepreneurship, incubator, business idea
Pelatihan Kurikulum Merdeka di SMP Swasta Jakarta Seruni, Ayu Putri; Agustina Karnawati, Rita; Latief, Abdul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v4i1.1365

Abstract

Abstrak: Kurikulum Merdeka yang diwacanakan oleh Mendikbud ristek diterapkan diberbagai sekolah. Karakteristik kurikulum ini mendukung pemulihan belajar terkait pembelajaran berbasis projek dengan softskill dan karakter profil Pancasila, fokus pada materi esensial dan pembelajaran terdiferensiasi. Pencapaian pembelajaran Merdeka memerlukan pengembangan perencanaan kurikulum Merdeka dengan baik. Permasalahan mitra SMP di Jakarta berkaitan dengan pengembangan perencanaan kurikulum Merdeka, (1) Penerapan kurikulum Merdeka belajar baru akan diterapkan, (2) Belum semua guru memahami bagaimana perangkat kurikulum diterapkan dalam perencanaan belajar. (3) Pembuatan modul ajar diperlukan kesamaan pemahaman satu sekolah. Sebagai perangkat kurikulum yang utuh, memerlukan kerjasama sumber daya manusia yakni guru di sekolah dalam mengupayakan terlaksananya kurikulum Merdeka belajar. Solusi dari kami dengan memberikan pelatihan kurikulum merdeka kepada guru-guru di SMP Muhammadiyah 2 Jakarta mencapai perencanaan pembelajaran. Kata Kunci: Kurikulum Kurikulum Merdeka, SMP Abstract:  The Independent Curriculum discussed by the Minister of Education and Culture for Research and Technology is applied in various schools. The characteristics of this curriculum support the recovery of learning related to project-based learning with soft skills and Pancasila profile characters, focusing on essential materials and differentiated learning. The achievement of Merdeka learning requires the development of Merdeka curriculum planning properly. The problems of Junior High Scholl in Jakarta partners are related to the development of Merdeka curriculum planning, (1) The implementation of the new Merdeka learning curriculum will be implemented, (2) Not all teachers understand how curriculum tools are applied in learning planning. (3) Making teaching modules requires a common understanding of one school. As a complete curriculum tool, it requires the cooperation of human resources, namely teachers in schools in striving for the implementation of the Merdeka Belajar curriculum. Our solution is to provide independent curriculum training to teachers at Junior High Scholl in Jakarta to achieve lesson planning. Keywords: Curriculum, Curriculum Merdeka, Junior High School
Penyuluhan Kepada Petani Dalam Perencanaan Sumber Daya Manusia Untuk Meningkatkan Produksi Padi Yang Optimal Farhan, Ahmad; Anne Marie, Iveline; Rahmawati, Novia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v4i1.1417

Abstract

Abstrak: Manajemen proyek dapat diartikan sebagai proses kegiatan yang merencanakan, mengatur, mengelola, dan mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu dan sumber daya tertentu. Indramayu merupakan salah satu lahan pertanian terbesar di Jawa Barat sehingga sebagian besar mata pencaharian warga Indramayu sebagai Petani. Petani padi desa pawidean dalam mengelola pertaniannya masih belum terorganisir dengan baik di mulai dengan persiapan media tanam padi, pemilihan bibit padi, persemaian, penanaman, perawatan padi, pencegahan hama, sampai dengan panen padi sehingga perlunya penyuluhan untuk mengatasi kurang terorganisirnya dengan  analisa kebutuhan alat, analisa kebutuhan bahan dan analisa kebutuhan tenaga kerja, Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang cara mengorganisir penanaman padi yang optimal melibatkan faktor kebutuhan alat, bahan serta kebutuhan tenaga kerja untuk setiap prosesnya mulai dari persiapan lahan sampai dengan panen. PKM yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pendampingan, penyuluhan atau sosialisasi dan pembuatan poster bagi petani. Kata Kunci: petani;sumber daya manusia; manejemen proyek. Abstract:  Project management can be interpreted as a process of activities that plan, organize, manage and control company organizational resources to achieve certain goals within certain time and resources. Indramayu is one of the largest agricultural lands in West Java so most of their livelihoods are as farmers. Pawidean village rice farmers in managing their agriculture are not well organized, starting with preparing rice planting media, selecting rice seeds, seeding, planting, caring for rice, preventing pests, up to rice harvesting, so there is a need for counseling to overcome the lack of organization by analyzing tool needs, analyzing needs. materials and analysis of labor needs, the aim of the Community Partnership Program (PKM) is to help increase knowledge and understanding of how to organize optimal rice planting involving the need for tools, materials and labor requirements for every process from land preparation to harvest. The PKM used in this activity is in the form of assistance, counseling or outreach and making posters for farmers Keywords: farmers; human resources; project management.
Pelatihan Seni Decoupage Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Kerajinan Lokal Maulidya , Rahmi; Astuti, Pudji; Saraswati, Docki; Gustina Amran, Tiena; Habyba, Anik Nur
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v4i1.1418

Abstract

­Abstrak: Tasikmalaya terkenal dengan kerajinan, khususnya anyaman yang sudah dipasok ke berbagai wilayah sebagai souvenir. Namun produk anyaman ini masih polos atau belum banyak dimodifikasi. Apabila produk ini dikembangkan dengan seni decoupage maka estetika produk akan lebih menarik dan dapat meningkatkan nilai jual atau nilai tambah secara ekonomi. Yayasan Amal Ikhlas Mandiri (YAIM) bergerak dalam bidang pendidikan yang juga memiliki unit usaha berlokasi di Pager Ageung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Kepedulian YAIM pada potensi daerah menjadikanya sebagai agen peningkatan peningkatan potensi masyarakat sekitar. Pelatihan seni decoupage dilakukan di YAIM dengan 30 peserta yang merupakan pengurus yayasan, guru sekolah dan juga orang tua wali siswa. Implementasi motif decopage diaplikasikan pada pouch anyaman. Pelatihan dilakukan secara luring dan menggunakan metode pendampingan praktik secara langsung. Semua bahan seperti tissue motif decoupage, pouch anyaman, lem, kuas dan busa disediakan oleh tim PkM. Peserta menyatakan jika materi mudah dipahami yaitu dengan memotong pola sesuai ukuran, menempel dengan lem dengan telaten maka pouch anyaman menjadi lebih cantik. Kata Kunci: Decoupage, kerajinan lokal, Tasikmalaya Abstract:  Tasikmalaya is famous for its crafts, especially wickerwork, which has been supplied to various regions as souvenirs. However, this woven product is still plain or has yet to be modified much. If this product is developed using decoupage art, the aesthetics of the product will be more attractive and can increase sales or add economic value. The Ikhlas Mandiri Charity Foundation (YAIM) operates in the education sector and has a business unit in Pager Ageung, Tasikmalaya Regency, West Java. YAIM's concern for regional potential makes it an agent for increasing the potential of the surrounding community. Decoupage art training was carried out at YAIM with 30 participants who were foundation administrators, school teachers, parents, and guardians of students. The implementation of the decoupage motif is applied to the woven pouch. Training is carried out offline and uses direct practical assistance methods. The PkM team provides all materials, including decoupage motif tissue, woven pouches, glue, brushes, and foam. Participants stated that the woven pouch would be more beautiful if the material were easy to understand, namely by cutting the pattern according to size and attaching it with glue painstakingly. Keywords: Decoupage, local woven, Tasikmalaya

Page 1 of 1 | Total Record : 7