cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny L Umur 23 Tahun GIP0A0 di Desa Candirejo Malisa; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (CoC) is a service that is achieved when there is an ongoing relationship between a woman and a midwife. Continuing care relates to the quality of service over time which requires a continuous relationship between patients and health professionals. Midwifery services must be provided from preconception, early pregnancy, during all trimesters, labor and delivery until the first six weeks postpartum which can reduce maternal and infant mortality rates for the health status of a nation. The aim of providing comprehensive midwifery care to Mrs L (Continuity of Care) includes pregnancy, delivery, postpartum, newborns and neonates up to family planning. In this research method, the author used a data collection method, namely using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research began in November-March 2024, the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on Mrs L from pregnancy who was given midwifery care teaching prenatal yoga movements to reduce back pain, According to the theory of Yuliania et al., (2021) prenatal yoga movements consist of: Practicing by focusing attention (centering), Breathing (pranayama), Warming up movements, Core movements: (Stabilization consisting of movements, such as mountain pose (tadasana), tree pose (vrksasana), cow pose – cat pose (bitilasana marjarisana), stretching consisting of movements, such as neck muscle stretching, lateral standing, triangle pose, revolved head to knee pose, knee stretch, muscle stretch feet), during the birth period, midwifery care was also given Massage effeluge to reduce pain during labor because Mrs. babies like giving massage to healthy babies. Baby massage is a massage that is carried out closer to gentle strokes or tactile stimulation carried out on the surface of the skin, manipulation of body tissues or organs aimed at producing an effect on the muscle nerves and respiratory system as well as improving blood circulation (Roesli, 2018). Ny . L decided to use implant contraception. Abstrak Continuity of care (CoC) adalah pelayanan yang Masa kehamilan, persalinan , nifas , neonatus meupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu , bayi bahkan menyebabkan kematian , salah satu Upaya yang dilakukan  yaitu dengan menerapkan asuhan komprehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi dini resiko  resiko tinggi maternal dan neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil , bersalin , nifas dan neonatus di puskesmas suruh, metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan data Primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan Fisik, serta dokumentasi menggunakan SOAP dengan pola piker manajemen Varney. sedangkan data Sekunder adalah data yang diperoleh dari buku KIA. Sample adalah seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 20 minggu 1 hari G1P0A0. Hasil asuhan yang didapat Ny.L umur 23 G1P0A0 usia kehamilan 20 minggu 1 hari dengan fisiologis, persalinan berlangsung secara normal, masa nifas berlangsung secara normal , tidak ada pendarahan , kontraksi baik, lochea rubra. Luka perineum grade 2 , ibu mendapatkan vitamin A dan mefenamic acid, dan pada bayi aru lahir selama Asuhan yang diberikan pada bayi Ny.L yang sesuai dengan kebutuhan bayi seperti pemberian pijat pada bayi sehat. Ny.L memutuskan menggunakan KB implan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) Ny. L Umur 30 Tahun dengan Normal di Puskesmas Pabelan Ratutriya; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous care (COC) is a model of midwifery care as an effort to detect complications early. A woman who receives continuous midwifery care, who is provided care by a midwife, is more likely to be emotionally close to a midwife they know during pregnancy, labor and birth, and is more likely to have a spontaneous vaginal birth and is less likely to experience an episiotomy, or also a vaginal birth. tool help. Midwifery services must be provided starting from preconception, early pregnancy, during pregnancy, delivery and up to the first six weeks postpartum which can reduce maternal and infant mortality rates for the health status of a nation. The aim of providing midwifery care to Mrs. Comprehensive L (Continuity of Care) covers the pregnancy period, delivery period, postpartum and newborn babies, neonates to family planning. In this research method, the author used data collection methods, namely using interviews, observations using primary and secondary data through KIA books, physical examinations and this research started from November-January 2024 and the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) obtained from Mrs. L 30 years old G2P1A0 38 weeks gestation no problems found. Mrs. L's delivery took place at the Pabelan Community Health Center. The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal, SHK was negative and Mrs. L decided to use birth control implants.   Abstrak Asuhan berkelanjutan (COC) merupakan salah satu model asuhan kebidanan sebagai upaya untuk melakukan pendeteks dini komplikasi. Seorang wanita yang menerima asuhan kebidanan berkelanjutan ini, yang diberikan asuhan oleh bidan lebih cenderung memiliki kedekatan secara emosional dengan bidan yang mereka kenal selama kehamilan, persalinan dan kelahiran, dan lebih memungkingkan memiliki kelahiran secara vagina spontan dan kecil kemungkinannya mengalami episiotomi, ataupun juga kelahiran dengan bantuan alat. Layanan kebidanan harus disediakan mulai dari prakonsepsi, awal kehamilan, selama kehamilan, persalinan dan sampai enam minggu pertama postpartum yang dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi untuk derajat kesehatan suatu bangsa. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. L secara komprehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas dan bayi baru lahir, neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan menggunakan data primer dan sekunder melalui buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak November-Januari 2024 dan instrumen penelitian ini menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif (Continuity of Care) didapatkan pada Ny. L usia 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu tidak ditemukan masalah. Persalinan Ny.L dilakukan di Puskesmas Pabelan. Masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan Ny. L memutuskan menggunakan KB implant.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) dengan Normal Cahya, Putri; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous care (COC) is a model of midwifery care as an effort to detect complications early. A woman who receives continuous midwifery care, who is provided care by a midwife, is more likely to be emotionally close to a midwife they know during pregnancy, labor and birth, and is more likely to have a spontaneous vaginal birth and is less likely to experience an episiotomy, or also a vaginal birth. tool help. Midwifery services must be provided starting from preconception, early pregnancy, during pregnancy, delivery and up to the first six weeks postpartum which can reduce maternal and infant mortality rates for the health status of a nation. The aim of providing midwifery care to Mrs. L Comprehensive (Continuity of Care) covers the pregnancy period, delivery period, postpartum and newborn babies, neonates to family planning. In this research method, the author used data collection methods, namely using interviews, observations using primary and secondary data through KIA books, physical examinations and this research started from May-June 2024 and the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) obtained from Mrs. L 39 years old G3P2A0 39 weeks 5 day gestation no problems found. Mrs. L delivery took place at the PMB Amanda Sukmawati.The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal, SHK was negative and Mrs. L decided to use birth control implants.   Abstrak Asuhan berkelanjutan (COC) merupakan salah satu model asuhan kebidanan sebagai upaya untuk melakukan pendeteks dini komplikasi. Seorang wanita yang menerima asuhan kebidanan berkelanjutan ini, yang diberikan asuhan oleh bidan lebih cenderung memiliki kedekatan secara emosional dengan bidan yang mereka kenal selama kehamilan, persalinan dan kelahiran, dan lebih memungkingkan memiliki kelahiran secara vagina spontan dan kecil kemungkinannya mengalami episiotomi, ataupun juga kelahiran dengan bantuan alat. Layanan kebidanan harus disediakan mulai dari prakonsepsi, awal kehamilan, selama kehamilan, persalinan dan sampai enam minggu pertama postpartum yang dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi untuk derajat kesehatan suatu bangsa. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. L secara komprehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas dan bayi baru lahir, neonatus sampai KB. Metode dalam asuhan ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan menggunakan data primer dan sekunder melalui buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak Mei-Juni 2024 dan instrumen penelitian ini menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif (Continuity of Care) didapatkan pada Ny. L usia 39 tahun G3P2A0 usia kehamilan 39 minggu 5 tidak ditemukan masalah. Persalinan Ny.L dilakukan di PMB Amanda Sukmawati. Masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan Ny. L memutuskan menggunakan KB implant.
Edukasi Peningkatan Nafsu Makan pada Balita dengan Pijat Tui Na Qonitatun, Anisa; Alfina Ifada; Dewi Larasari; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The nutritional status of toddlers is also influenced by parents' feeding patterns. Parents who provide less diverse types of food will cause children's appetite to decrease. In community service activities there are health problems related to toddlers. From the toddler posyandu in Branjang village, data was obtained that there were 30 toddlers attending the posyandu, of the 30 toddlers there were 13 toddlers whose body weight was below the midline. Based on this data, health problems were found, namely children had difficulty eating. Efforts to overcome feeding difficulties in toddlers can be done using non-pharmacological methods, namely through tui na massage. Tui Na massage is one of the advances in acupressure technology that helps overcome appetite problems. The advantage of this massage, apart from overcoming feeding difficulties in toddlers, is that it can also strengthen the bond between children and parents. Carrying out community service activities by providing counseling about complementary Tui Na Massage therapy to mothers of toddlers. This activity involves health workers from Branjang Village Midwives and the community, especially mothers with toddlers. This counseling method is carried out by delivering theory and videos of tui na massage practice followed by giving a pre-test and post-test. by providing material in language that is easy for mothers to understand. The aim of this activity is that it is hoped that mothers can overcome the symptoms of lack of appetite in toddlers by applying Tui Na massage..   Abstrak Status gizi balita juga dipengaruhi oleh pola asuh pemberian makan orang tua. Orang tua yang memberikan jenis makanan yang kurang beragam akan menyebabkan nafsu makan anak menurun. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat terdapat permasalahan kesehatan terkait balita. Dari posyandu balita desa Branjang didapatkan data terdapat 30 balita yang mengikuti posyandu, dari 30 balita ada terdapat 13 balita yang mengalami berat badan dibawah garis tengah. Berdasarkan data tersebut didapatkan masalah kesehatan yaitu anak sulit makan. Upaya mengatasi kesulitan makan pada balita dapat dilakukan dengan cara non farmakologi yaitu melalui pijat tui na. Pijat Tui Na merupakan salah satu kemajuan teknologi akupressure yang membantu mengatasi masalah nafsu makan. Kelebihan pijat ini, selain untuk mengatasi kesulitan makan pada anak balita, juga dapat mempererat ikatan antara anak dan orang tua. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan penyuluhan tentang terapi komplementer Pijat Tui na pada ibu balita. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan Bidan Desa Branjang dan masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita. metode penyuluhan ini dilakukan dengan penyampaian teori dan video praktik pijat tui na diikuti dengan memberikan pre test dan post test. dengam pemberian materi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh ibu. tujuan kegiatan ini diharapkan ibu dapat mengatasi gejala kurangnya nafsu makan pada balita dengan pengaplikasian dengan pijat Tui Na.
Sosialisasi dan Simulasi Pijat Bayi untuk Mencegah Stunting Dian Cahya Putri; Adeya Ilma Permana; Alifia Jumeisya Setiawan; Feni Dwiyanti; Mardianita Aulia; Sutirah; Renny Anjelina; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At the end of the practice period, students are able to carry out community midwifery services and evaluate community midwifery services. In Gedanganak Village, 3 children who are stunted and lack of knowledge of mothers under five about stunting prevention, one of which is with baby massage which can be an effort to increase the baby's weight optimally so as to increase the baby's weight and increase the growth and development of children in the future. This community service uses a descriptive design, this community service is carried out directly by providing counseling on stunting prevention efforts for toddlers and baby massage demonstrations. The participants were 15 mothers of toddlers. The activity began with a pre-test followed by the provision of material with lectures, discussions, and demonstrations. The results of the Pre Test were obtained by mothers before socialization and simulation of infant massage to prevent stunting with good knowledge 0 people (0%), sufficient knowledge as many as 5 people (33.3%), and less knowledge as many as 10 people (66.7%). The results of the Post Test after socialization and simulation of payi massage to prevent stunting became an increase in knowledge as many as 15 people (100%) were well knowledged. The conclusion from the results of this activity is that there is an increase in knowledge before and after the intervention is carried out.   Abstrak Pada akhir masa praktik mahasiswa mampu melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas dan mengevaluasi pelayanan kebidanan komunitas. Di Kelurahan Gedanganak didapatkan 3 orang anak yang mengalami stunting serta kurangnya pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting salah satunya dengan pijat bayi yang dapat menjadi upaya menaikkan berat badan bayi secara optimal sehingga menambah bobot bayi dan meningkatkan tumbuh kembang anak  di  kemudian  hari.  Pengabdian masyarakat ini menggunakan desain deskriptif, pengabdian masyarakat ini yang dilakukan secara langsung dengan memberikan penyuluhan upaya pencegahan stunting pada balita dan demonstrasi pijat bayi. Peserta sebanyak 15 ibu balita. Kegiatan diawali dengan pre test dilanjutkan dengan pemberian materi dengan ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil Pre Test didapatkan pengetahuan ibu sebelum dilakukan sosialisasi dan simulasi pijat bayi untuk mencegah stunting berpengetahuan baik 0 orang (0%), berpengetahuan cukup sebanyak 5 orang (33,3%), dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 10 orang (66,7%). Hasil Post Test setelah dilakukan sosialisasi dan simulasi pijat payi untuk mencegah stunting menjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 15 orang (100%) berpengetahuan baik. Simpulan dari hasil kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan intervensi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) dengan Normal Istiqomah; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality and morbidity are still serious health problems in developing countries and are used as indicators of the success of a country's health service system. Efforts that can be made to reduce maternal mortality and infant mortality can be done by ensuring that every mother and baby receives quality comprehensive midwifery care, such as maternal health services with integrated ANC, delivery assistance by trained health workers in health service facilities. , post-natal care for mothers and babies, special care and referrals if complications occur, and family planning services including post-natal family planning (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2019). Labor pain can be controlled with 2 methods, namely pharmacological and non-pharmacological. The effleurage massage technique is one way to reduce pain in birthing mothers non-pharmacologically. Effleurage Massage produces impulses which are sent via large nerve fibers on the surface of the skin, these large nerve fibers will close the pain message gate so that the brain does not receive pain messages because they have been blocked by skin stimulation and with this massage technique it can activate endhorpine compounds located in the skin. spinal nerve cells and the brain synapse, so that the transmission of pain messages can be inhibited, as a result the perception of pain will change. Apart from relieving pain, this technique can also reduce muscle tension and increase blood circulation in painful areas (Yuliatun, 2008). The method in this research is a case study. Where to get direct patient information based on Continuity of Care for pregnant women, childbirth, newborns, postpartum and family planning. Through a variety and SOAP approach. Based on the results of studies that have been carried out from pregnancy to the family planning phase. The results showed that midwifery care for Mrs. L during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning was in accordance with theory and it was found that there were no gaps with theory. Comprehensive care has been provided for Mrs. L Age 31 years from pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning, the results showed that the management was in accordance with theory and facts.   Abstrak Kematian dan kesakitan ibu masih merupakan masalah kesehatan yang serius di negara berkembang dan dijadikan sebagai salah satu indikator keberhasilan sistem pelayanan kesehatan suatu negara. Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani penurunan Angka Kematian Ibu dan angka kematian bayi dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu dan bayi mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil dengan ANC terpadu, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan Keluarga Berencana termasuk KB pasca persalinan (Kemenkes RI, 2019). Nyeri persalinan dapat dikendalikan dengan 2 metode yaitu farmakologis dan non farmakologis. Teknik Massage effleurage merupakan salah satu cara untuk mengurangi rasa nyeri pada ibu bersalin secara non farmakologis. Massage Effleurage menghasilkan impuls yang di kirim lewat serabut saraf besar yang berada dipermukaan kulit, serabut saraf besar ini akan menutup gerbang pesan nyeri sehingga otak tidak menerima pesan nyeri karena sudah di blokir oleh stimulasi kulit dan dengan teknik massage ini dapat mengaktifkan senyawa endhorpin yang berada di sinaps sel-sel saraf tulang belakang dan otak, sehingga tranmisi dari pesan nyeri dapat dihambat, akibatnya persepsi nyeri akan berubah. Selain meredakan nyeri, teknik ini juga dapat mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah diarea yang terasa nyeri (Yuliatun, 2008). Metode dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Dimana mendapatkan informasi pasien secara langsung dengan berbasis Continuity of Care pada ibu hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB. Melalui pendekatan secara varney dan SOAP. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan mulai dari kehamilan sampai fase KB. Didapatkan hasil bahwa asuhan keidanan pada Ny.L  selama hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan KB sesuai dengan teori dan didapatkan tidak ada kesenjangan dengan teori. Telah dilakukan asuhan secara komprehensif pada Ny. L Umur 31 Tahun dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan KB didapatkan hasil bahwa penatalaksanaan sesuai secara teori dan fakta.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. N Umur 37 Tahun G3P2A0 Tri Hidayani; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), there are 500,000 maternal deaths (AKI) per year and 10,000,000 infant mortality (AKB), mainly among neonates in the world (Who, 2019). The number of maternal mortality in Semarang City from 2015 to 2020 has decreased from 128 / 100,000 KH to 71.35 / 100.000 KH. However, by 2021 AKI was 95.30 / 100.000 live births with a total of 21 cases, of which 16 cases died from Covid. By 2022, the number of mothers who died fell to 15 cases with AKI 67.25 per 100.000 KH (Profil Kesehatan, 2022).  In Indonesia, the government has undertaken a reduction effort on AKI and AKB, one of them by running an integrated prenatal care program to sustainable care. (COC).   One measure of the well-being of a nation is the health of mother and child. (KIA).  Objective of the Case Study to perform the application of maternity orphanage Countinuity Of Care to the 37-year-old G3P2A0 pregnancy age 21 weeks in Bidan Siti Fatchiyah Karangjati District of Semarang.  The method in this research the author uses data collection method using interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination as well as this research began from December-May 2024 research instruments using the observation format, interview sheets and documentation studies in the form of maternity foster care format according to the guidelines.  Based on the results of continuity of care in women during pregnancy, childbirth, infancy, newborns and family planning, obtained Mrs. 37 years old G3P2A0 pregnant 21 weeks not found any significant problems during the pregnancies, the delivery was carried out at the hospital Dr. Gondo Suwarno.  Breathing is normal, no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, dry perinium wounds.  The baby was born spontaneously, no abnormalities, the results of anthropometric examination were within normal limits, the SHK examination was already done. Ms. N decided to use the implants. Abstrak World Health Organization (WHO), ada 500.000 Angka Kematian Ibu (AKI) setiap tahun dan 10.000.000 Angka Kematian Bayi (AKB), terutama pada neonatus di dunia (WHO, 2019). Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Semarang sejak tahun 2015 hingga 2020 mengalami penurunan dari 128 / 100.000 KH menjadi 71,35 / 100.000 KH. Namun pada tahun 2021 AKI menjadi 95,30 / 100.000 kelahiran hidup dengan jumlah 21 kasus, dimana 16 kasus meninggal karena Covid. Pada tahun 2022 jumlah ibu yang meninggal turun menjadi 15 kasus dengan AKI 67,25 per 100.000 KH (Profil Kesehatan, 2022). Di negara Indonesia, pemerintah melakukan upaya penurunan pada AKI dan AKB, salah satunya dengan menjalankan program pelayanan antenatal terpadu hingga perawatan berkelanjutan Contiunity of Care (COC).  Salah satu tolak ukur kesejahteraan suatu negara adalah kesehatan ibu dan anak (KIA). Tujuan dari Studi kasus untuk melakukan penerapan asuhan kebidanan Countinuity Of Care pada Ny. N Usia 37 Tahun G3P2A0 usia kehamilan 21 minggu di Bidan Siti Fatchiyah Karangjati Kabupaten Semarang. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan Desember-Mei 2024 instrumen penelitian menggunakan format observasi, lembar wawancara dan studi dokumentasi dalam bentuk format asuhan kebidanan sesuai pedoman. Berdasarkan hasil Asuhan Berkelanjutan (Continuity Of Care) pada Ny. N dari masa Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir dan Keluarga Berencana, didapatkan Ny. N usia 37 Tahun G3P2A0 hamil 21 minggu tidak ditemukan masalah yang signifikan selama masa kehamilan, persalinan dilakukan di RSUD dr Gondo Suwarno. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka perinium kering. Bayi lahir spontan, tidak ada kelainan, hasil pemeriksaan antropometri   dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK.   Ny. N memutuskan untuk menggunakan KB implant.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. S Umur 42 Tahun dengan Persalinan Normal di TPMB Sri Harti Banyubiru Rorin, Ucia; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The MMR in Semarang Regency in 2021 experienced a significant increase compared to 2020, if in 2020 it was 75.8 per 100,000 KH (7 cases), then in 2021 it will increase to 95.32 per 100,000 KH (10 cases). The greatest number of maternal deaths occurred in mothers aged > 35 years (5 cases), mothers aged 20-35 years (1 case) and mothers aged < 20 years (1 case). The highest mortality occurred during the delivery period (4 cases) and the postpartum period (3 cases). To provide midwifery care to Mrs. S comprehensive care for pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning according to Varney's 7 steps of management and documentation using the SOAP method. In this treatment, the author uses data collection methods, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. This research started from 06 April - 10 June 2024. In pregnancy care, there was no deliberate gap between theory and practice, so Mrs. S was able to have a normal vaginal delivery. Care for female newborns, no defects or danger signs were found. Then during postpartum monitoring the newborn baby walked normally. There are no gaps in postpartum care. As well as Mrs. S has been using 3 month injectable birth control. From the management, comprehensive care has been provided for Mrs. S from pregnancy, childbirth, postpartum and family planning. It is hoped that comprehensive care needs to be carried out so that the health of the mother and baby is monitored.   Abstrak AKI di Kabupaten Semarang 2021 mengalami peningkatan yang signifikan bila dibandingkan tahun 2020, bila di tahun 2020 yaitu sebanyak 75,8 per 100.000 KH (7 kasus) maka pada tahun 2021 naik menajdi 95,32 per100.000 KH (10 kasus). Kematian ibu terbesar terjadi pada ibu pada usia > 35 tahun (5 kasus), usia ibu 20-35 tahun (1 kasus) dan usia ibu < 20 tahun (1 kasus). Kematian tertinggi terjadi pada masa bersalin (4 kasus) dan masa nifas (3 kasus). Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif dari asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana sesuai Menejemen       Varney 7 langkah dan pendokumentasian dengan metode SOAP. Dalam asuhan ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 06 April – 10 Juni 2024. Pada asuhan kehamilan tidak ditemukan kesengajaan antara teori dan praktik, sehingga Ny. S dapat menjalankan persalinan secara normal pervaginam. Asuhan pada bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan, tidak ditemukan adanya cacat serta tanda bahaya. Kemudian pada pemantauan nifas serta bayi baru lahir berjalan dengan normal. Asuhan masa nifas tidak terdapat kesenjangan. Serta Ny. S telah menggunakan KB Suntik 3 Bulan. Dari penatalaksanaan telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny.S dari kehamilan, persalinan, dan nifas dan Kb. Diharapkan asuhan komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi tetap terpantau.
Studi Literatur: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Balita Sudarman, Eni Tri; Suryaningsih, Lilin; Sri Murtiningsih; Astriani, Suci; Damayanty, Thisna; Sari, Umi Suci Purnama; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Growth is an increase in the size and number of cells and intercellular tissue, meaning an increase in the physical size and structure of the body in part or in whole, so that it can be measured in units of length and weight. Growth is related to changes in the number, size and function of cells, organs and individuals. And development is the increase in abilities (skills) in more complex body structures and functions in a regular and predictable pattern as a result of the maturation process. Development concerns the process of differentiation of body cells, body tissues, organs and organ systems which develop in such a way that each can fulfill its function, including emotional, intellectual and behavioral development as a result of interaction with its environment. The data collection method in this research is by searching for research articles through electronic searches, including Google Scholar using the criteria for research articles that will be used, namely in accordance with the research objectives and research articles. Based on data analysis and research that has been carried out regarding the study of factors that influence growth and development in toddlers, in general it can be concluded that these are parenting factors, education and knowledge of parents, socio-economic status of parents, stimulation and support factors, nutritional intake (energy, protein and fat), exclusive breastfeeding, history of LBW, child's habits and mood.   Abstrak Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapt diukur dengan satuan panjang dan berat. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan dalam jumlah, ukuran dan fungsi tingkat sel, organ, maupun individu. Dan Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsi di dalamnya termasuk pula perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan mencari artikel penelitian melalui pencarian secara elektronik antara lain Google Scholar dengan menggunakan kriteria artikel penelitian yang akan digunakan yaitu sesuai dengan tujuan penelitian dan artikel penelitian. Berdasarkan analisa data dan penelitian yang telah dilakukan mengenai studi tentang faktor–faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada balita, maka secara garis besar dapat disimpulkan adalah faktor pola asuh, pendidikan dan pengetahuan orang tua, status sosial ekonomi orang tua, faktor stimulasi dan dukungan, asupan gizi  (energi, protein, dan lemak), ASI eksklusif, riwayat BBLR, kebiasaan dan mood anak
Pijat Tui Na sebagai Upaya Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita di Pustu Munding Nova Harianti; Ruliana Isna Rosida; Yulia Nur Khayati; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child growth and development is a very important issue and needs serious attention. Growth can be seen from body weight and head circumference, while development can be seen from motor skills, social, emotional, language skills and cognitive abilities. Children's growth and development is influenced by several factors, one of which is influenced by nutritional status. Efforts to overcome feeding difficulties in toddlers can be done using non-pharmacological methods through tui na massage. Tui na massage is one way to overcome feeding difficultiestoddlers, carried out for 6 consecutive days before eating for 30 minutes with 8 series of massages that can overcome eating difficulties. The aim of this community service is to apply tui na massage as a complementary therapy to overcome feeding difficulties in toddlers. Method: Implementation of activities in the form of tui na massage training for mothers of toddlers using lecture, discussion and practice methods. The conclusion  obtained after this  community service  were the pre – test result of respondents in the good knowledge category (50%)  in the  poor  category  (30%) and the post  - test  result 0f 100 %  of respondents in the good knowledge category. Apart from that, the skills of the posyandu respondents are also in the good category, shown by the evaluation result with a score of (98%).   Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan masalah yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian yang serius. Pertumbuhan dapat dilihat dari berat badan dan lingkar kepala, sedangkan perkembangan dapat dilihat dari kemampuan motorik, sosial, emosional, kemampuan berbahasa, serta kemampuan kognitif. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya dipengaruhi oleh status gizi. Upaya untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dapat dilakukan dengan cara non farmakologi melalui pijat tui na. Pijat tui na merupakan salah satu cara untuk mengatasi kesulitan makan pada balita, dilakukan selama 6 hari secara berturut turut sebelum makan selama 30 menit dengan 8 rangkaian pijat yang dapat mengatasi kesulitan makan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk menerapkan pijat tui na sebagai terapi komplementer untuk mangatasi kesulitan makan pada balita.Metode: Pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan pijat tui na pada ibu balita dengan metode ceramah, diskusi dan praktik. Kesimpulan yang didapatkan setelah pengabdian masyrakat ini adalah hasil pre – test responden dalam kategori pengetahuan baik (50%) kategori pengetahuan baik. Selain itu, keterampilan para responden  posyandu juga dalam kategori baik ditunjukkan dengan hasil evaluasi nilai (98%).