cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 881 Documents
Asuhan Kebidanan Komprehensif :Penerapan Massage Effleurage dalam Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Ny. S Umur 39 Tahun UK 37 Minggu di RSU Carsa Tarakan Kurniawati; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a normal physiological process. Normal pregnancy changes the physiological system. Lower back pain is common during pregnancy. One non-pharmacological pain management that can be done is with effleurage massage. The design of this scientific paper uses a case study design. The subjects used were third-trimester pregnant women who experienced back pain. The patient's response to the effleurage massage was very good. Mrs. S said that not only did her pain decrease, Mrs. S felt sleepy during the massage because the effleurage massage provided a comfortable effect. The conclusion of the application shows that after the application of effleurage massage, there was a decrease in the scale of back pain in pregnant women. Pregnant women and their families should be able to apply effleurage massage independently to help reduce back pain and provide comfort to pregnant women.   Abstrak Kehamilan adalah proses fisiologis normal. Kehamilan normal mengubah system fisiologis. Nyeri punggung bawah lazim terjadi pada kehamilan. Penanganan nyeri secara nonfarmakologi yang dapat dilakukan salah satunya yaitu dengan massage effleurage. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Subyek yang digunakan yaitu ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung. Respon pasien terhadap masase effleurage yang dilakukan sangatlah baik, Ny. S mengatakan tidak hanya nyerinya saja yang berkurang, Ny. S mengantuk  saat dilakukan masase dikarenakan masase effleurage ini memberikan efek nyaman. Kesimpulan penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan massage effleurage terjadi penurunan skala nyeri punggung pada ibu hamil. Bagi ibu hamil dan keluarga hendaknya dapat melakukan penerapan massage effleurage secara mandiri untuk membantu menurunkan nyeri punggung dan memberikan rasa nyaman pada ibu hamil.
Asuhan Kebidanan Komprehensif (COC) pada Ny. SFK P1A0 Hari Ke-3 dengan Produksi ASI Sedikit di Puskesmas Sekaran Kota Semarang Tutuk Wijayantiningrum; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk is the most perfect food for babies in early life. Exclusive breast milk is the most important food for babies, where babies only receive breast milk for the first 6 months since birth. However, the success of exclusive breast milk is influenced by several factors, including maternal, infant, and environmental factors. One of the causes of insufficient breast milk production is the lack of stimulation of the hormones prolactin and oxytocin, both of which play an important role in increasing breast milk production. Another factor is the psychological condition of the breast milk mother, where strong psychological motivation from the mother to breastfeed needs support from the family. Management for breast milk mothers with decreased breast milk production includes providing education to the mother and family (husband) to perform oxytocin massage. The mother also needs family support, especially from her husband and parents living in the same house, so that the mother has strong motivation to breastfeed and believes that her breast milk production is abundant. This case study describes the application of Continuity of Care (CoC) in postpartum mothers with insufficient breast milk production and how to increase breast milk production during breast milk with oxytocin massage and foster motivation for the mother and family support to increase breast milk production so that exclusive breast milk can be given to the baby for up to 6 months. The results of this study are interpreted by the development of outcomes after the intervention, namely increased breast milk production, maternal motivation to breastfeed, and cessation of formula feeding. The results of this study can be concluded that oxytocin massage has a positive effect on increasing breast milk production, thereby increasing confidence and motivation for mothers to only give breast milk to their babies until 6 months of age.   Abstrak ASI merupakan makanan paling sempurna bagi bayi pada awal kehidupan, ASI Eksklusif merupakan makanan terpenting bagi bayi dimana bayi hanya mendapatkan ASI saja selama 6 bulan pertama sejak kelahirannya, namun demikian keberhasilan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor ibu, bayi dan lingkungan. Salah satu penyebab kurangnya produksi ASI adalah karena kurangnya rangsangan hormone prolaktin dan oksitosin dimana kedua hormone ini berperan penting dalam peningkatan produksi ASI, faktor lainnya adalah kondisi psikologis ibu menyusui dimana kondisi psikologis motivasi yang kuat dari ibu untuk menyusui perlu mendapatkan dukungan dari keluarga. Penatalaksanaan pada ibu menyusui dengan penurunan produksi ASI salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga (suami) untuk melakukan pijat oksitosin, ibu juga perlu mendapatkan dukungan keluarga terutama suami dan orang tua yang tinggal satu rumah agar ibu memiliki motivasi kuat untuk menyusui dan yakin bahwa produksi ASInya banyak. Studi kasus ini menggambarkan penerapan Continuity of Care (CoC) pada ibu nifas dengan produksi ASI yang kurang dan bagaimana cara meningkatkan produksi ASI selama menyusui dngan pijat oksitocin dan menumbuhkan motivasi bagi ibu serta dukungan keluarga untuk meningkatkan produksi ASI agar ASI Ekslusif dapat diberikan sampai 6 bulan kepada bayi. Hasil penelitian ini diinterpretasikan dengan perkembangan hasil setelah dilakukan nya intervensi yaitu meningkatnya produksi ASI, motivasi ibu untuk menyusui dan menghentikan pemberian susu formula. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin berpangaruhi positif terhadap peningkatan produksi ASI sehingga meningkatkan keyakinan dan motivasi bagi ibu untuk hanya memberikan ASI saja kepada bayinya sampai usia 6 bulan.
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Pijat Common Cold untuk Meredakan Batuk Pilek pada Anak Balita Eni Tri Sudarman; Ari Widyaningsih; Umi Suci Purnama Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coughs and colds are common in toddlers, as their immune systems are not yet fully developed, making them highly susceptible to viruses. Parents perception that coughs and colds are a normal occurrence in toddlers leads to less prompt and appropriate treatment. Common cold massage therapy can be performed independently by mothers. Many mothers do not know how to massage a baby with a common cold. This community service activity was conducted at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Selumit Village, Pantai, Central Tarakan, to increase mothers' knowledge and skills about coughs and colds, which can be treated not only pharmacologically but also non-pharmacologically, namely through common cold therapy. Participants in this activity were 11 mothers with babies/toddlers at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Selumit Village, Pantai, Central Tarakan, totaling 11 people. The methods used were lectures, discussions, and demonstrations. The evaluation results showed an increase in mothers knowledge about common cold massage. It is hoped that mothers can practice baby massage when their babies/toddlers experience a common cold. Therefore, it is recommended that mothers with toddlers who are experiencing coughs and colds can provide cough and cold therapy to their children.   Abstrak Masalah batuk pilek pada balita sering dijumpai, dikarenakan sistem imun balita yang masih belum terbentuk sempurna, sehingga sangat rentan terjangkit virus. Persepsi orangtua tentang batuk pilek adalah hal yang wajar terjadi pada balit menyebabkan penanganan kurang cepat dan tepat terhadap batuk pilek. Pijat common cold terapi pijat dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu. Banyak ibu yang tidak mengetahui cara pijat bayi commond cold. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Posyandu Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang batuk pilek yang bisa di obati tidak hanya dengan cara farmakologi tetapi juga non farmakologi yaitu dengan cara terapi common cold. Peserta kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai bayi/balita di Posyandu Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah sejumlah 11 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan para ibu tentang pijat common cold Diharapkan ibu dapat mempraktikkan pijat bayi saat bayi/balitanya mengalami common cold. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (Coc) pada Ny. I Usia 29 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang Hanik Ekowati; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain major public health problems in Indonesia. Based on data from the Semarang Regency Health Office in 2023, the maternal mortality rate reached  58.20 per 100,000 live births, with the main causes being hemorrhage and preeclampsia. One of the efforts to reduce MMR and IMR is through the implementation of continuous midwifery care, known as Continuity of Care (CoC). This case study aims to describe the implementation of continuous midwifery care for Mrs. I, a 29-year-old woman with an obstetric history of G2P1A0, conducted in the working area of Ungaran Health Center, Semarang Regency. Comprehensive midwifery care was provided from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum period, to family planning services. The methods used in this case study included interviews, physical examinations, observations, and documentation review. The results showed that the pregnancy progressed physiologically, labor occurred normally through spontaneous vaginal delivery, the newborn was born with a birth weight of 3,900 grams and a body length of 48 cm, the postpartum period proceeded without complications, and the infant remained in good health. At the end of the postpartum period, the mother chose implant contraception as a family planning method. The implementation of continuous midwifery care through the Continuity of Care approach plays an important role in maintaining maternal and infant health and contributes to the prevention of complications as well as efforts to reduce maternal and infant mortality rates   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan utama kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang tahun 2023, tercatat jumlah kematian ibu sebesar 58,20 per 100.000 kelahiran hidup (KH) yang disebabkan terutama oleh perdarahan dan preeklamsia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB adalah melalui pelayanan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of Care (CoC). Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. I, usia 29 tahun, G2P1A0, yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ungaran, Kabupaten Semarang. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan berlangsung fisiologis, persalinan berlangsung normal secara spontan, bayi lahir dengan berat badan 3.900 gram dan panjang badan 48 cm, kondisi nifas berjalan normal tanpa komplikasi, serta bayi dalam kondisi sehat. Pada akhir masa nifas, ibu memilih menggunakan metode kontrasepsi KB implan. Pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan melalui pendekatan Continuity of Care terbukti penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi secara menyeluruh serta berkontribusi dalam upaya pencegahan komplikasi dan penurunan AKI dan AKB.
Asuhan Kebidanan Komprehensif : Penatalaksanan Emesis Gravidarum dengan Akupresur Titik P6 dan St 36 pada Ny. U Umur 21 Tahun di Puskesmas Krapyak Kidul Sholikha; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum is a condition of nausea that is sometimes accompanied by vomiting, although the frequency of vomiting does not exceed 5 times a day (Lestari, 2019). Nausea and vomiting (emesis gravidarum) are symptoms that often occur in 60-80% of primigravidas and 40-60% of multigravidas. Nausea usually occurs in the morning but can also appear at any time during the night. The feeling of nausea typically begins in the first weeks of pregnancy and ends in the fourth month. However, around 12% of pregnant women still experience it until 9 months (Farida, 2020). The purpose of this study is to provide midwifery care for Mrs. U, a 23-week pregnant woman with emesis gravidarum. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies, and literature studies. This research was conducted from May 2025 to October 2025. From the results of providing pregnancy care at 23 weeks of gestation, the mother experienced emesis gravidarum. Education was given to the mother regarding diet management for pregnant women with nausea and vomiting, which involves eating small amounts frequently and increasing water intake to keep the mother hydrated, in accordance with (Zuraidah et al., 2022). During the second visit at 28 weeks of gestation, the mother still complained of morning nausea or when exposed to strong odors, so she was taught acupressure massage techniques on points P6 and St36, in line with Sukanta (2008). At the third visit, at 32 weeks of gestation, the mother reported yellow fluid leaking from her breasts and mentioned that her baby was active. The care provided, according to Marmi (2015), explained normal physical changes in the breasts of a pregnant woman in the third trimester (starting from 28 weeks onward), including the secretion of colostrum which is liquid, clear, and thick, with a cream or yellowish-white color. During the telemedicine session on August 23, the mother complained of ear pain and stated that there were no signs of labor yet. The care provided included advising the mother to visit the health center directly for an examination regarding her ear pain and suggesting that she engage in light physical activity such as walking to help the baby move down to the pelvic area and stimulate contractions. Based on the results of the comprehensive midwifery care report for Mrs. U, a 21-year-old G1P0A0 at Krapyak Kidul Health Center, the researcher concluded the following: regarding pregnancy care, the mother complained of morning nausea, had an HB of 12 g/dL, and a MUAC of 22 cm. Comprehensive care was provided, recommending the mother eat small amounts frequently and use acupressure massage techniques on points P6 and St36. It is hoped that the client can apply the midwifery care that has been provided.   Abstrak Emesis gravidarum merupakan suatu kondisi mual yang kadang disertai muntah, tetapi frekuensi muntah tidak lebih dari 5 kali dalam sehari (Lestari, 2019). Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang sering terjadi pada 60-80% Primigravida dan 40-60% Multigravida. Mual biasanya terjadi pada pagi hari tetapi dapat pula timbul setiap saat pada malam hari. Rasa mual biasanya dimulai pada minggu-minggu pertama kehamilan dan berakhir pada bulan keempat. Namun sekitar 12% ibu hamil masih mengalaminya hingga 9 bulan (Farida, 2020). Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny.U hamil 23 minggu dengan Emesis Gravidarum. Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025 – Oktober 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan pada usia kehamilan 23 minggu ibu mengalami emesis Gravidarum,  diberikan edukasi kepada ibu tentang diet Pengaturan pola makan untuk ibu hamil dengan mual muntah adalah dengan cara makan sedikit demi sedikit namun sering, serta perbanyak minum air putih agar ibu tetap terhidrasi sejalan dengan (Zuraidah et al., 2022). Kunjungan kedua pada usai kehamilan 28 minggu keluhan masih merasa mual di pagi hari atau ketika mencium bau menyengat sehingga mengajarkan ibu tehnik pijat akupresur pada titik P6 dan St36 sejalan dengan Sukanta (2008). Pada kunjungan ketiga usia kehamilan 32 minggu ibu mengatakan keluar air kuning mruntus dari payudara , Ibu mengatakan gerakan bayinya aktif, asuhan yang diberikan Sejalan dengan Marmi (2015) memberitahu perubahan fisik normal pada payudara ibu hamil trimester III(mulai dari 28 minggu ke atas) keluar prakolostrum yang cair, jernih dan kental berwarna krem atau putih kekuningan. Pada telemedicine tanggal 23 Agustus ibu mengeluh telinga sakit dan mengatakan belum ada tanda persalinan, asuhan yang diberikan Menganjurkan ibu untuk datang langsung ke puskesmas agar diperiksa berkaitan keluhan telinga sakit, Menyarankan ibu untuk melakukan aktivitas olahraga ringan seperti jalan kaki untuk membantu posisi bayi turun ke area panggul dan merangsang kontraksi. Berdasarkan hasil laporan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny.U umur 21 tahun G1P0A0 di Puskesmas Krapyak Kidul, sehingga peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut asuhan kehamilan, ibu mengeluh mual pada pagi hari, HB 12 gr/dL, LILA 22 cm, diberikan asuhan komperhensif menyarankan ibu untuk makan sedikit sedikit tapi sering dan teknik pijat akupresur titik P6 dan St36. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan.
Studi Kasus Tatalaksana Kehamilan pada Ny. B G1P0A0 Umur 20 tahun dengan KEK dan Anemia di Desa Lodoyong kec. Ambarawa Ambarwati, Weni; Khayati, Yulia Nur
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), anemia during pregnancy is one of the contributing factors to maternal mortality. Anemia is a hematological disorder caused by a low concentration of red blood cells (erythrocytes) in the body. Anemia in pregnant women can lead to various complications, including abortion, postpartum hemorrhage, prolonged labor, shock, intrapartum and postpartum infections, and ineffective labor duration.Chronic energy deficiency (CED) refers to a long-term lack of energy intake. In pregnant women, CED is caused by inadequate dietary intake or improper consumption patterns of carbohydrates and fats. This study used a case study method. Data were collected through interviews, physical examinations, and observations. The data consisted of primary data and secondary data obtained from the Maternal and Child Health (MCH) handbook and SOAP documentation instruments. Data analysis was conducted using descriptive analysis.Based on the antenatal care (ANC) examination on March 5, 2025, at 16 weeks of gestation, laboratory results showed a hemoglobin level of 10.4 g/dL, indicating mild anemia. In addition, the mid-upper arm circumference (MUAC) measurement of 22.5 cm indicated chronic energy deficiency. The care provided included supplementary feeding and monitoring of iron (Fe) tablet consumption. At the follow-up examination on August 19, 2025, the mother’s condition showed improvement, with a body weight of 56 kg, MUAC of 24 cm, gestational age of 39 weeks, hemoglobin level increased to 11.5 g/dL, and fundal height of 32 cm with an estimated fetal weight of approximately 3,100 grams. These findings indicate an improvement in the maternal condition following the interventions. It is expected that pregnant women consistently apply the counseling provided throughout the antenatal care visits.     Abstrak Menurut WHO Salah satu penyebab kematian pada ibu hamil adalah anemia pada masa kehamilan Anemia adalah kelainan hematologis yang disebabkan oleh rendahnya konsentrasi sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan abortus, perdarahan postpartum, persalinan berkepanjangan, syok, infeksi intrapartum dan postpartum, serta durasi persalinan yang tidak efektif. kekurangan energi kronis (KEK) merupakan kekurangan tenaga. KEK pada ibu hamil diakibatkan karena kekurangan asupan makanan atau pola konsumsi karbohidrat dan lemak dalam tubuh. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Dengan pengumpulan data dengan cara interview, pemeriksaan fisik dan observasi. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder melalui buku KIA serta instrumen penelitian dokumentasi SOAP. Analisis data menggunkanan analisis diskritif. Berdasarkan riwayat pemeriksaan antenatal care (ANC) pada tanggal 05 Maret 2025 dengan usia kehamilan 16 minggu, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin sebesar 10,4 g/dl sehingga ibu dikategorikan mengalami anemia ringan. Selain itu, hasil pengukuran lingkar lengan atas (LILA) sebesar 22,5 cm menunjukkan ibu mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Asuhan yang diberikan meliputi pemberian makanan tambahan (PMT) serta pemantauan konsumsi tablet Fe. Pada pemeriksaan selanjutnya tanggal 19 Agustus 2025 diperoleh hasil berat badan ibu 56 kg, LILA 24 cm, usia kehamilan 39 minggu, kadar hemoglobin meningkat menjadi 11,5 g/dl, serta tinggi fundus uteri 32 cm dengan taksiran berat janin sekitar 3.100 gram. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi ibu setelah dilakukan intervensi. Diharapkan ibu hamil dapat menerapkan konseling yang telah diberikan secara konsisten selama masa kunjungan kehamilan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny. L Usia 24 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang Sri Sutarti; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain significant health issues in Indonesia. According to the Semarang District Health Office (2023), there were 7 maternal deaths (58.20 per 100,000 live births), mainly due to hemorrhage and preeclampsia. One of the effective strategies to reduce MMR and IMR is providing continuous midwifery care (Continuity of Care/CoC). This case study aims to describe comprehensive midwifery care during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and family planning for Mrs. L, aged 24 years, G1P0A0, at Bringin Public Health Center, Semarang Regency. This study used a descriptive case study approach. Data were collected through interviews, observation, and physical examinations from April to August 2025. The subject was Mrs. L, a primigravida with a pregnancy of 33 weeks, who received continuous midwifery care from pregnancy to family planning. The pregnancy progressed physiologically without complications. Delivery occurred spontaneously with a live baby, weighing 3200 grams and measuring 50 cm in length, with a strong cry. The postpartum period proceeded normally, with good uterine involution and exclusive breastfeeding initiation. The mother chose a 3-month injectable contraceptive. Continuity of Care (CoC) ensures consistent midwifery services that help detect complications early, maintain maternal and infant health, and improve family well-being.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah utama di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang tahun 2023, terdapat 7 kasus kematian ibu (58,20 per 100.000 kelahiran hidup) dengan penyebab utama perdarahan dan preeklamsia. Salah satu upaya efektif untuk menurunkan AKI dan AKB adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/CoC). Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. L usia 24 tahun G1P0A0 di Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang yang meliputi masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik dari bulan April sampai Agustus 2025. Subjek studi kasus adalah Ny. L usia kehamilan 33 minggu yang mendapatkan asuhan kebidanan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan hingga KB. Kehamilan Ny. L berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Persalinan terjadi secara spontan dengan bayi lahir hidup, berat badan 3200 gram, panjang badan 50 cm, dan menangis kuat. Masa nifas berjalan normal dengan kontraksi uterus baik dan ibu berhasil memberikan ASI eksklusif. Pada masa KB, ibu memilih kontrasepsi suntik 3 bulan.  Pelayanan Continuity of Care (CoC) menunjukkan pentingnya kesinambungan asuhan kebidanan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. J Umur 27 Tahun di Klinik Ibu Alam Salatiga Nova Fitria Salzabila; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of maternal deaths in Semarang Regency during 2019 was 6 cases, a decrease compared to 2018 with 12 maternal deaths. Trend in the number of maternal deaths in 2015-2019. The aim of providing midwifery care to Mrs. J comprehensively (Continuity Of Care) covers the pregnancy period, delivery period, postpartum and newborn babies, neonates to family planning. In this research method, the author used data collection methods, namely using interviews, observations using primary and secondary data through KIA books, physical examinations and this research began in June- September 2025 and this research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) obtained from Mrs. A 27 year old G1P0A0 gestational age 38 weeks no problems found. Mrs. J's delivery took place at the Ibu Alam Health Center. The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal, SHK was negative and Mrs. J decided to use 3-month injectable birth control   Abstrak Jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Semarang selama tahun  2019 adalah  6 kasus, menurun bila dibandingkan tahun 2018 dengan jumlah kematian ibu 12 kasus. Trend jumlah kematian ibu tahun 2015-2019. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. J secara komprehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas dan bayi baru lahir, neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan menggunakan data primer dan sekunder melalui buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak Juli September 2025 dan instrumen penelitian ini menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif (Continuity of Care) didapatkan pada Ny. J usia 27 tahun G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu tidak ditemukan masalah. Persalinan Ny.J dilakukan di Klinik Ibu Alam . Masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan Ny. J memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. F Umur 29 Tahun di PKD Desa Nyatnyono Lailiyatul Mufarikhah; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is midwifery care provided from the third trimester of pregnancy, followed by support during labor, postpartum, newborn care, and family planning. This care aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of Continuity of Care midwifery care for Mrs. F, age 29. The method used in providing CoC care used a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester, delivery, the postpartum period, infant care, and contraceptive use. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The results of this continuity of midwifery care successfully increased maternal compliance with prenatal care, minimized complications during delivery, and provided better knowledge regarding newborn care. The mother demonstrated good health during and after delivery, and the baby was born healthy. Conclusion: The CoC approach for Mrs. F demonstrated positive results, having a significant impact on improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of Care (CoC) merupakan asuhan kebidanan yang dilakukan sejak masa kehamilan dilanjutkan pendampingan saat persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta memastikan pemantauan yang optimal. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan Continuity Of Care pada Ny. F usia 29 tahun. Metode dalam memberikan asuhan CoC ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi langsung dan pencatatan asuhan yang diberikan dari kehamilan trimester pertama sampai hamil trimester ketiga, persalinan, masa nifas, perawatan bayi sampai dengan penggunaan alat kontrasepsi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari asuhan kebidanan yang berkesinambungan berhasil meningkatkan kepatuhan ibu dalam menjalani perawatan prenatal, meminimalkan komplikasi saat persalinan, serta memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai perawatan bayi baru lahir. Ibu menunjukkan kondisi kesehatan yang baik selama dan setelah proses persalinan, dan bayi lahir dengan sehat. Pendekatan CoC pada Ny. F menunjukkan hasil yang positif, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkesinambungan sangat dianjurkan untuk diterapkan difasilitas kesehatan guna memastikan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara holistik.
Pemberdayaan Remaja, Ibu Hamil dan Balita Melalui Asuhan Kebidanan Komunitas sebagai Upaya Meningkatkan Status Kesehatan Masyarakat Farida Fatimatuz Zahro; Zulika Lukita Sari; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community midwifery is one of the efforts undertaken to solve health problems in the scope of mothers, infants, children and adolescents within the family and community. Community midwifery care is a series of midwifery services provided to individuals, families, and groups in the community to improve the health of mothers and children (newborns, toddlers and adolescents), prevent disease, and provide comprehensive care from pregnancy to family planning. Meanwhile, community midwifery practice is an effort undertaken to solve health problems of mothers and toddlers by involving families as partners in the planning, implementation and evaluation of midwifery services, and ensuring the affordability of health services needed by families in the community. In its implementation, community midwifery practice activities can stimulate community participation, so that the community can address their health problems and find alternative solutions together with students. The implementation method used in this community service is health counseling provided to three target groups: adolescents, toddlers and pregnant women. However, the priority issues at the Warasari 3 Integrated Health Post (Posyandu) in Leyangan Village, Semarang Regency, are a lack of knowledge about healthy lifestyles, anemia in adolescents, and non-pharmacological management to reduce dysmenorrhea. The outreach program was held on November 1, 2025, and was attended by 12 adolescents. After this community activity was carried out, there was an increase in knowledge and skills in the community, especially teenagers, regarding healthy lifestyles, anemia in teenagers, yoga and acupressure to reduce dysmenorrhea..   Abstrak Kebidanan komunitas adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk pemecahan terhadap suatu masalah kesehatan di ruang lingkup ibu, bayi, anak dan remaja di dalam keluarga dan masyarakat. Asuhan kebidanan komunitas merupakan serangkaian pelayanan kebidanan yang diberikan kepada individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak (bayi baru lahir, balita dan remaja), mencegah penyakit, serta memberikan perawatan komprehensif mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Sedangkan praktik kebidanan komunitas adalah upaya yang dilakukan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan ibu dan balita dengan melibatkan keluarga sebagai mitra perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan kebidanan, serta menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dalam keluarga di masyarakat. Pada pelaksanaannya, kegiatan praktik kebidanan komunitas dapat membangkitkan peran serta masyarakat, sehingga masyarakat dapat menangani masalah kesehatannya dan mencari alternatif pemecahan masalah bersama mahasiswa. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan yang diberikan pada 3 kelompok sasaran yaitu remaja, balita dan ibu hamil. Namun prioritas masalah di Posyandu Warasari 3 Desa Leyangan Kabupaten Semarang yakni kurangnya pengetahuan tentang pola hidup sehat, anemia pada remaja dan tatalaksana non farmakologi untuk mengurangi nyeri menstruasi (dismenore). Pelaksanaan pada 1 November 2025. Peserta kegiatan penyuluhan ini berjumlah 12 remaja. Setelah kegiatan komunitas ini dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan di masyarakat, khususnya remaja, mengenai pola hidup sehat, anemia pada remaja, yoga dan akupresur untuk mengurangi dismenore.