cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health & Medical Sciences
ISSN : -     EISSN : 30263867     DOI : https://doi.org.10.47134/phms
Core Subject : Health,
Pubmedia Health & Medical Sciences uses an online submission and peer review platform, which allows authors to track the progress of their manuscript and enables shorter processing times. Amidst the trend in attempting to constantly provide answers in problems or phenomena in our reality for a better health condition, Pubmedia Digital Series strive to publish a factual and applicable research result through the publication of journals from a wide arrange of field of studies such as in medicine, pharmacy, biology and the like. Focus and Scope Physiology Pharmacology Toxicology Genetics Neuroscience Tissue Engineering Regenerative Medicine Hematology Immunology Oncology Dentistry
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2026): February" : 16 Documents clear
Peran Bidan Dalam Pencegahan Infeksi Saluran Reproduksi Melalui Pendekatan Promotif dan Preventif Puspito Panggih Rahayu
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bidan dalam pencegahan infeksi saluran reproduksi (ISR) melalui pendekatan promotif dan preventif, serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap peningkatan kesehatan reproduksi perempuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilakukan melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber akademik terbaru berupa artikel ilmiah, buku, dan laporan resmi yang relevan. Data dikumpulkan melalui penelusuran dan analisis dokumen yang berfokus pada praktik promotif, preventif, serta penerapan protokol pencegahan infeksi di berbagai konteks pelayanan kebidanan. Analisis data dilakukan dengan tahapan identifikasi tema, reduksi data, kategorisasi konsep, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan berperan penting dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, serta memastikan kepatuhan terhadap protokol pencegahan infeksi, baik dalam konteks umum maupun spesifik seperti HIV dan COVID-19. Peran bidan juga terbukti memperkuat sistem kesehatan melalui edukasi berbasis komunitas dan penerapan pendekatan empatik yang sensitif terhadap budaya. Temuan ini memperkaya teori health promotion model dan community-based midwifery dengan menegaskan pentingnya integrasi peran edukatif bidan dalam kebijakan kesehatan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan bidan dan dukungan kebijakan berkelanjutan merupakan kunci dalam menekan angka infeksi reproduksi. Studi selanjutnya disarankan mengeksplorasi praktik pencegahan ISR berbasis partisipatif untuk memperkuat penerapan di lapangan.
Faktor-Faktor Risiko pada Pasien Kanker Paru dan Skrining di Indonesia Amalia, Salsabila; Windarti, Indri; Irawati, Nur; Infianto, Andreas
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.560

Abstract

Kanker paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan. Tingginya angka kejadian dan mortalitas kanker paru disebabkan oleh paparan faktor risiko yang kompleks serta keterlambatan diagnosis. Faktor risiko utama meliputi merokok aktif dan pasif, paparan polusi udara, zat karsinogen lingkungan dan pekerjaan, penggunaan bahan bakar biomassa, riwayat penyakit paru kronik, serta faktor genetik. Strategi skrining berbasis risiko menggunakan Low-Dose Computed Tomography (LDCT) telah terbukti secara global mampu menurunkan mortalitas kanker paru dan mulai diadopsi di Indonesia melalui konsensus profesional dan kebijakan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kanker paru serta mengevaluasi implementasi strategi skrining nasional di Indonesia berdasarkan bukti ilmiah lima tahun terakhir (2020–2025). Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap jurnal internasional, nasional, dan dokumen kebijakan. Jurnal ini meninjau literatur terbaru (2020–2025) mengenai faktor risiko dominan dan efektivitas skrining menggunakan Low-Dose Computed Tomography (LDCT) di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun merokok tetap menjadi faktor utama, faktor non-tradisional seperti pajanan biomassa dan polusi udara urban berkontribusi pada peningkatan kasus pada non-perokok. Implementasi skrining nasional menghadapi tantangan aksesibilitas alat, namun transformasi kesehatan digital memberikan harapan baru bagi deteksi dini.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Salam (Eugenia Polyantha) Terhadap Kadar Asam Urat pada Pasien Prolanis di Klinik Iman Ayundari, Palupi; Rahman, Shahrul
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.561

Abstract

The objective of this study was to examine the effect of bay leaf extract on uric acid levels in patients with hyperuricemia. The study used a quantitative approach with a non equivalent control group experimental design. Participants were divided into an experimental group and a control group. The experimental group received bay leaf extract, while the control group received no intervention. Uric acid levels were measured before and after the intervention. Data analysis used the Paired Sample T-Test to compare uric acid levels before and after treatment in the experimental group. The results showed a significant reduction in uric acid levels after administration of bay leaf extract. The p value was 0.002, which is lower than 0.05, indicating a statistically significant difference. These findings demonstrate that bay leaf extract has a significant effect on reducing blood uric acid levels in patients with hyperuricemia at Klinik Iman. The study provides empirical evidence supporting the potential use of bay leaf extract as an alternative herbal therapy for managing hyperuricemia.
The Relationship Between Hamstring Tightness and Lumbar Hyperlordosis and Trunk Flexibility in Students at Muhammadiyah University Surabaya Siwi, Ken; Romadhona, Nurul; Kirana, Anisha
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.562

Abstract

This study aims to investigate the relationship between hamstring tightness and lumbar hyperlordosis and trunk flexibility in students at Muhammadiyah University Surabaya. The study used a quantitative approach with a cross-sectional observational study design involving 30 students with hamstring tightness disorders. Hamstring tightness was measured using the straight leg raise test, the lumbar lordosis angle was measured with a flexicurve, and trunk flexibility was measured using the fingertip to floor test. Data analysis was performed using Pearson Product Moment correlation test with a significance level of p < 0.05. The results showed a significant correlation between hamstring tightness and trunk flexibility with a p-value of 0.00 and a very strong correlation coefficient (R = 0.984), while lumbar hyperlordosis data did not show a significant correlation with trunk flexibility or hamstring tightness. The conclusion of this study confirms that hamstring shortening has a very strong relationship with limited trunk flexibility, but is not directly related to changes in the lumbar lordosis angle. These findings highlight the importance of physiotherapy interventions that focus on increasing hamstring flexibility as a preventive and functional strategy for students with high sedentary activities.
The Role of Nurses in Managing Self-Care for Diabetes Mellitus Patients in Surgical Medical Services: A Literature Review Pangandaheng, Tommy
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.563

Abstract

This study aims to explore the role of nurses in managing self-care among patients with diabetes mellitus in medical-surgical services through a comprehensive literature review. Using a qualitative descriptive design, the research employed a library-based approach that analyzed 22 peer-reviewed articles published between 2019 and 2025. Data were collected through systematic literature tracing, document analysis, and thematic synthesis to identify recurring patterns in nursing interventions related to diabetes self-care management. The analysis revealed five dominant thematic areas: (1) diabetes self-management education (DSME), (2) psychosocial and spiritual support, (3) wound and foot care management, (4) family involvement in self-care, and (5) integration of health information technology. The findings demonstrate that nurses play a central role as educators, motivators, and care coordinators in improving patient self-efficacy, treatment adherence, and glycemic control. Moreover, the integration of family support and digital health interventions enhances continuity of care and patient empowerment. These results reinforce the relevance of Orem’s Self-Care Deficit Nursing Theory and Bandura’s Self-Efficacy Theory in nursing practice while providing evidence for the holistic and transformative contributions of nurses in chronic disease management. The study concludes that advancing interprofessional collaboration, digital health integration, and culturally sensitive approaches are essential to optimizing diabetes self-care outcomes and enhancing nursing professionalism.
Ketepatan Penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Infeksi Saluran Kemih di Rsud Toto Kabila Tahun 2025 Kadullah, Siti Fauziah; Tuloli, Teti Sutriyati; Madania, Madania
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.564

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri yang sering ditemukan pada pasien rawat inap dan memerlukan penggunaan antibiotik yang tepat untuk mencegah resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap dengan ISK di RSUD Toto Kabila tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional dengan metode retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien periode Januari–Juli 2025. Sampel terdiri dari 38 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien terdiagnosis ISK tidak terkomplikasi. Sebagian besar pasien menjalani rawat inap selama 1–4 hari (89,7%). Dari total 369 penggunaan antibiotik, antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu Cefixime (36,9%), diikuti Ceftriaxone (35,4%) dan Levofloxacin (10,8%). Evaluasi ketepatan berdasarkan pedoman tata laksana ISK Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan bahwa ketepatan jenis antibiotik mencapai 97,4%, dengan satu kasus penggunaan Metronidazole yang tidak sesuai. Ketepatan indikasi juga mencapai 97,4%, sedangkan ketepatan dosis dan durasi terapi menunjukkan hasil 100%, yang berarti seluruh pasien menerima dosis dan durasi pemberian antibiotik sesuai standar. Kesimpulan dari penelitian ini, penggunaan antibiotik pada pasien ISK rawat inap di RSUD Toto Kabila sudah tergolong tepat dan sesuai pedoman. Meskipun demikian, evaluasi berkala tetap diperlukan untuk mengurangi potensi ketidaktepatan terapi dan mencegah resistensi antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan.
Potensi Ekstrak Brotowali (Tinospora crispa) sebagai Adjuvan Pengendalian Glikemik pada Diabetes Melitus: Tinjauan Pustaka Kualitatif-Deskriptif Sari, Ratih; Yuvita; Marpaung, Tio; Pratiwi, Ika
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif potensi ekstrak Brotowali (Tinospora crispa) sebagai adjuvan pengendalian glikemik pada diabetes melitus, dengan fokus pada mekanisme farmakologis, efektivitas preklinik, dan relevansi kliniknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka yang melibatkan analisis sistematis terhadap artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen akademik terpublikasi antara tahun 2015–2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur ilmiah yang relevan, sedangkan analisis data dilakukan secara induktif melalui proses identifikasi tema, reduksi data, dan kategorisasi konsep untuk mendapatkan pemahaman holistik terhadap fenomena yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tinospora crispa memiliki aktivitas antidiabetes yang kuat melalui mekanisme insulinotropik, peningkatan sensitivitas insulin, inhibisi enzim pencernaan karbohidrat, dan aktivitas antioksidan protektif terhadap sel β pankreas. Senyawa aktif seperti borapetoside, tinoscorside, dan β-sitosterol berperan penting dalam modulasi jalur sinyal PI3K/AKT, GLUT4, dan PTPN1. Meskipun bukti preklinik mendukung efektivitasnya, keterbatasan berupa minimnya uji klinik dan variasi metode ekstraksi masih menjadi kendala penerapan klinis. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan fitofarmaka berbasis bukti ilmiah dan membuka peluang bagi penelitian lanjutan yang lebih mendalam mengenai dosis, keamanan, dan standardisasi formulasi Tinospora crispa.
The Role of Nurses in Providing Family Planning Education Based on Literature Review Feriani, Pipit
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.568

Abstract

This study aims to analyze the role of nurses in providing family planning (FP) education through a comprehensive literature review approach. Using a qualitative descriptive method, the study synthesizes findings from peer-reviewed journals, academic books, and official reports published between 2019 and 2025 to explore how nurses contribute to enhancing reproductive health literacy and contraceptive awareness. Data were collected through systematic literature analysis, with inclusion criteria focusing on studies discussing nurse-led FP interventions in both clinical and community settings. The data were analyzed thematically through identification, categorization, and inductive synthesis of recurring patterns. The results reveal that nurse-led FP education significantly improves clients’ knowledge, attitudes, and decision-making autonomy regarding contraceptive methods. Nurses serve multiple roles as educators, counselors, and health promoters, bridging gaps between reproductive health knowledge and community practice. However, the study also identifies barriers such as limited training, insufficient institutional support, and cultural or moral influences that affect the consistency of FP counseling. Strengthening nursing education, continuous professional training, and competency-based curricula are key strategies for optimizing nurses’ performance in reproductive health programs. The findings contribute to advancing theoretical understanding of nursing’s educational role and offer practical recommendations for policy enhancement and curriculum development. Ultimately, the study reinforces that empowering nurses as FP educators is essential for promoting equitable, informed, and sustainable reproductive health outcomes.
Evaluasi Penggunaan Obat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan Potensi Interaksi Obat pada Pasien Rawat Inap di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 M. Tantu, Nurtirsya Aprilyani; Abdulkadir, Widy Susanti; Tuloli, Teti Sutriyati
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.569

Abstract

Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, obesitas, pola makan berlebihan, konsumsi kopi, stres, serta kebiasaan berbaring setelah makan dapat memicu terjadinya gangguan sistem pencernaan, salah satunya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu kondisi refluks isi lambung ke esofagus secara berulang yang menimbulkan gejala dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat GERD dan potensi interaksi obat pada pasien rawat inap di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 dengan desain observasional deskriptif retrospektif terhadap 33 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi oleh perempuan (70%) dengan rentang usia terbanyak 18–40 tahun (82%), serta penggunaan obat terbanyak berasal dari golongan proton pump inhibitor (PPI), khususnya omeprazole (39%). Evaluasi penggunaan obat menunjukkan ketepatan pasien, obat, indikasi, dan dosis sebesar 100%. Potensi interaksi obat yang ditemukan didominasi oleh interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi, terutama melibatkan sucralfat dengan obat oral lain, bersifat moderate, tidak ditemukan interaksi mayor, dan dapat dicegah melalui pengaturan waktu pemberian obat serta pemantauan klinis, sehingga terapi yang diberikan dinilai rasional dan relatif aman. Berdasarkan hasil penelitian di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe tahun 2024, penggunaan obat GERD telah memenuhi kriteria rasionalitas terapi (tepat pasien, obat, indikasi, dan dosis) dengan tingkat kesesuaian 100%, sementara potensi interaksi obat didominasi interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi—terutama melibatkan sukralfat dengan obat oral lain—bersifat sedang (moderate), tanpa interaksi mayor, sehingga terapi relatif aman dan dapat dicegah melalui pengaturan waktu pemberian obat serta pemantauan klinis yang tepat.
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Pasien Rawat Jalan yang Dilayani di Instalasi Farmasi RSUD. dr. Zainal Umar Sidiki Kab. Gorontalo Utara Alamri, Mutia; Tuloli, Teti Sutriyati; Thomas, Nurain
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.570

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengevaluasi waktu tunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan yang dilayani di Instalasi Farmasi RSUD dr. Zainal Umar Sidiki Kabupaten Gorontalo Utara berdasarkan SPM rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan secara prospektif pada periode 15–22 Oktober 2025. Sebanyak 302 resep dianalisis, terdiri atas 13 resep racikan dan 289 resep non-racikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu resep racikan adalah 26 menit, sedangkan rata-rata waktu tunggu resep non-racikan adalah 9,2 menit. Nilai maksimum waktu tunggu tercatat 47 menit untuk racikan dan 57 menit untuk non-racikan, sementara nilai minimum masing-masing adalah 12 menit dan 1 menit. Standar deviasi resep racikan sebesar 1,6 menit menunjukkan variasi waktu tunggu yang stabil, sedangkan non-racikan memiliki standar deviasi lebih tinggi yaitu 17,37 menit karena dipengaruhi jumlah resep dan fluktuasi kunjungan pasien. Kesimpulan penelitian ini yaitu waktu tunggu pelayanan resep racikan dan non-racikan di instalasi farmasi RSUD dr. Zainal Umar Sidiki telah memenuhi standar waktu tunggu pelayanan resep yang ditetapkan oleh SPM rumah sakit, yaitu ≤60 menit untuk racikan dan ≤30 menit untuk non-racikan. Dengan demikian, mutu pelayanan resep di instalasi farmasi dapat dikategorikan baik dan masih perlu dipertahankan serta ditingkatkan melalui optimalisasi alur kerja dan penguatan manajemen pelayanan farmasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 16