cover
Contact Name
Ernita Silviana
Contact Email
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260295059
Journal Mail Official
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh Jl. Sukarno-Hatta, Desa Lheu blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, 23552
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
ISSN : 27754510     EISSN : 28091973     DOI : https://doi.org/10.30867/jifs
Core Subject : Health, Science,
Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, obat tradisional, kosmetika, teknologi farmasi,
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025" : 10 Documents clear
Penetapan Kadar Vitamin C Pada Perbedaan Jenis Kulit Daging Buah Semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Almugni, Rapi Dzaki; Prasetyo, Dani; Marpaung, Mauritz
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.839

Abstract

Vitamin C merupakan mikronutrien yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Kulit buah semangka mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, salah satunya vitamin C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar vitamin C pada kulit semangka jenis Redin dan Amara menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan berupa kulit semangka jenis Redin dan Amara. Kandungan vitamin C dianalisis secara kualitatif melalui metode reaksi kimia dan secara kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan larutan baku berupa asam askorbat. Hasil uji kualitatif menunjukkan adanya kandungan vitamin C pada sampel kulit semangka jenis Redin dan jenis Amara. Untuk pengukuran vitamin C berada di panjang gelombang maksimum 265 nm, dengan kadar vitamin C pada kulit semangka jenis Redin sebesar 14,1 mg/100g dan jenis Amara sebesar 13,8 mg/100g. Berdasarkan hasil analisis statistik melalui uji-t dua sampel diperoleh tidak ada signifikansi perbedaan dengan nilai p sebesar 0,857 (p > 0,05) antara kandungan vitamin C pada kulit semangka jenis Redin dan Amara pada tingkat kepercayaan 95%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kulit semangka jenis Redin memiliki kandungan vitamin C yang lebih besar dibandingkan kulit semangka jenis Amara.
Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Uji Aktivitas Antioksidan Kombucha Daun Kitolod (Isotoma longiflora L.) Menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis elvi trinovani; Kusmiyati, Mimin; Sudaryat, Yayat; Kusumah, Raden Minda; Rhamadianto, Muhamad Iqbal; Rustamsyah, Ardi
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.840

Abstract

Penyakit degeneratif menjadi penyebab kematian terbesar di dunia karena penurunan aktivitas fisik dan pola hidup yang disebabkan oleh kerusakan sel akibat reaktivitas senyawa radikal bebas. Radikal bebas dapat dihambat dengan senyawa antioksidan. Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami yaitu daun kitolod (Isotoma longiflora L.) terbukti mengadung senyawa flavonoid yang dapat menghambat radikal bebas. Untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat dalam mengkonsumsi daun kitolod dibuat minuman tradisional yang difermentasi disebut dengan kombucha. Kadar flavonoid total menggunakan metode kolorimetri dan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) untuk mengukur aktivitas antioksidan pada kombucha kitolod dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kadar flavonoid total tiga sampel kombucha daun kitolod sampel A sebesar 1,6481 mg QE/g, kombucha daun kitolod sampel B sebesar 1,4056 mgQE/g, kombucha daun kitolod sampel C sebesar 1,5380 mg QE/g. Aktivitas antioksidan pada kombucha daun kitolod  memiliki nilai IC50 pada tiga sampel yaitu 540 ppm, 535 ppm, dan 539 ppm. Penelitian ini membuktikan bahwa kombucha daun kitolod mengandung senyawa flavonoid dan memiliki aktivitas antioksidan.
Uji Aktivitas Antioksidan dan Antikolesterol Seduhan Produk The Putih Celup (Camellia sinensis L.) Mimin Kusmiyati; Trinovani, Elvi; Rhamadianto, Muhamad Iqbal; Kusumah, Raden Minda
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.843

Abstract

Teh (Camellia sinensis L.) kaya akan senyawa bioaktif polifenol yang didominasi oleh katekin. Hal ini menjadikan teh memiliki manfaat untuk kesehatan diantaranya sebagai antioksidan dan antikolesterol. Teh putih diperoleh dari daun teh yang mengalami proses minimal dan umumnya tidak melalui fermentasi, sehingga teh putih memiliki aktivitas antioksidan dan efek penurun kolesterol yang lebih unggul dibandingkan jenis teh lainnya. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan pada sampel teh putih celup merek A, B, dan C berdasarkan parameter IC50 melalui uji DPPH dan aktivitas antikolesterol berdasarkan parameter EC50 melalui pengujian Liebermann - Burchard serta menentukan suhu dan waktu penyeduhan optimal penyeduhan untuk sampel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ketiga sampel teh putih celup memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berkisar antara 75,30 hingga 96,50 ppm serta aktivitas antikolesterol dengan nilai EC50 antara 110,49 hingga 123,40 ppm.  Sampel teh celup merek A yang diseduh pada suhu 95℃ selama 9 menit menunjukkan aktivitas antioksidan dan antikolesterol tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 75,30 ± 1,86 ppm dibandingkan terhadap IC50 baku kuersetin 4,02 ppm dan EC50 sebesar 110,49 ± 0,66 ppm. Analisis statistik repeated ANOVA menunjukkan nilai p.Sig<0,05 sehingga dapat disimpulkan variasi suhu penyeduhan berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas antioksidan dan antikolesterol. Suhu penyeduhan optimum adalah pada suhu 95℃ selama 9 menit..
TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN SUNSCREEN PADA SISWI SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN BANTUL Yulianto, Danang; Nabila, Nabila
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.844

Abstract

Radiasi sinar ultraviolet akan membawa dampak buruk bagi kulit dan akan menyebabkan kanker kulit jika dibiarkan begitu saja. Penggunaan sunscreen dapat melindungi kulit terhadap radiasi sinar UV sehingga paparan radiasi sinar ultraviolet dapat dicegah dengan penggunaan sunscreen sebelum beraktivitas. Penggunaan sunscreen yang cukup tinggi diindonesia dengan angka penjualan tinggi pada ecommerce  dan penggunaan sunscreen lebih diminati oleh wanita terutama remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswi SMAN 2 Banguntapan terhadap penggunaan sunscreen. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional deskriptif. Analisa data menggunakan analisis kuantitatif, data diperoleh dari kuesioner kemudian dihitung skor rata-rata presentase tingkat pengetahuan dengan metode simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian mengenai tingkat pengetahuan tentang penggunaan susnscreen pada 76 responden kategori baik 65,8%, cukup 26,3% kurang 7,9%. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswi SMAN 2 Banguntapam tentang penggunaan sunscreen dalam kategori baik.
Pengembangan dan Evaluasi Formulasi Sabun Padat Transparan yang Mengandung Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) sebagai Antioksidan Sukmawati, Sukmawati; Wiryani, Ani Siti; Alsadat, Shena
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.845

Abstract

Indonesia ranks 17th globally in air pollution levels, with 91% of the population living in areas that exceed WHO safety limits. Air pollution poses various health risks, including skin cancer. Red onion peel, commonly regarded as vegetable waste, contains flavonoids, saponins, and tannins, which possess antioxidant properties. This study investigates the potential of red onion peel extract in soap formulations for skin protection against free radicals. Soaps were formulated with red onion peel extract at concentrations of 4%, 8%, and 12%, and evaluated based on organoleptic characteristics, pH, foam height and stability, and hardness. The results showed that transparent solid soaps containing 4%, 8%, and 12% red onion peel extract were successfully formulated and remained stable across all tested parameters. These findings suggest that red onion peel extract can be effectively incorporated into soap formulations to protect the skin from free radicals. Thus, transparent solid soap containing red onion peel extract represents a promising skincare product, offering antioxidant protection and contributing to skin health and beauty
Analysis of Hydroquinone and Mercury in Whitening Cream Using UV-Vis Spectrophotometry and ICP-OES Priatni, Haty Latifah; Marini, Marini; Nurhayatina, Rina
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.846

Abstract

Whitening creams contain active substances that inhibit melanin formation. Hydroquinone and mercury are often added due to their effectiveness in reducing melanin and providing quick skin smoothing. This study aims to determine the levels of hydroquinone and mercury in whitening creams using UV-Vis spectrophotometry. A random sampling from cosmetic stores in Kuningan yielded 9 whitening cream samples. The experimental method included sample collection, standard solutions preparation, calibration curve construction, and qualitative tests for hydroquinone and mercury. FeCl3 was used for hydroquinone, and potassium iodide (KI) color test for mercury, with ICP-OES and UV-Vis Spectrophotometry for quantitative analysis. Qualitative KI testing showed that 6 out of 9 samples (A, B, C, D, F, I) contained mercury. FeCl3 testing found hydroquinone in 3 samples (D, E, G). UV-Vis Spectrophotometry identified hydroquinone in 8 samples (A, B, C, D, E, F, H, I) exceeding 0.02%, with concentrations ranging from 0.0809% to 3.5875%. Sample G had 0.0134%. ICP-OES testing revealed mercury content from -0.0071 to -0.6018 mg/L in samples A-H, less than 0.0001% in mg/Kg, but sample I had a high mercury content of 138.4844 mg/L.  
FORMULASI DAN EVALUASI GEL EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) verawaty; Dewi, Irene Puspa; Laurensia, Laurensia
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.847

Abstract

Kondisi kulit berjerawat dapat diatasi dengan menggunakan gel obat jerawat. Gel obat jerawat dapat diformulasikan menggunakan tanaman herbal yang memiliki kandungan senyawa saponin, alkaloid dan flavonoid. Salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa tersebut adalah kulit buah alpukat (Persea americana Mill.). Tujuan dari penelitian ini yaitu memformulasikan ekstrak etanol kulit buah alpukat (Persea americana Mill.) menjadi sediaan gel dan melakukan evaluasi fisik serta uji mikrobiologi terhadap gel tersebut. Formulasi gel ini dibuat dengan konsentrasi ekstrak etanol kulit buah alpukat (Persea americana Mill.) 0,5%, 1% dan 1,5%. Hasil pengujian evaluasi fisik sediaan gel memenuhi persyaratan organoleptis, homogenitas, pH dan daya sebar. Pada pengujian evaluasi mikrobiologi dengan melihat daya hambat bakteri Propionibacterium acnes dengan metoda sumuran didapatkan hasil bahwa semakin meningkat konsentrasi ekstrak etanol kulit buah alpukat pada gel maka daya hambatnya semakin besar dan bila dibandingkan dengan kontrol positif maka kekuatannya ¼ kali kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah alpukat (Persea americana Mill.) dapat diformulasi menjadi sediaan gel dengan menggunakan basis carbopol 940 dan memberikan hasil evaluasi fisik dan mikrobiologi yang baik
Potensi Antidiabetik Ekstrak Asam Kandis (Garcinia cowa Roxb.) Pada Mencit Diinduksi Aloksan Puspa Dewi, Irene; Verawaty, Verawaty
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.848

Abstract

Garcinia cowa Roxb. yang biasa dikenal sebagai asam kandis di Indonesia mengandung senyawa xanthone yang berpotensi dimanfaatkan sebagai antidiabetes. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui potensi antidiabetes ekstrak kulit batang asam kandis pada mencit yang diinduksi aloksan. Setelah mencit dinyatakan diabetes, mencit diberikan perlakuan ekstrak kulit batang asam kandis dengan dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 750 mg/Kg BB dengan pembanding Glibenklamid selama 21 hari. Pada hari ke-22, kadar glukosa mencit diukur. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dosis 250 mg/KgBB dan 750 mg/KgBB belum memberikan persen penurunan kadar glukosa darah yang signifikan, jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif yang merupakan kelompok mencit diabetes yang tidak diberikan obat. Dosis ekstrak kulit batang asam kandis 500 mg/Kg BB memberikan persen penurunan kadar glukosa darah mencit yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif. Persen penurunan kadar glukosa darah mencit kelompok ekstrak kulit batang asam kandis dosis 500 mg/Kg BB setara dengan kelompok pembanding. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit batang asam kandis dengan dosis 500 mg/Kg BB memberikan aktivitas antidiabetes yang setara dengan Glibenklamid dan berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat dlama terapi diabetes.
Pengujian Stabilitas Dipercepat dan Kandungan SPF pada Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) dan Kopi Robusta (Coffe canephora) sebagai Formulasi Krim Wajah Meinisasti, Resva; Krisyanella, Krisyanella; Okfrianti, Yenni; Sastri Utami, Mardhah
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.852

Abstract

Penggunaan tabir surya diluar ruangan telah terbukti efektif untuk mengurangi paparan sinar ultraviolet (UV). Daun sirih (Piper betle Linn) dan biji kopi robusta (Coffea canephora) mengandung senyawa antioksidan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang berlebih. Kombinasi kedua bahan alam ini dapat digunakan sebagai tabir surya untuk membantu memperbaiki permeabilitas kulit, mencegah radikal bebas, dan sebagai antiaging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan Sun Protection Factor (SPF) krim ekstrak etanol daun sirih dan kopi robusta sebagai krim wajah. Penelitian dilakukan dalam lima tahapan yaitu ekstraksi, formulasi krim, uji stabilitas dipercepat dan kandungan SPF. Hasil uji stabilitas dipercepat sediaan krim konsentrasi 2,5% dan 5% tidak mengalami perubahan dari pengamatan organoleptis pada hari ke-0 sampai hari ke-90.  Nilai SPF krim pada konsentrasi 2,5% dan 5% masing-masing 38,202 dan 53,848. Krim wajah berbahan aktif ekstrak daun sirih dan kopi robusta memiliki potensi sebagai tabir surya alami yang stabil dan efektif dalam memberikan perlindungan tinggi terhadap sinar UV.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI ANTHELMINTIK TERHADAP CACING Ascaridia galli: UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI ANTHELMINTIK TERHADAP CACING Ascaridia galli Khaliza, Nur; Handayani, Rini; Aulianshah, Vonna; Zakiah, Noni; Munira, Munira; Nindia, Yuni
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.890

Abstract

Infeksi cacing masih menjadi masalah kesehatan yang umum di negara tropis seperti Indonesia. Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah pepaya (Carica papaya L.), yang bijinya diketahui memiliki sifat anthelmintik, tetapi biji pepaya seringkali dibuang tanpa dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak biji pepaya terhadap mortalitas cacing Ascaridia galli. Sebanyak 75 ekor cacing digunakan dalam penelitian ini, dibagi dalam tiga kali ulangan, masing-masing terdiri dari lima kelompok perlakuan: kontrol negatif (NaCl 0,9%), kontrol positif (Pirantel Pamoat 0,5%), serta ekstrak biji pepaya dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Penilaian dilakukan berdasarkan skor gerakan cacing setelah inkubasi selama 12, 24, dan 36 jam. Skor 2 diberikan jika seluruh tubuh cacing bergerak, skor 1 diberikan jika cacing tidak bergerak namun masih hidup, dan skor 0 diberikan jika cacing mati. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya 10% menyebabkan kelumpuhan pasca inkubasi 12 jam pertama dan kematian seluruh cacing setelah 24 jam pasca inkubasi. Konsentrasi 15% dan 20% menyebabkan kematian pada semua cacing pasca inkubasi 12 jam pertama. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji pepaya konsetrasi 10%, 15% dan 20% efektif sebagai anthelmintik terhadap Ascaridia galli.

Page 1 of 1 | Total Record : 10