cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
ISSN : 28305744     EISSN : 28305558     DOI : https://doi.org/10.55784/jkj
Core Subject : Health,
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, merupakan jurnal open source, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. Terbit dua kali setahun yaitu Juni dan Desember
Articles 353 Documents
Efektivitas Intervensi Hope Pada Kecemasan Remaja Arifiati, Retna Febri; Ilma, Kanza Aghnia
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1442

Abstract

Sebagian remaja mengalami fase transisi ke dewasa awal ditunjukkan pada saat masuk perguruan tinggi yang tidak jarang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku. Hal ini karena adanya tuntutan akademis, tekanan dalam membangun identitas pribadi dan pergantian lingkungan sosial seperti tempat tinggal baru, dan pertemanan baru. Jika perubahan perilaku ini tidak segera ditangani, remaja akan rentan mengalami kecemasan. Kecemasan tercipta karena remaja merasa terpinggirkan dari momen berharga, tertinggal dari pengalaman-pengalaman penting dalam kehidupan sosial yang berdampak pada penurunan kepuasan hidup. Intervensi HOPE dipilih untuk memberikan persepsi atau pemikiran positif kepada remaja dalam mengaktualisasikan tujuan hidup dan menumbuhkan motivasi untuk meraih tujuan serta mengupayakan melalui strategi yang spesifik di masa depan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh intervensi HOPE terhadap kecemasan remaja. Metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif quasi eksperimen dengan menggunakan untreated control group design with pretest and postest pada dua kelompok (kontrol dan eksperimen). Responden berjumlah 16 remaja yang berusia 18-21 tahun. Instrumen pengambilan data menggunakan skala kecemasan HARS. Analisis data menggunakan uji Mann-whitney yang menunjukkan hasil signifikansi U=2,000, p=0,001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi HOPE mampu menurunkan tingkat kecemasan remaja secara signifikan. Kesimpulan implikasi praktis dari intervensi HOPE dapat meningkatkan harapan, kesejahteraan, meningkatkan literasi kesehatan mental, pengurangan kecemasan dan meningkatkan motivasi berprestasi remaja. Berdasarkan hasil penelitian ini intervensi HOPE bisa dijadikan alternatif latihan untuk kasus psikologis seperti kecemasan, depresi, stress ataupun gangguan persepsi.
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Sensory Processing Measure 2 (SPM-2) Pada Anak Usia Prasekolah Arifiati, Retna Febri; Purwati, Diaz
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1443

Abstract

Developmental milestones are a sequence of skill achievements over time that indicate an interaction of the child's developing nervous system with the environment. Sensory is one aspect of the most important developmental milestones in a child's life and its manifestation in daily life functions in both normal children and children with special needs. Sensory Processing Disorder (SPD) is a condition of neurodevelopmental disorders characterized by difficulty using or organizing sensory information from the body in response to the environment. Sensory Processing Measure-2 or SPM-2 is a measuring tool or instrument that refers to the norms of sensory processing, praxis and social participation in children. The purpose of this study was to determine the results of the SPM-2 home form instrument in preschool children in a valid and reliable manner according to the Indonesian version. Descriptive quantitative research method with cross-section technique. Samples were taken; by random sampling and then conducted validity and reliability tests with the IBM SPSS 26 application. The results of the statistical analysis of the validity test of the SPM-2 home form instrument in preschool children with the Pearson product moment correlation test obtained valid results with a significance value of 0.000 while the SPM-2 reliability test proved reliable, namely each category item showed results at a value greater than >0.600. Conclusion: The SPM-2 home form for preschool children is declared valid and reliable which can be used in Indonesia. The SPM-2 instrument used to measure sensory processing in preschool children and is effective for evaluation for therapists related to sensory disorders in preschool children. This SPM-2 measuring instrument is recommended for further research for children with a diagnosis of Down Syndrome, Hearing loss and other conditions related to sensory processing disorders.
Pengaruh Edukasi Virtual Room Tour Terhadap Kecemasan Pasien Pra Operasi Anestesi Regional Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen Nurillahi, Intan Sebi; Sebayang, Septian Mixrova; Ningrum, Ema Wahyu
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1454

Abstract

Pasien yang akan menjalani pembedahan dengan anestesi regional sering kali mengalami kecemasan praoperasi, yang dapat mempengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis mereka. Edukasi pasien merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat mengurangi kecemasan. Virtual room tour salah satu metode yang memberikan gambaran yang jelas tentang ruang operasi, proses anestesi, dan alur tindakan yang akan dijalani pasien, sehingga dapat mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan rasa nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi virtual room tour terhadap kecemasan praoperasi pada pasien yang akan menjalani anestesi regional. Metode penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 135 responden dengan teknik consecutive sampling. Kuesioner kecemasan yang digunakan the amsterdam preoperative anxiety and information scale (APPAIS). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan kecemasan yang signifikan setelah diberikan edukasi virtual room tour, dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Virtual room tour dalam penelitian ini terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan praoperasi pada pasien yang menjalani anestesi regional. Metode edukasi ini efektif digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kesiapan mental dan kenyamanan pasien sebelum menjalani prosedur operasi dengan anestesi regional berbasis audio-visual. Implikasi praktis: Penerapan edukasi virtual room tour instalasi bedah sentral dapat menjadi strategi edukatif yang mendukung tenaga kesehatan, khususnya perawat dan dokter anestesi, dalam meningkatkan kesiapan praoperasi serta kondisi mental pasien.
Evaluasi Program Antenatal Care Pada Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Di Puskesmas Gunung Tinggi Winanti, Sumi Fitri; Azwa, Nadia Amanda; Anjaini, Nurul; Lubis, Irwansyah; Suryani, Suryani; Israyani, Israyani; Kandau, Rahayu Sri Rezeki; Andini, Zahra
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1455

Abstract

Pelayanan antenatal care (ANC) merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, terutama dalam mencegah komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Evaluasi terhadap pelaksanaan program ANC sangat diperlukan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses seperti Puskesmas Gunung Tinggi.Tujuan penelitian  mengevaluasi pelaksanaan program ANC dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product), untuk menilai kesesuaian pelaksanaan dengan target serta mengidentifikasi hambatan dan potensi perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen. Informan utama adalah bidan pelaksana program dan kepala tata usaha puskesmas. Hasil Penelitian menunjukkan tidak terdapat kasus kematian ibu dan bayi dalam empat tahun terakhir. Cakupan kunjungan ANC tahunan telah mencapai target, meskipun terjadi fluktuasi kunjungan harian akibat kendala transportasi dan ekonomi. Ketersediaan fasilitas, tenaga kesehatan, serta pendanaan dari JKN dan BOK dinilai memadai. Kesimpulan secara proses, pelayanan ANC sudah sesuai standar, meskipun edukasi kepada ibu hamil belum merata. Dari sisi hasil, terdapat peningkatan kunjungan K4, peningkatan pemahaman ibu hamil, dan penurunan risiko komplikasi. Disarankan strategi kunjungan lapangan dan pendekatan komunitas untuk menjangkau daerah terpencil. Hasil penelitian ini memberikan gambaran penting bagi perbaikan layanan ANC, terutama dalam konteks daerah dengan keterbatasan akses. Evaluasi yang menyeluruh tidak hanya mendukung peningkatan mutu layanan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menurunkan risiko kematian ibu dan bayi secara berkelanjutan.
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Pola Hidup Sehat dan Perilaku Pencegahan Stroke Pada Pasien Hipertensi: A Cross-Sectional Study Udani, Giri; Murhan, Al; Riyanto, Riyanto
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1459

Abstract

Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease and stroke, whose prevalence continues to increase i including in Indonesia. However, low patient adherence to a healthy lifestyle and preventive measures for complications still constrains efforts to control hypertension. Family support is a key factor that can enhance the effectiveness of hypertension management. This study aims to describe the effect of family support on healthy lifestyle and stroke complication prevention behaviors in hypertensive patients in an urban Indonesian community. This study used a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design. We collected data from 100 adult hypertensive patients using a standardized questionnaire and a consecutive sampling technique. We collected data through interviews using a semi-structured instrument. We analyzed the data using descriptive statistics and a chi-square test at a probability level of 0.005. One hundred respondents, more than half (51%), gave poor support to hypertensive patients, and there was a significant relationship between family support and lifestyle in hypertensive patients (OR 2.882; CI 95% 1.275–6.515, p-value 0.018) and the relationship between family support and stroke prevention behavior in hypertensive patients (OR 3.875; CI 95% 1.678–8.947, p-value 0.002). Family support is important in improving healthy lifestyle adherence and complication prevention measures in hypertensive patients. These findings support the need to strengthen family-based interventions in the primary healthcare system in Indonesia.
Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Perilaku Penggunaan Rokok Elektrik (VAPE) Pada Siswa Di SMKN 5 Sidenreng Rappang Fahria, Ummi; Said, Sunandar; Ramlan, Pratiwi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1460

Abstract

The use of electronic cigarettes (vapes) among students is influenced by the social environment, including the influence of family, peers, and the Smoke-Free School Policy. The family environment plays a significant role, where parental support or lack of supervision can affect student behavior. Peers also have a substantial impact, as students are often influenced by the habits or pressure from their peer groups. In addition, school policies that prohibit or restrict the use of cigarettes (vapes) also affect student behavior. These factors are interrelated and collectively influence students' decisions to smoke or use vapes.This study aims to determine the influence of the social environment on the behavior of electronic cigarette (vape) use among students at SMKN 5 Sidrap. This research falls into the category of quantitative research with a cross-sectional design. The sampling technique used was cluster random sampling, while the data collection techniques included questionnaires, observation, and interviews. The data analysis techniques used were univariate, bivariate, and regression analysis. The simple regression results of this study indicate an influence between the family and vape use behavior with a significance value of 0.015 (p < 0.05). Peers also have an influence on vape use behavior with a significance value of 0.030 (p < 0.05), and the smoke-free school policy influences vape use behavior with a significance value of 0.796 (p < 0.05).The conclusion of this study is that there is an influence between family, peers, and the smoke-free school policy on the behavior of vape use among students at SMKN 5 Sidenreng Rappang.
Hubungan Antara Konsep Diri dan Penerimaan Perubahan Fisik Pada Remaja Wanita Pada Masa Pubertas Tanjung, Hoirunnisa; Lestari, Siti; Bahri, Serli; Roza, Siska Desta
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1461

Abstract

Adolescence is a period of transitional development between childhood and adulthood characterized by rapid growth and development or also called puberty. The most striking changes in adolescent girls are physical changes. The purpose of this study was to determine the relationship between self-concept and acceptance of physical changes in adolescent girls during puberty at SMP Negeri 1 Padangsidimpuan. The type of research used was quantitative with a cross-sectional study approach. The population of the study was all female adolescents in grade VII at SMP Negeri 1 Padangsidimpua. as many as 183 people. The sample in the study was 65 people using the nonprobability sampling method. The analysis used was the Chi-Square test with the results showing that (p = 0.008), meaning that there is a relationship between self-concept and acceptance of physical changes in adolescent girls during puberty. Suggestions for adolescent girls to actively seek information about various physical and psychological changes that occur during adolescence so that adolescents can accept these changes so that a positive self-concept can be formed.
Abses Paru Pada Pasien Tuberkulosis Dengan Diabetes Melitus Yang Tidak Terkontrol Efiyanti, Christy; Prawiro, Asysyukriati; Syahbunan, Khansa Kiasati Chandra; Rusmajati, Jetty; Rukmi, Kartika Widya; Kemuning, Asri Ragil; Desdiani, Desdiani
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1471

Abstract

The coexistence of tuberculosis (TB) and diabetes mellitus (DM) increases the risk of severe lung complications such as pulmonary abscess. Aim: This study evaluates the outcomes of such cases, emphasizing the effectiveness of combined therapeutic approaches. Methods: This retrospective study reviewed 121 patients diagnosed with TB and DM treated at a hospital in Depok City between January 2023 and April 2024. The study included four patients with confirmed lung abscesses. Diagnosis was established using clinical and supporting examination analyses. We monitored the patients for up to nine months after initiating treatment. All patients received standard TB and DM therapy along with intravenous antibiotics for two weeks and continued with oral antibiotics for six weeks. Results: Radiological findings consistently showed lung cavities with fluid levels and thick walls. Clinical outcomes demonstrated substantial improvement in all cases, with resolution of abscesses and symptom alleviation. Patients with lung abscesses who received early, combination treatment with antibiotics and medication for TB and DM had positive results. Conclusion: In our study, the administration of antibiotics for eight weeks, alongside simultaneous treatment for TB and DM, led to significant clinical improvement. Further research is warranted to management of lung abscesses in patients with TB and DM and intravenous antibiotics as the first-line approach.
Determinan Perilaku Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di Indonesia: Literature Review Hervilanti, Putri; Flora, Rostika; Sunarsih, Elvi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1496

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls are vulnerable to experiencing anemia due to low hemoglobin levels. The increase in cases globally demands appropriate prevention efforts, one of which is adherence to iron supplement tablet (TTD) consumption. This study aims to identify the factors influencing TTD consumption behavior among adolescent girls. The method used is a narrative review of 20 scientific articles published from 2019 to 2024 from the Google Scholar and PubMed databases, focusing on risk factors and behavioral determinants. The analysis results show that knowledge, attitudes, peer support, parental involvement, teachers, and health workers are the main factors influencing TTD consumption behavior. These findings can be used as a basis for formulating educational strategies and nutritional interventions to reduce the prevalence of anemia among adolescents. Keywords: Factors, Anemia, Iron Supplement Tablets and Adolescents
Distribusi Kasus Tuberkulosis Paru Menurut Usia, Jenis Kelamin, dan Capaian Program Di Puskesmas Bukit Sangkal, Palembang Tahun 2024 Nurannisyah , Rizky; Najmah, Najmah; Apritama , Faris; Rapika Dianita, Nesya; Damai Kasih Waruwu, Prischila; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Pridamayanti, Arviana; Harmadi, Harmadi; Syafrida Putri, Rica; Ruliansyah, Denny
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1505

Abstract

Tuberkulosis paru (TBC) masih menjadi masalah kesehatan serius, terutama di wilayah padat penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi kasus TB paru berdasarkan usia, jenis kelamin, dan capaian layanan di Puskesmas Bukit Sangkal tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Seluruh kasus TB paru yang tercatat dalam sistem pelaporan SITB (Sistem Informasi Tuberkulosis) selama periode tersebut dijadikan sampel melalui teknik total sampling, dengan jumlah total 25 kasus. Variabel penelitian meliputi usia, jenis kelamin, waktu kejadian, dan capaian program. Data diperoleh dari dokumentasi laporan program TBC dan rekam medis, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil menunjukkan proporsi kasus lebih tinggi pada laki-laki (52%) dibandingkan perempuan (48%), dan proporsi kasus tertinggi pada kelompok usia 0-14 tahun (32%), diikuti usia 25-44 tahun (24%) dan usia ≥60 tahun (28%). Lonjakan kasus terjadi pada Januari, Februari, dan Mei. Capaian pelayanan terhadap terduga TB mencapai 98%. Kesimpulannya bahwa anak-anak dan laki-laki usia produktif merupakan kelompok risiko tinggi. Temuan ini berguna untuk pengelola program TB dalam menyusun intervensi berbasis usia dan gender, serta sebagai dasar kebijakan skrining dini, edukasi keluarga, dan imunisasi di tingkat layanan primer.