cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Biologi
ISSN : 20868286     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Prosiding Seminar Nasional Biologi, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Biologi diterbitkan secara berkala 12 bulanan.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 (2025)" : 29 Documents clear
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SUNGAI PAMI, MANOKWARI, PAPUA BARAT Rongan, Herlianti Pasa; Sinuraya, Sabarita; Binur, Robi
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis komunitas plankton dan hubungan dengan faktor lingkungan di Sungai Pami, Manokwari, yang minim kajian plankton sebagai indikator kualitas air. Sampel diambil dari tiga titik pengamatan pada bulan Maret-Juli 2025 menggunakan metode purposive random sampling dangan penyaringan 20 liter air memakai plankton net. Nilai Kelimpahan fitoplankton 2,63-26,09% dan zooplankton 16,67-50%. Indeks keanekaragaman (H’) fitoplankton sedang-tinggi (2,7-3,4), zooplankton sedang (2,0). Indeks dominansi (D) rendah (0,12-0,30), keseragaman (E) fitoplankton tinggi (0,62-0,66) dan zooplankton sedang-tinggi pada (0,571,00). Analisis PCA menunjukkan korelasi positif fitoplankton dengan parameter arus dan pH, namun negatif dengan DO dan suhu. Sedangkan zooplankton korelasi positif dengan parameter DO dan suhu, namun negatif dengan pH dan arus. Hasil penelitian ini mendukung pengelolaan sumber daya air dan konservasi ekosistem sungai secara berkelanjutan.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PERKEBUNAN JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA) DI PERKEBUNAN BUAH BAWEN KABUPATEN SEMARANG Nada, Laila Khoirun; Indriyanti, Dyah Rini
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkebunan buah di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah merupakan kebun buah yang memiliki beragam jenis tanaman di dalamnya, salah satunya tanaman jambu biji merah. Keberhasilan produksi jambu biji merah tidak lepas dari adanya interaksi antara tanaman dan lingkungannya, serangga berperan penting secara langsung bagi tanaman jambu biji merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga di perkebunan jambu biji merah di Kabupaten Semarang, serta indeks keanekaragaman serangga di dalamnya dan faktor yang mempengaruhi. Penelitian dilakukan pada pukul 06.00 - 10.00 WIB di perkebunan buah jambu biji merah seluas ± 500 m². Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung, pitfall trap, dan sweep net untuk menangkap serangga. Jumlah kehadiran serangga dicatat untuk menghitung indeks keanekaragaman serangga di perkebunan jambu biji merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 spesies ditemukan dari 7 ordo dan 13 famili yang berfungsi sebagai penyerbuk, predator, dekomposer, dan hama. Nilai indeks keanekaragaman (H) sebesar 3,127, indeks dominansi (C) 0,424 dan indeks kemerataan (E) 0,913, menunjukkan bahwa kondisi ekosistem stabil dengan distribusi spesies yang relatif merata. Keanekaragaman serangga yang tinggi mendukung keseimbangan ekosistem dan membantu keberlanjutan produksi jambu biji merah melalui peran penyerbuk dan musuh alami hama. Penelitian tentang keanekaragaman serangga sangat penting untuk memahami fungsi ekologisnya, membantu Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), meningkatkan produktivitas panen, dan memastikan keberlanjutan lingkungan dan keanekaragaman hayati.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN JERUK SIAM MADU (Citrus nobilis) Erwanti, Putri Eka; Indriyanti, Dyah Rini
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman serangga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian, termasuk pada tanaman jeruk siam madu (Citrus nobilis) yang menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan karena serangga tidak hanya sebagai hama, tetapi juga berperan sebagai polinator, predator, parasitoid, dan dekomposer yang mendukung keberlanjutan ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, jumlah, dan peran fungsional serangga yang terdapat pada tanaman jeruk siam madu. Penelitian dilaksanakan di perkebunan jeruk siam madu di Bawen, Kabupaten Semarang selama empat bulan (April–Juli 2025). Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, sweep net, dan pitfall trap. Dengan identifikasi spesies berdasarkan morfologi, referensi literatur, dan aplikasi pendukung identifikasi. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 1.362 individu serangga yang tergolong dalam 6 ordo dan 33 famili. Nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,1 menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang, nilai indeks kemerataan (E) sebesar 0,6 menunjukkan tingkat kemerataan tergolong sedang, dan indeks dominansi (C) sebesar 0,19 menunjukkan tidak ada spesies yang mendominasi secara signifikan. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai keanekaragaman serangga pada tanaman jeruk siam madu. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam pengelolaan ekosistem pertanian, dan strategi pengendalian hama
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA PERKEBUNAN SIRSAK (Annona muricata L.) Farreza, Delia Alifia; Indriyanti, Dyah Rini
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirsak (Annona muricata L.) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah hingga Amerika Selatan. Sirsak berasal dari bahasa Belanda, yaitu "Zuurzak," yang berarti kantung asam. Budidaya tanaman sirsak tidak terlepas dari kebaradaan serangga. Keanekaragaman serangga berperan penting dalam budidaya sirsak dan dipengaruhi oleh faktor abiotik maupun biotik.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi serangga pada perkebunan sirsak di Bawen, Kabupaten Semarang, serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang memengaruhinya. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April–Juli 2025 menggunakan metode pitfall trap dan sweep net secara purposive sampling, diikuti identifikasi spesies dan perhitungan indeks Shannon-Wiener, Evenness, dan Simpson. Hasil penelitian mencatat 1.577 individu serangga dari berbagai ordo dengan peran ekologis beragam, termasuk hama, polinator, predator, herbivora, detritivor, dan parasitoid. Nilai indeks keanekaragaman H’ sebesar 3,0638 menunjukkan kategori tinggi, indeks kemerataan E = 0,8305 menunjukkan distribusi individu relatif merata, dan indeks dominansi C = 0,0595 menunjukkan dominansi rendah. Faktor lingkungan seperti suhu 25–30°C, kelembapan 70–85%, dan intensitas cahaya 1.017–8.424 lux berada pada kisaran optimum bagi aktivitas serangga. Penelitian ini menyajikan data kestabilan ekosistem perkebunan sirsak dengan indeks keanekaragaman serangga yang dapat dijadikan dasar pengelolaan budidaya berkelanjutan serta strategi pengendalian hama ramah lingkungan.
Penerapan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Produk Pertanian Lokal di Desa Sendangsari, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo Susanti, R.; Christijanti, Wulan; Kusuma, Putri Patria; Sasi, Fitri Arum; Suryonegoro, Bayu Murti; Wijaya, Ifan Badra
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sendangsari terletak di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah memiliki lahan yang cukup luas, digunakan sebagai lahan sawah seluas 125.000 Ha, lahan perkebunan seluas 25.000 Ha, dan lahan ladang seluas 77.000 Ha. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan sumber daya petani, sarana dan prasarana yang belum memadai, serta inkusivitas penerapan pertanian yang belum berkelanjutan. Metode pengabdian yang diterapkan adalah sosialisasi/penyuluhan pentingnya pertanian berkelanjutan, praktek penanaman tanaman obat keluarga dan tanaman buah, praktek pemanfaatan limbah organik dengan membuat pupuk kompos, pupuk organik cair dan ecoenzyme, serta pelatihan pengemasan dan pemasaran produk pertanian menggunakan berbagai platform. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta mampu membuat pupuk organik (kompos, pupuk organik cair, dan ecoenzyme), 100% mampu memahami jenis-jenis dan manfaat tanaman TOGA dan tanaman buah, 95,4% peserta memahami tentang jenis-jenis, cara pembuatan dan penggunaan pupuk organik, dan 91,5% peserta memahami strategi pemasaran produk pertanian. Disimpulkan, kegiatan pengabdian mampu mempraktekkan pertanian berkelanjutan melalui pembuatan dan penggunaan pupuk organik untuk tanaman buah dan tanaman obat. Konsep strategi pemasaran juga telah dipahami oleh peserta namun belum sepenuhnya dapat diimplementasikan.
Keanekaragaman Pohon di FMIPA Universitas Negeri Semarang Berdasarkan Analisis Indeks Shannon-Wiener dan Status IUCN Ngabekti, Sri; Fariz, Trida Rdiho; Setyowati, Dewi Liesnoor; Wicaksono, Maulana Malik
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman pohon serta status konservasinya di kawasan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai bagian dari strategi konservasi dan mitigasi triple planetary crisis. Metode penelitian yang digunakan adalah survei eksplorasi dengan teknik jelajah pada seluruh area FMIPA, di mana setiap pohon diidentifikasi berdasarkan nama lokal dan ilmiah serta dihitung jumlah individunya. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), sedangkan status konservasi mengacu pada IUCN Red List. Hasil inventarisasi menunjukkan terdapat 318 individu pohon yang tergolong dalam 58 spesies. Spesies yang paling dominan adalah Swietenia mahagoni (76 individu), Mangifera indica (45 individu), Polyalthia longifolia (39 individu), dan Roystonea regia (26 individu). Nilai indeks Shannon-Wiener sebesar H’ = 2,95 termasuk kategori sedang menuju tinggi, menandakan komunitas pohon di FMIPA cukup beragam dan stabil. Berdasarkan status konservasi, sebagian besar spesies termasuk kategori Least Concern (LC), namun ditemukan pula spesies yang tidak umum, yaitu Pterocarpus indicus berstatus Endangered (EN) dan Swietenia mahagoni berstatus Near Threatened (NT). Keberadaan spesies langka tersebut memperkuat peran FMIPA UNNES tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau penyerap karbon, tetapi juga sebagai kantong konservasi keanekaragaman hayati di kawasan kampus. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar strategi konservasi kampus yang mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, perlindungan biodiversitas, dan pengendalian polusi dalam kerangka triple planetary crisis serta kontribusi terhadap target nasional Net Zero Emission 2060.
OPTIMASI KETRAMPILAN PETANI UNTUK MEMPERKUAT STATUS MANGGA WIRASANGKA SEBAGAI FLORA IDENTITAS KABUPATEN TEGAL Rahayu, Enni Suwarsi; Retnoningsih, Amin; Noekent, Vitradesie
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga wirasangka merupakan flora identitas dan varietas lokal Kabupaten Tegal, namun status tersebut belum dikenal secara luas, populasi pohon masih sangat sedikit, dan harga buah relatif rendah. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan sosialisasi, dan pelatihan budidaya dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui metode penyuluhan dan pelatihan yang meliputi 1) sosialisasi status, 2) pelatihan teknik pembibitan secara sambung pucuk dan program pembibitan, 3) pelatihan budidaya, 4) pelatihan teknik pemasaran online, dan 5) pembuatan website. Pelatihan diimplementasikan dalam bentuk tutorial, diskusi, peragaan, dan atau praktek. Hasil pelaksanaan setiap tahap kegiatan dievaluasi. Kegiatan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal dengan pemilik pohon mangga wirasangka dan kader pemuda tani sebagai mitra sasaran. Berdasarkan evaluasi kegiatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa 100% mitra sasaran telah memahami status mangga wirasangka, 90% memahami teknik sambung pucuk, 80% peserta dapat melaksanakan beberapa aspek budidaya yang baik, dan 85% memahami pemasaran online. Selain itu telah dihasilkan 250 bibit hasil dari program pembibitan dan telah dibuat website. Hasil tersebut berakibat pada dikenalnya status mangga wirasangka secara lebih luas, meningkatnya ketrampilan petani, dan meningkatnya ketersediaan bibit mangga wirasangka. Hasil ini berimplikasi pada penguatan status mangga wirasangka sebagai flora identitas Kabupaten Tegal.
STRATEGI INOVATIF TRANSDISIPLIN BIO-SOSIO-EKONOMI DALAM PEMANFAATAN TANAMAN PANGAN FUNGSIONAL LOKAL UNTUK MENDUKUNG PENCAPAIAN SDGs KE-3 Zahra, Oktavina Nikmatuz; Nicky, Dhea; Rahayu, Enni Suwarsi; Retnoningsih, Amin
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman pangan fungsional merupakan salah satu faktor yang dapat menjamin kehidupan yang sehat untuk segala usia. Hal ini merupakan isu global sesuai Sustainable Development Goals (SDGs) ketiga. Selama ini implementasinya masih terbatas karena kurangnya pendekatan integratif dan belum memanfaatkan potensi lokal. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk mengeksplorasi tanaman pangan fungsional lokal Indonesia dan mengembangkan model strategi transdisiplin bio-sosio-ekonomi dalam pemanfaatan tanaman pangan tersebut guna mendukung kehidupan yang sehat. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel-artikel ilmiah yang relevan yang dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional bereputasi yang diterbitkan dalam 5-10 tahun terakhir. Data dikombinasikan dengan pendekatan transdisiplin untuk menghasilkan model konseptual yang inovatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa spesies tanaman lokal Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional, antara lain sorgum, beras hitam, singkong, dan umbi-umbian lokal. Integrasi penelitian dan strategi transdisiplin dalam bidang biologi, sosial, dan ekonomi mampu meningkatkan nilai tambah pangan fungsional, memperluas penerimaan masyarakat, dan mendukung penguatan bahan pangan lokal. Implikasi dari kajian ini adalah memberi kontribusi pada pengembangan sains interdisipliner serta penyusunan kebijakan pangan yang lebih inklusif. Selain itu, hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.
EDUKASI TENTANG TANAMAN OBAT ASLI INDONESIA YANG BERPOTENSI SEBAGAI AFRODISIAK BAGI PRIA DI SMK FARMASI Umarudin, Umarudin; Ulfa, Ninik Mas; Kusumo, Galuh Gondo; Syukrianto, Syukrianto
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada siswa SMK Farmasi tentang tanaman obat asli Indonesia yang berpotensi sebagai afrodisiak. Metode pelaksanaannya meliputi sesi edukasi, sesi tanya jawab, dan diskusi. Media yang digunakan berupa slide PowerPoint, foto tanaman, dan simplisia (bahan tanaman kering) dari tanaman obat asli Indonesia yang dikenal memiliki sifat afrodisiak. Sebelum penyampaian materi, dilakukan pre-test dan dilanjutkan dengan post-test di akhir kegiatan. Hasil kedua tes dianalisis menggunakan tabulasi grafik. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata 40 dari 100, yang mencerminkan pemahaman awal siswa tentang tanaman asli Indonesia yang berpotensi afrodisiak. Selanjutnya, diberikan edukasi tentang tiga tanaman herbal yang diperkenalkan kepada siswa SMK Farmasi: lada Jawa (Piper retrofractum) yang berasal dari Madura dan Jember; purwaceng (Pimpinella alpina atau Pimpinella pruatjan) yang bersumber dari Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah; Gunung Semeru dan Pegunungan Tengger, Jawa Timur; Gunung Pangrango, Jawa Barat; serta Gunung Lawu dan Gunung Galunggung; dan pasak bumi (Eurycoma longifolia) yang ditemukan di Sumatra dan Kalimantan. Edukasi awal ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada obat sintetis yang sering menimbulkan efek samping. Hasil post-test menunjukkan peningkatan dengan skor rata-rata 98. Kegiatan ini memberi kontribusi positif dengan memperluas pengetahuan siswa tentang morfologi tanaman, habitus, dan efek farmakologis sebagai afrodisiak pada pria, yang didukung oleh studi ilmiah. Selain memberi manfaat bagi siswa, inisiatif ini juga memberikan wawasan berharga bagi masyarakat luas sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi secara menyeluruh melalui pendekatan alami dan berbasis pengetahuan.
PENGARUH EKSTRAK DAUN Jatropha multifida DAN Centella asiatica TERHADAP KEPADATAN KOLAGEN PADA PENYEMBUHAN LUKA EKSISI Risalah, Milda Islah; Listyawati, Shanti; Herawati, Elisa
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka eksisi dapat terjadi akibat kecelakaan, trauma, pembedahan, paparan bahan kimia, atau tekanan, dan bila tidak segera disembuhkan dapat menimbulkan infeksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak daun Jatropha multifida dan Centella asiatica terhadap kepadatan kolagen pada penyembuhan luka eksisi. Hewan uji berupa mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (basis gel), kontrol positif (povidone iodine 10%), ekstrak Jatropha multifida, ekstrak Centella asiatica, dan kombinasi keduanya (1:1). Luka dibuat dengan dermal puncher berdiameter 2 mm pada bagian dorsal mencit. Ekstrak diaplikasikan dalam bentuk gel dengan dosis 300 mg secara topikal dua kali sehari selama 14 hari. Sampel kulit diambil pada hari ke-14 lalu diproses dengan metode parafin dengan pewarnaan Masson’s trichrome. Kepadatan kolagen diukur menggunakan software ImageJ kemudian dianalasis statistik dengan one-way ANOVA (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kolagen pada hari ke-14 tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) antar kelompok perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa gel perlakuan dan kontrol memberikan efek yang sama terhadap kepadatan kolagen luka eksisi. Penelitian ini memberikan peluang bagi pengembangan formulasi sediaan topikal berbasis bahan alami untuk mempercepat penyembuhan luka.

Page 2 of 3 | Total Record : 29