cover
Contact Name
Munif Akbar
Contact Email
triwikrama325@gmail.com
Phone
+6285859888365
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cendikia Pendidikan
  • sindorocendikiapendidikan
  • Website
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30256488     DOI : -
Sindoro: Cendikia Pendidikan. Jurnal ini terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini termasuk jurnal open acces yang memungkinkan penulis dari berbagai lintas dapat elaborasi untuk menulis di jurnal ini. Jurnal ini merupakan buah pemikiran dari terhadap bidang Ilmu khususnya Pendidikan. Jurnal ini menerima artikel Pendidikan, Pengajaran, Metode Pendidikan, Studi Kasus dalam Pendidikan, Media Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,595 Documents
THE ROLE OF EDUCATION IN EMPOWERING WOMEN IN SUMATRA UTARA Adam Syahdani; Grace Yolanda Panjaitan; Hijryah Lativa Sihombing; Laila Azizah Lubis; Meisuri, Meisuri
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i4.6325

Abstract

Education serves as a powerful tool for women's empowerment, driving personal growth, social change, and economic progress. It equips women with the necessary knowledge and skills to access opportunities, make informed decisions, and actively engage in society. In many regions, including North Sumatra, Indonesia, historical cultural norms and economic challenges have limited women's educational access. However, as global awareness of gender equality rises, initiatives to close the gender education gap have increased. Education not only promotes gender equality but also produces numerous positive externalities, such as delayed marriage, reduced fertility rates, increased labor force participation, and improved health outcomes for women and their families. Women’s empowerment through education is not merely about ensuring access; it also emphasizes the quality and relevance of education. Educated women break cycles of poverty, gain leadership roles, and strengthen their communities. However, they still face significant barriers, such as cultural restrictions and economic hardships. These obstacles, particularly in rural areas, prevent many women from reaching their educational potential. Despite these challenges, the empowerment of women through education in regions like North Sumatra is vital for both individual and societal advancement. Continued investment in education for women is essential, not only as a matter of equality but as a crucial driver of sustainable development and societal progress.
MENANAMKAN NILAI-NILAI ANTI KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER DI GERAKAN PRAMUKA Via Olivia
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i4.6345

Abstract

Artikel ini membahas peran pendidikan anti korupsi dalam membentuk karakter mahasiswa melalui kegiatan pramuka di Universitas Bandar Lampung. Korupsi, sebagai fenomena yang merugikan negara, memerlukan upaya pencegahan yang efektif, salah satunya melalui pendidikan yang menanamkan nilai-nilai integritas. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi implementasi nilai-nilai kepramukaan yang sejalan dengan prinsip anti korupsi. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan pramuka tidak hanya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap korupsi, tetapi juga memperkuat karakter melalui pengajaran nilai-nilai seperti kejujuran dan tanggung jawab. Meski tantangan dalam implementasi masih ada, sinergi antara pendidikan formal dan lingkungan keluarga terbukti penting untuk menciptakan budaya anti korupsi. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan anti korupsi melalui pramuka berkontribusi signifikan dalam membentuk generasi muda yang dapat menjadi agen perubahan dalam memerangi korupsi di masa depan.
PERAN KEBIJAKAN INTERNAL DALAM MENCEGAH KORUPSI DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI Irfandi, Irfandi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i4.6353

Abstract

Korupsi merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh berbagai sektor, termasuk lingkungan perguruan tinggi. Untuk mencegah praktik korupsi, peran kebijakan internal sangatlah penting. Kebijakan internal ini mencakup berbagai regulasi dan mekanisme pengawasan yang dirancang untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam tata kelola perguruan tinggi. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan internal dalam mencegah korupsi di lingkungan perguruan tinggi. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, studi literatur, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan internal yang efektif, seperti audit internal yang rutin, kode etik yang jelas, serta pelatihan anti-korupsi, dapat secara signifikan mengurangi peluang terjadinya tindakan korupsi. Kesimpulannya, penerapan kebijakan internal yang kuat dan konsisten sangat diperlukan untuk menciptakan budaya integritas dan transparansi di lingkungan perguruan tinggi, sehingga dapat mencegah tindakan korupsi yang merugikan institusi pendidikan tersebut.
UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN DI SEKOLAH Adelia Salsabila Prabowo
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i4.6358

Abstract

Pencegahan perilaku korupsi dapat dimulai sejak dini melalui pendidikan di sekolah. Pendidikan anti-korupsi berperan penting dalam membangun karakter siswa, menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sosial. Dengan memanfaatkan materi pembelajaran yang relevan, guru dapat mengintegrasikan pengetahuan tentang bahaya korupsi dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendidikan disekolah juga bisa menumbuhkan kesadaran akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas, sehingga siswa memiliki fondasi moral yang kuat dalam menghadapi kehidupan dewasa mereka. Strategi ini bukan hanya sekadar pemberian materi teoretis, namun juga melalui praktik langsung yang mencakup simulasi kasus, diskusi kelompok, serta pengenalan tokoh-tokoh inspiratif yang berjuang melawan korupsi. Oleh karena itu, sekolah memegang peran krusial dalam menciptakan generasi yang bebas dari korupsi.
STRATEGI PENCEGAHAN KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN DAN KESADARAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG Abde Fico Pratama
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i5.6360

Abstract

Metodologi untuk mengantisipasi korupsi melalui pendidikan dan kesadaran mahasiswa sebagai langkah penting dalam membangun era yang cerdas. Pendidikan anti korupsi di perguruan tinggi merupakan pendekatan yang tepat, dimana mata kuliah yang memadukan nilai-nilai antikorupsi dapat ditanamkan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Melalui pendekatan ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dampak negatif korupsi dan pentingnya keadilan dalam kehidupan. Pendidikan anti korupsi tidak hanya berpusat pada teori, tetapi juga pada praktik nyata yang dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengabdian masyarakat di lingkungan kampus. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang isu korupsi dan cara pencegahannya. Dengan mengembangkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab dan ajaran, pendidikan antikorupsi berpotensi untuk membentuk karakter mahasiswa yang mampu menangkal praktik-praktik buruk di masa mendatang. Secara umum, metodologi ini bertujuan untuk membentuk lingkungan sosial antikorupsi di kalangan generasi muda, sehingga mereka dapat menjadi operator perubahan yang efektif dalam memberantas korupsi di Indonesia. Penerapan pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan dan terarah akan memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan kasus korupsi dan peningkatan kesadaran masyarakat secara keseluruhan.
CEGAH KORUPSI SEJAK DINI: INISIATIF GURU DAN STAF KARYAWAN UNTUK SEKOLAH YANG BERSIH Zainudin Hasan; Benedictus Rangga Saputra Wibowo
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i5.6387

Abstract

Korupsi merupakan salah satu masalah utama yang menghambat pembangunan dan menggerogoti nilai-nilai moral dalam masyarakat. Pencegahan korupsi sejak dini sangat penting, khususnya di lingkungan pendidikan, karena sekolah adalah tempat utama pembentukan karakter generasi muda. Guru dan staf karyawan sekolah memainkan peran krusial dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik korupsi serta menanamkan nilai-nilai integritas dan kejujuran pada siswa. Artikel ini mengkaji inisiatif yang dapat dilakukan oleh guru dan staf sekolah untuk mewujudkan sekolah yang bersih dan transparan. Beberapa inisiatif yang diusulkan meliputi penerapan pendidikan karakter berbasis antikorupsi, transparansi dalam pengelolaan dana sekolah, pelatihan antikorupsi untuk guru dan staf, penguatan sistem pengawasan internal, penerapan sanksi tegas terhadap pelanggaran, serta melibatkan siswa dalam kampanye antikorupsi. Setiap tindakan ini bertujuan untuk menciptakan budaya sekolah yang berlandaskan pada prinsip-prinsip kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan penerapan inisiatif-inisiatif ini, sekolah diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam upaya pencegahan korupsi di masa depan, sekaligus membangun generasi yang memiliki integritas tinggi dan komitmen untuk melawan segala bentuk praktik koruptif. Implementasi yang konsisten dari langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat budaya integritas di kalangan pendidik, staf, dan siswa.
PENGARUH PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER ANTI KORUPSI DI SEKOLAH MENENGAH Aurelia Calista
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i5.6394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh program pendidikan anti korupsi di sekolah menengah terhadap sikap dan perilaku siswa. Dalam konteks di mana korupsi menjadi isu krusial, pendidikan anti korupsi berperan penting dalam membentuk kesadaran dan nilai-nilai moral di kalangan generasi muda. Metode penelitian yang digunakan mencakup pendekatan campuran, dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan ini secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa tentang korupsi, serta memperkuat sikap kejujuran dan integritas. Dengan penanaman nilai-nilai tersebut, siswa tidak hanya siap untuk menolak praktik korupsi, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan di masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya implementasi pendidikan anti korupsi yang efektif di sekolah-sekolah untuk menciptakan generasi yang lebih etis dan bertanggung jawab.
SEKOLAH SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM PERANG MELAWAN KORUPSI Zikri Rahmadhani
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i5.6404

Abstract

Ikstisar korupsi merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi negara berkembang termasuk Indonesia.intervensi dini melalui Pendidikan diperlukan untuk menciptakan generasi bebas korupsi. sekolah seagai Lembaga Pendidikan formal mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter siswa dan menanamkan nilai–nilai inntegritas. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran sekollah sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur dan observasi terhadap program pendidikan antikorupsi yang dilaksanakan dibeberapa sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa memasukkan program pendidikan antikorupsi ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa terhadap bahaya korupsi. Selain itu, penting untuk melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat untuk membangun budaya anti korupsi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, sekolah dapat mendidik generasi masa depan yang berintegritas tinggi dan menjadi agen perubahan yang efektif dalam pemberantasan korupsi.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI BERBASIS 3N UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN TAMAN SATRIYAN 5 Iradah, Zirah Hayah; Nita, Cicilia Ika Rahayu; Gutama, Andika
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i5.6414

Abstract

Pembelajaran SBdP pada materi seni tari umumnya hanya menggunakan media gambar atau bergantung pada buku tematik. Terbatasnya waktu pembelajaran dan keterbatasan inovasi media yang dibuat oleh guru, mengakibatkan kurangnya daya tarik atau minat siswa untuk mempelajari seni tari. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan produk media video pembelajaran berbasis 3N pada pembelajaran SBdP materi seni tari di SDN Tamansatriyan 5. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan Research & Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE terdiri dari beberapa tahap pengembangan yaitu analisis (Analysis), perencanaan (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implementation), dan evaluasi (Evaluation). Dari tahapan tersebut peneliti hanya menggunakan sampai tahap Implementasi, karena tujuan penelitian ini hanya pengembangan media, kelayakan, dan kepraktisan penggunaan media. Untuk teknik pengambilan data yaitu kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini siswa kelas V di SDN Tamansatriyan 5 dengan berjumlah 10 siswa. Instrumen yang digunakan lembar validasi media, materi, bahasa, angket guru dan siswa. Media video pembelajaran berbasis 3N memenuhi kriteria : a) uji kelayakan memperoleh kategori “sangat layak” dengan perolehan persentase oleh ahli media 93,75%, ahli materi 97,22%, dan ahli bahasa 100%, ; b) uji kepraktisan memperoleh kategori “sangat praktis” dengan hasil penilaian angket guru 100% dan hasil penilaian angket siswa 98,12%. SBdP learning on dance material generally only uses picture media or relies on thematic books. Limited learning time and limited media innovation created by teachers, result in a lack of student attraction or interest in learning the art of dance. The aim of this research is to produce 3N-based learning video media products for SBdP learning dance material at SDN Tamansatriyan 5. This research is a type of Research & Development (R&D) research and development. The development model used, namely the ADDIE model, consists of several development stages, namely analysis, planning, development, implementation and evaluation. From this stage, the researcher only used it up to the Implementation stage, because the aim of this research was only media development, feasibility and practicality of media use. For data collection techniques, namely quantitative and qualitative. The research subjects were class V students at SDN Tamansatriyan 5 with a total of 10 students. The instruments used were media validation sheets, materials, language, teacher and student questionnaires. 3N-based learning video media meets the following criteria: a) the feasibility test obtained the "very feasible" category with a percentage obtained by media experts 93.75%, material experts 97.22%, and language experts 100%; b) the practicality test obtained the "very practical" category with teacher questionnaire assessment results of 100% and student questionnaire assessment results of 98.12%
PENCEGAHAN KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI LEMBAGA PENDIDIKAN Ajeng Kusuma Andini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i5.6419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai inisiatif untuk memberantas potensi korupsi dengan memperkenalkan pendidikan antikorupsi di lembaga pendidikan, baik universitas maupun sekolah. Dengan merujuk pada berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan artikel, penelitian ini menerapkan metodologi kualitatif. Mengingat korupsi masih menjadi masalah di Indonesia, tujuan utamanya ialah menanamkan nilai-nilai antikorupsi pada generasi muda, khususnya di lembaga pendidikan. Faktor individu, lingkungan keluarga dan masyarakat, keadaan politik dan ekonomi, serta faktor organisasi merupakan beberapa penyebab terjadinya korupsi di Indonesia. Dengan menanamkan nilai-nilai integritas pada setiap orang, khususnya siswa, yang merupakan generasi penerus bangsa dan memikul beban berat untuk menciptakan masa depan yang bersih dan berintegritas, pendidikan antikorupsi diharap bisa menjadi langkah preventif dalam memerangi perilaku korupsi. Selain mengajarkan teori, pendidikan antikorupsi bertujuan untuk mengembangkan individu yang bermoral, terbuka, dan bertanggungjawab secara sosial. Hal ini dianggap sebagai titik awal yang penting bagi berbagai inisiatif jangka panjang untuk mengurangi atau bahkan memberantas budaya korup di Indonesia.

Page 77 of 160 | Total Record : 1595


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan More Issue