cover
Contact Name
Munif Akbar
Contact Email
triwikrama325@gmail.com
Phone
+6285859888365
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cendikia Pendidikan
  • sindorocendikiapendidikan
  • Website
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30256488     DOI : -
Sindoro: Cendikia Pendidikan. Jurnal ini terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini termasuk jurnal open acces yang memungkinkan penulis dari berbagai lintas dapat elaborasi untuk menulis di jurnal ini. Jurnal ini merupakan buah pemikiran dari terhadap bidang Ilmu khususnya Pendidikan. Jurnal ini menerima artikel Pendidikan, Pengajaran, Metode Pendidikan, Studi Kasus dalam Pendidikan, Media Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,595 Documents
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN AKHLAK SANTUN PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 39 KAJAI PISIK Syafis, Vella; Mustafa; Meliza
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan akhlak santun kepada peserta didik di SD Negeri 39 Kajai Pisik. Fokus penelitian terletak pada strategi pembiasaan, keteladanan, penggunaan media dan cerita, serta evaluasi berkelanjutan yang diterapkan guru dalam proses pembentukan karakter siswa. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan mengkaji berbagai praktik pembelajaran serta kendala yang muncul dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan nilai-nilai kesantunan merupakan strategi yang paling efektif, terlihat melalui rutinitas salam, meminta izin, penggunaan bahasa sopan, menjaga antrian, dan interaksi sosial yang baik. Keteladanan guru menjadi faktor penentu yang sangat berpengaruh karena peserta didik pada usia sekolah dasar lebih mudah meniru tindakan konkret dibandingkan menerima instruksi verbal semata. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berupa cerita Nabi, video animasi, dan kegiatan role play turut mempermudah siswa memahami nilai akhlak secara aplikatif dan menarik. Kendati demikian, penelitian menemukan adanya hambatan seperti keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya media pembelajaran yang representatif, serta minimnya sinergi antara guru dan orang tua. Banyak nilai akhlak yang sudah terbentuk di sekolah tidak berlanjut di rumah akibat kurangnya pendampingan keluarga dan pengaruh media digital. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan holistik melalui peningkatan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua. Dengan strategi komprehensif dan sinergis, penanaman akhlak santun dapat terinternalisasi lebih optimal dan berkelanjutan dalam diri peserta didik. This study aims to describe and analyze the efforts of Islamic Education teachers in instilling courteous character (akhlaq santun) in students at SD Negeri 39 Kajai Pisik. The research focuses on habituation strategies, teacher role-modeling, the use of media and storytelling, and ongoing evaluation implemented throughout the character-building process. Using a qualitative approach, the study examines various teaching practices and the challenges encountered during implementation. The findings reveal that habituation is the most effective strategy, demonstrated through daily routines such as greeting, asking permission, using polite language, queuing properly, and engaging in respectful social interactions. Teacher role-modeling is shown to be highly influential, as elementary school students tend to imitate the actions they observe rather than solely rely on verbal instruction. The use of learning media—such as prophetic stories, animated videos, and role-play activities—also supports students in understanding moral values in a concrete and engaging manner. However, several obstacles were identified, including limited instructional time, insufficient learning media, and weak collaboration between teachers and parents. Many courteous behaviors developed at school are not maintained at home due to a lack of parental support and exposure to unfiltered digital content. Based on these findings, the study recommends the implementation of a holistic approach by strengthening cooperation between teachers, schools, and families. With a comprehensive and synergistic strategy, the internalization of courteous character can be more effectively and sustainably embedded in students’ daily lives.
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DI NEGARA IRAN DAN INDONESIA Nada Asyva, Nayla; Fitri Frantiska, Syalfa; Dieni, Hafizah; Ahmad, Aprizal
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan sistem pendidikan di Indonesia dan Iran melalui studi pustaka. Data dikumpulkan dari buku, artikel, jurnal ilmiah, serta sumber relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Iran bersifat sentralistik, berbasis nilai-nilai Islam, dan dibiayai penuh oleh negara. Struktur pendidikannya terdiri dari pra-sekolah, pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi dengan kurikulum terpusat. Sementara itu, pendidikan Islam di Indonesia berkembang melalui pesantren, madrasah, dan sekolah umum yang mengalami modernisasi sejak masa kemerdekaan hingga reformasi kurikulum. Kedua negara sama-sama menekankan nilai agama dalam pendidikan, namun Indonesia memiliki sistem yang lebih fleksibel dan plural dibanding Iran. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai karakteristik, tujuan, serta kebijakan pendidikan kedua negara. This study compares the education systems in Indonesia and Iran through a literature review. Data were collected from books, articles, scientific journals, and other relevant sources. The study shows that Iranian education is centralized, based on Islamic values, and fully funded by the state. Its educational structure consists of preschool, primary, secondary, and tertiary education, with a centralized curriculum. Meanwhile, Islamic education in Indonesia has developed through Islamic boarding schools (pesantren), madrasahs (Islamic schools), and public schools, which have undergone modernization since independence and subsequent curriculum reform. Both countries emphasize religious values in education, but Indonesia has a more flexible and pluralistic system than Iran. This study provides an overview of the characteristics, goals, and educational policies of both countries.
HOMESCHOOLING SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF DALAM MENGATASI MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA Hanafi, Reza; Rahmawan, Aulia; Gusmaneli
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendidikan konvensional di Indonesia menghadapi berbagai tantangan seperti kualitas pembelajaran yang belum merata, kurikulum yang kurang fleksibel, dan keterbatasan akses pendidikan di daerah terpencil. Homeschooling muncul sebagai alternatif pendidikan yang menawarkan fleksibilitas dan personalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individual peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran homeschooling dalam mengatasi masalah-masalah pendidikan di Indonesia serta mengkaji implementasinya dalam perspektif pendidikan Islam. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber jurnal dan penelitian terkait homeschooling di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa homeschooling dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan konvensional, namun memerlukan kesiapan yang matang dari orang tua dan dukungan regulasi yang jelas. Homeschooling juga sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang menekankan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak. The conventional education system in Indonesia faces various challenges such as uneven quality of learning, inflexible curriculum, and limited access to education in remote areas. Homeschooling emerges as an educational alternative that offers flexibility and personalized learning according to individual student needs. This article aims to analyze the role of homeschooling in addressing educational problems in Indonesia and examine its implementation from an Islamic education perspective. The research method uses literature study by analyzing various journal sources and research related to homeschooling in Indonesia. The results show that homeschooling can be an effective solution to overcome various conventional education problems, but requires mature readiness from parents and clear regulatory support. Homeschooling is also in line with Islamic educational values that emphasize parental responsibility in educating children.
PERBANDINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA STUDI PADA MADRASAH, SEKOLAH UMUM, DAN PESANTREN Razelia, Zaskya Putri; Husna, Nabilatul; Febrianti, Lara; Ilham, Ijratil; Ahmad, Aprizal
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education plays a crucial role in shaping the moral and intellectual character of Muslim societies around the world. This study aims to compare the development, curriculum policies, and implementation of Islamic education systems in Indonesia and Egypt. Indonesia's Islamic education system has evolved from traditional institutions such as pesantren and madrasah into modern, integrated educational models aligned with the national education system. Meanwhile, Egypt, through the influence of Al-Azhar University, has established a centralized and structured Islamic education framework that strongly emphasizes religious sciences and teacher quality. The comparison reveals similarities in the objectives of moral and spiritual formation, yet differences lie in historical backgrounds, curriculum design, infrastructure equity, and government support. Indonesia’s challenge remains in professional management and equitable distribution of educational resources, while Egypt maintains stronger state involvement and curriculum uniformity. The study concludes that both nations play strategic roles in promoting moderate, inclusive, and globally competitive Islamic education, with the need for continuous collaboration and innovation to address the challenges of modernization and globalization. Keywords: Islamic education, curriculum, Indonesia, Egypt, comparison, modernization. Abstrak Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, serta identitas keagamaan masyarakat muslim di berbagai negara. Indonesia dan Mesir merupakan dua negara dengan mayoritas penduduk muslim yang menjadikan pendidikan Islam sebagai bagian utama dari sistem pendidikan nasionalnya. Artikel ini membahas perkembangan, kebijakan, dan sistem pendidikan Islam di Indonesia serta membandingkannya dengan sistem pendidikan Islam di Mesir. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kedua negara memiliki dasar dan tujuan yang sama, namun terdapat perbedaan dalam kebijakan, kurikulum, metode pembelajaran, serta pemerataan sarana pendidikan. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Indonesia, Mesir, Kurikulum, Pesantren, Al-Azhar.
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN PEMBIASAAN SALAT ZUHUR BERJAMA’AH DI MAN 2 AGAM Syahrani, Maghvira Fuji; Medika, Gema Hista; Yulia, Devi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) MAN 2 Agam berkontribusi terhadap pembinaan siswa untuk melakukan salat Zuhur berjamaah. Penelitian ini menemukan bahwa siswa terlambat atau tidak hadir dalam salat berjamaah, yang menunjukkan bahwa peran guru PAI harus membantu membimbing dan menyesuaikan siswa. Dalam penelitian kualitatif deskriptif ini, beberapa tema penelitian adalah siswa, guru PAI, guru jaga, dan bagian kesiswaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kemudian, proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan model Miles dan Huberman digunakan untuk evaluasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berfungsi sebagai koordinator, afirmator, evaluator, pendidik dan pelatih, motivator, panutan, fasilitator, dan penggerak dalam membangun praktik salat Zuhur berjamaah. Selain mengajar siswa secara teknis, guru-guru ini berusaha untuk menanamkan disiplin, kesadaran beribadah, dan nilai-nilai keagamaan agar salat berjamaah menjadi budaya di madrasah. Singkatnya, guru Pendidikan Agama Islam MAN 2 Agam telah berpartisipasi secara aktif dalam membangun tradisi salat berjamaah. Kata kunci: Guru PAI, pembiasaan salat berjamaah, Pendidikan Agama Islam. Abstract This study examines how MAN 2 Agam's Islamic Religious Education (PAI) instructors contribute to the development of the congregational Zuhur prayer practice. This study was carried out because Islamic Religious Education (PAI) teachers needed to provide advice and habituation because many students were absent or late for congregational prayers. Islamic Religious Education (PAI) instructors, students, the on-duty teacher, and the academic staff of the school were the research subjects in this study, which employed a descriptive qualitative methodology. The Miles and Huberman model was applied for descriptive analysis, which comprised modifications, presentations, and conclusion drawing, following the collection of data through documentation, observation, and in-depth interviews. The findings demonstrated that instructors of Islamic Religious Education (PAI) had varying responsibilities in helping congregations develop a Zuhur prayer habit. They serve as coordinators, enforcers, educators, trainers, facilitators, activators, and motivators. In addition to offering pupils technical assistance, they also teach them moral principles, discipline, and religious awareness, which leads to a culture of congregational prayer at the madrasah. To put it briefly, the active participation of Islamic Religious Education (PAI) teachers is essential to the establishment of the congregational prayer habit salaat MAN 2 Agam. Keywords: PAI teachers, congregational prayer habit, Islamic Religious Education.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan More Issue