cover
Contact Name
Munif Akbar
Contact Email
triwikrama325@gmail.com
Phone
+6285859888365
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cendikia Pendidikan
  • sindorocendikiapendidikan
  • Website
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30256488     DOI : -
Sindoro: Cendikia Pendidikan. Jurnal ini terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini termasuk jurnal open acces yang memungkinkan penulis dari berbagai lintas dapat elaborasi untuk menulis di jurnal ini. Jurnal ini merupakan buah pemikiran dari terhadap bidang Ilmu khususnya Pendidikan. Jurnal ini menerima artikel Pendidikan, Pengajaran, Metode Pendidikan, Studi Kasus dalam Pendidikan, Media Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,595 Documents
KULTUR SOSIAL KEAGAMAAN KELUARGA ALAWIYYIN DALAM PENGUATAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM MODERAT DI SURABAYA Nisa’, Nanik Khoirotun; Rofiq, Mohammad
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i9.7428

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di berbagai belahan dunia telah menyaksikan meningkatnya ekstremisme dan intoleransi yang didasarkan pada penafsiran sempit dan radikal terhadap agama. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata untuk memperkuat nilai-nilai pendidikan Islam moderat sebagai alternatif yang positif dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan bentuk kegiatan keagamaan yang diadakan yang diadakan keluarga alawiyyin dalam penguatan nilai islam moderat. (2) Untuk menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan kegiatan keagamaan keluarga alawiyyin dalam penguatan nilai pendidikan islam moderat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jennis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif yaitu pengumpulan dan penyususnan data yang kemudian diolah, dijelaskan, dan dianalisis. Informan penelitian yaitu ketua DPC Rabithah Alawiyah Surabaya, ketua peranan wanita, jama’ah majelis, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur sosial keagamaan Alawiyyin memiliki peran penting dalam penguatan nilai-nilai pendidikan Islam moderat. Di antara upaya yang dilakukan Alawiyyin adalah: 1. Mendirikan lembaga pendidikan. 2. Mengadakan daurah. Mengadakan majelis taklim. 4. Kegiatan sosial kemasyarakatan.Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor pendukung dan hambatan dalam upaya penguatan nilai-nilai pendidikan Islam moderat melalui kultur sosial keagamaan Alawiyyin. Faktor pendukung meliputi tradisi sejarah yang kuat, kerjasama dengan pihak lain, kepemimpinan inspiratif, guru yang kompeten, dan adanya sumber daya finansial. Sementara itu, faktor penghambat alawiyyin yaitu adanya perubahan sosial dan budaya masyarakat.Kata Kunci: Kultur sosial Keagamaan, Nilai Pendidikan Islam Moderat
EFEKTIVITAS MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) BERBANTUAN ARTICULATE STORYLINE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Silviana, Eka Putri; Tatik Indayati
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i10.7458

Abstract

This research was motivated by the issue of low student learning outcomes at MTsN Gresik. The purpose of this study was to determine how the Creative Problem Solving (CPS) model supported by Articulate Storyline can improve students' learning outcomes. This study was designed using a quasi-experimental approach with a pretest- posttest control group design to compare the experimental and control classes. The study involved classes VIII C and VIII D at MTsN Gresik, with sample selection determined through purposive sampling based on specific considerations. The instrument used in this study was a test to measure student learning outcomes. The data collection technique was a test, while data analysis included validity, reliability, normality, homogeneity, prerequisite tests, paired t-tests, and N-gain tests. The results showed that the percentage data of cognitive learning outcomes from the pretest indicated an average N-gain score of 0.49 for the experimental class and 0.44 for the control class. Based on the independent sample t-test, there was a significant difference between the control and experimental classes, as indicated by the posttest sig (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. This data suggests that the use of the CPS model is effective in improving student learning outcomes. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar siswa di MTsN Gresik. Tujuan dari penlitian ini untuk mengetahui model Creative Problem Solving berbantuan Artuculate Storyline efektif terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian ini dirancang menggunakan Quasi eksperimen dengan desain penelitian pretest posttest control group design untuk membandingkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan kelas VIII C dan kelas VIII D di MTsN Gresik, Penentuan sampel ini diambil melalui teknik cluster random sampling karena sampel yang dijumpai mempunyai sifat homogen, tidak ada perbedaan dalam pengelompokkan akademik peserta didik. Instrumen yang digunakan di penelitian ini adalah soal tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Adapun teknik analisis data menggunakan uji validitas lembar tes melalui expert judgement, reliabilitas, normalitas, uji paired t test dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data persentase pre-test hasil belajar kognitif siswa memperoleh nilai rata-rata N-gain pada kelas eksperimen yaitu 0.49 dengan kategori sedang dan nilai rata rata N-gain pada kelas kontrol yaitu 0.44 dengan kategori sedang. Berdasarkan uji independent sample t test terdapat perbedaan signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, hal ini diketahui dari nilai sig (2- tailed) posttest 0,000 < 0,05 dan nilai sig (2-tailed) posttest 0,000 < 0,05. Dari data tersebut menunjukkan jika model CPS efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY, INTELLECTUALLU, REPETITION) TERHADAP HASIL BELAJAR Rosa, Farah Maulidya; Tatik Indayati
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i10.7459

Abstract

Law Number 20 of 2003 concerning National Education states that education is a conscious and structured effort to create a learning environment and continuity of learning, enabling students to be active in developing their potential, so that they have skills in the fields of religion, self-control, character, skills, morals. good things that society will need. This study aims to determine the improvement of students' learning outcomes through the application of AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) learning model and evaluate the implementation of the model. The methodology used involved an experimental class that applied the AIR model and a control class that used the conventional learning model. Data were collected through learning outcome tests, and analyzed using prerequisite test, T test, and gain value. The analysis results showed that all pretest and posttest data from both groups were normally distributed, allowing the application of parametric statistical analysis. The t-test revealed significant differences between the learning outcomes of the experimental and control classes, with the experimental class achieving a higher mean. Although most respondents had N-gains in the “Moderate” category, there were variations in performance improvement, with some respondents showing high N-gains. Overall, the application of the AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) learning model was proven effective in improving students' understanding and skills, thus concluding that this model is more effective compared to conventional learning methods. penelitian ini dilatar belakangi hasil belajar siswa rendah karena menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition). Metodologi penelitian menggunakan menggunakan quasi eksperimental dengan tipe Non-equivalen Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi. Untuk tes yaitu menggunakan tes hasil belajar dan lembar observasi untuk melihat keterlaksanaan model pembelajaran AIR. Analisis data menggunakan uji validitas expert judgment , uji prasyarat, uji t, nilai gain, dan presentase analisis keterlaksanaan model pembelajaran AIR. Hasil menunjukkan bahwa semua data pretest dan posttest dari kedua kelompok berdistribusi normal, sehingga memungkinkan untuk menggunakan analisis statistik parametrik. Uji-t menunjukkan sig (2 tailed) 0,000 pada kelas eksperimen dengan nilai <0,005 menyatakan ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelejaran AIR dan model pembelajaran konvensional. Dari n-gain dalam kelas eksperimen memiliki kategori “sedang” dengan nilai 0,535 sehingga ada peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran AIR. Keterlaksanaan model pembelajaran AIR adalah 93,3% dengan kategori sangat efektif pada aktivitas guru, sedangkan pada aktivas siswa adalah 89% dengan kategori sangat efektif.
STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI Na`ifah, Ramel Iftina; Salsabila, Raihani; Gusmaneli, Gusmaneli
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i9.7473

Abstract

Strategi pembelajaran ekspositori merupakan pendekatan yang tekanan pada penyampaian materi secara verbal oleh guru kepada sekelompok siswa dengan tujuan agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal dan artikel ilmiah. Strategi penerapan pembelajaran ekspositori meliputi beberapa langkah, seperti merumuskan tujuan pembelajaran, mempersiapkan materi yang sesuai, serta memastikan siswa siap menerima pelajaran. Selain itu, guru juga harus membahas materi dengan pengalaman siswa agar lebih relevan dan mudah dipahami. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi ini dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa, serta mendorong kolaborasi di antara mereka. Dengan demikian, strategi pembelajaran ekspositori terbukti efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa. The expository learning strategy is an approach that emphasizes on the verbal delivery of material by the teacher to a group of students with the aim that students can master the subject matter optimally. this research uses library methods from various sources such as books, journals and scientific articles. The strategy of implementing expository learning includes several steps, such as formulating learning objectives, preparing appropriate materials, and ensuring students are ready to receive lessons. In addition, teachers should also discuss the material with students' experiences to make it more elevant and easy to understand. Research shows that using this strategy can improve students' concept understanding and critical thinking skills, as well as encourage collaboration among them. Thus, the expository learning strategy is proven to be effective in achieving the desired learning objectives and increasing students' learning motivation.
HUBUNGAN ANTARA DESAIN ORGANISASI DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM BERINTERAKSI Rozek, Abdur; Salito
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i9.7481

Abstract

Desain organisasi merupakan salah satu aspek yang sangat krusial dalam mencapai keberhasilan suatu organisasi. Desain organisasi yang tepat tidak hanya memberikan kerangka kerja yang jelas, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung kolaborasi, inovasi, dan respons yang cepat terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep dasar desain organisasi melalui tiga fokus utama: mendefinisikan desain organisasi, menjelaskan desain organisasi secara umum, dan mengidentifikasi elemen-elemen yang membentuknya. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang desain organisasi dan elemen-elemennya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa desain organisasi yang efektif berperan penting dalam mencapai tujuan organisasi, dan pemahaman tentang elemen desain organisasi sangat diperlukan untuk menciptakan struktur yang optimal. Kata kunci: Konsep Dasar, Desain Organisasi, Elemen-Elemen
EFEKTIVITAS PENERAPAN KURIKULUM MEDEKA DALAM PEMBELAJARAN FIQIH DI KELAS VII MTsN 1 PASAMAN Azima, Fauzan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i9.7489

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, dengan fokus pada pengoptimalan konten agar peserta didik memiliki waktu yang memadai untuk memahami konsep secara mendalam dan meningkatkan kompetensinya. Dalam penerapannya, guru diberikan kebebasan untuk memilih berbagai perangkat ajar, sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta minat belajar peserta didik di setiap jenjang pendidikan. Menurut Ayi Suherman (2023:1) Kurikulum Merdeka yang diinisiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dimaknai sebagai sistem kurikulum yang menekankan pada beragamnya pembelajaran intrakurikuler, sehingga materi pelajaran dapat dipelajari secara luas dan kompetensi peserta didik dapat dikembangkan secara maksimal. Kurikulum Merdeka dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang tergabung dalam Profil Pelajar Pancasila. Oleh karena itu, kurikulum ini merupakan kelanjutan dari Kurikulum 2013 dan dapat diterapkan sebagai salah satu opsi. Sebelum dan selama masa pandemi, Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan untuk menggunakan Kurikulum 2013, yang kemudian disederhanakan menjadi kurikulum darurat guna mempermudah satuan pendidikan dalam mengelola pembelajaran dengan fokus pada materi yang esensial. Menurut Silvy Juditya (2023:6) Kurikulum Merdeka memberikan perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan. Tidak hanya sekedar transformasi, namun juga inti dari perubahan pendidikan, khususnya dalam metode pembelajaran. Terjadinya perubahan dari pembelajaran yang bersifat konvensional hingga pendekatan yang benar-benar berpusat pada siswa, mengutamakan peningkatan kompetensi serta pembentukan karakter yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAME TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS VI SDN CENGKLIK 1 SURAKARTA Annisa Alya Sofiani; Arsya Ulia Mawarta; Yoga Bagus Triwicaksana; Endrise Septina Rawanoko
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i9.7493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas VI di SDN 01 Cengklik, Surakarta. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat belajar peserta didik yang disebabkan oleh metode pengajaran konvensional yang monoton dan berulang. Penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 dengan populasi seluruh siswa kelas VI, sementara sampel diambil satu kelas yang terdiri dari 20 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Observasi awal menunjukkan rendahnya antusiasme peserta didik dalam pembelajaran, akibat penyampaian materi yang repetitif. Oleh karena itu, penerapan model TGT diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan kompetitif, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI BILANGAN CACAH DI KELAS III SDN SANGEN 03 Arfani, Fida
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i9.7498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas III pada materi bilangan cacah melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di SDN Sangen 03. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 5 siswa kelas III. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis (pre-test dan post-test) serta observasi aktivitas belajar siswa selama pembelajaran berlangsung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Pada siklus 1, rata-rata nilai post-test siswa mencapai 72.6, dan pada siklus 2 meningkat menjadi 83.6. Selain itu, hasil perhitungan gain score rata-rata sebesar 0.62 menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis dalam kategori cukup tinggi. PBL mendorong siswa untuk lebih aktif dalam mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, menganalisis, dan mengevaluasi solusi. Suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif dan kolaboratif. Kesimpulannya, penerapan PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas III. Disarankan untuk menerapkan PBL lebih luas pada mata pelajaran lain guna mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa.Kata Kunci: Problem Based Learning, Keterampilan Berpikir Kritis, Bilangan Cacah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Arumsari, Bella Tri; Hariyani, Diyah Santi; Murtini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i9.7500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN Sangen 03 yang berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase keaktifan belajar siswa dari prasiklus sebesar 40,75%, meningkat menjadi 75% pada siklus I, dan 87,5% pada siklus II. Peningkatan keaktifan belajar meliputi aspek keaktifan mencatat, membaca, berdiskusi, dan mendengarkan. Penerapan model PjBL terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.Kata Kunci: Project Based Learning, Keaktifan Belajar, IPAS
PENERAPAN MEDIA PUZZLE BARANG BEKAS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI KPK DAN FPB SISWA KELAS V SDN SANGEN 03 Cilvia Nur W. R.; Diyah Santi H.; Murtini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i9.7501

Abstract

Melalui penerapan media puzzle dari barang bekas dengan menggunaan model pembelajaran Problem Based Learning , penelitian ini berupaya meningkatkan pemahaman gagasan tentang penyelesaian masalah dengan KPK dan FPB. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah jenis penelitian ini dengan dua siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan kegiatan, observasi, dan refleksi digunakan untuk menyusun proses peningkatan kualitas pembelajaran dalam penelitian ini. Subjek dan lingkungan penelitian ini adalah siswa kelas V (Lima) SDN Sangen 03 tahun ajaran 2024–2025 yang berjumlah 10 orang, yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mulai dari prasiklus dan berlanjut hingga Siklus I dan II, terdapat peningkatan pada setiap siklusnya. Peningkatan rata-rata dan persentase dari Siklus I, awal pra siklus, hingga Siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil prestasi belajar siswa. Nilai rata-rata kelas naik menjadi 80,16 pada siklus II, setelah semula naik menjadi 74,18 pada siklus I dan hanya 69,78 pada pra siklus. Selain nilai rata-rata kelas, tingkat kelulusan juga menjadi indikator lain meningkatnya keberhasilan belajar siswa. Persentase ketuntasan hanya 50% pada prasiklus atau 5 siswa; meningkat menjadi 63,28% pada siklus I atau 6 siswa; dan meningkat menjadi 75%, atau 8 siswa, pada siklus kedua, dan meningkat sebesar 82,14% dibandingkan siklus pertama.Kata Kunci: Media Puzzle, Model PBL, Hasil Belajar

Page 93 of 160 | Total Record : 1595


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan More Issue