cover
Contact Name
Syahrun
Contact Email
syahrun@fk.unmul.ac.id
Phone
+6281347890509
Journal Mail Official
syahrun@fk.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Anggur No. 88, Kota Samarinda Kalimantan Timur, Indonesia, 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 29878489     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JPKMM) dikelola secara profesional dan diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dalam membantu para Akademisi, Peneliti dan Praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JPKMM) adalah jurnal blind peer-reviewed yang memuat artikel-artikel ilmiah disiplin ilmu kesehatan yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKMM meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, komentar atau kritik terhadap tulisan di JPKMM maupun dalam terbitan berkala lainnya. JPKMM memberi kesempatan kepada Para Akademisi, Peneliti dan Praktisi bidang kesehatan melakukan publikasi hasil kegiatan pengabdian masyarakatnya sebagai manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. JPKMM merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Journal System yang memungkinkan tersedia secara online tanpa berlangganan apapun JKPMM menerbitkan paper secara berkala 2 kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember
Articles 50 Documents
pdf Pemberdayaan Keluarga Pasien Skizofrenia dalam Upaya Pencegahan Relaps di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan FADILA, R.A
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan dukungan jangka panjang, baik dari tenaga kesehatan maupun keluarga. Salah satu faktor penting dalam mencegah kekambuhan (relaps) pada pasien skizofrenia adalah adanya dukungan keluarga yang optimal. Namun, masih banyak keluarga yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam merawat anggota keluarga dengan skizofrenia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan peran keluarga dalam mendukung pencegahan relaps pada pasien skizofrenia melalui edukasi dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan, melibatkan keluarga pasien skizofrenia sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pembagian leaflet edukatif, serta simulasi pendampingan perawatan di rumah. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman keluarga mengenai tanda dan gejala relaps, cara memberikan dukungan emosional, serta pentingnya kepatuhan pengobatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam proses perawatan pasien skizofrenia dan menurunkan angka kekambuhan. Program edukasi keluarga ini dapat dijadikan model intervensi berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas
Pemeriksaan Fisik sebagai Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal pada Siswa SMA Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura Ani Syafriati; Triastika Ayuk Setyaningsih; Rahmad Bagus Saifudin; Nasmah Min Salsa Billa; Muhammad Putra Ardiansyah; Salma Maulida Khoiriya; Nada Rizky Nur Hanifah; Nabila Lintang Dikmazari; laila sholaikhah indriani; Reeham farooq; Rossana Mutia Azzahra; Muhammad Reza Kurniawan; Noor fathima Thottungal; Marwan Ahmad; Hanifa Eka Rahmadani; Atrina Madina Suci; Calysta Vinella Ardhana; Ikhwan Muhana Rafif; Fara Dzulfi Aulia Pratama
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-communicable diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and chronic kidney disease are increasingly prevalent among young people due to unhealthy lifestyles. Early detection through simple health examinations in schools is an effective strategy to prevent chronic diseases. This community service activity aimed to conduct health screening as an early detection effort for chronic disease risk factors among 80 students of SMA Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura. The methods included health education on healthy lifestyles, blood pressure measurement using a digital sphygmomanometer, body weight and height measurement to calculate Body Mass Index (BMI), and random blood glucose testing using a glucometer. The results showed that 80% of students had normal blood pressure, 12% were in the pre-hypertension category, and 8% were obese. Blood glucose examination revealed that 6% of students were in the borderline category (pre-diabetes) and 94% were within the normal range. These findings highlight the importance of early intervention through health education and regular screening. This program successfully increased students’ awareness of the importance of regular health checks and healthy lifestyle behaviors. Conclusion: Basic health screening at school can be an effective promotive and preventive effort to reduce the risk of chronic diseases among adolescents.
Peningkatan Kemampuan Menerapkan Senam Kaki Diabetes dan Manajemen Stres pada Lansia di Kelurahan Sanga Sanga Dalam Kabupaten Kutai Kartanegara Bahtiar, Bahtiar; Samsugito, Iwan; Nopriyanto, Dwi; Ghofar Abdulloh, Ahmad Abdul; Cahya, Wahyuni Dwi; Kusumawati, Hanis
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kasus diabetes melitus (DM) pada lansia semakin meningkat sehingga membutuhkan usaha pendampingan dan pendidikan kesehatan khususnya Upaya dalam mencegah terjadinya luka kaki diabetes dan stress yang berhubungan dengan penyakit DM. Pada pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menerapkan senam kaki diabetes dan manajemen stres di Kelurahan Sanga Sanga Dalam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Metode:            Pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data primer yang nantinya datanya diperoleh melalui pre dan post-test tentang senam kaki diabetik dan manajemen stres. Hasil: Hasil pre test  didapatkan hasil bahwa rata-rata pada kategori kurang, sedang dan baik sedangkan hasil pretest manajemen stress didapatkan hasil bahwa rata-rata pada kategori sedang. Adapun hasil setelah dilakukan penerapan berupa Pendidikan Kesehatan didapatkan hasil post test senam kaki diabetik didominasi pada kategori baik dan  hasil post test manajemen stress didominasi pada kategori baik. Kesimpulan: Kegiatan Pendidikan Kesehatan mengenai senam kaki diabetes dan manajemen stres terbukti mampu meningkatan pengetahuan lansia.
Edukasi Perawatan Kaki pada Pengidap Diabetes Melitus dalam Mencegah Luka Kaki di Kelurahan Sanga-Sanga Dalamm Kutai Kartanegara Khumaidi, Khumaidi; Syahrun, Syahrun; Sukmana, Mayusef; Metungku, Fanny; Rahma, Khairunnida
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that often leads to serious complications such as diabetic foot ulcers if not properly managed. This community service activity aimed to increase knowledge and awareness of diabetic foot care among people with diabetes in Sanga-Sanga Dalam Village, Kutai Kartanegara. The program was carried out on July 23, 2025, through an educational session attended by 40 participants. The intervention included lectures, discussions, and demonstrations on proper foot hygiene, footwear selection, and adherence to treatment. Knowledge was assessed using pretest and posttest questionnaires. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with an average score increase from 58.5 to 91.1 (32.6%). The findings demonstrate that structured and interactive education effectively enhances self-care abilities and preventive behaviors among diabetic patients. Continuous community-based education is essential to reduce the incidence of diabetic foot ulcers and improve quality of life.
Edukasi Pemberian Makanan Tinggi Serat Sebagai Camilan Sehat Untuk Pencegahan Obesitas di SMP Negeri 04 Samarinda Iskandar Muda; Alika Zahra Putri Chandra; Alya Rizah Malihah; Arlyta Gracia Budiman; Christie Karla; Fathiyah Salsabila Azzahrah; Fiona Ika Dewanty; Melly Sabila; Muhammad Idam Alfaroji; Nadila Sawaliya; Tito Ali Hanif; Umi Rahayu; Zanetha
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Degenerative diseases are chronic conditions that significantly impact an individual’s quality of life and productivity. One example of a degenerative disease is obesity. An imbalance between dietary intake and nutritional needs, along with a sedentary lifestyle, are major contributing factors to the development of many degenerative disorders. Obesity prevention can begin by raising public awareness from an early age about adopting healthier lifestyles. One effective preventive measure is consuming fiber-rich foods. Purpose: The aim of this activity was to provide education about offering high-fiber foods as healthy snacks to help prevent obesity. Method: This activity was conducted on May 15, 2025, at SMP Negeri 4 Samarinda. The educational session included delivering material on high-fiber food as a healthy snacking option for obesity prevention. Evaluation was carried out by comparing the pre-test and post-test results to assess the increase in students' understanding after the session. Results: There were 30 participants. Students' understanding improved after the education session, as indicated by an increase in knowledge levels from 60% in the pre-test to 83.3% in the post-test. Conclusion: There was an increase in knowledge regarding the consumption of high-fiber foods as healthy snacks for the prevention of obesity.
Edukasi Pemanfaatan dan Pengolahan Black Garlic Untuk Penyakit Diabetes dan Hipertensi pada Lansia Dusun Rejosari, Ngadirojo, Wonogiri Sa'ad, Muhammad; Dhurhania, Crescentiana Emy; Sativa, Risa; Wulandari, Tiga Putri; Sari, Rizia Puspita
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan penggunaan tanaman untuk mendukung pengobatan sindrom metabolik seperti diabetes dan hipertensi telah lama dilakukan. Salah satu tanaman yang digunakan adalah bawang putih. Fermentasi bawang putih (Black Garlic) memiliki manfaat kesehatan yang lebih tinggi dibanding bawang segar. Dusun Rejosari, Desa Ngadirojo Kidul, Wonogiri merupakan daerah yang memiliki lansia dengan sindrom metabolik cukup tinggi. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan Black Garlic sebagai penunjang pengobatan serta pencegahan penyakit diabetes dan hipertensi.  Metode service learning digunakan dalam kegiatan ini dengan penilaian ketercapaian keberhasilan menggunakan instrument pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan signifikan nilai  rata-rata pre- dan post-test berturut-turut sebesar 60,88 dan 85,59 (p <0,05). Tingkat kepuasan peserta juga cukup tinggi dengan nilai indeks kepuasan sebesar 4,45 dari skala 5 (presentasi kepuasan 88,95%).  Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terkait pemanfaatan Black Garlic untuk menunjang pengobatan diabetes dan hipertensi. Dengan peningkatan pemahaman, diharapkan kondisi lansia dengan sindrom metabolik di  Dusun Rejosari dapat terkontrol dengan baik.
EDUKASI PEMANFAATAN KAPSUL DAUN SALAM DAN KEMANGI SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI KELURAHAN TALANG JAMBE Bela Purnama Dewi; Ani Syafriati; Fahrun Nur Rosyid; Leni Wijaya; Haryoto Haryoto
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah terjadinya komplikasi. Hasil observasi awal di Kelurahan Talang Jambe menunjukkan bahwa penderita DM masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai pemanfaatan terapi komplementer yang aman dan berbasis bukti, termasuk penggunaan tanaman herbal sebagai terapi pendamping. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penderita DM tipe 2 dalam memanfaatkan kapsul daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun kemangi (Ocimum sanctum) sebagai terapi komplementer. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2025 di Kelurahan Talang Jambe dengan melibatkan 57 penderita DM tipe 2. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi, dan pelatihan pembuatan kapsul herbal. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan, serta observasi keterampilan peserta selama praktik pembuatan kapsul. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan terapi komplementer dan penggunaan herbal yang aman. Selain itu, sebagian besar peserta mampu membuat, menyimpan, dan menjelaskan cara penggunaan kapsul herbal sesuai prosedur yang telah diajarkan. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan diabetes secara mandiri serta penggunaan terapi komplementer yang tetap terintegrasi dengan pengobatan medis standar. Dengan demikian, edukasi dan pelatihan pemanfaatan kapsul daun salam dan daun kemangi dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengelolaan diabetes mellitus tipe 2 di tingkat komunitas. 
EDUKASI BERBASIS SELF-EFFICACY SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SDN 9 TEGALHARJO Yusron Amin; Haswita Haswita
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan angka kejadian kasus penyakit menular di lingkungan sekolah dasar berdampak signifikan terhadap penurunan kualitas pembelajaran dan penurunan derajat kesehatan peserta didik. Salah satu penyebabnya adalah budaya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang buruk. Oleh karena itu dibutuhkan adanya upaya peningkatan penerapan PHBS di sekolah salah satunya melalui edukasi kesehatan berbasis self-efficacy. Pengabdian masyarakat untuk bertujuan untuk meningkatkan praktik penerapan PHBS terutama olah para siswa di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian edukasi kesehatan berbasis peningkatan self-efficacy dengan melibatkan 20 siswa SDN 9 Tegalharjo Glenmore. metode edukasi dilakukan melalui presentasi materi dengan bantuan PPT dan leaflet, diskusi, serta praktik atau demontrasi PHBS secara benar. outcome edukasi kesehatan ini berupa peningkatan pengetahuan, self-efficacy dan praktik penerapan PHBS di sekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan (p=0,000), self-efficacy (p=0,000), serta praktik PHBS (p=0,000) setelah pemberian intervensi. selain itu hasil pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan praktik penerapan PHBS (p=0,000; r=0,802). Hasil pengabdian masyarakat ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan berbasis self-efficacy ini berbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan, self-efficacy, dan praktik penerapan PHBS oleh siswa yang berdampak positif terhadap pelaksanaan proses pembelajaran dan derajat kesehatan siswa untuk jangka panjang.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PERILAKU SEKSUAL SEHAT PADA SISWA SMA NEGERI 1 JEBUS, BANGKA BARAT R.A FADILA
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat perubahan fisik, psikologis, serta keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. Kurangnya pemahaman yang tepat dapat berdampak pada terjadinya penyimpangan perilaku seksual, kehamilan tidak diinginkan, serta risiko penyakit menular seksual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang perilaku seksual sehat melalui pendidikan kesehatan reproduksi pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jebus, Bangka Barat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian edukasi kesehatan reproduksi melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan media edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik remaja. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan edukasi menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku seksual sehat setelah diberikan pendidikan kesehatan. Peserta menjadi lebih memahami perubahan reproduksi pada masa remaja, risiko perilaku seksual berisiko, serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam membentuk perilaku seksual yang sehat pada remaja serta mendorong sekolah untuk berperan aktif dalam pendidikan kesehatan reproduksi secara berkelanjutan
GEMA SEHATI (GERAKAN EDUKASI MENU MAKANAN SEIMBANG LOKAL CEGAH STUNTING) DI DESA WAITII Fathia Rahma Juliarti; Nurul Jannatul Wahidah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Namun, upaya pencegahan stunting di masyarakat masih belum optimal, ditandai dengan keterbatasan kemampuan ibu dalam menyusun dan mengolah menu makanan anak terutama dalam memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi menu makanan gizi seimbang. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang lebih aplikatif dan partisipatif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Melalui program GEMA SEHATI (Gerakan Edukasi Menu Makanan Seimbang Lokal Cegah Stunting) berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Waitii yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menyusun dan mengolah menu makanan gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat dengan evaluasi deskriptif melalui edukasi kesehatan, demonstrasi pembuatan, serta pembagian menu PMT. Kegiatan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dengan sasaran 14 ibu yang memiliki bayi dan balita yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran pemahaman dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang serta keterampilan dalam menyusun dan mengolah menu makanan bergizi terutama berbasis pangan lokal. Kesimpulannya, program GEMA SEHATI efektif sebagai intervensi berbasis masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan stunting.