cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA JAHITAN PERINEUM DI TPMB SITI ROHANAH KABUPATEN BEKASI Sari, Widia; Enny Yuliaswati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5141

Abstract

ABSTRACT Background: The puerperium is said to be a period of recovery of the mother's condition after childbirth until all female reproductive organs recover before the next pregnancy, the puerperium usually lasts 6-8 weeks after delivery. Healing of suture wounds will normally occur on the fifth to seventh day and can also be faster within 5 days which is characterized by dry wounds, absence of redness, swelling, fused tissue and no pain when sitting and walking. Objective: This study aims to determine the effect of guava leaf decoction water on the healing process of perineal suture wounds. Methods: The design used in this study was a quasi experiment. The sampling technique in this study was consecutive sampling. The research was conducted at TPMB Siti Rohanah in April-June with a total sample of 20, namely 10 intervention groups and 10 control group respondents. Statistical analysis used is mann whitney test. Research Results: the results of the analysis showed that the healing of perineal suture wounds given guava leaf decoction water was faster in the healing process, namely 5.50 days while those not given were 6.40 days with a mean difference of 0.90. Keywords: Guava Leaf Decoction Water, Perineal Suture Wound Healing ABSTRAK latar belakang : Masa nifas dikatakan sebagai masa pemulihan kondisi ibu sesudah persalinan hingga seluruh organ reproduksi wanita pulih kembali sebelum kehamilan berikutnya, masa nifas biasanya berlangsung 6-8 minggu setelah persalinan. Penyembuhan luka jahitan secara normal akan terjadi pada hari kelima hingga hari ketujuh dan bisa juga lebih cepat dalam waktu 5 hari yang ditandai dengan luka kering, tidak adanya kemerahan, pembengkakan, jaringan menyatu dan tidak nyeri ketika untuk duduk dan berjalan. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun jambu biji dengan proses penyembuhan luka jahitan perineum. Metode : Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah consecutive Sampling. Penelitian dilakukan di TPMB Siti Rohanah pada bulan april-juni 2024 dengan Jumlah sampel 20 yaitu 10 kelompok intervensi dan 10 responden kelompok control. Analisis statistik yang digunakan adalah uji mann whitney. Hasil Penelitian: hasil analisa didapatkan bahwa penyembuhan luka jahitan perineum yang diberikan air rebusan daun jambu lebih cepat proses penyembuhannya yaitu 5,50 hari sedangkan yang tidak diberikan sebesar 6.40 hari dengan beda mean yaitu sebesar 0.90. Terdapat pengaruh air rebusan daun jambu biji terhadap proses penyembuhan luka perineum dengan p value 0,007 yang berarti air rebusan daun jambu biji efektif terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Kata Kunci : Air Rebusan Daun Jambu Biji, Penyembuhan Luka Jahitan Perineum
PENGARUH PIJAT TUI NA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN BALITA Tamara, Hesti; Kamidah, Kamidah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i1.5142

Abstract

ABSTRACT Reduced appetite in toddlers is a psychological disorder that affects the growth and development process. If this condition is not treated immediately, complications can occur, including poor nutrition in toddlers and motor disorders in children. WHO data shows that 7.7% of children under five are malnourished and 15% are underweight. The 2019 Indonesian Health Profile data for under-five children with malnutrition was 3.9% and the percentage of malnutrition reached 13.8%. Tui Na massage works by improving blood circulation in the spleen and digestion and increasing the child's appetite. Objective: To find out whether there is an effect of Tui Na massage on increasing toddlers' appetite. Method: Using pre experimental design, one group pretest-posttest approach. Sample of 32 toddlers with poor appetite. The sampling technique uses random sampling. Analysis test using Wilcoxon Results: Shows that the average appetite of toddlers before the Tui Na massage is 3.09, the lowest appetite score is 1, the highest appetite score is 5, and the mode value is 4 which means less. The average appetite of toddlers after the Tui Na massage was 6.53, the lowest appetite score was 4, the highest appetite score was 10, and the mode score was 6, which means good. The analysis test shows that Asymp.Sig (2-tailed) 0.000 <0.05. Conclusion: There is an effect of Tui Na massage on increasing toddlers' appetite. Keywords: Appetite, tui na, toddlers ABSTRAK Nafsu makan berkurang pada balita adalah gangguan psikologis yang mempengaruhi proses tumbuh kembang. Kondisi ini jika tidak segera ditangani dapat terjadi komplikasi diantaranya balita dengan gizi buruk dan gangguan motorik pada anak. WHO menunjukkan balita gizi buruk 7,7% dan Underweight 15%. Data profil Kesehatan Indonesia 2019 balita gizi buruk sebesar 3,9% dan persentase gizi kurang mencapai 13,8%. Pijat Tui Na bekerja dengan memperlancar peredaran darah di limpa dan pencernaan dan membuat nafsu makan anak meningkat. Tujuan: Mengetahui adakah pengaruh pijat Tui Na terhadap peningkatan nafsu makan balita. Metode : Menggunakan pre exsperimental design, pendekatan one group pretest- posttest. Sampel 32 balita dengan nafsu makan kurang. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Uji analisa menggunakan Wilcoxon Hasil : Menunjukkan rata-rata nafsu makan balita sebelum pijat Tui Na sebesar 3.09, skor nafsu makan terendah adalah 1, skor nafsu makan tertinggi 5, dan nilai modus yaitu 4 yang artinya kurang. Rata-rata nafsu makan balita sesudah pijat Tui Na sebesar 6.53, skor nafsu makan terendah 4, skor nafsu makan tertinggi 10, dan nilai modus yaitu 6 yang artinya baik. Uji analisis diketahui Asymp.Sig (2-tailed) 0.000 <0.05. Kesimpulan :Ada pengaruh pijat Tui Na terhadap peningkatan nafsu makan balita. Kata Kunci : Balita, nafsu makan, pijat tui na
HUBUNGAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BBLR DI PUSKESMAS BORU Masni, Andrea Maria Andrina; Rina Sri Widayati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5143

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Status gizi dan kesehatan ibu hamil merupakan suatu kondisi penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Kekurangan asupan gizi, berdampak pada tumbuh kembang janin yang tidak optimal baik fisik, mental dan kecerdasannya. Satu diantara beragam persoalan gizi yang dihadapi ibu hamil adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK). Ibu hamil yang menderita KEK bisa menyebabkan hadirnya gangguan kesehatannya terhadap bayi serta ibu salah satunya berat badan lahirnya rendah bahkan kematian. Tujuan: guna mendapatkan informasi konektivitas kurang energi kronik untuk Ibu hamil lewat kejadian BBLR pada Puskesmas Boru. Metode: Jenisnya penelitian ini Analitik Korelasional dan rancangan Penelitiannya Studi Dokumentasi memakai pendekatan case control. Total populasi adalah total sampel sebanyak 179 orang yang dilakukan pengambilannya memakai teknik total sampling. Uji yang dipakai yakni Fishers Exact Test (alpha 5%). Hasil: dari 152 ibu yang tidak menderita KEK, didapatkan sebahagian besarnya tidak menderita BBLR sejumlah 145 orang (81,01%) dan sebahagian kecilnya menderita BBLR yaitu sejumlah 7 orang (3,91%). Sementara dari 27 ibu yang menderita KEK, dipahami lebih daripada setengah tidak merasakan BBLR sejumlah 18 orang (10,05%) dan kurang daripada setengah merasakan kejadian BBLR sejumlah 9 orang (5,03%). Kesimpulan: Berlandaskan resultan pengujian statistik Fishers Exact Test, dipahami bahwasanya skor p value sejumlah 0,001 lebih kecil daripada skornya α (0,05), atas dasar tersebut bisa dilakukan penyimpulan bahwasanya ada konektivitas antara kejadian KEK untuk ibu hamil dan juga kejadiannya BBLR di Puskesmas Boru. Kata Kunci: Ibu hamil, KEK, BBLR Abstract Background: Nutritional status and health during pregnancy are critical factors in determining the quality of human resources. Inadequate nutritional intake can impact the optimal growth and development of the fetus, affecting physical, mental, and cognitive aspects. One of the nutritional issues faced by pregnant women is Chronic Energy Deficiency (CED). Pregnant women experiencing CED may suffer from health complications for both themselves and their babies, including low birth weight and even mortality. Purpose: To determine the relationship between Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women and the incidence of low birth weight (LBW) at Boru Health Center.Method: This research is an Analytical Correlational study with a Document Study design and a case-control approach. The total population consists of 179 individuals, who were selected using total sampling techniques. The statistical test use the Fisher's Exact Test (with an alpha level of 5%). Results: Of the 152 mothers who did not experience Chronic Energy Deficiency (KEK), majority did not have Low Birth Weight (BBLR) with a count of 145 individuals (81.01%), while a smaller number experienced BBLR, totaling 7 individuals (3.91%). In contrast, among the 27 mothers who experienced KEK, more than half did not have BBLR, amounting to 18 individuals (10.05%), while less than half experienced BBLR, totaling 9 individuals (5.03%). Conclusion: Based on the results of the Fisher's Exact Test, the p-value of 0.001 is smaller than the alpha level of 0.05. Therefore, it can be concluded that there is a relationship between the incidence of nutritional anemia (KEK) in pregnant women and the incidence of low birth weight (BBLR) at the Boru Community Health Center Keywords: Pregnant women, CED, LBW
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER DENGAN PEMBERIAN TERAPI JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH TROMBOSIT DI RSUP Dr. SITANALA KOTA TANGERANG Ayu Lestania; Adi Dwi Susanto; Darni Nur Indah Sari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i5.5149

Abstract

Latar belakang : Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) umumnya ditularkan melalui nyamuk yang terinfeksi virus dengue. Infeksi virus dengue yang paling ditakutkan adalah terjadinya perdarahan. Resiko perdarahan dapat diatasi dengan pemberian jus jambu biji merah untuk meningkatkan trombosit pasien. Tujuan : memberikan terapi untuk meningkatkan jumlah trombosit pada pasien. Metode : studi kasus dilakukan dengan terapi pemberian jus jambu biji merah selama 3 kali pertemuan, diminum 2x sehari di pagi dan sore hari, intervensi keperawatan pemberian terapi jus jambu biji dan edukasi mengenai perbanyak asupan cairan. Hasil : setelah evaluasi pemberian terapi jus jambu biji pada pasien DHF mendapatkan hasil yang signifikan terhadap peningkatan jumlah trombosit. Sebelum diberikan Tindakan yaitu 21 [10^3/uL] dan setelah diberikan Tindakan tambahan terapi jus jambu biji merah menjadi 90 [10^3/uL] . Kesimpulan : bahwa pasien dapat menjadikan tindakan pemberian jus jambu biji merah sebagai terapi tambahan untuk membantu menangani masalah penurunan trombosit dengan risiko perdarahan.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN PEMBERIAN TERAPI ES BATU UNTUK MENURUNKAN RASA HAUS YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUP DR. SITANALA KOTA TANGERANG Fajriyah, Lely; Adi Dwi Susanto; Darni Nur Indah Sari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i5.5156

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang:. Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi pada ginjal yang terjadi secara progresif sehingga tidak dapat kembali menjadi pulih. Pada kondisi ini tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang mengakibatkan peningkatan ureum. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui Asuhan Keperawatan pada Pasien gagal ginjal kronik dengan Intervensi pemberian Terapi Es batu berfungsi untuk mengurangi dan menurunkan rasa haus. Metode Penelitian: mengimplementasikan terapi es batu pada pasien gagal ginjal kronik dalam mengontrol penurunan rasa haus. Hasil Penelitian: Hasil implementasi dan evaluasi selama 3 hari dengan intervensi pemberian terapi es batu ada perubahan secara objektif dan subjektif pada pasien gagal ginjal kronik serta perubahan sebelumnya berat dan sesudah diberikan terapi es batu menjadi ringan. Kesimpulan: Terdapat penurunan rasa haus setelah dilakukan terapi es batu. Saran: diharapkan dapat digunaka sebagai alternative untuk mengurangi rasa haus. Kata kunci: Gagal Ginjal Kronik, Terapi Es Batu, Penurunan Rasa Haus ABSTRACT Background: Chronic renal failure is a progressive disorder of kidney function that cannot be restored. In this condition, the body is unable to maintain metabolism, fluid and electrolyte balance which results in increased urea. Research Objective: to determine Nursing Care for Chronic Renal Failure Patients with Ice Cube Therapy Interventions that function to reduce and decrease thirst. Research Method: implementing ice cube therapy in chronic renal failure patients in controlling decreased thirst. Research Results: The results of the implementation and evaluation for 3 days with the intervention of ice cube therapy showed objective and subjective changes in chronic renal failure patients and changes from previous severe changes to mild after ice cube therapy. Conclusion: There was a decrease in thirst after ice cube therapy. Suggestion: It is expected to be used as an alternative to reduce thirst. Keywords: Chronic Renal Failure, Ice Cube Therapy, Decreased Thirst
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST SECTIO CAESEREA ATAS INDIKASI KETUBAN PECAH DINI DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI AROMATERAPI LEMON TERHADAP SKALA NYERI Lasmida, Putri Damaiyanti; Mursiah, Mursiah; Ernawati, Ernawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i5.5157

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya ketuban sebelum dimulainya persalinan dan diperkirakan terjadi satu jam sebelum dimulainya persalinan. Salah satu persalinan yang biasa dilakukan pada pasien dengan KPD yaitu sectio caeserea.Pasien post Sc biasanya megalami keluhan nyeri pada bekas operasi. Nyeri dapat diredakan dengan pemberian aromaterapi lemon. Metode : Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pemberian aromaterapi lemon melalui inhalasi selama 3 hari dengan durasi 10-15 menit. Hasil: Setelah dilakukan tindakan pemberian aromaterapi lemon terdapat perubahan antara sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lemon yaitu terjadinya penurunan skala nyeri terhadap pasien post sectio caeserea. Kesimpulan : Pemberian aromaterapi lemon pada pasien post sectio ceserea dapat membantu menurunkan skala nyeri. Kata Kunci : Sectio caeserea, nyeri dan aromaterapi lemon.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI KISTA OVARIUM DENGAN PEMBERIAN TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI DI RUANG PERAWATAN BEDAH RS AN-NISA TANGERANG Mawardi, Agmarisa; Cicirosnita J. Idu; Samrotul Fuadah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i1.5159

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Kista ovarium merupakan benjolan pada ovarium yang dapat menyebabkan pembesaran pada perut bagian bawah. Pengobatan kista ovarium adalah pembedahan. Pembedahan dapat menyebabkan rasa sakit jika nyeri. Tujuan : Tindakan ini bertujuan untuk menyembuhkan penyakit pada post operasi dan menurunkan intensitas nyeri berupa dari segi fisiologis maupun psikologis. Metode : Metode yang digunakan adalah pengkajian skala numerical ratting scale dengan skor 1-10. Hasil : Hasil uji yang digunakan adalah Uji non-Prametik dengan taraf signifikan a 0,05. Berdasarkan hasil pengolaan data maka didapatkan nilai sig. sebesar 0,039 sehingga bisa disimpulkan dengan intervensi diberikannya terapi relaksasi nafas dalam dapat mempengaruhi penurunan intensitas nyeri yang dialami pasien kista ovarium post operasi. Kesimpulan : Setelah dilakukan intervensi dan implementasi jurnal yang dilakukan intervensi dan terapi relaksasi nafas dalam untuk penurunan intensitas nyeri pada pasien kista ovarium post operasi. Kata kunci :Kista Ovarium, Post Operasi, Terapi Relaksasi Nafas Dalam, Intensitas Nyeri ABSTRACT Background: Ovarian cysts are lumps on the ovaries that can cause enlargement of the lower abdomen. Treatment for ovarian cysts is surgery. Surgery may cause pain if it is painful. Purpose: This action aims to cure post-operative disease and reduce the intensity of pain from a physiological and psychological perspective. Method: The method used is a numerical rating scale assessment with a score of 1-10. Results: The test results used are the non-premetic test with a significance level of 0.05. Based on the results of data processing, the sig value is obtained. amounted to 0.039 so it can be concluded that the intervention of deep breathing relaxation therapy can influence the reduction in pain intensity experienced by post-operative ovarian cyst patients.Conclusion: After the intervention and implementation of the journal, intervention and deep breathing relaxation therapy were carried out to reduce pain intensity in post-operative ovarian cyst patients. Keywords:Ovarian Cyst, Post Surgery, Deep Breathing Relaxation Therapy, Intensitation pain
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGUE HEMORAGIC FEVER DENGAN PEMBERIAN TERAPI WATER TEPID SPONGE DAN EDUKASI TENTANG 3M PLUS DI RUMAH SAKIT TANGERANG Dewi, Meta Apriyanti; Siti Kusnul Khatimah; Siti Napsiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i1.5160

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pasien dengan Dengue Hemoragic Fever (DHF) merupakan penyakit yang menular karena virus dengue lalu ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti yang sering ditandai dengan demam. Salah satu penatalksanaan demam atau bisa di sebut hipertermi yaitu dengan tindakan non farmakologis dengan Tindakan Water Tepid Sponge. Jumlah pasien anak di RS Tangerang dengan Dengue Hemoragic Fever atau DBD pada bulan Januari - Juni tahun 2023 terdapat 51 kasus, dengan pasien yang meniggal sebanyak 2 pasien. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien Dengue Hemoragic Fever (DHF) dan untuk mengetahui efektifitas terapi Water Tepid Sponge terhadap penanganan demam (hipertermi) pada anak di ruang dahlia bawah RS Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan pada satu orang anak yang menderita Dengue Hemoragic Fever (DHF) yang mengalami peningkatan suhu tubuh dengan menggunakan intervensi Water Tepid Sponge (WTS). Hasil: Adanya penurunan suhu tubuh setelah dilakukan terapi Water Tepid Sponge (WTS) selama 3 hari di ruang dahlia bawah RSUD Tangerang. Kesimpulan: Tindakan Water Tepid Sponge (WTS) efektif digunakan dalam menurunkan demam (hipertermi) pada pasien dengan masalah Dengue Hemoragic Fever (DHF). Kata Kunci: DHF, Water Tepid Sponge, 3M PLUS ABSTRACT Background: Patients with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease because the dengue virus is transmitted via the Aedes Aegypti mosquito which is often characterized by fever. One of the treatments for fever or what can be called hyperthermia is non-pharmacological action using the Water Tepid Sponge Action. The number of pediatric patients at Tangerang District Hospital with Dengue Hemorrhagic Fever or DBD in January - June 2023 was 51 cases, with 2 patients dying. Objective: To determine nursing care for Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) patients and to determine the effectiveness of Water Tepid Sponge therapy in treating fever (hyperthermia) in children in the dahlia room under the Tangerang Regency Regional Hospital. Method: This research uses a case study method by providing nursing care to one child suffering from Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) who experienced an increase in body temperature using the Water Tepid Sponge (WTS) intervention. Results: There was a decrease in body temperature after undergoing Water Tepid Sponge (WTS) therapy for 3 days in the dahlia room under the Tangerang District Hospital. Conclusion: The Water Tepid Sponge (WTS) action is effective in reducing fever (hyperthermia) in patients with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Keywords: DHF, Water Tepid Sponge, 3M PLUS
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK GASTROENTERITIS DENGAN PEMBERIAN TERAPI MASSAGE DI RUANG PERAWATAN ANAK RS AN–NISA TANGERANG Anisatun Zahroh; Ria Setia Sari; Siti Muthoharoh
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i1.5163

Abstract

Latar Belakang: Diare menjadi salah satu masalah kesehatan global yang signifikan, dengan angka kejadian yang tinggi di berbagai belahan dunia. WHO mengatakan bahwa diare merupakan penyebab utama kematian pada balita, dengan lebih dari 1,7 miliar kasus setiap tahunnya. Berdasarkan data Riskesdas angka kejadian diare pada balita mencapai 12,3%, sementara pada bayi sebesar 10,6%. Penanganan diare dapat diberikan kepada penderita diare dengan intervensi pemberian oralit, ASI atau makanan yang cukup, dan memberikan edukasi kepada keluarga balita. Selain dengan pemberian suplemen zink, diare juga dapat di tangani dengan terapi non – farmakologi, salah satunya yaitu terapi pijat. Tujuan: Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan diare dengan pemberian terapi massage pada anak. Metode: Menggunakan Studi kasus pada An. N usia 23 bulan dengan diare. Pengkajian didapatkan An. N diare selama 2 minggu, dengan diagnosis keperawatan utama adalah diare. Intervensi keperawatan utama untuk mengatasi diare yaitu dengan pemberian intervensi terapi massage yang dikolaborasikan dengan pemberiam obat zinc dan lacto B untuk mengatasi diare. Hasil: Berdasarkan studi kasus pada pasien kelolaan didapatkan pemberian terapi massage memiliki pengaruh terhadap dapat untuk penurunan frekuensi diare selama 3 hari.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GASTROENTRITIS DENGAN PEMBERIAN TERAPI MADU DI RUMAH SAKIT Eka Haniawati; Siti Kusnul Khatimah; Neneng Gantini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i1.5174

Abstract

Latar Belakang : Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair. Rumusan Masalah : Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien tersebut, maka penulis menarik rumusan masalah dalam Asuhan Keperawatan Pada pasien Gastroentritis Dengan Pemberian Terapi Madu. Tujuan : untuk memberikan Asuhan Keperawatan Pada pasien Gastroentritis Dengan Pemberian Terapi Madu. Kesimpulan : Asuhan keperawatan yang diawali dengan pengkajian secara menyeluruh meliputi pengkajian pemeriksaan TTV, pemeriksaan fisik, Riwayat Kesehatan dan pemeriksaan penunjang. Berdasarkan pemaparan asuhan keperawatan mengenai pelaksanaan pemberian terapi madu pada pasien gastroenteritis di Rumah Sakit Tangerang dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi madu dari hari pertama sampai hari ke tiga sudah mengalami perubahan dan terlihat efektifitasnya. Intervensi pemberian terapi madu berdasarkan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh banyak peneliti.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue