cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KEJANG DEMAM KOMPLEK (KDK) DENGAN PEMBERIAN KOMPRES BAWANG MERAH DAN EDUKASI PENCEGAHAN KEJANG DI RUMAH SAKIT Fitria Rahma Wandari; Siti Kusnul Khatimah; Siti Napsiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i1.5175

Abstract

Latar Belakang Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal lebih dari 38.00C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Pendapat para ahli kejang demam sering terjadi pada waktu anak berusia antara 6 bulan sampai 5 tahun. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit, terdapat pasien dengan diagnosa (KDK) sebanyak 4 pasien terhitung dari bulan Januari-Desember 2024. Hasil dari penelitian dengan menggunakan pemberian kompres bawang merah merupakan teknik nonfarmakologi dalam menurunkan suhu tubuh pada anak. Saran dari penelitian ini adalah intervensi dapat dilakukan oleh tenaga medis untuk menurunkan suhu tubuh anak mencegah kejang demam.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA INDUSTRI DI CV. MULTIBANGUNAN JEMBER Milinda Rika Raditya; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i1.5180

Abstract

Pendahuluan: Menurut Hart & Staveland dalam Tarwaka, bahwa beban kerja merupakan sesuatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugas-tugas, lingkungan kerja dimana digunakan sebagai tempat kerja, keterampilan, perilaku dan persepsi dari pekerja. Low Back Pain (LBP) merupakan suatu kondisi dimana penderitanya merasakan nyeri, spasme, stiffness yang terlokalisasi di bagian bawah costa dan di atas lipatan gluteal inferior dengan atau tanpa nyeri yang menjalar pada tungkai. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan Study Cross-Sectional dan jenis sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah mengacu pada jumlah pekerja industri di CV. Multibangunan Jember yaitu 150 orang. Sampel dari penelitian ini adalah 60 responden. Nilai Beban Kerja Pekerja Industri Di CV. Multibangunan Jember memiliki beban kerja yang berat sebesar 20%. Nilai Kejadian Low Back Pain Pekerja Industri Di CV. Multibangunan Jember memiliki Low Back Pain yang tinggi sebesar 10%. Kesimpulan: Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian low back pain pada pekerja industri di CV. Multibangunan Jember memiliki hubungan yang segnifikan dengan hasil nilai p value sebesar 0,01 < 0,05. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah agar peneliti selanjutnya dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan pengambilan data melalui wawancara dan observasi yang lebih merinci dan mendalam agar mendapatkan hasil yang lebih valid.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEMAMPUAN MASYARAKAT SUKU MADURA DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN GIGITAN ULAR DI DUSUN KRAJAN SITUBONDO Siti Nur Halisa; Cipto Susilo; Muhammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i1.5181

Abstract

Pendahuluan: Gigitan ular merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di negara tropis maupun subtrropis seperti indonesia. Banyaknya kasus gigitan ular di Desa tokelan dusun krajan Situbondo sehingga memakan korban jiwa dan dilihat dari lingkungan desa tokelan yang memang berdekatan dengan area persawahan dan sungai. hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mayarakat desa tokelan yang belum mengetahui bagaimana cara penanganan pertama pada korban gigitan ular, sehingga dibutuhkan pendidikan kesehatan pertolongan pertama pada kasus gigitan ular dengan metode demostrasi. Metode:Desain penelitian ini menggunakan pre-eksperimen (pre-eksperimental design) dengan pendekatan one grup pre-test post test. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 respondent yang berada di dusun krajan desa tokelan situbondo dan diambil menggunakan teknik porpusive sampling yaitu quota sampling. Analisis yang digunakan adalah uji Sign Test untuk mengetahui kemampuan masyarakat suku madura dalam melakukan perolongan pertama pada gigitan ular sebelum dan sesudah diberikan pendidikan. Hasil: uji penelitian diperoleh p value sebesar 0,000 sehingga keputusan hipotesis H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan masyarakat suku Madura dalam melakukan pertolongan pertama korban gigitan ular di dusun krajan situbondo. Dari hasil penelitian ini diharapkan masyarakat mampu melakukan pertolongan pertama korban gigitan ular sebelum dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mencegah kejadian yang mengancam jiwa korban. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan masyarakat suku Madura dalam melakukan pertolongan pertama pada gigitan ular.
UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Mart.) Solms) PADA LARVA Artemia salina Leach DENGAN METODE BSLT Retno Sekarini; Daeng Elysa Putri Mambang; Anny Sartika Daulay; Yayuk Putri Rahayu
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5189

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat tradisional ialah Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Mart.) Solms) yang memiliki khasiat sebagai obat sakit gigi, obat gatal, dan penurun berat badan dengan kandungan senyawa Tanin, Flavonoid, Saponin, Glikosida, Steroid/triterpenoid, dan juga Alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam simplisia daun eceng gondok dan sitotoksisitas dari ekstrak etanol daun eceng gondok ekstrak etanol daun eceng gondok dengan menentukan nilai LC50. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi simplisia, skrining fitokimia dan uji sitotoksisitas ekstrak daun eceng gondok. Uji sitotoksisitas ekstrak daun eceng gondok menggunakan metode (Brine shrimp lethality test) atau BSLT dengan konsentrasi 115µg/ml, 395µg/ml, 575µg/ml, 805µg/ml, dan 1150µg/ml dengan cara didiamkan selama 24 jam untuk melihat sitotoksisitas nya. Data yang diperoleh di analisis menggunakan analisa probit menggunakan excel. Hasil data yang diperoleh dengan metode Brine Shrimp Lehality Test menunjukkan nilai LC50 sebesar 335,5830µg/ml, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun eceng gondokk bersifat sitotoksisitas dan memiliki sifat antikanker. Senyawa uji bersifat toksik jika LC50 kurang dari 1000 µg/ml.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGUE HAEMORAGIC FEVER DENGAN PEMBERIAN TEPID WATER SPONGE UNTUK MENGATASI DEMAM DI RUANG PERAWATAN ANAK RS AN-NISA Agista Rahmayanti; Ria Setia Sari; Siti Muthoharoh
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5192

Abstract

Latar Belakang: Program pencegahan dan penanggulangan infeksi dengue di Indonesia telah dilaksanakan, namun masalah dengue belum dapata diselesaikan sampai sekarang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat jumlah kasus warga yang terjangkit DHF pada pekan ke-17 tahun 2024 terdapat 88.593 kasus dengan 621 kematian. Anak sangat berisiko mengalami infeksi dan komplikasi DHF, salah satu nya hipertermia. Selain pemberian antipiretik, salah satu tatalaksana yang dapat memperbaiki masalah hipertermia adalah pemberian tepid water sponge. Tujuan: Karya ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan dengue haemoragic fever untuk mengatasi hipertermia dengan pemberian tepid water sponge pada anak. Metode: Menggunakan metode studi kasus pada An.C usia 14 tahun dengan DHF. Pengkajian didapatkan An.C demam sudah 3 hari naik turun, dengan diagnosis keperawatan utama adalah hipertermia. Intervensi keperawatan utama untuk mengatasi hipertermia yaitu dengan tepid water sponge. Hasil: Berdasarkan studi kasus pada pasien kelolaan didapatkan pemberian tepid water sponge memiliki pengaruh terhadapat penurunan hipertermia pada An.C selama 3 hari.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK BRONKOPNEUMONI DENGAN TERAPI KOMPLEMENTER UAP AIR PANAS PLUS MINYAK KAYU PUTIH DALAM MENGURANGI BATUK DI RUANG PERAWATAN ANAK RS AN-NISA Aprilia Nur Rohmah; Ria Setia Sari; Siti Muthoharoh
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5196

Abstract

Latar Belakang: Sistem pernapasan pada anak dengan bronchopneumonia seringkali mengalami kelebihan produksi lendir di paru-paru. Dahak atau sputum biasanya akan menumpuk hingga kental dan menjadi sulit untuk dikeluarkan Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran Asuhan keperawatan pada anak bronkopnrumoni (BP) dengan terapi komplementer uap air panas plus minyak kayu putih dalam mengurangi batuk di ruang perawatan anak RS AN-NISA. Metode Pasien dengan bronkopneumonia dengan keluhan batuk selama 3 hari dan sulit mengeluarkan dahak diberikan terapi komplementer uap air panas plus minyak kayu putih satu kali perhari selama 3 hari selama 10 menit, intervensi dilakukan setelah pasien diberikan inhalasi salbutamol 1x1 ampul dan dilakukan fisioterapi dada. Hasil: Setelah dilakukan terapi uap air panas plus minyak kayu putih terdapat berbedaan dari tanda gejala pada hari pertama yaitu batuk, kesulitan mengeluarkan dahak, serta terdengar suara tambahan ronki pada kedua lapang paru dibandingkan dengan tanda gejala dihari ketiga batuk berkurang, sekret sudah dapat dikeluarkan, suara ronki pada lapang paru bagian kanan Kesimpulan: Intervensi kolaborasi inhalasi dikombinasikan dengan terapi komplementer inhalasi salbutamol efektif dalam mengurangi batuk.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA DENGAN NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS PADA USIA 40-60 TAHUN DI KP. ETEK RT 001-RT 002 KEC. SINDANG JAYA KAB. TANGERANG-BANTEN Wardatul Zamilah; Rohaeti, Rohaeti; Mursiah, Mursiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v1i2.5200

Abstract

Latar Belakang : Rheumatoid Arthritis adalah penyakit autoimun peradangan kronis atau reaksi autoimun dimana sistem kekebalan tubuh manusia dapat menjadi tidak berfungsi dan melemah, mengakibatkankerusakan organ sendi dan lapisan sinovial, terutama di tangan, kaki, dan lutut (Asrowy et al., 2022). Tujuan : Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan lansia dengan Rheumatoid Arthritis pada usia 40-60 tahun. Desain Penelitian: cross sectional mengukur variabel diwaktu bersamaan. Teknik Sampel: Sampel penelitian adalah 60 orang, tekhnik yang digunakan total sampling. Analisa Data: Menggunakan uji data kolerasi pearson Hasil: didapatkan hasil tingkat pengetahuan kurang sebanyak 5, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 21 , dan tingkat pengetahuan baik sebanyak 34. Bivariat menggunakan Uji Kolerasi Pearsonmenunjukan pengetahuan baik dengan memiliki nyeri rheumatoid arthritis tinggi sebanyak 28 responden, yang mempunyai pengetahuan cukup dengan memiliki nyeri rheumatoid arthritis rendah sebanyak 3. Hubungan tingkat pengetahuan lansia dengan nyeri Rheumatoid Arthritis ditemukan p-Value 0,044% p< 0,05 artinya terdapat hubungan tingkat pengetahuan lansia dengan nyeri Rheumatoid Arthritis. Kesimpulan: Ada Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Lansia Dengan Nyeri Rheumatoid Arthritis Pada Usia 40-60 Tahun di Kampung Etek Rt 001-Rt 002 Kec. Sindang Jaya Kab. Tangerang-Banten. Saran: Diharapkan dapat meningkatkan Tingkat pengetahuan terhadap nyeri Rheumatoid Arthritis dengan mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan khususnya Puskesmas Sindang Jaya.
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAAS RAWALELE KABUPATEN SUBANG Vaola Mitra Kusuma; Yeanneke L.Tinungki; Dwi Diana Putri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5201

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah melebihi ambang normal. Namun, kurangnya kepatuhan pasien hipertensi terhadap regimen pengobatan tetap menjadi faktor yang menyebabkan tingginya prevalensi penyakit ini. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi profil demografis serta tingkat kepatuhan dalam penggunaan obat pada pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Rawalele Subang. Metode: Penelitian ini mengadopsi pendekatan Kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif dan rancangan cross-sectional. Populasi studi terdiri dari 82 pasien hipertensi, dan 45 sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui adaptasi dari alat ukur Medication Morisky Adherence Scale-8. Hasil: Hasil penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas partisipan adalah perempuan (66,7%), dengan rentang usia di kategori lansia 60-74 tahun (77,8%). Sebagian besar partisipan memiliki tingkat pendidikan SD (62,2%) dan tidak bekerja (66,7%). Mayoritas partisipan mengalami hipertensi dengan komplikasi (68,9%), dan tingkat kepatuhan dalam penggunaan obat berada pada kategori tidak patuh sebesar 64,4%. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Rawalele Subang sebagian besar pasien tidak patuh dalam mengkonsumsi obat antihipertensi. Untuk meningkatkan kepatuhan maka puskesmas perlu mengadakan kegiatan penyuluhan untuk pasien hipertensi mengenai kepatuhan minum obat hipertensi.Kata Kunci : Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Lansia, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERAWATAN PASIEN DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWALELE KABUPATEN SUBANG Rayhan Bella Andykha; Yenny Makahaghi; Dwi Diana Putri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5202

Abstract

Latar Belakang: Rheumatoid Arthritis (RA) adalah kondisi peradangan kronis autoimun di mana sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan dan menyerang jaringan sendi serta lapisan synovial, terutama di tangan, kaki, dan lutut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap perawatan pasien RA di Wilayah Kerja Puskesmas Rawalele, Kabupaten Subang. Metode: Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup data demografi responden dan kuesioner dukungan keluarga. Populasi penelitian ini adalah 80 keluarga pasien RA di Wilayah Kerja Puskesmas Rawalele, dengan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga terhadap pasien RA tinggi, dengan mayoritas responden mendapatkan tingkat dukungan yang signifikan (77,5%). Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan dukungan keluarga terhadap pasien RA di Wilayah Kerja Puskesmas Rawalele Subang sebagian besar mendapatkan dukungan keluarga yang tinggi. Untuk terus meningkatkan dukungan keluarga maka puskesmas perlu mengadakan kegiatan penyuluhan untuk keluarga pasien RA mengenai dukungan keluarga yang harus diberikan kepada pasien dengan Rheumatoid Arthritis.Kata Kunci : Rheumatoid Arthritis, Dukungan keluarga, Karakteristik Responden, Perawatan
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI PMB AULIA DEPOK THE EFFECT OF GIVING RED GUAVA JUICE ON INCREASING HEMOGLOBIN LEVELS IN PREGNANT WOMEN IN PMB AULIA DEPOK Badriah, Aulia Nur; Rina Sri Widayati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i3.5208

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor yaitu konsumsi tablet Fe yang kurang maksimal, status gizi ibu hamil, penyakit infeksi, perdarahan dan paritas, umur, jarak kehamilan. Dampak anemai pada ibu dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan janin. Sehingga penata laksaan yang adekuat untuk kejadian anemia sangat diperlukan. Selama ini pemberian tablet fe merupakan program rutin bidan tetapi penyerapan terhadap zat besinya kadang kurang maksimal, sehingga peneliti mencoba jambu biji sebagai sebagai pembantu penyerapan.zat besi. Jambu biji merah adalah buah yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, karena didalamnya terkandung vitamin C yang besar, vitamin C bisa meningkatkan keasaman dalam tubuh yang dapat menyerap zat besi melalui makanan sebanyak 30%. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di PMB Aulia Nur Badriah Depok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian dengan jenis penelitian pre-eksperimetal dengan designs One-Group Pretes-Posttest desaign. Penelitian ini berlokasi di PMB Aulia Depok Penelitian dilakuakm pada bulan April – Mei 2024 dengan total sample 20 orang ibu hamil dengan anemia. Hasil: Kadar hemoglobin responden sebelum pemberian jus jambu biji merah memiliki nilai mean 9,67 gr/dL dan setelah pemberian jus jambu biji merah memiliki nilai mean 11,39 gr/ ada selisih sebesar 1,71 gr/dl dan standar deviasi 0,528. Setelah dilakukan uji statistik dapat dilihat bahwa Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,001 < α 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian Jus jambu biji merah dalam menaikan nilai hemoglobin pada ibu hamil anemia di PMB Aulia Nur Badriah Depok. Kata kunci: Jambu Biji Merah, Ibu Hamil, Kadar Hemoglobin ABSTRACT Background: Anaemia in pregnant women is caused by several factors, namely the consumption of Fe tablets that are less than the maximum, nutritional status of pregnant women, infectious diseases, bleeding and parity, age, distance pregnancy. The impact of anemesis on the mother can cause an obstacle to the growth of the fetus. So that adequate laxatives for the occurrence of anaemia is needed. During this time the administration of fe tablets is a routine program of midwives but the absorption of iron is sometimes less than the maximum, so the researcher’s tried guava as an auxiliary absorption. Iron. Red guava is a fruit that can increase haemoglobin levels, because it contains a large vitamin C, vitamin C can increase acidity in the body that can absorb iron through food as much as 30%. Purpose: to determine the effect of giving red guava juice to increase haemoglobin levels in pregnant women anemia in PMB Aulia Nur Badriah Depok. Methods: this research is quantitative research with the type of research with the type of pre-experimental research with designs one-Group Pretes-Posttest design. This study was located at PMB Aulia Depok the study was conducted in April – May 2024 with a total sample of 20 pregnant women with anaemia. Results: haemoglobin levels of respondents before giving red guava juice has a mean value of 9.67 gr/ dL and after giving red guava juice has a mean value of 11.39 gr/there is a difference of 1.71 gr / dl and a standard deviation of 0.528. After statistical tests can be seen that the Asymmp. Sig. (2-tailed) is worth 0.001 < α 0.05. Conclusion: there is the effect of giving red Guava Juice in raising the value of hemoglobin in pregnant women anemia in PMB Aulia Nur Badriah Depok. Keywords: Red Guava, pregnant women, Hemoglobin levels

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue