cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
EFEKTIVITAS LARUTAN DAUN SALAM (SYZIGIUM POLYANTHUM) SEBAGAI REPELLENT LALAT Irawan, Dodi; Noraida, Noraida
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i4.6177

Abstract

Pengendalian vektor adalah suatu tindakan pengendalian yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan gangguan yang disebabkan oleh hewan pembawa penyakit seperti lalat. Upaya pengendalian lalat salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida alami. Daun salam diduga juga dapat berfungsi sebagai insektisida. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas larutan daun salam (Syzigium Polyanthum) sebagai repellent lalat. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experimen) dengan rancangan Posttest Only Control Design. Sampel pada penelitian ini adalah lalat yang terdapat di alam bebas. Terdiri dari 6 perlakuan dan dilakukan 4 kali pengulangan (replikasi). Bahwa hasil uji One Way Anova menunjukkan bahwa larutan daun salam (Syzigium Polyanthum) mampu sebagai repellent lalat dengan nilai sig 0,00<0,05. Tidak semua konsentrasi memiliki perbedaan pada variasi konsentrasi, yang berbeda yaitu pada variasi konsentrasi 0 dan 20, serta konsentrasi 25 ke 40, sedangkan konsentrasi lainnya tidak ada perbedaan. Diharapkan larutan daun salam agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai penolak alami vektor lalat dan bagi instansi kesehatan dapat mensosialisasikan ke masyarakat mengenai cara pembuatan insiktesida alami yaitu larutan daun salam sebagai repellen lalat rumah. Vector control is a control measure that aims to reduce or eliminate disturbances caused by disease-carrying animals such as flies. One way to control flies can be done by using natural insecticides. It is thought that bay leaves can also function as an insecticide. The aim of this research is to determine the effectiveness of bay leaf (Syzigium Polyanthum) solution as a fly repellent.This type of research is a quasi-experiment (Quasi Experiment) with a Posttest Only Control Design. The samples in this study were flies found in the wild. Consisting of 6 treatments and carried out 4 repetitions (replication). The results of the One Way Anova test showed that there was an effect of varying doses of bay leaf solution (Syzigium Polyanthum) as a fly repellent. Obtained a sig value of 0.00<0.05. The difference in the repellent power of a 0% dose of repellent is an average of 77%, an average of 20% is 53%, a dose of 25% is an average of 30%, an average of 30% is 19%, an average of 35% is 19%. 20%, and the 40% dose averages up to 10%. It is hoped that the bay leaf solution can be used by the community as a natural repellent for fly vectors and that health agencies can educate the public about how to make a natural insecticide, namely bay leaf solution as a house fly.
KUALITAS FISIK SUMBER AIR MINUM PENDERITA DIARE PADA BALITA DI KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS Astuti, Putri Oktavia; Hamzani, Sulaiman
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i4.6189

Abstract

Diare merupakan gangguan saluran pencernaan dimana tinja menjadi encer dan terjadi 3 hingga 7 kali dalam sehari. Penyakit ini sering kali disertai gejala sakit perut, rasa mulas, dehidrasi, serta sering mual dan muntah. Penyakit ini terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi berbagai jenis bakteri, virus, dan parasit yang muncul di tempat yang tidak bersih. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan sumber dan kualitas fisik air minum dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja puskesmas kabupaten Kapuas. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan rancangan desain penelitian Case-control. Besar sampel dalam penelitian 1:1, dengan 32 kasus dan 32 kontrol total 64 sampel. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistic chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara sumber air minum (ρ = 1) dan kualitas fisik air minum (ρ = 0,781) dengan kejadian diare pada balita. Diharapkan agar masyarakat terus memastikan bahwa air minum yang dikonsumsi oleh balita adalah air bersih dan aman. Selain itu, menjaga kebersihan dan sanitasi dalam pengolahan dan penyimpanan air juga sangat penting untuk mencegah kontaminasi dan mengurangi risiko terkena penyakit diare pada balita. Diarrhea is a digestive tract disorder where the stool becomes loose and occurs 3 to 7 times a day. It is often accompanied by symptoms of abdominal pain, heartburn, dehydration, and frequent nausea and vomiting. This disease occurs due to consuming food or drinks contaminated with various types of bacteria, viruses and parasites that appear in unclean places. The purpose of this study was to determine the relationship between the source and physical quality of drinking water with the incidence of diarrhea in toddlers in the Kapuas district health center working area. This type of research is analytic observation with Case-control research design. The sample size in the study was 1:1, with 32 cases and 32 controls totaling 64 samples. Statistical analysis using the chi-square test. The results of the chi-square statistical test showed that there was no association between the source of drinking water (ρ = 1) and the physical quality of drinking water (ρ = 0.781) with the incidence of diarrhea in toddlers. It is expected that the community continues to ensure that drinking water consumed by toddlers is clean and safe. In addition, maintaining cleanliness and sanitation in water processing and storage is also very important to prevent contamination and reduce the risk of diarrheal disease in children under five.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DAN POSISI KERJA DENGAN TEKANAN DARAH PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA PENGRAJIN PURUN KOTA BANJARBARU TAHUN 2024 Nopianti, Putri Riski; Arifin, Arifin; Santoso, Imam; Isnawati, Isnawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i4.6197

Abstract

Posisi kerja adalah sikap tubuh pekerja saat melakukan pekerjaan. Bekerja dalam posisi duduk dan berdiri adalah dua jenis aktivitas kerja yang efektif dimana posisi kerja duduk dianggap serbaguna karena mobilitas dan kebebasan yang tinggi, yang memungkinkan pekerja melakukan tugas mereka dengan mudah dan efisien. Posisi tubuh saat bekerja dapat mempengaruhi meningkatkan gravitasi tekanan darah pada posisi tubuh, yang berdampak pada volume sirkulasi darah. Tujuan penelitian mengetahui dan menganalisis hubungan posisi kerja dengan tekanan darah pada industri rumah tangga pengrajin purun di Kelurahan Palam Kota Banjarbaru. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 responden. Data dianalisa menggunakan uji kolerasi Spearman’s Rank. penggumpulan data dengan observasi metode REBA (rapid Entry Body Assesment), pengumpulan data tekanan darah menggunakan tensimeter, serta kuisioner digunakan untuk mengetahui karakteristik responden pengrajin purun. Hasil uji statistik kolerasi Sperman’s Rank pada penelitian ini didapatkan hasil antara hubungan karakteristik responden yaitu, usia didapatkan nilai (p=0,003) (r=0,443), yang artinya ada hubungan antara usia dengan tekanan darah. IMT didapatkan nilai (p=0,035) (r=0,315), yang artinya ada hubungan antara IMT dengan tekanan darah, Riwayat penyakit didapatkan nilai (p=0,000) (r=0,635), yang artinya ada hubungan antara riwayat penyakit dengan tekanan darah. Dan posisi kerja dengan tekanan darah didapatkan nilai (p=0,470) (r=0,110), yang artinya tidak ada hubungan antara posisi kerja dengan tekanan darah. Diharapkan kepada pengrajin purun memiliki lama waktu kerja dengan maksimal hanya 8 jam/hari. Working position is worker's body posture when working. Working in a sitting and standing position are two types of efficient work activities where the sitting working position is considered versatile due to its high mobility and flexibility. Which allows workers to carry out their tasks easily and efficiently. Body position when working can influence the increase in blood pressure gravity in the body, which has an impact on the volume of blood circulation.The purpose of the research is to determine and analyze the relation between work position and blood pressure in the household industry of Purun craftsmen in Palam Village, Banjarbaru City. This research is observational analytic with a cross-sectional design. The sample in this study was 45 respondents. The data were analyzed using The Spearman's Rank correlation test. Data collection using The REBA (Rapid Entry Body Assessment) observation method, blood pressure data collection using a blood sphygmomanometer, and questionnaires were used to determine the characteristics of Purun craftmen respondents. From the correlation statistical test of Sperman's Rank in this study, the results obtained between the characteristics of the respondents, which is,age (p=0.003) (r=0.443) which means there is a relation between age and blood pressure. IMT (p=0.035) (r=0.315) which means there is a relation between IMT and blood pressure. Disease History (p=0.000) (r=0.635) which means there is a relation between disease history and blood pressure. Work Position (p=0.0470) (r=0.110) which means there is no relation between working position and blood pressure. Purun craftsmen are expected to have a maximum working time of only 8 hours/day.
HUBUNGAN RISIKO SARANA AIR BERSIH DENGAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS TOTAL COLIFORM DI KELURAHAN SUNGAI ULIN KOTA BANJARBARU Tirtasari, Maidaturrizky; Syarifudin, Syarifudin; Erminawati, Erminawati; Santoso, Imam
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i4.6198

Abstract

Manusia dalam memenuhi kebutuhan iakan air harus memperhatikan aspek kualitas dan kuantitas. Khususnya aspek kualitas bakteriologis. Salah satu sarana air bersih sebagian besar yang digunakan oleh masyarakat adalah sumur gali. Data yang tercatat dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru tahun 2023, diketahui kasus diare tertinggi terjadi pada Kecamatan Banjarbaru Utara Kelurahan Sungai Ulin dengan jumlah 631 kasus. Berdasarkan data penyakit di wilayah kerja Puskesmas Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara pada tahun 2023, untuk kasus diare tertinggi yang terjadi berjumlah 23 kasus diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan risiko sarana air bersih dengan kualitas bakteriologis total coliform di Kelurahan Sungai Ulin Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh sumur gali di tiga Rukun Tetangga (RT 19, RT 20idan RTi21) sebanyak i40idan sampelnya sebanyak 30 dengan kriteria khusus yaitu sumur gali yang menggunakan penutup dari kayu atau seng. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s rho, hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan dinding sarana air bersih dengan kualitas bakteriologis total coliform dapat dikatakan signifikan dan tidak ada hubungan bibir, lantai, SPAL, jarak sumber pencemar dan risiko sarana air bersih dengan kualitas bakteriologis total coliform dapat dikatakan tidak signifikan. Saran yang diberikan antara lain melakukan pengolahan terhadap air sebelum di pergunakan untuk keperluan rumah tangga atau di konsumsi seperti pemberian chlorin diffuser dan memasak air sebelum di konsumsi untuk keperluan air minum. Humans in meeting the needs of water should pay attention to aspects of quality and quantity. Particularly the aspect of bacteriological quality. One of the clean water facilities used by the community is the well. In 2023, It is known that the highest cases of diarrhea occurred in Banjarbaru Utara District Sungai Ulin Sub-district with a total of 631 cases. Based on disease data in the work area of the Sungai Ulin Healt Center, Banjarbaru Utara District in 2023, the highest diarrhea cases that occur are 23 cases of diarrhea. This study was aimed to determine the relationship risk of clean water facilities with bacteriological quality total coliform in Sungai Ulin Sub-district Banjarbaru City. This type of research was an analytic survey and cross sectional research design. The population of this study was all wells in Three Neighbourhood (19,20 and 21 Neighbourhood) of 40 and samples of 30 with special criteria namely dug wells that use wood or zinc cover. Data analysis using Spearman's rho correlation test, the results of statistical tests showed that there was a relationship between the walls of clean water facilities and the bacteriological quality of total coliform can be said to be significant and there was no relationship between lips, floors, SPAL, distance from pollutant sources and risk of clean water facilities with bacteriological quality of total coliform can be said to be insignificant. The suggestions given include treating water before it is used for household purposes or consumption such as providing a chlorine diffuser and cooking water before consumption for drinking water purposes.
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN KUALITAS TIDUR DAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS X DAN XI DI SMKN 4 KOTA TANGERANG Mella Sari Dwi Hastuti; Meynur Rohmah; Rina Puspita Sari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6200

Abstract

Pendahuluan: Permainan internet adalah salah satu teknologi internet yang semakin berkembang, yang dikenal sebagai game online. Kecanduan permainan internet adalah salah satu faktor yang menyebabkangangguan kualitas tidur. Bermain permainan internet secara tidak langsung berdampak pada motivasi belajarsiswa karena menghabiskan waktu dan tenaga lebih banyak untuk bermain daripada belajar. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dengan kualitas tidur dan motivasi belajar pada siswa kelas x dan xi di SMKN 4 Kota Tangerang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross-sectional. Kuesioner yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95 siswa dengan teknik random sampling. Uji statistikmenggunakan uji spearman rank. Hasil: Analisis univariat sebagian besar kelas x mencapai 50 responden(52,6%), berusia 16 tahun sebanyak 74 responden (77,9%), Jenis Kelamin laki-laki mendominasi 77 responden (81,1%), kecanduan game online tinggi sebanyak 69 responden (72,6%), kualitastidur buruk sebanyak 76 responden (80,0%) dan motivasi belajar rendah sebanyak dengan 48 responden(50,5%). Hasil uji spearman rank menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecanduan game online dengankualitas tidur dan motivasi belajar siswa dengan hasil p-value 0,000 (p 0,05). Kesimpulan: terdapat bahwa siswa Kelas x dan xi di SMK Negeri 4 Kota Tangerang memiliki korelasi antara kecanduan bermain game online, kualitas tidur dan motivasi belajar. Diharapkan dapat menjadi masukan serta menambah wawasan agar bisamengurangi untuk bermain game online serta dapat meningkatkan kualitas tidur dan motivasi belajar lebihbaik lagi.kedepannya.
EFEKTIVITAS ECO ENZYME SEBAGAI REPELLENT NYAMUK Aedes sp. Farid, Firdiah; Farid, Firdiah Faradina
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6215

Abstract

Aedes sp. is the main vector of Dengue Fever disease caused by the dengue virus. One method to repel mosquitoes is by using natural insecticides, one of which is Eco enzyme which is a solution produced from fermentation of organic kitchen waste (fruit and vegetable peels), brown sugar, and water. This study aims to determine the potential of eco enzyme as a repellent and its effectiveness to repel the presence of Aedes sp. mosquitoes. This type of research is experimental, the research design uses Posttest-Only Control Design. The sample in this study amounted to 150 female Aedes sp. mosquitoes. The concentration of eco enzyme used was 10%, 30%, 50%, 70%, and 100%. Data analysis used Kruskal Wallis test, Post Hoc test, and Probit test. The results of the Kruskal Wallis statistical test showed that there was an effect of eco enzyme concentration on the number of mosquitoes perched with a significance value <0.05, namely 0.001. The results of the Post Hoc test showed there was a significant difference in the concentration of eco enzyme at 100%, 70%, 50%, 30%. The results of the probit test showed that the Effective Doses value of 50% eco enzyme on the number of mosquito perch was 44.6%. People can use eco enzyme as an option to repel mosquitoes. Eco enzyme is made from natural ingredients made from kitchen waste. Besides being environmentally friendly, using eco enzyme is also more economical. Aedes sp. merupakan vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue yang disebabkan oleh virus dengue. Salah satu metode untuk mengusir nyamuk adalah dengan menggunakan insektisida alami, salah satunya Eco enzyme yang merupakan larutan yang dihasilkan dari fermentasi limbah dapur organik (kulit buah dan sayur), gula merah, dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi eco enzyme sebagai repellent dan tingkat efektifitasnya untuk mengusir kehadiran nyamuk Aedes sp. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, desain penelitian menggunakan Posttest-Only Control Design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 150 ekor nyamuk Aedes sp. betina. Konsentrasi eco enzyme yang digunakan adalah konsentrasi 10% 30%, 50%, 70%, dan 100%. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis, uji Post Hoc, dan uji Probit. Hasil uji statistik Kruskal Wallis menunjukkan terdapat pengaruh konsentrasi eco enzyme terhadap jumlah nyamuk hinggap dengan nilai signifikasi <0,05 yaitu 0,001. Hasil dari uji Post Hoc menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada eco enzyme di konsentrasi 100%, 70%, 50%, 30%. Hasil uji probit menunjukkan nilai Effective Doses 50% eco enzyme pada jumlah nyamuk hinggap adalah 44,6%. Masyarakat dapat mengunakan eco enzyme sebagai opsi untuk mengusir nyamuk. Eco enzyme terbuat dari bahan alami yang terbuat dari sampah dapur. Selain ramah lingkungan menggunakan eco enzyme juga lebih ekonomis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN , SOSIAL BUDAYA DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT DI PUSKESMAS PERDANA TAHUN 2024 Latifah, Dewi; Khadijah, Siti; Nency, Aprilya
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6251

Abstract

ABSTRAK Susuk atau implant merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif berjangka waktu 3 tahun. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Hubungan pengetahuan, Sosial Budaya dan dukungan suami Terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi di bawah kulit Di Puskesmas Perdana Tahun 2024 Metode : Peneliti pada rancangan ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian cross sectional dengan populasi 125 responden, cara pengambilan sampel accidental sampling intrumen penelitian yg digunakan kuesioner. Uji statistis bivariat mengunakan chi-square. Hasil : diketahui yang menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 70 responden (70%) , reponden yang berpengatahuan baik sebanyak 77 responden (77%) , bahwa responden yang mengikuti social budaya 58 responden (58%) dan responden yang mendapatkan dukungan suami yaitu 56 responden (56%). Berdasarkan hasil analisa bivariat dengan Uji statistic menggunakan Chi-Square didapatkan p-value = 0,019 (p< 0,05) variable pengetahuan dengan memiliki peluang 2.19, didapatkan p-value = 0,100 (p< 0,05), pada Social budaya memiliki peluang 1.934, p-value = 0,017 (p< 0,05), pada Dukungan suami memiliki peluang 1.66, Menyarankan kepada pasien/ responden untuk memahami informasi tentang kontrasepsi harus di dapatkan dari sumber yang benar, seperti tenaga kesehatan dan bidan. Dan melibatkan suami untuk melakukan pemilihan alat kontrasepsi.Kesimpulan : berdasarkan hasil didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 77 (77%) responden. saran : kepada pasien/ responden untuk memahami informasi tentang kontrasepsi yang didapatkan dari sumber yang benar, seperti tenaga kesehatan/ bidan. melibatkan suami dan keluarga dalam pemilihan alat kontrasepsi. Susuk or implant is one of the effective contraceptive methods with a period of 3 years. Research objectives: To determine the relationship between knowledge, socio-culture and husband's support for the use of contraceptives under the skin at the first health center in 2024 Method: The researcher in this design uses a cross sectional design. Cross sectional research with population, accidental sampling method, research instrument used questionnaire. The bivariate static test uses chi-square. Results: It is known that 70 respondents (70%) used contraceptives, 77 respondents (77%) who were well educated, that 58 respondents (58%) who participated in socio-cultural and 56 respondents (56%) who received the support of their husbands. Based on the results of bivariate analysis with statistical tests using Chi-Square, it was obtained that p-value = 0.019 (p< 0.05) variable knowledge by having a chance of 2.19, obtained p-value = 0100 (p< 0.05), in socio-cultural has a chance of 1,934, p-value = 0.017 (p< 0.05), in husband support has a chance of 1.66, Suggesting to patients/respondents to understand information about contraception must be obtained from the right sources, such as health workers and midwives. And involve the husband to choose contraceptives. Conclusion: based on the results, it was obtained that 77 (77%) respondents had good knowledge. Advice: To patients/respondents to understand information about contraception obtained from the right sources, such as health workers/midwives. involve husbands and families in the selection of contraceptives.
CASE REPORT STUDY PNEUMONIA, ACUTE KIDNEY INJURY, DIABETES MELITUS TIPE 2, HIPERTENSI, DAN HIPERKALEMIA Ratna Sari Dewi; Robby Kurniawan; Bintang Bayu Winekas; Delfi Amrianis; Dinda Farahdilla; Filzah Salsabila; Nada Rahmatul Balqis; Suci Rizki Auliya R
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6321

Abstract

Penyakit infeksi saluran pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama didunia. Pneumonia merupakan penyakit yang memiliki tingkat crude fatality rate (CFR) yang tinggi, yaitu sekitar 7,6%. AKI juga menjadi komplikasi medis di Negara berkembang. Diabetes Melitus ataupun DM merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia serta intoleransi glukosa yang terjadi sebab minimnya produksi insulin atau tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efisien. Di Asia tercatat 38,4 juta penderita hipertensi dan diprediksi akan menjadi 67,4 juta orang pada tahun 2025. Pasien dengan penyakit komplikasi, memiliki resiko terjadinya drug related problems. Oleh Karena itu, Case report study ini ditujukan untuk melihat bagaimana pengobatan yang diberikan pada pasien dengan penyakit pneumonia, AKI, DM tipe 2, Hipertensi dan Hiperkalemia, serta bagaimana drug related problem (DRP) dari pasien tersebut. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat DRP yakni terjadi interaksi obat. Kata kunci: Pneumonia; Diabetes Mellitus; Hipertensi; Acute Kidney Injury; Hyperkalemia
ANALISIS PRO DAN KONTRA EUTHANASIA DAN LEGALISASI DI BEBERAPA NEGARA DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN, KEMANUSIAAN, DAN KEAGAMAAN Hafidz, Syauqi Jauzza; Fauzan, Achmad; Ramadhan, Muhammad Rizal
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6344

Abstract

Abstract. Euthanasia is a controversial issue that involves legal, moral, health, and humanitarian aspects. This practice refers to the act of ending a person's life to alleviate suffering, either actively or passively. Euthanasia can be categorized into voluntary, non-voluntary, and involuntary types. Policies regarding Euthanasia vary significantly across countries, with some having legalized it while others continue to prohibit it. Proponents argue for the individual's right to end suffering, whereas opponents focus on the potential for abuse and humanitarian values. This research employs a literature review method to explore health, humanitarian, and religious perspectives related to Euthanasia. The findings indicate that the legalization of Euthanasia requires a deep understanding of its ethical, legal, and social impacts. This study is expected to contribute to a broader discussion on Euthanasia and support equitable policy decision-making. Euthanasia merupakan isu kontroversial yang melibatkan aspek hukum, moral, kesehatan, dan kemanusiaan. Praktik ini merujuk pada tindakan mengakhiri hidup seseorang untuk mengurangi penderitaan, baik secara aktif maupun pasif. Euthanasia dapat dibedakan menjadi voluntary, non-voluntary, dan involuntary. Di berbagai negara, kebijakan Euthanasia sangat bervariasi, dengan beberapa negara yang telah melegalkannya dan yang lainnya tetap melarang. Argumen mendukung menekankan hak individu untuk mengakhiri penderitaan, sementara argumen menolak fokus pada potensi penyalahgunaan dan nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengeksplorasi perspektif kesehatan, kemanusiaan, dan keagamaan terkait Euthanasia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalisasi Euthanasia memerlukan pemahaman yang mendalam tentang dampak etis, hukum, dan sosialnya. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada diskusi yang lebih luas mengenai Euthanasia dan mendukung pengambilan keputusan kebijakan yang berkeadilan
HUBUNGAN KADAR HBA1C TERHADAP DERAJAT RETINOPATI DIABETIK DI RSUP DR. M. DJAMIL Alifia Damanil Putri; Hendriati, Hendriati; Rudy Afriant
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6349

Abstract

Latar Belakang: Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi mikrovaskuler yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus. Hal ini disebabkan oleh hiperglikemia kronis. Pemeriksaan HbA1c akan memberikan gambaran terhadap kadar glukosa darah selama 2-3 bulan terakhir. Objektif: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c terhadap derajat retinopati diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Jenis penelitian ini ialah analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini Berlangsung selama bulan November 2021-Januari 2022 di Instalasi Rekam Medik dan Poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil dengan menggunakan teknik pengambilan total sampling. Hasil: Sampel yang ditemukan pada penelitian ini ialah 20 sampel. Ditemukan bahwa NPDR sedang merupakan derajat retinopati diabetik yang paling banyak ditemui (70%) pada pasien yang melakukan pemeriksaan HbA1c. Berdasarkan kadar HbA1cnya, didapati sebesar 60% pasien memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol. Uji statistik dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c terhadap derajat retinopati diabetik, hasil yang didapatkan ialah nilai p=1,000. Kesimpulan: Tidak ditemukannya hubungan antara kadar HbA1c terhadap derajat retinopati diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue