cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN EMOTIONAL EATING DENGAN ASUPAN GULA DARI MINUMAN MANIS KEMASAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA (KAMPUS KETINTANG) Putri Novianti; Rahayu Dewi Soeyono
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6406

Abstract

Latar Belakang: Stres merupakan gangguan mental emosional yang terjadi akibat adanya perubahan dan tekanan baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu kelompok usia yang rentan mengalami stres adalah mahasiswa dengan rentang usia 18-25 tahun. Stres merupakan salah satu pemicu terjadinya emotional eating dan perubahan tingkat asupan gula. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan emotional eating dengan asupan gula dari minuman manis kemasan pada mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (kampus ketintang). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional dengan desain cross-sectional. Responden penelitian terdiri dari 103 mahasiswa yang diambil menggunakan metode purpossive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Kessler Psychological Distress Scale (KPDS), Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ), dan form Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Data yang telah diperoleh diolah dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 39,92% mahasiswa mengalami stres ringan, 62,13% mahasiswa mengalami emotional eating ringan, dan 58,25% mahasiswa memiliki asupan gula dari minuman manis kemasan dalam kategori cukup. Tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan asupan gula dari minuman manis kemasan (p>0.05; r=-0.057), sedangkan emotional eating memiliki hubungan dengan asupan gula dari minuman manis kemasan (p<0.05; r=0.205). Mahasiswa yang memiliki tingkat stres tinggi cenderung mengonsumsi minuman manis kemasan dalam jumlah rendah, sebaliknya mahasiswa yang mengalami emotional eating kategori berat mengonsumsi lebih banyak minuman manis kemasan. Berdasarkan temuan pada penelitian ini, diharapkan adanya edukasi kepada mahasiswa tentang bahaya mengonsumsi minuman manis kemasan secara berlebihan sebagai bentuk coping ketika sedang mengalami emotional eating, karena kandungan gula yang tinggi dalam minuman manis kemasan berisiko menimbulkan masalah kesehatan dimasa depan. Kata Kunci: Mahasiswa, tingkat stres, emotional eating, asupan gula, minuman manis kemasan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS (TPT) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBULU Henny Murgianita; Sri Wahyuni A; Asmuji, Asmuji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6427

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang menjadi tantangan secara global, khususnya Indonesia. Data tahun 2020 juga menunjukkan terdapat kabupaten/kota tersebut menunjukkan jumlah kasus yang tinggi, yaitu Kota Surabaya dengan 4.151 kasus, Kabupaten Jember 3.047 kasus dan Kabupaten Sidoarjo 2.520 kasus. Dalam penanggulangan kasus tersebut, program Terapi Pencegahan Tuberkulosis merupakan salah satu program untuk mengendalikan tuberkulosis. Dalam pelaksanaannya sasaran Terapi Pencegahan Tuberkulosis untuk semua kontak serumah yang berusia 5 tahun keatas dengan target capaian TPT sebanyak 68% untuk penurunan insiden tuberkulosis. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu Jember. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi correlation serta menggunakan pendekatan Cross Sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner tingkat pengetahuan dan lembar observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Slovin sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil uji bivariat membuktikan ada hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu Jember, dengan hasil Spearman Rho dengan probabilitas (p) sebesar 0,001. Nilai p < 0,50 menunjukkan bahwa korelasi signifikan. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu Jember. Diskusi: Diharapkan petugas kesehatan untuk lebih memberikan penyuluhan dan konseling tentang terapi pencegahan tuberkulosis, agar proses pencegahan tuberkulosis ini bisa berhasil secara maksimal.
PENYULUHAN FISIOTERAPI TERKAIT EXERCISE OSTEOARTHRITIS KNEE POSYANDU LANSIA DESA NGAMARTO INDAH KELURAHAN LAWANG Nursundun, Nursundun; Arys Hasta B; Kusuma Hati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6453

Abstract

Lansia biasanya mengalami penurunan fungsi tubuh hal ini akan menyebabkan beberapa gangguan pada lansia salah satunya adalah gangguan osteoarthritis knee. Osteoarthritis ini penyakit yang menyerang lutut, Lansia adalah fase perkembangan manusia yang berlanjut seiring bertambahnya usia, di mana kemampuan jaringan tubuh untuk memperbaiki diri menurun, sehingga menimbulkan berbagai masalah, seperti gangguan psikologis, penurunan fisik, mental, dan sosial ekonomi. Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif pada sendi yang ditandai dengan kerusakan pada tulang rawan dan tulang subkondral, yang menyebabkan nyeri pada sendi. Kondisi ini sering dialami oleh Lansia. Dari penjelasan tersebut, kami menyimpulkan pentingnya penanganan khusus untuk kasus nyeri lutut akibat Osteoarthritis. Lansia Desa Ngamarto Indah RT 04 RW 07 sebagaian besar banyak mengalami nyeri pada lutut pada saat beraktivitas.
HUBUNGAN PERILAKU ORANG TUA MENGENAI POLA HIDUP SEHAT DENGAN PEMILIHAN JAJANAN PADA ANAK TK DESA PECORO BINDUNG Wulandari, Wulandari; Nikmatur Rohma; Zuhrotul Eka Yulis
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6474

Abstract

Pendahuluan: Makanan jajanan sekolah merupakan hal yang perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya orang tua, pendidik, dan pengelola sekolah. Perilaku konsumsi makan seperti halnya perilaku lainnya pada diri seseorang, satu keluarga atau masyarakat dipengaruhi oleh wawasan dan cara pandang dan faktor lain yang berkaitan dengan tindakan yang tepat. Di sisi lain perilaku konsumsi makan dipengaruhi pula oleh wawasan atau cara pandang seseorang terhadap masalah gizi. Dengan tujuan menganalisis hubungan perilaku orang tua mengenai pola hidup sehat dengan pemilihan jajanan pada anak TK di Desa Pecoro Bindung Metode: Desain penelitian ini yaitu korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple random sampling dengan jumlah sampel 109 responden. Jumlah sampel yang digunakan adalah orang tua dari anak TK Pecoro Bindung. Hasil: perilaku orang tua dengan perilaku baik sebanyak 108 responden dengan pemilihan jajanan aman 97 responden dan pemilihan jajanan tidak aman 11 responden. Sedangkan perilaku orang tua buruk sebanyak 1 responden dengan pemilihan jajanan tidak aman 1 responden. Uji statistik yang digunakan adalah spearman rho. Berdasarkan hasil uji statistik di dapatkan nilai (p value=0,000). Simpulan: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku orang tua dengan pemilihan jajanan pada anak TK di desa Pecoro Bindung
INOVASI BOTOL HISAP MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA KELAS X DI SMKN 2 DI SAMARINDA Nouvalia Putri; Nina Mardiana; Dwi Hendriani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6492

Abstract

Merokok adalah kegiatan membakar tembakau lalu dihisap menggunakan rokok maupun pipa. Perilaku merokok sangat berdampak pada paru-paru, meningkatkan risiko penyakit, dan menurunkan kesehatan perokok secara umum. Persentase merokok pada penduduk usia lebih dari 10 tahun di Kalimantan Timur sebesar 22.3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media alat peraga botol hisap sederhana terhadap pengetahuan dan sikap siswa kelas X tentang bahaya merokok di SMKN 2 Samarinda. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan desain two group pretest postest. Sampel penelitian berjumlah masing-masing 35 siswa dalam kelompok intervensi dan control kelas X. Pengumpulan data melalui pengisian kuesioner. Uji analisis data yang digunakan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penambahan jumlah siswa yang memiliki pengetahuan baik dan sikap positif tentang bahaya merokok. Analisis statistika menunjukkan hasil signifikan pada pengetahuan (ρ-value = 0,000) dan sikap (ρ-value = 0,000) remaja tentang bahaya merokok. Sehingga pendidikan kesehatan menggunakan media alat peraga berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap siswa kelas X. Kelompok remaja diharapkan meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai bahaya merokok sejak dini. Orang tua dan guru juga diharapkan berperan aktif dalam membimbing serta mengingatkan remaja tentang bahaya merokok.
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA JEMBER Maulidatul Hasanah; Sofia Rhosma Dewi; Sasmiyanto, Sasmiyanto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6537

Abstract

Lansia mengalami perubahan fungsi kerja otak atau perubahan fungsi kognitif. Perubahan fungsi kognitif ini mempengaruhi kemampuan dalam perawatan lansia. Perawatan lansia bertujuan untuk mempertahankan kesehatan yang dapat dilakukan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS mencegah terjadinya masalah kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi kognitif dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan Cross-Sectional dengan sampel sejumlah 86 responden yang dipilah menggunakan teknik rumus Slovin. Hasil uji statistic menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Rho) menunjukan nilai p-value < ɑ = 0,05 yang berarti ada hubungan fungsi Kognitif dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Dengan arah korelasi positif artinya semakin baik fungsi kognitif semakin baik perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia. Oleh karena itu, pentingnya treatment untuk meningkatkan fungsi kognitif sehingga dapat melatih kemandirian lansia dalam perilaku hidup bersih dan sehat.
HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN TEKANAN DARAH LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS AJUNG JEMBER Erwan Juniadi; Yeni Suryaningsih; Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6539

Abstract

Tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang umum terjadi pada lansia dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Penanganan tersebut membutuhkan pendekatan komprehensif dan dikenal sebagai self care management. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan self care management dengan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ajung Jember. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini yaitu lansia yang mengalami hipertensi sejumlah 60 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling, yang berjumlah 60 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner pada variabelindependen dan lembar observasi pada variabel dependen. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Spearman Rho. Hasil : Penelitian ini menunjukkan mayoritas 78,3% responden memiliki self care management yang baik, mayoritas 66,7% responden menunjukkan tekanan darah sistole terbanyak 140-159 mmHg dan mayoritas 49,3% responden menunjukkan tekanan darah diastole terbanyak 90-99 mmHg. Hasil analisis uji Spearman Rho menunjukkan nilai signifikan p-value 0,000 (p-value < 0,05) dan correlation-r (nilai R : Sistole = -0,802 dan Distole = -0,494), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, yang berarti ada hubungan self care management dengan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya upaya meningkatkan kualitas hidup lansia yang mengalami hipertensi melalui peningkatanpemahaman dan perubahan self care management yang baik. Langkah selanjutnya dapat meliputi pengembangan program intervensi yang lebih terfokus dan adaptif untuk mendukung upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi pada populasi lansiasecara efektif.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. S USIA 33 TAHUN G2P1A0 DI KLINIK SUSIYATI RAHMAN SAMARINDA Sinta Nuriah; Eka Frenty Hadiningsih
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6569

Abstract

Latar Belakang: Continuity of Care merupakan pelayanan perawatan berkelanjutan yang dicapai dengan menjaga hubungan berkesinambungan antara perempuan dengan bidan atau tenaga kesehatan. Pelayanan kebidanan diberikan sejak prakonsepsi, awal kehamilan, seluruh trimester, kelahiran dan persalinan, dan berlanjut hingga enam minggu pertama pascapersalinan. Komplikasi yang terjadi pada masa nifas dapat menimbulkan berbagai keluhan pada ibu, termasuk adanya penyempitan pada payudara. Perubahan pada periode ini mungkin berhubungan dengan komplikasi ini. Tujuan : Memberikan pelayanan obstetri secara berkesinambungan meliputi kehamilan, persalinan dan BBL, neonatus, nifas, dan KB dengan memberikan pelayanan komplementer payudara pada masa nifas di Klinik Susiyati Rahman Samarinda. Metodologi: Metode penelitian ini menggunakan studi kasus, dan perolehan data akan dicatat dalam catatan asuhan kebidanan meliputi Subyek, Objek, Analisis, dan Manajemen. Pembahasan: Ny. S mendapat asuhan obstetrik komprehensif di Klinik Susiyati Rahman Samarinda pada bulan Maret 2024 sampai dengan bulan Juni 2024. Pelayanan ini meliputi kehamilan trimester III pada tipikal kehamilan ibu, persalinan normal (dengan jangka waktu 8 jam, 37 menit, 15 menit, dan 2 jam), nifas normal KF 1 & KF 2, dan perawatan payudara KF 3, KF 4 konseling KB dan suntik 3 bulan setelah masa nifas 42 hari, dan menstruasi. KN 1 bayi, bayi baru lahir normal, KN 2 perawatan pusar, dan KN 3 neonatus normal. Kesimpulan: Penulis telah memberikan asuhan obstetri pada Ny. S G2P1A0 di Klinik Susiyati Rahman Samarinda secara komprehensif dengan menggunakan paradigma saintifik dan pendekatan manajemen menurut Varney yang didokumentasikan menggunakan SOAP.
HUBUNGAN PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT WIJAYA KUSUMA LUMAJANG Anisaul Mukodimah; Alwin Widhiyanto; Titik Suhartini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6604

Abstract

Tingkat kepuasan pasien yang akurat sangat dibutuhkan dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan. Karena layanan kesehatan menjadi pasar yang semakin kompetitif, mempelajari pengalaman pasien tentu dapat membantu praktisi untuk lebih baik mencakup perspektif pasien dalam pemberian layanan dan meningkatkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien berdampak baik bagi rumah sakit. Tujuan umum penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya Hubungan Pelayanan Keperawatan dan Komunikasi Terapeutik dengan Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Wijaya Kusuma Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif accidental sampling dengan metode cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu pasien ruang rawat inap di rumah sakit Wijaya Kusuma Lumajang. Pengumpulan data menggunakan quisioner pelayanan keperawatan, komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien. Hasil pengukuran pelayanan keperawatan 64 responden (63,4) berada dalam kategori sedang, penilaian komunikasi terapeutik sebanyak 75 responden (74,3) menyatakan dalam kategori cukup, penilaian kepuasan pasien sebanyak56 responden (55,4) berada dalam kategori cukup. Hasil Pengukuran pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien yaitu 62 responden (61,3%) dengan hasil sedang cukup dan hasil pengukuran komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien yaitu 61 responden (60,3%) dengan hasil komunikasi cukup. Hasil analis data menggunakan uji rank spearman dengan indikator pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,959 dengan tingkat signifikansi 0,0001 (p<0,05), begitu juga dengan hubungan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,277 dengan tingkat signifikasi 0,0005 (p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi pelayanan keperawatan dan komunikasi terapeutik, maka semakin tinggi kepuasan pasien yang dicapai. Hubungan yang erat ini mengindikasikan bahwa pelayanan keperawatan dan komunikasi terapeutik dapat menjadi salah satu hal penting dalam meningkatkan kepuasan pasien, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap kunjungan pasien.
KEPATUHAN MEMINUM OBAT ADJUVAN HORMONAL PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ari Yanto Wijaya; Daan Khambri; Yusticia Katar; Wirsma Arif Harahap; Biomechy Oktomalio Putri; Elfira Yusri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6631

Abstract

Latar Belakang: Beberapa studi telah menunjukkan bahwa kepatuhan menjalani terapi adjuvan hormonal oral mampu meningkatkan survival rate pada pasien kanker payudara dengan ER+ atau PR+. Munculnya pandemi COVID-19 di awal tahun 2020 dapat mempengaruhi kepatuhan pasien karena masyarakat tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Objektif: Tujuan penelitian adalah mengetahui kepatuhan meminum obat adjuvan hormonal pada pasien kanker payudara di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada masa pandemi COVID-19.Metode: Penelitian merupakan studi observasional dengan desain penelitian potong-lintang (cross sectional). Studi penelitian ini diikuti oleh 75 responden. Kepatuhan dinilai menggunakan Medication Posession Rate (MPR) dan kuesioner MMAS-8 yang telah dimodifikasi. Profil sosiodemografi dan klinis responden diperoleh melalui wawancara di Poliklinik Bedah, Sub Divisi Bedah Onkologi menggunakan kuesioner terstruktur dan pengamatan rekam medis responden.Hasil: Kepatuhan pasien adalah sebesar 93.3% (70 dari 75 pasien). Hasil analisis bivariat menunjukkan faktor ekonomi memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan terapi. Kesimpulan: Kepatuhan meminum obat yang tinggi pada pasien kanker payudara di RSUP Dr. M. Djamil Padang dan direkomendasikan untuk memberikan perhatian lebih terhadap pasien berpendapatan rendah

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue