cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
GAMBARAN SINDROM EKSTRAPIRAMIDAL PADA PASIEN SKIZOFRENIA DAN SKIZOAFEKTIF YANG DITERAPI RISPERIDON Adinda, Adinda; Rahmatini, Rahmatini; Taufik Ashal
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i2.5945

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia dan skizoafektif merupakan gangguan mental dengan kejadian yang cukup tinggi di Indonesia dan dapat ditangani dengan penggunaan antipsikotik, diantaranya risperidon. Efek samping yang paling menonjol pada penggunaan antipsikotik adalah sindrom ekstrapiramidal. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk gambaran sindrom ekstrapiramidal pada pasien skizofrenia dan skizoafektif yang diterapi risperidon di bangsal rawat inap RSJ Prof. HB Saanin Padang. Metode: Desain penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional dengan metode campuran. Pengambilan data dengan pemeriksaan langsung dan melihat rekam medis. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dan didapatan sebanyak 54 sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16,4% pasien skizofrenia dan skizoafektif di RSJ Prof HB Saanin Padang mendapat risperidon monoterapi. Rata-rata usia pasien adalah 35,9 dengan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan adalah tamat pendidikan dasar, tidak bekerja, dan subtipe skizofrenia/skizoafektif yang terbanyak adalah skizofrenia paranoid. 83,3%% pasien tidak mengalami EPS. 9,3% pasien mengalami parkinsonisme, 5,6% mengalami distonia, 1,9% mengalami akatisia, dan tidak ada yang mengalami diskinesia tardif. Kesimpulan: Pasien yang diterapi dengan antipsikotik atipikal masih berisiko untuk mengalami EPS.
KEPATUHAN PERAWAT DALAM MENJALANKAN SPO PEMBERIAN OBAT KE PASIEN DENGAN PENERAPAN RESOSIALISASI SPO MENGGUNAKAN METODE KOMUNIKASI EFEKTIF DI RS. A TANGERANG Kharijah Fasari; M. Martono Diel; Nunik Yuli A.
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i2.5958

Abstract

Pendahuluan : Kepatuhan perawat bermakna sebagai tindakan yang dilakukan seorang perawat untuk mengikuti perintah, saran dari atasan maupun institusi. Dampak yang akan timbul dari ketidakpatuhan dalam menjalankan SPO pemberian obat dapat menyebabkan efek racun terhadap kesehatan pasien seperti keracunan obat, alergi obat, muntah dan bahkan kematian. Pengupayaan perawat dalam menjaga kepatuhan untuk menjalankan SPO pemberian obat yaitu dengan supervisi (Suryanti & Haryati, 2020) coaching dan resosialisasi. Tujuan : Untuk mengetahui kepatuhan perawat dalam menjalankan SPO pemberian obat ke pasien dengan penerapan resosialisasi SPO. Metode : Metode yang digunakan apada penelitian ini pra eksperimen, one group pre test and post test without control design. Hasil : dengan menggunakan uji wilcoxon , hasil yang didapatkan yaitu nilai p=0,001 dan nilai a=0,05 (p < 0,05), hasil ini menunjukkan bahwa ada perubahan kepatuhan perawat dalam menjalankan SPO sebelum dan sesudah dilakukan resosialisasi SPO Pemberian Obat.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR SMA KELAS XI DI SMAN 76 JAKARTA TIMUR Reswari, Ardhana; Juanda, Juanda; Khair, Abdul
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i2.5959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik terhadap status gizi pada siswa kelas XI di SMAN 76 Jakarta Timur. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 128 siswa sebagai responden. Data diperoleh melalui kuesioner APAR-Q untuk menilai aktivitas fisik dan SQ-FFQ untuk pola makan, serta pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator status gizi. Hasil menunjukkan mayoritas siswa memiliki status gizi normal (75,8%), sedangkan 15,6% mengalami obesitas dan 8,6% memiliki gizi kurang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dan status gizi (p = 0,032), di mana siswa yang mengonsumsi lebih banyak karbohidrat dan lemak cenderung mengalami obesitas. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan status gizi (p = 0,084). Selain itu, faktor jenis kelamin juga memengaruhi status gizi, dengan siswa perempuan lebih berisiko mengalami obesitas dibandingkan laki-laki. Rekomendasi penelitian ini mencakup perlunya peningkatan edukasi tentang pola makan sehat, penyediaan makanan bergizi di kantin, serta mendorong siswa untuk lebih aktif melalui program yang lebih menarik. Kata Kunci: Status gizi, pola makan, pola aktivitas This study aims to examine the relationship between dietary patterns and physical activity on the nutritional status of 11th-grade students at SMAN 76 East Jakarta. The research employed a cross-sectional approach, involving 128 students as respondents. Data were collected using the APAR-Q questionnaire to assess physical activity and the SQ-FFQ to evaluate dietary intake, along with Body Mass Index (BMI) measurements to determine nutritional status. The results showed that the majority of students had normal nutritional status (75.8%), while 15.6% were classified as obese, and 8.6% were undernourished. Statistical analysis revealed a significant relationship between dietary patterns and nutritional status (p = 0.032), with students consuming higher amounts of carbohydrates and fats being more likely to experience obesity. However, no significant relationship was found between physical activity and nutritional status (p = 0.084). Additionally, gender was found to influence nutritional status, with female students being more at risk of obesity compared to males. The study recommends improving education on healthy eating, providing more nutritious food options in school canteens, and encouraging students to be more physically active through engaging programs. Keywords: Nutritional staìus, diet, activity patterns
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN, `WAKTU KERJA DAN USIA DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF KELELAHAN MATA PADA TUKANG SERVICE JAM TANGAN DI PASAR BATUAH MARTAPURA TAHUN 2024 Ulya, Khairatul; Juanda, Juanda; Khair, Abdul
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i2.5966

Abstract

Eye fatigue is tension in the eyes caused by using the sense of sight in work that requires the ability to see for long periods of time. One of the physical factors that can interfere with work transmission is lighting, apart from that, working time is also one of the factors that causes eye fatigue to occur (Anggriani, Ramdan and Lusiana, 2019). The age of the workforce is sufficient to determine success in carrying out a job, young workers aged 20-45 years who have strong physical abilities can increase work productivity (Naintikasari, 2016). The aim of this research is to determine the relationship between lighting intensity, working time and age with subjective complaints of eye fatigue in watch service workers. This type of research is observational analytic using a cross sectional approach. The number of samples is 30 people. Statistical analysis uses the chi-square test. The results of the chi-square statistical test showed that there was no relationship between lighting intensity (p = 1), working time (p = 0.903), age (p = 1) and subjective complaints of eye fatigue from watch service workers. It is hoped that it can be used as input for workers to further increase their knowledge and understanding related to lighting and to be able to manage rest times.Keywords : Drinking Water Source, Physical Quality, Diarrhea in Toddlers Kelelahan mata adalah ketegangan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan indera penglihatan dalam bekerja yang memerlukan kemampuan untuk melihat dalam jangka waktu yang lama. Salah satu dari faktor fisik yang dapat mengganggu jalannya pekerjaan adalah pencahayaan, selain itu waktu kerja juga salah satu faktor yang menjadi penyebab kelelahan mata itu terjadi (Anggriani, Ramdan and Lusiana, 2019). Usia tenaga kerja cukup menentukan keberhasilan dalam melakukan suatu pekerjaan, tenaga kerja yang berumur muda 20-45 tahun mempunyai kemampuan fisik yang kuat dapat meningkatkan produktivitas kerjanya (Naintikasari, 2016). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan intensitas pencahayaan,waktu kerja , dan usia dengan keluhan subyektif kelelahan mata pada tukang service jam tangan. Jenis penelitian bersifat analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu 30 orang. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistic chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara intensitas pencahayaan (p = 1), waktu kerja (p=0,903), usia (p = 1) dengan keluhan subyektif kelelahan mata tukang service jam tangan. Diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi pekerja untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang berkaitan dengan pencahayaan dan dapat mengatur waktu istirahat.
EFEKTIVITAS MEDIA PASIR SILIKA DAN KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI MEDIA FILTRASI DALAM MENURUNKAN BOD DAN COD PADA LIMBAH LAUNDRY Susanti, Arnila; Khair, Abdul; Syarifudin A; Haris, Abdul
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i3.5978

Abstract

Effectiveness Of Silica Sand Media and Coconut Shell Activated Carbon As Filtration Media In Reducing BOD and COD In Laundry Waste. Laundry waste is the remaining waste water resulting from the process of washing clothes. Laundry waste contains BOD and COD contamination indicator. In this research, liquid waste was processed using silica sand and coconut shell activated carbon. This aim of this study was to determine the effectiveness of silica sand filter media and coconut shell activated carbon as filtration media in reducing BOD and COD levels in laundry waste. This research was True Experimental with a Posttest Only Control Group Design with control and treatment of variations in the thickness of silica sand, namely 0 cm, 20 cm, 25 cm and 30 cm. The results of the Kruskal Wallis test showed that there was a difference between the thickness of 0 cm, 20 cm, 25 cm and 30 cm of silica sand in reducing BOD levels and the results of the Mann-Whitney test showed that a thickness of 30 cm is effective in reducing BOD levels. .One Way Anova test results showed differences between the thickness of 0 cm, 20 cm, 25 cm and 30 cm of silica sand in reducing COD levels and the results of Post Hoc Tests showed that a thickness of 30 cm was effective in reducing COD levels.The suggestion for future researchers is that it is necessary to increase the thickness of silica sand and coconut shell activated carbon in order to reduce BOD and COD levels in accordance with quality standards. Efektivitas Media Pasir Silika dan Karbon Aktif Tempurung Kelapa Sebagai Media Filtrasi dalam Menurunkan BOD dan COD pada Limbah Laundry. Limbah laundry merupakan sisa air buangan hasil dari proses kegiatan pencuician pakaian. Limbah lauindry meinganduing indikator ceimaran BOD dan COD. Pada peineilitian ini dilakuikan peingolahan limbah cair meingguinakan meidia pasir silika dan karbon aktif teimpuiruing keilapa. Tuijuian peineilitian ini uintuik meingeitahuii eifeiktivitas filteir meidia pasir silika dan karbon aktif teimpuiruing keilapa seibagai meidia filtrasi dalam meinuiruinkan kadar BOD dan COD pada limbah lauindry.Peineilitian ini beirsifat Truiei Eixpeirimeintal deingan rancangan Possteist Only Control Grouip Deisign deingan kontrol dan peirlakuian variasi keiteibalan pasir silika yaitui 0 cm, 20 cm, 25 cm, dan 30 cm. Hasil uiji Kruiskal Wallis meinuinjuikkan teirdapat peirbeidaan antara keiteibalan pasir silika 0 cm, 20 cm, 25 cm, dan 30 cm teirhadap peinuiruinan kadar BOD dan hasil uiji Mann-Whitneiy meinuinjuikkan keiteibalan 30 cm eifeiktif dakam meinuiruinkan kadar BOD. Hasil uiji Onei Way Anova teirdapat peirbeidaan antara keiteibalan pasir silika 0 cm, 20 cm, 25 cm, dan 30 cm teirhadap peinuiruinan kadar COD dan hasil uiji Post Hoc Teists meinuinjuikkan keiteibalan 30 cm eifeiktif dalam meinuiruinkan kadar COD. Saran bagi peineiliti seilanjuitnya adalah peirlui dilakuikan peinambahan keiteibalan pasir silika dan karbon aktif teimpuiruing keilapa agar dapat meinuiruinkan kadar BOD dan COD seisuiai deingan standar bakui muitui.
HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WOLOWARU THE RELATIONSHIP OF CHRONIC ENERGY DEFICIENCY (CED) IN PREGNANT WOMEN AND THE INCIDENCE OF LOW BIRTH WEIGHT IN THE WORKIN Repa, Mariana Katarina Sulmi; Kustiyati, Sri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i3.6016

Abstract

Latar Belakang: Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm. Pencegahan masalah gizi pada ibu hamil merupakan hal penting dilaksanakan mulai dari menjaga kesehatan dan status gizinya saat sebelum dan selama masa kehamilan, Kekurangan Energi Kronik (KEK) dapat berakibat pada ibu maupun janin yang dikandungnya, pada ibu dapat menyebabkan risiko anemia, perdarahan, berat badan tidak bertambah secara normal terhadap janin dapat mengakibatkan keguguran/abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi dan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Metode: Desain penelitian analitik dengan Case Control Study, uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi lahir dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling pada bulan Oktober - Desember 2023 berjumlah 52 responden. Hasil: Analisis bivariat dengan menggunakan Uji Continuity Correction. Untuk melihat besarnya risiko, uji yang digunakan adalah Odds Ratio (OR). dengan nilai p 0,038 (<0,05) dengan nilai OR 4,400. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kekurangan energi kronis (KEK) dengan kejadian berat badan lahir rendah Background: Upper Arm Circumference (LILA) measurement is less than 23.5cm. Preventing nutritional problems in pregnant women is an important thing to do starting from maintaining their health and nutritional status before and during pregnancy. Chronic Energy Deficiency (CED) can have an impact on the mother and the fetus she is carrying, in the mother it can cause the risk of anemia, bleeding, weight gain. Not growing normally in the fetus can result in miscarriage/abortion, stillbirth, neonatal death, congenital defects, anemia in babies and Low Birth Weight (LBW) Babies. Objective: This study aims to analyze the relationship between chronic energy deficiency (KEK) in pregnant women and the incidence of low birth weight (LBW). Method: Analytical research design with Case Control Study, the statistical test used was Chi-Square. The population in this study was all born babies and the sampling technique used the Total Sampling technique in October - December 2023 totaling 52 respondents. Results: Bivariate analysis using Continuity Correction Test. To see the magnitude of the risk, the test used is the Odds Ratio (OR). with a p value of 0.038 (<0.05) with an OR value of 4.400. Conclusion: There is a significant relationship between chronic energy deficiency (CED) and the incidence of low birth weight.
KARAKTERISTIK TEMPAT TINGGAL PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH ROB PEKALONGAN Dewi Retno Wulan; Irnawati, Irnawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i3.6038

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat secara global. Bakteri tuberkulosismemiliki kemampuan bertahan hidup selama 1-2 jam, bahkan hingga beberapa hari atau berminggu-minggutergantung pada faktor-faktor seperti paparan sinar ultraviolet, ventilasi yang memadai, kelembapan, suhurumah, dan tingkat kepadatan penghuni rumah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik tempattinggal pasien tuberkulosis di Wilayah Rob Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan adalah studideskriptif. Pengumpulan data menggunakan total sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak25 rumah responden pasien tuberkulosis di wilayah rob Pekalongan. Tempat tinggal pasien diukur menggunakan kuesioner data khusus faktor karakteristik lingkungan fisik dalam rumah, thermohygrometer,lux meter dan meteran. Analisis data yang digunakan adalah univariat, data numerik dianalisa mean danstandar deviasi (SD) dan data diskrit dalam bentuk frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa 24responden (96%) memiliki tempat tinggal yang kurang memenuhi syarat, 1 responden (4%) memiliki tempattinggal yang cukup memenuhi syarat. Tuberculosis remains a global public health issue. Tuberculosis bacteria can survive for 1-2 hours, or even days or weeks, depending on factors such as exposure to ultraviolet light, adequate ventilation, humidity, indoor temperature, and the density of occupants in a home. This study aims to describe the living conditions of tuberculosis patients in the tidal flood area of Pekalongan. The study design used is a descriptive study.Data collection was performed using total sampling. The sample consisted of 25 households of tuberculosispatients in the tidal flood area of Pekalongan. Living conditions were assessed using a questionnaire specific toenvironmental physical characteristics, a thermo-hygrometer, a lux meter, and a tape measure. Data analysiswas univariate, with numerical data analyzed for mean and standard deviation (SD), and discrete datapresented as frequencies. The study found that 24 respondents (96%) lived in conditions that did not meet healthy housing standards, while 1 respondent (4%) lived in conditions that met the standards to some extent.
HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG BAHAYA ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK REMAJA RT 01/RW 07, KP. PABUARAN, CIMONE JAYA, KOTA TANGERANG Yunia Fransiska; Siti Khusnul Khatimah; Ria Setia Sari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i3.6043

Abstract

Latar belakang: Perilaku merokok adalah kegiatan menghisap tembakau yang dilakukan secara rutin. Remaja merokok juga dipengaruhi oleh pandangan mereka terhadap perilaku merokok. Persepsi tentang bahaya merokok merupakan faktor penting dalam pencegahan perilaku merokok pada remaja di masa depan. Tujuan:dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan presepsi tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok remaja di RT 01/ RW 07, Kp. Pabuaran Cimone Jaya, Kota Tangerang. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah sebanyak 142 remaja laki-laki yang ada di RT 01/RW 07, Kp. Pabuaran Cimone Jaya, Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 142 responden. Hasil: analisis data menunjukkan adanya hubungan persepsi tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok remaja yang signifikan dengan nilai P-value 0,67. Kesimpulan: Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan persepsi tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok remaja di RT 01/ RW 07, Kp. Pabuaran Cimone Jaya, Kota Tangerang. Oleh karena itu, Diperlukan program pencegahan dan promosi kesehatan untuk mencegah kebiasaan merokok dengan menyebarkan informasi bahaya merokok secara berulang kepada remaja agar tingkat kesadaran remaja yang baik terhadap pencegahan meningkat.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA SISWI SMK AZ-ZAHRA SEPATAN KABUPATEN TANGERANG Rizki Ramadhan; Siti Haeriyah; Adi Dwi Susanto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i3.6073

Abstract

Latar Belakang: Dismenore atau nyeri haid merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh Remaja putri. Dismenore adalah nyeri menusuk yang terasa di perut bagian bawah, ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon progesteron, stress, dan aktivitas berlebih. Angka kejadian dismenore didunia sangat tinggi lebih dari 50% wanita di setiap negara mengalami dismenore, kejadian dismenore ini dampaknya harus mendapatkan perhatian dan penanganan yang efektif. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dengan kejadian Dismenore primer pada siswi SMK AZ-ZAHRA SEPATAN. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan uji chi- square. Jumlah Sampel: terdiri dari 125 remaja putri. Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) terhadap kejadian dismenore primer pada siswi SMK Az-Zahra Kabupaten Tangerang dengan nilai p-value sebesar 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Indeks Massa Tubuh yang tidak normal akan berisiko mengalami Dismenore Primer.
EDUKASI TENTANG STRETCHING UPPER DAN LOWER EXTREMITY PADA KOMUNITAS ATLET BADMINTON PB. PURE DEMAK DENPASAR DALAM MENURUNKAN RESIKO CEDERA Antara, I Made Rai; Lubis, Zidni Imanurrohmah; Novianti, Dewa Ayu
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i3.6076

Abstract

Stretching atau peregangan otot merupakan salah satu aktivitas yang dapat membantu otot tubuh untuk lebih lentur. Selain itu, peregangan juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. Peregangan dapat dilakukan dengan gerakan yang sederhana, dan bahkan tanpa bantuan alat. Tujuan dari edukasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang teknik stretching upper dan lower extremity pada atlet badminton kususnya PB. Pure Demak Denpasar dalam menurunkan resiko cedera olah raga badminton.. Metode: Penyuluhan serta pemberian materi dengan media leaflet dan lembar kuesioner pre dan post untuk mengukur pengetahuan Atlet mengenai streaching Upper dan Lower Extremity. Hasil: Penyuluhan ini berlangsung dengan lancar dengan peserta berjumlah 22 orang dengan rentang usia peserta 16-20 sebanyak 6 orang, usia 21-25 sebanyak 7 orang, usia 26-30 sebanyak 7, 31-35 sebanyak 12 orang. Kesimpulan: Setelah dilakukan penyuluhan ini para atlet badminton di PB. Pure Demak pengetahuannya mengenai stretching upper dan lower extremity lebih baik. Muscles stretching is an activity that can help the body's muscles become more flexible. Apart from that, stretching can also make the body healthier. Stretching can be done with simple movements, and even without the help of tools. The aim of this education is to increase knowledge about Upper and Lower Extremity stretching techniques in badminton athletes, especially PB. Pure Demak Denpasar in reducing the risk of badminton sports injuries. Method: Counseling and providing material using leaflet media and pre and post questionnaire sheets to measure athletes' knowledge regarding Upper and Lower Extremity stretching. Results: This counseling went smoothly with 22 participants with an age range of 6 participants aged 16-20, 7 people aged 21-25, 7 people aged 26-30, 12 people aged 26-30. Conclusion: After this counseling was carried out, badminton athletes in PB. Pure Demak's knowledge of Upper and Lower Extremity stretching is better.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue