Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Jurnal psikologi adalah publikasi ilmiah yang berfokus pada berbagai aspek dan penelitian dalam bidang psikologi. Jurnal ini merupakan saluran penting bagi para peneliti, ilmuwan, profesional, dan mahasiswa psikologi untuk membagikan temuan mereka, menyajikan data empiris, dan berkontribusi pada perkembangan pengetahuan di bidang psikologi. Jurnal psikologi mencakup berbagai topik, seperti: Psikologi Klinis: Memahami dan mengobati gangguan mental, terapi psikologis, dan penelitian tentang kesehatan mental. Psikologi Sosial: Menyelidiki interaksi sosial, perilaku kelompok, stereotip, prasangka, dan pengaruh sosial. Psikologi Perkembangan: Memahami perkembangan individu dari masa kanak-kanak hingga Psikologi Pendidikan: Mengkaji pembelajaran dan pendidikan, termasuk metode pengajaran, motivasi, dan pembelajaran sepanjang hayat.
Articles
396 Documents
HUBUNGAN SENSE OF HUMOR DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MASA DEWASA AWAL
Jefry Amando;
Sulistiasih, Sulistiasih
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v4i1.4467
Masa awal dewasa merupakan tahapan perkembangan yang penting yang ditandai dengan transisi dan tantangan signifikan, terutama dalam mencapai kesejahteraan psikologis. Sense of humor telah diakui sebagai faktor potensial yang memengaruhi kesejahteraan psikologis selama fase ini, namun studi dalam konteks ini, khususnya di Bekasi Utara, Indonesia, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara sense of humor dan kesejahteraan psikologis di kalangan dewasa muda di Bekasi Utara, Indonesia. Desain penelitian korelasional kuantitatif digunakan, melibatkan 129 dewasa muda (69 pria, 60 wanita) yang tinggal di Bekasi Utara. Skala Sense of humor dan skala Kesejahteraan Psikologis digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis data meliputi statistik deskriptif, analisis korelasi, dan uji signifikansi untuk menguji hubungan antar variabel. Temuan menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara sense of humor dan kesejahteraan psikologis (r = 0,514, p < 0,01). Peserta melaporkan skor kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi ketika mereka memiliki sense of humor yang lebih besar. Perbedaan dalam kesejahteraan psikologis antara gender dan area tempat tinggal juga ditemukan, menunjukkan dampak yang bervariasi dari sense of humor terhadap kesejahteraan berdasarkan faktor demografis. Sense of humor memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis di kalangan dewasa muda di Bekasi Utara. Temuan ini menegaskan pentingnya memupuk humor sebagai mekanisme pemecahan masalah dan alat sosial untuk meningkatkan kesehatan mental selama tahun-tahun awal dewasa. Intervensi di masa depan dapat berfokus pada meningkatkan keterampilan terkait humor untuk meningkatkan hasil kesejahteraan secara keseluruhan pada demografi ini.
REVIEWING THE POTENTIAL BENEFITS OF PORN VIDEOS IN THE CONTEXT OF SEXUAL HEALTH.
Taufiq Arsyad;
Ami Kasai
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v4i2.4486
This study aimed to explore the potential benefits of pornographic videos in the context of sexual health based on a comprehensive review of the literature. Findings revealed that pornographic videos can play a role in informal sexual education, sexual therapy, safe exploration of sexual fantasies, as well as improving sexual well-being and communication in intimate relationships. However, these benefits can only be obtained if porn videos are consumed in a moderate, responsible manner and in accordance with proper ethical guidelines. The study also emphasizes the importance of considering factors such as consumption patterns, type of porn content, and individual characteristics in determining whether porn videos have a positive or negative impact on sexual health. In addition, this study suggests the development of comprehensive guidelines and regulations regarding the use of pornographic videos in the context of sexual health, as well as further in-depth and holistic research to understand the complexity of the relationship between pornographic videos and sexual health more comprehensively.
GAMBARAN KEMATANGAN EMOSI WANITA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI FATHERLESS (STUDI KASUS DI TAMBELANG KABUPATEN BEKASI)
Maharani, Maharani;
Nurwahyuni Nasir
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v4i2.4511
Kematangan emosi adalah keadaan dimana individu mampu memahami dan mengelola emosinya dengan cara yang sehat dan konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui proses kematangan emosi wanita dewasa awal yang mengalami fatherless, 2) Menggambarkan ciri-ciri kematangan emosi wanita dewasa awal yang mengalami fatherless, 3) Memahami makna kematangan emosi wanita dewasa awal yang mengalami fatherless. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melibatkan satu subjek dan dua informan. Subjek dari penelitian ini merupakan seorang wanita dewasa awal yang pernah mengalami fatherless akibat perceraian orang tua. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan gambaran proses kematangan emosi wanita dewas awal yang pernah mengalami fatherless. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memperoleh temuan berupa proses kematangan emosi subjek yang mengalami perasaan marah dan perasaan malu yang diakibatkan dari keadaan fatherless. Subjek juga merasakan berbagai stuggle kehidupan yang tidak mudah baginya untuk dilewati. Perjuangan subjek dari keadaan tidak mudah yang dirasakan subjek sampai harus menjadi tulang punggung keluarga yang menjadi pemicu subjek semangat dan bertahan hidup saat ini adalah ibu dan adiknya ditengah keadaan fatherless yang dirasakan olehnya. Untuk penelitian kematangan emosi wanita dewasa awal yang mengalami fatherless selanjutnya diharapkan peneliti lebih memperbanyak subjek lagi agar data yang diperoleh lebih banyak dan dapat mengkaji lebih dalam lagi mengenai kematangan emosi wanita dewasa awal yang mengalami fatherless.
HUBUNGAN WORK ENGAGEMENT DENGAN RESILIENSI PADA STAFF AUDIT DI PT.X
David Lerindo Zendrato
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v4i2.4527
Suatu perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, baik perusahaan bergerak dibidang industri, perdagangan maupun jasa akan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini memiliki 2 variabel yaitu work engagement dan resiliensi. Populasi pada penelitian ini merupakan staff audit di PT.X. Teknik pengambilan populasi sampel yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan convenience sampling. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara work engagement dengan resiliensi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan teori dari para ahli. Skala work engagement disusun dengan jumlah aitem 21 dan angka koefisien validitas 0.312-0.640 sedangkan skor reliabilitas 0,865. Untuk skala resiliensi disusun dengan jumlah aitem 20 dan angka koefisien validitas 0.312-0.594 sedangkan skor reliabilitas 0.874. Dalam penelitian ini terdapat hubungan yang positif antara work engagement dan resiliensi. Diharapkan staff audit PT.X untuk meningkatkan resiliensi yang sudah dimiliki dan menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya perilaku resiliensi guna meningkatkan work engagement misalnya dengan berperilaku lebih antusias dalam mengerjakan pekerjaan untuk meningkatkan standar kerja perusahaan.
GAMBARAN CELEBRITY WORSHIP PADA DEWASA AWAL PENGGEMAR IDOL KPOP DI BEKASI
Dea Septa Anggita;
Yulia Fitriani
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v4i2.4531
Pada tahun belakangan ini banyak idol K-Pop bermunculan yang memicu perhatian masyarakat. Penggemar idol kpop pada dewasa awal usia 20 - 30 tahun yang di duga belum menyelesaikan tugas perkembangan sebelumnya terkaitan pembentukan identitas, seharusnya sudah memiliki bentuk konsep diri yang kuat, mulai membangun kemandirian diri dan ekonomi lalu dapat mengembangkan karir, memilih pasangan dan membangun hubungan yang intim dengan pasangan bahkan membangun keluarga dan membesarkan anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran celebrity worship pada dewasa awal penggemar idol kpop di bekasi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan analisis data deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Celebrity Attitude Scale dengan mengukur variabel menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perilaku celebrity worship di bekasi dalam kategori sedang baik berdasarkan aspek dari skala celebrity wortship maupun berdasarkan karakteristik responden. Oleh karena itu, peneliti berharap untuk peneliti selanjutnya agar menggali lebih dalam lagi tentang Celebrity Worship penggemar idol kpop atau bila memungkinkan dapat digunakan kombinasi dua pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif.
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL PADA SISWA SMP NEGERI 38 BEKASI
Saptura, Muhammad Iqbal;
Supriatna, Ecep
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v4i3.4543
The increased use of social media among adolescents affects the mental health of students at SMP Negeri 38 Bekasi. This study used quantitative methods with a sample of 102 students randomly selected from a population of 1,270 students. Data was collected through a questionnaire measuring social media use and mental health. The results of the Spearman correlation analysis showed a coefficient of 0.616 with a significance of 0.000 (sig < 0.05), and the Pearson correlation test showed a coefficient of 0.657 with a significance of 0.000 (sig < 0.05), indicating a significant positive relationship between the two variables. The higher the use of social media, the higher the level of student mental health. In conclusion, social media use has a positive effect on students' mental health at SMP Negeri 38 Bekasi. Suggestions include social media education programs in schools for healthy and wise use, as well as a holistic approach in supporting students' mental health. Peningkatan penggunaan media sosial di kalangan remaja mempengaruhi kesehatan mental siswa di SMP Negeri 38 Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel 102 siswa yang dipilih acak dari populasi 1.270 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur penggunaan media sosial dan kesehatan mental. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan koefisien 0.616 dengan signifikansi 0.000 (sig < 0.05), dan uji korelasi Pearson menunjukkan koefisien 0.657 dengan signifikansi 0.000 (sig < 0.05), mengindikasikan hubungan positif signifikan antara kedua variabel. Semakin tinggi penggunaan media sosial, semakin tinggi tingkat kesehatan mental siswa. Kesimpulannya, penggunaan media sosial berpengaruh positif terhadap kesehatan mental siswa di SMP Negeri 38 Bekasi. Saran meliputi program edukasi media sosial di sekolah untuk penggunaan yang sehat dan bijak, serta pendekatan holistik dalam mendukung kesehatan mental siswa.
STUDY DESKRIPTIF STUDENT WELL-BEING PADA MAHASISWA YANG KULIAH SAMBIL BEKERJA
Chaidar Ali;
Andreas Corsini Widya Nugraha
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v4i2.4548
Mahasiswa yang aktif berkuliah sambil bekerja rupanya bukan lagi menjadi hal yang baru dimasa kini. mahasiswa perlu cermat dalam membagi waktu antara tugas perkuliahan dan tugas pekerjaan. Mahasiswa yang sambil bekerja sebagian besar memilih waktu kuliah di luar jam pekerjaannya yaitu pada waktu sore atau malam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran student well-being pada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Bentuk sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan jenis sampling purposive. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Penyebaran data dilakukan terbagi menjadi dua waktu, yakni untuk pengambilan data try out skala penelitian dilakukan pada tanggal 21 Mei 2023 sampai dengan 10 Juni 2023, dan untuk pengambilan data penelitian dilakukan pada tanggal 26 Juni 2023 sampai dengan 11 November 2023 dengan total responden 107 subjek penelitian. Berdasarkan skor Reliabilitas yang diperoleh, skala Student Well-Being memiliki skor sebesar 0,821, yang artinya Sangat Reliabel karena ≥ 0.70 atau dapat dikatakan konsisten apabila digunakan dalam penelitian selanjutnya. Berdasarkan hasil analisis univariat yang dilakukan oleh peneliti mendapatkan total mean empirik dengan skor sebesar 52,7 diketahui bahwa tingkat student well-being pada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja berada pada kategori tinggi. Hal tersebut menunjukan bahwa tingginya tingkat well-being siswa, maka siswa dapat memiliki kemampuan pengendalian diri serta keberfunsian positif pada dirinya sendiri maupun lingkungannya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan meningkatkan pemahaman bagi masyarakat untuk lebih saling peduli dan bekerjasama dengan guru untuk kepentingan siswa dalam dunia pendidikan sehingga terciptanya kesejahteraan dalam lingkungan akademik.
PENGARUH KUALITAS PERSAHABATAN DENGAN STUDENT WELL BEING PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS XXX KOTA BEKASI.
Sabrina Rahmantika;
Yomima Viena Yuliana
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v4i2.4554
Penelitian ini membahas mengenai pengaruh kualitas persahabatan dengan student well being pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pada kualitas persahabatan dengan student well being pada mahasiswa di Universitas XXX Kota Bekasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan menggunakan aplikasi software IBM SPSS Statistic versi 27 for windows. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis korelasi pearson dengan menunjukkan koefisiensi sebesar 0.523** dengan nilai signifikasi <0,001 (p<0,05). Hasil menunjukkan student well being dan kualitas persahabatan adanya hubungan yang positif antara kedua variabel tersebut. Artinya, semakin tinggi student well being pada individu maka semakin tinggi pula kualitas persahabatan. Saran kepada peneliti selanjutnya dianjurkan untuk meneliti kualitas persahabatan dan student well being lebih mendalam agar mengetahui faktor-faktor lain damn menyesuaikan faktor yang lebih sesuai dengan sampel penelitian yang akan diteliti.
Pengaruh Kepuasan Pernikahan Terhadap Kecenderungan Berselingkuh Pada Pasangan Suami Istri
Saputri, Desi Eka;
Pertiwi, Yuarini Wahyu
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v4i2.4558
Research This study aims to determine the effect of marriage satisfaction on the tendency to have an affair in married couples. Marriage satisfaction is defined as a sense of satisfaction and pleasure in a marriage that is considered to be the success of one's life. as the success of one's life. This research uses a quantitative quantitative method with regression and correlation studies. The research sample consisted of 125 married couple respondents. The results of Spearman's rho correlation analysis correlation analysis results showed a correlation coefficient of -0.506, indicating a negative relationship between marital satisfaction and the tendency to have an affair. The higher the marital satisfaction, the lower the tendency to have an affair, and vice versa. Dissatisfaction in marriage increases the tendency to have an affair.Marital satisfaction contributes 52% to the tendency Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan pernikahan terhadap kecenderungan berselingkuh pada pasangan suami istri. Kepuasan pernikahan diartikan sebagai rasa puas dan menyenangkan dalam pernikahan yang dianggap sebagai keberhasilan hidup seseorang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi regresi dan korelasi. Sampel penelitian terdiri dari 125 responden pasangan suami istri. Hasil analisis korelasi Spearman’s rho menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0.506, menandakan hubungan negatif antara kepuasan pernikahan dan kecenderungan berselingkuh. Semakin tinggi kepuasan pernikahan, semakin rendah kecenderungan berselingkuh, dan sebaliknya. Ketidakpuasan dalam pernikahan meningkatkan kecenderungan berselingkuh. Kepuasan pernikahan berkontribusi sebesar 52% terhadap kecenderungan berselingkuh.
HUBUNGAN SELF CONTROL DENGAN OFF TASK BEHAVIOR SISWA SMKN 4 MARABAHAN
Nesha Ananda;
Ceria Hermina;
Dicky Listin Quarta
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v4i2.4559
Off task behavior merupakan perilaku pembelajaran siswa yang diperlihatkan dengan melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan proses pembelajaran. Di sisi lain, self control mengacu pada kemampuan individu untuk mengendalikan diri dari berbagai rangsangan atau godaan yang dapat menghambat pencapaian tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self control dengan off task behavior pada siswa SMKN 4 Marabahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala self control dan skala off task behavior. Teknik pengambilan subjek yang digunakan adalah probability sampling berupa stratified random sampling dengan jumlah responden 155 siswa. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu korelasi product moment pearson. Hasil uji hipotesis dengan nilai signifikan 0.003 (Sig<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan negatif antara self control dengan off task behavior. Dimana semakin tinggi self control siswa maka akan semakin rendahoff task behavior nya, demikian sebaliknya semakin rendah self control siswa maka akan semakin tinggi off task behavior nya.