cover
Contact Name
Haidar Ensang Timuda
Contact Email
krepaabdimas@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
krepaabdimas@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/liberosis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30267889     DOI : -
Jurnal psikologi adalah publikasi ilmiah yang berfokus pada berbagai aspek dan penelitian dalam bidang psikologi. Jurnal ini merupakan saluran penting bagi para peneliti, ilmuwan, profesional, dan mahasiswa psikologi untuk membagikan temuan mereka, menyajikan data empiris, dan berkontribusi pada perkembangan pengetahuan di bidang psikologi. Jurnal psikologi mencakup berbagai topik, seperti: Psikologi Klinis: Memahami dan mengobati gangguan mental, terapi psikologis, dan penelitian tentang kesehatan mental. Psikologi Sosial: Menyelidiki interaksi sosial, perilaku kelompok, stereotip, prasangka, dan pengaruh sosial. Psikologi Perkembangan: Memahami perkembangan individu dari masa kanak-kanak hingga Psikologi Pendidikan: Mengkaji pembelajaran dan pendidikan, termasuk metode pengajaran, motivasi, dan pembelajaran sepanjang hayat.
Articles 396 Documents
ANALISA DAMPAK PSIKOLOGIS CYBERBULLING TEHADAP KORBAN Fajar Herlambang Pratama; Firman Purnomo; Muhamad Bathi Zannethi; Tugimin Supriyadi
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4025

Abstract

Cyberbullying adalah bentuk intimidasi yang dilakukan melalui perangkat digital, dengan dampak serius pada kesehatan mental dan emosional korban, terutama remaja. Studi literatur mengungkapkan bahwa korban sering mengalami stres, kecemasan, depresi, penurunan harga diri, perasaan terisolasi, dan kesepian. Faktor-faktor seperti anonimitas, aksesibilitas teknologi, kurangnya pengawasan, perbedaan sosial, dan peran media berkontribusi pada prevalensi cyberbullying. Dukungan sosial, manajemen stres, intervensi psikologis, program anti-bullying di sekolah, dan peran keluarga dan komunitas penting dalam mengatasi dampak negatif cyberbullying. Tindakan holistik dari berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mencegah dan menangani cyberbullying secara efektif..
PERAN TEKNOLOGI, MEDIA SOSIAL, DAN PENDEKATAN PSIKOLOGIS DALAM MENCEGAH KRIMINALITAS SEKS BEBAS PADA REMAJA Karinina Muti Dewi; Mutiara Farhatul Auliyaillah; Nabila Cahyani; Siti Nuriah; Mic Finanto Ario Bangun
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4051

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran teknologi, media sosial, dan pendekatan psikologis dalam mencegah kriminalitas seks bebas pada remaja di Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti saling suka, pembuktian cinta, dan rasa ingin tahu yang besar, serta pengaruh lingkungan dan media sosial, mempengaruhi perilaku seks bebas pada remaja. Penggunaan media sosial dapat mempengaruhi perilaku kriminalitas seks bebas pada remaja, sehingga dapat diambil tindakan yang tepat untuk mencegahnya. Penelitian ini juga membahas tentang teori social learning yang menjelaskan bahwa pembelajaran terjadi dengan mengamati, menirukan, dan pemodelan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku seks bebas pada remaja dapat terjadi apabila teman-teman dari pelaku mendukung perilaku seks bebas yang dilakukan. Selain itu, perkembangan teknologi juga berdampak negatif pada remaja karena kemudahan dalam membuka akses pornografi.
PENERAPAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING KELAS VII DI SMP NEGERI 1 SIUNGGAM JULU PADANG BOLAK TENGGARA TAHUN AJARAN 2022-2023 Rafika Sari Harahap; Sri Ngayomi Yudha Wastuti
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4130

Abstract

The problem in this research is how individual counseling services reduce bullying behavior at SMP Negeri 1 Siunggam Julu Padang Bolak Tenggara 2022-2023. The aim of this research is to reduce bullying behavior in students with individual counseling services. The subjects in this research were guidance and counseling teachers, subject teachers and students of SMP Negeri 1 Siunggam Julu Padang Bolak Tenggara. The objects of this research were 3 students who behaved in bullying ways. This research instrument uses interviews and observation. This research is qualitative research using data collection methods through observation, interviews and documentation. Based on the results of the research analysis, it is known that individual services for students who bully can be reduced, thus individual counseling can reduce bullying behavior at SMP Negeri 1 Siunggam Julu Padang Bolak Tenggara 2022-2023.
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA DALAM GESTALT UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI SISWA KELAS X DI MA AL-FALAH SIMPANG KANAN KABUPATEN ROKAN HILIR T.A 2022/2023 Mayang Dita Utami; Zaharuddin Nur
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4174

Abstract

Kemampuan penyesuaian diri tidak selalu berjalan dengan baik, ada saja perasaan tidak menyenangkan menyertinya seperti, kurang percaya diri, takut tidak diterima dalam hubungan sosial, banyak remaja yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya karena tidak mampu menyesuaikan diri. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan teknik sosiodrama dalam bimbingan kelompok mampu meningkatkan penyesuaian diri siswa MA Al-Falah Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini untuk melihat bagaimana kemampuan penyesuaian diri siswa melalui observasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MA Al-Falah Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir. Temuan penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama memberikan dampak yang baik terhadap kapasitas penyesuaian siswa kelas 10 MA Al-Falah Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, disarankan guru Bimbingan dan Konseling dapat mengembangkan dan mengoptimalkan bimbingan kelompok teknik sosiodramaa dan yang lainnya untuk siswa agar terbentuk kemampuan penyesuaian diri yang baik di sekolah maupun lingkungan sekitar.
ANALISIS KEPERCAYAAN DIRI PADA KORBAN BULLYING Milani Nabila Syahra; Kania Annisa Putri; Thalia Amelinda Setiawan; Yuarini Wahyu Pertiwi
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4202

Abstract

Bullying adalah masalah yang selalu menjadi perbincangan. Karena masih maraknya terjadi kasus bullying di Indonesia, khususnya terjadi pada masa remaja. Remaja adalah masa dimana seorang anak masih memiliki rasa ingin tahu yang besar dan tanpa bimbingan dan pola asuh yang baik pada orangtua, akan muncul perilaku-perilaku yang akhirnya berdampak pada lingkungan dan dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bullying terhadap kepercayaan diri remaja dengan menggunakan desain penelitian studi literatur, dimana data yang di paparkan oleh peneliti merupakan hasil dari analisis penelitian terdahulu. Untuk mengungkapkan terkait kasus permasalahan yang sering muncul yang nantinya dapat ditindak lanjuti. Hasil studi literatur yang kita analisis terdapat pengaruh yang signifikan dalam kepercayaan diri korban bullying yang sangat rendah. Serta Seorang anak yang menjadi korban bullying dapat mengalami gangguan belajar pada aktivitas akademiknya. Hingga harus melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan positif dan memberikan kasih sayang dan kepercayaan yang dimana mengikut sertakan pelaku dan korban bullying serta memberi mereka pemahaman tentang dampak negatif bullying. Untuk itu perlu adanya partisipasi antara sekolah, pengajar dan wali untuk mengatasi perundungan terhadap anak. Salah satu peneliti juga menyatakan bahwa konseling direktif sangat efektif dalam mengatasi perilaku percaya diri yang rendah.
ANALISIS PSIKOLOGIS PADA KENAKALAN REMAJA Annaas Bahtyar Roby; I Putu Kreshna Fiyanda Putra; Ivan Fahrozi; Tugimin Supriyadi
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4224

Abstract

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang kompleks yang melibatkan berbagai faktor individu, keluarga, lingkungan sosial, sekolah, ekonomi, dan media sosial. Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap perilaku nakal pada remaja. Penelitian telah mengidentifikasi bahwa kontrol diri yang rendah, gangguan kesehatan mental, pola asuh yang buruk, lingkungan sosial yang negatif, pengalaman traumatis di sekolah, ketidakstabilan ekonomi, dan pengaruh media sosial merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja. Untuk mencegah perilaku menyimpang pada remaja, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan peran aktif keluarga, sekolah, komunitas, serta edukasi tentang penggunaan media sosial. Upaya ini harus mencakup dukungan emosional, pengawasan yang baik, lingkungan yang aman, dan kegiatan positif bagi remaja. Pendekatan terpadu ini dapat mengurangi risiko perilaku menyimpang dan membantu remaja berkembang dalam lingkungan yang mendukung.
Pentingnya Peran Ayah dalam Perkembangan Emosional Anak Alfian; Mafatkha Azkiya Zuhda
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4232

Abstract

Tulisan ini menjelaskan urgensi figur ayah sebagai pengasuhan anak, khususnya keterlibatan ayah sebagai pengembangan sosial emosional. Keterlibatan ayah dalam kehidupan anak tidak hanya sebagai penyedia materi, tetapi juga sebagai pemberi pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan sosial, yang membentuk kesejahteraan sosial dan emosional anak. Struktur makalah ini didasarkan pada pendekatan tinjauan literatur dan mencakup studi yang didasarkan pada analisis penelitian sebelumnya. Analisis dari penemuan penelitian ini bertujuan jika pentingnya peran ayah untuk pengasuhan anak masih begitu rendah. Dapat di perkirakan Cuma 21% ayah yang membantu ibu dalam pengasuhan anak. Selain itu, menurut (Wall & Arnold, 2007) mengemukakan, jika keterlibatan ayah sering dipinggirkan bahkan medsos lebih berperan kepada ibu dalam pemberitaan mereka. Ada berberapa jurnal media menanyakan partisipasi ayah dalam mengasuh dan mendidik anak, dapat di jelaskan bahwa ayah menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka dan mereka tidak memiliki waktu untuk berpartisipasi dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Temuan penelitian mengenai pentingnya perananan ayah dalam pengasuhan anak, terutama dalam hal perkembangan sosial dan emosional, menunjukkan bahwa pentingnya tugas ayah dalam megasuh anak memenglah penting. Dengan kata lain, dalam hal ini, ayah bukan hanya sebagai kepala keluarga, tetapi pula memiliki dampak begitu signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak.
DAMPAK KECEMASAN BERLEBIH TERHADAP PSIKOLOGIS GEN Z (USIA REMAJA) Desita Fitria Cahyani; Noviawati Syah Putri
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4244

Abstract

Kecemasan dapat diartikan sebagai suatu perasaan yang membuat seseorang merasa tercekik atau tidak nyaman. Dalam hal ini, kecemasan merupakan suatu keadaan yang menggambarkan emosional seseorang, baik berupa rasa khawatir, takut, maupun perasaan emosi lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan dalam diri seseorang tersebut. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan dampak kecemasan berlebih terhadap psikologis gen z (usia remaja). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis dampak kecemasan berlebih terhadap psikologis gen z (usia remaja) berdasarkan sumber-sumber yang relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah studi kepustakaan atau library research. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa bahaya psikologis bagi remaja biasanya disebabkan oleh kegagalan dalam menjalankan suatu peralihan psikologis kearah kematangan psikis dikarenakan hal ini merupakan suatu perkembangan yang penting saat masa remaja. Dampak yang timbul akibat kecemasan berlebih ini antara lain, depresi, setres, gangguan makan, masalah pernapasan, dll.
DAMPAK BROKEN HOME TERHADAP PSIKOLOGI ANAK Muharam Amang; Firda Dwi Rahayu
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4245

Abstract

Makna broken home itu sendiri dapat diartikan sebagai kehidupan anak tanpa orang tua, baik itu karena perceraian ataupun salah satu atau keduanya meninggal dunia. Ada pula yang mengartikan sebagai rusaknya hubungan rumah tangga karena bercekcokkan suami istri, sehingga membuat anak berasa kurang dalam mendapatkan perhatian orang tua. Adapun psikologi anak lebih berfokus pada pertumbuhan dan perkembangan mental anak. Peran orang tua adalah suatu hal yang paling penting dalam memberikan pendidikan dasar dan membentuk karakter anak serta memantau tumbuh kembang sang anak. Peran orang tua juga dibutuhkan untuk tetap menjalin hubungan yang baik dengan anak agar terbentuk pola asuh yang baik sebagaimana metinya. Penulisan menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data dari berbagai sumber berupa buku maupun jurnal artikel. Penelitian ini berfokus pada latar belakang terjadinya keluarga broken home dampaknya terhadap psikologi anak. Keluarga Broken Home sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Adapun latar belakang terjadinya broken home mulai dari faktor ekonomi, orang tua kurang dewasa, perselingkuhan, hingga perseraian. Faktor-faktor tersebut sangat berdampak buruk bagi psikologi anak, karena anak akan merasa batin tertekan, kehilangan semangat belajar, bahkan akan bertindak amoral untuk mencari perhatian.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN Arfian, Arfian; Adinda Evriyaza Putri; Muhammad Farizqi Bagus Widodo; Muhammad Saefuddin
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4251

Abstract

Fokus penelitian adalah memeriksa bagian-bagian budaya organisasi yang ada di perusahaan, factor-faktor yang mempengaruhi perubahan budaya dan metode yang berguna untuk mengelola perubahan tersebut. Dalam penelitian ini, wawancara kualitatif deskriptif adalah metode utama pengumpulan data. Integritas, keakraban dan orientasi pada hasil adalah nilai-nilai yang ditetapka. Keyakinan tentang kepentingan bersama dan keterlibatan dalam inovasi adalah asumsi dasae yang tidak dinyatakan. Karyawan cenderung lebih termotivasi untuk mencapai tujuan perusahaan karena mereka merasa terhubung dengan nilai-nilainya. Perusahaan yang memiliki budaya yang mendukung adaptasi dan fleksibilitas juga lebih mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Dalam hal ini, berarti perusahaan harus mempertahankan dan memperkuat budaya yang positif serta memastikan bahwa budaya perusahann sesuai dengan budaya nasional untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan identitas Perusahaan

Page 9 of 40 | Total Record : 396


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 5 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konselin Vol. 7 No. 5 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling More Issue