cover
Contact Name
Haidar Ensang Timuda
Contact Email
krepaabdimas@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
krepaabdimas@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/liberosis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30267889     DOI : -
Jurnal psikologi adalah publikasi ilmiah yang berfokus pada berbagai aspek dan penelitian dalam bidang psikologi. Jurnal ini merupakan saluran penting bagi para peneliti, ilmuwan, profesional, dan mahasiswa psikologi untuk membagikan temuan mereka, menyajikan data empiris, dan berkontribusi pada perkembangan pengetahuan di bidang psikologi. Jurnal psikologi mencakup berbagai topik, seperti: Psikologi Klinis: Memahami dan mengobati gangguan mental, terapi psikologis, dan penelitian tentang kesehatan mental. Psikologi Sosial: Menyelidiki interaksi sosial, perilaku kelompok, stereotip, prasangka, dan pengaruh sosial. Psikologi Perkembangan: Memahami perkembangan individu dari masa kanak-kanak hingga Psikologi Pendidikan: Mengkaji pembelajaran dan pendidikan, termasuk metode pengajaran, motivasi, dan pembelajaran sepanjang hayat.
Articles 396 Documents
ANALISIS PERAN KONSELING HUMANISTIK TERHADAP EKS PEKERJA SEKS KOMERSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Qaanita, Najmi Aulia; Zahrani, Maha Ayu; Edissyawalia, Chelsea Anasta; Muslikah; Mahfud, Ashari
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i4.12609

Abstract

Fenomena pekerja seks komersial (PSK) merupakan permasalahan sosial yang kompleks, di mana eks PSK menghadapi tantangan besar dalam proses reintegrasi sosial akibat trauma masa lalu, stigma, dan keterbatasan akses ekonomi. Artikel ini bertujuan membahas peran konseling humanistik dalam meningkatkan kesejahteraan sosial eks PSK melalui tinjauan pustaka. Konseling humanistik, yang berlandaskan prinsip empati, penerimaan tanpa syarat, dan penghargaan terhadap potensi individu, menawarkan pendekatan yang efektif untuk mendukung proses penyembuhan psikologis dan pemberdayaan personal. Pendekatan ini mendorong eks PSK untuk mengolah pengalaman traumatis, membangun kembali harga diri, serta mengembangkan keterampilan interpersonal dan ekonomi. Konseling humanistik tidak hanya fokus pada aspek psikologis, tetapi juga berintegrasi dengan program rehabilitasi multidimensi yang meliputi pelatihan keterampilan kerja dan dukungan ekonomi, sehingga mendukung kemandirian dan reintegrasi sosial. Selain itu, penyesuaian pendekatan berdasarkan nilai budaya dan agama turut memperkuat efektivitas konseling, mengurangi stigma internal, serta mempercepat pemulihan individu. Dengan dukungan lingkungan yang inklusif dan kebijakan rehabilitasi yang berkelanjutan, konseling humanistik menjadi kekuatan transformatif dalam memperbaiki kualitas hidup eks PSK dan membangun masyarakat yang lebih adil dan manusiawi. Hasil kajian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan layanan rehabilitasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan eks PSK.
KONSELING PRA DAN PASCA TES HIV: PENDEKATAN EFEKTIF DALAM MENDUKUNG PASIEN Aisa Andini Susanto; Artika Farhana Salsabila; Zahra Nur Eka Putri; Muslikah, Muslikah; Ashari Mahfud
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i4.12625

Abstract

Abstrak ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas layanan konseling pra dan pasca tes HIV dalam mendukung kesejahteraan psikologis orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penulisan dilakukan melalui metode tinjauan pustaka (literatur review) terhadap berbagai artikel ilmiah, jurnal, dan laporan, organisasi kesehatan mental yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukan bahwa konseling berperan penting dalam membantu ODHA memahami kondisi kesehatannya, mengelola respon emosional seperti stres dan depresi, serta meningkatkan kepatuhan terhadap terapi antiretroviral (ARV). Namun demikian, layanan konseling di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan tenaga profesional, pendekatan yang bersifat umum, serta kurangnya penyesuaian terhadap kebutuhan emosional individu. Selain konseling, faktor internal seperti motivasi diri dan religiositas, serta faktor eksternal seperti dukungan keluarga, turut berkontribusi besar terhadap keberhasilan pengobatan. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan model layanan konseling yang lebih personal, adaptif, dan empatik. Artikel ini merekomendasikan perlunya intervensi berbasis komunitas yang mampu menjangkau kebutuhan psikososial ODHA secara berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan layanan konseling yang lebih efektif dan manusiawi.
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG RESILIENSI REMAJA PADA KONTEKS KRISIS PSIKOSOSIAL Nisza, Nur Maghfira; Haerani Nur
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i4.12680

Abstract

Fenomena meningkatnya tekanan psikososial di kalangan remaja saat ini menjadi isu penting yang membutuhkan perhatian serius, terutama dalam konteks pandemi, konflik keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, serta tekanan akademik yang tinggi. Resiliensi menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan kemampuan remaja dalam menghadapi dan pulih dari berbagai bentuk stres dan krisis tersebut. Namun, resiliensi bukanlah kapasitas bawaan, melainkan hasil dari proses interaktif antara faktor internal seperti regulasi emosi, efikasi diri, strategi koping adaptif, dan kecerdasan emosional, dengan faktor eksternal berupa dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, sekolah, dan komunitas. Berdasarkan telaah literatur terhadap 30 jurnal nasional, penelitian ini mengungkap bahwa kombinasi antara dukungan sosial yang kuat dan penggunaan strategi koping yang tepat dapat memperkuat ketahanan psikologis remaja. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan intervensi yang holistik, baik dari lingkungan keluarga, institusi pendidikan, maupun masyarakat, guna menciptakan sistem pendukung yang mampu menumbuhkan resiliensi secara optimal pada remaja dalam menghadapi dinamika krisis psikososial
GEJALA AWAL: PEMBELAJARAN DARING MENYULUT KECEMASAN AKADEMIK DAN FOMO DI KALANGAN MAHASISWA Herliana, Mavalda; Marsofiyati; Utari, Eka Dewi
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i4.12775

Abstract

Pembelajaran daring pasca-pandemi telah memperkenalkan tantangan baru bagi mahasiswa, terutama dalam aspek psikologis. Salah satu fenomena yang muncul adalah Fear of Missing Out (FoMO), di mana mahasiswa merasa cemas tertinggal secara akademik, sering kali dipicu oleh media sosial. Penelitian pra-riset ini bertujuan untuk menggali pengalaman mahasiswa dalam menghadapi pembelajaran daring, mengidentifikasi kecemasan akademik, serta strategi yang digunakan untuk menghadapinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap mahasiswa dari berbagai program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi faktor utama yang memperburuk kecemasan mahasiswa. Banyak mahasiswa merasa tertekan dengan perbandingan sosial, meskipun telah berusaha keras dalam pembelajaran. Sebagai respons, mereka mengembangkan strategi pribadi, seperti mengurangi penggunaan media sosial dan membuat jadwal belajar yang lebih ketat. Temuan ini memberikan pemahaman awal mengenai tantangan psikologis dalam pembelajaran daring dan pentingnya pendekatan sistematis untuk mendukung kesejahteraan mental mahasiswa di era digital.
DAMPAK PEER PRESURE TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA Nyayu Fatimah Azzahra; Aisyah Aisyah; Juliantina Dwi Rahma Wati; Risma Anita Puriani; Rizki Novirson
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i4.12851

Abstract

Peer pressure atau tekanan teman sebaya merupakan fenomena yang lazim dialami remaja dan memengaruhi perkembangan kepercayaan diri mereka. Artikel ini menganalisis dampak peer pressure, baik positif maupun negatif, terhadap self-esteem remaja dengan meninjau literatur terkini dan faktor-faktor yang memoderasi pengaruh tersebut. Temuan menunjukkan bahwa tekanan negatif dapat menurunkan motivasi, menimbulkan perilaku berisiko, dan mengikis identitas diri, sedangkan peer pressure positif mampu memacu prestasi akademik, memperkuat keterampilan sosial, dan meningkatkan dukungan emosional. Selain itu, faktor internal (kematangan emosional, konsep diri) dan eksternal (dukungan keluarga, lingkungan sekolah, peran mentor) ikut menentukan sejauh mana remaja terpengaruh. Untuk mengurangi dampak merugikan, dibahas strategi intervensi yang melibatkan remaja, orang tua, pendidik, dan kebijakan sekolah.
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMPN 8 KARAWANG Nur Andini, Siti; Khoerunnisa, Siti; Nur Sya’bani, Saskia; Nurhasan Fauzi, Syukur; Aini Farida, Nur
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi layanan bimbingan dan konseling (BK) di SMPN 8 Karawang dengan mempertimbangkan pentingnya peran BK dalam mendukung perkembangan holistik peserta didik. Tujuannya adalah mendeskripsikan dan mengevaluasi bagaimana layanan BK dijalankan secara praktik serta mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan realitas lapangan. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan data primer diperoleh melalui observasi langsung di sekolah serta wawancara semi-terstruktur dengan guru yang ditugaskan sebagai guru BK dan salah satu siswa. Analisis data dilakukan dengan membandingkan temuan empiris dengan konsep-konsep teoretis bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan signifikan dalam pelaksanaan layanan BK seperti guru yang mengemban tugas BK di sekolah belum memiliki latar belakang pendidikan formal yang linier di bidang konseling, sehingga program yang dijalankan belum terstruktur dan masih bersifat reaktif. Layanan yang paling sering diberikan terkait masalah kehadiran siswa, sedangkan program bimbingan karier dan studi lanjut untuk siswa kelas IX belum berjalan optimal. Meskipun demikian, ditemukan sinergi yang kuat antara guru BK dan wali kelas dalam menangani permasalahan siswa melalui sistem rujukan berlapis dengan tantangan terbesar yang dihadapi adalah kurangnya dukungan orang tua yang berdampak pada motivasi belajar siswa. Jadi, layanan BK di SMPN 8 Karawang ini masih mengandalkan pendekatan informal dan kolaboratif yang menunjukkan dedikasi guru namun belum efektif secara profesional. Kondisi ini menyoroti perlunya profesionalisasi peran guru BK, penyusunan program yang lebih proaktif, serta peningkatan kompetensi guru agar layanan bimbingan dapat mendukung perkembangan siswa secara optimal. This study analyzes the implementation of guidance and counseling (BK) services at SMPN 8 Karawang, considering the importance of BK in supporting the holistic development of students. The objective is to describe and evaluate how BK services are implemented in practice and to identify gaps between theory and reality. The method used was a qualitative case study approach, using primary data obtained through direct observation at the school and semi-structured interviews with the assigned BK teacher and one of the students. Data analysis was conducted by comparing empirical findings with theoretical concepts of guidance and counseling. The results indicate significant gaps in the implementation of BK services, such as teachers carrying out BK duties at the school lacking a formal educational background in the field of counseling, resulting in unstructured and reactive programs. The most frequently provided services relate to student attendance issues, while career guidance and further study programs for ninth-grade students have not been optimally implemented. Nevertheless, strong synergy was found between BK teachers and homeroom teachers in addressing student issues through a multi-layered referral system. The greatest challenge faced was a lack of parental support, which impacted students' motivation to learn. Thus, guidance and counseling services at SMPN 8 Karawang still rely on informal and collaborative approaches that demonstrate teacher dedication but are not yet professionally effective. This situation highlights the need for professionalization of the role of guidance and counseling teachers, more proactive program development, and teacher competency improvement so that guidance and counseling services can optimally support student development.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 5 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konselin Vol. 7 No. 5 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling More Issue