cover
Contact Name
Haidar Ensang Timuda
Contact Email
krepaabdimas@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
krepaabdimas@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/liberosis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30267889     DOI : -
Jurnal psikologi adalah publikasi ilmiah yang berfokus pada berbagai aspek dan penelitian dalam bidang psikologi. Jurnal ini merupakan saluran penting bagi para peneliti, ilmuwan, profesional, dan mahasiswa psikologi untuk membagikan temuan mereka, menyajikan data empiris, dan berkontribusi pada perkembangan pengetahuan di bidang psikologi. Jurnal psikologi mencakup berbagai topik, seperti: Psikologi Klinis: Memahami dan mengobati gangguan mental, terapi psikologis, dan penelitian tentang kesehatan mental. Psikologi Sosial: Menyelidiki interaksi sosial, perilaku kelompok, stereotip, prasangka, dan pengaruh sosial. Psikologi Perkembangan: Memahami perkembangan individu dari masa kanak-kanak hingga Psikologi Pendidikan: Mengkaji pembelajaran dan pendidikan, termasuk metode pengajaran, motivasi, dan pembelajaran sepanjang hayat.
Articles 396 Documents
PENYEBAB SULITNYA BAHASA INDONESIA INDONESIA DIPERTAHANKAN DI KALANGAN USIA MUDA Diva Feronyka Sihombing; Egyka Br Bukit; Joy Triyola Situmeang; Desi Sri Boangmanalu; Tary Azzahra; Lili Tansliova
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i3.12024

Abstract

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki peran penting dalam membangun identitas dan persatuan bangsa. Namun, generasi muda semakin jarang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan sulitnya mempertahankan bahasa Indonesia di kalangan usia muda. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi bahasa asing di media sosial, sistem pendidikan bilingual, pengaruh budaya populer, dan anggapan bahwa bahasa asing lebih modern menjadi faktor utama dalam penurunan penggunaan bahasa Indonesia. Fenomena campuran bahasa, kurangnya fleksibilitas bahasa Indonesia dalam dunia akademik dan profesional, serta minimnya upaya pelestarian bahasa juga berkontribusi terhadap pergeseran pola berbahasa generasi muda. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan strategi seperti peningkatan penggunaan bahasa Indonesia dalam konten digital, kebijakan pendidikan yang lebih ketat, serta kampanye kesadaran dan kebanggaan terhadap bahasa nasional. Dengan langkah-langkah yang tepat, bahasa Indonesia dapat terus dipertahankan sebagai simbol identitas bangsa.
ANALISIS PELAKSANAAN LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SISWA KELAS VIII DI SMPN 13 PONTIANAK Arian; Yuline; Putri, Amallia
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i3.12035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang analisis layanan dasar bimbingan dan konseling pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Pontianak. Bentuk penelitian menggunakan study survey. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII berjumlah 67 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengambilan data dengan teknik komunikasi tidak langsung menggunakan angket tertutup yang dibagikan kepada siswa. Analisis data menggunakan persentase correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan layanan dasar bimbingan dan konseling pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Pontianak dengan persentase 83,25% pada kategori “Baik” yang berarti bahwa bahwa layanan dasar bimbingan dan konseling memang sudah diterapkan dan dapat dikatakan berhasil. Pelaksanan layanan klasikal dengan persentase 84,95% termasuk kategori “Baik”. Pelaksanaan layanan orientasi dengan persentase 85,61% termasuk kategori “Baik”. Pelaksanaan layanan informasi dengan persentase 84,16% termasuk kategori “Baik”. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan persentase 76,17% termasuk kategori “Baik”. Pelaksanaan layanan pengumpulan data 85,19% termasuk kategori “Baik”. Berdasarkan uraian diatas secara umum analisis layanan dasar bimbingan dan konseling pada siswa kelas VIII sudah tahapan berhasil dilakukan di SMP Negeri 13 Pontianak.
PENGARUH KESEPIAN TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA ANAK PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) DI KABUPATEN CILACAP Putri Nur Anisah; Widyaning Hapsari; Wanodya Kusumastuti
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i3.12038

Abstract

This study aims to examine the impact of loneliness on consumer behavior among children of Indonesian Migrant Workers (PMI) in Cilacap Regency. Children left behind by parents working abroad often experience feelings of loneliness, which can affect their behavior, including a tendency toward consumerism as an emotional compensation. This research uses a quantitative method with a simple linear regression approach. Data was collected through questionnaires that measured the level of loneliness and consumer behavior from 96 respondents, who are children of migrant workers in Cilacap Regency. The results show that loneliness has a significant impact on consumer behavior with a coefficient of determination of 24.6%, meaning that loneliness affects the consumer behavior of migrant workers' children by 24.6%. Meanwhile, 75.4% is influenced by other factors such as social influences, financial literacy, and parental upbringing. This study provides an important contribution to understanding the psychological impact of loneliness on consumer behavior among children of migrant workers and the crucial role of parents in reducing their feelings of loneliness. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesepian terhadap perilaku konsumtif pada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Cilacap. Anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya yang bekerja di luar negeri sering mengalami perasaan kesepian, yang dapat mempengaruhi perilaku mereka, termasuk kecenderungan untuk berperilaku konsumtif sebagai bentuk kompensasi emosional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kesepian dan perilaku konsumtif pada 96 responden yang merupakan anak-anak pekerja migran di Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan koefisien determinasi sebesar 24,6%, yang berarti bahwa kesepian mempengaruhi perilaku konsumtif anak pekerja migran sebesar 24,6%. Sementara 75,4% dipengaruhi oleh faktor lain, seperti pengaruh sosial, literasi keuangan, dan pola asuh orang tua. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang dampak psikologis kesepian terhadap perilaku konsumtif pada anak-anak pekerja migran dan pentingnya peran orang tua dalam mengurangi perasaan kesepian mereka.
PENGARUH PENGGUNAAN GAME ONLINE TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 SUNGAI KAKAP Apriani, Dinda; Halida; Putri, Amallia
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i3.12422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan game online terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk penelitian studi pengaruh (kausal komperatif studies). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden dari total populasi 137 peserta didik kelas VIII A hingga VIII D. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik komunikasi tidak langsung dengan alat pengumpul data berupa angket yang disebarkan secara langsung kepada peserta didik dan nilai rapor peserta didik semester genap. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Tingkat penggunaan game online pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Kakap masuk dalam kategori sedang dengan persentase 64,53%, (2) Hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Kakap masuk dalam kategori cukup dengan persentase sebesar 77,03%, dan (3) Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pengaruh game online terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Kakap sebesar 32,2%. Hal tersebut sesuai dengan perhitungan regresi linier sederhana, diperoleh persamaan Y = 99,584 – 0,291X Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 < 0,05. Artinya Hₐ diterima dan H₀ ditolak, sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan game online terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Kakap.
KRISIS PENDIDIKAN PADA ANAK JALANAN: TANTANGAN DAN PERAN BIMBINGAN KONSELING KOMUNITAS Avrila Carissa Putri; Maida Rahma Sari; Erintan Tsuraya Rahadatul'Aisy; Muslikah, Muslikah; Ashari Mahfud
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i3.12524

Abstract

Di Indonesia, kemiskinan, kurangnya dukungan keluarga, dan kebutuhan untuk bekerja sejak dini itu merupakan hambatan utama yang menghalangi anak jalanan untuk mendapatkan pendidikan. Kementerian Sosial memperkirakan ada sekitar 67.368 anak terlantar di Indonesia, banyak dari mereka, yang tidak memiliki akses ke pendidikan yang berkualitas ini berakhir sebagai anak jalanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Bimbingan dan Konseling (BK) Komunitas dapat mengatasi masalah pendidikan yang dihadapi anak jalanan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur (library research), Menurut penelitian ini, BK Komunitas memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pendidikan alternatif, pendampingan psikososial, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi BK Komunitas menawarkan berbagai strategi, seperti penyediaan layanan konseling berbasis komunitas, program pendidikan nonformal, serta pendampingan psikososial untuk anak jalanan. Namun, efektivitas strategi ini dalam meningkatkan motivasi belajar anak jalanan masih perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian empiris. Studi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian mendatang dalam mengembangkan model intervensi BK Komunitas yang lebih terstruktur dan terukur dalam mendukung pendidikan anak jalanan. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menangani krisis pendidikan anak jalanan secara holistik.
LITERATURE REVIEW: PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PENYANDANG DISABILITAS FISIK DI SEKOLAH LUAR BIASA Novelia Ramadhani; Najwa Auliya Helmida; Vina Alviaturohmah; Muslikah, Muslikah; Ashari Mahfud
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i3.12561

Abstract

Self-esteem memiliki peran krusial dalam membentuk kepercayaan diri dan kesehatan psikososial penyandang disabilitas fisik. Penyandang disabilitas fisik kerap menghadapi tantangan dalam aspek sosial, emosional, dan pendidikan akibat keterbatasan fisik dan stigma sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Bimbingan dan Konseling (BK) dalam meningkatkan self-esteem peserta didik penyandang disabilitas fisik di Sekolah Luar Biasa (SLB). Metode yang digunakan dalam peneltiian ini yaitu metode kajian literatur atau studi kepustakaan berupa artikel-artikel jurnal. Hasil telaah menunjukkan bahwa self-esteem dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis kelamin, intelegensi, kondisi fisik, lingkungan keluarga, dan lingkungan sosial. Self-esteem yang positif terbukti mendukung penerimaan diri, ketahanan psikologis, dan kualitas hidup penyandang disabilitas fisik. Layanan BK, seperti layanan informasi, konseling individual, konseling kelompok, serta pelibatan orang tua, berperan penting dalam membangun konsep diri positif dan memberdayakan peserta didik untuk mengatasi stigma serta meningkatkan motivasi diri. Pendekatan berbasis kekuatan (strength-based approach) dan intervensi berbasis pengalaman nyata diidentifikasi sebagai strategi efektif dalam meningkatkan self-esteem. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan ilmu serta pengetahuan baru bagi para pembaca terkait dengan peran BK dalam meningkatkan self-esteem bagi penyandang disabilitas fisik khususnya di SLB.
MINDFULNESS SEBAGAI STRATEGI COPING DALAM KONSELING UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL LANSIA Rini Sa’diyah; Tria Aristianti; Mutiara Adinda Rahma; Muslikah, Muslikah; Ashari Mahfud
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i4.12591

Abstract

Kesejahteraan sosial lansia merupakan aspek penting dalam kehidupan mereka, mengingat perubahan fisik, sosial, dan psikologis yang terjadi seiring bertambahnya usia. Lansia sering kali menghadapi tantangan emosional dan sosial yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka, sehingga membutuhkan strategi coping yang efektif. Salah satu pendekatan yang semakin diperhatikan adalah mindfulness, yang dapat membantu lansia dalam mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan sosial mereka. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji peran mindfulness sebagai strategi coping dalam konseling untuk meningkatkan kesejahteraan sosial lansia. Sumber-sumber literatur utama yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025, mencakup artikel-artikel yang membahas konsep mindfulness, teknik-tekniknya, serta penerapannya dalam konteks konseling bagi lansia. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa mindfulness efektif dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lansia dengan mengurangi kecemasan, stres, dan depresi, serta meningkatkan koneksi sosial dan pengelolaan emosi. Implikasi teoritis penelitian ini memperkuat pemahaman tentang pentingnya mindfulness dalam konseling lansia, sementara implikasi praktisnya adalah peningkatan penerapan teknik mindfulness dalam program konseling untuk lansia guna meningkatkan kualitas hidup mereka.
TANTANGAN DAN STRATEGI KONSELOR KOMUNITAS: ANALISIS DINAMIKA KECERDASAN EMOSIONAL ANAK DARI KELUARGA BROKEN HOME Aulia Dyah Kurnia Dewi; Fimma Meirianzsa Taqwaranti; Shalsabilla Putri Handini; Muslikah, Muslikah; Ashari Mahfud
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i4.12592

Abstract

Keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kecerdasan emosional anak. Namun, anak-anak yang tumbuh dalam keluarga broken home sering kali menghadapi tantangan psikologis yang kompleks, seperti ketidakmampuan mengelola emosi, krisis identitas, serta kesulitan menjalin hubungan sosial. Kondisi ini menempatkan konselor komunitas pada peran strategis dalam upaya membantu anak-anak mengembangkan kecerdasan emosional yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi konselor komunitas dalam mendampingi anak-anak dari keluarga broken home, serta mengidentifikasi strategi konseling yang efektif dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan memadukan pandangan dari berbagai sumber, termasuk artikel, buku, dan jurnal. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi ketertutupan anak dalam mengekspresikan emosi, kesulitan membangun kepercayaan, krisis jati diri, serta kurangnya dukungan orang tua dalam proses konseling. Untuk menjawab tantangan tersebut, konselor komunitas dapat menerapkan berbagai strategi seperti media ekspresif, terapi menulis, Gratitude Cognitive Behavior Therapy (G-CBT), pendekatan self-regulated learning, komunikasi persuasif, serta penguatan positif dalam konseling individu. Strategi-strategi ini tidak hanya membantu anak dalam menstabilkan emosi, tetapi juga memperkuat harga diri dan membangun kembali hubungan sosial yang sehat. Dengan pendekatan yang tepat dan berkelanjutan, konselor komunitas diharapkan mampu menjadi fasilitator utama dalam pemulihan emosional anak-anak dari keluarga broken home.
EFEKTIVITAS REBT DALAM MENANGANI TRAUMA AKIBAT KEKERASAN SEKSUAL DI MEDIA SOSIAL: TINJAUAN LITERATUR Lulu Ul Janah; Syifa Nur Rahma; Nina Nur Fauziah; Muslikah, Muslikah; Ashari Mahfud
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i4.12597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik trauma psikologis akibat kekerasan seksual berbasis media sosial serta mengevaluasi efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam menangani trauma tersebut. Ruang lingkup penelitian berfokus pada trauma akibat komentar seksual, penyebaran konten intim tanpa izin, dan cyber harassment yang dialami korban di dunia maya. Metode yang digunakan adalah literatur review melalui pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data dari jurnal dan literatur relevan yang dianalisis secara kritis. Pembahasan meliputi karakteristik trauma korban, prinsip-prinsip dasar REBT, teknik yang digunakan dalam REBT, serta analisis efektivitasnya berdasarkan penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa korban kekerasan seksual di media sosial mengalami gangguan psikologis berat, seperti kecemasan, stres, dan menurunnya percaya diri, yang juga berdampak pada kesehatan fisik. Pendekatan REBT efektif dalam membantu korban menantang dan menggantikan pikiran irasional dengan pemikiran rasional, membekali korban dengan keterampilan mengelola emosi, serta membangun kembali kepercayaan diri mereka. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa REBT merupakan intervensi yang tepat untuk mendukung proses pemulihan psikologis korban kekerasan seksual berbasis media sosial, serta dapat menjadi rujukan praktis bagi konselor dan tenaga kesehatan mental dalam menghadapi kasus serupa di era digital.
PENDEKATAN BIMBINGAN KONSELING KOMUNITAS DALAM MEMBANGUN KESADARAN SEKSUAL YANG BERTANGGUNG JAWAB PADA REMAJA Maria Evangelique Widiawan; Yeyen Yofiana; Danny Kurnia Akbar; Muslikah, Muslikah; Ashari Mahfud
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i4.12602

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial dalam perkembangan individu, di mana perubahan fisik, emosional, dan sosial mendorong terbentuknya kesadaran seksual. Kurangnya pemahaman yang tepat mengenai seksualitas membuat remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko seperti kehamilan tidak diinginkan dan penyakit menular seksual. Bimbingan konseling komunitas hadir sebagai pendekatan efektif untuk mengatasi permasalahan ini dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam proses edukasi seksual. Pendekatan ini menyediakan ruang aman bagi remaja untuk berdialog, memahami hak-hak seksual, serta membangun nilai dan sikap yang positif terhadap seksualitas. Selain itu, strategi implementasi yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi turut memperluas jangkauan informasi yang akurat kepada remaja. Program-program seperti Kelas Remaja menunjukkan bahwa keterlibatan aktif berbagai pihak dapat meningkatkan kesadaran seksual yang bertanggung jawab dan mengurangi perilaku berisiko. Melalui bimbingan konseling komunitas, tercipta lingkungan suportif yang memungkinkan remaja membuat keputusan seksual yang bijak, sehingga berkontribusi pada pembentukan generasi yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Pendekatan ini menjadi investasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi dan kesejahteraan remaja di masa depan.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 5 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konselin Vol. 7 No. 5 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling More Issue