cover
Contact Name
MUHAMAD ARIFIN
Contact Email
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Phone
+281238233442
Journal Mail Official
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30308917     DOI : -
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah adalah jurnal yang terbit 3 kali setahun pada bulan Maret, Juli, dan November. Jurnal ini merupakan jurnal kajian ilmu agama, tidak hanya mengacu pada satu agama saja, ada 6 agama yang diakui di Indonesia bisa diterima pada jurnal ini. Selain itu jurnal ini juga membahas tentang pengajaran dalam ilmu agama khususnya yang ada di Indonesia. Isu-isu mutakhir yang berkaitan dengan agama dan multikultur budaya juga dibahas dalam jurnal ini. Kami mengundang bagi para akademisi dan praktisi untuk menulis di jurnal ini guna menambah khasanah pengetahuan terutama yang berkaitan dengan ilmu agama dan dakwah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 446 Documents
PANCASILA: PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI (UUD1945) SEBAGAI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM BIDANG POLITIK Kamdani, Kamdani; Muhammad Hidayatullah; Muhammad Idris Batubara
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v11i3.11016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pancasila sebagai dasar negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, penelitian ini berfokus pada eksplorasi historis, filosofis, dan normatif Pancasila dalam membentuk struktur ketatanegaraan dan peraturan perundang-undangan. Data yang digunakan mencakup sumber primer, seperti teks resmi UUD 1945 dan peraturan terkait, serta sumber sekunder, seperti jurnal ilmiah dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila memiliki kedudukan fundamental sebagai sumber dari segala sumber hukum, yang memberikan landasan normatif dan filosofis bagi penyelenggaraan negara. Nilai-nilai Pancasila memastikan bahwa prinsip keadilan, demokrasi, dan kemanusiaan tercermin dalam kebijakan negara. Era reformasi telah membawa perubahan signifikan melalui amandemen UUD 1945, yang mempertegas peran Pancasila dalam mewujudkan check and balances, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam menghadapi tantangan demokrasi dan globalisasi. Komitmen yang kuat dari seluruh elemen bangsa diperlukan untuk menjaga Pancasila sebagai landasan utama dalam sistem ketatanegaraan, guna menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PANCASILA DAN CIVIL SOCIETY ERA REFORMASI Kamdani, Kamdani; Rizki Fikriansyah Siregar; Sahnan Sauri Sinaga
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v12i1.11017

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara Pancasila sebagai dasar negara dengan peran civil society dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab di Indonesia, khususnya di era reformasi. Setiap sila Pancasila memberikan panduan nilai moral dan etika yang relevan untuk mendukung penguatan civil society, mulai dari pluralisme agama, pembelaan hak asasi manusia, integrasi nasional, hingga demokrasi partisipatif. Dalam implementasinya, civil society berperan penting dalam mendukung transparansi, keadilan sosial, dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan, seperti polarisasi politik, disinformasi, dan globalisasi, serta peluang dari teknologi digital, kolaborasi multi-stakeholder, dan peran generasi muda. Hasil penelitian menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor lainnya untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, visi Pancasila sebagai panduan membangun masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan dapat diwujudkan.
ANALISIS AN NIDA’ DALAM AL QURAN SURAH AL A’RAF AYAT 26: SERUAN ALLAH PADA WANITA UNTUK MENUTUP AURAT Pransetia, Arya Handika; Muhammad Irhamsyah
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v11i3.11018

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep An-Nida' dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Surah Al-A'raf ayat 26, yang mengandung seruan Allah kepada umat manusia terkait kewajiban menutup aurat. Ayat ini diawali dengan seruan "Ya Bani Adam" yang ditujukan kepada seluruh keturunan Adam sebagai bentuk peringatan dan pengingat tentang pentingnya menutup aurat. Melalui pendekatan tafsir tematik dan analisis linguistik, penelitian ini mengkaji makna dan implikasi seruan tersebut, terutama dalam konteks kewajiban menutup aurat bagi wanita. Hasil analisis menunjukkan bahwa An-Nida' dalam ayat ini bukan hanya panggilan biasa, melainkan sebuah seruan yang menekankan aspek kesucian, kehormatan, dan ketaatan dalam berpakaian sesuai syariat. Ayat ini juga menunjukkan perhatian khusus Allah terhadap manusia agar menjaga fitrah dan kehormatan diri melalui pakaian yang menutupi aurat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya menutup aurat sebagai bagian dari manifestasi ketaqwaan dan kepatuhan terhadap perintah Allah.
MEMAHAMI ILMU MUNASABAH DALAM AL-QUR’AN Mahira Indah; Halimah Basri; Rusydi Khalid
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v12i1.11031

Abstract

Ilmu Munasabah dalam Al-Qur'an merujuk pada kajian hubungan atau kesesuaian antara ayat-ayat Al-Qur'an, baik dari segi makna, urutan, maupun konteksnya. Pemahaman tentang munasabah sangat penting untuk menggali hikmah dan pesan yang lebih dalam dari wahyu yang disampaikan. Ilmu ini membantu untuk mengetahui alasan di balik susunan ayat-ayat, keterkaitan antar ayat, serta menghindari salah tafsir. Dalam kajian munasabah, terdapat dua aspek utama yang diperhatikan: pertama, munasabah antara ayat-ayat dalam satu surah, dan kedua, munasabah antara surah-surah dalam Al-Qur'an secara keseluruhan. Dengan mempelajari ilmu ini, seorang mufassir dapat lebih memahami dinamika wahyu, meningkatkan kualitas tafsir, dan memperkaya pemahaman umat Islam terhadap Al-Qur'an.
EKSPLORASI AJARAN TASAWUF MELALUI PODCAST DAN YOUTUBE: INOVASI DALAM PENYEBARAN SPIRITUALITAS ISLAM Kamalludin Kamalludin; Khansa Husna Tsabita; Fatimah Azzahro
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v12i1.11054

Abstract

Di zaman digital saat ini, perkembangan teknologi telah mengubah kehidupan manusia secara signifikan, termasuk dalam praktek keagamaan. Kemajuan teknologi digital memberikan kesempatan besar dalam penyebaran ajaran agama, termasuk tasawuf. Podcast dan YouTube salah satu platform yang efektif dalam mengedukasi generasi muda tentang ajaran tasawuf dan nilai-nilai spiritual Islam melalui media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peluang dan tantangan serta meneliti penggunaan podcast dan youtube untuk mengajarkan ajaran tasawuf secara autentik dan mendalam dalam hal spiritualitas. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, yang mencakup analisis konten ceramah dan kajian tasawuf di berbagai kanal podcast dan YouTube yang dikelola oleh ustaz di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast dan YouTube menyediakan ruang yang fleksibel dan interaktif bagi penyampaian ajaran tasawuf, yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja oleh masyarakat luas. Meskipun demikian, ada tantangan dalam mempertahankan keaslian dan kedalaman ajaran tasawuf di tengah konsumsi konten digital yang cepat. Dengan pendekatan yang bijak, platform digital ini dapat menjadi medium dakwah yang efektif dalam membangun kesadaran spiritual yang lebih mendalam di kalangan umat Islam. In the current digital age, technological developments have changed human life significantly, including religious practices. Advances in digital technology provide great opportunities for the spread of religious teachings, including Sufism. Podcasts and YouTube are effective platforms in educating the younger generation about the teachings of Sufism and Islamic spiritual values through social media. The purpose of this research is to evaluate opportunities and challenges and examine the use of podcasts and YouTube to teach Sufism teachings authentically and in depth in terms of spirituality. The method used is a literature study with a qualitative approach, which includes content analysis of lectures and Sufism studies on various podcast and YouTube channels managed by ustaz in Indonesia. The research results show that podcasts and YouTube provide a flexible and interactive space for the delivery of Sufism teachings, which can be accessed anytime and anywhere by the wider community. However, there are challenges in maintaining the authenticity and depth of Sufism teachings amidst the rapid consumption of digital content. With a wise approach, this digital platform can become an effective medium for da'wah in building deeper spiritual awareness among Muslims.
KONSEP AKHLAK TASAWUF DALAM PROSES PENDIDIKAN ISLAM DI THAILAND Dinda Lailatun Nazilah; Feby Wijaya Kusumawati; Septi Nuraini
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v12i1.11063

Abstract

Ajaran tasawuf semakin dibutuhkan pada masa globalisasi saat ini sebagai upaya meminimalisir keburukan juga kesenjangan sikap manusia baik kepada diri sendiri, sesama manusia dan juga Allah Ta’ala. Pengamalan tasawuf yang dicontohkan para sufi pada umunya memberikan sisi nilai-nilai religius yang membuahkan suatu perilaku akhlak mulia. Akhlak mulia memberikan harapan untuk terbentuknya peradaban yang maju dan tidak mengabaikan nilai-nilai Ketuhanan yang selalu ada pada kehidupan manusia. Tujuan penelitian ini adalah terbentuknya sebuah konsep keilmuan mengenai akhlak tasawuf yang berkesinambungan pada proses pendidikan Islam. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, analisis isi bacaan, dan deskriptif analisis dari berbagai sumber terkait. Hasil penelitian menemukan sebuah konsep bahwasannya akhlak tasawuf membuahkan sikap ihsan yang perlu dinternalisasikan dalam proses pendidikan Islam sebagai upaya menumbuhkan perilaku berakhlak mulia, baik kepada Allah Ta’ala, diri sendiri, sesama manusia dan mahluk hidup lainnya yang ada pada alam semesta.The teachings of Sufism are increasingly needed in the current era of globalization as an effort to minimize the evils and gaps in human attitudes towards themselves, fellow humans and also Allah Ta'ala. The practice of Sufism exemplified by Sufis generally provides religious values that produce noble moral behavior. Noble morals provide hope for the formation of an advanced civilization and do not ignore the divine values that are always present in human life. The aim of this research is to form a scientific concept regarding Sufism morals that is sustainable in the Islamic education process. The method in this research uses library study methods, reading content analysis, and descriptive analysis from various related sources. The results of the research found a concept that Sufism's morals produce an attitude of ihsan which needs to be internalized in the Islamic education process as an effort to foster noble behavior, both towards Allah Ta'ala, oneself, fellow humans and other living creatures in the universe.
REVITALISASI PENDIDIKAN ISLAM UNTUK MENCETAK PEMIMPIN MASA DEPAN Melani Indriawati; Raihan Naufal Rahman; Rafah Parhatusshafwah; Faiz Fikri Al Fahmi
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v12i1.11069

Abstract

The revitalization of Islamic education is a strategic step in shaping future leaders with strong character, professional competence, and solid moral values. This study employs a literature review approach to explore the challenges, opportunities, and strategies for revitalizing Islamic education. The findings reveal that Islamic education faces globalization challenges, including moral crises, technological gaps, and the lack of curriculum relevance to contemporary needs. Therefore, integrating Islamic values with modern science and technology, along with innovative teaching methods, is essential. The study also emphasizes the importance of synergy between families, schools, and communities in creating a supportive educational environment. Moreover, government involvement and cross-sector collaboration are key to improving the quality of Islamic education through policy support, infrastructure, and funding. With a holistic and value-based approach, Islamic education can produce leaders with noble character, global competitiveness, and a commitment to serving humanity's welfare.
ANALISIS KONSEPALJABAR DALAMAYAT AL-QUR’AN TENTANG INFAK Akbar, Reza Oktiana; Bukhari, Salman; Nursuprianah, Indah
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v12i1.11071

Abstract

The Qur'an is the holy book of Muslims, encompassing not only guidance for faith but also various fields of knowledge, including mathematics. One of the relevant branches of mathematics is algebra, which serves as an analytical tool to understand religious commands, particularly in the management of infaq. This study aims to analyze the connection between algebraic concepts and Qur'anic verses related to infaq using a literature review approach. The lack of prior research integrating algebra and verses on infaq motivated this study. The findings identify six algebraic concepts applicable to the calculation, management, and distribution of infaq, supported by Qur'anic verses, tafsir, and empirical data from institutions such as BAZNAS. The study focuses on variables, coefficients, and constants in algebra and their application to obligatory and voluntary infaq. The analysis demonstrates that algebraic concepts can simplify calculations and facilitate infaq management while reinforcing the link between science and Islamic values. This research contributes to motivating individuals to give infaq by understanding its essence and the remarkable rewards described in the Qur'an. The findings also offer new insights into the utilization of algebra to support a more systematic and practical management of infaq in the modern era. Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang tidak hanya mengandung petunjuk keimanan, tetapi juga berbagai ilmu pengetahuan, termasuk matematika. Salah satu cabang matematika yang relevan adalah aljabar, yang dapat berfungsi sebagai alat analisis untuk memahami perintah syariat, khususnya dalam pengelolaan infak. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara konsep aljabar dengan ayat-ayat Al-Qur’an tentang infak melalui pendekatan kajian pustaka. Kurangnya penelitian sebelumnya yang mengintegrasikan aljabar dan ayat tentang infak mendorong dilakukannya kajian ini. Hasil penelitian mengidentifikasi enam konsep aljabar yang dapat digunakan untuk menghitung, mengelola, dan mendistribusikan infak, dengan dukungan ayat Al-Qur’an, tafsir, serta data empiris dari BAZNAS. Fokus penelitian mencakup variabel, koefisien, dan konstanta dalam aljabar, serta penerapannya pada infak wajib dan sunnah. Analisis menunjukkan bahwa konsep aljabar mampu menyederhanakan perhitungan dan mempermudah pengelolaan infak, sekaligus menguatkan hubungan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memotivasi masyarakat untuk berinfak dengan memahami esensi dan ganjaran luar biasa yang dijelaskan dalam Al-Qur’an. Temuan ini juga membuka wawasan baru tentang pemanfaatan aljabar untuk mendukung pengelolaan infak secara lebih sistematis dan aplikatif di era modern.
تحليل كفاءة الطلاب في استيعاب المفردات العربية لدى طلاب الصف الثاني بمعهد هداية الله تانجونج موراوى Fadlan Anggi Samudra; TIY Kusmarrabbi Karo; Muhammad Syarif Muda Hasibuan
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v12i1.11100

Abstract

أسئلة البحث هي كيف كفاءة الطلاب في استيعاب المفردات العربية لدى طلاب الصف الثاني بمعهد هداية الله تانجونج موراوى؟ ما هي العوائق و المشاكل التي تواجهه الطلاب في استيعاب المفردات اللغة العربية؟ ما هي الحلول المقترحة تلك العوائق و المشاكل في استيعاب المفردات اللغة العربية؟ و الهدف من هذا البحث هو معرفة كفاءة الطلاب في استيعاب المفردات العربية للصف الثاني في بمعهد هداية الله تانجونج موراوى، معرفة العوائق و المشاكل التي تواجهه الطلاب في استيعاب مفردات اللغة العربية، معرفة الحلول المقترحة تلك العوائق و المشاكل في استيعاب المفردات اللغة العربية. و منهج البحث الذي يستخدم هي البحث الكيفي الوصفي بطريقة تحليلية. دلت نتيجة البحث على أن كفاءة الطلاب في استيعاب المفردات العربية للصف الثاني في المرحلة المتوسطة بمعهد هداية الله تانجونج موراوى للعام الدراسي 2023-202٤ جيدة على الإجمالي، لكن هناك بعض الطلاب الذين لا يستطيعون في استيعاب المفردات العربية استيعابا جيدا. أما العوائق و التي تواجهه الطلاب في استيعاب المفردات العربية هي استخدام المدرس طريقة التدريس رتيبة و لقلة جدي و رغبة الطلاب في تعلم اللغة العربية و لنظام المعهد الذي لم يتم تحديثها. أما الحلول المقترحة تلك العوائق هي يستخدم المدرس طريقة التدريس متنوعة و تحديث نظام المعهد.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS GAME DALAM MEMBENTUK KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Alhikam, Abdilah Hinda; Rofi, Sofyan; Wahana, Dhian
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v12i1.11150

Abstract

Latar Belakang: Penerapan pembelajaran berbasis teknologi dapat merangsang dan menambah semangat siswa dalam belajar serta akan mempermudah siswa dalam mengerjakan berbagai latihan soal yang diberikan. Pembelajaran berbasis game dapat digunakan untuk mengembangkan minat siswa dalam belajar, pembelajaran berbasis game dapat membuat siswa semangat dalam belajar dikarenakan pembelajaran menggunakan metode game dapat membuat siswa belajar sambil bermain dan tidak akan menjadi bosan. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran PAI berbasis game dalam membentuk kemampuan berpikir kritis siswa. Metode: Peneliti menggunakan jenis penelitian field research dan pendekatan kualitatif dikarenakan jenis penilitian tersebut sesuai dengan tema yang peneliti buat, begitupun dengan data-data primer yang sangat vital. prosedur analisis data, peneliti memakai model Miles and Huberman. Hasil: Hasil pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang diarahkan ke konsep pembelajaran berbasis game sesuai dengan pengambilan data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi mampu terlihat meningkatan mutu pembelajaran dan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif. Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMAN 01 Pasirian bahwasanya strategi pembelajaran dengan model market place activity dalam mengetahui kemampuan siswa dapat membantu siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan menyenangkan. Dengan adanya game ini juga dapat membantu seorang guru untuk melihat kemampuan setiap peserta didiknya dalam berpikir kritis, serta berdiskusi antar teman dan kepercayaan diri dari peserta didiknya. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang sudah peneliti lakukan disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan game ini dapat berguna, bagi guru pembelajaran berbasis game dapat digunakan untuk membantu guru dalam melakukan pembelajaran dan mengetahui kemampuan setiap peserta didiknya

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 3 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah More Issue