cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
khidmatjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pengabdian No 395 Deli Serdang, Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Khidmat
Published by CV. Edu Tech jaya
ISSN : -     EISSN : 30312795     DOI : 10.65311
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Khidmat is Published by CV. Edu Tech Jaya. This journal aims to publish and disseminate original works and current issues on the subject of research and studies in the field of education. Articles published in journals are the result of research or ideas in the field of education including educational innovation, Studies in Social Education, Studies in Science Education, Education Management, Teaching & Learning, Educational Quality, Educational Leadership, Educational Technology, Language Education, Educational Philosophy, Education religion carried out by researchers, teachers, lecturers, and students. Detailed information for loading articles and article instructions are provided in each issue.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 170 Documents
Persepsi Mahasiswa Terhadap Penggunaan Rollenspiel dalam Meningkatkan Sprechfertigkeit Bahasa Jerman Tema Berufe Imelda Apriyani Silitonga; Yemima Stevani Surbakti
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Rollenspiel (bermain peran) dalam pembelajaran bahasa Jerman, khususnya tema Berufe (pekerjaan/profesi) dalam konteks Deutsch als Fremdsprache (DaF). Landasan teori bersumber dari Porter Ladousse (1987) yang mendefinisikan role play sebagai aktivitas yang mencakup spektrum luas, mulai dari dialog terstruktur sederhana hingga simulasi situasi nyata, guna melatih keterampilan berbicara secara alami dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif, melalui angket skala Likert dan pertanyaan terbuka yang diberikan kepada 21 mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Universitas Negeri Medan. Subjek penelitian telah mengikuti sesi Rollenspiel seperti wawancara kerja (Bewerbungsgespräch) dan konsultasi karir (Berufsberatung). Penelitian ini bertujuan mengungkap persepsi mahasiswa terhadap peningkatan kepercayaan diri berbicara (Sprechkompetenz), penguasaan kosakata tema Berufe, serta motivasi belajar, sekaligus mengidentifikasi hambatan yang dirasakan, khususnya kecemasan berbahasa (Sprachangst). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap Rollenspiel sebagai metode komunikatif yang efektif, dan direkomendasikan untuk diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum DaF dengan persiapan yang terstruktur.
Relevansi Nilai-Nilai Pancasila dalam Menyikapi Perubahan Sosial di Era Digital Marito Pulungan; Bunga Elsa Safitri; Mhd Jaya Harun Paredly Daulay; Nur Hakima Akhirani Nasution
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1908

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pola komunikasi, interaksi sosial, hingga pembentukan budaya baru di ruang virtual. Perubahan tersebut menghadirkan berbagai peluang, namun juga menimbulkan tantangan berupa penyebaran hoaks, cyberbullying, intoleransi, dan lunturnya etika sosial. Dalam konteks ini, nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai landasan moral dan ideologis dalam menyikapi dinamika sosial yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi perubahan sosial di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui analisis berbagai buku, jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang berkarakter, toleran, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, literasi digital, dan pembiasaan sosial menjadi langkah penting untuk menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
PAUD Sebagai Ruang Belajar yang Inklusif dan Sekolah Ramah Anak Alya Nur Hikmah; Miftahul Jannah; Rifa Fazilatun Nisa; Azizah Hanum Ok
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1932

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inklusif dan Sekolah Ramah Anak (SRA) menjadi pendekatan strategis dalam menjamin pemenuhan hak anak melalui penyediaan lingkungan belajar yang aman, setara, dan menghargai keberagaman. Namun, implementasi pendidikan inklusif pada satuan PAUD di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru, rendahnya pemahaman terhadap indikator sekolah ramah anak, serta belum optimalnya dukungan lingkungan belajar yang responsif terhadap kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep PAUD inklusif dan Sekolah Ramah Anak serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terciptanya iklim belajar yang inklusif dan ramah anak pada pendidikan usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan dokumen akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan keterkaitan antar temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi prinsip inklusif dan SRA berkontribusi dalam meningkatkan rasa aman, keterampilan sosial, partisipasi aktif, perkembangan emosional, serta penerimaan keberagaman pada anak usia dini. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah yang menghargai keberagaman, serta dukungan lingkungan fisik dan psikologis yang kondusif. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pendidik, pengembangan kebijakan sekolah ramah anak yang lebih implementatif, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mewujudkan PAUD yang inklusif, berorientasi pada hak anak, dan mendukung perkembangan anak secara holistik.
Keberagaman Anak Usia Dini dalam Perspektif Pendidikan Multikultural dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran PAUD di Indonesia Dina Darnianti Tanjung; Nur Aisyah Amaliah; Azizah Hanum Ok
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1987

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki tingkat keberagaman tinggi dalam aspek suku, agama, bahasa, budaya, gender, kemampuan individu, dan latar belakang sosial ekonomi. Keberagaman tersebut juga tercermin dalam karakteristik anak usia dini yang menjadi peserta didik pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun, keberagaman yang tidak dikelola secara tepat berpotensi menimbulkan stereotip, diskriminasi, eksklusivitas sosial, dan rendahnya sikap toleransi sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk keberagaman anak usia dini dalam perspektif pendidikan multikultural serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran PAUD di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan, seleksi, analisis, dan sintesis berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi artikel jurnal, buku akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan keberagaman peserta didik dan implementasi pendidikan multikultural pada PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberagaman anak usia dini mencakup dimensi budaya, agama, bahasa, gender, kemampuan belajar, dan kondisi sosial ekonomi yang memengaruhi proses pembelajaran. Pendidikan multikultural berperan penting dalam menumbuhkan sikap toleransi, empati, penghormatan terhadap perbedaan, serta kemampuan berinteraksi secara harmonis dalam lingkungan yang majemuk. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran yang berpusat pada anak, inklusif, dan responsif terhadap keberagaman melalui pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, media edukatif, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat. Dengan demikian, keberagaman tidak hanya menjadi realitas sosial, tetapi juga menjadi modal pedagogis dalam membangun lingkungan PAUD yang adil, inklusif, dan berorientasi pada penguatan karakter anak.
Nilai-Nilai Islam Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Siti Nurjanah; Anwar Sidik
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1912

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah tantangan globalisasi dan degradasi moral peserta didik, khususnya melalui integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti keadilan, tanggung jawab, toleransi, dan musyawarah ke dalam pembelajaran serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses integrasi tersebut dan dampaknya terhadap sikap religius, nasionalisme, dan kesadaran sosial peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam Pendidikan Kewarganegaraan mampu memperkuat karakter siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sebagai warga negara. Kesimpulannya, penggabungan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan strategi efektif dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berkepribadian kuat.
Dinamika Sejarah Pendidikan Islam di Asia Tenggara: Studi Komperatif Indonesia, Malaysia dan Thailand Alya Tsaabitah; Fakhita Fakhita; Rida Sofia
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1995

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan dinamika perkembangan pendidikan Islam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Thailand, yang dipengaruhi oleh faktor sejarah, budaya, dan kebijakan negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana dinamika sejarah pendidikan Islam terbentuk, mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya, serta menentukan faktor yang paling berpengaruh dalam proses tersebut. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan menganalisis sumber jurnal ilmiah terbitan tahun 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga negara memiliki kesamaan dalam akar kelembagaan pendidikan Islam seperti pesantren, pondok, dan madrasah, serta tujuan pembentukan karakter keislaman. Namun, perbedaannya terletak pada hubungan dengan negara, di mana Indonesia cenderung integratif, Malaysia terstruktur dengan dukungan kebijakan, dan Thailand bersifat adaptif karena posisi minoritas. Faktor kebijakan negara menjadi penentu utama arah perkembangan pendidikan Islam, didukung oleh faktor sejarah dan budaya sebagai fondasi. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya peran negara dalam pengembangan pendidikan Islam yang tetap mempertimbangkan nilai lokal. Disarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan pendekatan lapangan untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam.
Dampak Sharenting terhadap Pembentukan Eksistensi Diri Child Influencer dalam Perspektif Teori Erik Erikson Puput Rosyidah; Ellen Prima
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.2005

Abstract

Fenomena sharenting atau kebiasaan orang tua membagikan aktivitas anak di media sosial kini bergeser menjadi komersialisasi melalui peran child-influencer. Kegelisahan akademik dalam penelitian ini berpusat pada dampak paparan digital yang intensif dan privasi yang tereduksi terhadap kondisi psikologis anak, khususnya dalam fase krusial pembentukan identitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut melalui pisau analisis teori perkembangan psikososial Erik Erikson. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah, artikel jurnal, dan dokumentasi aktivitas child-influencer di media sosial yang kemudian dianalisis secara konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sharenting yang berlebihan berpotensi mengaburkan batasan antara ruang privat dan publik bagi anak. Dalam perspektif Teori Erik Erikson, anak yang berada pada tahap industry vs inferiority dan beralih ke identity vs role confusion mengalami hambatan dalam mengeksplorasi diri secara natural. Eksistensi diri child-influencer cenderung terbentuk berdasarkan validasi digital (jumlah pengikut, suka, dan komentar) dan ekspektasi pasar, bukan atas kesadaran ego yang utuh. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa sharenting pada child-influencer membawa risiko krisis identitas dini dan kebingungan peran. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran etis dan regulasi dari orang tua dalam mengontrol batasan digital demi menjaga kesehatan mental serta eksistensi diri anak yang autentik.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Mahasiswa Indah Fatmah Maulidiyah; Ellen Prima
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.2025

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting yang memengaruhi kualitas hidup, keberhasilan akademik, serta kemampuan mahasiswa dalam menjalankan fungsi sosialnya. Berbagai tuntutan akademik, tekanan ekonomi, dinamika lingkungan sosial, dan perkembangan teknologi menyebabkan mahasiswa menjadi kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan mahasiswa, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan mental, serta mendeskripsikan strategi yang dapat dilakukan untuk menjaga kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesehatan mental mahasiswa dipengaruhi oleh faktor akademik, keluarga, lingkungan sosial, dan karakteristik pribadi. Upaya menjaga kesehatan mental dapat dilakukan melalui pengelolaan waktu yang efektif, penerapan pola hidup sehat, penguatan aspek spiritual, serta pemanfaatan layanan konseling dan dukungan sosial. Selain itu, keluarga dan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang suportif, mengurangi stigma terhadap gangguan kesehatan mental, serta menyediakan layanan pendampingan yang mudah diakses. Oleh karena itu, sinergi antara mahasiswa, keluarga, dan institusi pendidikan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kesejahteraan mental serta mendukung keberhasilan akademik mahasiswa secara berkelanjutan.
Model-Model Desain Instruksional (ADDIE, DICK & CAREY, dan ASSURE) Dwy Putri; Ainun Rafiqah; Zunidar Zunidar
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.2062

Abstract

Desain instruksional merupakan proses sistematis yang digunakan untuk merancang pembelajaran agar tujuan belajar dapat tercapai secara efektif dan efisien. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tiga model desain instruksional yang sering digunakan dalam dunia pendidikan, yaitu ADDIE, Dick & Carey, dan ASSURE. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber terkait desain instruksional. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap model memiliki karakteristik, langkah-langkah, serta kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Model ADDIE dikenal sederhana dan fleksibel, model Dick & Carey lebih rinci dan sistematis, sedangkan model ASSURE berfokus pada penggunaan media dan keterlibatan aktif peserta didik. Pemahaman terhadap ketiga model tersebut dapat membantu pendidik memilih desain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan pembelajaran.
Dampak Media Sosial Terhadap Kemampuan Menulis Siswa SD Negeri 0101 Sibuhuan Nurhayati Siregar; Ardianti Rukmana Psb; Eni Amaliyah Nasution; Indah Maulida Sari; Windi Annisyah Musthafa
Khidmat Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i2.2093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak media sosial terhadap kemampuan menulis siswa SD Negeri 0101 Sibuhuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV, V, dan VI SD Negeri 0101 Sibuhuan Tahun Ajaran 2025/2026 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes menulis. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji korelasi Product Moment Pearson, serta uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r hitung sebesar 0,678 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kemampuan menulis siswa dengan kategori kuat dan positif. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,460 yang berarti penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 46,0% terhadap kemampuan menulis siswa, sedangkan 54,0% dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, lingkungan keluarga, dan minat membaca.