cover
Contact Name
Hendri Rasminto
Contact Email
hendri@kampusakademik.co.id
Phone
+6289669609417
Journal Mail Official
japm@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat
ISSN : 3030864X     EISSN : 30308631     DOI : https://doi.org/10.61722/japm.v1i2.534
Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum, Agama
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 744 Documents
PKM Pembuatan Roti Pisang (Ropis Trinurisa) untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Sri Utami; Nurjannah Nurjannah; Nur Arisah; Sitti Hajerah Hasyim; Mustari Mustari
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10168

Abstract

One of the Community Service activities that can increase the purchasing value of raw materials is bananas processed into Ropis Trinurisa (Banana Bread). Processing this product can increase community income with a home industry business or commonly called a home business in processing bananas into Ropis Trinurisa (Banana Bread). The methods used in this activity include lectures, questions and answers or discussions, and training and mentoring carried out in Tamalate District, Makassar City for 2 weeks. The results obtained are (1) Training on processing bananas into Ropis Trinurisa (Banana Bread) was responded well by the participants; (2) The high interest and motivation of the training participants greatly supports the transfer of knowledge and skills from the service providers to the training participants, so that the training materials provided can be absorbed by all; and (3) The training products for processing bananas into Ropis Trinurisa (Banana Bread) can be consumed daily and can be used as community entrepreneurial products.
PENYULUHAN HUKUM TENTANG PELECEHAN VERBAL DAN NON VERBAL SERTA JERAT PIDANANYA TERHADAP PERGAULAN SISWA Reno Anugrah Pratama; Iman Aditia; Muhammad Fahrudin; Selviana Afriza; Siti Selmi Fauziah
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10180

Abstract

Pelecehan seksual di lingkungan pelajar masih sering terjadi dan kerap dipahami secara sempit hanya sebagai tindakan fisik. Padahal, pelecehan seksual juga dapat terjadi dalam bentuk verbal maupun nonverbal yang berdampak negatif terhadap korban serta lingkungan sekolah. Kurangnya pemahaman mengenai batasan pergaulan serta minimnya edukasi hukum menjadi faktor yang mendorong munculnya perilaku tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum siswa mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual serta konsekuensi hukumnya. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan hukum kepada siswa Madrasah Aliyah Darul Irfan Kota Serang dengan menggunakan metode edukatif dan partisipatif, yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta studi kasus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan sebagian besar siswa masih memahami pelecehan seksual secara terbatas. Setelah kegiatan berlangsung, terjadi peningkatan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, dampaknya terhadap korban, serta ketentuan hukum yang mengaturnya. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan hukum dapat menjadi salah satu upaya preventif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran hukum pelajar serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan saling menghormati.
PKM Pembuatan DARPAS (Dadar Paselang) Andi Sawe Ri Esso; Nurdiana Nurdiana; Nurjannah Nurjannah; Mustari Mustari; Sitti Hajerah Hasyim
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10181

Abstract

Changes in food trends, such as the increasing demand for healthy or vegan foods, can be a challenge for rolled pancakes/dadar paselang. If unable to adapt to this trend, dadar paselang may lose its appeal in the market. This can make it difficult to attract consumers and maintain a stable market share. Therefore, innovations in dadar cakes are needed to attract the interest of many people to buy and have an interest in making mochi for consumption or for sale in order to generate economic value that can be marketed both domestically and internationally. The methods used in this activity include lectures, questions and answers or discussions, and training and mentoring conducted in Manggala District, Makassar City for 2 weeks. The results obtained are: (1) The training on making Dadar Paselang was well responded by the participants; (2) The high interest and motivation of the training participants greatly supports the transfer of knowledge and skills from the servants to the training participants, so that the training materials provided can be absorbed by all; and (3) The training products for making dadar paselang can be consumed daily and can be used as community entrepreneurial products.
PERANCANGAN KONTEN DIGITAL DAN MEDIA CETAK CATERING MARIYUMM Siwi Anjar Sari; Adrian Permana Zen; Intan Kusuma Ayu
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10233

Abstract

Dalam era perkembangan teknologi yang pesat, produk visual menjadi elemen penting dalam strategi pemasaran, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Pemanfaatan konten digital dan media cetak tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi produk, tetapi juga berperan dalam membangun identitas merek, meningkatkan daya tarik visual, serta memperluas jangkauan pasar. Hal ini menjadi semakin relevan seiring dengan meningkatnya penggunaan media digital, seperti Instagram, sebagai media komunikasi pemasaran yang efektif untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Mariyumm Catering merupakan salah satu UMKM yang membutuhkan dukungan dalam pengembangan media promosi visual guna meningkatkan daya saing dan memperluas target pasarnya. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim abdimas berperan dalam membantu perancangan konten digital dan media cetak yang sesuai dengan karakter usaha, kebutuhan promosi, serta segmentasi pasar Mariyumm Catering. Produk visual yang dirancang diharapkan dapat memperkuat citra usaha, meningkatkan kesadaran konsumen terhadap merek, dan mendukung aktivitas pemasaran secara lebih terstruktur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi antara desain komunikasi visual, teknologi digital, dan strategi pemasaran memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Dengan adanya pengembangan produk visual yang tepat, UMKM dapat memiliki media promosi yang lebih menarik, komunikatif, dan profesional, sehingga mampu meningkatkan potensi bisnis serta keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
SADAR & SEHAT : Gerakan Ibu di Desa Barangka Peduli Kesehatan Reproduksi Melalui Penyuluhan IVA Test dan SADARI Nanda Safitri; Putri Putri; Puji Elfira; Ratna Wulansari; Rosnawati Rosnawati; Arifin Arifin
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10278

Abstract

Abstrak. Masalah kesehatan reproduksi, khususnya kanker serviks dan kanker payudara, masih menjadi permasalahan serius pada perempuan. Rendahnya kesadaran dan pengetahuan mengenai deteksi dini, seperti IVA Test dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), menyebabkan banyak kasus terdeteksi pada stadium lanjut sehingga meningkatkan risiko komplikasi dan kematian. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berbasis masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu-ibu mengenai kesehatan reproduksi, khususnya deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara melalui penyuluhan IVA Test dan SADARI. Kegiatan dilaksanakan di Desa Barangka dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang ibu-ibu. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab dengan pendekatan komunikasi interaktif agar peserta lebih mudah memahami materi. Media yang digunakan berupa penyampaian materi secara langsung dan sederhana. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan, di mana sebanyak 14 peserta (93,3%) memperoleh kategori baik dan 1 peserta (6,7%) kategori cukup. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengertian, tujuan, manfaat, serta cara melakukan IVA Test dan SADARI dengan benar. Dengan demikian, edukasi kesehatan melalui penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi serta pentingnya deteksi dini secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kesehatan perempuan di masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku positif dalam melakukan pemeriksaan rutin serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam program deteksi dini sehingga angka kejadian dan kematian akibat kanker dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang secara berkelanjutan nasional..
Penguatan Pengetahuan Remaja Melalui Edukasi Risiko Dan Dampak Kehamilan Usia Dini Di SMAN 1 Kapontori, Desa Mabulugo, Kecamatan Kapontori Hafirah Hafirah; Oca Oca; Veland Eveliyn Veronika; Hesni Hesni; Muh. Subhan Ramadhan
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10288

Abstract

Early pregnancy among adolescents remains a significant public health issue because it can negatively affect physical, psychological, social, and educational aspects of adolescents’ lives. Limited knowledge regarding the risks and impacts of early pregnancy is one of the contributing factors to the increasing incidence of adolescent pregnancy. This study aimed to determine the level of knowledge among senior high school students regarding the risks and impacts of early pregnancy in Desa Mabulugo. The study used a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected through the distribution of questionnaires to 48 senior high school students selected using total sampling techniques. The results showed that 62.5% of respondents had a moderate level of knowledge regarding the risks and impacts of early pregnancy, 25% had good knowledge, and 12.5% had low knowledge. Several students were still found to have misconceptions regarding reproductive health complications, psychosocial consequences, and the ideal age for pregnancy. The findings indicate the importance of continuous reproductive health education through schools, families, and community-based health programs. Improving adolescent knowledge is expected to reduce the risk of early pregnancy and encourage healthier attitudes and behaviors among students.
Optimalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Edukasi Kesehatan pada Siswa Sekolah Jihan Salsabillah; Ezi Triani; Wa Ode Herlina; Arsina Arsina; Wa Sinta
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10291

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) is an important effort to improve students’ health status and prevent health problems in the school environment. Lack of understanding regarding personal hygiene, environmental cleanliness, and healthy living habits may increase the risk of disease among school-age children. This community service activity aimed to improve students’ knowledge regarding Clean and Healthy Living Behavior through health education. The community service used a pre-experimental approach with a one group pretest-posttest design. The activity was conducted in May 2026 at SD Negeri 35 Buton involving 34 elementary school students. Data collection was carried out using a questionnaire consisting of 15 questions related to handwashing habits, personal hygiene, waste disposal behavior, healthy eating patterns, and environmental cleanliness. The results of the pre-test showed that most students still had low knowledge regarding CHLB, with 44.1% categorized as having poor knowledge. After health education was provided through counseling, discussion, and question-and-answer sessions, the post-test results showed an increase in students’ knowledge, where 61.8% of students had good knowledge regarding CHLB. The findings indicate that health education through counseling methods is effective in improving students’ understanding and awareness regarding clean and healthy living behavior. Continuous health education programs are needed to encourage students to implement healthy living behaviors consistently in everyday life and to create a clean, safe, and healthy school environment.
Edukasi Kesehatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) Dalam Upaya Mengurangi Risiko Penyakit Akibat Sanitasi Lingkungan Di Desa Wakalambe Asti Ananta; Lisda Lisda; Juliafi Juliafi; Nuslian Sari; Putri Dwi Sukmala.S Putri; Ediman Edi
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10295

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering ditemukan di masyarakat, terutama pada lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik. Kondisi lingkungan seperti pembuangan sampah yang tidak tepat, polusi udara akibat pembakaran sampah, serta ventilasi rumah yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit ISPA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan ISPA melalui edukasi sanitasi lingkungan di Desa Wakalambe. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 dengan melibatkan 30 orang peserta masyarakat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian media edukasi mengenai ISPA, sanitasi lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap tingkat kehadiran, partisipasi, dan pemahaman peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta hadir penuh dan aktif mengikuti kegiatan edukasi. Pemahaman peserta mengenai ISPA, penyebab, penularan, pencegahan, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan mengalami peningkatan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Edukasi kesehatan dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga sanitasi lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko penyakit ISPA. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesehatan keluarga secara berkelanjutan.
EDUKASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA ANAK SD SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DI DESA WAKALAMBE Kertin Kertin; Ld Arlin; Juhulia; Herlina Rial.F; Nur Rahma
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10298

Abstract

Diarrheal disease remains one of the common health problems among elementary school children due to the low awareness of maintaining hand hygiene. This community service activity was carried out in Wakalambe Village with the aim of increasing children’s knowledge and habits regarding Handwashing with Soap (HWWS) as an effort to prevent diarrheal diseases. The selection of this topic was based on the lack of understanding among children about the proper times and methods for washing hands in daily life. The community service method was conducted through health education activities, including material presentations, demonstrations of proper handwashing steps, direct practice with students, and interactive question-and-answer sessions. The results of the activity showed that participants had a better understanding of the importance of hand hygiene and were able to practice proper HWWS techniques after receiving the education. This activity had a positive impact on increasing awareness of clean and healthy living behaviors among elementary school children. Therefore, HWWS education can serve as an effective step in preventing the spread of diarrheal diseases in schools and the community.
Alun-Alun English Camp Berbasis Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Organisasi Kepemudaan untuk Penguatan Literasi Bahasa Inggris Remaja di Kabupaten Barru Muhammad Ishak; Didik Iskandar; Zarni Adia Purna; Faisal Ardiansyah; Tri Cahyo Nugroho
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10311

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan model pelaksanaan Alun-Alun English Camp Chapter 2 sebagai ruang penguatan literasi Bahasa Inggris remaja berbasis kolaborasi Pemerintah Daerah dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Barru. Kegiatan dilaksanakan pada 22–23 Mei 2026 di Alun-Alun Colliq Pujie/Alun-Alun Kota Barru dan diikuti oleh remaja/pelajar tingkat SLTP dan SLTA se-Kabupaten Barru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis praktik Bahasa Inggris melalui empat tahap, yaitu persiapan, pengondisian peserta, pelaksanaan inti, serta evaluasi dan penutupan. Rangkaian kegiatan mencakup koordinasi panitia dan mitra, pemasangan tenda, pembagian kelompok, briefing peserta, penyampaian materi English Camp, pembukaan resmi, workshop “Peduli Lingkungan”, Malam Pentas AEC, Practice English Camp, Outbound, dan English Challenge Games. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Alun-Alun English Camp terlaksana sebagai program pengabdian berbasis ruang publik yang memadukan pembelajaran nonformal, praktik komunikatif, kerja kelompok, penampilan, permainan edukatif, dan pemberdayaan remaja. Kolaborasi lintas aktor menjadi faktor penting dalam memperkuat legitimasi kegiatan, mobilisasi peserta, pengelolaan teknis, dan peluang keberlanjutan program. Kata kunci: English Camp, literasi Bahasa Inggris, pembelajaran nonformal, ruang publik, organisasi kepemudaan, pemberdayaan remaja.