cover
Contact Name
Elisabeth Tantiana Ngura
Contact Email
elisabethngura@gmail.com
Phone
+6285338387959
Journal Mail Official
jurnal.jcpa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Pendidikan Anak
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 28305671     DOI : https://doi.org/10.38048
Core Subject : Education,
Jurnal Citra Pendidikan Anak disingkat JCPA adalah jurnal ilmiah yang memuat hasil pemikiran dan penelitian dalam bidang kajian anak usia dini dan pendidikan dasar. JCPA diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti. JCPA terbit 4 kali dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus, November. Jurnal Citra Pendidikan Anak mengkaji tentang hasil hasil penelitian dalam bidang: 1. Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar 2. Pembelajaran dan Media Pembelajaran Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar 3. Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar 4. Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar 5. Isu isu Terkini dalam Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar
Articles 261 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 3 SD PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI METODE DISKUSI Wona, Luxcya Martir; Pare, Maria Ines; Deme, Cristina Marlinda; Io, Aprilia; itu, Alexandra; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1524

Abstract

Pada Kurikulum 2013 pendidikan di Sekolah Dasar berpusat pada siswa (Student Center), yang artinya mengharuskan siswa untuk aktif dan berpikir kritis. Namun, kenyataannya pencapaian kemampuan berpikir kritis siswa masih cenderung rendah pada pembelajaran IPA, hal ini disebabkan karena guru masih menerapkan metode konvensional. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam pembelajaran IPA. Tujuan yang dapat dilakukan yaitu, dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif. Salah satunya adalah metode diskusi. Metode diskusi ini merupakan metode berbasis penemuan sendiri dalam pengetahuannya, sehingga siswa menjadi lebih aktif dan berpikir kritis dalam memecahkan sebuah masalah. Penulisan ini menggunakan metode studi literatur (Library Research), yaitu dengan menganalisis berbagai literatur terkait Metode Diskusi sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri jurnal hasil penelitian terdahulu, yang relevan dengan topik pembahasan sebagai sumber data. Kemudian dilakukan analisis data, dengan cara analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, metode diskusi ini efektif diterapkan pada pembelajaran IPA karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENERAPAN METODE DISKUSI UNTUK MENGAKTIFKAN PROSES BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 3 SD DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Ngadha, Christina; Nanga, Benyamin; Ledu, Maria Goreti Gowa; Dhiu, Maria Isabela; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1532

Abstract

Proses pembelajaran dengan kualitas yang kurang mendukung peserta didik untuk mampu mengerjakan dan berpikir secara kritis akan berdampak pada kurangnya disiplin peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan tujuan pembelajaran yang sudah disiapkan akan tidak berjalan maksimal atau tidak tercapai. Maka dari itu, pendidik menerapkan metode untuk mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam berpikir secara kritis agar dalam proses pembelajaran dapat terarah. Metode yang digunakan adalah metode diskusi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode diskusi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif,dalam artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang penggunaan metode diskusi sebagai upaya dalam meningkatkan keaktifan peserts didik. Dengan menggunakan metode diskusi dapat memberikan informasi bagaimana proses dari tahap metode ini dan interaksi yang terjadi didalamnya. Sehingga para peserta didik mampu mengikuti proses pembelajaran dengan aktif seperti berani dalam bertanya dan mampu menjawab pertanyaan. Penggunaan metode diskusi digunakan untuk masalah keaktifan para peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA SD KELAS RENDAH: PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA SD KELAS RENDAH Te'a, Yolenta Varista; Soro, Viorentina Meo; Pio, Maria Oktaviani; Una, Yosefani; Tini, Fransiskus. A; Kaka, Yakub Lere; Lawe, Yosefina Uge; Sayangan, Yohanes Vianey
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1534

Abstract

Abstrak Guru memiliki peran penting dalam membuat pelajaran di dalam kelas tidak membosankan. Peran guru tidakk hanya sebagai pemaparan informasi atau ilmu tetapi juga sebagai pemaparan informasi atau ilmu tetapi juga sebagai evaluator sehingga siswa dikelas banyak yang aktif dalam pembelajaran dan proes pembelajaran tidak cenderung pada guru.Guru juga harus sebagai mediator,fasilitator,dan insiator,untuk siswa dalam menangani keterbatasan sumber belajar. Pembelajaran IPA di sekolah lebih menekankan penguasaan kemampuan dasar kerja ilmiah atau keterampilan proses IPA, sehingga pembelajaran lebih bermakna. Pembelajaran yang serba instan pada saat ini akan mempengaruhi disiplin belajar dan respon mereka selama pembelajaran semakin menurun. Siswa menjadi tidak aktif dan tujuan pembelajaran belum bisa tercapai dengan efektif.Maka dari itu, guru harus dapat mengupayakan metode yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa agar dapat memahami pembelajaran dengan baik.Metode yang harus digunakan tersebut adalah Metode Demonstrasi. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metide demonstrsi guna meningkatkan keaktifan belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif di mana data dikumpulkan melalui kajian literatur, artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang peran guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan menerapkan metode demonstrasi pada saat pembelajaran. Pemaparan metode demonstrasi dapat memberikan gambaran tentang bagaimana htahap -tahap dalam metode ini dan interaksi yang terjadi didalamnya agar dapat memenuhi indikdtor keaktifan belajar berupa semangat mengikuti pembelajaran, berani bertanya, berani menjawab pertanyaan, dan berani mempresentasikan hasil belajar melalui interaksi yang ada.Penggunaan metode demonstrasi efektif digunakan sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dan mendukdung pencapaian tutjuan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji, guru hendaknya terus mengembangkan metode demonstrasi dalam kegiatan pembelajaran dan guru juga perlu meningkatkan kemampuan dalam menyajikan pembelajaran dengan menerapkan metode-metode yang inovatif agar siswa memiliki pengalaman baru dan termotivasi untukmengikuti pembelajaran terlebih khusus pada mata pelajaran IPA SD Kelas Rendah. Kata Kunci : Peran Guru, Keaktifan Belajar Siswa, Metode Demonstrasi. Abstract The teacher has an important role in making lessons in the class not boring. The role of the teacher is not only as a presentation of information or knowledge but also as a presentation of information or knowledge but also as an evaluator so that many students in the class are active in learning and the learning process does not tend to the teacher. The teacher must also act as a mediator, facilitator and initiator, for students in deal with limited learning resources. Science learning in schools places more emphasis on mastering basic scientific work skills or science process skills, so that learning is more meaningful. Instant learning at this time will affect learning discipline and their response during learning will decrease. Students become inactive and learning objectives cannot be achieved effectively. Therefore, teachers must be able to seek methods that can increase student learning activity so they can understand learning properly. The method that must be used is the Demonstration Method. This writing aims to determine the application of the demonstration method to increase student learning activity. The research method used is a descriptive qualitative research method in which data is collected through a literature review. This article aims to examine the teacher's role in increasing student learning activeness by applying the demonstration method during learning. The presentation of the demonstration method can provide an overview of how the stages in this method and the interactions that occur in it so that it can fulfill the indicators of learning activity in the form of enthusiasm for participating in learning, daring to ask questions, daring to answer questions, and daring to present learning outcomes through existing interactions. The use of the demonstration method effectively used as an alternative solution to increase the activeness of student learning and support the achievement of learning objectives. Based on the results of the research studied, teachers should continue to develop demonstration methods in learning activities and teachers also need to improve their abilities in presenting learning by applying innovative methods so that students have new experiences and are motivated to take part in learning, especially in science subjects in elementary low grades. Keyword’s : teacher’s role, student’s learning activities, demonstration method. Sejarah Artikel Diterima: ….. Direview: ….. Disetujui: ……. 7
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN METODE TANYA JAWAB DI KELAS III Lulu, Maria Julita; Menge, Chatarina Derici; Sopo, Adriana Wea; Poang, Fransiska; Iko, Maria; Lawe , Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1537

Abstract

Abstrak Dunia pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan, terlihat dari beragamnya metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Selain metode pembelajaran, media pembelajaran mengalami kemajuan seiring dengan kemajuan teknologi. Oleh karena itu, kajian ini dilator belakangi oleh kelakuan siswa yang masih dianggap kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru, dikarenakan munculnya rasa bosan, dan rasa malas. Terkadang siswa juga cenderung merasa malu untuk bertanya kepada guru ketika terdapat permasalahan dalam proses pembelajaran. Kualitas pembelajaran yang serba instan akan mempengaruhi disiplin belajar, dan respon mereka selama pembelajaran, siswa menjadi tidak aktif dan tujuan pembelajaran belum bisa tercapai dengan efektif. Maka dari itu guru mengupayakan metode yang meningkatkan prestasi belajar siswa agar siswa dapat memahami pembelajaran. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode tanya jawab dapat memberikan gambaran tentang bagaimana interaksi yang terjadi didalamnya dapat memenuhi indikator keaktifan belajar, berupa semangat mengikuti pembelajaran, berani bertanya, berani menjawab pertanyaan. Penggunaan metode Tanya jawab efektif dugunakan sebagai alternatif, solusi untuk masalah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS III SD Pawe, Yovita Maria Pawe; Yitu, Angela Mersi; Ndana, Maria Yefilmat; Wea, Heribertus Agaptus; Lawe, Yosefina Uge; Noge, Maria Desidaria
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1543

Abstract

ABSTRAK Di era perkembangan zaman dan kemajuan teknologi mempengaruhi kualitas belajar siswa cenderung menurun. Hal ini juga dapat mempengaruhi pembelajaran di kelas menjadi kurang efektif dan menyenangkan. Tujuan pembelajaran yang sudah di buat oleh guru tidak akan tercapai. Maka upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif dan menyenangkan guru memilih metode yang tepat dalam pembelajaran IPA kelas III SD. Metode yang digunakan adalah metode demonstrasi dimana metode demonstrasi di kenal sebagai metode yang dapat melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran. Siswa dihadapkan langsung dengan masalah yang terjadi dan mendemonstrasikan permasalahan yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang cara meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang menyenangkan dengan menggunakan metode demonstrasi. Penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran IPA dapat memberikan gambaran dan menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dimana siswa menjadi semangat dalam mendemonstrasikan permasalahan yang terjadi, berani bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahami.
IMPLEMENTASI METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR Ta'i, Yasinta; Manggus, Meliana Yosefa; Inggo, Maria Srimaya; Bhena, Maria Melania Oktaviana; Weo, Maria Stefania; Baka, Maria Yasinta; Lawe, Yosefina Uge; Kaka, Pelipus Wungo
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1545

Abstract

Metode ceramah adalah suatu metode yang mudah dan sederhana untuk di laksanakan dalam proses pembelajaran sehingga menjadi metode favorit pengajar dalam mengajar.Karena kemudahan metode ceramah ini dalam pembelajaran maka guru dapat menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia.Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode ceramah dalam pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keaktifan siswa kelas 1 SD. Pemaparan metode ceramah dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia karena dengan metode ceramah dapat mengatasi masalah siswa yang kurang aktif dalam kelas dan dapat mengajak siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Berikut ini adalah perincian yang diperoleh penulis yaitu: 1) Perencanaan pembelajaran. 2) pelaksanaan pembelajaran. 3) Evaluasi pembelajaran. 4) Metode pembelajaran. 5) Keaktifan belajar.
PENERAPAN METODE DEMOSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 3 SD DALAM PEMBELAJARAN IPA Odje , Maria Stefania; Meo , Antonia Ripo; Bupu, Marselina Yolanda; Ndek, Fransiska Saveriana; Awu , Yovita Awu; Wogo , Rifaldus; Lawe , Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1546

Abstract

Abstrak Kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran khususnya mata pelajaran ipa membawa dampak pada guru. Penerapan metode yang digunakan guru harus sesuai dengan karakteristik siswa atau kondisi siswa agar sistem dalam pembelajaran dapat sejalan dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Siswa menjadi tidak aktif dan tujuan pembelajaran belum bisa tercapai dengan efektif. Maka dari itu guru mengupayakan metode yang menigkatkan keaktifan siswa agar siswa dapat memahami pembelajaran. Metode tersebut adalah metode demonstrasi. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, jurnal ini bertujuan untuk mengkaji tentang penggunaan metode demonstrasi sebagai upaya untuk menigkatkan keaktifan siswa. Pemaplaran metode demonstrasi dapat memberikan gambaran tentang bagaimana tahap-tahap dalam metode ini dan interaksi yang terjadi didalamnya dapat memenuhi indikator keaktifan belajar berupa semangat mengikuti pembelajaran berani bertanya, berani menjawab pertanyaan, dan berani mempresentasikan hasil belajar siswa di depan kelas melalui interaksi yang ada. Penggunaan metode demonstrasi efektif digunakan sebagai alternatif, solusi untuk masalah, keaktifan siswa dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa untuk penerapan metode demonstrasi terdiri dari beberapa tahap yaitu 1). menyampaikan materi pembelajaran, 2).mengarahkan diskusi, 3). menjalankannya diskusi, 4). menutup diskusi.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF AUD DI KOBER PEUPADO MALANUZA DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KELAS B1 DAN B2 333 Mau Gili, Angela Marici; Juita, Angelina Kurnia
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i3.1547

Abstract

Perkembangan kognitif adalah salah satu aspek yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Perkembangan kognitif anak usia dini adalah suatu proses berpikir berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu. Dapat juga dimaknai sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan karya yang dihargai dalam suatu kebudayaan. Anak usia Dini adalah kelompok anak yang berusia 0-6 tahun, dimana anak dikelompok berbeda dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, dalam arti memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dikatakan bahwa anak memasuki masa emas, karena anak memiliki pertumbuhan yang cepat dan pesat serta tidak dapat tergantikan di masa mendatang. Sedangkan masa emas (golden age) perkembangan anak ialah masa dimana semua aspek perkembangan dapat dengan mudah untuk di kembangkan melalui stimulasi kegiatan yang tepat pada anak sesuai tingkatan perkembangannya. Dalam hal ini perkembangan setiap anak pasti berbeda karena adanya faktor internal maupun eksternal. Jadi, anak akan mengalami pola perkembangan yang sama tetapi berbeda pada tingkatan pencapainnya. Masa usia dini merupakan masa yang sangat potensial untuk di kembangkan berbagai potensinya, maka pada masa ini saat yang tepat bagi anak untuk memperoleh stimulasi pendidikan. Hal ini di harapkan akan dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pentingnya guru dalam membuat atau merancang media pembelajaran merupakan alat yang dapat digunakan sebagai perantara dalam menstimulasi semua aspek perkembangan pada anak usia dini, baik dari segi aspek nilai agama dan moral anak, Aspek fisik motorik, sosial emosional, bahasa dan kognitif. penggunaan media bahan alam dalam kegiatan proses pembelajaran dapat membantu mengembangkan aspek perkembangan anak seperti motorik halus, kognitif dan kreativitas anak. Kata Kunci Anak Usia Dini, Kognitif Anak, Media Pembelajaraan*
PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS: STUDI PENGEMBANGAN ASPEK KOGNITIF ANAK USIA DINI DIMASA LIBUR SEKOLAH Azi, Florentina Nenu; Nafsia , Andi
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i3.1552

Abstract

Perkembangan kognitif adalah salah satu aspek yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan kognitif anak usia dini adalah suatu proses berpikir berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu. Anak usia dini adalah kelompok manusia yang berusia 0-6 tahun, dimana anak usia dini adalah kelompok anak yang berbeda dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak maka perlu dilakukan kegiatan pendampingan belajar di luar kelas. Pentingnya kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini agar anak dapat dilatih secara terus menerus sehingga anak yang didampingi memperoleh pengetahuan yang lebih luas dalam mengenal warna serta mengenal huruf.Tujuan melakukan kegiatan ini yaitu melakukan pendampingan belajar diluar kelas dimasa libur sekolah dan meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini, Sehingga anak dapat belajar dalam proses perkembangan belajar yang luar biasa. Anak juga dapat belajar diluar kelas untuk menambah daya ingatan mereka yang di peroleh dari sekolah. Oleh karena itu tidak terlepas dari para peneliti untuk terus mendampingi dan membimbing anak dalam mengembangkan kemampuan kognitif dengan kegiatan berupa pengenalan warna dan huruf. Kegiatan yang dilakukan anak yaitu mewarnai gambar pada lembar kerja anak atau media yang sudah disediakan peneliti terlebih dahulu ,medianya berupa sketsa gambar bunga mawar, kunyit,serta huruf yang akan dikerjakan dan dipelajari anak dalam kegiatan pendampingan luar kelas.Kata Kunci Perkembangan Kognitif, Kognitif Anak Usia Dini, Media
PENGGUNAAN METODE DISKUSI UNTUK MENGAKTIFKAN SISWA KELAS 2 SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Beku, Veronika Yuliana; Bate, Nasarius Sensius; Owa, Yosefa Kafasin Owa; Lajo, Maria Yunita; Jaun, Algiana Yuliamat Rasapril; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1553

Abstract

Abstract The use of inappropriate learning methods can result in mathematics learning not being able to attract students' attention. This can cause students to be less active, low student learning outcomes and learning objectives cannot be achieved effectively. Therefore, as a teacher, you must be able to choose the right method that can increase student activity so that students can understand learning well. The method used is the discussion method. The purpose of this writing is to find out the application of the discussion method in learning elementary school mathematics. This article aims to analyze the use of the discussion method to increase the activity of 2nd grade elementary school students. The use of the discussion method can provide an overview of how the methods and interactions that occur can meet the indicators of active learning in the form of motivation and enthusiasm for participating in learning activities. The use of the discussion method is very well used for student activity problems and supports the achievement of learning objectives