cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jksmcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM)
ISSN : 29876648     EISSN : 29876656     DOI : https://doi.org/10.61116/jksm.v1i4.243
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan kepengawasan supervisi dan manajerial.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus" : 5 Documents clear
Model Kolaborasi Pengawas dan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Budaya Mutu Akademik Dahliana Pohan; Rini Afridamayanti Supomo; Nurchaidah, Nurchaidah
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i3.756

Abstract

Budaya mutu akademik yang kuat di Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat bergantung pada efektivitas kepemimpinan sekolah dan sistem kepengawasan yang suportif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis model kolaborasi antara pengawas dan kepala sekolah melalui pendekatan Professional Learning Community (PLC) sebagai strategi untuk meningkatkan budaya mutu akademik di SMAN 1 Buntu Pane Asahan. Pendekatan PLC yang diusulkan berfokus pada lima dimensi: shared mission and vision, collective inquiry, collaborative teams, action orientation, dan results orientation. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (Research and Development - R&D) dengan subjek kepala sekolah, pengawas, dan 20 guru inti. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan skala penilaian (pre-test dan post-test) terhadap budaya mutu akademik (fokus pada kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran) selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Model Kolaborasi Pengawas-KS berbasis PLC menghasilkan peningkatan signifikan pada skor budaya mutu akademik (dengan rata-rata peningkatan 28% dari skor pre-test). Peningkatan paling menonjol tercatat pada dimensi collective inquiry dan collaborative teams, di mana pengawas dan kepala sekolah aktif memfasilitasi guru untuk mengidentifikasi masalah belajar siswa berbasis data dan mencari solusi bersama. Model PLC ini dinilai efektif oleh partisipan karena menciptakan ruang coaching yang terstruktur dan berkelanjutan, yang bertentangan dengan supervisi tradisional yang episodic. Penelitian ini merekomendasikan adopsi Model Kolaborasi Pengawas-KS berbasis PLC sebagai kerangka kerja resmi untuk pengembangan profesional guru berbasis sekolah di jenjang SMA.
Strategi Adaptif Pengawas Sekolah dalam Melaksanakan Supervisi pada Masa Transisi Kurikulum Amri Firmansyah Depari; Dwi Santi; Teti Manurung; Fitriani, Fitriani; Ani Marsiah; Zulaiha, Zulaiha; Widya Wati; Nurma Hidayah
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i3.757

Abstract

Masa transisi kurikulum, seperti pergeseran dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka, menuntut adaptasi signifikan dari semua komponen pendidikan, termasuk pengawas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan secara mendalam strategi adaptif pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik dan manajerial pada kluster sekolah dasar di SDN 014 Teluk Piyai Pesisir, Kabupaten Rokan Hilir, selama masa transisi kurikulum. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif, penelitian ini berupaya menangkap pengalaman hidup *(lived experience) dan strategi riil yang diterapkan pengawas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua pengawas kluster, empat kepala sekolah binaan, dan analisis dokumen pendukung (rencana pengawasan dan laporan hasil supervisi). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori utama strategi adaptif: (1) Transformasi Peran dari Inspektor menjadi Coach dan Fasilitator Perubahan, (2) Adaptasi Instrumen dan Fokus Supervisi, dan (3) Pemanfaatan Komunitas Belajar Profesional (KGP) sebagai Leverage Pembinaan. Pengawas beralih dari pemeriksaan kepatuhan administratif K-13 menjadi pendampingan filosofi dan konsep dasar Kurikulum Merdeka (seperti P5 dan Asesmen Diagnostik). Strategi ini menciptakan iklim coaching yang kolaboratif dan mempercepat diseminasi informasi dan implementasi kurikulum di tingkat sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transisi kurikulum sangat bergantung pada fleksibilitas, kesiapan mental, dan kompetensi coaching pengawas sekolah.
Implementasi Prinsip Kepengawasan Berbasis Coaching untuk Peningkatan Kinerja Manajerial Ekstrakurikuler Olahraga Encep Farlan Sutarza
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i3.758

Abstract

Ekstrakurikuler olahraga di Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) memiliki peran ganda yaitu sebagai wahana pengembangan minat bakat dan sebagai bagian integral dari pembentukan karakter siswa. Efektivitas program Ekstrakurikuler Olahraga sangat bergantung pada kinerja manajerial yang kuat dari kepala sekolah dan koordinator ekskul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas prinsip-prinsip kepengawasan berbasis coaching yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerja manajerial Ekstrakurikuler Olahraga di SMA/MA se-Kota Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus tunggal dengan unit analisis multi-situs (lima SMA/MA di Kota Bandung), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua pengawas, lima kepala sekolah, dan lima koordinator Ekstrakurikuler Olahraga. Prinsip coaching yang difokuskan meliputi: Kemitraan Kolaboratif, Pertanyaan Reflektif, dan Orientasi Solusi. Hasil penelitian mengidentifikasi kesenjangan signifikan antara harapan implementasi coaching (ideal) dan realitas di lapangan. Meskipun pengawas menunjukkan komitmen kolaboratif, penggunaan Pertanyaan Reflektif (untuk memicu kesadaran diri coachee) masih sangat minim, didominasi oleh pendekatan mentoring atau instruksi. Namun, model coaching yang terimplementasi, meskipun parsial, berhasil meningkatkan kinerja manajerial pada dimensi Perencanaan Anggaran Berbasis Data dan Sistem Evaluasi Program. Kepala sekolah merasa lebih berdaya dalam mengatasi masalah pendanaan dan manajemen risiko. Kesimpulannya, kepengawasan berbasis coaching memiliki potensi transformatif, namun implementasinya di Kota Bandung perlu ditingkatkan dengan pelatihan mendalam tentang teknik coaching spesifik bagi pengawas untuk menjamin kualitas proses.
Analisis Kesenjangan Pelaksanaan Supervisi Manajerial pada Jenjang Pendidikan Dasar Melisa Khoyyiroh Harahap; Ika Utama Simamora
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi manajerial merupakan fungsi esensial pengawas sekolah untuk memastikan efektivitas pengelolaan dan tata kelola sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Analisis Kesenjangan (Gap Analysis) antara tingkat harapan (expectation) stakeholder (Kepala Sekolah, Guru, dan Komite Sekolah) dengan tingkat realitas pelaksanaan (perception) supervisi manajerial yang diberikan oleh pengawas sekolah di SD Swasta Pelangi Kota Medan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (Model Servqual dimodifikasi) yang mengukur lima dimensi supervisi manajerial: Perencanaan Program, Pelaksanaan Pembinaan, Evaluasi Tata Kelola, Kecepatan Respons, dan Dukungan Inovasi. Total 45 responden dilibatkan (1 Kepala Sekolah, 40 Guru, 4 Komite Sekolah). Hasil analisis kesenjangan (Gap = Realitas - Harapan) menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan negatif yang signifikan (Gap < 0) pada semua dimensi supervisi manajerial. Kesenjangan terbesar tercatat pada dimensi Dukungan Inovasi (Gap = -0.75) dan Kecepatan Respons (Gap = -0.68), mengindikasikan bahwa pengawas sekolah belum mampu memberikan dukungan yang memadai terhadap inisiatif inovasi sekolah dan respons yang cepat terhadap masalah manajerial yang mendesak. Sementara itu, kesenjangan terkecil ada pada dimensi Perencanaan Program (Gap = -0.35). Penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan supervisi manajerial yang diterima SD Swasta Pelangi berada di bawah ekspektasi stakeholder, menuntut perlunya transformasi fokus supervisi dari kepatuhan administratif menjadi peran consulting dan fasilitator inovasi untuk memenuhi harapan yang semakin kompleks di sekolah swasta.
Efektivitas Supervisi Manajerial Sarana dan Prasarana PJOK pada Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah Muhammad Syaleh; Aristiyanto, Aristiyanto
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i3.760

Abstract

Sarana dan prasarana (sarpras) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) adalah variabel krusial yang secara langsung memengaruhi kualitas pembelajaran, keselamatan siswa, dan pencapaian tujuan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas supervisi manajerial yang dilakukan oleh pengawas sekolah terhadap pengelolaan dan pemeliharaan sarpras PJOK di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-kasus pada tiga sekolah yang mewakili tipologi berbeda (SMP Negeri A, SMP Swasta B, dan MTs Negeri C). Efektivitas diukur berdasarkan tiga indikator: Kepatuhan Administrasi, Tingkat Pemanfaatan Sarpras, dan Kondisi Pemeliharaan Aset. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengawas, kepala sekolah, dan guru PJOK, serta observasi fisik sarpras. Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas supervisi yang bervariasi di antara tiga kasus. Pada SMP Negeri A, efektivitas tinggi pada dimensi Kepatuhan Administrasi, namun rendah pada Tingkat Pemanfaatan yang inovatif. SMP Swasta B menunjukkan efektivitas tinggi pada Tingkat Pemanfaatan (akibat mindset kewirausahaan kepala sekolah), namun rendah pada Kepatuhan Administrasi. MTs Negeri C menunjukkan efektivitas sedang di semua dimensi. Temuan kunci adalah bahwa efektivitas supervisi manajerial sarpras PJOK lebih ditentukan oleh kolaborasi aktif pengawas sebagai konsultan teknis (pengetahuan tentang spesifikasi sarpras) dan komitmen kepala sekolah dalam mengalokasikan dana daripada sekadar pemeriksaan kepatuhan administratif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan spesialisasi teknis bagi pengawas, khususnya dalam sarpras PJOK, untuk meningkatkan peran mereka dari evaluator menjadi fasilitator teknis yang efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5