cover
Contact Name
Eko Agus Cahyono
Contact Email
ekoagusdianhusada@gmail.com
Phone
+6282230035535
Journal Mail Official
jurnaldianhusada.jpipk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Teras No.4 Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan
ISSN : 28305116     EISSN : 28304594     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan : memuat tentang hasil penelitian atau pemikiran di bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, public health, farmasi dan lain sebagainya) yang dilakukan oleh civitas akademika internal STIKES Dian Husada Mojokerto, civitas akademika lain dan stakeholder kesehatan.
Articles 127 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN METODE SBAR (SITUATION, BACKGROUND, ASSESSMENT, RECOMMENDATION) DI RUANG RAWAT INAP Agustiningsih, Ida; Yulianto, Yulianto
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i6.622

Abstract

Penerapan metode SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) sebagai standar komunikasi klinis terbukti meningkatkan keselamatan pasien, namun implementasinya di lapangan seringkali belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan metode SBAR oleh perawat di ruang rawat inap, dengan fokus pada peran gaya kepemimpinan kepala ruangan, dukungan manajemen rumah sakit, pemahaman dan persepsi positif perawat, kompetensi komunikasi individu, dan pengalaman kerja. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional yang dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang. Sampel sebanyak 56 perawat diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik dengan Uji Korelasi Rank Spearman Rho dan Analisis Regresi Linier Berganda untuk mengidentifikasi pengaruh bersama dan dominasi variabel independen terhadap penerapan SBAR. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kelima variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan dan membentuk model prediksi yang kuat (R Square = 0,766; p = 0,000). Pemahaman dan persepsi positif terhadap SBAR menjadi faktor prediktor paling dominan (β = 0,508; p = 0,000), diikuti oleh gaya kepemimpinan kepala ruangan (β = 0,352; p = 0,000). Temuan ini mengonfirmasi bahwa keberhasilan implementasi SBAR memerlukan pendekatan multifaktor yang dimulai dari pembangunan landasan kognitif-afektif individu, dikatalisasi oleh kepemimpinan klinis yang efektif, dan didukung oleh sistem organisasi yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan institusi pelayanan kesehatan untuk merancang program intervensi berjenjang yang memprioritaskan edukasi kontekstual, pengembangan kapasitas kepemimpinan, dan integrasi kebijakan pendukung guna menciptakan budaya komunikasi yang aman dan berkelanjutan
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA PRASEKOLAH PADA IBU YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA Widjayanti, Nuria; Suwanti, Iis
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i6.623

Abstract

Kemampuan berbahasa merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah karena menjadi dasar komunikasi, pemahaman, dan pembentukan pola pikir. Salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa adalah status pekerjaan ibu. Ibu yang bekerja dan tidak bekerja memiliki intensitas interaksi yang berbeda dengan anak, yang dapat memengaruhi stimulasi bahasa sejak dini. Penelitian ini menggunakan desain komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 36 anak prasekolah di TK Kartika IV-64 Mojosari diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berdasarkan format DDST pada ranah bahasa. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 responden, sebagian besar anak dari ibu yang tidak bekerja berada dalam kategori kemampuan bahasa normal yaitu 22 siswa (61,1%), sedangkan anak dari ibu yang bekerja cenderung memiliki kemampuan bahasa dalam kategori suspek yaitu sebanyak 14 siswa (38,9%). Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan kemampuan berbahasa yang cukup nyata antara kedua kelompok berdasarkan status pekerjaan ibu. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar ibu, baik yang bekerja maupun tidak bekerja, tetap memberikan waktu berkualitas dalam berinteraksi dan menstimulasi perkembangan bahasa anak. Diperlukan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar untuk memastikan bahwa setiap anak memperoleh stimulasi bahasa yang optimal demi mendukung tumbuh kembang yang seimbang
EFEKTIVITAS KONSUMSI BLACK GARLIC TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Darsini, Darsini; Indrawati, Indrawati
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i6.628

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan tantangan kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, di mana kontrol glikemik yang buruk merupakan masalah lazim yang berisiko menimbulkan komplikasi. Terapi konvensional sering kali menghadapi kendala kepatuhan, sehingga diperlukan strategi adjuvan yang efektif dan dapat diterima. Black garlic, hasil fermentasi Allium sativum L., kaya akan senyawa bioaktif seperti S-allyl cysteine (SAC) dan memiliki potensi farmakologis sebagai agen antidiabetes melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin dan efek antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konsumsi black garlic terhadap perubahan kadar gula darah sewaktu pada penderita DMT2. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sebanyak 64 responden penderita DMT2 di wilayah kerja Puskesmas Puri Kabupaten Mojokerto dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan kemudian dialokasikan secara acak ke dalam dua kelompok paralel: kelompok eksperimen (n=32) yang menerima suplementasi black garlic di samping tatalaksana konvensional, dan kelompok kontrol (n=32) yang hanya menerima tatalaksana konvensional. Variabel terikat adalah kadar gula darah sewaktu yang diukur menggunakan glukometer terkalibrasi pada awal (pretest) dan akhir (posttest) intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test menggunakan program SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal (pretest) kedua kelompok adalah homogen, dengan rerata kadar gula darah sewaktu masing-masing 252,3 ± 58,7 mg/dL (eksperimen) dan 256,6 ± 55,2 mg/dL (kontrol). Pada akhir penelitian, kelompok eksperimen mengalami penurunan rerata yang signifikan secara statistik sebesar 53,9 mg/dL menjadi 198,4 ± 42,1 mg/dL (p=0,035). Sebaliknya, penurunan pada kelompok kontrol sebesar 20,8 mg/dL menjadi 235,8 ± 48,6 mg/dL tidak signifikan secara statistik (p=0,053). Lebih lanjut, uji Independent Sample t-Test membuktikan bahwa rerata kadar gula darah akhir kelompok eksperimen secara signifikan lebih rendah daripada kelompok kontrol dengan selisih rerata 37,4 mg/dL (p=0,028). Temuan ini mengindikasikan bahwa suplementasi black garlic sebagai terapi adjuvan memberikan efek aditif yang signifikan dalam memperbaiki kontrol glikemik jangka pendek dibandingkan dengan tatalaksana konvensional saja pada penderita DMT2. Efektivitas ini diduga dimediasi oleh mekanisme multimodal senyawa bioaktif black garlic, seperti peningkatan sensitivitas insulin dan perlindungan sel beta pankreas
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 60% DAUN UBI JALAR UNGU MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN STANDAR PEMBANDING QUERCETIN Waskita, Kuncara Nata; Mustika, Adinda Chandras; Rosalina, Vivi; Sari, Putri Rovita
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i6.629

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mencegah proses oksidasi dari radikal bebas. Antioksidan dibedakan menjadi dua, yaitu antioksidan buatan dan antioksidan alami. Antioksidan buatan dihasilkan melalui sintesis reaksi kimia, sedangkan antioksidan alami berasal dari tanaman. Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu sumber antioksidan alami karena mengandung antosianin, yaitu metabolit sekunder golongan flavonoid, serta tannin yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah maserasi terhadap serbuk simplisia daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) menggunakan pelarut etanol 60%. Kandungan antosianin dianalisis secara kualitatif dengan uji warna (skrining fitokimia), sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picryhydrazyl) dengan spektrofotometri UV-Vis pada konsentrasi 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm. Pada penelitian ini menggunakan quercetin sebagai standar pembanding dengan konsentrasi yang sama. Nilai aktivitas antioksidan dinyatakan dalam bentuk IC50. Hasil menunjukkan adanya senyawa antosianin pada ekstrak yang ditandai dengan warna cokelat kehitaman yang memudar. Nilai IC50 ekstrak etanol 60% daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebesar 13,40 mg/L, sedangkan IC50 quercetin sebesar 36,15 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini, kedua sampel tergolong antioksidan sangat kuat karena memiliki nilai IC50 < 50 mg/L
ANALISIS KADAR RHODAMIN B PADA PERONA PIPI (BLUSH ON) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Sari, Trisiyana Sholika; Nurmaulawati, Rina; Maulidah, Siti
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i6.630

Abstract

Perona pipi merupakan produk kosmetik yang digunakan untuk memberikan warna pada pipi sehingga wajah tampak lebih segar dan menarik. Salah satu bahan berbahaya yang masih berpotensi disalahgunakan dalam kosmetik adalah Rhodamin B, yaitu zat warna sintetis yang umumnya digunakan pada industri tekstil, kertas, dan cat. Rhodamin B bersifat toksik, dapat menyebabkan iritasi kulit dan saluran pernapasan, serta bersifat karsinogenik apabila digunakan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif kandungan Rhodamin B pada sediaan perona pipi yang beredar di pasaran. Metode penelitian yang digunakan meliputi uji pewarnaan dengan pereaksi NaOH, eter, dan HCl untuk identifikasi kualitatif, serta metode spektrofotometri UV-Vis untuk penetapan kadar Rhodamin B. Uji pewarnaan dilakukan berdasarkan prinsip ekstraksi zat warna dalam suasana basa yang selanjutnya dipindahkan ke fase eter dan direaksikan kembali dalam suasana asam untuk menghasilkan perubahan warna khas Rhodamin B. Metode spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menentukan kadar Rhodamin B secara kuantitatif. Sampel dipilih berdasarkan variasi merek, warna mencolok, tidak memiliki nomor izin edar, harga relatif rendah, serta tidak mencantumkan komposisi pada kemasan. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dari tiga sampel yang dianalisis, satu sampel teridentifikasi positif mengandung Rhodamin B yang ditandai dengan perubahan warna merah keunguan. Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa kadar Rhodamin B pada sampel positif sebesar 168,041 µg/mL ± 1,2629. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa masih ditemukan perona pipi yang mengandung Rhodamin B, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran produk kosmetik di pasaran
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN RAWAT JALAN DALAM PENGGUNAAN OBAT TUBERKULOSIS (TBC) DI RUMAH SAKIT X Faudah, Neyla Nour
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i6.631

Abstract

Kepatuhan pengobatan merupakan faktor kritis dalam penanggulangan Tuberkulosis (TBC), terutama mengingat protokol terapi jangka panjang yang berisiko tinggi memicu non-adherence dan berpotensi menyebabkan kegagalan terapi serta resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien dan menganalisis tingkat kepatuhan pengobatan TBC di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 95 responden dipilih dari populasi 1.311 pasien TBC rawat jalan periode Januari-Desember 2023 menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tiga indikator kepatuhan: minum obat secara teratur dan benar, menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran petugas, dan frekuensi kepatuhan pergi berobat. Karakteristik responden didominasi oleh laki-laki (53,7%) dan kelompok usia produktif 46-55 tahun (30,5%). Secara keseluruhan, pasien menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi. Rata-rata persentase kepatuhan untuk masing-masing indikator adalah 80,1% (kategori patuh), 73,6% (patuh), dan 70,42% (patuh). Meskipun demikian, ditemukan beberapa titik lemah spesifik dengan persentase kepatuhan relatif lebih rendah, yaitu konsistensi minum obat pada jam yang sama (68,4%), pemahaman tentang efek samping obat (67,6%), dan dukungan keluarga menemani kontrol (60,2%). Mayoritas pasien TBC rawat jalan di Rumah Sakit X telah patuh terhadap pengobatan. Namun, temuan mengidentifikasi area rentan yang memerlukan intervensi terfokus, terutama pada aspek disiplin waktu minum obat, edukasi komprehensif mengenai efek samping, serta penguatan dukungan sosial dan logistik untuk memfasilitasi kunjungan kontrol. Optimalisasi peran tenaga kesehatan, khususnya farmasis dalam edukasi dan pendampingan pasien, direkomendasikan untuk meningkatkan keberhasilan terapi
GAMBARAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) YANG DIBERIKAN DI APOTEK X Puspita, Sylvia
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i6.632

Abstract

Kepuasan pasien adalah salah satu cara untuk menilai pelayanan professional berdasarkan mutu pelayanan kesehatan. Kepuasan menjadi bagian yang penting dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan kesehatan. Jika ingin meningkatkan kualitas pada pelayanan maka diperlukannya survey tingkat kepuasan kepada konsumen atau pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja pelayanan terutama pada pelayanan informasi obat di apotek X dalam melayani pasien berdasarkan aspek dimensi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk menunjang pelayanan agar meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan di apotek X. Penelitian ini akan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan melakukan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuisioner dalam bentuk tertulis kepada responden, yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan penelitian. Dalam penelitian ini yang dijadikan sampel adalah pasien atau keluarga pasien yang membeli obat dengan menggunakan resep maupun tidak menggunakan resep dokter di Apotek X. Pada dimensi kehandalan (reliability) skor kepuasan 83,9% dengan kategori sangat puas, sedangkan harapan pada dimensi ini dengan kategori sangat penting skor 89,8%. Dimensi ketanggapan (responsiveness) skor kepuasan 84,6% dengan kategori sangat puas, sedangkan harapan pada dimensi ini dengan kategori sangat penting skor 85,3%. Dimensi jaminan (assurance) skor kepuasan 84,8% dengan kategori sangat puas, sedangkan harapan pada dimensi ini dengan kategori sangat penting skor 89,6%. Dimensi empati (empathy) skor kepuasan 85,8% dengan kategori sangat puas, sedangkan harapan pada dimensi ini dengan kategori sangat penting skor 87,2%. Dimensi berwujud (Tangible) skor kepuasan 83,8% dengan kategori sangat puas, sedangkan harapan pada dimensi ini dengan kategori sangat penting skor 82,9%

Page 13 of 13 | Total Record : 127