cover
Contact Name
Eko Agus Cahyono
Contact Email
ekoagusdianhusada@gmail.com
Phone
+6282230035535
Journal Mail Official
jurnaldianhusada.jpipk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Teras No.4 Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan
ISSN : 28305116     EISSN : 28304594     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan : memuat tentang hasil penelitian atau pemikiran di bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, public health, farmasi dan lain sebagainya) yang dilakukan oleh civitas akademika internal STIKES Dian Husada Mojokerto, civitas akademika lain dan stakeholder kesehatan.
Articles 120 Documents
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN Fil’ilah, Irkhos; Asyim, Raden Bagus; Firmaniar, Rizdyana
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 2 No. 6 (2023): Volume 2, Nomor 6, Desember 2023
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v2i6.328

Abstract

Pelayanan kefarmasian di puskesmas adalah komponen penting dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Standar pelayanan kefarmasian di puskesmas meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dan kegiatan farmasi klinik yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan memecahkan masalah kesehatan dan obat-obatan terkait. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Batang-Batang Kabupaten Sumenep. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan teknik sampling simple random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 60 responden yaitu pasien rawat jalan yang menebus resep obat di pelayanan farmasi. Setelah itu data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dengan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian ini memperlihatkan sebagian besar responden menilai kualitas pelayanan tergolong baik sebanyak 36 orang (60%). Sebagian besar responden memiliki tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian yang tergolong puas sebanyak 32 orang (53%). Hasil uji chi square dan diperoleh nilai signifikan ρ = 0,001 dan α = 0,05 atau (α<0,05) yang berarti H1 diterima artinya ada pengaruh antara kualitas pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Batang-Batang Kabupaten Sumenep. Kesimpulannya adalah kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas Batang-Batang pada pasien rawat jalan sebagian besar tergolong baik, tingkat kepuasan pasien sebagian besar merasa puas dan terdapat pengaruh kualitas pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Batang-Batang Kabupaten Sumenep
EFEKTIFITAS ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP GAGAL JANTUNG DI RSU DHARMA HUSADA KABUPATEN BANYUWANGI Sahputri, Sukmawati Eka Bima; Irawati, Adinda Dessi; Azzahra, Tristina Devi
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i1.332

Abstract

diakibatkan oleh gangguan struktur ataupun fungsi dan menyebabkan gangguan pengisian ventrikel atau pemompaan jantung. Gagal jantung merupakan suatu keadaan dimana jantung tidak dapat lagi memompa darah ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, walaupun darah balik masih dalam keadaan normal. Faktor resiko gagal jantung salah satunya yaitu hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan antihipertensi pada pasien gagal jantung di RSU Dharma Husada Kabupaten Banyuwangi Tahun 2023. Metode penelitian ini adalah non-eksperimental observasional dengan rancangan penelitian yang dilakukan secara retrospektif bersifat analitik. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa obat antihipertensi tunggal golongan terbesar adalah betabloker memiliki presentase sebesar 61,5%, golongan calcium channel bloker seberar 30,75, dam golongan terkecil adalah diuretik sebesar 7,8%. Obat antihipertensi kombinasi golongan betabloker + CCB sebesar 57,9%, golongan ACE Inhibitor + CCB dan betabloker + ACE-i sebesar 15,8% dan yang terkecil CCB + diuretik sebesar 10,5%. Efektifitas dari penggunaan antihipertensi pada penyakit gagal jantung untuk kelompok obat tunggal adalah golongan betabloker dan untuk kelompok obat kombinasi adalah CCB + diuretik
PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGKONSUMSI ANALGETIK DAN JAMU YANG BERKHASIAT SEBAGAI ANALGETIK Susilowati, Susilowati; Iqlima, Iqlima
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i1.333

Abstract

Obat diartikan sebagai senyawa yang digunakan untuk mencegah, mengobati, mendiagnosa penyakit / gangguan, atau menimbulkan suatu kondisi tertentu. Obat dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu obat tradisional dan obat modern. Penggunaan obat tradisional di Indonesia merupakan bagian dari budaya bangsa dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Saat ini obat modern menjadi arus utama pelayanan kesehatan di Indonesia, walaupun demikian pengobatan secara tradisional terus mendapatkan popularitas dan terus digunakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi obat analgetik modern dan jamu yang berkhasiat sebagai analgetik berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi seperti faktor sosial, faktor psikologi dan faktor budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada 100 responden. Data yang di peroleh dari kuisioner di hitung presentase rata-rata kepuasan responden berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa skor presentasasi tertinggi yaitu Masyarakat desa tanjungharjo cenderung kepada analgetik obat modern dengan presentase sebesar 72,1%, dimana faktor yang paling mempengaruhi adalah faktor sosial (78%), dikuti dengan faktor psikologi (70,2%), dan terakhir faktor budaya (68,1%), sedangkan pada jamu tradisional sebesar 65,3%
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Retnowati, Frida Dwi
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i1.338

Abstract

Kehamilan merupakan kondisi yang rawan bagi setiap perempuan. Hal ini dikarenakan selama masa kehamilan, ibu hamil mengalami beragam perubahan baik psikologis maupun fisiologis. Kehamilan yang terjadi beresiko untuk mengalami beragam gangguan. Salah satu upaya untuk menurunkan resiko akibat kehamilan yang terjadi adalah dengan melakukan kunjungan antenal care. Namun untuk memastikan ibu hamil melakukan kunjungan antenatal care, dibutuhkan adanya sikap yang positif dari ibu hamil terkait dengan antenatal care itu sendiri. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 ibu hamil di Desa Masangan Kabupaten Pasuruan. Variabel dalam penelitian ini adalah sikap ibu hamil terhadap antenatal care, usia ibu hamil, pendidikan ibu hamil dan pekerjaan ibu hamil. Uji analisa dilakukan menggunakan uji regresi linear. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar ibu hamil memiliki sikap negatif terkait kunjungan antenatal care. Dari hasi uji regresi didapatkan untuk faktor usia ibu hamil berpengaruh secara signifikan terhadap sikap antenatal care (p value : 0,004), sedangkan untuk faktor pendidikan (p value : 0,075) dan faktor pekerjaan (0,578) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sikap antenatal care. Antenatal care merupakan salah satu kebutuhan penting yang harus terpenuhi pada ibu hamil. Hal ini dikarenakan melalui antenatal care, perkembangan kehamilan yang terjadi dapat dipantau dan jika didapatkan adanya gangguan kehamilan dapat secara langsung untuk ditangani oleh tenaga kesehatan. Dibutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak untuk memastikan ibu hamil memiliki sikap positif terkait dengan antenatal care
EFEKTIVITAS KONSUMSI COKLAT TERHADAP PERUBAHAN NYERI MENSTRUASI PADA WANITA USIA SUBUR Watini, Watini
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i1.339

Abstract

Menstruasi merupakan hal wajar yang dialami oleh setiap wanita. Namun menstruasi yang terjadi seringkali diikuti dengan terjadinya nyeri menstruasi. Nyeri menstruasi yang terjadi dapat mempengaruhi wanita di semua kelompok usia. Nyeri menstruasi yang diakibatkan oleh kontraksi uterus memerlukan berbagai penanganan untuk meminimalkan rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu sehingga kenyamanan ibu dapat kembali didapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konsumsi coklat terhadap perubahan nyeri menstruasi pada wanita usia subur. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan pendekatan pre post control group design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 wanita usia subur di Desa Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan jenis simple random sampling. Variabel independent dalam penelitian ini adalah pemberian coklat dan variabel dependent dalam penelitian ini adalah nyeri menstruasi. Pengukuran skala nyeri dalam penelitian ini menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Untuk mengetahui efektivitas konsumsi coklat terhadap perubahan nyeri menstruasi pada wanita usia subur di Desa Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan digunakan uji wilcoxon dengan signifikasi α : 0,05. Berdasarkan output test statistic pada hasil uji wilcoxon, diketahui asymp sig (2-tailed) bernilai 0,002 < α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa konsumsi coklat efektif terhadap perubahan nyeri menstruasi pada wanita usia subur di Desa Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Pengembangan terapi non-komplementer untuk mengatasi nyeri menstruasi merupakan terobosan baru dalam pelayanan kebidanan. Hal ini dapat dimanfaatkan bidan sebagai salah satu edukasi kepada wanita usia subur terutama dalam mengatasi nyeri menstruasi tanpa bergantung kepada obat-obatan pereda nyeri menstruasi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DIET DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Subekti, Dian
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i1.340

Abstract

Ketidakpatuhan diet menjadi masalah yang besar terutama pada pasien hemodialisa. Dampak ketidakpatuhan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup klien. Kepatuhan dalam diet merupakan salah satu faktor untuk mencegah dan menurunkan kadar ureum darah menjadi tinggi. Adapun faktor yang mempengaruhi seseorang tidak patuh terhadap diet gagal ginjal kronik adalah kurangnya pengetahuan terhadap penyakit gagal ginjal, keyakinan, dan kepercayaan terhadap penyakit gagal ginjal kronik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan diet dengan kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini adalah penelitian korelatif kuantitatif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan Agustus 2022 dengan sampel sebanyak 50 orang. Dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji statistik Spearman’s rho. Hasil uji korelasi rank spearman rho dengan signifikansi p value sebesar α (0,05) didapatkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,663. Karena nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 < α (0,05) maka hipotesis penelitian diterima yang berarti ada hubungan tingkat pengetahuan diet dengan kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa Rumah Sakit Husada Utama Surabaya dengan kekuatan korelasi dalam kategori hubungan kuat. Diharapkan rumah sakit dapat mengadakan edukasi atau diskusi dengan berbagai metode atau media terutama tentang pengetahuan yang berhubungan dengan pengetahuan diet dengan kepatuhan diet untuk mempertahankan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik
PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI SENAM ERGONOMIK TERHADAP PERUBAHAN NILAI MEAN ARTERIAL PRESSURE PADA LANJUT USIA PENDERITA HIPERTENSI Retnowulan, Diana; Yulianto, Yulianto
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, April 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i2.343

Abstract

Hipertensi sering diberi gelar the sillent killer karena penyakit ini merupakan pembunuh tersembunyi, dimana orang tidak mengetahui dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darah. Penderita hipertensi harus selalu memastikan tekanan darah mereka dalam kondisi terkontrol guna menghindarkan penderita hipertensi dari kekambuhan akibat peningkatan tekanan darah. Salah satu terapi komplementer yang dapat diaplikasikan untuk mengendalikan tekanan darah adalah dengan melakukan senam ergonomic secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai mean arterial pressure setelah diberikan senam ergonomik terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Desain penelitian menggunakan quasy experimental dengan pendekatan one group pretest-post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lanjut usia penderita hipertensi di Dusun Janti Desa Wunut Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto sebanyak 24 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai MAP pada lansia hipertensi sebelum senam ergonomik rata-rata pada hari pertama sebesar 110,92, dan sesudah senam ergonomik rata-rata nilai MAP setelah Latihan keempat sebesar 99,17. Penurunan nilai MAP rata-rata sebesar 11,79. Hasil analisa data menunjukkan p value : 0,000 sehingga ada pengaruh senam ergonomik terhadap perubahan nilai MAP pada lansia hipertensi di Dusun Janti Desa Wunut Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Senam ergonomic dapat menurunkan nilai MAP pada lansia hipertensi. menyebabkan aktivasi sistem saraf parasimpatis akan menghambat stimulasi sistem saraf simpatis. Terhambatnya sistem saraf simpatis akan menyebabkan penurunan curah jantung dan penurunan tahanan perifer sehingga terjadi vasodilatasi. Gabungan vasodilatasi dan penurunan curah jantung akan menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU GOSOK GIGI ANAK USIA SEKOLAH Sholikhah, Afifatus; Lactona, Iil Dwi
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, April 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i2.345

Abstract

Permasalahan gigi anak dapat mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya yang diakibatkan kurangnya pengetahuan orang tua terhadap pentingnya kebersihan gigi. Gosok gigi merupakan hal dasar yang dapat menjaga kesehatan dan kebersihan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan perilaku gosok gigi anak usia sekolah (6-12 tahun) di Desa Tempuran Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode jenis Non-Experimental (penelitian korelasi). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Sampel yang digunakan yaitu 36 responden di Desa Tempuran Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Analisis data menggunakan uji spearman Rho. Hasil data penelitian ini yaitu diperoleh nilai signifikasi sebesar (0,000) dengan nilai standart signifikasi p < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan yang sangat kuat diketahui dari koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,762 yaitu 76,2%. Berdasarkan uraian diatas terbukti bahwa adanya hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan perilaku gosok gigi anak usia sekolah. Semakin baik pengetahuan orang tua maka perilaku anak dalam menggosok gigi juga akan baik, begitupun sebaliknya. Oleh karena itu diharapkan para orang tua untuk lebih memperhatikan kesehatan gigi anak dengan cara mencari informasi penting tentang perawatan gigi secara baik dan benar
EFEKTIVITAS PEMBERIAN HEALTH EDUCATION TENTANG TARIAN TEPUNG SELACI PUPUT TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PADA SISWA Hidayati, Arini; Suwanti, Iis
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, April 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i2.346

Abstract

Cuci tangan enam langkah merupakan salah satu upaya prefentif untuk menghindari terjadinya infeksi pada anak. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk memastikan anak dapat melakukan cuci tangan enam langkah dengan cara melakukan transfer iptek kepada anak dengan cara health education menggunakan tarian tepung selaci puput. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis health education tentang tarian tepung selaci puput efektif terhadap perilaku cuci tangan pada siswa kelas 3 di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muhsinun Mojokerto. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Jumlah sampel yang diambil seluruh siswa kelas 3 di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muhsinun Mojokerto sebanyak 70 siswa dengan menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan checklist, setelah data-data terkumpul kemudian dilakukan analisa data dengan cara editing, coding, scoring, tabulating, dan yang terakhir dianalisa dengan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdiri dari 2 kelompok dengan jumlah 70 responden didapati hasil akhir data pre dan post yang signifikan pada kelompok A berjumlah 37 responden yang diberikan health education dengan metode tarian tepung selaci puput sebesar 0,058. Sedangkan hasil akhir data pre dan post pada kelompok B yang berjumlah 33 responden yang tidak diberikan intervensi tidak signifikan dengan jumlah sebesar 0,046. Hasil penelitian ini menemukan bahwa health education tentang tarian tepung selaci puput efektif terhadap perilaku cuci tangan pada siswa kelas 3 Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muhsinun Mojokerto. Setelah melihat hasil penelitian ini, maka pemberian health education dengan metode tarian tepung selaci puput efektif terhadap perilaku cuci tangan pada anak
PENGARUH PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN OBAT ANTIBIOTIK Asyim, Raden Bagus; Rusdi, Moh.
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, April 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i2.352

Abstract

Semenjak antiobiotik pertama kali ditemukan hingga saat ini angka penggunaan antibiotik semakin meningkat, salah satu obat yang paling sering disalahgunakan karena mudah didapatkan sehingga mengakibatkan resistensi antibiotik yaitu sebagai kegagalan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dengan pemberian antibiotik secara sistemik pada dosis normal atau pada konsentrasi dosis penghambatan minimum, kondisi ini bisa membawa risiko tersendiri di dunia kesehatan nasional maupun global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelayanan informasi obat terhadap tingkat pengetahuan obat antibiotik pada masyarakat di Kampung Pangeran Ami Kabupaten Sumenep. Desain penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Dengan teknik sampling consecutive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 30 responden yaitu masyarakat yang tinggal di Kampung Pangeran Ami. Setelah itu data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dengan uji paired sampels t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian ini memperlihatkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang obat antibiotik (pretest) dalam kategori kurang sebanyak 22 orang (73%), sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang obat antibiotik (posttest) dalam kategori baik sebanyak 20 orang (67%). Hasil uji paired sampels t-test dan diperoleh nilai signifikan ρ = 0,000 dan α = 0,05 atau (α<0,05) yang berarti H1 diterima artinya ada pengaruh pelayanan informasi obat terhadap tingkat penetahuan obat antibiotik pada masyarakat di Kampung Pangeran Ami. Kesimpulannya adalah terjadi peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan responden saat pretest dibandingkan dengan posttest atau setelah pemberian informasi tentang obat antibiotik. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian informasi tentang obat antibiotik dengan menggunakan leaflet dapat diterima dengan baik oleh responden sehingga terdapat pengaruh pelayanan informasi obat terhadap tingkat pengetahuan obat antibiotik

Page 7 of 12 | Total Record : 120