cover
Contact Name
Mokhammad Miftakhul Huda
Contact Email
fenomenaj9@gmail.com
Phone
+6285649117381
Journal Mail Official
fenomenaj9@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No.1, Karang Mluwo, Mangli, Kaliwates, Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FENOMENA: Journal of Social Science
ISSN : 14125439     EISSN : 26567369     DOI : https://doi.org/10.35719/fenomena.v22i2
Core Subject : Social,
Aims, Focus And Scope A. Aims: FENOMENA is a leading peer-reviewed and open-access journal, which publishes scholarly works of researchers and scholars from around the world and specializes in the Social Sciences. The journal also has a strong interest in the scientific development of theory that is of global significance. B. Focus: This journal focuses on publishing the highest quality scientific articles emphasizing contemporary Asian issues with interdisciplinary and multidisciplinary approaches. C. Scope: This journal seeks to publish articles that deal with educational development, politics, law, humanities and cultural studies, and economic issues in Asia. Its scope consists of: 1. Education (Curriculums, Teaching, and Learning, Islamic Education, Educational Technology); 2. Politics (Structure and Agency in Social Dynamics, the Role of Government and Non-Governmental Organizations, Concepts and Practical Sociology, Islamic Politics, Government and Public Administration); 3. Law (Human Rights, Social Justice, Islamic Law, Criminal Law, International Relations, Civil Law, Constitutional Law, Customary Law); 4. Humanities and Cultural Studies (Cultural Studies as a Constitutive field, Religion Studies, Islamic Studies, Philosophy, Ethics, Consciousness, Cross-cultural studies, Theology, Psychology, Spirituality, Human Geography, Anthropology, Local Wisdom); 5. Economics (Business and Entrepreneurship, Management, Accounting, Public Finance, Economic Development, and Islamic Economics).
Articles 576 Documents
Upaya Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin: Penerapan Teknologi Tepat Guna oleh Yayasan Dian Desa di Desa Timbulrejo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta: Efforts of Non-Governmental Organizations in Empowering the Poor: The Application of Appropriate Technology by the Dian Desa Foundation in Timbulrejo Village, Bantul, Special Region of Yogyakarta Sofyan Hadi
Fenomena Vol 4 No 2 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v4i2.376

Abstract

The prevalence of rural poverty and limited community access to environmentally friendly and socially acceptable technology constitute a critical issue that requires empowerment-based interventions. Non-Governmental Organizations (NGOs) such as Dian Desa have emerged as non-state actors developing empowerment models through appropriate technology. This study aims to describe the poverty alleviation efforts undertaken by the Dian Desa Foundation in Timbulharjo Village, Bantul, Yogyakarta. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed interactively using the Miles and Huberman model. The findings show that the application of Sodis technology (Solar Water Disinfection) successfully improved access to clean drinking water through participatory and dissemination approaches. In conclusion, effective empowerment is achieved through facilitation, educational roles, representation, and technical skills. It is recommended that local and national networks be strengthened and program sustainability be ensured through a revolving fund mechanism. Maraknya kemiskinan pedesaan dan keterbatasan akses masyarakat terhadap teknologi yang ramah lingkungan serta mudah diterima secara sosial menjadi isu krusial yang memerlukan intervensi berbasis pemberdayaan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Dian Desa hadir sebagai aktor non-pemerintah yang mengembangkan model pemberdayaan melalui teknologi tepat guna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya pemberdayaan masyarakat miskin yang dilakukan Yayasan Dian Desa di Desa Timbulharjo, Bantul, Yogyakarta. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara interaktif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi Sodis (Solar Water Disinfektan) berhasil meningkatkan akses air minum bersih melalui pendekatan partisipatif dan diseminasi. Kesimpulannya, pemberdayaan efektif dilakukan melalui pendampingan, peran pendidikan, fasilitasi, perwakilan, serta keterampilan teknis. Direkomendasikan penguatan jaringan kerja lokal dan nasional serta keberlanjutan program dengan pendekatan dana bergulir.
Alih Kode dalam Komunikasi Lisan Peserta Workshop Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Participatory Action Research (PAR) Dosen PTAI se-Karesidenan Besuki, 26–28 Mei 2005: Code-Switching in the Oral Communication of Participants in the Community Service Workshop Based on Participatory Action Research (PAR) for Islamic Higher Education Lecturers in the Besuki Residency, May 26–28, 2005 Abd. Rahman Ds
Fenomena Vol 4 No 2 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v4i2.377

Abstract

Code-switching in multilingual academic settings remains underexplored, particularly in community service training within Indonesia’s higher education. This study examines the forms and triggers of code-switching in oral communication among bilingual/multilingual lecturers during a Participatory Action Research (PAR) workshop in Jember (May 26–28, 2005). Using descriptive qualitative methods—observation and interviews—the data were analyzed through discourse analysis. Findings reveal eight code-switching forms, predominantly Indonesian-to-Javanese, followed by Madurese, Bugis, English, and Arabic. These shifts are driven by social solidarity, respect, social class, topic choice, cultural distance, regional dialect, and intimacy. The study concludes that code-switching functions as a strategic tool for politeness and solidarity. Recommendations include fostering more inclusive, Indonesian-based academic interactions to enhance campus harmony. Fenomena alih kode dalam komunikasi lisan di lingkungan akademik multibahasa masih jarang diteliti, khususnya pada pelatihan pengabdian masyarakat perguruan tinggi agama Islam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan faktor penyebab alih kode dalam komunikasi lisan dosen bilingual/multilingual pada workshop Participatory Action Research (PAR) di Jember (26–28 Mei 2005). Melalui metode deskriptif kualitatif dengan observasi dan wawancara, data dianalisis menggunakan pendekatan analisis wacana. Hasil penelitian menemukan delapan bentuk alih kode, dengan alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa sebagai yang paling dominan, diikuti Madura, Bugis, Inggris, dan Arab. Faktor penyebabnya meliputi solidaritas sosial, rasa hormat, kelas sosial, pilihan topik, jarak budaya, dialek regional, dan keakraban. Kesimpulannya, alih kode berfungsi sebagai strategi kesantunan dan solidaritas. Rekomendasi penelitian ini mendorong terciptanya interaksi akademik berbasis bahasa Indonesia yang santun demi keharmonisan kampus.
Teaching Speaking Skills in English Classes at MTs Ma'ruf Wuluhan Jember Moch. Imam Machfudi
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.378

Abstract

The declining quality of speaking skills among Indonesian junior high school students remains a persistent issue in English as a Foreign Language (EFL) contexts. This study addresses the gap between curriculum expectations and students’ actual oral performance by examining how speaking instruction is integrated with other language skills. The research aims to describe the techniques and media used to teach speaking at MTs Ma’arif Wuluhan Jember. A qualitative approach was employed, using classroom observation, interviews, and documentation across three grade levels, with data analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings show that teachers integrate speaking into reading, listening, and writing activities through techniques such as reading aloud, repetition drills, question-and-answer, dialogue practice, storytelling, group discussion, role-play, and picture description. Media used include real objects, flashcards, tape recorders, and VCD players. The study concludes that integrative teaching, supported by appropriate media, enhances speaking effectiveness. Recommendations include ongoing teacher training and curriculum alignment to foster consistent oral practice. Menurunnya kualitas keterampilan berbicara bahasa Inggris pada siswa SMP/MTs di Indonesia masih menjadi isu krusial dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Penelitian ini menjawab kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan kemampuan berbicara siswa dengan mengeksplorasi integrasi pembelajaran berbicara dengan keterampilan lain. Tujuannya mendeskripsikan teknik dan media pengajaran berbicara di MTs Ma’arif Wuluhan Jember. Metode kualitatif digunakan melalui observasi kelas, wawancara, dan dokumentasi pada tiga tingkatan kelas, dengan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan guru mengintegrasikan keterampilan berbicara ke dalam membaca, menyimak, dan menulis melalui teknik membaca nyaring, drill repetisi, tanya-jawab, praktik dialog, bercerita, diskusi kelompok, bermain peran, dan deskripsi gambar. Media yang digunakan antara lain benda nyata, kartu bergambar, tape recorder, dan VCD player. Kesimpulannya, pengajaran terintegrasi dengan media efektif meningkatkan kemampuan berbicara. Rekomendasi mencakup pelatihan guru berkelanjutan dan penyesuaian kurikulum untuk praktik lisan yang konsisten.
An Analysis of the Use of Multiple Languages Among Sellers at Mangli Market, Jember, to Maintain Positive Transactional Interactions with Their Buyers in 2004 Dwi Puspitarini
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.379

Abstract

Multilingualism in traditional markets creates communication challenges between sellers and buyers from different ethnic and social backgrounds. This study aims to describe language use, the influence of social status, and sellers' strategies for maintaining effective transactional interactions in Pasar Mangli, Jember. Using a descriptive-qualitative approach with purposive sampling, data were collected through observation, questionnaires, and interviews with 200 sellers. The findings reveal that three languages are used: Javanese, Madurese, and Indonesian. Social status significantly influences language choice, with large sellers tending to master all three languages and using code-switching as their main strategy, while small sellers have more limited proficiency. The most effective strategy is switching to the buyer's language. This study recommends integrating an understanding of code-switching into communication training for traders in multiethnic markets. Fenomena multilingualisme di pasar tradisional menciptakan tantangan komunikasi antara penjual dan pembeli yang berasal dari latar belakang etnis dan sosial berbeda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa, pengaruh status sosial, dan strategi penjual dalam menjaga interaksi transaksional yang baik di Pasar Mangli, Jember. Menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara terhadap 200 penjual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bahasa yang digunakan: Bahasa Jawa, Bahasa Madura, dan Bahasa Indonesia. Status sosial sangat memengaruhi pilihan bahasa, di mana penjual besar cenderung menguasai ketiga bahasa dan menggunakan alih kode sebagai strategi utama, sementara penjual kecil lebih terbatas kemampuannya. Strategi yang paling efektif adalah beralih ke bahasa pembeli. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pemahaman alih kode dalam pelatihan komunikasi bagi pedagang di pasar multietnis.
Pengaruh Otonomi Daerah terhadap Pengembangan Pondok Pesantren di Kabupaten Jember: The Impact of Regional Autonomy on the Development of Islamic Boarding Schools in Jember Regency Miftah Arifin
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.380

Abstract

Since 2001, Indonesia’s implementation of regional autonomy has shifted significant governance responsibilities to local authorities, yet its impact on traditional Islamic education institutions remains underexplored. This study investigates how regional autonomy influences the development of pondok pesantren in Jember Regency, focusing on educational, economic, and human resource dimensions. Using a qualitative approach with purposive sampling, data were collected through in-depth interviews with government officials, religious leaders, pesantren administrators, and students, as well as documentary analysis. Findings reveal that despite increased local government authority and various material and non-material aid programs—such as funding, skills training, and health services—regional autonomy has not significantly altered the vision, mission, or operational status of pesantren. Most pesantren continue to operate independently, showing little perceived benefit from autonomy policies. Administrators possess only a superficial understanding of regional autonomy laws, and government assistance often lacks targeting and coordination. The study concludes that regional autonomy has yet to produce meaningful impacts on pesantren development and recommends systematic accreditation, data-driven classification, and closer collaboration between local government and the religious affairs office to ensure equitable and effective support. Penerapan otonomi daerah di Indonesia sejak tahun 2001 telah mengalihkan wewenang pemerintahan yang signifikan kepada pemerintah daerah, namun dampaknya terhadap lembaga pendidikan Islam tradisional masih jarang diteliti. Penelitian ini mengkaji pengaruh otonomi daerah terhadap pengembangan pondok pesantren di Kabupaten Jember, dengan fokus pada aspek pendidikan, ekonomi, dan sumber daya manusia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan sampel purposif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah, tokoh agama, pengelola pesantren, dan santri, serta analisis dokumenter. Temuan menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan kewenangan pemerintah daerah dan berbagai program bantuan material maupun non-material—seperti dana, pelatihan keterampilan, dan layanan kesehatan—otonomi daerah belum secara signifikan mengubah visi, misi, atau status operasional pesantren. Sebagian besar pesantren tetap berjalan mandiri dan tidak merasakan manfaat nyata dari kebijakan otonomi. Para pengasuh pesantren hanya memahami otonomi daerah secara dangkal, dan bantuan pemerintah sering kali tidak tepat sasaran serta kurang terkoordinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa otonomi daerah belum memberikan dampak berarti terhadap pengembangan pesantren, dan merekomendasikan akreditasi sistematis, klasifikasi berbasis data, serta kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan kantor agama untuk memastikan dukungan yang merata dan efektif.
Pengetahuan dan Kekuasaan dalam Orientalisme: Kajian atas Pemikiran Edward W. Said: Knowledge and Power in Orientalism: A Study on the Thought of Edward W. Said M. Nur Harisuddin
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.381

Abstract

Orientalist studies have long been regarded as objective knowledge, but Edward W. Said deconstructed this perception by showing that orientalism is laden with ideological interests, including the colonization of the Oriental world. This study aims to examine Said's ideas on the relationship between knowledge and power in orientalism and to test this connection empirically. Using library research with descriptive-analytical methods, content analysis, and hermeneutics to interpret Said's key texts, the findings reveal that, for Said, orientalism is not a neutral discourse but an instrument of Western imperialism that legitimizes Western superiority over Eastern inferiority through dichotomies such as rational versus irrational and advanced versus backward. In conclusion, knowledge in orientalism is power used to dominate the East, and it is recommended that Said's critical reading model be further developed to balance the dialogue between East and West. Studi orientalisme selama ini dianggap sebagai pengetahuan yang objektif, namun Edward W. Said justru mendekonstruksi anggapan tersebut dengan menunjukkan bahwa orientalisme sarat dengan kepentingan ideologis, termasuk kolonisasi terhadap dunia Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gagasan Said tentang hubungan antara pengetahuan dan kekuasaan dalam orientalisme serta menguji keterkaitan tersebut secara faktual. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan analisis isi (content analysis), serta hermeneutika untuk menafsirkan teks-teks kunci Said. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi Said, orientalisme bukanlah wacana netral, melainkan instrumen imperialisme Barat yang membenarkan superioritas Barat atas inferioritas Timur melalui dikotomi rasional versus irasional, maju versus terbelakang. Kesimpulannya, pengetahuan dalam orientalisme adalah kekuasaan yang digunakan untuk menguasai Timur, sehingga direkomendasikan agar pembacaan kritis model Said terus dikembangkan untuk menyeimbangkan dialog antara Timur dan Barat.
Penerapan Maksim Tutur dan Prinsip Sopan Santun dalam Komunikasi Verbal di STAIN Jember: The Application of Conversational Maxims and Politeness Principles in Verbal Communication at the State Islamic College (STAIN) Jember Abd. Rahman Ds
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.382

Abstract

A critical issue in academic verbal communication is balancing effective information transfer with respect for interlocutors. This study aims to describe how Grice's conversational maxims and Leech's politeness principles are applied in interactions among lecturers, students, and leaders at STAIN Jember. This qualitative research employed observation and recording of utterances, which were analyzed using an interactive model. The findings reveal that speech acts of conveying information use eight patterns, such as comment and comment-question patterns, and generally fulfill the cooperative principle. However, violations of the quality, quantity, and manner maxims were found in several patterns, including unsubstantiated comments and wordy utterances. Politeness principle violations mainly occurred in the sympathy and modesty maxims. In conclusion, the implementation of conversational maxims and politeness at STAIN Jember is adequate but requires improvement in informational accuracy and respect, especially in exam and hierarchical contexts. Integrating pragmatics into Indonesian language courses is recommended. Fenomena krusial dalam komunikasi verbal di lingkungan akademik adalah perlunya keseimbangan antara penyampaian informasi yang efektif dan penghormatan terhadap mitra tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan maksim percakapan (Grice) dan prinsip kesopanan (Leech) dalam interaksi dosen-mahasiswa, dosen-dosen, serta dosen-pimpinan di STAIN Jember. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi dan pencatatan tuturan, lalu dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur menyampaikan informasi menggunakan delapan pola, seperti pola komentar dan komentar-pertanyaan, yang secara umum memenuhi prinsip kerja sama. Namun ditemukan pelanggaran maksim kualitas, kuantitas, dan tata cara pada beberapa pola, seperti komentar yang tidak berbukti dan ujaran bertele-tele. Pelanggaran prinsip kesopanan terutama terjadi pada maksim simpati dan kerendahan hati. Kesimpulannya, penerapan maksim tutur dan kesopanan di STAIN Jember sudah cukup baik namun masih perlu perbaikan pada aspek ketepatan informasi dan rasa hormat, terutama dalam situasi ujian dan interaksi hirarkis. Disarankan integrasi materi pragmatik dalam mata kuliah bahasa Indonesia.
Pendidikan Seks di Pondok Pesantren: Studi Kasus di Yayasan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Bustanul Ulum Curahkalong, Bangsalsari, Jember: Sex Education in Islamic Boarding Schools: A Case Study at the Bustanul Ulum Islamic Boarding School Educational Foundation, Curahkalong, Bangsalsari, Jember Dyah Nawangsari
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.383

Abstract

Sex education in Islamic boarding schools is often perceived as rigid and doctrinal, despite the urgent need for religiously appropriate guidance on sexual drives amid global information flows. This study aims to describe the materials, strategies, and outcomes of sex education at Bustanul Ulum Islamic Boarding School in Jember. A qualitative case study approach was employed, using in-depth interviews, participant observation, and documentation. The findings reveal that sex education materials are drawn from classical texts such as Syarh ‘Uqud al-Lujain and Qurrat al ‘Uyun, and are integrated into fiqh, tafsir, hadith, and tasawuf. Teaching strategies include the bandongan and bahts al-masail methods, although the integration of modern health perspectives remains limited. The success of sex education is evidenced by students’ awareness of reproductive hygiene through thaharah, their ability to maintain appropriate cross-gender relationships, and the low incidence of sexual deviance. This study recommends strengthening the integration of classical texts and modern medical knowledge in the pesantren curriculum. Pendidikan seks di lingkungan pondok pesantren sering kali dipandang kaku dan doktrinal, padahal kebutuhan akan pengaturan pemenuhan naluri seksual yang sesuai syariat sangat mendesak di tengah arus informasi global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan materi, strategi, dan keberhasilan pendidikan seks di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Jember. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pendidikan seks bersumber dari kitab-kitab klasik seperti Syarh ‘Uqud al-Lujain dan Qurrat al ‘Uyun, serta terintegrasi dalam fiqh, tafsir, hadits, dan tasawuf. Strategi penyampaian menggunakan metode bandongan dan bahts al-masail, meskipun belum memadukan perspektif ilmu kesehatan modern secara optimal. Keberhasilan pendidikan seks tercermin dari kesadaran santri menjaga kebersihan reproduksi melalui thaharah, kemampuan menjaga pergaulan dengan lawan jenis, dan minimnya penyimpangan seksual. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kolaborasi antara kitab klasik dan pengetahuan medis modern dalam kurikulum pesantren.
Hubungan antara Pola Asuh Islami dengan Kematangan Beragama pada Remaja dalam Budaya Masyarakat Jawa: The Relationship between Islamic Parenting and Religious Maturity among Adolescents in Javanese Society Fuadatul Huroniyah
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.384

Abstract

Contemporary advances in science and technology have led to social and cultural changes among adolescents, often distancing them from religious values, yet there is a paradoxical trend of religious deepening among youth. This study aimed to examine the correlation between Islamic parenting and religious maturation in Javanese adolescents. A quantitative approach was employed, using purposive random sampling of 184 students from MAN 1 Yogyakarta, aged 15-18 years. Data were collected using Islamic parenting and religious maturation scales and analyzed using regression analysis. The results revealed a significant positive correlation between Islamic parenting and religious maturation (r = 0.743, p = 0.000), with an effective contribution of 55.30%. This indicates that Islamic parenting based on the Qur'an and Hadith serves as a strong predictor of religious maturation among Javanese adolescents. The study concludes that parents should consistently apply Islamic parenting principles while preserving local cultural values to foster religious maturity in their children. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini memunculkan perubahan sosial dan budaya di kalangan remaja yang cenderung menjauhkan mereka dari nilai-nilai agama, namun di sisi lain terjadi peningkatan semangat pendalaman ajaran agama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pola asuh Islami dengan kematangan beragama pada remaja Jawa. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan purposive random sampling terhadap 184 siswa MAN 1 Yogyakarta berusia 15-18 tahun. Data dikumpulkan melalui skala pola asuh Islami dan skala kematangan beragama, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pola asuh Islami dengan kematangan beragama (r = 0,743, p = 0,000) dengan sumbangan efektif sebesar 55,30%. Hal ini menunjukkan bahwa pola asuh Islami yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis merupakan prediktor kuat terhadap kematangan beragama remaja Jawa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa orang tua hendaknya konsisten menerapkan pola asuh Islami sembari tetap mewariskan nilai-nilai budaya lokal untuk membina kematangan beragama anak.
Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Madrasah Aliyah (MA) Al-Maarif Kencong Jember: Implementation of the Competency-Based Curriculum at Madrasah Aliyah (MA) Al-Maarif, Kencong, Jember M. Walid
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.385

Abstract

The Indonesian government's effort to improve educational quality through the Competency-Based Curriculum (KBK) faces critical challenges in madrasah settings, particularly in balancing national standards with Islamic values. This study investigates KBK implementation at Madrasah Aliyah Al-Ma'arif Kencong Jember, focusing on how the curriculum is operationalized in a pesantren-based environment. Using a qualitative case study with a phenomenological approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentary analysis, with informants selected via purposive sampling. The findings show that KBK was piloted in 2004/2005 and fully implemented by 2005/2006, with 70% of teachers preparing learning plans. However, supporting factors, such as strong commitment from school leadership and community participation, contrast with significant obstacles, including limited learning resources, overcrowded classrooms (45-50 students per class), and inadequate physical facilities. The study concludes that while KBK implementation is unique and integrates national syllabi with Islamic and pesantren values, financial and infrastructural limitations hinder optimal outcomes. Recommendations include increasing government funding, reducing class sizes, and providing continuous teacher training. Upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menghadapi tantangan krusial di lingkungan madrasah, terutama dalam menyeimbangkan standar nasional dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini mengkaji implementasi KBK di Madrasah Aliyah Al-Ma'arif Kencong Jember, dengan fokus pada bagaimana kurikulum dioperasionalkan dalam lingkungan berbasis pesantren. Menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumenter, dengan informan dipilih secara purposive sampling. Temuan menunjukkan bahwa KBK dirintis pada 2004/2005 dan dilaksanakan total pada 2005/2006, dengan 70% guru telah menyiapkan rencana pembelajaran. Namun, faktor pendukung seperti komitmen kuat pimpinan sekolah dan partisipasi masyarakat kontras dengan hambatan signifikan, termasuk terbatasnya sumber belajar, ruang kelas yang padat (45-50 siswa per kelas), dan fasilitas fisik yang tidak memadai. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun implementasi KBK bersifat unik dan memadukan silabi nasional dengan nilai pesantren, keterbatasan finansial dan infrastruktur menghambat hasil optimal. Rekomendasi meliputi peningkatan bantuan pemerintah, pengurangan jumlah siswa per kelas, dan pelatihan guru berkelanjutan.

Filter by Year

2002 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 1 (2026): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 24 No 2 (2025): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 24 No 1 (2025): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 23 No 2 (2024): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 23 No 1 (2024): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 22 No 2 (2023): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 22 No 2 (2023): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 22 No 1 (2023): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 22 No 1 (2023): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 21 No 1 (2022): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 21 No 1 (2022): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 20 No 2 (2021): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 20 No 2 (2021): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 20 No 1 (2021): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 20 No 1 (2021): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 19 No 2 (2020): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 19 No 2 (2020): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 19 No 1 (2020): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 19 No 1 (2020): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 18 No 2 (2019): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 18 No 2 (2019): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 18 No 1 (2019): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 18 No 1 (2019): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 17 No 2 (2018): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 17 No 1 (2018): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 16 No 2 (2017): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 16 No 1 (2017): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 15 No 2 (2016): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 15 No 1 (2016): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 14 No 2 (2015): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 14 No 1 (2015): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 13 No 1 (2014): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 12 No 2 (2013): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 12 No 1 (2013): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 11 No 2 (2012): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 11 No 1 (2012): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 10 No 2 (2011): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 10 No 1 (2011): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 9 No 2 (2010): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 9 No 1 (2010): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 8 No 2 (2009): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 8 No 1 (2009): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 7 No 2 (2008): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 7 No 1 (2008): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 6 No 2 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 5 No 2 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 4 No 2 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 4 No 1 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 3 No 2 (2004): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 3 No 1 (2004): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 2 No 2 (2003): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 2 No 1 (2003): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 1 No 2 (2002): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 1 No 1 (2002): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember More Issue