cover
Contact Name
Mokhammad Miftakhul Huda
Contact Email
fenomenaj9@gmail.com
Phone
+6285649117381
Journal Mail Official
fenomenaj9@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No.1, Karang Mluwo, Mangli, Kaliwates, Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FENOMENA: Journal of Social Science
ISSN : 14125439     EISSN : 26567369     DOI : https://doi.org/10.35719/fenomena.v22i2
Core Subject : Social,
Aims, Focus And Scope A. Aims: FENOMENA is a leading peer-reviewed and open-access journal, which publishes scholarly works of researchers and scholars from around the world and specializes in the Social Sciences. The journal also has a strong interest in the scientific development of theory that is of global significance. B. Focus: This journal focuses on publishing the highest quality scientific articles emphasizing contemporary Asian issues with interdisciplinary and multidisciplinary approaches. C. Scope: This journal seeks to publish articles that deal with educational development, politics, law, humanities and cultural studies, and economic issues in Asia. Its scope consists of: 1. Education (Curriculums, Teaching, and Learning, Islamic Education, Educational Technology); 2. Politics (Structure and Agency in Social Dynamics, the Role of Government and Non-Governmental Organizations, Concepts and Practical Sociology, Islamic Politics, Government and Public Administration); 3. Law (Human Rights, Social Justice, Islamic Law, Criminal Law, International Relations, Civil Law, Constitutional Law, Customary Law); 4. Humanities and Cultural Studies (Cultural Studies as a Constitutive field, Religion Studies, Islamic Studies, Philosophy, Ethics, Consciousness, Cross-cultural studies, Theology, Psychology, Spirituality, Human Geography, Anthropology, Local Wisdom); 5. Economics (Business and Entrepreneurship, Management, Accounting, Public Finance, Economic Development, and Islamic Economics).
Articles 576 Documents
Pendidikan Pesantren Berperspektif Gender: Gender Perspective in Islamic Boarding School Education St. Mislikhah
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.397

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia have strategic potential as agents of social change, yet many still perpetuate patriarchal norms and gender bias in their curricula and teaching methods. This study describes how gender-perspective education is implemented at Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, focusing on the curriculum and learning methodologies. A qualitative case study approach was employed, using observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using an interactive model involving data reduction, display, and verification, with credibility ensured through extended observation and triangulation. The findings reveal that a gender perspective is integrated into the pesantren curriculum, although no standalone gender subject exists. Gender messages are embedded in classical kitab kuning studies, while role modeling and gender mainstreaming are practiced in daily activities. Learning methods such as sorogan, bandongan, and memorization are adapted to encourage critical thinking, avoid segregation, and provide equal opportunities for male and female students. The study concludes that gender-responsive education at Nurul Islam is viable through curriculum integration, egalitarian role modeling, and inclusive pedagogy. Recommendations include formalizing gender materials and providing continuous teacher training to sustain institutional transformation toward gender justice. Pesantren di Indonesia memiliki potensi strategis sebagai agen perubahan sosial, namun banyak di antaranya masih melestarikan norma patriarkhi dan bias gender dalam kurikulum serta metode pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendidikan berperspektif gender di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, khususnya pada kurikulum dan metodologi pembelajaran. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus digunakan, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data model interaktif meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data, dengan uji kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berperspektif gender diintegrasikan ke dalam materi kitab kuning tanpa mata pelajaran khusus. Pesan-pesan gender disisipkan dalam pembelajaran, keteladanan perilaku responsif gender diberikan, dan pengarusutamaan gender dilakukan dalam seluruh aktivitas. Metode sorogan, bandongan, dan hafalan disesuaikan untuk mendorong berpikir kritis, tanpa segregasi, serta memberikan kesempatan setara bagi santri laki-laki dan perempuan. Kesimpulannya, pendidikan responsif gender di pesantren dapat diwujudkan melalui integrasi kurikulum, keteladanan, dan metode inklusif. Rekomendasi mencakup formalisasi materi gender dan pelatihan berkelanjutan bagi pengajar.
Hubungan antara Pola Kepemimpinan Kyai dengan Perilaku Asertif Santri: The Relationship Between Kyai’s Leadership Patterns and Students’ Assertive Behavior Fuadatul Huroniyah
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.398

Abstract

The passive obedience of santri to kyai in Indonesian pesantren often hinders their critical thinking and assertiveness, raising concerns about the development of their cognitive and social skills. Drawing on Bass and Avolio’s transformational and transactional leadership theories and Rathus and Nevis’s assertiveness theory, this study examines the relationship between kyai leadership patterns and santri assertive behavior in modern and salaf pesantren. A quantitative approach was used, employing validated scales with 410 santri from Pondok Pesantren Nurul Islam (modern) and Al-Inaroh (salaf) in East Java. Data were analyzed using linear regression. Results showed a significant positive relationship between transformational leadership and assertive behavior in modern pesantren (r=0.272, p<0.05), but no significant relationship for transactional leadership in modern pesantren or for either leadership style in salaf pesantren. It is concluded that transformational leadership enhances santri assertiveness only in modern pesantren contexts. Future research should extend to other educational institutions and include additional relevant variables. Kepatuhan pasif santri kepada kyai di pesantren Indonesia sering menghambat kemampuan berpikir kritis dan perilaku asertif mereka, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang perkembangan kognitif dan sosial. Berdasarkan teori kepemimpinan transformasional dan transaksional dari Bass dan Avolio serta teori asertif dari Rathus dan Nevis, penelitian ini bertujuan menguji hubungan pola kepemimpinan kyai dengan perilaku asertif santri di pesantren modern dan salaf. Metode kuantitatif digunakan dengan skala teruji pada 410 santri dari Pondok Pesantren Nurul Islam (modern) dan Al-Inaroh (salaf) di Jawa Timur. Data dianalisis dengan regresi linear. Hasil menunjukkan hubungan positif signifikan antara kepemimpinan transformasional dan perilaku asertif di pesantren modern (r=0,272, p<0,05), namun tidak ada hubungan signifikan untuk kepemimpinan transaksional di pesantren modern maupun kedua gaya kepemimpinan di pesantren salaf. Kesimpulannya, kepemimpinan transformasional meningkatkan asertivitas santri hanya dalam konteks pesantren modern. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan institusi pendidikan lain dan variabel tambahan.
Corak Hadis dalam Kitab Sunan Imam Abu Dawud: The Characteristics of Hadith in the Sunan of Imam Abu Dawud M. Nur Harisuddin
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.399

Abstract

Muslims often accept Sunan Abu Dawud without critical awareness, even though it contains not only authentic hadiths but also hasan and weak hadiths. As part of the kutub as-sittah, Sunan Abu Dawud focuses on legal hadiths (ahkam), organizing its chapters by fiqh themes. This library research, using content analysis, aims to identify the characteristics of hadiths in Sunan Abu Dawud and provide guidance on how to quote them. The main findings show that Abu Dawud himself stated that his book contains authentic hadiths, those resembling authentic (hasan li ghairihi), those close to authentic (hasan li dzatihi), and weak hadiths that he either commented on or left unremarked. Although considered a primary reference, weak hadiths in Sunan Abu Dawud may still be used to support the virtues of deeds but not as strong legal foundations. This study recommends that users of Sunan Abu Dawud be selective, avoid quoting hadiths left uncommented by Abu Dawud without deep study, and understand that the category of weak here differs from that of later scholars. Penerimaan umat Islam terhadap kitab Sunan Abu Dawud seringkali tanpa kesadaran kritis, padahal kitab ini tidak hanya memuat hadits sahih tetapi juga hadits hasan dan dhoif. Sebagai bagian dari kutub as-sittah, Sunan Abu Dawud difokuskan pada hadits-hadits ahkam (hukum), sehingga sistematikanya mengikuti bab-bab fikih. Penelitian kepustakaan dengan metode analisis isi ini bertujuan mengidentifikasi corak hadits dalam Sunan Abu Dawud serta memberikan panduan dalam pengambilannya. Temuan utama menunjukkan bahwa Abu Dawud sendiri menyatakan kitabnya berisi hadits sahih, yang menyerupai sahih (hasan li ghairihi), yang mendekati sahih (hasan li dzatihi), serta hadits dhoif yang diberi komentar atau didiamkan. Meskipun termasuk kitab rujukan utama, hadits dhoif dalam Sunan Abu Dawud masih dapat diamalkan untuk fadhailul a’mal, namun tidak untuk dasar hukum yang kuat. Penelitian ini merekomendasikan agar pengguna kitab Sunan Abu Dawud bersikap selektif, tidak mengambil hadits tanpa komentar Abu Dawud tanpa kajian mendalam, serta memahami bahwa kategori dhoif di sini berbeda dengan dhoif dalam pengertian ulama lain.
Pembentukan Akhlak Karimah melalui Pengajaran Sastra Indonesia dengan Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi: Fostering Noble Character through the Teaching of Indonesian Literature Using a Competency-Based Curriculum Approach Abd. Rahman Ds
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.400

Abstract

The prevalence of immoral behavior, violence, drug abuse, and promiscuity among Indonesian students is a critical issue that signals the failure of value education in schools. National education aims to develop students with noble character, yet the implementation of literature teaching as a vehicle for moral formation faces serious obstacles. This study aims to describe strategies for Indonesian Literature teaching in shaping akhlak karimah and to identify implementation constraints at Madrasah Aliyah Baitul Arqom Balung-Jember in the 2006/2007 academic year. Using a qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis of syllabi, teaching materials, and evaluation systems. The main findings indicate that teachers had not independently developed syllabi, evaluation materials focused excessively on cognitive rather than affective and psychomotor aspects, and learning tended to be verbalistic-theoretical rather than appreciative. The study concludes that shaping akhlak karimah through Indonesian Literature teaching proved less strategic and less effective. It is recommended that teachers develop flexible syllabi, appreciative teaching materials, and holistic evaluations, and that schools provide complete literary works rather than synopses. Maraknya perilaku amoral, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas di kalangan pelajar Indonesia menjadi isu krusial yang mengindikasikan kegagalan pendidikan nilai di sekolah. Pendidikan nasional bertujuan membentuk peserta didik berakhlak mulia, namun implementasi pengajaran sastra sebagai wahana pembinaan moral masih menghadapi kendala serius. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran Sastra Indonesia dalam pembentukan akhlak karimah serta mengidentifikasi kendala implementasinya di Madrasah Aliyah Baitul Arqom Balung-Jember Tahun Pelajaran 2006/2007. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen silabus, bahan ajar, serta sistem evaluasi. Temuan utama menunjukkan bahwa guru belum menyusun silabus secara mandiri, materi evaluasi terlalu mengacu pada aspek kognitif dan bukan afektif serta psikomotorik, serta pembelajaran cenderung bersifat verbalistis-teoritis dan bukan apresiatif. Penelitian menyimpulkan bahwa pembentukan akhlak karimah melalui pengajaran Sastra Indonesia menjadi kurang strategis dan kurang efektif. Direkomendasikan agar guru menyusun silabus yang fleksibel, mengembangkan bahan ajar yang apresiatif, mengevaluasi secara holistik, serta sekolah menyediakan koleksi karya sastra utuh dan bukan sinopsis.
Sistem Manajemen Pesantren dalam Konteks Dinamika: Sisi yang Terabaikan: Pesantren Management System in the Context of Dynamics: The Overlooked Aspect Ali Saifullah
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.401

Abstract

The declining management systems in three Islamic boarding schools in Jember highlight management as a neglected yet crucial factor for institutional progress. Grounded in the POAC management functions theory (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), this study examines the implementation of management systems in planning and organizing and the efforts to improve them. Using a qualitative case study approach, domain and taxonomic analyses were conducted through comprehensive interviews, observations, and documentation. The findings reveal that all three pesantren share parallel weaknesses: the absence of complete work programs and organizational technical manuals. Furthermore, no systematic efforts have been made to develop management in response to dynamic changes. The study concludes that management system implementation is critically weak due to a lack of human resources skilled in management, alongside the strong authority and charisma of kyai. Recommendations are directed toward pesantren to enhance management practices through cadreship and the recruitment of management experts. Fenomena menurunnya sistem manajemen di tiga pesantren di Jember menunjukkan bahwa manajemen sering diabaikan padahal merupakan parameter kemajuan lembaga pendidikan. Menggunakan teori fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem manajemen pada aspek perencanaan dan pengorganisasian serta upaya peningkatannya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini menerapkan analisis domain dan taksonomi melalui wawancara komprehensif, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa ketiga pesantren memiliki kelemahan paralel karena tidak memiliki program kerja yang lengkap dan petunjuk teknis organisasi. Selain itu, belum ada upaya sistematis untuk mengembangkan manajemen sesuai dinamika yang berkembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sistem manajemen sangat lemah karena ketiadaan sumber daya manusia ahli manajemen serta kuatnya otoritas dan kharisma kiai. Rekomendasi diberikan kepada pesantren untuk meningkatkan pengelolaan manajemen melalui kaderisasi dan rekrutmen tenaga ahli.
Pembelajaran Tradisional dalam Pandangan Santri: Traditional Learning from the Perspective of Islamic Boarding School Students Sarwan Sarwan
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.402

Abstract

Traditional Islamic education faces tensions between preserving heritage and integrating modern methods, yet many pesantren maintain classical systems despite contemporary pressures. This study explores how traditional learning systems operate and why students remain attracted to them at Madrasah Diniyah PP. Salafiyah Curahkates, Jember. Using a descriptive qualitative case study approach, data were collected through participant observation, unstructured interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that the learning system comprises four key components: objectives focused on moral-religious formation; local curricula based on classical kitab (manhaj); sorogan (individual), bandongan (lecture), and mudzakarah (discussion) methods; and oral, written, and behavioral evaluations. Students are strongly interested because these traditional methods foster barakah (spiritual blessing), direct correction from teachers, mastery learning through kitab completion, and close student-kyai relationships. The study concludes that traditional learning persists not as a relic but as a valued pedagogical choice. Recommendations include systematically documenting local manhaj and more formally integrating character assessment while preserving sorogan and bandongan as core identity markers. Pendidikan Islam tradisional menghadapi ketegangan antara mempertahankan warisan dan mengintegrasikan metode modern, namun banyak pesantren tetap mempertahankan sistem klasik. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sistem pembelajaran tradisional beroperasi dan mengapa santri tetap tertarik di Madrasah Diniyah PP. Salafiyah Curahkates, Jember. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan sistem pembelajaran terdiri dari empat komponen: tujuan pembentukan moral-keagamaan; kurikulum lokal berbasis kitab kuning (manhaj); metode sorogan, bandongan, dan mudzakarah; serta evaluasi lisan, tulisan, dan perilaku. Santri sangat tertarik karena metode tradisional ini memberikan keberkahan, koreksi langsung dari ustadz, penguasaan tuntas melalui khataman kitab, serta hubungan dekat dengan kyai. Kesimpulannya, pembelajaran tradisional bertahan bukan sebagai peninggalan tetapi pilihan pedagogis yang dihargai. Rekomendasi mencakup pendokumentasian manhaj lokal secara sistematis dan pengintegrasian penilaian karakter yang lebih formal tanpa meninggalkan sorogan dan bandongan sebagai penanda identitas utama.
Pengaruh Konflik terhadap Kinerja Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri (STAIQOD) Jember: The Influence of Conflict on the Performance of Lecturers at the Al-Qodiri Islamic Higher Education Institute (STAIQOD) Jember Munif Widodo
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.403

Abstract

Workplace conflict remains a critical issue in higher education institutions, as it can either hinder or enhance employee performance if not managed properly. This study examines the influence of personal, interpersonal, and organizational conflict on lecturer performance at STAI Al-Qodiri Jember, a private Islamic college under a pesantren foundation. The research aims to analyze both the simultaneous and partial effects of these three conflict types on performance and to identify the dominant variable. A quantitative approach was employed using multiple linear regression analysis in SPSS version 10.00, based on data collected from 22 lecturers through questionnaires, interviews, and documentation. The results show that all three conflict variables together explain 73.10% of the variance in lecturer performance. Partially, personal conflict has the strongest negative effect (coefficient -0.224, contribution 47.93%), followed by interpersonal conflict (-0.126, 21.95%) and organizational conflict (-0.107, 4.96%). The study concludes that personal conflict is the most dominant factor reducing lecturer performance and recommends that institutional leaders continuously evaluate and reduce personal conflicts by aligning tasks with lecturers’ character, attitudes, and personality to enhance overall performance. Konflik dalam dunia kerja merupakan isu krusial di lembaga pendidikan tinggi karena dapat menghambat kinerja jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini mengkaji pengaruh konflik pribadi, konflik antar pribadi, dan konflik organisasi terhadap kinerja dosen di STAI Al-Qodiri Jember, sebuah perguruan tinggi swasta Islam di bawah naungan pondok pesantren. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh simultan dan parsial ketiga jenis konflik terhadap kinerja, serta mengidentifikasi variabel yang paling dominan. Metode kuantitatif digunakan dengan analisis regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 10.00, berdasarkan data dari 22 dosen melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel konflik secara simultan mempengaruhi kinerja dosen sebesar 73,10%. Secara parsial, konflik pribadi memiliki pengaruh negatif paling kuat (koefisien -0,224, kontribusi 47,93%), diikuti konflik antar pribadi (-0,126; 21,95%) dan konflik organisasi (-0,107; 4,96%). Kesimpulannya, konflik pribadi merupakan faktor paling dominan dalam menurunkan kinerja dosen. Disarankan agar pimpinan lembaga terus mengevaluasi dan meredam konflik pribadi dengan menyesuaikan tugas terhadap karakter, sikap, dan kepribadian dosen guna meningkatkan kinerja.
Perkembangan BPRS Bhakti Makmur Indah Krian: The Development of Bhakti Makmur Indah Islamic Rural Bank (BPRS), Krian Mariyah Ulfah
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.404

Abstract

The Islamic rural bank (BPRS) sector in Indonesia faces the dual challenge of sustaining growth amid conventional banking dominance while ensuring Sharia compliance. This study analyzes the development and contribution of BPRS BhaktiMakmur Indah Krian in Islamic financial services. A descriptive qualitative approach was used, drawing on structured interviews with the marketing coordinator and the director, as well as bulletins and financial reports from 2002–2003. The findings show that the bank’s funding products include wadiah savings, mudarabah savings, and mudarabah deposits, while its financing products comprise murabahah, musyarakah, bay bithaman ajil, al-qard, bay al-istisna’, ijarah, and hiwalah. Murabahah accounted for 89.62% of total financing in 2002. Asset growth reached 24.14% in 2002, with profit increasing by 23.81%. The study concludes that BPRS BhaktiMakmur Indah Krian demonstrated positive financial development, yet it is recommended that the bank diversify its products and collaborate with Bank Muamalat and PNM for operational expansion. Sektor Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia menghadapi tantangan ganda yaitu mempertahankan pertumbuhan di tengah dominasi bank konvensional sekaligus memastikan kepatuhan syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan dan kontribusi BPRS BhaktiMakmur Indah Krian dalam jasa keuangan syariah. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan wawancara terstruktur kepada koordinator pemasaran dan direktur utama, serta dokumentasi buletin dan laporan keuangan tahun 2002–2003. Temuan menunjukkan bahwa produk penghimpunan dana meliputi tabungan wadiah, tabungan mudarabah, dan deposito mudarabah, sedangkan produk penyaluran dana meliputi murabahah, musyarakah, bay bithaman ajil, al-qard, bay al-istisna’, ijarah, dan hiwalah. Pembiayaan murabahah mendominasi sebesar 89,62% dari total pembiayaan tahun 2002. Pertumbuhan aset mencapai 24,14% pada 2002, dengan laba meningkat 23,81%. Penelitian menyimpulkan bahwa BPRS BhaktiMakmur Indah Krian menunjukkan perkembangan keuangan positif, namun direkomendasikan untuk diversifikasi produk dan kerja sama dengan Bank Muamalat serta PNM.
Persepsi Umat Islam Jember dalam Memutuskan Memilih Bank Syariah: Perceptions of the Muslim Community in Jember in Deciding to Choose an Islamic Bank Mahmudah Mahmudah
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.405

Abstract

The low market share of Islamic banks in Jember Regency, despite its Muslim-majority population, highlights a gap between market potential and actualization. This study examines Muslim perceptions of Islamic banks' operational principles, products, and services, and how these perceptions influence the decision to choose Islamic banks. A descriptive-correlational design was used, with 100 respondents from three sub-districts selected through stratified random sampling. Multiple linear regression analysis showed that perceptions of operational principles and products and services significantly influence the decision to choose Islamic banks (F-count 36.43 > F-table 2.35; significance 0.000). The R Square value of 42.9% indicates that these two variables explain nearly half of the variation in the decision. It is concluded that intensifying literacy and promotion of Islamic banking, especially regarding products and services, is necessary to strengthen market share in Muslim-dominant regions. Fenomena rendahnya pangsa pasar bank syariah di Kabupaten Jember, meskipun didominasi Muslim, mengindikasikan adanya kesenjangan antara potensi pasar dan realisasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi umat Islam terhadap prinsip operasional serta produk dan jasa bank syariah, serta pengaruhnya terhadap keputusan memilih bank syariah. Metode deskriptif korelasional diterapkan dengan sampel 100 responden dari tiga kecamatan (Kaliwates, Patrang, Sumbersari) melalui stratified random sampling. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa persepsi terhadap prinsip operasional dan produk/jasa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih bank syariah (F hitung 36,43 > F tabel 2,35; signifikansi 0,000). Nilai R Square 42,9% mengindikasikan kedua variabel tersebut menjelaskan hampir setengah dari variasi keputusan. Disimpulkan bahwa peningkatan literasi dan promosi bank syariah perlu diintensifkan, terutama pada aspek produk dan jasa, guna memperkuat pangsa pasar di wilayah dengan mayoritas Muslim.
Eksistensi dan Perkembangan Tarekat Wahidiyah: The Existence and Development of the Wahidiyah Order Hefni Zain
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.406

Abstract

The resurgence of spiritual orientation amid modern humanity's existential crisis has sparked a significant revival of Sufi orders, including the understudied ghairu mu’tabarah tariqa such as Wahidiyah. This study aims to describe the development, main teachings, characteristics, and motivating factors for joining the Wahidiyah Tariqa at the As Sa'adah Islamic Boarding School in Jember. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, then analyzed inductively and continuously. The findings reveal that the tariqa's development passed through three phases: growth (1981), consolidation (1986), and expansion (1989). Its core teaching is returning to the path of Allah (Fafirru ilallah) through dhikr in the form of shalawat, always using the Prophet Muhammad as a wasilah (intermediary). The primary factor for joining is the perceived effectiveness of the dhikr in bringing peace to the heart. In conclusion, the Wahidiyah Tariqa is characterized by its unique practice of wasilah and mujahadah, and it is recommended for further development as a counterbalance to hedonistic and materialistic lifestyles. Maraknya arus balik spiritual di tengah krisis eksistensial manusia modern telah memicu kebangkitan tarekat sufi, termasuk tarekat ghairu mu’tabarah seperti Wahidiyah yang belum banyak terpublikasi secara akademik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan, ajaran pokok, karakteristik, serta faktor yang melatarbelakangi seseorang mengikuti Tarekat Wahidiyah di Pondok Pesantren As Sa’adah, Jember. Dengan menggunakan desain kualitatif model studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan tarekat ini melalui tiga fase: pertumbuhan (1981), konsolidasi (1986), dan pengembangan (1989). Ajaran pokoknya adalah kembali ke jalan Allah (Fafirru ilallah) melalui dzikir shalawat dengan menjadikan Rasulullah sebagai wasilah. Faktor utama seseorang bergabung adalah kemanfaatan dzikir yang terbukti menentramkan hati. Kesimpulannya, tarekat ini memiliki karakteristik unik dalam praktik wasilah dan mujahadah, serta direkomendasikan untuk terus dikembangkan sebagai penyeimbang gaya hidup hedonistik dan materialistik.

Filter by Year

2002 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 1 (2026): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 24 No 2 (2025): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 24 No 1 (2025): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 23 No 2 (2024): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 23 No 1 (2024): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 22 No 2 (2023): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 22 No 2 (2023): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 22 No 1 (2023): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 22 No 1 (2023): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 21 No 1 (2022): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 21 No 1 (2022): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 20 No 2 (2021): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 20 No 2 (2021): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 20 No 1 (2021): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 20 No 1 (2021): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 19 No 2 (2020): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 19 No 2 (2020): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 19 No 1 (2020): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 19 No 1 (2020): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 18 No 2 (2019): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 18 No 2 (2019): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 18 No 1 (2019): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 18 No 1 (2019): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 17 No 2 (2018): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 17 No 1 (2018): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 16 No 2 (2017): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 16 No 1 (2017): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 15 No 2 (2016): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 15 No 1 (2016): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 14 No 2 (2015): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 14 No 1 (2015): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 13 No 1 (2014): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 12 No 2 (2013): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 12 No 1 (2013): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 11 No 2 (2012): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 11 No 1 (2012): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 10 No 2 (2011): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 10 No 1 (2011): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 9 No 2 (2010): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 9 No 1 (2010): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 8 No 2 (2009): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 8 No 1 (2009): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 7 No 2 (2008): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 7 No 1 (2008): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 6 No 2 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia Vol 5 No 2 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 4 No 2 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 4 No 1 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 3 No 2 (2004): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 3 No 1 (2004): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 2 No 2 (2003): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 2 No 1 (2003): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 1 No 2 (2002): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember Vol 1 No 1 (2002): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember More Issue