cover
Contact Name
Nur Hamzah
Contact Email
jurnalalbanna@gmail.com
Phone
+6281346478898
Journal Mail Official
jurnalalbanna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjend. Soeprapto No.19, Pontianak-Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 30249449     DOI : -
Core Subject : Education,
ALBANNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini aims to provide a platform for scholars to disseminate and discuss the results of research on the theme of early childhood Islamic education. Scope of ALBANNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini accepts unpublished, original manuscript in Indonesia or English or Arabic, based on research many methodologu related with early childhood education include: Early childhood in Islamic perspective Early childhood development Early childhood and parenting Early childhood teaching and learning Early childhood with special needs Early childhood community
Articles 45 Documents
PELAKSANAAN ASSESSMENT PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS “AUTISME” DI POLI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ALIANYANG PONTIANAK Aulia, Syarifah Jazirah; Prisuna, Bayu
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2023): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v3i2.2642

Abstract

Anak autis adalah diantara sekian banyak anak berkebutuhan khusus. Mereka juga menjadi bagian yang harus mendapatkan layanan pendidikan. Agar layanan pendidikan yang diberikan tepat, maka satu tindakan yang harus dilakukan sebelumnya oleh sekolah dalam hal ini guru adalah melakukan assasmen. Informasi dari assasmen yang akurat, menjadi dasar perlakuan oleh guru dalam kegiatan belajar mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan asesmen pada anak berkebutuhan khusus autisme. Subjek dalam penelitian ini adalah anak berkebutuhan khusus autisme di Poli Anak Berkebutuhan Khusus, Alianyang, Pontianak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan data yang telah didapatkan pada penelitian ini, pelaksanaan asesmen yang dilakukan di Poli Anak Berkebutuhan Khusus, Alianyang, Pontianak, telah memiliki pedoman dan formula asesmen berupa penilaian dari segi intelektual, sosial, dan komunikasi. Autistic children are among the many children with special needs. They are also part of the group that must receive educational services. In order for the educational services provided to be appropriate, one action that must be taken beforehand by the school, in this case the teacher, is to carry out an assessment. Information from accurate assessments becomes the basis for treatment by teachers in their learning activities. The aim of this research is to find out how assessments are carried out for children with special needs for autism. The subjects in this research were children with special needs autism at the Special Needs Children's Polyclinic, Alianyang, Pontianak. The approach used in this research is a qualitative approach with a case study type. The data collection techniques use observation, interviews and documentation techniques. Based on the data obtained in this research, the assessment carried out at the Special Needs Children's Polyclinic, Alianyang, Pontianak, has assessment guidelines and formulas in the form of assessments from an intellectual, social and communication perspective.
ETHNO PARENTING SUKU JAWA: NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI SEPASARAN, SELAPANAN DAN PITON-PITON DI SUKU JAWA PARIT KELADI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KUBU RAYA Andana, Sefira; Yusdiana, Yusdiana
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2023): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v3i1.2657

Abstract

Tulisan ini membahas tentang praktik dan nilai pendidikan Islam dalam Tradisi Sepasaran, Selapanan dan Piton-piton pada suku Jawa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Sepasaran, Selapanan dan Piton-piton adalah istilah yang digunakan masyarakat setempat untuk syukuran atas kelahiran anak dengan selamat dan sehat. Dalam bahasa Jawa setempat, Sepasaran memiliki arti pupak puser ( lepasnya pusar pada bayi yang baru lahir ), Selapanan adalah kegiatan menggunting rambut bayi pada saat umur 35 hari dengan dibacakan albarzanji. Kemudian Piton-piton yang memiliki arti turun tanah disaat umur anak genap berusia 7 bulan dan dimandikan dengan air bunga yang diberi uang logam. Riset mini ini menggunakan metode deskripstif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data didapat dari warga setempat yang merupakan penduduk Jawa asli yang berimigrasi ke desa Parit Keladi. Tradisi ini didalamnya mengandung nilai pendidikan Islam seperti selalu bersyukur atas karunia anak yang diberikan Allah SWT, berbagi atau sedekah dengan materi yang baik, senantiasa memberikan kabar baik kepada tetangga dan orang terdekat dan selalu menjaga silaturrahmi atau ukhuwah kepada sesama
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA ANAK DENGAN MEDIA BONEKA TANGAN PADA KELOMPOK B TK TARUNA BANGSA SENTUL-BOGOR Arlinah, Arlinah
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2023): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v3i2.2659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercerita dengan menggunakan media boneka tangan pada anak kelompok B TK Taruna Bangsa, Sentul-Bogor, Tahun Ajaran 2022/2023. Media boneka tangan dipilih karena pada dasarnya anak senang mendengarkan cerita. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian berjumlah 18 anak yang terdiri dari 11 anak laki – laki dan 7 anak perempuan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak. Pada pra siklus sebesar 83,3% yang berada pada kriteria Belum Berkembang (BB), pada siklus I dilakukan tindakan melalui media boneka tangan meningkat menjadi 55,56% pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan meningkat pada siklus II menjadi 88,89% pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan bercerita anak usia 5-6 tahun dengan media boneka tangan. This research aims to improve storytelling skills by using hand puppet media on children of group B TK Taruna Bangsa, Sentul-Bogor, School Year 2022/2023. The hand puppet are chosen for the media because basically children enjoy listening to stories. This research method uses Class Action Research. The subjects were 18 children, consisting of 11 boys and 7 girls. Data analysis techniques are descriptive analysis techniques. The results of this study show that hand puppet media can improve a child’s ability to tell stories. In the pre-cycle of 83.3% which is on the criterion of Undeveloped (BB), in the cycle I performed action through the media of the hand puppet and increased to 55.56% in the criteria of Growing According to Expectation (BSH), and increased in the second cycle to 88.89% in criteria (BSB). Based on the results of this study, it showed that there was an improvement in the ability of 5-6-year-olds to tell stories with the media of hand puppet.
Problem Solving Method through Mathematics Home Media to Stimulate Early Childhood Cognitive Development Dewi, Dewi; Yusdiana, Yusdiana; Azzahra, Nurma Annisa; Anarky, Lheo
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i2.3409

Abstract

Pemecahan masalah adalah diantara bentuk kemampuan kognitif yang penting dikembangkan sejak usia dini. Banyak metode untuk mengembangkan kemampuan ini, satu diantaranya adalah melalui metode problem solving. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penggunaan metode problem solving dengan dukungan media rumah matematika dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini. Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen. Sampel dalam penelitian ini yaitu anak usia dini yang ada di kelas B1 dan B2 TK Islamiyah Pontianak. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, sedangkan data dikumpulkan melalui teknik observasi, teknik tes dan dokumentasi. Hasil penelitan menunjukkan bahwa, perkembangan kognitif anak di kelas kontrol sebelum menggunakan metode problem solving berbantuan media rumah matematika belum berkembang dengan baik, dengan perolehan nilai total skor sebesar 1130. Sementara, pada kelas eksperimen, kemampuan kognitif anak mengalami peningkatan yaitu dengan total perolehan skor sebesar 1205. Berdasarkan hal tersebut maka, penggunaan metode problem solving berbantuan media Rumah Matematika dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Problem solving is one of the forms of cognitive ability that is important to develop from an early age. There are many methods to develop this ability, one of which is through the problem-solving method. This study aims to determine the extent of the effectiveness of the use of problem-solving methods with the support of mathematics-based home media in developing early childhood cognitive abilities. The research approach used by the researcher is a quantitative type of experiment. The sample in this study is early childhood in grades B1 and B2 of Pontianak Islamiyah Kindergarten. Sampling was carried out using the total sampling technique, while data was collected through observation techniques, test techniques, and documentation. The results of the research show that the cognitive development of children in the control class before using the problem-solving method assisted by mathematics home media has not developed well, with a total score of 1130. Meanwhile, in the experimental class, the child’s cognitive ability has increased, with a total score of 1205. Based on this, the use of the problem-solving method assisted by the mathematics home medium can improve the cognitive abilities of early childhood.
Parental Secure Attachment and Child Gender on Early Childhood Social-Emotional Development: A Quantitative Study Masyitah, Masyitah; Baiti, Noor; Nisa, Uswatun; Masuwd, Mowafg Abrahem
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i2.3469

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya asumsi bahwa anak mempunyai kedekatan dengan orang tua yang berlawanan jenis dan masih rendahnya aspek perkembangan sosial emosional anak seperti kemandirian, kepercayaan diri, dan belum mampu mengungkapkan emosi dengan tepat. Kelekatan aman dan gender merupakan salah satu yang mempengaruhi sosial emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secure attachment orang tua dan gender anak terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan ceklis observasi dijabarkan melalui tabulasi kemudian diolah menggunakan software IBM SPSS23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel secure attachment orang tua (X1) berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosional anak (Y) dengan nilai thitung 11,028 > ttabel 1,670 dan Sig. sebesar 0,000 < 0,05. Variabel gender anak (X2) berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosional anak (Y) dengan nilai thitung 2,907 > ttabel 1,670 dan nilai Sig. sebesar 0,005 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel secure attachment orang tua (X1) dan gender anak (X2) berpengaruh positif terhadap perkembangan sosial emosional anak (Y). Hal ini dapat dilihat dengan nilai Fhitung sebesar 61,710 > Ftabel 3,145 dan Sig. sebesar 0,000 < 0,05 dengan pengaruh 66,9% yang termasuk dalam kategori moderat dilihat dari uji koefisien determinasi. This research is based on the assumption that children have closeness with parents of the opposite sex and still have low aspects of children’s social-emotional development, such as independence and self-confidence, and are not able to express emotions properly. Secure attachment and gender are two of the things that affect children’s social and emotional health. This study aims to determine the influence of the secure attachment of parents and the gender of children on children’s social-emotional development. This study uses a quantitative descriptive approach; data collection techniques through questionnaires and observation checklists are described through tabulation and then processed using IBM SPSS 23 software. The results showed that, partially, the parental secure attachment variable (X1) had an effect on the social-emotional development of children (Y), with a tcal value of 11.028 > ttable 1.670 and a sig. of 0.000 < 0.05. The child gender variable (X2) had an effect on the social-emotional development of children (Y), with a tcal value of 2.907 > ttable 1.670 and a Sig. value of 0.005 < 0.05. The results of the study showed that simultaneously, the variables of parental secure attachment (X1) and child gender (X2) had a positive effect on the socio-emotional development of children (Y). This can be seen with an Fcal value of 61.710 > Ftable 3.145 and a sig. of 0.000 < 0.05 with an influence of 66.9%, which is included in the moderate category as seen from the determination coefficient test.
Teaching Colors through Play and Singing Methods for Early Childhood: An Classroom Action Research Project in Kindergarten Zain, Anwar; Jubaidah, Siti; Hayati, Firdha
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i2.3492

Abstract

Adanya permasalahan tentang pengenalan warna,dari 8 anak hanya 2 anak yang mampu berkembang sesuai harapan dalam mengenal warna dan terdapat 6 anak yang masih keliru dalam menyebut, menunjuk dan mengelompokkan warna. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengembangan kemampuan mengenal warna menggunakan metode bermain dan bernyanyi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, adalah salah satu jenis penelitian tindakan yang dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas. Metode desain penelitian oleh Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan secara bersiklus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Kemampuan mengenal warna dari siklus I ke siklus II dapat ditingkatkan melalui metode bermain dan bernyanyi. Secara keseluruhan, total anak yang mendapatkan kriteria berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik mencapai persentase 75%. Ini sudah mencapai ketuntasan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu 75% dari keseluruhan anak dapat berkembang sesuai harapan (BSH) atau maksimal Berkembang Sangat Baik (BSB). There are problems regarding color recognition, out of 8 children only 2 children are able to develop as expected in recognizing colors and there are 6 children who are still wrong in calling, pointing and grouping colors. This study aims to improve the development of the ability to recognize colors using the method of playing and singing. This research is classroom action research, which is a type of action research conducted by teachers to improve the quality of classroom learning. The research design method by Kemmis and Mc Taggart was carried out in cycles. Data collection techniques used observation sheets and documentation. Data analysis techniques used a qualitative descriptive approach. The ability to recognize colors from cycle I to cycle II can be improved through playing and singing methods. Overall, the total number of children who received the criteria for developing according to expectations and developing very well reached a percentage of 75%. This has reached the completeness of the success indicators set by the researchers, namely 75% of all children can develop as expected (BSH) or a maximum of very good development (BSB).
Cognitive Behavioral Therapy for Managing Conduct Disorder in Early Childhood: A Case Study at Harapan Kindergarten Ngino Tuban Izzah, Hilda Putri Nailil; Sapitri, Dewi
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i1.4551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan kognitif dan sosial dalam menangani conduct disorder pada anak usia dini di TK Harapan Ngino, Tuban. Conduct disorder pada anak sering ditandai dengan perilaku agresif, melanggar aturan, dan kesulitan beradaptasi dalam lingkungan sosial. Jika intervensi tidak dilakukan, perilaku ini dapat menghambat perkembangan emosional dan sosial anak. Fokus penelitian adalah anak usia 4–5 tahun yang menunjukkan gejala conduct disorder seperti membangkang, sering tantrum, dan mengganggu proses belajar di kelas. Pendekatan kognitif difokuskan pada membantu anak memahami konsekuensi dari perilaku mereka, mendorong kemampuan pemecahan masalah, dan membangun pengendalian diri. Sementara pendekatan sosial melibatkan peningkatan interaksi dengan teman sebaya, aktivitas kerja sama, dan komunikasi emosional. Guru berperan penting dalam memberi contoh perilaku positif dan menjaga rutinitas yang konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan kepada guru dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi strategi kognitif dan sosial mampu mengurangi perilaku negatif dan meningkatkan keterampilan adaptif seperti mematuhi aturan, mengekspresikan emosi secara tepat, serta berinteraksi positif dengan teman sebaya. Dukungan dari orang tua di rumah juga berkontribusi terhadap keberhasilan intervensi ini. Penelitian ini menunjukkan pendekatan kognitif dan sosial efektif dalam menangani conduct disorder pada anak usia dini apabila diterapkan secara konsisten dan adanya kerjasama antara guru dan orang tua. This study aims to explore cognitive and social approaches in managing conduct disorder among early childhood children at Harapan Kindergarten, Ngino, Tuban. Conduct disorder in children is often characterized by aggressive behavior, rule-breaking, and difficulties in adapting to social environments. If intervention is not implemented, these behaviors can hinder the child's emotional and social development. The focus of this study is on children aged 4 to 5 years who exhibit symptoms of conduct disorder such as defiance, frequent tantrums, and disruptive behavior in the classroom. The cognitive approach focuses on helping children understand the consequences of their actions, encouraging problem-solving skills, and building self-control. Meanwhile, the social approach involves improving peer interactions, cooperative activities, and emotional communication. Teachers play an important role in modeling positive behavior and maintaining consistent routines. This study uses a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation. Interviews were conducted with teachers and parents. The findings indicate that integrating cognitive and social strategies can reduce negative behaviors and improve adaptive skills such as following rules, expressing emotions appropriately, and interacting positively with peers. Support from parents at home also contributes to the success of this intervention. This study demonstrates that cognitive and social approaches are effective in managing conduct disorder in early childhood when applied consistently and with cooperation between teachers and parents.
Strategies for Enhancing Engagement and Self-Confidence of Introverted Early Childhood in Kindergarten Puji Safitri, Siti Fatma Indah; Wahyuni, Marlina Dwi; Choiroh , Muhimatul
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i1.4556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi anak introvert dalam pembelajaran dan bermain serta mengeksplorasi strategi pembelajaran inklusif yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak introvert mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, berpartisipasi dalam kerja kelompok, belajar dan bermain di lingkungan yang banyak anak-anak. Akan tetapi, penerapan strategi yang lebih fleksibel seperti diskusi kelompok kecil, penilaian berbasis proyek, serta pemanfaatan media digital, mampu meningkatkan partisipasi dan kenyamanan anak introvert dalam belajar dan bermain. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang inklusif pada anak usia dini. Pendekatan inklusif yang adaptif tidak hanya mendukung aspek perkembangan anak usia dini, melainkan juga mendorong kepercayaan diri dan kemampuan sosial anak usia dini yang introvert. This research aims to identify the difficulties faced by introverted children in learning and playing, as well as to explore inclusive learning strategies that are suitable for the characteristics of early childhood. The method used is a qualitative approach with techniques of observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis is conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that introverted children experience difficulties in communication, participating in group work, learning, and playing in environments with many children. However, the application of more flexible strategies such as small group discussions, project-based assessments, and the use of digital media can enhance the participation and comfort of introverted children in learning and playing. This research emphasizes the important role of teachers in implementing inclusive teaching strategies for early childhood. An adaptive inclusive approach not only supports the developmental aspects of early childhood but also encourages the self-confidence and social skills of introverted early childhood.
Teachers’ Understanding of Gross Motor Skills in Early Childhood: A Theoretical Review Rahmawati, Intan Wulan; Suryadi
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i1.4571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat pemahaman guru terhadap aspek motorik kasar (gerakan dasar) pada anak usia dini serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan digunakan untuk menganalisis data dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru sangat penting dalam mendukung perkembangan motorik kasar anak, yang meliputi kemampuan lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Namun, ditemukan bahwa pemahaman guru masih bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pelatihan, minimnya modul/buku ajar praktis, keterbatasan fasilitas, serta persepsi yang menganggap motorik kasar sebagai aktivitas sekunder. Dampak dari rendahnya pemahaman guru dapat menyebabkan kurang optimalnya stimulasi motorik kasar pada anak, sehingga berpotensi menghambat kesiapan sekolah dan meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pemahaman guru melalui pelatihan, penyediaan modul, dan dukungan fasilitas yang memadai agar perkembangan motorik kasar anak usia dini dapat berjalan optimal. This study aims to explore the level of teachers’ understanding of gross motor skills (basic movements) in early childhood and the factors that influence it. A qualitative approach with literature study methods is used to analyze data from various sources, such as books, journals, and related literature. The results of the study indicate that teachers’ understanding is crucial in supporting the development of children’s gross motor skills, which include locomotor, non-locomotor, and manipulative abilities. However, it was found that teachers’ understanding varies and is influenced by several factors, such as a lack of training, minimal practical teaching modules/books, limited facilities, and perceptions that regard gross motor skills as a secondary activity. The impact of teachers’ low understanding can lead to suboptimal stimulation of children’s gross motor skills, potentially hindering school readiness and increasing the risk of developmental delays. Therefore, efforts to enhance teachers’ understanding through training, provision of modules, and adequate facility support are necessary for the optimal development of gross motor skills in early childhood.
The Role of Parents in Supporting Digital Literacy in Early Childhood Sabrina, Putri; Suryadi; Alimudin; Aneka; Ratnasari, Eka Mei
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i2.4634

Abstract

Kemajuan teknologi digital yang pesat berdampak besar pada kehidupan anak-anak, termasuk dalam hal cara mereka belajar dan bermain. Karena anak usia dini sudah terpapar perangkat digital sejak kecil, penting bagi mereka untuk mendapatkan bimbingan agar dapat memahami dan menggunakan teknologi dengan tepat. Dalam konteks ini, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menemani anak-anak mereka dan membentuk kebiasaan digital yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan meneliti berbagai literatur ilmiah untuk memahami peran orang tua dalam mendukung literasi digital pada anak usia dini. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa keaktifan orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan teknologi, memilih konten yang sesuai usia, dan memberikan batasan positif serta contoh penggunaan gadget, dapat membantu anak mengembangkan literasi digital secara bertahap dan bertanggung jawab. Akan tetapi, penelitian ini memiliki keterbatasan karena belum menganalisis dinamika empiris yang terjadi pada keluarga di berbagai konteks sosial dan budaya. Penelitian ini juga belum membahas secara mendalam perbedaan peran orang tua berdasarkan latar belakang ekonomi, tingkat pendidikan, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan penelitian lapangan seperti studi kasus, survei, atau wawancara mendalam agar dapat menggali pengalaman  orang tua dalam mendampingi literasi digital anak usia dini. The rapid advancement of digital technology has a major impact on children’s lives, including in terms of how they learn and play. Because early childhood has been exposed to digital devices since childhood, it is important for them to get guidance so that they can understand and use technology properly. In this context, parents have a great responsibility to accompany their children and form good digital habits. This study uses a literature study approach by examining various scientific literature to understand the role of parents in supporting digital literacy in early childhood. Based on the results of the study, it was found that parents’ activeness in accompanying children when using technology, choosing age-appropriate content, and providing positive boundaries and examples of gadget use can help children develop digital literacy gradually and responsibly. However, this study has limitations because it has not analyzed the empirical dynamics that occur in families in various social and cultural contexts. This study also has not discussed in depth the differences in parental roles based on economic background, education level, social, and culture. Therefore, further research is recommended to use field research such as case studies, surveys, or in-depth interviews in order to explore parents’ experiences in assisting early childhood digital literacy.