cover
Contact Name
Nur Hamzah
Contact Email
jurnalalbanna@gmail.com
Phone
+6281346478898
Journal Mail Official
jurnalalbanna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjend. Soeprapto No.19, Pontianak-Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 30249449     DOI : -
Core Subject : Education,
ALBANNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini aims to provide a platform for scholars to disseminate and discuss the results of research on the theme of early childhood Islamic education. Scope of ALBANNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini accepts unpublished, original manuscript in Indonesia or English or Arabic, based on research many methodologu related with early childhood education include: Early childhood in Islamic perspective Early childhood development Early childhood and parenting Early childhood teaching and learning Early childhood with special needs Early childhood community
Articles 50 Documents
The Ice Breaking Model in Early Childhood Education: Training Kindergarten Teachers in Indonesia HMS, Deden; Rizqina, Aulia Laily
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i1.4637

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengembangkan model ice breaking pada guru pendidikan anak usia dini di Indonesia melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pelatihan dilaksanakan di tujuh provinsi yang dilaksanakan di 18 Kabupaten atau Kota pada periode Mei hingga Juni 2025. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti memberikan instruksi kepada guru dalam merancang dan mempraktikkan ice breaking seperti, lagu anak, permainan, dan aktivitas pembelajaran menyenangkan yang dapat diterapkan di kelas. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan Gurame (Guru Asyik, dan Menyenangkan) dan dilengkapi dengan panduan buku dan praktik langsung oleh guru.  Hasilnya menunjukkan guru sangat antusias, merasa lebih percaya diri, dan mampu menyesuaikan ice breaking dengan karakteristik anak usia dini. Peneliti juga menerapkan konsep 4F (Fun, Friendly, Focus, Fresh) dan konsep guru betulan dan kebetulan sebagai refleksi peran profesional guru pendidikan anak usia dini. This article aims to implement and develop an ice breaking model for early childhood education teachers in Indonesia through the Participatory Action Research (PAR) approach. The training was conducted in seven provinces across 18 regencies or cities during the period of May to June 2025. In this study, the researcher provided instructions to teachers on designing and practicing ice breaking activities such as children’s songs, games, and enjoyable learning activities that can be applied in the classroom. The training was carried out using the Gurame approach (which stands for Guru Asyik dan Menyenangkan or Fun and Enjoyable Teachers) and was supported by a training manual and direct practice sessions by the teachers. The results showed that teachers were highly enthusiastic, felt more confident, and were able to adapt ice breaking activities to the characteristics of young children. The researcher also applied the 4F concept (Fun, Friendly, Focus, and Fresh) and introduced the concept of guru betulan (genuine teacher, a teacher who teaches with full responsibility, dedication, and continuous self-development) and guru kebetulan (accidental teacher, a teacher who teaches merely as a routine without true commitment or creativity) as a reflection of the professional role of early childhood education teachers.  
Assessment in Early Childhood Education: A Literature Review Hafizi, Darul; Ubabuddin; Ramadhan, Ahmad Fadhail; Khalil, Muhammad Amin; Aditya, Farninda
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i1.4669

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya asesmen dalam pendidikan anak usia dini serta ragam bentuk asesmen yang relevan digunakan dalam mendukung perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research dalam menganalisis data baik dari jurnal dan buku yang membahas asesmen anak usia dini. Hasil studi ini menunjukkan bahwa asesmen memiliki peran penting dalam mengukur sejauhmana perkembangan anak usia dini dan menjadi dasar dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta tahapan perkembangan anak usia dini. Asesmen juga berfungsi sebagai media kolaborasi antara guru dengan orang tua untuk menstimulus aspek perkembangan anak usia dini serta mendukung program pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini dengan praktik parenting yang dilakukan orang tua di rumah. Artikel ini membahas dua bentuk asesmen utama, yaitu asesmen formatif yang digunakan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran secara berkelanjutan, dan asesmen sumatif yang digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dalam periode tertentu. Akan tetapi, penelitian ini memiliki keterbatasan karena bersifat konseptual dan belum dilengkapi data empiris lapangan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan studi lapangan untuk memperkuat hasil temuan berkaitan dengan asesmen pada anak usia dini. This article aims to examine the importance of assessment in early childhood education and the various forms of relevant assessment used to support child development. This study uses a descriptive qualitative method with a library research approach in analyzing data from both journals and books that discuss early childhood assessment. The results of this study indicate that assessment has an important role in measuring the extent of early childhood development and is the basis for designing learning that is in accordance with the needs and stages of early childhood development. Assessment also functions as a medium for collaboration between teachers and parents to stimulate aspects of early childhood development and support learning programs in early childhood education institutions with parenting practices carried out by parents at home. This article discusses two main forms of assessment, namely formative assessment which is used to monitor and improve the learning process continuously, and summative assessment which is used to determine the achievement of learning objectives in a certain period. However, this study has limitations because it is conceptual and has not been equipped with empirical field data, so further research is needed with field studies to strengthen the findings related to assessment in early childhood.
Nature Based Learning Strategies for Building Environmental Awareness in Early Childhood Najmina, Nahwatun; Sukmawati, Karlina; Afifah, Yunita Nur
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i2.4722

Abstract

Pembelajaran berbasis alam merupakan pembelajaran yang memiliki strategi paling efektif dalam mengembangkan metode pembelajaran pada anak usia dini. Guru harus memiliki inovasi baru dalam menerapkan model pembelajaran seperti kegiatan outing class. Kegiatan outing class yang dimaksud adalah kegiatan diluar maupun didalam ruangan dengan memanfaatkan lingkungan dan alam sebagai objek utamanya. Metode penelitian ini menggunakan metode deksriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di RA Tarbiyatul Banin Banat 1 Jetak. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kegiatan outing class memberikan banyak perubahan terhadap anak-anak baik dalam segi perkembangan, pertumbuhan, kreativitas, kemandirian maupun pola pikir anak terhadap lingkungan dan alam sekitar. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, mampu memberikan wawasan dan pengetahuan terhadap guru pendidikan anak usia dini dalam membangun kesadaran lingkungan khususnya di Taman Kanak-Kanak melalui proses pembelajaran berbasis alam. Nature-based learning is a learning that has the most effective strategy in developing learning methods for early childhood. Teachers must have new innovations in implementing learning models such as outing class activities. The outing class activities in question are activities outside or inside the room by utilizing the environment and nature as the main objects. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and documentation at RA Tarbiyatul Banin Banat 1 Jetak. The results of this study prove that outing class activities provide many changes to children both in terms of development, growth, creativity, independence and children's mindsets towards the environment and the surrounding nature. It is hoped that this research will be able to provide insight and knowledge to early childhood education teachers in building environmental awareness, especially in Kindergartens through nature-based learning processes.
Improving Fine Motor Skills through Finger Painting Activities in Early Childhood at Kindergarten Maryanti, Maryanti; Nisa, Uswatun; Yusuf , Muhammad
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i2.4949

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan  masa emas yang menjadi landasan bagi perkembangan anak secara holistik khususnya aspek perkembangan motorik halus yang dapat membantu anak dalam melakukan aktivitas dasar seperti menggenggam, menekan, mengontrol gerakan jari, serta melatih koordinasi mata dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aktivitas finger paint dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini di TK ABA Al-Fitrah, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan motorik halus anak, terbukti dari ketuntasan yang naik dari 38% pada pra-tindakan menjadi 62% pada Siklus I, dan mencapai 85% pada Siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa kegiatan finger painting mampu melatih otot tangan dan jari, meningkatkan pengendalian gerakan, serta memperkuat koordinasi mata dan tangan melalui aktivitas yang kreatif, eksploratif, dan menyenangkan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu secara konsisten menghadirkan aktivitas pembelajaran yang kreatif dan interaktif untuk mendukung perkembangan anak usia dini. Orang tua diharapkan dapat mendampingi anak di rumah agar stimulasi motorik halus tetap berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran berbasis bermain dalam mengoptimalkan perkembangan motorik halus pada anak usia dini. Early childhood education is a golden period that serves as a foundation for holistic child development, particularly in the aspect of fine motor skills, which can assist children in performing basic activities such as controlling finger movements and training hand-eye coordination. This research aims to determine the effectiveness of finger painting activities in improving the fine motor skills of preschool children at TK ABA Al-Fitrah, Karang Intan Subdistrict, Banjar Regency, South Kalimantan Province. The study employs a descriptive quantitative approach with data collection techniques in the form of pre-tests and post-tests.ensure safe and engaging facilities to optimally support the development of fine motor skills. The research results indicate an improvement in children's fine motor skills, evidenced by an increase in mastery from 38% in the pre-action phase to 62% in Cycle I and reaching 85% in Cycle II. These findings demonstrate that finger painting activities can train hand and finger muscles, enhance movement control, and strengthen hand-eye coordination through creative, exploratory, and enjoyable activities. The implications of this research suggest that teachers need to consistently present creative and interactive learning activities to support the development of young children. Parents are expected to accompany their children at home to ensure that fine motor stimulation continues. This research contributes to the development of play-based learning strategies in optimizing fine motor development in early childhood.
The “My Plants” Project: Enhancing Creativity and Collaboration Skills in Early Childhood Education Suprihatin, Kurnia Sari; Taufik, Herman; Zulkarnaen, Muhammad
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i2.4950

Abstract

Pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan potensi anak, mencakup perkembangan fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, serta kreativitas. Penelitian ini mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek bertema “Tanamanku” di KB Sejahtera Mandiangin Barat sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan kolaborasi anak usia 5-6 tahun. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam kegiatan merancang, menanam, dan merawat tanaman mampu memicu munculnya ide-ide kreatif yang terefleksi dalam berbagai bentuk ekspresi, seperti menggambar, bercerita, dan praktik langsung di lapangan. Selain itu, anak-anak belajar bekerja sama melalui pembagian tugas, diskusi sederhana, dan pengambilan keputusan kelompok. Kolaborasi tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan sosial, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap hasil bersama. Hambatan yang ditemui, seperti keterbatasan sarana pendukung dan variasi tingkat partisipasi anak, dapat diminimalkan melalui perencanaan yang matang, penggunaan media alternatif, serta pendampingan intensif dari guru. Temuan ini menguatkan konsep pembelajaran berbasis pengalaman dan interaksi sosial sebagai pendekatan efektif di pendidikan anak usia dini. Proyek “Tanamanku” tidak hanya meningkatkan kreativitas dan kolaborasi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan. Model ini layak direkomendasikan sebagai praktik baik yang dapat direplikasi di lembaga pendidikan anak usia dini lain yang ada di Indonesia. Early Childhood Education  is an important foundation in shaping children’s character and potential, encompassing physical, cognitive, language, socio-emotional, and creative development. This study implemented project-based learning with the theme "My Plants" at KB Sejahtera Mandiangin Barat as an innovative strategy to enhance the creativity and collaboration skills of children aged 5-6 years. Using descriptive qualitative methods, data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that children's involvement in designing, planting, and caring for plants can trigger the emergence of creative ideas that are reflected in various forms of expression, such as drawing, storytelling, and hands-on practice in the field. In addition, children learn to work together through task allocation, simple discussions, and group decision-making. This collaboration not only improves social skills but also fosters a sense of responsibility and concern for shared outcomes. Barriers encountered, such as limited supporting facilities and varying levels of child participation, can be minimized through careful planning, the use of alternative media, and intensive mentoring from teachers. These findings strengthen the concept of experiential learning and social interaction as an effective approach in ECE. The “My Plants” project not only enhances creativity and collaboration but also fosters children's concern for the environment. This model is worth recommending as a good practice that can be replicated in other early childhood education institutions in Indonesia.
Exploring the Use of Learning Media to Introduce Financial Literacy in Early Childhood Education Gustriansyah , Edy; Azzahra, Nurma Annisa
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i2.5136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media pembelajaran dalam memperkenalkan literasi keuangan kepada peserta didik usia dini di TK Harapan Indah, Kota Pontianak. Literasi keuangan dini dianggap sebagai keterampilan hidup esensial yang memungkinkan anak-anak memahami konsep sederhana tentang uang, menabung, dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dua guru dan lima belas anak dari kelompok B sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan media pembelajaran sederhana dan kontekstual, seperti mainan uang, celengan, permainan jual beli, dan simulasi minimarket, untuk memperkenalkan konsep-konsep keuangan dasar. Strategi yang digunakan meliputi permainan peran, simulasi, dan integrasi literasi keuangan ke dalam tema-tema pendidikan anak usia dini. Penggunaan media kontekstual membantu anak-anak mengkonkretkan konsep-konsep abstrak, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan sesuai dengan perkembangannya. Namun demikian, beberapa tantangan teridentifikasi, termasuk terbatasnya ketersediaan media, kompetensi guru yang kurang memadai dalam literasi keuangan, rentang perhatian anak yang pendek, dan kurangnya dukungan orang tua dan kurikulum. Untuk mengatasi masalah ini, para guru mengoptimalkan materi yang tersedia, menggunakan perangkat digital sederhana, berpartisipasi dalam pelatihan profesional, dan melibatkan orang tua dalam kegiatan menabung di rumah. Kesimpulannya, penggunaan media pembelajaran yang tepat dikombinasikan dengan strategi pengajaran yang kreatif dapat secara efektif memfasilitasi pembelajaran literasi keuangan pada anak usia dini. Literasi keuangan tidak hanya memperkenalkan anak-anak pada pengelolaan keuangan, tetapi juga menanamkan tanggung jawab, kemandirian, dan kebiasaan keuangan positif yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan. This study aims to explore the use of instructional media in introducing financial literacy to early childhood learners at TK Harapan Indah, Pontianak City. Early financial literacy is considered an essential life skill that enables children to understand simple concepts of money, saving, and distinguishing between needs and wants. This research employed a qualitative descriptive approach with two teachers and fifteen children from group B as participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed thematically. The findings reveal that teachers utilized simple and contextual learning media, such as play money, piggy banks, buying–selling games, and mini-market simulations, to introduce basic financial concepts. The strategies involved role play, simulation, and the integration of financial literacy into early childhood education themes. The use of contextual media helped children concretize abstract concepts, making the learning process more engaging and developmentally appropriate. Nevertheless, several challenges were identified, including limited availability of media, insufficient teacher competence in financial literacy, children’s short attention spans, and the lack of parental and curricular support. To address these issues, teachers optimized available materials, employed simple digital tools, participated in professional training, and involved parents in saving activities at home. In conclusion, the appropriate use of instructional media combined with creative teaching strategies can effectively facilitate financial literacy learning in early childhood. Financial literacy not only introduces children to money management but also instills responsibility, independence, and positive financial habits beneficial for their future lives.
Gadgets as “Kawan Parak”: Exploring YouTube Use, Parental Mediation, and Social Interaction among Children Aged 4-6 Years Raudatul Hasanah; Khotimatul Majidah S; Muhammad Khairul Ikhsan
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2026): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/5b8e6719

Abstract

This study aims to understand the dynamics of YouTube and digital media use among children aged 4-6 years in Sungai Tandipah Village, Sungai Tabuk District, Banjar Regency, South Kalimantan Province, with a focus on access patterns, parental support, and children's social interactions. The study used a descriptive qualitative approach with an intrinsic case study strategy. Informants consisted of 10 families grouped into three types: families with full-time working parents, families with housewives who use gadgets as a negotiation tool, and families who actively limit screen time. Data were collected through in-depth interviews, passive participant observation, and field notes, then analyzed using thematic analysis. The results showed that gadgets function as “kawan parak” a local term referring to a close companion that accompanies children from morning routines to mealtimes and moments when parents are occupied with work or domestic tasks. However, parental mediation was predominantly passive. Intensive YouTube use was associated with the emergence of “YouTube language,” reduced familiarity with the Banjar mother tongue, emotional outbursts when devices were withdrawn, egocentric behavior, and a shift from traditional play to screen-based peer gatherings. [Penelitian ini bertujuan memahami dinamika penggunaan YouTube dan media digital pada anak usia 4-6 tahun di Desa Sungai Tandipah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan,  dengan fokus pada pola akses, pendampingan orang tua, dan interaksi sosial anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus intrinsik. Informan terdiri atas 10 keluarga yang dikelompokkan menjadi tiga tipe, yaitu keluarga dengan orang tua bekerja penuh waktu, keluarga ibu rumah tangga yang menggunakan gadget sebagai alat negosiasi, dan keluarga yang aktif membatasi waktu layar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gadget berfungsi sebagai “kawan parak” yang menemani anak sejak pagi, saat makan, dan ketika orang tua bekerja. Pendampingan orang tua cenderung pasif, sehingga anak lebih banyak diarahkan oleh pilihan sendiri dan algoritma YouTube. Penggunaan YouTube berkaitan dengan munculnya bahasa YouTube, gagap bahasa ibu, tantrum, egosentrisme, dan pergeseran permainan tradisional. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital keluarga dan pendampingan aktif dalam parenting anak usia dini.]
The Implementation of the Ummi Method in Memorizing Short Qur’anic Surahs at Khalifah 27 Kindergarten Jakabaring Palembang Satia Utami; Ali Murtopo; Elsa Cindrya
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2026): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/m984fz53

Abstract

This study aimed to describe the implementation of the Ummi Method in improving the ability to memorize short surahs at TK Khalifah 27 Jakabaring Palembang. The study was motivated by the varying abilities of young children in memorizing short surahs, indicating the need for a learning method that is appropriate to their developmental characteristics. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, classroom teacher, Ummi Method teacher, and students. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation. The findings revealed that the implementation of the Ummi Method was carried out systematically through opening activities, muraja’ah (memorization review), classical and individual learning, and repeated memorization using the one-verse-per-day system. The method helped children memorize short surahs gradually, improved the fluency and accuracy of recitation, and increased their confidence in presenting their memorization. The successful implementation of the Ummi Method was supported by teachers’ competence, appropriate learning media, and collaboration between the school and parents in guiding children’s muraja’ah at home. Therefore, the implementation of the Ummi Method effectively supports the development of young children's ability to memorize short surahs at TK Khalifah 27 Jakabaring Palembang. [Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penerapan Metode Ummi terhadap kemampuan menghafal surah pendek di TK Khalifah 27 Jakabaring Palembang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih beragamnya kemampuan anak dalam menghafal surah pendek sehingga diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Metode Ummi telah dilaksanakan secara sistematis melalui kegiatan pembukaan, muroja’ah, pembelajaran klasikal dan individual, serta pengulangan hafalan dengan sistem satu hari satu ayat. Penerapan metode ini membantu anak menghafal surah pendek secara bertahap, meningkatkan kelancaran hafalan, ketepatan pelafalan, dan kepercayaan diri dalam menyetorkan hafalan. Keberhasilan implementasi Metode Ummi didukung oleh kompetensi guru, penggunaan media pembelajaran yang sesuai, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam membimbing muroja'ah di rumah. Dengan demikian, penerapan Metode Ummi mampu mendukung perkembangan kemampuan menghafal surah pendek pada anak usia dini di TK Khalifah 27 Jakabaring Palembang.]
Fostering Prosocial Behavior Habits in Early Childhood through Make A Match Learning Arisna Wahyuni; Miya Rahmawati
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2026): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/yb3etv53

Abstract

Prosocial behavior is one of the essential aspects of early childhood development, as it helps children build positive interactions with their surrounding environment. This study aimed to describe the findings regarding the habituation of prosocial behavior through the Make a Match learning model among early childhood students at at Pertiwi 1 Kindergarten. This research employed a qualitative approach using a case study strategy. The participants were Group B1 children aged 5-6 years. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students as the research informants. The findings revealed that the Make a Match learning model effectively fostered children’s prosocial behavior through interactive and collaborative card-matching activities. The habituation of prosocial behavior was reflected in several indicators, including discipline in following the rules of the game, helping peers who encountered difficulties, caring for the environment by tidying up learning materials after use, and demonstrating care and respect toward classmates throughout the learning process. The teacher’s role as a facilitator, role model, and provider of positive reinforcement was a crucial factor in the successful habituation of these behaviors. Therefore, the Make a Match learning model can serve as an effective instructional strategy for fostering and habituating prosocial behavior in early childhood education. [Perilaku prososial merupakan salah satu aspek perkembangan penting bagi anak usia dini untuk membangun interaksi yang postif bagi lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi temuan mengenai pembiasaan perilaku prososial melalui pembelajaran make a match pada anak usia dini di TK Pertiwi I Kandangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Subjek penelitian adalah anak Kelompok B1 yang berusia 5-6 tahun. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Make a Match mampu membiasakan perilaku prososial anak melalui kegiatan mencari pasangan kartu yang dilakukan secara berkelompok dan interaktif. Pembiasaan perilaku prososial tampak pada indikator disiplin dalam mengikuti aturan permainan, saling membantu teman yang mengalami kesulitan, peduli terhadap lingkungan dengan merapikan alat permainan setelah digunakan, serta menunjukkan sikap peduli dan menghargai teman selama proses pembelajaran. Peran guru sebagai fasilitator, pemberi teladan, dan pemberi penguatan positif menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembiasaan tersebut. Dengan demikian, pembelajaran Make a Match dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang dapat menanamkan dan membiasakan sikap perilaku prososial pada anak usia dini.]
Strengthening Public Relations Strategies of the Undergraduate Program in Early Childhood Islamic Education at IAIN Pontianak Handes Handes
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2026): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/qfarhq58

Abstract

The development of digital technology encourages higher education institutions to adapt with innovative communication strategies in the management of public relations. The Early Childhood Islamic Education (PIAUD) study program at IAIN Pontianak faces challenges in building academic branding because the public relations activities carried out are still merely informative. This study aims to analyze the public relations strategies implemented by the PIAUD study program at IAIN Pontianak and to provide innovative recommendations for strengthening academic branding. The research method used is qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted by including data condensation, data presentation, and conclusions as well as verification. The results of this study indicate that Instagram functions as a promotional medium for academic and social activities, while the website serves as an information tool that displays identity, vision-mission, curriculum, and the scientific works of lecturers and students. Nevertheless, the management is still less than optimal due to the absence of a public relations team, and the content displayed is still limited to information dissemination. The implications of these findings contribute to strengthening the theoretical perspective on public relations in higher education with an interactive and participatory approach. [Perkembangan teknologi digital mendorong Perguruan Tinggi untuk beradaptasi dengan strategi komunikasi yang inovatif dalam pengelolaan public relations. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAIN Pontianak menghadapi tantangan dalam membangun branding akademik karena aktivitas public relations yang dilakukan masih sebagai sarana informative. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi public relations yang dilaksanakan oleh program studi PIAUD IAIN Pontianak serta memberikan rekomendasi inovatif dalam penguatan branding akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan meliputi kondensasi data, penyajian data, dan simpulan serta verfikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instagram berfungsi sebaga media promosi aktivitas akademik dan sosial sedangkan website berperan sebagai sarana informasi yang menampilkan identitas, visi-misi, kurikulum, karya ilmiah dosen dan mahasiswa. Walaupun demikian, pengelolaan tersebut masih kurang optimal karena belum terbentuknya tim public relatios dan konten yang ditampilkan masih terbatas pada penyampaian informasi. Implikasi dari temuan ini adalah berkontribusi pada penguatan perspektif teoritis mengenai public relations di Perguruan Tinggi dengan pendekatan interaktif dan partisipatif.]