cover
Contact Name
Nur Hamzah
Contact Email
jurnalalbanna@gmail.com
Phone
+6281346478898
Journal Mail Official
jurnalalbanna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjend. Soeprapto No.19, Pontianak-Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 30249449     DOI : -
Core Subject : Education,
ALBANNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini aims to provide a platform for scholars to disseminate and discuss the results of research on the theme of early childhood Islamic education. Scope of ALBANNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini accepts unpublished, original manuscript in Indonesia or English or Arabic, based on research many methodologu related with early childhood education include: Early childhood in Islamic perspective Early childhood development Early childhood and parenting Early childhood teaching and learning Early childhood with special needs Early childhood community
Articles 45 Documents
The Ice Breaking Model in Early Childhood Education: Training Kindergarten Teachers in Indonesia HMS, Deden; Rizqina, Aulia Laily
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i1.4637

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengembangkan model ice breaking pada guru pendidikan anak usia dini di Indonesia melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pelatihan dilaksanakan di tujuh provinsi yang dilaksanakan di 18 Kabupaten atau Kota pada periode Mei hingga Juni 2025. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti memberikan instruksi kepada guru dalam merancang dan mempraktikkan ice breaking seperti, lagu anak, permainan, dan aktivitas pembelajaran menyenangkan yang dapat diterapkan di kelas. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan Gurame (Guru Asyik, dan Menyenangkan) dan dilengkapi dengan panduan buku dan praktik langsung oleh guru.  Hasilnya menunjukkan guru sangat antusias, merasa lebih percaya diri, dan mampu menyesuaikan ice breaking dengan karakteristik anak usia dini. Peneliti juga menerapkan konsep 4F (Fun, Friendly, Focus, Fresh) dan konsep guru betulan dan kebetulan sebagai refleksi peran profesional guru pendidikan anak usia dini. This article aims to implement and develop an ice breaking model for early childhood education teachers in Indonesia through the Participatory Action Research (PAR) approach. The training was conducted in seven provinces across 18 regencies or cities during the period of May to June 2025. In this study, the researcher provided instructions to teachers on designing and practicing ice breaking activities such as children’s songs, games, and enjoyable learning activities that can be applied in the classroom. The training was carried out using the Gurame approach (which stands for Guru Asyik dan Menyenangkan or Fun and Enjoyable Teachers) and was supported by a training manual and direct practice sessions by the teachers. The results showed that teachers were highly enthusiastic, felt more confident, and were able to adapt ice breaking activities to the characteristics of young children. The researcher also applied the 4F concept (Fun, Friendly, Focus, and Fresh) and introduced the concept of guru betulan (genuine teacher, a teacher who teaches with full responsibility, dedication, and continuous self-development) and guru kebetulan (accidental teacher, a teacher who teaches merely as a routine without true commitment or creativity) as a reflection of the professional role of early childhood education teachers.  
Assessment in Early Childhood Education: A Literature Review Hafizi, Darul; Ubabuddin; Ramadhan, Ahmad Fadhail; Khalil, Muhammad Amin; Aditya, Farninda
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i1.4669

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya asesmen dalam pendidikan anak usia dini serta ragam bentuk asesmen yang relevan digunakan dalam mendukung perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research dalam menganalisis data baik dari jurnal dan buku yang membahas asesmen anak usia dini. Hasil studi ini menunjukkan bahwa asesmen memiliki peran penting dalam mengukur sejauhmana perkembangan anak usia dini dan menjadi dasar dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta tahapan perkembangan anak usia dini. Asesmen juga berfungsi sebagai media kolaborasi antara guru dengan orang tua untuk menstimulus aspek perkembangan anak usia dini serta mendukung program pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini dengan praktik parenting yang dilakukan orang tua di rumah. Artikel ini membahas dua bentuk asesmen utama, yaitu asesmen formatif yang digunakan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran secara berkelanjutan, dan asesmen sumatif yang digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dalam periode tertentu. Akan tetapi, penelitian ini memiliki keterbatasan karena bersifat konseptual dan belum dilengkapi data empiris lapangan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan studi lapangan untuk memperkuat hasil temuan berkaitan dengan asesmen pada anak usia dini. This article aims to examine the importance of assessment in early childhood education and the various forms of relevant assessment used to support child development. This study uses a descriptive qualitative method with a library research approach in analyzing data from both journals and books that discuss early childhood assessment. The results of this study indicate that assessment has an important role in measuring the extent of early childhood development and is the basis for designing learning that is in accordance with the needs and stages of early childhood development. Assessment also functions as a medium for collaboration between teachers and parents to stimulate aspects of early childhood development and support learning programs in early childhood education institutions with parenting practices carried out by parents at home. This article discusses two main forms of assessment, namely formative assessment which is used to monitor and improve the learning process continuously, and summative assessment which is used to determine the achievement of learning objectives in a certain period. However, this study has limitations because it is conceptual and has not been equipped with empirical field data, so further research is needed with field studies to strengthen the findings related to assessment in early childhood.
Nature Based Learning Strategies for Building Environmental Awareness in Early Childhood Najmina, Nahwatun; Sukmawati, Karlina; Afifah, Yunita Nur
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i2.4722

Abstract

Pembelajaran berbasis alam merupakan pembelajaran yang memiliki strategi paling efektif dalam mengembangkan metode pembelajaran pada anak usia dini. Guru harus memiliki inovasi baru dalam menerapkan model pembelajaran seperti kegiatan outing class. Kegiatan outing class yang dimaksud adalah kegiatan diluar maupun didalam ruangan dengan memanfaatkan lingkungan dan alam sebagai objek utamanya. Metode penelitian ini menggunakan metode deksriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di RA Tarbiyatul Banin Banat 1 Jetak. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kegiatan outing class memberikan banyak perubahan terhadap anak-anak baik dalam segi perkembangan, pertumbuhan, kreativitas, kemandirian maupun pola pikir anak terhadap lingkungan dan alam sekitar. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, mampu memberikan wawasan dan pengetahuan terhadap guru pendidikan anak usia dini dalam membangun kesadaran lingkungan khususnya di Taman Kanak-Kanak melalui proses pembelajaran berbasis alam. Nature-based learning is a learning that has the most effective strategy in developing learning methods for early childhood. Teachers must have new innovations in implementing learning models such as outing class activities. The outing class activities in question are activities outside or inside the room by utilizing the environment and nature as the main objects. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and documentation at RA Tarbiyatul Banin Banat 1 Jetak. The results of this study prove that outing class activities provide many changes to children both in terms of development, growth, creativity, independence and children's mindsets towards the environment and the surrounding nature. It is hoped that this research will be able to provide insight and knowledge to early childhood education teachers in building environmental awareness, especially in Kindergartens through nature-based learning processes.
Improving Fine Motor Skills through Finger Painting Activities in Early Childhood at Kindergarten Maryanti; Nisa, Uswatun; Yusuf , Muhammad
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i2.4949

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan  masa emas yang menjadi landasan bagi perkembangan anak secara holistik khususnya aspek perkembangan motorik halus yang dapat membantu anak dalam melakukan aktivitas dasar seperti menggenggam, menekan, mengontrol gerakan jari, serta melatih koordinasi mata dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aktivitas finger paint dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini di TK ABA Al-Fitrah, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan motorik halus anak, terbukti dari ketuntasan yang naik dari 38% pada pra-tindakan menjadi 62% pada Siklus I, dan mencapai 85% pada Siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa kegiatan finger painting mampu melatih otot tangan dan jari, meningkatkan pengendalian gerakan, serta memperkuat koordinasi mata dan tangan melalui aktivitas yang kreatif, eksploratif, dan menyenangkan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu secara konsisten menghadirkan aktivitas pembelajaran yang kreatif dan interaktif untuk mendukung perkembangan anak usia dini. Orang tua diharapkan dapat mendampingi anak di rumah agar stimulasi motorik halus tetap berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran berbasis bermain dalam mengoptimalkan perkembangan motorik halus pada anak usia dini. Early childhood education is a golden period that serves as a foundation for holistic child development, particularly in the aspect of fine motor skills, which can assist children in performing basic activities such as controlling finger movements and training hand-eye coordination. This research aims to determine the effectiveness of finger painting activities in improving the fine motor skills of preschool children at TK ABA Al-Fitrah, Karang Intan Subdistrict, Banjar Regency, South Kalimantan Province. The study employs a descriptive quantitative approach with data collection techniques in the form of pre-tests and post-tests.ensure safe and engaging facilities to optimally support the development of fine motor skills. The research results indicate an improvement in children's fine motor skills, evidenced by an increase in mastery from 38% in the pre-action phase to 62% in Cycle I and reaching 85% in Cycle II. These findings demonstrate that finger painting activities can train hand and finger muscles, enhance movement control, and strengthen hand-eye coordination through creative, exploratory, and enjoyable activities. The implications of this research suggest that teachers need to consistently present creative and interactive learning activities to support the development of young children. Parents are expected to accompany their children at home to ensure that fine motor stimulation continues. This research contributes to the development of play-based learning strategies in optimizing fine motor development in early childhood.
The “My Plants” Project: Enhancing Creativity and Collaboration Skills in Early Childhood Education Suprihatin, Kurnia Sari; Taufik, Herman; Zulkarnaen, Muhammad
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v5i2.4950

Abstract

Pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan potensi anak, mencakup perkembangan fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, serta kreativitas. Penelitian ini mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek bertema “Tanamanku” di KB Sejahtera Mandiangin Barat sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan kolaborasi anak usia 5-6 tahun. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam kegiatan merancang, menanam, dan merawat tanaman mampu memicu munculnya ide-ide kreatif yang terefleksi dalam berbagai bentuk ekspresi, seperti menggambar, bercerita, dan praktik langsung di lapangan. Selain itu, anak-anak belajar bekerja sama melalui pembagian tugas, diskusi sederhana, dan pengambilan keputusan kelompok. Kolaborasi tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan sosial, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap hasil bersama. Hambatan yang ditemui, seperti keterbatasan sarana pendukung dan variasi tingkat partisipasi anak, dapat diminimalkan melalui perencanaan yang matang, penggunaan media alternatif, serta pendampingan intensif dari guru. Temuan ini menguatkan konsep pembelajaran berbasis pengalaman dan interaksi sosial sebagai pendekatan efektif di pendidikan anak usia dini. Proyek “Tanamanku” tidak hanya meningkatkan kreativitas dan kolaborasi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan. Model ini layak direkomendasikan sebagai praktik baik yang dapat direplikasi di lembaga pendidikan anak usia dini lain yang ada di Indonesia. Early Childhood Education  is an important foundation in shaping children’s character and potential, encompassing physical, cognitive, language, socio-emotional, and creative development. This study implemented project-based learning with the theme "My Plants" at KB Sejahtera Mandiangin Barat as an innovative strategy to enhance the creativity and collaboration skills of children aged 5-6 years. Using descriptive qualitative methods, data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that children's involvement in designing, planting, and caring for plants can trigger the emergence of creative ideas that are reflected in various forms of expression, such as drawing, storytelling, and hands-on practice in the field. In addition, children learn to work together through task allocation, simple discussions, and group decision-making. This collaboration not only improves social skills but also fosters a sense of responsibility and concern for shared outcomes. Barriers encountered, such as limited supporting facilities and varying levels of child participation, can be minimized through careful planning, the use of alternative media, and intensive mentoring from teachers. These findings strengthen the concept of experiential learning and social interaction as an effective approach in ECE. The “My Plants” project not only enhances creativity and collaboration but also fosters children's concern for the environment. This model is worth recommending as a good practice that can be replicated in other early childhood education institutions in Indonesia.