cover
Contact Name
Nur Hamzah
Contact Email
jurnalalbanna@gmail.com
Phone
+6281346478898
Journal Mail Official
jurnalalbanna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjend. Soeprapto No.19, Pontianak-Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 30249449     DOI : -
Core Subject : Education,
ALBANNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini aims to provide a platform for scholars to disseminate and discuss the results of research on the theme of early childhood Islamic education. Scope of ALBANNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini accepts unpublished, original manuscript in Indonesia or English or Arabic, based on research many methodologu related with early childhood education include: Early childhood in Islamic perspective Early childhood development Early childhood and parenting Early childhood teaching and learning Early childhood with special needs Early childhood community
Articles 45 Documents
REFLEKSI PEMBELAJARAN DARING PADA ANAK USIA DINI DI ERA PANDEMI COVID-19: STUDI KASUS RA ICP NURUL ULUM BOJONEGORO Imamah, Zakiyatul
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2023): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v3i2.1847

Abstract

Lembaga pendidikan selama pandemi Covid-19 melakukan pembelajaran secara online atau dalam jaringan (daring), sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020. Adanya pembelajaran secara daring dimasa pandemi Covid-19 memberikan tantangan khusus bagi guru. Guru secara paedagogik harus tetap melaksanakan perannya untuk memotivasi dan mendorong kreatifitas anak usia dini dalam proses belajar, meskipun tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan peserta didik. Selain itu, guru dituntut lebih komunikatif terhadap peserta didiknya, sebab guru tidak dapat mengontrol secara langsung peserta didik saat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru dalam proses belajar. Supaya tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. Yang juga sangat penting adalah bahwa harus kompeten dalam membangun kerjasama dengan orang tua. Semua peran tersebut harus dilakukan dengan mediasi perangkat teknologi dan oleh karenanya guru secara personal harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi terbarukan. Artikel ini akan membahas kualifikasi, peran guru dalam pembelajaran daring di RA ICP Nurul Ulum Bojonegoro selama masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif analisis diskriptif, pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi dari yang didapatkan peneliti saat dilapangan. Penulisan artikel ini dilakukan agar guru semakin mengerti dan mengetahui perannya serta menerapkan model pembelajaran yang bervariasi dalam proses pembelajaran secara daring. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat Sembilan peran guru dalam pembelajaran dalam jaringan selama pandemi Covid-19. During the Covid-19 pandemic, educational institutions conducted online or online learning, in accordance with the policies stipulated by Minister of Education and Culture Regulation Number 4 of 2020. Online learning during the Covid-19 pandemic presented special challenges for teachers. Pedagogically, teachers must continue to carry out their role to motivate and encourage the creativity of young children in the learning process, even without having to meet face to face with students. Apart from that, teachers are required to be more communicative with their students, because teachers cannot directly control students when working on tasks given by the teacher in the learning process. So that learning objectives are achieved well. What is also very important is that you must be competent in building cooperation with parents. All of these roles must be carried out with the mediation of technological devices and therefore teachers must personally master renewable information and communication technology. This article will discuss the qualifications and role of teachers in online learning at RA ICP Nurul Ulum Bojonegoro during the Covid-19 pandemic. The method used is the qualitative method of descriptive analysis, data collection by means of observation, in-depth interviews and documentation of what researchers obtain in the field. This article was written so that teachers better understand and understand their role and apply various learning models in the online learning process. Based on the research results, it shows that there are nine teacher roles in online learning during the Covid-19 pandemic.
Methods of Memorizing the Qur’an for Early Childhood: Analysis of Direct Method, Affection, and Repetition as Parents’ Strategies Armita, Pipin; Hajazi, Mohd. Zaidi; Zaitun, Zaitun
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i1.1919

Abstract

Kemampuan anak usia dini untuk menghafal tidak bisa dipandang sebelah mata. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menuangkan ide dan mengembangkan pengetahuan tentang metode menghafal anak usia dini yang dapat dijadikan sebagai strategi orang tua ketika anaknya Menghafal Al-Qur’an. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mengandung makna tentang realitas sosial yang diamati kemudian diinterpretasi secara menyeluruh serta komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena data yang diperoleh peneliti dari bahan bacaan ilmiah dan hasil penelitian. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini bersifat deskripitif-kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui bahwa terdapat tiga metode menghafal anak usia dini, yaitu: a) Direct Method, b) Afection, dan c) Repetition. Pada prinsipnya, menghafal Al-Qur’an pada dasarnya dapat dilakukan dengan bermacam-macam metode, namun metode yang ditawarkan ini adalah metode yang dapat diterapkan dan diterima oleh setiap anak usia dini, meskipun berbagai latar belakang dan kemampuan yang berbeda. The ability of early childhood to memorize cannot be underestimated. The purpose of this study is to express ideas and develop knowledge about methods of memorizing early childhood which can be used as a strategy for parents when their children memorize the Qur'an. The research method used is a qualitative research method. Qualitative methods are used to obtain data that contains meaning about the social reality that is observed and then interpreted thoroughly and comprehensively. This study uses qualitative methods because the data obtained by researchers from scientific literature and research results. The data collection in this study is descriptive-qualitative in nature. The results of this study show that there are three methods of memorizing early childhood, namely: a) Direct Method, b) Affection, and c) Repetition. In principle, memorizing the Qur'an can basically be done with a variety of methods, but the method offered is a method that can be applied and accepted by every early childhood, despite having different backgrounds and abilities.
Transcending Boundaries: Effective and Enjoyable Early Childhood Teaching and Learning Maula, Faradina Milla; Khasanah, Putri Faidah
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i2.1955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis pendekatan-pendekatan baru dalam strategi belajar mengajar pada pendidikan anak usia dini, serta mengetahui tantangan dan hambatan yang dihadapi guru dalam menerapkannya di TK Khubbul Wathon Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan desain bibliometric, metode pemetaan sistematis dan eksplisit. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi strategi belajar mengajar yang efektif dan tantangannya bagi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam pendidikan anak usia dini merupakan kunci keberhasilan proses pengajaran dan pembelajaran. Selain itu, keberhasilan ini akan jauh lebih optimal dan maksimal jika dikaitkan dengan partisipasi yang terkoordinasi antara kepala sekolah, guru, dan orang tua. Penelitian ini juga menyoroti kreativitas dan inovasi guru dalam proses belajar mengajar anak usia dini. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kemajuan metode pembelajaran baru untuk mengembangkan soft skill dasar anak yang dapat digunakan dan dikembangkan di pendidikan tinggi di masa depan. This research aims to explore and analyze new approaches to teaching and learning strategies in early childhood education, as well as find out the challenges and obstacles faced by teachers in implementing them in the Khubbul Wathon Gresik kindergarten. This research uses a qualitative case study approach with a bibliometric design and systematic and explicit mapping methods. Data was collected through semi-structured interviews, observation, and documentation to identify effective teaching and learning strategies and their challenges for teachers. The research results show that the role of teachers in early childhood education is the key to the success of the teaching and learning process. Apart from that, this success will be much more optimal and maximal if it is associated with coordinated participation between school principals, teachers, and parents. This research also highlights teacher creativity and innovation in early childhood teaching and learning. This research contributes to the advancement of new learning methods to develop children’s basic soft skills that can be used and developed in higher education in the future.
Internalization of Early Childhood Responsibility Character Values Through Physical Education Loka, Novita; Sari, Novita
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i2.1959

Abstract

Anak usia dini merupakan individu yang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, bahkan dikatakan merupakan suatu lompatan perkembangan. Anak usia dini mempunyai rentang usia yang sangat berharga dibandingkan usia selanjutnya, karena perkembangan kecerdasannya sangat luar biasa. Penanaman karakter harus dilakukan sejak dini, agar karakter tertanam kuat dalam diri anak hingga dewasa. Usia dini merupakan masa kritis dalam pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang penanaman karakter tanggung jawab pada anak usia dini melalui aktivitas fisik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pengumpul data berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi yang didapatkan di lingkungan TK Sekolah Alam Indralaya Utara. Analisa data yang dilakukan melalui pendekatan Miles dan Huberman melalui pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas jasmani sangat efektif dan solusi dalam menanamkan karakter tanggung jawab pada anak adalah melalui pendidikan jasmani dengan menerapkan langsung pada anak, pendekatan yang baik kepada anak dan melakukan perbaikan serta mengulanginya. Adapun keterbatasan penelitian ini berfokus pada penanaman karakter pada anak usia dini melalui pembelajaran fisik anak usia dini. Early childhood is an individual who experiences a very rapid process of growth and development, even said to be a developmental leap. Early childhood has a very valuable age range compared to later ages because the development of intelligence is very extraordinary. Character cultivation must be carried out from an early age so that character is firmly embedded in children until adulthood. Early childhood is a critical period in character formation. This research aims to provide information about the cultivation of responsibility in early childhood through physical activity. The research method used in this study is a qualitative research method with data collectors based on observations, interviews, and documentation obtained in the kindergarten environment of North Indralaya Nature School. Data analysis is carried out through the Miles and Huberman approach through data collection, data presentation, and conclusions drawn. The results of the study show that physical activities are very effective, and the solution to instilling the character of responsibility in children is through physical education by applying a good approach to children, making improvements, and repeating them. The limitations of this study focus on instilling character in early childhood through early childhood physical learning.
INTEGRASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL UNTUK ANAK USIA DINI Hasanah, Fitria Fauziah
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2023): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v3i2.1984

Abstract

Literasi sangat penting untuk dikembangkan untuk anak sejak dini, karena literasi melatih kemampuan dasar anak yang dibutuhkan pada jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimana integrasi Pendidikan agama Islam dalam pengembangan literasi digital untuk anak usia dini yang dilakukan oleh orang tua di lingkungan keluarga. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua mengembangkan literasi digital untuk anak usia dini dilakukan dengan: 1) Mengajarkan anak untuk mampu menggunakan perangkat elektronik untuk mendapatkan informasi; 2) Mengajarkan anak memahami informasi bahwa gambar, teks, cerita, dan film di perangkat elektronik memiliki makna; 3) Mengajarkan anak menggunakan perangkat elektronik untuk merekam ide, perasaan, kegiatan, atau lingkungan di sekitar mereka. Adapun pengembangan literasi digital untuk anak terintegrasi dengan Pendidikan agama Islam diantaranya dalam Pendidikan Aqidah atau ketauhidan, Pendidikan ibadah shalat, Pendidikan doa sehari-hari dan dzikir, serta Pendidikan akhlak dan berbakti kepada orang tua. Literacy is very important to develop for children from an early age, because literacy trains children's basic abilities that are needed at the next level of education and is included in their daily lives. This research examines how the integration of Islamic religious education in the development of digital literacy for early childhood is carried out by parents in family institutions. The research method uses descriptive qualitative methods with data collection techniques using interviews, observation and documentation. The research results show that parents develop digital literacy for early childhood by: 1) Teaching children to be able to use electronic devices to obtain information; 2) Teaching children to understand information that images, texts, stories and films on electronic devices have meaning; 3) Teach children to use electronic devices to record ideas, feelings, activities or the environment around them. 4) The development of digital literacy is integrated with Islamic religious education through aspects of PAI materials and methods.
Optimizing Early Childhood Communication Skills Through Question Board Media Sit, Masganti; Sitorus, Masnun; Triowati, Triowati; Sitorus, Junida
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i1.1988

Abstract

Pengembangan keterampilan komunikasi sangat penting pada anak usia dini, karena keterampilan ini merupakan salah satu kompetensi utama di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi optimalisasi keterampilan komunikasi pada anak usia 4-6 tahun di RA An-Nida melalui penggunaan media papan soal dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan penilaian pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 14 anak usia 4-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata skor keterampilan komunikasi anak antara pre-test dan post-test, dengan peningkatan sebesar 14,2 poin dan nilai t sebesar 30,4 pada taraf signifikansi 0,00. Penelitian ini merekomendasikan agar optimalisasi keterampilan komunikasi anak usia dini melalui media pembelajaran sebaiknya dibahas pada penelitian selanjutnya. The development of communication skills is of utmost importance in early childhood, as these skills are one of the key competencies in the 21st century. This research aims to explore the optimization of communication skills in children aged 4-6 years at RA An-Nida through the use of question board media in the learning process. The study utilized an experimental design with pre-test and post-test assessments. The research sample consisted of 14 children aged 4-6 years. The results of the study indicated a significant difference in the average communication skills scores of the children between the pre-test and post-test, with a 14.2-point increase and a t-value of 30.4 at a significance level of 0.00. This research recommends that the optimization of early childhood communication skills through instructional media should be discussed in future studies.
The Learning Sirah Nabawiyah Through Mini Cinemas for Early Childhood Oktavia, Devi; Khairunnisa, Khairunnisa; Saudah, Saudah; Zulkarnain, Ali Iskandar; Hidayati, Sri
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i1.2010

Abstract

Pendidikan nilai agama dan moral merupakan bagian penting bagi perkembangan anak usia dini, yang memiliki fungsi sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter seseorang salah satunya yaitu melalui kajian Sirah Nabawiyah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tentang pemberian kajian Sirah Nabawiyah pada anak usia dini melalui bioskop mini. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun sumber data primer yaitu kepala sekolah Paud Islam Terpadu Al-Ghazali Modern School dan data sekunder berupa rekaman dan Rpph pembelajaran. Selanjutnya teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan Sirah Nabawiyah melalui bioskop mini merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan perkembangan nilai agama dan moral anak dalam memahami sejarah para pahlawan Islam dan teladan akhlak Rasulullah Saw. dengan pemanfaatan teknologi di era globalisasi. Education in religious and moral values ​​is an important part of early childhood development, which functions as the main foundation in forming a person's character, one of which is through the study of Sirah Nabawiyah. The aim of this research is to describe the provision of Sirah Nabawiyah studies to early childhood through a mini cinema. This research uses qualitative descriptive research. The primary data source is the principal of Al-Ghazali Modern School and secondary data in the form of learning recordings and RPPH. Next, data collection techniques are observation and interviews. The results of the research show that the introduction of Sirah Nabawiyah through a mini cinema is one way that can increase the development of children’s religious and moral values ​​in understanding the history of Islamic heroes and the moral examples of the Prophet Muhammad. with the use of technology in the era of globalization.
Etnoparenting: Early Childhood Parenting in the Muslim-Malay Community in Kapuas Hulu Yuni, Santi; Kurniawan, Syamsul; Widiatmaka, Pipit
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i1.2053

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan etnoparenting, yang deskripsinya penulis ambil dari kasus-kasud pola asuh yang penulis temukan pada masyarakat muslim-Melayu Desa Nanga Betung Kabupaten Kabupaten Kapuas Hulu. Etnoparenting merupakan aktivitas parenting yang polanya dilandaskan pada kearifan lokal yang berkembang di daerah tersebut. Secara metodologi, tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang data-datanya dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Sementara analisis datanya, menggunakan model analisis data interaktif. Berdasarkan hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa etnoparenting pada masyarakat muslim-Melayu di Desa Nanga Betung Kabupaten Kapuas Hulu sangat unik. Di desa ini pola asuh yang diterapkan orang tua pada anak usia dini mereka diterapkan secara bervariasi. Ada orang tua yang memberikan pola asuh secara demokratis, dan ada pula yang otoriter dan permisif. Dampak yang ditimbulkan dari pola asuh otoriter terhadap perkembangan emosional anak usia dini adalah anak menjadi penakut dan merasa terkekang. Sedangkan pola asuh permisif dapat membuat anak jadi profil yang kurang menghargai dan meremehkan nilai-nilai budaya sosial Desa. Sementara pola asuh demokratis yang diterapkan sebagian kecil orang tua membantu meningkatkan perkembangan emosional positif dan keterampilan sosial anak, terutama dalam sosial budaya. Hasil penelitian kami juga menunjukkan bahwa yang lebih dominan dari kesemua pola asuh yang dicirikan masyarakat muslim-Melayu di desa ini meskipun sama-sama berbasis etnoparenting umumnya adalah pola asuh otoriter. This paper aims to describe ethnoparenting, whose description the author takes from the cases of parenting styles that the author found in the Muslim-Malay community of Nanga Betung Village, Kapuas Hulu Regency. Ethnoparenting is a parenting activity whose pattern is based on local wisdom that develops in the area. Methodologically, this paper uses a qualitative approach with a descriptive method, whose data is collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. While analyzing the data using an interactive data analysis model. Based on the results of the study, it can be concluded that ethnoparenting in the Malay-Muslim community in Nanga Betung Village, Kapuas Hulu Regency, is very unique. In this village, the parenting style applied by parents in their early childhood is applied in various ways. Some parents provide democratic parenting, and some are authoritarian and permissive. The impact of authoritarian parenting on the emotional development of early childhood is that children become timid and feel constrained. Meanwhile, permissive parenting can make children become profiles that lack respect and underestimate the social and cultural values of the village. While democratic parenting applied by a small number of parents helps improve the positive emotional development and social skills of children, especially in socio-cultural contexts, our results also show that the dominant of all parenting styles characterized by the Muslim-Malay community in this village, although both are ethnoparenting-based, is generally authoritarian parenting.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK IT AZKIA ACEH BESAR Nurhafizah, Siti; Muthmainnah, Muthmainnah; Rahmi, Putri
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2023): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v3i2.2124

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu hal yang penting untuk dikembangkan pada anak usia dini. Salah satu penggunaan metode eksperimen dimana anak dapat terlibat langsung dalam proses pembelajarannya. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di TK IT Azkia Aceh Besar, ditemukan bahwa kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun belum berkembang sebagaimana mestinya. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih kurang melibatkan anak secara aktif melalui kegiatan yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode eksperimen memiliki pengaruh dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah anak kelompok usia 5-6 tahun di IT IT Azkia. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain One Group Pretest Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 15 orang anak di kelas TK B. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pada kegiatan Pretest, diperoleh nilai sebesar 45,75. Namun setelah diberikannya perlakuan atau treatment yakni menggunakan metode eksperimen, nilai yang diperoleh yakni sebesar 71,11. Selanjutnya, berdasarkan hasil perhitungan Uji-t, nilai ttabel yang diperoleh yakni sebesar 4,3 dan nilai thitung sebesar 1,761, dengan demikian thitung > ttabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode eksperimen dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun di TK IT Azkia Aceh Besar. The ability to solve problems is one of the crucial aspects to be developed in early childhood. One method utilized is through experiments where children can directly engage in the learning process. Based on observations conducted at TK IT Azkia Aceh Besar, it was found that the problem-solving abilities of 5-6-year-old children have not developed as expected. The learning activities conducted still lack active involvement of children through enjoyable activities. This research aims to determine whether the use of experimental methods has an influence on developing problem-solving skills among children aged 5-6 years in IT IT Azkia. The method employed is an experimental method with a One Group Pretest Posttest Design. The research sample consisted of 15 children in TK B class. The research findings revealed that in the Pretest activity, a score of 45.75 was obtained. However, after the treatment was administered, which involved using experimental methods, the obtained score was 71.11. Furthermore, based on the results of the t-test calculation, the obtained t-table value was 4.3, and the t-value was 1.761. Therefore, since the t-value is greater than the t-table value, the alternative hypothesis (Ha) is accepted, and the null hypothesis (Ho) is rejected. From these calculations, it can be concluded that the use of experimental methods has an influence on the problem-solving abilities of 5-6-year-old children in TK IT Azkia Aceh Besar.
The Phenomenon of Online Games among Rural Early Childhood in West Kalimantan Rizqina, Aulia Laily; Hafizi, Darul; Hasanah, Mauizatul
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2024): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v4i1.2576

Abstract

Artikel ini membahas penggunaan game online pada anak di pedesaan di daerah Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Dalam studi ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diolah berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan Teknik keabsahan data meliputi, trianguliasi, member check, dan menggunakan bahan referensi. Adapun temuan penelitian ini adalah pertama, terdapat empat game online yang paling banyak digemari oleh anak-anak dipedesaan seperti, Fifa Mobile, PUBG Mobile, Mobile Legends: Bang-Bang (MOBA), dan Free Fire. Kedua, Banyaknya anak yang bermain game online mendapatkan respon dari orang tua seperti adanya kekhawatiran orang tua kepada anak ketika bermain game online akan berdampak pada motivasi belajar dan ibadah anak. Ketiga, Orang tua masih belum maksimal dalam membatasi dan mengawasi game online pada anak dikarenakan terbatasnya pengetahuan orang tua, Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan deskripsi terkait banyaknya anak pedesaan yang menggunakan game online. This article discusses the use of online games by rural children in Sambas Regency, West Kalimantan Province. In this study, the author used qualitative research methods with a descriptive approach. Data was processed based on the results of interviews, observations, and documentation. The data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and conclusions. While data validity techniques include triangulation, member checks, and using reference materials, The findings of this study are that, first, there are four online games that are most popular with children in rural areas, such as Fifa Mobile, PUBG Mobile, Mobile Legends: Bang-Bang (MOBA), and Free Fire. Second, the number of children who play online games gets a response from parents, such as parents’ concerns about children’s learning motivation and worship. Third, parents are still not optimal in limiting and supervising online games in children due to limited parental knowledge. This study contributes to providing a description of the phenomenon of rural children playing online games.