cover
Contact Name
Zainal Abidin
Contact Email
jurnal.ngarsa@gmail.com
Phone
+6285236214368
Journal Mail Official
jurnal.ngarsa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No. 1 Mangli, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Indonesia 68136.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
NGARSA: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
ISSN : 27759776     EISSN : 2775782X     DOI : https://doi.org/10.35719/ngarsa.v1i1
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom merupakan jurnal yang menerbitkan artikel-artikel hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam penerapan berbagai bidang keilmuan (multidisiplin), antara lain sosial, agama, pendidikan, budaya, ekonomi, politik, dan lain-lain.
Articles 129 Documents
Pemberdayaan Perempuan UMKM Melalui Digital Marketing di Desa Jombang Kecamatan Jombang Asnawan, Asnawan; Alfiana, Delfi Masrurotul; Sa'diyah, Halimatus; Efendi, Muhammad Deni; Azizah, Siti Aliyatul; Rohman, Taufikur
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 2 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i2.320

Abstract

Pengabdian ini berjudul pemberdayaan perempuan UMKM melalui digital marketing di Krajan I Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jember. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan secara praktis terkait pengetahuan-pengetahuan tentang strategi pemasaran yang efektif dan efisien guna meningkatkan usaha yang digalakkan oleh pelaku UMKM khususnya yang berada di Dusun Krajan I Desa Jombang Kecamatan Jombang. Perempuan yang mayoritas adalah pelaku UMKM, khususnya UMKM pengolahan krupuk yang menjadi ciri khas Desa Jombang, mereka diberdayakan melalui UMKM dan digital marketing. Metode yang digunakan adalah metode survei, teknik deskriptif dan penyampaian materi secara langsung serta simulasi dan diskusi mengenai manajemen, digitalisasi marketing, pemasaran produk dan peningkatan penjualan bagi pelaku UMKM yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Kesimpulan dari pengabdian kepada masyakat ini adalah adanya upaya untuk melakukan pendampingan dan manajemen dalam pengembangan digitalisasi marketing yang berorientasi pada peningkatan penjualan UMKM khususnya yang berada di Dusun Krajan I Desa Jombang Kecamatan Jombang.  
Transformasi Home Industry Es Krim Parem Jamu (ESEMMU) melalui Pendampingan Digital Marketing pada Era Pandemi COVID-19 di Kelurahan Kadipaten Kabupaten Ponorogo Cahyanto, Ilham; Janah, Unun Roudlotul
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.332

Abstract

Jamu merupakan obat herbal tradisional yang mengandung bahan-bahan alami dan memiliki beranekaragam khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit serta warisan budaya asli Indonesia yang berkembang di masyarakat secara turun-temurun dan bisa digunakan untuk keperluan kesehatan. Setelah terjun di lokasi pengabdian penulis menemukan sebuah aset yang berpotensi untuk dilakukan pemberdayaan. Setelah dilakukan wawancara dan observasi ternyata pelaku home industry belum pernah memasarkan produknya melalui media digital, sejauh ini teknik pemasaran yang dilakukan hanya di sekitar Kelurahan Kadipaten melalui berjualan keliling bersepeda dan belum adanya inovasi menciptakan produk lain dari olahan minuman jamu. Tujuan dari pengabdian ini yakni memberikan program terobosan baru dengan melakukan pendampingan digital marketing dan pembuatan inovasi produk Es Krim Parem Jamu (ESEMMU) pada pelaku usaha, harapan untuk ke depannya dapat menambah keahlian dalam memasarkan produk dan menambah jenis produk pada home industri jamu tradisional milik Ibu Siti Aminah yang berlokasi di Kelurahan Kadipaten. Metode yang digunakan dalam pengabdian yakni pendekatan Asset Based Community - Driven Development (ABCD). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa home industry telah memiliki akun di media digital untuk memasarkan produknya, tercetusnya produk Es Krim Parem Jamu (ESEMMU) yang siap dikembangkan dan meningkatnya skill dalam inovasi produk. Kata Kunci: Pemberdayaan; Digital Marketing; Inovasi Produk; Home Industry; ABCD Jamu is a traditional herbal medicine containing natural ingredients that have various properties to cure various diseases as well as the original Indonesian cultural heritage that developed in the community for generations that are used for health purposes. After plunging in the location of the service, the author found an asset that has the potential to be empowered. After conducting interviews and observations, it turns out that home industry players have never marketed their products through digital media, so far the marketing techniques carried out are only around the Duchy Village through selling around cycling and there is no innovation in creating other products from processed herbal drinks. The purpose of this service is to provide a new breakthrough program by providing digital marketing assistance and making innovations for ice cream parem jamu (esemmu) products for business actors, hoping that in the future they can add expertise in marketing products and add types of products to Mrs. Siti Aminah traditional herbal home industry is located in the Kadipaten Village. The method used in the service is the Asset Based Community - Driven Development (ABCD) approach. The results of the service show that the home industry already has an account in digital media to market its products, the emergence of the Parem Jamu ice cream product (ESEMMU) which is ready to be developed and increased skills in product innovation. Keywords: Empowerment, Dgital Marketing, Product Innovation, Home Industry, ABCD
Revitalisasi Pertanian Berkelanjutan Transformasi Kotoran Sapi Menjadi Solusi Hijau Mengatasi Ketergantungan Pupuk Kimia Di Desa Kesilir Khusnah, Laila; Lailiyah , Nur Rohma; Imdad, Saify; Masruroh, Felia
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.336

Abstract

Populasi ternak sapi di desa Kesilir memiliki potensi yang sangat besar. Dalam hal ini sapi menghasilkan limbah kotoran yang sebenarnya bermanfaat bagi masyarakat petani desa Kesilir, namun belum terfikirkan oleh masyarakat. Padahal kotoran sapi berpotensi sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik, yang dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat dalam penggunaan pupuk kimia di bidang pertanian. Oleh karena itu, pembuatan pupuk organik perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat khususnya petani di pedesaan yang kekurangan informasi dan teknologi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah, 1) untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan pupuk organik, 2) untuk melakukan pelatihan kepada warga desa Kesilir dalam melakukan proses pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi. Program pengabdian ini dilakukan dengan metode ABCD (Asset Based Community Development), yang diawali dengan menggali potensi yang ada di desa untuk kemudian dikembangkan, yaitu potensi banyaknya peternak sapi beserta kotorannya dan luasnya lahan pertanian. Pengembangan dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai manfaat pupuk organik melalui pelatihan serta praktik pembuatannya sehingga bisa lebih mudah untuk diterapkan oleh warga. Hasil pengabdian ini antara lain masyarakat mengetahui dan faham tentang manfaat pupuk organik pada lahan pertanian, diantaranya dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan dapat meningkatkan unsur hara dalam tanah. Warga akhirnya juga mengerti bahwa pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi membutuhkan bahan tambahan berupa sekam, molase, Em4, dan air. Adapun warga yang mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik ini adalah warga yang tergabung dalam kelompok-kelompok petani di desa Kesilir. Pelatihan ini dilakukan sebagai inisiasi kepada warga dalam pembuatan pupuk organic, merekapun antusias dalam melaksanakan pelatihan. Kata Kunci: Pemanfaatan Kotoran Sapi; Pupuk Organik; Pupuk Kimia The cattle population in Kesilir village has enormous potential. In this case, cows produce manure waste which is actually beneficial for the farming community in Kesilir village, but which the community has not yet thought about. In fact, cow dung has the potential to be a basic ingredient for making organic fertilizer, which can be an alternative to reduce people's dependence on the use of chemical fertilizers in agriculture. Therefore, organic fertilizer production needs to continue to be socialized to the public, especially farmers in rural areas who lack information and technology. The purpose of this community service is, 1) to provide outreach to the community about the benefits and materials needed to make organic fertilizer, 2) to provide training to Kesilir village residents in carrying out the process of making organic fertilizer from cow dung. This service program is carried out using the ABCD (Asset Based Community Development) method, which begins by exploring the potential that exists in the village to then be developed, namely the potential for the large number of cattle breeders and their dung and the size of agricultural land. Development is carried out by providing an understanding of the benefits of organic fertilizer through training and practice in making it so that it can be easier for residents to apply. The results of this service include the community knowing and understanding the benefits of organic fertilizer on agricultural land, including reducing the use of chemical fertilizers and increasing nutrients in the soil. Residents finally understood that making organic fertilizer from cow dung requires additional materials in the form of husks, molasses, Em4 and water. The residents who took part in the training in making organic fertilizer were residents who were members of farmer groups in Kesilir village. This training was carried out as an initiation for residents in making organic fertilizer, they were enthusiastic in carrying out the training. Keywords: Utilization Of Cow Dung; Organic Fertilizer; Anorganic Fertilizer
Pendampingan Efektif Dalam Perolehan Nomor Induk Berusaha (NIB) Melalui Kolaborasi Koperasi BMT Bina Tanjung Jember Sya'diyah, Halimatus; Hasanah, Fadilatul; Ahmadiono, Ahmadiono; Mukarom, Ud Hulul
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.405

Abstract

Pasar Tanjung Jember dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan. Artinya, UMKM membutuhkan izin usaha dari pemerintah agar dilindungi secara hukum. Kegiatan penganbdian masyarakat ini  dilakukan karena tidak adanya tenaga pelaku UMKM Pasar Tanjung dalam pembuatan Nomor Induk Usaha yang Dapat Dikenali dan tidak adanya pemahaman tentang cara pembuatan Nomor Induk Usaha (NIB) melalui melalui Online Single Submission (OSS). Tujuannya untuk memudahkan proses Online Single Submission (OSS) bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di Pasar Tanjung. Mentoring dan observasi adalah dua metode yang digunakan. Menyampaikan teori, membuat izin perusahaan, dan mengirimkan surat legalitas usaha adalah bagian dari mewujudkan gerakan ini. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar Tanjung menunjukkan peningkatan akses OSS terhadap data tentang legalitas dan pendaftaran usahanya. Usaha kecil dan menengah (UKM) mendapat manfaat dari dorongan pemerintah, ketersediaan keuangan, keamanan perusahaan, dan bantuan pertumbuhan.  Kata Kunci: UMKM; NIB; Pendampingan; Online Single Submission (OSS) The Tanjung Jember market has experienced growth from year to year. This means that MSMEs need a business license from the government to be legally protected. This community service activity was carried out because there were no staff from Tanjung Pasar UMKM actors in making Recognizable Business Numbers and there was no understanding of how to make Business Numbers (NIB) through Online Single Submission (OSS). The aim is to assist Tanjung Market MSMEs in creating accounts and managing legality through the Online Single Submission (OSS) procedure. Observation and advocacy are two approaches taken. Delivering theories, creating business licenses, and submitting business legality letters are all part of putting this movement into action. This action has led to an increase in the amount of data concerning the legitimacy and registration of businesses in Tanjung's MSME market's OSS account. As a result, MSMEs receive government endorsement, financial resources, legal security, and help in growing their businesses. Keywords : UMKM; NIB; Assistance; Online Single Submission (OSS)
Pemanfaatan Kekayaan Hayati Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Di Desa Bangunrejo Sukorejo Ponorogo Rahmawati, Asna Zultiva; Pertiwi, Faninda Novika
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.414

Abstract

Desa Bangunrejo, kecamatan Sukorejo, kabupaten Ponorogo memiliki salah satu keanekaragaman hayati yaitu tanaman kunyit. Kunyit merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai bumbu dapur dan juga pewarna makanan. Kunyit merupakan salah satu jenis remoah-empah dengan nama latin curcuma domestica ini sudah dibudidayakan sejak zaman dahulu. Tanaman kunyit ini selain menjadi pewarna alami yang memiliki banyak kandungan dan khasiat, tanaman ini juga merupakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kunyit dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisonal yang berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh di Desa Bangunrejo. Tujuan pengabdian ini yaitu memberikan informasi terhadap masyarakat khususnya pemanfaatan bahan obat tradisional di lingkungan sekitar. Masyarakat bangunrejo sangat antusias selama proses pengabdian ini berlangsung. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu metode pelatihan dan sosialisasi melalui media poster. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan yang telah dilakukan mampu diterapkan di keluarga masing-masing. Setelah dilakukannya kegiatan pengabdian ini, diperoleh hasil 70% dari 10 KK (Kepala Keluarga) mengalami dampak positif terhadap pemanfaatan tanaman kunyit khususnya terhadap imunitas tubuh. Ketika merasa imunitas tubuh menurun maka dengan mengkonsumsi obat tradisional yang telah dihasilkan maka tubuh akan lebih sehat kembali. Melimpahnya kekayaan hayati yang ada akan sia-sia apabila tidak dirawat dan dimanfaatkan secara optimal. Kata Kunci: Imunitas; Kekayaah Hayati; Obat Tradisional Bangunrejo, Sukorejo, Ponorogo district has one type of biodiversity, namely the turmeric plant. Turmeric is a plant that has many benefits, including as a kitchen spice and also a food coloring. Turmeric is a type of spice with the Latin name Curcuma domestica and has been cultivated since ancient times. Apart from being a natural dye which has many ingredients and benefits, this turmeric plant is also a Family Medicinal Plant (TOGA). Turmeric can be used as a traditional medicine which is useful for increasing body immunity in Bangunrejo Village. The aim of this service is to provide information to the community, especially the use of traditional medicinal ingredients in the surrounding environment. The Bangunrejo community was very enthusiastic during this dedication process. The service method used is the ABCD method. The results of the service show that the training that has been carried out can be applied in each family. After carrying out this service activity, 70% of the 10 families (heads of families) experienced a positive impact on the use of turmeric plants, especially on the body's immunity. When you feel that your body's immunity is decreasing, by consuming the traditional medicine that has been produced, your body will be healthier again. The abundance of existing biological riches will be wasted if they are not cared for and utilized optimally. Keywords: Immunity; Biological Wealth; Traditional Medicine
Gerakan Literasi Desa (Gelisa) Untuk Meningkatkan Minat Baca Anak-Anak Di Desa Bloro Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Karim, Abdul; Umam, Khairul; Abidin, Ahmad Rhomadhanil; Nurcahyati, Niken; Riskiatin, Saroh
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.415

Abstract

Rendahnya tingkat literasi di masyarakat pedesaan dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Beberapa faktor utama yang memengaruhi literasi di pedesaan mencakup akses terbatas terhadap pendidikan, keterbatasan sumber daya ekonomi, dan kurangnya kesadaran literasi. Dimana permasalahan yang terjadi saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, peneliti melaksanakan kegiatan Gerakan literasi desa (Geliasa) di Desa Bloro Kecamatan Besuki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya literasi bagi pengembangan kualitas hidup mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan analisis permasalahan, pelaksanaan kegiatan Gelisa, evaluasi kegiatan, dan perencanaan tindak lanjut. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan berbagai metode, seperti wawancara, observasi, dokumentasi, serta focus group discussion (FGD) bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan orang tua. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa temuan kunci: 1) Membangun Kesadaran Masyarakat melalui Gerakan Literasi Desa (Gelisa): a) Sosialisasi kegiatan Gelisa kepada Masyarakat, b) Pelaksanaan kegiatan Gelisa dengan fokus pada membaca dan bermain bagi anak-anak, c) Kerjasama aktif antara Pemerintah Desa dalam penyediaan fasilitas literasi dengan perpustakaan Daerah. 2) Dampak Pelaksanaan Gerakan Literasi Desa (Gelisa) di Desa Bloro: a) Antusiasme anak-anak terhadap kegiatan Gelisa. b) Kesadaran pemerintah desa untuk mendirikan perpustakaan desa dan merancang kegiatan literasi berkelanjutan. c) Peningkatan kesadaran orang tua akan pentingnya literasi bagi perkembangan anak-anak. Gerakan Literasi Desa (Gelisa) di Desa Bloro telah memberikan kontribusi positif terhadap meningkatnya kesadaran literasi di kalangan masyarakat pedesaan. Evaluasi kegiatan ini menjadi dasar untuk perencanaan tindak lanjut guna memastikan kelangsungan dan efektivitas program literasi di masa mendatang. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat; Literasi Desa; Kesadaran Masyarakat Several factors can cause the low level of literacy in rural communities. Some main factors influencing literacy in rural areas include limited access to education, limited economic resources, and lack of literacy awareness. Where the problems that occur are interrelated and influence each other. Therefore, researchers carried out village literacy movement (Geliasa) activities in Bloro Village, Besuki District. This activity aims to raise public awareness regarding the importance of literacy for developing their quality of life. The research method used is Participatory Action Research (PAR), with stages of problem analysis, implementation of Gelisa activities, activity evaluation, and follow-up planning. Researchers used various methods to collect data, such as interviews, observation, documentation, and focus group discussions (FGD) with village government, community leaders, and parents. The results of this research show several key findings: 1) Building Community Awareness through the Village Literacy Movement (Gelisa): a) Socialization of Gelisa activities to the community, b) Implementation of Gelisa activities with a focus on reading and playing for children, c) Active collaboration between Village Government in providing literacy facilities with regional libraries. 2) Impact of Implementing the Village Literacy Movement (Gelisa) in Bloro Village: a) Children's enthusiasm for Gelisa's activities. b) Village government awareness to establish village libraries and design sustainable literacy activities. c) Increasing parental awareness of the importance of literacy for children's development. The Village Literacy Movement (Gelisa) in Bloro Village has increased literacy awareness among rural communities. Evaluation of this activity becomes the basis for follow-up planning to ensure the future literacy program's continuity and effectiveness. Keywords: Community Service; Village Literacy; Citizen's Awareness
Pendampingan Sertifikasi Halal Produk Makanan Usaha Mikro dan Kecil Melalui Website SIHALAL Setyowati, Ratna Dewi; Cahyani, Putri Gita; Annisa, Nurul; Ulya, Husna Ni’matul
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 1 (2024): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v4i1.424

Abstract

Understanding halal products in the digital era makes people smarter in choosing the products they want to buy. The importance of a product having halal certification will make it a branding tool in itself so that it will generate public trust in using the product. Bekare Village, Bungkal District, Ponorogo Regency, has many micro and small businesses as one of the community's jobs besides being farmers. However, they do not yet realize the importance of having protection tools that have been established by law, such as halal certification. The aim of this service is to provide an understanding of halal certification and help people obtain halal certificates. This service uses the service-learning method, namely applying the knowledge possessed by students and lecturers to the local community. This service succeeded in transforming the knowledge of the Bekare Village community regarding halal certification. They originally had the principle that the important thing was to sell the product and get their capital back. Currently they realize the importance of halal certificates for marketing and developing their business products. This service also succeeded in facilitating four micro and small businesses in obtaining halal certificates from the Ministry of Religious Affairs. Keywords: Assistance with halal certification, Self declare, Food products, Micro and Small Enterprises Abstrak: Pemahaman produk halal di era yang serba digital menjadikan masyarakat semakin pandai memilih produk yang akan dibelinya. Pentingnya suatu produk yang memiliki sertifikasi halal akan menjadikan alat branding tersendiri sehingga akan menghasilkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk tersebut. Desa Bekare, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, memiliki banyak usaha mikro dan kecil sebagai salah satu pekerjaan masyarakat di samping sebagai petani. Namun, mereka belum menyadari pentingnya memiliki alat perlindungan yang telah ditetapkan UU seperti sertifikasi halal. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberi pemahaman tentang sertifikasi halal dan membantu masyarakat memperoleh sertifikat halal. Pengabdian ini menggunakan metode service-learning yaitu menerapkan pengetahuan yang dimiliki para mahasiswa dan dosen kepada masyarakat setempat. Pengabdian ini berhasil mentransformasi pengetahuan masyarakat Desa Bekare mengenai sertifikasi halal. Mereka semula berprinsip bahwa yang penting produk terjual habis dan memperoleh modal kembali. Saat ini mereka menyadari pentingnya sertifikat halal bagi pemasaran dan pengembangan produk-produk usaha mereka. Pengabdian ini juga berhasil menfasilitasi empat usaha mikro dan kecil dalam memperoleh sertifikat halal dari Kementerian Agama. Kata kunci: Pendampingan sertifikasi halal, Self declare, Produk makanan, Usaha Mikro dan Kecil
Peningkatan Literasi Finansial melalui Pelatihan Perencanaan Keuangan pada Siswa Sekolah Dasar Ratih, Inayah Swasti; Zulfikri, Robby Reza
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 1 (2024): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v4i1.443

Abstract

The low level of financial literacy in the community has encouraged the government to create a program to increase financial literacy in the community. In order to support this government program, this community service is carried out to improve students' understanding and knowledge regarding financial literacy in elementary school students through financial planning training. This service method uses Participatory Action Research (PAR). It is a method whose process aims at learning to solve problems and fulfill the practical needs of society, as well as the production of knowledge and the process of religious social change. The results of this research show that the level of understanding of students' financial literacy still needs to be higher, as seen from the low knowledge of needs and desires, the importance of ways of saving, and the importance of ways of giving alms. The activities are carried out by students carrying out financial planning through managing pocket money at school with budget items that the researcher has determined. From the training results, students can understand financial management well, as evidenced by the results of filling out financial planning forms with the priority of needs in Islamic finance. Keywords: Financial literacy, Budget training, Financial planning Abstrak: Rendahnya literasi finansial pada masyarakat mendorong pemerintah membuat program peningkatan literasi keuangan kepada masyarakat. Guna mendukung program pemerintah tersebut, pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa mengenai literasi keuangan pada siswa sekolah dasar melalui pelatihan perencanaan keuangan. Metode pengabdian ini menggunakan Participatory Action Research (PAR) yakni metode yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan dan proses perubahan sosial keagamaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman literasi keuangan siswa masih rendah dilihat dari rendahnya pemahaman kebutuhan dan keinginan, pentingnya dan cara menabung, pentingnya dan cara bersedekah. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah siswa melakukan perencanaan keuangan melalui praktek pengelolaan uang saku di sekolah dengan pos-pos anggaran yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Dari hasil pelatihan yang dilakukan siswa dapat memahami pengelolaan keuangan dengan baik dibuktikan dengan hasil pengisian formulir perencanaan keuangan yang sudah sesuai dengan prioritas kebutuhan dalam keuangan syariah. Kata kunci: Literasi keuangan, Pelatihan anggaran, Perencanaan keuangan
Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha untuk Legalitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Alfikri, Ahmad Faiz Shobir; Rostanti, Amalia Setya; Arini, Dwi Tri; Istigfareen, Firdausi; Mulyadi, Muhammad Ichsan; Belladonna, Sri Ayu; Ulinnuha, Ulfa
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 1 (2024): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v4i1.444

Abstract

A critical element in business legality is the registration of a Business Identification Number (NIB). This service aims to identify the awareness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs/UMKM) actors in Gedogkulon Village about the importance of having an NIB, socialize and assist the creation of NIBs for UMKM in Gedogkulon Village. Implementing this community service activity uses the Asset Based Community Development (ABCD) method, which makes potential a strength in developing a community. The results of this service show that (1) the awareness of the MSME community regarding the legality of business in Gedogkulon Village is still low due to limited access to information, lack of socialization and education from the government, as well as barriers to traditional thinking that ignores aspects of legality; (2) outreach activities that focus on the importance of NIB ownership for MSMEs. Participants were explained the benefits of NIB ownership for MSMEs, namely business legality, access to government facilities and services, trust of customers and business partners, as well as business development, and (3) business actors who were successfully registered with NIB were 60 MSMEs, namely tofu products: tempeh, crackers and non-food products such as bird cages, blacksmiths and furniture. Keywords: Business Identification Number, Micro, Small and Medium Enterprises, Business legality Abstrak: Salah satu elemen penting dalam legalitas usaha adalah pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB). Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesadaran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Gedogkulon tentang pentingnya memiliki NIB, mensosialisasikan, dan mendampingi pembuatan NIB untuk UMKM di Desa Gedogkulon. Pengabdian ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang menjadikan potensi sebagai kekuatan dalam pengembangan sebuah masyarakat. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa (1) kesadaran masyarakat pelaku UMKM terhadap legalitas usaha di Desa Gedogkulon masih rendah disebabkan oleh akses terbatas terhadap informasi, kurangnya sosialisasi dan edukasi dari pemerintah, serta hambatan pola pikir tradisional yang mengabaikan aspek legalitas; (2) kegiatan sosialisasi yang berfokus pada pentingnya kepemilikan NIB bagi pelaku UMKM. Peserta dijelaskan tentang manfaat dari kepemilikan NIB bagi pelaku UMKM, yaitu sebagai legalitas usaha, akses ke fasilitas dan pelayanan pemerintah, kepercayaan pelanggan dan mitra usaha, serta pengembangan usaha, dan (3) pelaku usaha yang berhasil terdaftar NIB sebanyak 60 UMKM, yaitu produk tahu, tempe, krupuk serta produk nonpangan seperti sangkar burung, pandai besi, dan mebel. Kata kunci: Nomor Induk Berusaha, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Legalitas usaha
Penanggulangan Kelangkaan Pupuk Kimia Dengan Pembuatan Biosaka Dan POC Di Desa Selomukti Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo Umam, Khairul; Karim, Abdul; Alalloh , Robith Mutawakkil; Wima, Annisa Eriska Wulandari; Fathoni , Farid Septyan
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.446

Abstract

Krisis energi semakin memperumit kontroversi terkait pupuk, sebab sekitar 80% biaya produksinya berasal dari gas alam. Tantangan ini mengancam ketersediaan pupuk, dan jika permintaan melebihi pasokan, harga pupuk dapat meroket. Di samping itu, alokasi subsidi pupuk dari Pemerintah melampaui target regional, tetapi disalahgunakan oleh beberapa individu di perkebunan. Masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan pupuk karena penggunaannya yang tidak sesuai. Keterbatasan akses terhadap pupuk subsidi merugikan petani dengan menurunkan hasil produksi mereka, menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk penanggulangan kelangkaan penggunaan pupuk kimia dengan pembuatan biosaka Dan POC Di Desa Selomukti Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo. Penelitian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), peneliti melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Selomukti untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang Biosaka dan Pupuk Organik Cair (POC) dengan beberapa tahapan seperti Rencana Kegiatan dan Pelaksanaan Kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwan 1) Sosialisasi dor to dor terkait dampak bahaya penggunaan pupuk kimia yang berlebiha. 2) Merubah pola pikir Masyarakat untuk beralih dari menggunakan pupuk kimia dengan pupuk biosaka dan pupuk organic cair (POC) dengan kegiatan diskusi santai dan pelatihan pembauatan pupuk organik. 3) pendampingan pembuatan Biosaka dan pupuk organic cair (POC) untuk memperbaiki pengolahan tanak dan menambah nilai ekonomi di masyarakat. Kata Kunci: Kelangkaan, Pupuk Kimia, Biosaka dan Pupuk Organik The energy crisis further complicates the controversy regarding fertilizer, because around 80% of its production costs come from natural gas. These challenges threaten fertilizer availability, and if demand exceeds supply, fertilizer prices could skyrocket. In addition, the Government's allocation of fertilizer subsidies exceeds regional targets, but is misused by several individuals on plantations. People face difficulties in getting fertilizer because of its inappropriate use. Limited access to subsidized fertilizers harms farmers by reducing their production yields, causing significant financial losses. This service activity aims to overcome the scarcity of use of chemical fertilizers by making biosaka and POC in Selomukti Village, Mlandingan District, Situbondo Regency. The research used the Participatory Action Research (PAR) method, researchers assisted and empowered the community in Selomukti Village to increase their understanding of Biosaka and Liquid Organic Fertilizer (POC) with several stages such as Activity Planning and Activity Implementation, and activity evaluation. The results of this research show that 1) Door to door outreach regarding the dangerous impacts of excessive use of chemical fertilizers. 2) Changing the community's mindset to switch from using chemical fertilizers to biosaka fertilizer and liquid organic fertilizer (POC) with casual discussion activities and training in making organic fertilizer. 3) assistance in making Biosaka and liquid organic fertilizer (POC) to improve cooking and add economic value to the community. Keywords: Scarcity, Chemical Fertilizer, Biosaka and Organic Fertilizer

Page 12 of 13 | Total Record : 129