cover
Contact Name
Moh. Fathoni
Contact Email
jurnaladalah@gmail.com
Phone
+6285328075686
Journal Mail Official
jurnaladalah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No.1, Karang Miuwo, Mangli, Kaliwates, Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al'Adalah
This journal aims to publish original research articles on Islam and Muslims, especially Islamic thoughts, doctrines, and practices oriented toward moderation, egalitarianism, and humanity. The journal articles cover integrated topics on Islamic issues, including Islamic philosophy and theology, Islamic culture and history, Islamic politics, Islamic law, Islamic economics, and Islamic education, engaging a multidisciplinary and interdisciplinary approach. Therefore, this journal receives original research articles from any country and region concerned with Islam and Muslim.
Articles 468 Documents
KEPEMIMPINAN KIAI PESANTREN DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF PARA TOKOH Walid
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kiai dalam ranah kepemimpinan khususnya di kalangan pesantren merupakan aktor utama. Dengan posisinya itu, kiai memungkinkan tampil dalam beraneka peran: perintis pesantren, pengasuh, dan yang menentukan mekanisme belajar dan kurikulum serta mewarnai pesantren dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan keahlian dan kecenderungan yang dimilikinya. Karena itu, karakteristik pesantren dalam banyak hal dapat deperhatikan melalui profil kiainya. Kiai ahli Fikih akan mempengaruhi pesantrennya dengan kajian Fikih, kiai ahli ilmu ”alat” juga mengupayakan santri dipesantrennya untuk mendalami ilmu ”alat”, begitu pula dengan keahlian lainnya juga mempengaruhi idealisme fokus kajian di pesantren yang diasuhnya. Tulisan ini berusaha mengeksplorasi peran-peran kiai khususnya dalam menyikapi perubahan sosial masyarakat.
MANAJEMEN BERBASIS GENDER Khamdan
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini berbagai isu berkenaan dengan kaitan antara gender dan manajemen masih menjadi bahan perdebatan. Disatu pihak, peneliti seperti Rosener dan Alimo-Metcalfe menegaskan bahwa gaya manajemen wanita bukan saja memang ada, tapi juga lebih relevan dan efektif dalam menghadapi situasi dewasa ini dibandingkan gaya manajemen tradisional. Terlepas dari perdebatan tersebut, lima macam perspektif yang telah dikupas secara sekilas (liberal feminist, radical feminist, diversity, gender-in-management, dan gendering management) bisa digunakan sebagai dasar pemahaman atas hubungan antara gender dan manajemen.
MENGURAI KEBENARAN MATAN HADITS Abbas
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para sahabat, pelaku sejarah pendamping Nabi saw, lebih banyak mengetahui segala yang datang dan ada pada diri Nabi saw, dibanding yang lain. Mereka memahami apa saja yang diinginkan oleh Nabi saw. Keberadaannya sebagai jembatan bagi umat dan generasi selanjutnya. Namun, pada kenyataannya setelah Nabi wafat, banyak bermunculan perbedaan pendapat di kalangan mereka sendiri, baik dalam memahami teks ayat maupun hadits. Perbedaan itu misalnya berupa periwayatan haditsnya yang tidak sah, maupun kedekatannya dengan Nabi, yang berdampak pada penguasaan pada hadits dan ayat. Di samping itu, juga pengaruh faktor budaya yang (selanjutnya) memunculkan beragam versi hadits di kalangan umat Islam.
REKAYASA GENETIKA DALAM PANDANGAN ISLAM: TINJAUAN ATAS TEKNOLOGI KLONING Fahmi
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dewasa ini semakin canggih. Bukan hanya mesin-mesin tidak bernyawa yang dapat diproduksi, tetapi mesin-mesin bernyawa pun coba direproduksi. Salah satu indikasinya adalah penemuan teknologi kloning dalam upaya mereproduksi manusia tanpa melalui proses alamiah. Teknologi kloning –dewasa ini- menjadi trend fenomenal di negara-negara maju meski belum mencapai keberhasilan yang sempurna. Terlepas dari pandangan kontroversial terhadap rekayasa genetika berupa teknologi kloning ini, tulisan ini berusaha meneropong iptek berupa teknologi kloning dengan kacamata Islam. Hasilnya, kloning terhadap manusia dengan cara bagaimanapun hukumnya adalah haram, kecuali untuk penyembuhan sebuah penyakit, atau penggantian salah satu organ tubuh yang rusak dengan yang lebih baik. Kloning terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan hukumnya boleh (mubah) sepanjang dilakukan demi kemaslahatan dan/atau untuk menghindarkan kemadharatan.
PERSPEKTIF INSIDER DAN OUTSIDER DALAM STUDI AGAMA: SUATU REFLEKSI ATAS PANDANGAN KIM KNOTT Ahmadiono
Al'Adalah Vol. 14 No. 2 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian terhadap agama tak lagi melulu menyangkut soal kepercayaan dan ritus individual pemeluknya. Sebagai sebuah sistem kepercayaan, sisi histroris dan sosiologis menjadi bagian tak terpisahdarinya. Karenanya, menjadi absah, manakala keberagamaan manusia menjadi subyek kajian dalamberagam sudut pandang.Salah satu isu penting dalam studi agama adalab soal posisi pengkaji agama; apakah agama hanya bisa dikaji oleh insider, atau ia juga memberi ruang kepada yang di luar penganutnya, outsider?. Di sini, Kim Knott berupaya memetakan kajian agama, baik oleh insider maupun outsider. Dalam penelitiannya, ia berhasil mengklasifikasi empat kelompok besar dalam studi agama, yaitu; complete participant, participant as observer, observer as participant dan complete observer.
REFORMULASI EPISTEMOLOGI AL-JABIRI: SEBUAH TAWARAN MODEL INTEGRATIF-INTERKONEKTIF Fathurrosyid
Al'Adalah Vol. 14 No. 2 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebidupan keagamaan kontemporer menawarkan dua pilihan kepada kita; islamis dan sekuler. Memilih sebagai islamis membawa kita kepada pada posisi sebagai “makhluk asing” dalam kehidupan saat ini dan (berpeluang) tergerus zaman, sedangkan pilihan satunya, “sekuler” memang memungkinkan membuat kita secara sosial relevan dengan zaman kontemporer, tetapi pada saat yang sama, timbul konflik batin, goncangan iman, dan kian merasa berjarak dari Islam, sebagai jalan dan keyakinan. Kondisi ini menyebabkan beberapa pemikir Muslim kontemporer terus berusahan dan mencoba menawarkan solusi alternatif. Salah satunya, memanfaatkan kerangka teori dan metodologi yang digunakan oleh ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang berkembang sekitar abad ke-18 dan 19. Filsafat Ilmu ala Barat (Rasionalisme, Empirisisme, dan Pragmatisme) dianggap kurang relevan untuk dijadikan sebagai kerangka teori dan analisis terhadap pasang-surut dan perkembagan studi Islam, sehingga diperlukan perangkat kerangka analisis epistemologis yang khas untuk pemikiran Islam. Konsep epistemologi filsafat ilmu yang ditawarkan oleh M. Abid al-Jabiri; episteme Bayani, Irfani dan Burhani menjadi sebuah keniscayaan untuk didesakkan, diterjemahkan, dan diaplikasikan dalam dunia nyata.
REINTERPRETASI DOKTRIN DAN DIALOG: SEBUAH RESPONS ATAS GERAKAN SALAFI GLOBAL Khoirul Faizin
Al'Adalah Vol. 14 No. 2 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem mendasar dalam proses pengajaran studi Islam di UIN, IAIN, dan STAIN, juga perguruan tinggi berbasis ilmu-ilmu keislaman lainnya adalah menyangkut persoalan metodologi pengkajian Islam itu sendiri. Selama ini para pengajar “terbaca” sehagai pihak yang kurang memahami dengan baik persoalan metodologi dimaksud. Boleh jadi, eksplorasi matakuliah-matakuliah tertentu--cabang-cabang keilmuan Islamic studies sudah mendetail, namun asumsi-asumsi dasar dan kerangka teori yang digunakan oleh bangunan keilmuan tersebut lepas begitu saja. Penyebab utamanya adalah kegagalan penguasaan atas metodologinya, Sudah barang tentu, implikasi dan konsekuensi pada lokus praksis yang dimungkinkan bahkan dicanangkan oleb cabang-cabang keilmuan itu terlepas pula begitu saja. Atau dalam arti lain, kajian atas studi keislaman menjadi sesuatu yang normatif, utopis--tidak menjejak, Akibat dari pola baca yang sekadar puas menikmati kulit dan membuang isi tersebut menyebabkan “seolah-olah” terjadi inkompatibilitas antara Islam dengan sekian unsur modernitas (Misalnya; isu-isu perempuan, hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan pluralisme).
PERSENYAWAAN TEKS DAN KONTEKS DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN: SUATU PENDEKATAN SEMIOTIKA Baharuddin
Al'Adalah Vol. 14 No. 2 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai mu’jizat terbesar yang diberikan kepada Nabi SAW, al-Qur’an memiliki tingkat akurasi gaya bahasa yang sangat tinggi, sekaligus membuktikannya bahwa ia sudah dipersiapkan untuk menyapa manusia dengan ssgala karakteristik sosiologisnya. Dan kini seiring dengan perputaran waktu, pun realitas sosial yang dihadapi oleh kaum muslimin, tidak lagi sesederhana seperti saat kali pertama al-Qur’an diturunkan. Realitas hari ini menuntut manusia untuk lebih jeli dalam membaca pesan-pesan teologis-normatif yang terkandung dalam al-Qur’an. Hal ini tidak sedikitpun berupaya mengkerdilkan posisi al-Qur’an, terlebih dapat dibongkar pasang sesuai dengan keinginan dan kepentingan. Namun, upaya ini tidak lebih dan sebuah tradisi keilmuan sebagai upaya mengkaji lebih dalam makna yang terkandung dalam al-Qur’an. Lebih-lebih kemudian, ternyata, pemahaman al-Qur’an melalui penafsiran tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan teks semata tapi juga harus dilakukan dengan melakukan refleksi konteks. Dan pendekatan semiotika dapat menjadi suatu alternatif untuk membangun persenyawaan teks dan konteks dalam penafsiran al-Qur’an.
FALSAFAH KALAM: LINGKARAN TAFSIR ANTARA BAHASA, PEMIKIRAN DAN SEJARAH DALAM ILMU KALAM kholil
Al'Adalah Vol. 14 No. 2 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Kalam atau Teologi Islam, sebagai salah satu kluster keilmuan Islam tidak lain adalah produk pemikiran dalam lingkup sosial budaya tertentu. Oleh karena itu, segala sesuatu yang muncul secara verbal yang berkaitan dengannya tidak sendirinya selalu tepat ditemukan saat ini. Pemikiran demikian ini tidak lain adalah untuk memberikan makna secara substantif dan fungsional terhadap ajaran agama, lebih khusus ilmu Kalam. Dengan sedikit membongkar pemahaman lama itu, agama, melalui doktrin dan ajarannya akan mampu menjawab masalah-masalah kehidupan yang terasa mulai mengancam eksistensi kemanusiaan saat ini. Agama lahir dan ada, baik dalam pengertian diturunkan oleh Tuhan maupun diciptakan oleh manusia bukan untuk kepentingan Tuhan, topi unluk kepentingan manusia dan kehidupannya sendiri. Oleh karenanya, kurang tepat kalau kemudian agama hanya digunakan sebagai tempat sembunyi dari persoalan real yang dibadapi manusia, tetapi harus digunakan senjata untuk mengangkat derajat kemanusiaan, sekaligus melawan rintangannya.
MENELUSURI JEJAK FILSAFAT YUNANI MENUJU DUNIA ISLAM Aminullah
Al'Adalah Vol. 14 No. 2 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat pada umumnya, yang berkembang di dunia hingga saat ini diketahui berasal dari Yunani. Akan tetapi mata rantai penyebarannya dari zaman klasik hingga zaman modern seringkali tidak diketahui, dikarenakan hampir semna sumber yang menampilkan sisi historis transmisi filsafat kurang memperbatikan kesinambungan mata rantainya. Seakan filsafat itu bermula dari Yunani klasik berkembang ke abad pertengaban lalu memasuki masa renaisans dan hadirlah abad modern.Bahwa Dunia Islam telah terbukti menjadi faktor penting pelestarian dan kesinambungan warisan intelektual Yunani, khususnya filsafat, hingga abad pertengahan yang pada gilirannya menjadi modal bagi lahirnya zaman modern. Perkembangan dan penyebaran filsafat Yunani ke Dunia Islam tidak secara langsung melainkan secara alamiah melalui beberapa tahap, bersamaan dengan dinamika masyarakatnya. Hal periting dalam pelestarian warisan Yunani itu adalah adanya gerakan ilmu yang disokong oleh penguasa politik, yakni para khalifah Islam, dengan adanya institusi keilmuan khususnya Bayt al-Hikmab di zaman kekuasaan Abbasiyah. Usaha penting yang berpengaruh adalah aktivitas penerjemahan, penyuntingan, serta pengulasan karya-karya filosof, sehingga menjadi sebuah karya baru.