cover
Contact Name
Fajar Hidayanto
Contact Email
fajarhidayanto94@gmail.com
Phone
+6285745886288
Journal Mail Official
jamp@unmerpas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan Jl. Ir. H. Juanda No.68, Tapaan, Kec. Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67129
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan
ISSN : 2581043X     EISSN : 25978683     DOI : http://dx.doi.org/10.51213/jamp.v6i1
This journal publish articles is a scientific journal that can contain scientific writings related to research in the field of Agrotechnology and Agricultural Science which includes the fields of genetics, plant breeding, seed technology, pests, weeds and diseases, cultivation of crops, plant biotechnology, plant microbiology, plant breeding, post harvest-handling, hydroponics system, soil science, soil fertility, evaluation and suitability of agricultural land
Articles 108 Documents
Identification of Soilborne Pathogenic Fungi in Sorghum Plantations at the Center for Agricultural Modernization Implementation in South Sulawesi Putri kayla Putnarubun; Yulis Sayang; Eka lestari ariyanti
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.177

Abstract

sorghum (Sorghum bicolor (L) Moench) is a cereal crop with significant potential as an alternative source of food, feed, and industrial material. However, sorghum productivity is not yet maximized due to pest and disease attacks. Soil-borne pathogenic fungi are common pests that can reduce yields by 20.93%-51.17%. Therefore, identification is needed to determine the types of soil-borne pathogens in the rhizosphere, providing basic information about their presence in sorghum crops. The research was conducted at the Agricultural Modernization Application Center (BRMP) in Maros Regency, South Sulawesi Province, and the Plant Protection Laboratory of the Islamic University of Makassar, from September to December 2025. The initial procedure involved taking samples from five diagonal locations using a 30 cm pipe. PDA media was prepared to grow microorganisms, followed by serial dilutions and purification three times to prevent contamination. The final step was identifying the samples on the PDA media. Identification results showed three genera of soil fungi: Aspergillus sp (saprophytic), Beauveria sp (saprophytic), and Fusarium sp (soil-borne pathogen) in sorghum crops.
Pengaruh Kedalaman Serta Tempat Aplikasi Kompos Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Lahan Kering Entisol Maria Angela Mediatri Elu; Eduardus Yosef Neonbeni; Deseriana Bria; Natalia Desy Djata Ndua
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh kedalaman dan tempat aplikasi kompos biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) di lahan kering entisol. Percobaan ini menggunakan desain faktorial dengan dua faktor, yaitu kedalaman (5 cm, 15 cm, dan 25 cm) serta tempat aplikasi (olah lubang dan olah alur). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total, bobot segar tajuk, bobot segar akar, panjang akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Hasil analisiss varians menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara kedalaman dan tempat aplikasi pada seluruh parameter yang diamati. Namun, perlakuan tunggal memberikan pengaruh signifikan pada beberapa parameter. Kedalaman 5 cm dan 25 cm memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah daun (21 HST) serta bobot segar akar. Pada perlakuan tempat aplikasi, pengolahan olah lubang secara konsisten menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pengolahan olah alur, terutama pada tinggi tanaman (14-28 HST), jumlah daun, bobot segar total tanaman, bobot segar tajuk, bobot segar akar, panjang akar, dan bobot kering tajuk. Hal ini disebabkan olah konsentrasi kompos biochar pada pengolahan olah lubang lebih dekat dengan zona perakaran sehingga ketersediaan hara lebih optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya penentuan kedalaman dan metode aplikasi biochar untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi pada tanah marginal. Aplikasi biochar pada kedalaman 5 cm atau 25 cm serta pengolahan olah lubang dapat menjadi strategi efektif untuk memperbaiki sifat tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, dan meningkatkan produktivitas tanaman pakcoy di lahan kering entisol.
Peningkatan Kandungan Nutrisi Buah Tomat (Solanum licopersicum) dengan Aplikasi Pupuk Organik Limbah Hewan Dwi Haryanta; Fungki Sri Rejeki
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.180

Abstract

Konsep ekonomi sirkular menginspirasi masyarakat global dengan menciptakan peluang bisnis baru yang mengubah limbah menjadi pupuk organik untuk menghasilkan bahan pangan yang sehat dan menyehatkan. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui pengaruh pupuk organik dari limbah hewan terhadap kandungan nutrisi pada buah tomat, (2) untuk menganalisis perubahan kandungan nutrisi seperti vitamin, mineral, dan zat antioksidan di dalam buah tomat setelah aplikasi pupuk organik dari limbah hewan, (3) untuk menganalisa sejauh mana pupuk organik dari hewan dapat menggantikan pupuk kimia buatan. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang terdiri dari 2 (dua) faktor perlakuan. Faktor 1 adalah perlakuan bahan dasar pupuk organik terdiri dari 5 level yaitu P0 = tidak diberi pupuk organik (sebagai kontrol), PD: Pupuk pelet dari limbah darah sapi, PI: Pupuk pelet dari limbah ikan 18 gr/tanaman,, PT: Pupuk pelet dari cangkang telur 18 gr/tanaman, dan PC: Pupuk pelet dari campuran tepung darah sapi, limbah ikan dan cangkang telur 18 gr per tanaman. . Faktor 2 adalah dosis pupuk kimia (NPK) terdiri dari 2 level K0 = tidak diberi pupuk NPK, K1: diberi NPK 30 gr/tanaman. Temuan penelitian adalah (1) perlakuan pupuk organik dari limbah ikan dan dari limbah darah sapi menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat lebih baik dibanding perlakuan yang lain termasuk perlakuan control, (2) perlakuan pupuk kimia buatan (NPK) menyebabkan pertumbuhan dan hasil lebih baik dibanding perlakuan lainnya, (3) perlakuan pupuk organik dari limbah ikan dan dari limbah darah sapi menyebabkan kandungan nutrisi dalam buah tomat lebih baik dibanding perlakuan yang lain termasuk perlakuan control, (4) perlakuan pupuk kimia buatan (NPK) menyebabkan kandungan nutrisi dalam buah tomat lebih baik dibanding perlakuan lainnya. Kesimpulan penelitian adalah pupuk organik dari limbah hewan dapat meningkatkan kandungan nutrisi dalam buah tomat, dan dapat menggantikan pupuk kimia buatan yang selama ini selalu dipakai oleh masyarakat.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Limbah Kelapa Sawit yang Diperkaya MA-11 dan Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt L.) Dicky Ferdiansyah Damanik; Lutfy Ditya Cahyanti; Niken Trisnaningrum
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.188

Abstract

Produktivitas jagung manis (Zea mays L. saccharata) di tingkat petani masih sering berada di bawah potensi hasil yang seharusnya dapat dicapai, antara lain akibat pengelolaan kesuburan tanah dan pemupukan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) limbah kelapa sawit yang diperkaya MA-11 dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Penelitian dilaksanakan di lahan Pondok Pesantren Darut Taqwa, Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur, pada bulan Oktober hingga Desember 2025. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) sederhana, dengan dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi POC (K0 = 0% dan K1 = 9% v/v sebanyak 187 ml/tanaman) dan dosis urea (U1 = 5 g/tanaman dan U2 = 2,5 g/tanaman), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total tanaman, bobot segar tongkol tanpa klobot, bobot segar akar, dan pH tanah. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan diuji lanjut dengan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi POC limbah kelapa sawit dan pupuk urea berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 dan 60 hari setelah tanam (HST), bobot segar total tanaman pada umur 30, 45, dan 60 HST, serta bobot segar tongkol tanpa klobot dan bobot segar akar. Kombinasi terbaik untuk produksi tongkol diperoleh pada perlakuan POC 9% + urea 2,5 g/tanaman dengan bobot tongkol tanpa klobot mencapai 450,10 g/tanaman. Penggunaan POC limbah kelapa sawit yang diperkaya MA-11 dikombinasikan dengan pupuk urea dapat direkomendasikan sebagai alternatif pemupukan yang efektif dan ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis.
Kajian Pemanfaatan Pupuk Organik dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Hortikultura Siti Nabila Nur Annisa; Muhammad Suwignyo Prayogo
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.190

Abstract

Memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah dua tujuan strategis dari sektor pertanian hortikultura. Namun, produktivitas tanaman hortikultura masih menghadapi banyak tantangan, terutama karena ketergantungan pada penggunaan pupuk anorganik dalam jangka panjang, yang dapat menurunkan kesuburan tanah dan berdampak buruk pada lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura dan juga untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi seberapa efektif pupuk tersebut digunakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif untuk melakukan penelitian literatur melalui penelusuran berbagai sumber literatur dari basis data ilmiah. Dalam proses ini, kriteria yang digunakan untuk memasukkan dan mengeluarkan publikasi juga dipertimbangkan, serta rentang waktu publikasi selama sepuluh tahun terakhir. Untuk mendapatkan gambaran yang lengkap, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, yang ditunjukkan dengan tanaman yang lebih besar, lebih banyak daun, dan lebih banyak hasil panen. Selain itu, pupuk organik memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara secara konsisten. Namun, pupuk organik kurang efektif dalam jangka pendek dibandingkan dengan pupuk anorganik, yang meningkatkan ketersediaan unsur hara lebih cepat. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga keseimbangan antara keduanya.
Analisis Komparatif Respon Buah Klimaterik Dan Sayuran NonKlimaterik Terhadap Paparan Etilen Eksogen Dan Endogen Pascapanen Ahda Ilman Nafi'; Lutfy Ditya Cahyanti; Retno Tri Purnamasari
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.192

Abstract

Etilen merupakan hormon tanaman yang memainkan peran krusial dalam proses pematangan buah dan senesens sayuran. Pengelolaan etilen yang tidak tepat pascapanen dapat mempercepat penurunan kualitas produk hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh paparan etilen, baik dari sumber alami maupun eksogen, terhadap laju pematangan buah klimaterik dan tingkat kerusakan pada sayuran non-klimaterik. Metode: Praktikum dilakukan dengan membandingkan tiga perlakuan penyimpanan: kontrol (ruang terbuka), paparan etilen alami (interaksi antar buah), dan aplikasi etilen eksogen dalam ruang tertutup. Komoditas yang diuji meliputi pisang dan alpukat (klimaterik) serta buncis, kubis, dan cabai (non-klimaterik). Parameter yang diamati secara visual selama 4 hari meliputi perubahan warna, tekstur, dan gejala fisik kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi etilen eksogen dalam wadah tertutup secara signifikan mempercepat pematangan buah pisang dan alpukat dibandingkan kontrol, yang ditandai dengan pelunakan tekstur dan perubahan warna kulit yang lebih cepat. Sebaliknya, pada sayuran non-klimaterik seperti buncis dan kubis, paparan etilen memicu degradasi klorofil (penguningan) dan hilangnya turgiditas yang lebih cepat dibandingkan penyimpanan tanpa etilen. Keberadaan etilen mempercepat proses fisiologis pematangan pada buah klimaterik, namun merugikan bagi kualitas sayuran nonklimaterik. Hasil ini menegaskan pentingnya pemisahan komoditas penghasil etilen dengan komoditas sensitif etilen selama transportasi dan penyimpanan untuk memperpanjang masa simpan.
Perkembangan Industri Kelapa Sawit di Indonesia dan Tantangan Pengelolaannya Secara Berkelanjutan Nazra Erisakinah Putri; Nazila Risky Ramadhani Hsb; Syeren Dava Azola Zatara; Hamdan Mariadi Putra; Dahmanto Safi'i; Guntoro Guntoro
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.205

Abstract

Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui kontribusinya terhadap devisa negara, penyediaan lapangan kerja, dan pengembangan industri berbasis minyak nabati. Di sisi lain, industri ini juga menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan isu lingkungan, sosial, dan keberlanjutan pengelolaan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia, proses produksi, kontribusi terhadap perekonomian nasional, tantangan yang dihadapi, serta upaya pengembangan industri sawit berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi yang berkaitan dengan industri kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kelapa sawit memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan negara, penyerapan tenaga kerja, pembangunan wilayah, dan pengembangan energi terbarukan melalui biodiesel. Namun, industri ini juga menghadapi permasalahan berupa deforestasi, kebakaran hutan, konflik lahan, dan tuntutan pasar global terkait penerapan prinsip keberlanjutan. Upaya pengembangan sawit berkelanjutan dilakukan melalui penerapan sertifikasi keberlanjutan, penggunaan teknologi modern, program peremajaan sawit, pengelolaan limbah, serta peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi petani. Dengan pengelolaan yang tepat, industri kelapa sawit diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi perekonomian, masyarakat, dan lingkungan.
Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Padi (Oryza sativa L.) di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung : Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) Bintang Laili Nugraeni; Ermawati Dewi; Chusnatul Ulaela Sajali
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.208

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan utama yang memiliki peranan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Perbedaan penggunaan faktor produksi menyebabkan tingkat produktivitas dan efisiensi usahatani padi antar petani menjadi beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani padi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi teknis di Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 67 petani padi yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Analisis dilakukan menggunakan metode Data Envelopment Analysis berorientasi input dengan asumsi Variable Returns to Scale dan analisis regresi Tobit. Variabel input yang digunakan meliputi luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja, sedangkan output berupa produksi padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis usahatani padi sebesar 0,848, yang berarti petani masih memiliki peluang peningkatan efisiensi sebesar 15,2%. Sebanyak 17 petani telah mencapai kondisi efisien secara teknis, sedangkan 50 petani lainnya masih belum efisien. Inefisiensi terutama disebabkan oleh penggunaan input produksi yang belum optimal, khususnya benih dan pupuk. Faktor umur, pendidikan, pengalaman bertani, jumlah anggota keluarga yang membantu, dan jenis irigasi berpengaruh signifikan terhadap efisiensi teknis usahatani padi. Peningkatan efisiensi teknis dapat dilakukan melalui optimalisasi penggunaan input produksi dan peningkatan kemampuan petani dalam pengelolaan usahatani.

Page 11 of 11 | Total Record : 108