cover
Contact Name
Fajar Hidayanto
Contact Email
fajarhidayanto94@gmail.com
Phone
+6285745886288
Journal Mail Official
jamp@unmerpas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan Jl. Ir. H. Juanda No.68, Tapaan, Kec. Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67129
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan
ISSN : 2581043X     EISSN : 25978683     DOI : http://dx.doi.org/10.51213/jamp.v6i1
This journal publish articles is a scientific journal that can contain scientific writings related to research in the field of Agrotechnology and Agricultural Science which includes the fields of genetics, plant breeding, seed technology, pests, weeds and diseases, cultivation of crops, plant biotechnology, plant microbiology, plant breeding, post harvest-handling, hydroponics system, soil science, soil fertility, evaluation and suitability of agricultural land
Articles 98 Documents
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Gaviota 63 Pada Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Lasiantera (J.J. Smith) Pada Budidaya In Vitro Romadhon, Vidi Candra; Endrawati, Tri; Puspitorini, Palupi; Serdani, Army Dita
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.138

Abstract

Pengembangan anggrek di Indonesia terkendala oleh ketersediaan bibit berkualitas dalam jumlah banyak dan waktu singkat, karena masih banyak menggunakan teknik tradisional. Perbanyakan anggrek melalui metode budidaya in vitro merupakan solusi yang bisa dilakukan. Murashige & Skoog (MS) merupakan media utama yang sering digunakan pada budidaya in vitro, namun memiliki harga relatif mahal sehingga perlu upaya media alternatif dengan bahan dasar yang relatif lebih terjangkau, salah satunya adalah pupuk daun. Pupuk daun mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap, sehingga diharapkan dapat menjadi bahan media alternatif pengganti MS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Gaviota 63 serta mengetahui konsentrasi terbaik pupuk Gaviota 63. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola sederhana, terdiri dari 6  perlakuan yaitu, A = 1/2 MS (2,21 g), B = 0,20 Gaviota 63, C = 0,40 g Gaviota, D =  0,60 g Gaviota 63, E = 0,80 g Gaviota 63, dan  F = 1 g Gaviota 63. Uji lanjutan menggunakan metode Uji Jarak Berganda Duncan taraf nyata 5%. Parameter yang diamati, tinggi planlet, jumlah daun, jumlah tunas, panjang akar, jumlah akar, bobot basah akar, dan bobot basah keseluruhan planlet. Hasil percobaan menunjukkan pengaruh konsentrasi nutrisi berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi planlet pada umur (6 MSK, 9 MSK, dan 12 MSK), jumlah tunas pada umur (12 MSK) dan jumlah akar planlet. Diperoleh konsentrasi pupuk daun Gaviota 63 yang terbaik adalah konsentrasi 1 g (F).
Kombinasi Pupuk Kandang Kambing Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Lobak Merah (Raphanus sativus L.) Maulana, Andrian; Puspitorini, Palupi; Endrawati, Tri; Serdani, Army Dita
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.141

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk NPK secara sinergis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman lobak merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2025 di Desa Bajang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor 1 meliputi perlakuan pupuk kandang kambing yang terdiri dari tiga taraf: K1: 15 ton/ha atau setara dengan 75 g/polybag; K2: 30 ton/ha atau setara dengan 150 g/polybag; dan K3: 45 ton/ha atau setara dengan 225 g/polybag. Faktor ke dua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari tiga taraf: P1: 400 kg/ha atau setara dengan 2,0 g/polybag; P2: 600 kg/ha atau setara dengan 3,0 g/polybag; dan P3: 800 kg/ha, setara dengan 4,0 g/polybag. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat umbi, dan panjang umbi lobak. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk NPK berpengaruh signifikan terhadap semua variabel yang diteliti. Kombinasi perlakuan optimal terdiri dari pupuk kandang kambing dengan dosis 45 ton per hektar (setara dengan 225 g per polybag) dan pupuk NPK dengan dosis 600 kilogram per hektar (setara dengan 3 gram per polybag).
Pengaturan Debit Air Pada Budidaya Sawi Hidroponik Putra, Sandhy Pratama; Sulistyawati, Sulistyawati; Zulfarosda, Ratna
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.143

Abstract

Hidroponik merupakan budidaya tanaman yang menggunakan media air serta nutrisi sebagai sumber makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman sawi dengan pengaturan debit air pada sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan dengan ketinggian 7 mdpl pada bulan Oktober 2023 – Februari 2024. Penelitian disusun dalam Rancangan split splot (dua faktor); faktor pertama debit air (A) dengan level A1= 1,72 L/min, A2= 1,02 L/min, A3= 0,73 L/min dan faktor kedua jenis sawi (B) yaitu B1= sawi sendok, B2= sawi keriting, B3= sawi putih. Setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit perlakuan. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F), apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara debit air dengan jenis sawi. Perlakuan debit air 0,73 L/min memberikan hasil terbaik pada bobot per tanaman dan laju asimilasi bersih, 1,02 L/min memberikan hasil terbaik pada indeks luas daun dan bobot kering tanaman, 1,73 L/min memberikan hasil terbaik tinggi tanaman dan berat segar tanaman. Sawi sendok memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, sawi keriting memberikan hasil terbaik pada luas daun, berat kering tanaman, berat segar tanaman, berat per petak, indeks luas daun, laju asimilasi bersih, dan laju pertumbuhan tanaman, dan sawi putih memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman.
Aplikasi Pupuk Organik Limbah Ikan Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L.) Satria, Muhammad; Hasibuan, Ikhsan; Sridanti, Irma Lisa
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.144

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu sayuran penting yang umum digunakan sebagai bumbu dapur.  Produktivitasnya di Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Di Provinsi Bengkulu, tingkat produksi bawang merah masih sangat rendah, hanya menyumbang sekitar 0,03% dari total produksi nasional, sementara permintaan lokal cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan produksi bawang merah, salah satunya melalui pemanfaatan pupuk organik berbahan dasar limbah ikan yang diperkaya dengan bioaktivator rebung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pupuk organik limbah ikan yang dibuat dengan menggunakan bioaktivator rebung bambu serta menganalisis pengaruh dosis pupuk organik limbah ikan yang dibuat dengan bioaktivator rebung bambu yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 di kebun percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIHAZ di Kota Bengkulu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dalam tiga ulangan. Faktor yang diuji adalah dosis pupuk (D0, D1, D3, dan D4 ton/ha). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bioaktivator rebung memberikan kualitas pupuk organik yang memenuhi standar SNI. Dosis optimal yang dianjurkan adalah 30 ton/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yaitu 7,06 ton/ha bawang merah kering.
Review: Nanopartikel Oksida Besi dari Sumber Alami sebagai Alternatif Ramah Lingkungan untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium Cahyanti, Lutfy Ditya; Trisnaningrum, Niken
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.147

Abstract

Salah satu patogen tular tanah adalah Fusarium oxysporum f. sp. capsici (Foc), yang sangat merusak tanaman, terutama tanaman cabai. Layu fusarium dapat menyebabkan kegagalan panen tanaman cabai sebesar 50%. Dengan menyerang sistem perakaran dan pembuluh xylem, patogen ini dapat menghentikan transportasi air dan nutrisi ke atas tanaman. Review bertujuan untuk mengetahui perkembangan terkini terkait pemanfaatan nano partikel untuk pengendalian penyakit layu fusarium. Untuk melihat penggunaan nanopartikel oksida besi (FeNP) dari sumber alami sebagai alternatif ramah lingkungan untuk pengobatan penyakit layu Fusarium, penelitian ini menggunakan pendekatan review literatur sistematis. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan basis data online internasional dan nasional seperti Scopus, Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, PubMed, Google Scholar, dan Garuda. Hasil penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa layu Fusarium menurunkan produksi tanaman tomat dan cabai bahkan sampai 80% dan juga menurunkan hasil tanaman melon 40%. Sudah banyak penelitian terkait dengan pemanfaatan dan efektifitas nanopartikel untuk pengendalian layu fusarium pada berbagai komoditas tanaman, seperti tomat, melon dan cabai, bahkan bisa menekan penularan sampai dengan 78%. 
Antioksidan dan Antikeputihan Pada Formulasi Sediaan Body Wash Ekstrak Beras Merah dan Hitam Sebagai Produk Bioteknologi Pertanian, Kebidanan dan Farmasi Rezaldi, Firman; Sutaryono, Sutaryono; Wijayanti, Wijayanti; Yudianto, Tri; Maritha, Vevi; Gumilar, Roni; Perkasa, Bifil Tanjung
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.149

Abstract

Antioksidan dari suatu produk hasil pertanian pada ekstrak beras merah dan hitam dapat digunakan sebagai produk bioteknologi yang ramah lingkungan bagi bidang pertanian, kebidanan, dan farmasi dalam upaya menangkal radikal bebas dan mencegah terjadinya keputihan oleh jamur Candida albicans. Radikal bebas pun disinyalir oleh adanya kerusakan pada jaringan bagi asam lemak, dan penghilang elastisitas pada kulit sebagai penyebab terjadinya penuaan. Hal tersebut menjadi kulit keriput dan kering. Kulit yang terserang radikal bebas pun berpotensi bagi kaum wanita yang mudah mengalami penuaan secara dini juga menyebabkan terjadinya keputihan, sehingga dibutuhkan perawatan oleh sediaan sabun mandi yang berbahan aktif ekstrak beras merah dan hitam. Penelitian sebelumnya telah menjelaskan bahwa ekstrak beras merah dan hitam mengandung senyawa bioaktif seperti okoferol, tokotrienol, gamma oryzanol, antioksidan fenolik dan β-karoten yang berpotensi dalam menangkal radikal bebas dan antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan body wash yang berbahan aktif ekstrak beras merah dan hitam sebagai sumber antioksidan dan antifungi Candida albicans. Metode pengujian antioksidan dilakukan dengan menggunakan DPPH dan antifungi digunakan melalui difusi cakram. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa Formulasi dan sediaan body wash ekstrak beras merah dan hitam konsentrasi 40% merupakan perlakuan terbaik sebagai sumber antioksidan jika dibandingkan konsentrasi 20% dan 30% dimana nilai IC50 sebesar 36,78 ppm dengan kategori antioksidan sangat kuat. Hasil penelitian pada sediaan sabun mandi ekstrak beras merah dan hitam berdasarkan uji ANOVA satu jalur dengan nilai P>0,05 terbukti bahwa pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antifungi Candida albicans dimana rata-rata diameter zona hambat sebesar 12,25 mm dengan kategori kuat. Kesimpulan penelitian ini adalah formulasi dan sediaan body wash ekstrak beras merah dan hitam pada konsentrasi 40% merupakan perlakuan yang optimal sebagai sumber antioksidan maupun antifungi Candida albicans.
Pengaruh Kedalaman Akar Bambu Terhadap Kandungan Unsur Hara Makro Dalam Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Amin, Rizky Al; Purnamasari, Retno Tri; Arifin, A. Zainul
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.152

Abstract

Pemanfaatan bambu tidak hanya terbatas pada batang dan rebung, tetapi akarnya juga berpotensi sebagai sumber Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kedalaman akar bambu terhadap kandungan unsur hara makro esensial pada PGPR serta menentukan kedalaman optimal. Penelitian dilakukan di Kota Pasuruan pada Januari–Mei 2025 menggunakan akar bambu ater pada kedalaman 10 cm (E1), 20 cm (E2), 30 cm (E3), dan 40 cm (E4). PGPR difermentasi selama 14 hari, kemudian diuji kadar nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), karbon organik (C-Organik), rasio C/N, serta diamati pH, aroma, dan warna larutan. Hasil menunjukkan Pseudomonas aeruginosa tidak terdeteksi, sedangkan Pseudomonas fluorescens dominan. Perlakuan E4 menghasilkan nitrogen, kalium, dan rasio C/N tertinggi, sementara E3 unggul pada fosfor dan C-Organik. pH berada pada kisaran 5–6, aroma fermentasi berkembang dari manis menjadi asam hingga khas tape, dan warna larutan berubah menjadi coklat. Akar bambu pada kedalaman 30–40 cm dinyatakan paling optimal sebagai bahan PGPR ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Pengaruh Berbagai Jenis Naungan Terhadap Intensitas Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Tanaman Cabai Fikri, Firas Fadhielah; Ramadhan, R. Arif Malik; Nasrudin, Nasrudin
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.155

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura dengan nilai ekonomi tinggi yang rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Perubahan iklim yang ekstrim dapat mempengaruhi keberadaan hama dan penyakit tanaman cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis naungan terhadap intensitas serangan OPT serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di Kp. Kereteg Kidul, Kec. Jamanis, Kab. Tasikmalaya pada bulan April sampai Agustus 2025. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan empat perlakuan naungan, diantaranya tanpa naungan, naungan 45%, 75%, dan 95%. Masing-masing perlakuan lima kali. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan OPT, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, warna daun, dan jumlah buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan berpengaruh signifikan terhadap intensitas serangan OPT, intensitas serangan tertinggi terjadi pada naungan 95%. Pemberian naungan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai, seperti pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, warna daun dan hasil buah, sehingga naungan 75% memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil buah cabai. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan naungan dapat menjadi strategi efektif dalam pengelolaan OPT dan meningkatkan produktivitas tanaman cabai.

Page 10 of 10 | Total Record : 98