cover
Contact Name
Robi'ah Machtumah Malayati
Contact Email
spektra.komunika@gmail.com
Phone
+6285706426526
Journal Mail Official
spektra.komunika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Irian Jaya No. 55, Cukir, Kecamatan Diwek, Kab. Jombang, Provinsi Jawa Timur, 61471
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
SPEKTRA KOMUNIKA
ISSN : -     EISSN : 29621321     DOI : https://doi.org/10.33752/spektra.v3i1
Jurnal Spektra Komunika adalah jurnal Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang. Jurnal Spektra Komunika menjadi media kajian teoritis dan aplikatif ilmu komunikasi dan ilmu dakwah, baik dari hasil penelitian empirik maupun analisis-reflektif. Sebagaimana namanya Spektra Komunika, para akademisi dan praktisi bisa berkontribusi dalam mengembangkan teori dan konsep-konsep baru di bidang ilmu komunikasi dan penyiaran Islam dalam berbagai perspektif yang luas. Kajian utama jurnal ini mencakup studi media, film, jurnalistik, broadcasting, komunikasi pesantren dan rumpun ilmu komunikasi dan penyiaran Islam lainnya
Articles 106 Documents
KESENJANGAN BAHASA MAHASISWA NON-JAWA DALAM MEMAHAMI KITAB KUNING BERBAHASA PEGON DI MA'HAD AL-JAMI'AH HASYIM ASY'ARI DIWEK JOMBANG Rahmawati, Riska
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.12024

Abstract

Penelitian ini membahas kesenjangan bahasa yang dialami mahasiswa non-Jawa dalam memahami kitab kuning berbahasa Pegon di Ma’had Al-Jami’ah Hasyim Asy’ari Diwek Jombang. Latar belakang penelitian berangkat dari realitas bahwa sebagian besar mahasiswa non-Jawa tidak memiliki kompetensi bahasa Jawa maupun kemampuan membaca aksara Pegon, sehingga memunculkan hambatan akademik dan sosial dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan linguistik, kultural, dan komunikasi yang dialami mahasiswa non-Jawa, serta menganalisis strategi pembelajaran yang dapat mengurangi kesenjangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama terletak pada ketidakmampuan membaca aksara Pegon, minimnya kosakata bahasa Jawa, serta metode pengajaran yang masih bertumpu pada tradisi pesantren. Selain itu, mahasiswa non-Jawa mengalami kendala dalam berinteraksi dengan pengajar dan teman sebaya yang menggunakan bahasa Jawa dalam proses belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesenjangan bahasa berdampak nyata pada pemahaman kitab dan partisipasi akademik mahasiswa non-Jawa, sehingga diperlukan strategi pembelajaran inklusif seperti penggunaan transliterasi Latin, kelas pendahuluan bahasa Jawa dasar, serta pelatihan membaca Pegon secara bertahap. This study examines the linguistic gap experienced by non-Javanese students in understanding Pegon-language Islamic classical texts (kitab kuning) at Ma’had Al-Jami’ah Hasyim Asy’ari Diwek Jombang. The research is motivated by the fact that most non-Javanese students lack proficiency in both the Javanese language and Pegon script, creating academic and social challenges in the learning process. The study aims to identify the linguistic, cultural, and communicative obstacles faced by non-Javanese students and to explore instructional strategies that can minimize these learning barriers. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. Findings show that the primary difficulties include an inability to read Pegon script, limited Javanese vocabulary, and traditional teaching methods that rely heavily on oral explanation in Javanese. Non-Javanese students also struggle to engage in academic interactions due to language differences with instructors and Javanese-speaking peers. The study concludes that the linguistic gap significantly affects comprehension and learning participation among non-Javanese students. Therefore, inclusive instructional strategies—such as using Latin transliteration, introductory Javanese language classes, and gradual Pegon reading training—are necessary to support equitable learning.
STRUKTUR NARATIF DALAM ANIMASI RIKO THE SERIES DI YOUTUBE: ANALISIS NARATIF TZVETAN TODOROV TERHADAP PESAN DAKWAH DAN EDUKASI ISLAM Sari, Echa Ayu Permata; Malayati, Robi'ah Machtumah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.12031

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur naratif animasi Riko The Series Season 1 di YouTube serta mengkaji perannya sebagai media dakwah dan edukasi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis naratif Tzvetan Todorov yang memetakan alur cerita ke dalam lima tahap, yaitu keseimbangan, gangguan, pengenalan gangguan, upaya perbaikan, dan keseimbangan baru. Data diperoleh melalui dokumentasi video, transkrip dialog, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa episode-episode yang dianalisis memiliki struktur naratif yang lengkap dan konsisten. Narasi yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai penggerak cerita, tetapi juga menjadi sarana penyampaian nilai-nilai Islam yang mencakup aspek iman, syariat, dan akhlak. Nilai pengampunan dan pemahaman tentang Isra’ Mi’raj menjadi contoh pesan yang disampaikan melalui alur cerita yang menarik dan mudah dipahami anak-anak. Temuan ini menunjukkan bahwa Riko The Series efektif sebagai media dakwah digital dan edukasi Islam melalui integrasi unsur hiburan, pengetahuan, dan ajaran Islam. This study aims to analyze the narrative structure of Riko The Series Season 1 on YouTube and examine its role as a medium for Islamic preaching and education. The research employs a qualitative approach using Tzvetan Todorov’s narrative analysis, which maps the storyline into five stages: equilibrium, disruption, recognition of disruption, repair, and new equilibrium. Data were collected through video documentation, dialogue transcripts, and literature review. The findings reveal that the analyzed episodes consistently demonstrate a complete narrative structure. The narratives function not only as storytelling devices but also as vehicles for conveying Islamic values encompassing faith (iman), Islamic law (sharia), and morality (akhlaq). Themes such as forgiveness and understanding the Isra’ Mi‘raj event are communicated through engaging and child-friendly storylines. These findings indicate that Riko The Series effectively serves as a medium for digital Islamic preaching and education by integrating entertainment, scientific knowledge, and Islamic teachings.
STRATEGI PENGELOLAAN BERITA ONLINE JAWA POS RADAR LAWU DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PEMBACA Khoiriyah, Habibah Ulatil; Faristiana, Andhita Risko
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.11050

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan berita yang diterapkan Jawa Pos Radar Lawu dalam upaya meningkatkan jumlah pembaca. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dengan tim redaksi, observasi proses kerja, serta analisis dokumen digital berupa konten berita dan data traffic website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan berita mencakup fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), yaitu perencanaan melalui penyusunan kalender konten dan pemilihan isu lokal yang relevan, pengorganisasian kerja redaksi ke dalam tiga desk utama, pelaksanaan yang menekankan kecepatan, akurasi, koordinasi, dan motivasi tim, serta pengendalian melalui proses fact-checking, penyuntingan, evaluasi rutin, dan pemanfaatan data analitik dalam pengambilan keputusan redaksional. Selain itu, peningkatan jumlah pembaca didukung oleh kualitas konten, kekuatan headline, relevansi isu lokal, kecepatan pembaruan berita, penggunaan multimedia, optimasi Search Engine Optimization (SEO), dan distribusi melalui media sosial. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan traffic organik dan jumlah pembaca yang kembali mengakses portal. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji strategi pengelolaan berita media lokal digital melalui perspektif fungsi manajemen POAC dalam konteks peningkatan jumlah pembaca. Temuan penelitian memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian manajemen media online serta menjadi referensi praktis bagi media lokal dalam merancang strategi pengelolaan berita yang adaptif terhadap kebutuhan audiens digital.   Kata Kunci: Manajemen POAC; Pengelolaan Berita Online; Peningkatan Jumlah Pembaca; Media Digital Lokal; Strategi Redaksi   Abstract: This study aims to analyze the news management strategies implemented by Jawa Pos Radar Lawu to increase its readership. The research employed a qualitative method with a case study approach through in-depth interviews with the editorial team, observation of editorial workflows, and analysis of digital documents, including news content and website traffic data. The findings reveal that the news management strategy encompasses the POAC management functions (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling). Planning is conducted through content calendar development and the selection of relevant local issues; organizing involves structuring the editorial workflow into three main desks, namely breaking news, SEO-content, and creative content; actuating emphasizes speed, accuracy, coordination, and team motivation in news production; while controlling is carried out through fact-checking, editing, regular evaluations, and the use of analytical data for editorial decision-making. In addition, readership growth is supported by content quality, compelling headlines, the relevance of local issues, timely news updates, multimedia utilization, Search Engine Optimization (SEO), and news distribution through social media platforms. The findings indicate that these strategies contribute to increased organic traffic and a higher number of returning readers. This study offers a novel contribution by examining the news management strategies of a local digital news outlet through the perspective of the POAC management framework in the context of readership growth. The findings provide empirical contributions to the development of online media management studies and offer practical insights for local media organizations in designing news management strategies that are adaptive to the needs of digital audiences.   Keywords: POAC Management; Online News Management; Readership Growth; Local Digital Media; Editorial Strategy
BUDAYA PARTISIPATIF GENERASI Z DALAM PENYEBARAN KONTEN DAKWAH DIGITAL DI TIKTOK: PERSPEKTIF KOMUNIKASI DAKWAH DI ERA ALGORITMA Masyitoh, Reny; Majid, Moch. Nurcholis
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.12170

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis budaya partisipatif Generasi Z dalam penyebaran konten dakwah digital di TikTok dari perspektif komunikasi dakwah di era algoritma. Objek penelitian difokuskan pada fenomena partisipasi Generasi Z dalam memproduksi, mendistribusikan, dan menginterpretasikan konten dakwah di TikTok serta peran algoritma platform dalam membentuk proses komunikasi dakwah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, prosiding, serta dokumen yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah mengalami transformasi dari pola komunikasi satu arah menjadi komunikasi yang interaktif, kolaboratif, dan berbasis algoritma. Generasi Z berperan sebagai prosumer yang tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga memproduksi dan menyebarluaskan konten dakwah melalui fitur-fitur TikTok. Selain itu, algoritma For You Page (FYP) berkontribusi dalam memperluas jangkauan dakwah berdasarkan tingkat keterlibatan pengguna. Meskipun memberikan peluang besar bagi penyebaran dakwah, algoritma juga menghadirkan tantangan berupa penyederhanaan pesan keagamaan, potensi echo chamber, dan risiko misinformasi. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital, literasi algoritmik, serta penerapan etika komunikasi Islam agar dakwah digital tetap kredibel, moderat, dan efektif di era media sosial. This study aims to analyze the participatory culture of Generation Z in disseminating digital da'wah content on TikTok from the perspective of da'wah communication in the algorithmic era. The research focuses on Generation Z's participation in producing, distributing, and interpreting da'wah content, as well as the role of TikTok's algorithm in shaping digital da'wah communication. This study employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from national and international journal articles, academic books, conference proceedings, and other relevant literature, and analyzed through thematic analysis. The findings reveal that da'wah communication has shifted from a one-way communication model to an interactive, collaborative, and algorithm-driven process. Generation Z acts as a prosumer, actively creating, sharing, and reproducing da'wah content through TikTok's interactive features. Furthermore, the For You Page (FYP) algorithm plays a significant role in expanding the reach of da'wah content based on user engagement. Although the algorithm provides substantial opportunities for wider dissemination, it also presents challenges, including the simplification of religious messages, the emergence of echo chambers, and the spread of misinformation. Therefore, strengthening digital literacy, algorithmic literacy, and Islamic communication ethics is essential to ensure that digital da'wah remains credible, moderate, and effective in the social media era.
MEDIAMORFOSIS DAKWAH TELEVISI DALAM EKOSISTEM MEDIA DIGITAL: ADAPTASI MEDIA DAN REKONSTRUKSI OTORITAS KEAGAMAAN PADA AL-IMAN TV Hapsako, Catur Baro; Bimantara, Angger; Maryono
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.12232

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi keagamaan dan mendorong institusi media dakwah untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku audiens yang semakin bergantung pada platform digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi dakwah televisi dalam ekosistem media digital melalui perspektif mediamorfosis dengan studi kasus pada Al-Iman TV Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, observasi digital, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola Al-Iman TV pada level manajerial, produksi, dan media digital. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan mengaitkan temuan empiris pada teori mediamorfosis, konvergensi media, dan logika media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi dakwah di Al-Iman TV berlangsung melalui proses mediamorfosis yang ditandai oleh proses koeksistensi dan integrasi media lama dengan media baru dalam satu ekosistem dakwah yang saling terhubung. Adaptasi dilakukan melalui strategi multiplatform, repurposing content, segmentasi audiens, serta pemanfaatan data analitik untuk mendukung distribusi dan optimalisasi konten dakwah. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mendorong perubahan pola komunikasi menjadi lebih partisipatif, tetapi juga memungkinkan rekonstruksi otoritas keagamaan melalui mekanisme kurasi kelembagaan, seleksi narasumber, dan pengelolaan komunitas digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan televisi dakwah di era digital ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan media lama dan media baru, sekaligus mempertahankan legitimasi dan otoritas keagamaan dalam lingkungan media digital yang terus berkembang. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji perspektif audiens dan membandingkan strategi transformasi pada berbagai institusi media dakwah. The development of digital technology has transformed patterns of religious communication and encouraged Islamic da'wah media institutions to adapt to changing audience behaviors that increasingly depend on digital platforms. This study aims to analyze the transformation of television-based da'wah within the digital media ecosystem through the perspective of mediamorphosis, using Al-Iman TV Surabaya as a case study. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, digital observations, and documentation involving Al-Iman TV personnel at the managerial, production, and digital media levels. Data were analyzed using thematic analysis by relating empirical findings to the theories of mediamorphosis, media convergence, and digital media logic. The findings reveal that the transformation of da'wah at Al-Iman TV has occurred through a mediamorphosis process characterized by the coexistence and integration of old and new media within an interconnected da'wah ecosystem. Adaptation has been carried out through multiplatform strategies, content repurposing, audience segmentation, and the use of data analytics to support the distribution and optimization of da'wah content. The study also finds that digitalization not only promotes a more participatory communication pattern but also enables the reconstruction of religious authority through institutional curation mechanisms, speaker selection, and the management of digital communities. This study concludes that the sustainability of da'wah television in the digital era is determined by its ability to integrate old and new media while maintaining religious legitimacy and authority within an evolving digital media environment. Future studies are recommended to explore audience perspectives and compare transformation strategies across different Islamic media institutions.
IMPLEMENTASI TABAYYUN SEBAGAI ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM INTERAKSI DI MEDIA SOSIAL Aminin, Arif; Rafiq, Mohd.
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.12270

Abstract

Abstrak: Perkembangan media sosial pada era digital telah memberikan kemudahan dalam proses komunikasi dan penyebaran informasi. Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan rendahnya etika komunikasi di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tabayyun sebagai etika komunikasi Islam dalam interaksi di media sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang relevan dengan konsep tabayyun, etika komunikasi Islam, dan media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengkaji dan menginterpretasikan berbagai sumber yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun merupakan prinsip verifikasi informasi yang berlandaskan nilai kejujuran, kehati-hatian, dan tanggung jawab. Implementasi tabayyun dapat dilakukan melalui pemeriksaan sumber informasi, verifikasi fakta, pengendalian emosi, serta peningkatan literasi digital. Dengan demikian, tabayyun berperan penting dalam membangun komunikasi yang etis, mencegah penyebaran informasi palsu, dan menciptakan interaksi yang harmonis di media sosial sesuai dengan nilai-nilai Islam.   Kata Kunci: Tabayyun, Etika Komunikasi Islam, Media Sosial.   Abstract: The development of social media in the digital era has provided convenience in communication and information dissemination. However, this convenience has also created various challenges, including the spread of hoaxes, misinformation, hate speech, and the decline of ethical communication in digital spaces. This study aims to analyze the implementation of tabayyun as an Islamic communication ethic in social media interactions. The research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from the Qur’an, Hadith, books, scientific journals, and other relevant literature discussing the concept of tabayyun, Islamic communication ethics, and social media. The data were analyzed using content analysis techniques to examine and interpret the collected sources systematically. The findings reveal that tabayyun is a principle of information verification based on the values of honesty, prudence, and responsibility. Its implementation can be carried out through source verification, fact-checking, emotional control, and the enhancement of digital literacy. Therefore, tabayyun plays a significant role in promoting ethical communication, preventing the spread of false information, and fostering harmonious interactions on social media in accordance with Islamic values.   Keywords: Tabayyun, Islamic Communication Ethics, Social Media.

Page 11 of 11 | Total Record : 106