cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,551 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 2,551 Documents clear
Kepatuhan Pasien Prolanis Dalam Mengonsumsi Obat Antihipertensi Retha Metrianda; Arie Wahyudi; Gema Asiani; Ali Harokan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2958

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan angka kejadian tinggi di seluruh dunia. Hipertensi menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan bertanggung jawab atas sekitar 10,8 juta kematian per tahun secara global. Data terbaru menunjukkan bahwa hanya 22% penderita hipertensi yang menerima pengobatan yang memadai, sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Di Sumatera Selatan, prevalensi hipertensi juga tergolong tinggi. Kota Palembang sebagai ibu kota provinsi mencatat angka yang lebih tinggi akibat perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, tingginya konsumsi makanan cepat saji, serta kurangnya kesadaran terhadap kontrol tekanan darah. Secara khusus, di Puskesmas Kertapati, Palembang, jumlah penderita hipertensi yang tercatat hingga Januari 2025 mencapai 1.605 pasien, terdiri dari 395 kasus baru dan 1.210 kasus lama. Berdasarkan estimasi jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Kertapati yang berkisar sekitar 20.000 jiwa, maka prevalensi hipertensi mencapai sekitar 8,03%. Ini berarti bahwa hampir 1 dari setiap 12 penduduk di wilayah tersebut mengalami tekanan darah tinggi. Sebagai bagian dari upaya pengelolaan penyakit kronis secara berkelanjutan, Puskesmas Kertapati juga menyelenggarakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang mencakup pasien dengan hipertensi dan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepatuhan pasien PROLANIS dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi peserta PROLANIS di wilayah kerja Puskesmas Kertapati Kota Palembang pada tahun 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 184 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni – Juli 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan multivariat dengan menggunakan uji logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga, efek samping obat, dan tingkat stres terhadap kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi dengan tingkat stres menjadi variabel yang paling dominan. Disarankan kepada pihak puskesmas dan program Prolanis, diharapkan dapat mengintegrasikan pendekatan psikososial dalam pelayanan, terutama dalam skrining dan manajemen stres pasien, serta edukasi tentang efek samping obat.
Efektivitas Effleurage Massage terhadap Penurunan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III di PMB Hasna Dewi Kota Pekanbaru Trisna Fadilah; Desi Nindya Kirana; Yunni Safitri; Rena Afri Ningsih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2959

Abstract

Latar Belakang: Salah satu ketidaknyamanan trimester III yang dialami oleh ibu hamil adalah nyeri punggung, hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan hormon salah satunya adalah peningkatan hormon relaksin yang meningkatkan resiko terjadinya nyeri. Penatalaksanaan nyeri punggung pada ibu hamil yaitu secara farmakologi dengan obat analgetik dan non farmakologi salah satunya adalah terapi massage effleurage yang dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di PMB Hasna Dewi. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, sebanyak 15 orang ibu hamil. Metode pengumpulan data adalah observasi, instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata- rata nyeri punggung ibu hamil trimester III sebelum intervensi adalah mayoritas nyeri sedang (5,60) dan setelah intervensi adalah mayoritas nyeri ringan (2,26). Hasil uji Wilcoxon sign rank test dengan derajat kepercayaan sebesar 95% didapatkan bahwa ada efektivitas massage effleurage terhadap penurunan nyeri punggung (p-value=0,001). Saran : Diharapkan PMB Hasna Dewi dapat menerapkan massage Effleurage sebagai alternatif pengobatan non-farmakologi untuk ibu hamil trimester III dengan keluhan nyeri punggung.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis Pada Masyarakat Di Dusun Kedungwatu Blora Siti Mumfaridatul Mukarromah; Zaenal Fanani; Intan Adevia Rosnarita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2965

Abstract

Latar belakang: Swamedikasi adalah perilaku yang seringdigunakan masyarakat untuk mendapatkan solusi terkait masalah kesehatan, untuk alasan ini swamedikasi harus tetap diawasi oleh tenaga kesehatan. Masyarakat membutuhkan pengetahuan yangtepat untuk mendapatkan perilaku yang sesuai dalam swamedikasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi gastritis pada masyarakat Dusun Kedungwatu Blora. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan observasional deskripif dan survei yang bersifat analitik dengan cara melakukan pengambilan data melalui kuesoiner pengetahuan dan perilaku. Studi ini dilaksanakan di Dusun Kedungwatu Blora, dengan populasi 216 jiwa. Pengambilan sampel diambil dengan Teknik Purposive Sampling. Sampel diambil sebanyak 85 responden yang akan dilakukan pada bulan juni 2025. Instrumen penelitian ini berisi dua variabel, yaitu variabel tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis masyarakat dan perilaku swamedikasi gastritis masyarakat. Setelah data sudah didapatkan akan dilakukan pengujian menggunakan uji kolerasi, yaitu dengan teknik uji Spearman Rank. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan yang lebih baik tentang hubungan antara pengetahuan dan perilaku swamedikasi penyakit gastritis pada masyarakat. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dari 85 responden, sebagian besar memilikitingkat pengetahuan dalam kategori baik (62,4%), dan 58,8% responden memiliki perilaku swamedikasi yang baik. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p = 0,024 dan nilai r = 0,245, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan namun lemah antara tingkat pengetahuan denganperilaku swamedikasi gastritis pada masyarakat di Dusun Kedungwatu Blora. Kesimpulan: Bahwa terdapat hubunganantara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi gastritis.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan PT Kecap Cap Korma Jaya Utama Jakarta Selatan Gizka Alrizky; Udriyah Udriyah; Yuni Pambreni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT Kecap Cap Korma Jaya Utama Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kompensasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, kepemimpinan transformasional dan kompensasi memberikan kontribusi dalam meningkatkan kinerja karyawan. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi manajemen perusahaan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan sistem kompensasi agar produktivitas karyawan semakin optimal.
Penerapan Teknik Buteyko terhadap Penurunan Frekuensi Pernapasan pada Pasien Asma Bronkial di Rumah Sakit Vita Insani Pematang Siantar Masroyni Adilla; Azis Mangara
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2968

Abstract

Pendahuluan: Asma bronkial merupakan penyakit kronis saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan batuk. WHO (2021) melaporkan sebanyak 262 juta penderita asma di dunia dengan 461.000 kematian pada tahun 2019. Teknik pernapasan buteyko merupakan metode nonfarmakologis yang bertujuan menurunkan frekuensi pernapasan melalui pengaturan pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik buteyko terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel terdiri dari dua pasien asma bronkial yang dirawat di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Penelitian ini dilakukan pada Ny. B tanggal 8 Mei – 10 Mei 2025 dan Ny. R pada tanggal 2 Juni – 4 Juni 2025 yang mengikuti latihan teknik buteyko selama tiga hari berturut-turut, masing-masing selama 15 menit per sesi. Instrumen pengumpulan data meliputi SOP teknik Buteyko dan lembar observasi respirasi. Hasil: Setelah penelitian dilakukan, pada Ny. B, frekuensi napas menurun dari 28x/menit menjadi 20x/menit, dan Ny. R dari 32x/menit menjadi 22x/menit. Keduanya juga menunjukkan perbaikan pada pola napas serta penurunan gejala sesak. Kesimpulan: Teknik pernapasan buteyko terbukti efektif dalam menurunkan frekuensi pernapasan dan memperbaiki pola napas pada pasien asma bronkial. Saran: Teknik Buteyko sebaiknya rutin dilakukan oleh pasien asma bronkial, baik di rumah sakit maupun di rumah, untuk membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Perawat juga disarankan menggunakan teknik ini sebagai bagian perawatan nonfarmakologis.
Literasi Digital: Strategi Pencegahan Judi Online di Kalangan Remaja dan Pemuda Desa Candisari Herpindo Herpindo; Suwito Singgih; Delfiyan Widiyanto; Astuty Astuty; Sri Wulandari; Muhammad Nur Afiq; Mohamad Rizky Styamaputra; Veno Inaki Aldiant
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2969

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital sebagai strategi pencegahan judi online di kalangan remaja dan pemuda Desa Candisari. Melalui pendekatan workshop dan sosialisasi interaktif, program ini menyasar kelompok usia 15–25 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan internet. Kegiatan diawali dengan survei kebutuhan, dilanjutkan dengan pre-test, pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi identifikasi iklan judi online, serta diakhiri dengan post-test dan pembentukan komunitas literasi digital desa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta mengenali konten judi online dari 58,3% menjadi 91,7%. Selain itu, kesadaran peserta terhadap bahaya judi online juga tetap tinggi pada angka 100%. Kolaborasi dengan Karang Taruna Desa Candisari berperan penting dalam mobilisasi peserta dan kesinambungan edukasi melalui pendekatan peer education. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi digital yang aplikatif dan kontekstual dapat menjadi alat yang efektif dalam membentengi generasi muda dari ancaman judi online, sekaligus memberdayakan mereka sebagai agen perubahan di lingkungan sosialnya.
Kejadian TB Paru di Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim Despa Susanti; Chairil Zaman; Erma Gustina; Ali Harokan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2970

Abstract

TB masih menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia, meskipun jumlahnya menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tuberkulosis (TB) kembali menjadi penyebab kematian disebabkan penyakit menular tertinggi di dunia pada tahun 2023, melampaui COVID-19 setelah sebelumnya berada di posisi kedua selama masa pandemi. Menurut data Puskesmas Lembak, dari hasil studi pendahuluan di Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim diperoleh data jumlah kasus TB Paru yaitu pada tahun 2022 sebanyak 32 (49,2%), pada tahun 2023 sebanyak 34 (47,2%) dan meningkat pada tahun 2024 sebanyak 46 (60,5%), dimana target penemuan kasus TB di Kecamatan Lembak 90% berjumlah 75. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran kejadian TB Paru di Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien terduga TB Paru yang terdaftar di Puskesmas Lembak bulan Januari-Maret 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 124 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei - Juni 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan multivariat dengan menggunakan uji logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara usia, riwayat kontak, pengetahuan dan sikap dengan kejadian TB Paru. Tidak ada hubungan antara jeni kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan riwayat merokok dengan kejadian TB Paru. Disarankan kepada pihak puskesmas meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan penyakit TB Paru.
Implementasi Mobilitas Dini pada Post Operasi Fraktur Femur dengan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Aktifitasdi Rumah Sakit Vita Insani Pematang Siantar Rani Romaito Rajagukguk; Lismawati Lismawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2971

Abstract

Pendahuluan: Fraktur femur pasca operasi sering menyebabkan gangguan mobilitas fisik yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan aktivitas pasien. Mobilisasi dini merupakan intervensi nonfarmakologis yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan mempercepat pemulihan pasca operasi. Tujuan: Menjelaskan implementasi mobilisasi dini terhadap peningkatan kemampuan aktivitas pasien post operasi fraktur femur di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif studi kasus terhadap dua pasien laki-laki yang menjalani perawatan pasca operasi fraktur femur. Intervensi mobilisasi dini dilakukan selama 3 hari dengan durasi 10–15 menit per sesi, berfokus pada pengaturan posisi semi fowler dan peningkatan pergerakan mandiri. Hasil: Setelah tiga hari intervensi, kedua pasien menunjukkan peningkatan kemampuan mobilitas, penurunan rasa cemas dan nyeri, serta peningkatan kualitas tidur. Klien mampu berpindah posisi secara mandiri tanpa bantuan, dengan skala nyeri menurun dari 6 menjadi 1. Kesimpulan: Mobilisasi dini efektif dalam meningkatkan kemandirian, menurunkan kecemasan dan nyeri, serta memenuhi kebutuhan aktivitas pasien pasca operasi fraktur femur. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari standar asuhan keperawatan post operasi.  
Pengaruh Jenis Pelarut (Etanol 96%, Etil Asetat, Dan Kombinasinya) Pada Ekstraksi Daun Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Aktivitas Antibakteri Staphylococcus Areus Secara In Vitro Yeni Zakiyatul Ibriyah; Hasriyani Hasriyani; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2972

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang sering ditemukan pada kulit manusia dan dapat menyebabkan berbagai infeksi, seperti infeksi kulit hingga sistemik. Salah satu cara mengatasi infeksi adalah dengan penggunaan antibiotik, namun jika tidak digunakan secara tepat, dapat menyebabkan resistensi. Oleh karena itu, pengobatan tradisional berbasis bahan alam menjadi alternatif yang lebih aman. Daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut dalam ekstraksi daun alpukat terhadap aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, etil asetat, kombinasi etanol 96% & etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan konsentrasi ekstrak 6%, 8%, dan 10%. Kontrol positif menggunakan antibiotik siprofloksasin, dan kontrol negatif menggunakan akuades steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, dengan daya hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Rata-rata zona hambat terbesar ditunjukkan oleh ekstrak etanol 96% pada konsentrasi 10%, yaitu sebesar 7,23 mm. Daya hambat ini lebih tinggi dibandingkan ekstrak etil asetat (7,06 mm) dan kombinasi (6,03 mm). Tingginya daya hambat ekstrak etanol 96% disebabkan oleh kelarutan senyawa aktif seperti alkaloid dan flavonoid yang lebih optimal dalam pelarut polar seperti etanol. Hasil analisis statistik ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05).
Model Manajemen Komplain Dalam Pelayanan Di Rumah Sakit Tri Wahyudi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2973

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari kegelisahan pasien yang merasa bahwa layanan manajemen komplain di rumah sakit tidak responsif dan tidak memadai. Keluhan yang sering muncul adalah keterlambatan dalam respons terhadap permasalahan yang disampaikan oleh pasien, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya koordinasi antar unit terkait serta ketidakjelasan standar operasional prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan model manajemen komplain yang lebih efektif, guna membantu rumah sakit dalam meningkatkan manajemen komplain pasien dengan cara yang lebih cepat, jelas, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologi, yang menekankan pemahaman terhadap fenomena yang terjadi di lapangan seperti keterlambatan memberikan feedback ke pasien atas keluhan pasien. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga kategori informan, yaitu informan kunci, informan utama, dan informan pendukung, serta observasi langsung terhadap situasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model manajemen komplain yang ada saat ini belum cukup efektif dalam mengatasi permasalahan respons dan komunikasi antar bagian. Selain itu, belum adanya mekanisme feedback yang jelas atau solusi terhadap komplain yang diajukan pasien menjadi salah satu kendala utama. Kesimpulan dari penelitian ini, pentingnya pengembangan model manajemen komplain yang lebih terintegrasi, yang tidak hanya memperbaiki proses internal tetapi juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan melalui manajemen komplain. Banyak pasien merasa diabaikan atau tidak mendapatkan tindak lanjut yang jelas terhadap komplain mereka menunjukkan bahwa masalah utama bukan terletak pada sistem penerimaan keluhan, tetapi lebih kepada sistem respons yang terfragmentasi.