cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
Distribusi Maloklusi dan Kebutuhan Perawatan Ortodonti Berdasarkan Dental Aesthetic Index (DAI) pada Remaja Usia 12–19 Tahun di Puskesmas Lepo-Lepo, Kota Kendari I Made Adi Saputra; Candra Kirana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4483

Abstract

Maloklusi merupakan masalah kesehatan gigi yang dapat memengaruhi fungsi mastikasi, fonetik, dan estetika wajah⁽¹,²⁾. Penilaian kebutuhan perawatan ortodonti dapat dilakukan menggunakan Dental Aesthetic Index (DAI)⁽³⁾. Mengetahui distribusi maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan DAI pada remaja usia 12–19 tahun di Puskesmas Lepo-Lepo. Penelitian deskriptif potong lintang dengan total sampling terhadap seluruh pasien remaja yang datang selama Juli–September 2025 (n = 28). Kriteria inklusi: usia 12–19 tahun dan gigi permanen lengkap; eksklusi: masih ada gigi susu, kehilangan gigi M1 permanen, atau usia di luar rentang. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan intraoral menggunakan kaca mulut dan probe inc 15 berdasarkan formulir DAI WHO. Berdasarkan klasifikasi Angle, Klas I = 60,7 %, Klas II = 17,9 %, Klas III = 21,4 %. Komponen DAI terbanyak crowding (78,6 %), overjet > 3 mm (25 %), spacing (14,3 %). Sebanyak 82 % tidak memerlukan perawatan ortodonti. Sebagian besar remaja memiliki maloklusi Klas I dengan kebutuhan perawatan rendah. Pemeriksaan DAI efektif digunakan untuk skrining ortodonti di layanan primer.
Enhancing Elementary School Students’ Pronunciation Skills through Flashcard Pronunciation Drills as an Autonomous Learning-Based Educational Games Genoveva Dua Eni; Yos Yosando Liem
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4486

Abstract

This research aimed to (1) improve students’ pronunciation skills through the implementation of Flashcard Pronunciation Drills based on educational games designed according to the principles of autonomous learning; (2) foster students’ learning autonomy in English learning by providing opportunities for them to plan, control, and evaluate their own learning process; (3) enhance students’ motivation and self-confidencein using English, particularly in pronouncing words and sentences accurately, through interactive, enjoyable, and contextual learning activities; and (4) encourageteachers’ creativity in designing and conducting English lessons using simple yet effective media that can be implemented in schools with limited technological facilities. The research method used was Classroom Action Research (CAR), chosen because it aligned with the research objectivesto improve students’ pronunciation skills while also understanding changes in their learning behavior and level of autonomy during the learning process. The test scores were analyzed to identify changes in the students’ average performance before and afterimplementing the learning media, particularly in aspects of articulation accuracy, intonation, and fluency. The research subjects consisted of 13 fourth-grade students at SDN XXXIX Hubing, located in TekaIku Village, KangaeSub-district, Sikka Regency, an area with very limited internet access; thus, non-digital media became the most relevant option to support autonomous learning.Data were collected through four main instruments: (1) pronunciation ability tests (pre-test and post-test) to measure students’ learning outcomes, (2) observation sheets to monitor student activity and participation during learning, and (3) teacher interviews to obtain insights into behavioral changes and media effectiveness. The learning process was carried out in two cycles over four weeks, involving Flashcard Pronunciation Drillsaccompanied by educational game activities such as wordmatching, sound repetition, and pronunciation challenge.The results showed a significant improvement in students’ pronunciation ability, both quantitatively and qualitatively. Quantitatively, the average student score increased from 56.77 (pre-cycle) to 81.77 (post-cycle), indicating a gain of 25 points. Qualitatively, students became more active, more willing to pronounce new words, and were able to correct their pronunciation errors independently through repeated practice using flashcards. Teachers also reported that this medium was easy to implement, efficient in classrooms with limited facilities, and effective in creating a fun and interactive learning atmosphere.In addition, to enhance learning outcomes, the media also fostered students’ independence, self-confidence, and learning motivation.
Diabetes Melitus Tipe II Dengan Hipertensi Emergensi dan Stroke Hemoragik : Laporan Kasus Salwa Faida Abiwarsa; Sibli Sibli; Linda Armelia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4487

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Menurut International Diabetes Federation sekitar 537 juta orang dewasa di dunia hidup dengan diabetes, dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. DM merupakan faktor risiko utama berbagai komplikasi kardiovaskular dan serebrovaskular. Laporan Kasus ini mencakup analisis seorang perempuan berusia 47 Tahun yang didiagnosis diabetes melitus tipe II disertai dengan hipertensi emergensi dan stroke hemoragik berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pasien mempunyai riwayat diabetes melitus sejak 5 tahun dan hipertensi sejak 2 tahun yang lalu. Pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar gula darah sewaktu didapatkan 247 mg/dL. Pasien juga didapatkan tekanan darah 190/120 mmHg. Tatalaksana pasien berupa amlodipin 1x10 mg, candesartan 1x16 mg, metformin 2x500 mg, atorvastatin 1x10 mg, dan citicoline 2x500 mg. Pasien dianjurkan diet seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Penanganan diabetes melitus tipe 2 duberikan metformin dalam rangka meningkatkan sensitivitas insulin serta diimbangi dengan diet gizi seimbang untuk membantu menurunkan berat badan. Pemberian amlodipine dan candesartan dan disertai dengan pembatasan garam <5g/hari digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan atorvastatin digunakan untuk menurunkan kadar LDL dalam darah sehingga dapat mencegah resiko peningkatan tekanan darah dan citicoline sebagai neuroprotector. DM Tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin, yang dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dan berbagai organ target. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu melalui kontrol glukosa darah, pengendalian tekanan darah, serta gaya hidup sehat menjadi sangat penting untuk menurunkan angka komplikasi dan kematian.
Penerapan Kurikulum Cinta Sebagai Strategi Membangun Empati Peserta Didik Di Era Digital Riza Kurnia; Miftahul Abidin; Lini Suryani; Leny Marlina; Febriyanti Febriyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4488

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan kurikulum cinta sebagai strategi membangun empati peserta didik di era digital. Era digitalisasi yang ditandai dengan penetrasi masif teknologi informasi telah menciptakan paradoks di mana keterhubungan virtual yang intens justru mengikis kemampuan empati dan kepekaan sosial generasi muda. Fenomena ini menuntut dunia pendidikan untuk merumuskan pendekatan inovatif yang mampu memelihara nilai-nilai kemanusiaan di tengah arus transformasi digital. Kurikulum cinta menawarkan paradigma pendidikan transformatif yang mengintegrasikan nilai kasih sayang, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang empatik dan berperikemanusiaan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka sebagai strategi pengumpulan dan analisis data. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah meliputi jurnal penelitian, buku akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan yang dipublikasikan tahun 2020 hingga 2025. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis basis data elektronik menggunakan kata kunci spesifik. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dengan tahapan identifikasi tema, kategorisasi konsep, interpretasi makna, dan sintesis temuan dari berbagai sumber. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum cinta memiliki landasan filosofis kuat berlandaskan konsep rahmatan lil alamin dan dibangun atas empat pilar fundamental yaitu cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan tanah air. Implementasi dilakukan melalui strategi keteladanan, pembiasaan nilai, integrasi dalam pembelajaran, dan pengalaman praktis. Efektivitas kurikulum cinta terbukti menghasilkan peningkatan empati sosial, sikap inklusif, dan perilaku kooperatif peserta didik. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum cinta merupakan strategi transformatif yang efektif dalam membangun empati peserta didik di era digital, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan terkait kesenjangan pemahaman pendidik, keterbatasan sumber daya, dan minimnya sistem evaluasi karakter yang komprehensif. Diperlukan penguatan kapasitas guru, penyediaan modul aplikatif, dan dukungan kebijakan sistematis untuk memaksimalkan efektivitas kurikulum cinta.
Work-life Balance dan Pentingnya Kesehatan Mental bagi Para Pekerja: Studi Kasus di Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya Alya Setiawati; Okta Yunia; Subhan Ilham Thareq
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance terhadap kesehatan mental pekerja di Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya tekanan kerja, jam lembur panjang, serta tuntutan produktivitas tinggi yang berdampak pada kesejahteraan psikologis para pekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori (explanatory research). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 85 responden pekerja dari berbagai sektor dan dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan mental, dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,244 dan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,697 menunjukkan bahwa 69,7% variasi kondisi kesehatan mental dapat dijelaskan oleh work-life balance, sedangkan 30,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, semakin tinggi pula tingkat kesehatan mental pekerja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkuat bukti empiris mengenai hubungan work-life balance dan kesehatan mental dalam konteks pekerja lokal di Indonesia. Secara praktis, hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar bagi instansi pemerintah dan swasta dalam merancang kebijakan kerja yang berorientasi pada keseimbangan waktu, beban kerja, dan dukungan psikologis bagi karyawan
Implementasi Sistem Informasi Penjualan Berbasis Website Sebagai Strategi Digitalisasi UMKM Pada Rano Cake Muhammad Bima Aryantoro; Riya Widayanti; Hani Dewi Ariessanti; Ryan Putra Laksana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4499

Abstract

Rano Cake merupakan usaha mikro kecil menengah di bidang makanan yang berfokus pada produksi dan penjualan kue dengan sistem pre-order serta layanan langsung. Promosi dan komunikasi pelanggan sebelumnya masih mengandalkan media sosial sehingga menimbulkan kendala berupa perubahan informasi yang tidak konsisten, proses konfirmasi manual, dan pencatatan transaksi yang rawan kesalahan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi penjualan berbasis web dengan integrasi gerbang pembayaran untuk menyederhanakan pemesanan, pembayaran, dan pengelolaan transaksi. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Sistem dikembangkan dengan pendekatan Prototyping menggunakan teknologi Next.js, NestJS, PostgreSQL, dan HeroUI. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan efisiensi proses bisnis, memberikan transparansi layanan melalui pelacakan pesanan, serta memudahkan pemilik usaha dalam memantau transaksi dan menyusun laporan penjualan.
Management Of The Revitalization Of Vocational School (SMK) Revitalization As An Effort To Improve The Quality And Competitiveness Of Graduates (Study At SMKN 3 Pamekasan) Winda Fashihah; Suryadi; Ainul Hayat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4501

Abstract

The Vocational High School Revitalization Policy (SMK) is a Presidential Instruction (Inpres) Number 9 of 2016 concerning "Vocational High School Revitalization in the Context of Improving the Quality and Competitiveness of Indonesian Human Resources". The government has made many efforts to achieve the quality of education, but in this case strategic management is needed in changing the order of development in Indonesia. This study uses a descriptive type of research with a qualitative approach located in Pamekasan Regency, while the site is at SMKN 3 Pamekasan. The data sources used are primary and secondary data sources. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. While the research instrument is the researcher himself, and several other supporting tools. The results showed that the management of the vocational revitalization strategy in improving the quality and competitiveness of graduates at SMKN 3 Pamekasan included 3 processes, namely: 1). Strategic planning starting from the formulation of the vision, mission and goals has involved all elements of the school starting from the principal, vice chairman of the curriculum, vice chairman of student affairs, vice chairman of public relations, vice chairman of quality management, head of departmental programs and school committees by analyzing the school environment using a SWOT analysis based on quality report. 2). The implementation of the strategy includes the determination of school policies and then the motivation and direction from the principal in the form of rewards for educators who carry out their duties well. Likewise, the allocation of human resources consisting of productive, normative and adaptive teachers is in accordance with their respective competencies in their fields. This strategic implementation certainly needs to be supported by school culture, at SMKN 3 Pamekasan already has a culture that supports the achievement of school goals, namely professionalism, discipline and responsibility. 3) Evaluation of strategies in improving the quality and competitiveness of graduates at SMKN 3 Pamekasan includes several activities, namely monitoring all the results of activities from planning and implementing strategies, measuring individual performance, and taking corrective steps.
Edukasi Pemberian Makanan Pendamping Asi Berbasis Pangan Lokal Jagung Pada Bayi Stunting Di Desa Drujugurit Denes Wara Ayu Puspita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4502

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan kognitif anak, terutama pada periode emas 1000 hari pertama kehidupan.  Upaya pencegahan stunting memerlukan strategi intervensi yang tidak hanya bersifat edukatif,  tetapi juga memanfaatkan potensi pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini  dilaksakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman ibu yang memiliki balita stunting  melalui edukasi serta pelatihan penyusunan Makanan Pendamping ASI (MPASI) berbasis  bahan pangan lokal, khususnya jagung. Metode yang digunakan adalah matching pretest posttest design yang dilaksanakan pada sepuluh responden di Desa Drujugurit, Kabupaten  Lamongan. Intervensi diberikan dalam bentuk ceramah interaktif dan demonstrasi pembuatan  MPASI berbahan jagung dan kacang hijau. Hasil analisis menunjukkan peningkatan  signifikan pengetahuan peserta berdasarkan hasil posttest, serta adanya perubahan positif  dalam sikap dan pemahaman mengenai gizi balita. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa  edukasi yang memanfaatkan potensi pangan lokal dapat menjadi salah satu strategi efektif  dalam upaya penanggulangan stunting. Diharapkan kegiatan ini dapat direplikasi secara  berkelanjutan dan terintegrasi dalam program Posyandu di wilayah lain.
Identifikasi Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Pada Toko Makanan Kucing Skala Kecil Safrina Ramadhani; Khoirotun Najihah; Nur Amalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4503

Abstract

Usaha mikro dan kecil (UMK) merupakan sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia. UMK berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satu jenis UMK yang berkembang saat ini adalah toko makanan hewan peliharaan, khususnya toko makanan kucing. Meskipun tidak tergolong sebagai industri berat, kegiatan operasional di toko makanan kucing tetap melibatkan aktivitas kerja fisik dan pengelolaan barang yang berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko serta menganalisis penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada usaha kecil penjualan makanan kucing di sektor informal. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kesadaran K3 pada usaha mikro dan kecil yang sering kali menganggap keselamatan kerja tidak relevan bagi kegiatan non-industri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik dan empat karyawan di Toko Makanan Kucing Shanpan, Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip K3 masih sangat terbatas dan belum menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Ditemukan lima temuan utama, yaitu: (1) rendahnya pemahaman dan kesadaran pekerja terhadap K3, (2) kondisi lingkungan kerja yang tidak ergonomis dan berisiko, (3) tidak adanya penggunaan alat pelindung diri (APD), (4) pandangan pemilik usaha yang belum memprioritaskan K3, serta (5) munculnya usulan perbaikan dari karyawan mengenai pelatihan dan penyediaan sarana keselamatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rendahnya penerapan K3 di sektor informal disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, fasilitas, dan perhatian dari pemilik usaha. Diperlukan pelatihan sederhana, penyusunan SOP kerja aman, serta pembinaan berkelanjutan dari instansi terkait untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Pemikiran Abū Rayyah Tentang Kodifikasi Hadits : Telaah Historis dan Implikasinya Bagi Generasi Muslim Rosiana Mahari Rosada; Abdul Matin Bin Salman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pemikiran Abu Rayyah mengenai Kodifikasi Hadits, serta implikasinya bagi generasi Muslim. Yang mana pemikiran Abu Rayyah dikenal kontroversial sehingga dapat melemahkan iman umat Islam. Melalui pendekatan kualitiatif yaitu kepustakaan, penelitian ini mengkaji dari berbagai hadits mengenai pemikiran Abu Rayyah dan kaitannya dengan generasi Muslim. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pemikiran Abū Rayyah mengenai kodifikasi hadits menegaskan perlunya sikap kritis terhadap riwayat hadits, terutama terkait otentisitas dan kemungkinan adanya distorsi dalam proses periwayatan. Ia tidak menolak sunnah secara mutlak, melainkan hanya mengkritisi hadis-hadis ahad yang dianggap bertentangan dengan Al-Qur’an, akal sehat, maupun fakta sejarah. Dari sini, dapat dipahami bahwa Abū Rayyah sesungguhnya berupaya menjaga kemurnian sunnah Nabi melalui pendekatan kritis. Implikasi bagi generasi Muslim adalah pentingnya kesadaran kritis dalam memahami hadits, pemanfaatan kajian multidisipliner, serta perlunya reformasi dalam pendidikan Islam.