cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
The Effectiveness of Mozart Classical Music Therapy in Reducing Anxiety Levels in Third-Term Pregnant Women at the Bunda Fatimah Midwife Clinic in 2025 Roslina Julianti; Suyanti Suwardi; Dian Zuiatna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4452

Abstract

Anxiety in the third trimester of pregnant women can result in postpartum parenting stress and will affect the labor process which will result in weak uterine contractions, prolonged labor, fetal distress, increased maternal blood pressure which causes mortality and morbidity, at the Bunda Fatimah Clinic there are 13 pregnant women in the third trimester who experience anxiety, of these 13 pregnant women said that they were worried about the condition and state of the fetus in their womb, afraid of bleeding, afraid of facing labor, worried about their irregular emotional state, as a result of the anxiety that occurs in pregnant women in the third trimester. The study purpose was This study aims to determine the effectiveness of Mozart's classical music therapy in reducing anxiety in pregnant women in the third trimester at the Bunda Fatimah Clinic in 2025. Materials and methods. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 13 pregnant women in their third trimester selected using accidental sampling. The intervention consisted of listening to Mozart classical music once every three days for 15 minutes. Data analysis used a paired sample t-test. Results. Research Results Before the intervention, respondents experienced no anxiety (7.7%), mild anxiety (7.7%), moderate (61.5%), severe (23.1%), and very severe (0%). After the intervention, the anxiety level changed to no anxiety (31%), mild (61%), moderate (8%), and severe (0%). The results of the statistical test showed a P-Value = 0.001 < 0.05, meaning that H₀ was rejected and Hₐ was accepted, so that Mozart classical music therapy was proven to be effective in reducing anxiety. Conclusions. The conclusion of this study is that Mozart classical music therapy can reduce anxiety in pregnant women during the third trimester. The researchers recommend that respondents apply this therapy to reduce anxiety levels in pregnant women during the third trimester and increase comfort during pregnancy.
Analysis of the Influence of Digital Training, Organizational Agility, and Digital Literacy on the Digital Resilience of Employees in the Public Service Sector Djunaedi Djunaedi; Faisal Abubakar; Mohammad Azharie Hamdany; Sonya Sidjabat; Santrio Kamaluddin; Jumianis Yanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4454

Abstract

This study seeks to explore the influence of digital training, organizational agility, and digital literacy on the digital resilience of employees within the public service sector. The study employs a quantitative approach through a survey distributed to 180 purposively sampled participants. A five-point Likert scale questionnaire, validated through the t-test and whose reliability was assessed using Cronbach’s Alpha, was used as the research instrument. Furthermore, the data underwent classical assumption tests that consist of normality, heteroscedasticity, and multicollinearity tests. Multiple linear regression was used for data analysis to explore the simultaneous and partial effects of the variables. Findings indicated that all three independent variables had a positive and statistically significant impact on digital resilience. In particular, the individual effects of digital training, organizational agility, and digital literacy were illustrated as being connectivity to employees' adaptive, psychological and technological capabilities in dealing with digital changes in the workplace. This study has the potential to significantly contribute to the literature on digital-based HR management through its theoretical implications as well as offering practical benefits to the public sector in terms of developing resilient human resources who are capable of coping with and staying up to date with the continuous digital transformation.
Peran Guru Sebagai Konselor dalam Mengatasi Masalah Psikologis Siswa di SMP Islam Terpadu Irsyadul Abidin Rischa Yullyana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.4455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai konselor dalam mengatasi masalah psikologis siswa di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Irsyadul Abidin. Dalam konteks pendidikan Islam terpadu, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan konselor bagi siswa dalam menghadapi berbagai permasalahan emosional, sosial, maupun akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting sebagai konselor dengan memberikan bimbingan personal, konseling kelompok, dan pembinaan spiritual. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan kurangnya pelatihan konseling profesional bagi guru. Upaya yang dilakukan sekolah untuk mengatasi kendala tersebut meliputi pembinaan guru melalui pelatihan konseling dan peningkatan kerja sama antara guru BK dan guru mata pelajaran. Kesimpulannya, guru di SMP IT Irsyadul Abidin telah menjalankan peran konselor secara efektif dalam mendukung kesehatan psikologis dan perkembangan karakter siswa.
Optimalisasi Bisnis Wirausaha Muda Melalui Sinergitas Pemasaran, Keuangan, dan SDM Novalien C Lewaherilla; Restia Christianty; Merry M Pelupessy; Nurul Maghfirah; Semuel Souhoka; Sabda Aji Kurniawan; Johanis Hiariey
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4456

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas wirausaha muda melalui sinergitas antara aspek pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia (SDM). Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui tahapan identifikasi masalah, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam penerapan strategi pemasaran digital, pencatatan keuangan sederhana, dan pengelolaan SDM berbasis tim. Peserta mampu menerapkan hasil pelatihan ke dalam praktik usaha, yang berdampak pada peningkatan efisiensi dan kinerja bisnis. Selain itu, terbentuknya komunitas wirausaha muda binaan menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring dan keberlanjutan program.
Halotherapy pada Anak dengan Penyakit Respirasi: A Scooping Review Kartika Alifah; Suci Dewi Utami; Yuke Liza Fitri Dhadila; Tazkiah Aulia; Anita Apriliawati; Nyimas Heny Purwati; Titin Sutini; Awaliah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4458

Abstract

Latar Belakang: Penyakit pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada anak, dengan angka kejadian tinggi di tingkat global dan nasional. Implementasi kebijakan seperti Practical Approach to Lung Health (PAL) masih menghadapi kendala, terutama dalam hal fasilitas diagnostik dan akses terapi inhalasi. Haloterapi, sebagai pendekatan non-farmakologis, menunjukkan potensi membantu meredakan gejala dan memperbaiki fungsi paru pada anak dengan gangguan pernapasan. Tujuan: Tinjauan cakupan ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait penerapan halotherapy pada anak-anak dengan gangguan respirasi. Metode: Studi ini menggunakan kerangka kerja PCC (Population, Concept, Context) dengan populasi anak usia <18 tahun yang mengalami gangguan respirasi, konsep halotherapy, dan konteks pelayanan kesehatan (RS dan klinik) tanpa batasan geografis. Literatur dicari melalui database PubMed, ProQuest, dan ScienceDirect menggunakan kombinasi kata kunci dan operator boolean. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi. Hasil: Terdapat 9 artikel yang diinklusikan yang menunjukkan bahwa halotherapy menjanjikan dalam meningkatkan fungsi paru, mengurangi gejala, dan memperpendek masa rawat inap pada berbagai kondisi respirasi anak. Efektivitas paling konsisten ditemukan pada penggunaan saline hipertonik 3% pada pasien bronkiolitis. Kombinasi halotherapy dan senam pernapasan juga menunjukkan manfaat tambahan pada anak dengan asma. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, namun hasil antar studi masih bervariasi. Kesimpulan: Halotherapy dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang aman dan menjanjikan bagi anak-anak dengan gangguan respirasi ringan hingga sedang, serta menjadi bagian dari pendekatan multidisiplin dalam layanan kesehatan anak.
Penerapan Teori Self-Care Orem Dalam Asuhan Keperawatan Anak Dengan Respiratory Distress Syndrome (RDS) Tazkiah Aulia; Nyimas Heny P
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4459

Abstract

Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi prematur di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh defisiensi surfaktan paru yang mengakibatkan kolaps alveoli, gangguan pertukaran gas, hipoksemia, hingga gagal napas. Insidensi RDS berbanding terbalik dengan usia gestasi, di mana risiko tertinggi terjadi pada bayi dengan usia kehamilan kurang dari 30 minggu. Kemajuan perawatan intensif neonatal, termasuk terapi surfaktan eksogen dan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), telah meningkatkan angka kelangsungan hidup. Namun, peran perawat tetap sangat penting dalam memberikan asuhan yang komprehensif. Penerapan Teori Self-Care Orem memberikan kerangka konseptual yang jelas untuk mengintegrasikan stabilisasi fisiologis, pendekatan family-centered care, dan pemberdayaan orang tua. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan secara rinci penerapan Teori Self-Care Orem dalam asuhan keperawatan bayi dengan RDS. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dan tinjauan literatur. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan oksigenasi, termoregulasi, nutrisi, serta penanganan kecemasan dan edukasi orang tua. Hasil menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis bayi berupa peningkatan saturasi oksigen, penurunan tanda-tanda distress pernapasan, peningkatan toleransi nutrisi, serta penguatan keterlibatan keluarga dalam perawatan. Penelitian ini menegaskan relevansi teori Orem sebagai model holistik dalam keperawatan neonatal, yang menjembatani praktik berbasis bukti dengan partisipasi keluarga secara penuh dalam proses pemulihan.
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Feritin Serum dengan Keparahan Gejala Restless Legs Syndrome pada Pasien Hemodialisis Astrid Berlian Utami; Achmad Fauzi; Abdul Khamid; Tri Mochartini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4460

Abstract

Latar Belakang: Restless Legs Syndrome (RLS) merupakan gangguan neurologis yang sering dialami oleh pasien yang menjalani hemodialisis, dengan prevalensi mencapai 20–45%. Gangguan ini ditandai oleh sensasi tidak nyaman pada tungkai yang menyebabkan dorongan kuat untuk menggerakkannya, terutama saat beristirahat. Salah satu faktor yang berperan penting dalam patogenesis RLS adalah gangguan metabolisme zat besi dan anemia. Kadar hemoglobin (Hb) dan feritin serum merupakan indikator status hematologis yang berpotensi berhubungan dengan keparahan gejala RLS.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin dan feritin serum dengan keparahan gejala Restless Legs Syndrome pada pasien hemodialisis rutin.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 60 responden pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi lama menjalani hemodialisis ≥6 bulan. Data kadar hemoglobin dan feritin diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium rutin, sedangkan tingkat keparahan RLS diukur menggunakan International Restless Legs Syndrome Rating Scale (IRLS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil: Sebanyak 36 responden (60%) mengalami RLS dengan tingkat keparahan sedang hingga berat. Nilai rata-rata kadar hemoglobin responden adalah 9,8 ± 1,4 g/dL dan kadar feritin serum 187,6 ± 54,2 ng/mL. Hasil analisis menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan skor keparahan RLS (r = –0,451; p = 0,001) serta antara kadar feritin serum dengan skor RLS (r = –0,482; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah kadar hemoglobin dan feritin, semakin berat gejala RLS yang dialami pasien.
Penerapan Teori Konservasi Energi Levine Dalam Asuhan Keperawatan Sepsis Neonatorum Dengan Gangguan Termoregulasi Kartika Alifah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4461

Abstract

Sepsis neonatorum merupakan salah satu penyebab utama mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara berkembang. Kondisi ini ditandai dengan adanya respon inflamasi sistemik akibat infeksi, yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi organ multipel. Penerapan teori konservasi energi Levine dalam asuhan keperawatan menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menjaga keseimbangan energi dan mendukung pemulihan neonatus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan teori Levine dalam asuhan keperawatan neonates dengan sepsis yang mengalami permasalahan termoregulasi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan naratif atau Studi kasus deskriptif pada tiga bayi dengan sepsis neonatorum. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan orang tua, serta telaah rekam medis. Intervensi keperawatan difokuskan pada empat aspek konservasi Levine, yaitu energi, integritas struktural, integritas personal, dan integritas sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis bayi, ditandai dengan penurunan suhu tubuh, perbaikan pola pernapasan, peningkatan asupan ASI, serta kualitas tidur yang lebih baik. Penerapan teori konservasi energi Levine terbukti mampu mendukung pemulihan bayi secara komprehensif.
Asuhan Keperawatan pada Bayi dengan Stenosis Pilorus Hipertrofik Menggunakan Pendekatan Teori Self-Care Orem Suci Dewi Utami; Nyimas Heny Purwati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4462

Abstract

Latar Belakang: Stenosis pilorus hipertrofik (SPH) merupakan kelainan gastroenterologis yang umum terjadi pada bayi usia 2–8 minggu. Kondisi ini ditandai dengan hipertrofi otot pilorus yang menyebabkan obstruksi saluran keluar lambung. Pendekatan teori keperawatan diperlukan untuk memberikan asuhan yang holistik dan terstruktur. Teori Self-Care Orem menekankan peran perawat dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar bayi yang mengalami defisit self-care. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan teori Self-Care Orem dalam asuhan keperawatan bayi dengan stenosis pilorus hipertrofik, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan. Metode: Desain studi literatur yang menggambarkan proses pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada bayi dengan SPH. Pendekatan teori Orem digunakan untuk merencanakan intervensi dengan sistem wholly compensatory, partially compensatory, dan supportive-educative. Hasil: Masalah keperawatan utama yang ditemukan meliputi defisit nutrisi, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, intoleransi aktivitas, nyeri akut, defisit pengetahuan orang tua, dan risiko gangguan pertumbuhan. Intervensi berbasis teori Orem berfokus pada stabilisasi cairan dan nutrisi sebelum dan sesudah operasi pyloromyotomy, manajemen nyeri, serta edukasi orang tua. Hasil menunjukkan perbaikan status nutrisi dan cairan, penurunan gejala nyeri, serta peningkatan pemahaman orang tua terhadap perawatan pascaoperasi. Kesimpulan: Pendekatan teori Self-Care Orem efektif dalam memberikan asuhan keperawatan holistik pada bayi dengan SPH. Perawat berperan penting sebagai pendukung dan pendidik keluarga dalam manajemen pra dan pascaoperasi.
Efektivitas Aromaterapi Untuk Menurunkan Nyeri Pasien Pasca Pembedahan: A Systematic Review Suci Dewi Utami; Nendra Bagus Pamungkas; Anih Kurnia; Ade Asrianti; Sendy Pratama; Dhea Natashia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4463

Abstract

Latar Belakang: Nyeri pasca pembedahan adalah salah satu masalah utama yang dapat memperpanjang perawatan pasien dan meningkatkan biaya. Aromaterapi telah diidentifikasi sebagai intervensi non-farmakologi potensial untuk mengurangi nyeri dengan efek samping minimal. Namun, efektivitasnya masih memerlukan evaluasi lebih lanjut melalui tinjauan sistematis. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas aromaterapi dalam menurunkan nyeri pasien pasca pembedahan, mengidentifikasi metode aplikasi yang paling efektif, serta memahami mekanisme kerjanya. Metode: Systematic review dilakukan dengan pendekatan PRISMA, menggunakan basis data PubMed, ProQuest, dan Cochrane. Artikel terpilih adalah Randomized Controlled Trials (RCT) yang diterbitkan dalam rentang 2015-2025. Kualitas artikel dinilai menggunakan JBI dan risiko bias menggunakan RoB 2. Hasil: Sebanyak enam artikel dengan total 414 pasien dianalisis. Metode yang paling efektif adalah kombinasi minyak esensial lavender, ylang-ylang, marjoram, dan neroli yang dihirup selama dua hari pasca pembedahan. Aromaterapi ini terbukti menurunkan intensitas nyeri secara signifikan dengan mekanisme kerja melalui sistem limbik yang mengatur emosi dan persepsi nyeri. Kesimpulan: Aromaterapi efektif sebagai intervensi non-farmakologi dalam menurunkan nyeri pasca pembedahan, terutama bila menggunakan kombinasi minyak esensial tertentu. Intervensi ini dapat mengurangi kebutuhan analgesik tambahan dan meningkatkan kenyamanan pasien