cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
Psikodrama Wayang: Menurunkan Toxic Masculinity dan Prevensi Kekerasan terhadap Perempuan Farahdiba Ramadhani Hakim; Reihan Nisha Gunawan; Siti Zulicha; Abror Hilman; Anisa Fitriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4303

Abstract

Toxic masculinity is one of the factors causing women to become the majority of victims of violence. This tendency encourages men to show inappropriate sides of masculinity due to lack of space for expression. Wayang Psychodrama, a new innovation, designed to reduce toxic masculinity. This research used an experimental method with a pretest-posttest control group design. There were 19 male subjects aged 14-18 years, moderate to high levels of toxic masculinity, divided into experimental and control. The results showed that there was a significant decrease in toxic masculinity scores in the experimental group. Meanwhile, the control group did not experience a significant decrease in scores. The results show that Wayang Psychodrama can reduce toxic masculinity. Moreover, there were a change in mindset based on the seven aspects of The Man Box scale and encouraging changes in mindset related to preventing violence against women, increasing self-confidence, self-expression and emotional control.
Judicial pardon sebagai Wujud Humanisasi Pemidanaan dalam KUHP 2023 Frensius Widi Hartono; Andika Wijaya; Satriya Nugraha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4307

Abstract

Penelitian ini membahas judicial pardon sebagai konsep baru dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Tahun 2023 yang menandai arah pembaruan hukum pidana Indonesia menuju sistem pemidanaan yang lebih humanis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dasar yuridis, makna filosofis, dan implikasi penerapan judicial pardon dalam sistem hukum pidana nasional. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, dan konseptual. Penelitian ini menemukan bahwa judicial pardon memberikan kewenangan bagi hakim untuk tidak menjatuhkan pidana kepada terdakwa berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, keadilan substantif, dan proporsionalitas. Instrumen ini mencerminkan pergeseran paradigma dari sistem retributif menuju sistem yang menekankan rehabilitasi dan perlindungan hak asasi manusia. Namun demikian, implementasi judicial pardon menghadapi tantangan berupa potensi penyalahgunaan diskresi, disparitas pemidanaan, dan lemahnya infrastruktur pendukung penegakan hukum. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan pedoman pelaksanaan yang rinci, mekanisme kontrol yudisial, serta peningkatan kapasitas hakim agar konsep judicial pardon dapat diimplementasikan secara adil, konsisten, dan akuntabel dalam sistem hukum pidana Indonesia.
Interdisciplinary Approach to Identifying the Educational Contribution of Tourism to Local Education Development: A Systematic Literature Review Yohanis Tarukallo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4308

Abstract

This study aims to analyze the educational contributions of tourism to the development of local education in rural areas of Indonesia through an interdisciplinary approach. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA protocol, using data sources from the Scopus database covering the period 2020–2025. Out of a total of 688 identified documents, 20 scholarly articles meeting the inclusion criteria were thematically analyzed. The findings indicate that tourism functions as a social learning system integrating cultural, environmental, social, and economic dimensions. Three primary models were identified: the culture- and local identity–based model, the environment- and sustainability–based model, and the creative economy– and community empowerment–based model. Furthermore, the study reveals research gaps in the form of limited quantitative empirical evidence, methodological constraints, and insufficient integration between educational and tourism policies. This research proposes a conceptual framework, the Tourism–Education Synergy Framework, which conceptualizes tourism as a learning ecosystem operating through knowledge transfer, social capacity building, and value transformation. In conclusion, tourism holds significant potential to enhance the educational capacity of rural communities and to foster sustainable development grounded in local learning.
Analisis Benturan Depan dan Benturan Samping terhadap Kinerja Struktur Rangka Tubular mobil Buggy Menggunakan Metode Elemen Hingga Muhammad Aulia Anugrah; Zainal Abadi; Waskito Waskito; Delima Yanti Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4309

Abstract

Rangka tubular merupakan komponen utama pada kendaraan off-road tipe buggy yang berfungsi sebagai penopang beban statis dan dinamis serta menentukan keselamatan pengemudi dan performa kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban benturan depan (frontal) dan benturan samping (lateral) terhadap kinerja struktural rangka tubular buggy menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method/FEM) dengan bantuan perangkat lunak ANSYS Workbench. Variasi material yang digunakan meliputi baja karbon AISI 1018, baja ASTM A572 Grade 50, dan aluminium 6061 dengan variasi geometri diameter dan ketebalan pipa. Parameter yang dianalisis meliputi deformasi total, tegangan Von Mises, dan faktor keamanan (safety factor). Hasil simulasi menunjukkan bahwa benturan samping menghasilkan deformasi dan tegangan maksimum yang lebih tinggi dibandingkan benturan depan, terutama pada material dengan ketebalan pipa yang lebih kecil. Aluminium 6061 memberikan performa terbaik dilihat dari faktor keamanan tertinggi dan tegangan terendah, menandakan potensi penggunaannya sebagai material optimal untuk rangka buggy. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan material dan desain geometri yang tepat sangat krusial dalam meningkatkan kekuatan dan keselamatan rangka tubular untuk aplikasi off-road di medan ekstrem. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan desain rangka kendaraan off-road yang ringan, kuat, dan aman.
Rekonstruksi Teori Penemuan Hukum di Era Digital Terkait Peran AI dalam Proses Peradilan (Studi Perbandingan Indonesia dan Tiongok) Nur Rizkiah Hasanah; Irena Puspa Mega; Ivan Nurchalik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4311

Abstract

The advancement of digital technology in the era of the Fourth Industrial Revolution has driven significant transformation across various sectors, including the field of law and judiciary. One of the key innovations emerging from this shift is the use of Artificial Intelligence (AI) to enhance efficiency and expedite case processing. This study aims to examine the implementation of AI in the Chinese judicial system, particularly through the innovation of the AI Prosecutor robot known as "The AI", and to evaluate its potential application within the Indonesian judicial context. Additionally, the study revisits the theory of legal discovery (rechtsvinding) within Indonesia’s legal system to align it with technological developments without compromising the principles of substantive justice and judicial independence. This research employs a normative juridical method with a comparative law approach, supported by literature review of primary and secondary legal sources. The findings indicate that although AI can support judicial processes through rapid and systematic legal data analysis, its use must remain limited to an assistive role under strict human supervision. AI cannot replace the role of judges in the legal discovery process, which inherently involves ethical considerations, human experience, and moral reasoning. Therefore, a firm and ethical legal framework is needed to regulate the use of AI in the judiciary, alongside the development of a hybrid model that positions AI as a supportive tool rather than a primary decision-maker.
Politik Hukum dalam Pengaturan Pencemaran Nama Baik di Era Digital: Analisis Putusan MK No. 105/PUU-XXII/2024 Nur Rizkiah Hasanah; Hammamtio Hammamtio; Irena Puspa Mega
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4312

Abstract

Chapter in the Electronic Information and Transactions Law, particularly chapter 27A conjunction Chapter 45 paragraph (4) have been highlighted because they are considered open to multiple interpretations, repressive, and open up space for criminalization of freedom of expression, especially when criticism is directed at state institutions or public officials. This raises serious questions about whether the defamation article is in line with the principle of freedom of expression guaranteed by the 1945 Constitution. Defamation in Indonesian legal politics is a policy dynamic that seeks to harmonize the right to personal honor with the constitutional right to expression, so that through the Constitutional Court (MK) Decision No. In decision No. 105/PUU-XXII/2024, the Constitutional Court emphasized that the phrase "other people" in Chapter 27A of the Electronic Information and Transactions Law can only be interpreted as individuals or individuals, so that government agencies, institutions, corporations, or groups cannot be victims of defamation crimes. The Constitutional Court considers that protection of the reputation of public institutions or agencies cannot be equated with protection of individuals, because public institutions or agencies must be open to criticism as part of the social control mechanism in democracy.
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sebagai Suplai Energi Listrik Pada Musholla Baitul ‘Ilmi Kota Padang Arjuna Pamungkas Chan; Rosnita Rauf; Budiman Budiman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4313

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the technical and economic feasibility of an on-grid Solar Photovoltaic (PV) system for the Baitul Ilmi Musalla in Padang City. The total electrical load of the musalla reaches 2,047 watts, with a daily energy requirement of 7,283 Wh. The system was designed using four monocrystalline solar panels, each with a capacity of 450 Wp, resulting in a total installed capacity of 1,800 Wp across an array area of approximately 7.86 $\text{m}^2$. The selected inverter has a capacity of 2,500 watts, which is appropriate for the power requirements and maintains a necessary safety margin. Power degradation due to module temperature increase ($\Delta T$) was estimated to be 11.05 watts. Based on simulation results, the system is capable of generating approximately 6.48 kWh of electricity per day, sufficient to support the musalla's daytime energy needs. The estimated total investment cost for the system is Rp16,850,000. Economic analysis results indicate that the system has a payback period of 3.79 years, equivalent to 3 years, 9 months, and 14 days. Thus, the implementation of an on-grid PV system in religious buildings like the musalla is deemed feasible and efficient for supporting the use of renewable energy. Keywords: On-grid PV, Solar Energy, Inverter, Monocrystalline Solar Panel ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis dan ekonomis sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid pada Mushalla Baitul Ilmi di Kota Padang. Beban listrik total mushalla mencapai 2.047 watt dengan kebutuhan energi harian sebesar 7.283 Wh. Sistem dirancang menggunakan empat panel surya monokristalin berkapasitas 450 Wp per unit, sehingga total kapasitas terpasang mencapai 1.800 Wp dengan luas array ±7,86 m². Inverter yang digunakan memiliki kapasitas 2.500 watt, sesuai dengan kebutuhan daya dan margin keamanan. Penurunan daya akibat kenaikan suhu modul (ΔT) diperkirakan mencapai 11,05 watt. Berdasarkan hasil simulasi, sistem mampu menghasilkan energi listrik sebesar ±6,48 kWh per hari, yang cukup untuk menopang kebutuhan siang hari. Estimasi total biaya investasi sebesar Rp16.850.000. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa sistem memiliki periode pengembalian investasi (payback period) selama 3,79 tahun atau setara dengan 3 tahun 9 bulan 14 hari. Dengan demikian, penerapan sistem PLTS on-grid pada bangunan ibadah seperti mushalla dinilai layak dan efisien dalam mendukung penggunaan energi terbarukan. Kata Kunci: PLTS on-grid, energi surya, inverter, panel surya monokristalin
Dari Identitas Nasional Ke Tanggung Jawab Global Konsep Kewarganegaraan Global Dalam Konteks SDGS Muhammad Habib Husin; Iren Br Bangun; Nadira Zawani; Tengku Salsabila; Daniel David Sidebang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4314

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam cara manusia berinteraksi, berbudaya, dan memahami identitas kewarganegaraan. Keterhubungan dunia melalui teknologi, perdagangan, dan media digital menuntut setiap individu tidak hanya berperan sebagai warga negara suatu bangsa, tetapi juga sebagai warga negara global yang memiliki tanggung jawab terhadap perdamaian, keadilan sosial, dan keberlanjutan. Namun, muncul persoalan bagaimana mempertahankan identitas nasional di tengah tuntutan keterlibatan global tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara identitas nasional dan kewarganegaraan global dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka, dengan batasan data literatur dari tahun 2014 hingga 2024. Analisis dilakukan melalui kajian teoritis dan analisis isi terhadap berbagai sumber pustaka, baik nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas nasional, khususnya yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila, tidak bertentangan dengan kewarganegaraan global, melainkan dapat berfungsi sebagai fondasi moral dan kultural yang memperkuat peran Indonesia di tingkat internasional. Pendidikan kewarganegaraan memiliki posisi strategis sebagai sarana penguatan identitas nasional sekaligus internalisasi kesadaran global yang relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan demikian, integrasi identitas nasional dan kewarganegaraan global menjadi langkah penting untuk membangun generasi muda yang berkarakter, berakar pada jati diri bangsa, namun juga kritis, adaptif, dan peduli terhadap isu-isu global.
Strategi Inovatif Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Membangun Paradigma Baru Warga Negara Aktif dan Partisipatif di Era Digital Chairun Nisa; Muthi’ah Lathifah; Salwa Andini; Lora Ernanta Tarigan; Erbina Br Sembiring; Sri Yunita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi dan menggambarkan model-model strategi inovatif pembelajaran PKn yang efektif di era digital,menganalisis faktor pendukung dan penghalang dalam penerapannya (termasuk kesiapan infrastruktur, kapasitas guru, dan kebijakan) serta menyusun rekomendasi praktis untuk merancang pembelajaran PKn yang mampu membangun paradigma warga negara aktif dan partisipatif di ranah digital.Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan pengetahuan penelitian antara lain penelitian ini dihadapkan langsung dengan teks yang disajikan, bukan dengan informasi lapangan atau melalui saksi mata berupa kejadian, peneliti hanya berhadapan langsung dengan sumber yang sudah ada di perpustakaan dengan memanfaatkan sumber berupa jurnal, buku, kamus, majalah dan sumber lain tanpa melakukan riset lapangan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan berbagai strategi pembelajaran inovatif berbasis teknologi informasi memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pemahaman, sikap, serta partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran PKn. Dengan demikian kesimpulan dari pada penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara aktif, cerdas, dan berkarakter, khususnya di era digital yang penuh dengan tantangan sekaligus peluang.
Efektivitas Perjanjian Pranikah sebagai Upaya Preventif terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Perempuan: Studi Kasus di Kecamatan Kademangan Dierel Moch Dierel Amp; Ahmad Syaifuddin Romli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4317

Abstract

This study examines the effectiveness of prenuptial agreements as a preventive legal instrument against domestic violence (DV) toward women, with a case study in Kademangan District. Prenuptial agreements, as regulated in Article 29 of Law No. 1 of 1974 and reinforced by Constitutional Court Decision No. 69/PUU-XIII/2015, hold strong legal legitimacy and are not contradictory to Islamic legal principles. However, their implementation in society remains significantly limited. Using a qualitative empirical approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis. Findings reveal that low legal literacy, entrenched patriarchal culture, and lack of institutional socialization are key barriers to the application of prenuptial agreements. In theory, such agreements offer the potential to redefine power relations within marriage and prevent DV from the outset. This study recommends reforming premarital counseling curricula, involving religious leaders, and developing a contextual, accessible model of prenuptial agreements. With adequate institutional support and legal education, prenuptial agreements can serve as a strategic tool for the protection of women and the development of just and equitable family structures..